Thursday, 22 September 2016

Belajar Positif Dalam Berkarya

31



Banyak orang yg tidak menyadari betapa beruntungnya kita hidup di negara yg membolehkan rakyatnya bebas berekspresi seperti di Indonesia. Di Indonesia kita bisa bebas berpendapat dan berkarya di social media. Selama tidak ada yg tersinggung dan melaporkan ke polisi, kita bisa bebas berkicau mengenai hal apapun, baik yg bernada positif maupun negatif.

Tapi sayangnya, kayaknya banyak orang yg lupa bahwa yg namanya kebebasan itu selalu datang beriringan dengan tanggung jawab. Buktinya, lihat saja social media kita yg kini penuh dengan berita-berita hoax, isu-isu menyesatkan, dan akun-akun penyebar kebencian terhadap golongan atau agama tertentu.

Bersyukurlah karena kalian hidup di Indonesia. Saat ini hukum di Indonesia belum bisa mencakup ranah digital secara keseluruhan, tapi di negara-negara maju seperti China, para pelaku di atas bisa dijerat dengan hukum pidana yg serius. Kalo kalian ngomel-ngomel soal isu sensitif di social media, keesokan harinya kalian bisa langsung diciduk ke kantor polisi.

Akhir-akhir ini social media juga sedang dihebohkan oleh sebuah video musik yg diupload oleh sekelompok Youtubers. Konon katanya video musik ini mengandung konten negatif yg dapat merusak moral generasi muda dan anak-anak kita. Tapi ironisnya, meskipun banyak orang dan media massa yg menganggap bahwa konten videonya negatif, pihak-pihak ini secara tidak langsung malah semakin gencar membantu mengekspos dan menyebarluaskan video ini melalui social media dan juga situs berita mereka. Lucu ya? Katanya gak baik untuk generasi muda, kok malah dishare dan diposting di blog?

Terlepas dari setuju atau tidak setujunya gua terhadap konten video musik tersebut, melalui tulisan singkat ini, gua mau mengetuk hati nurani teman-teman pembaca semuanya, terutama teman-teman yg punya jiwa kreatif dan senang berkarya : Kreativitas itu adalah kekuatan besar yg dapat menggerakkan suatu bangsa, kenapa tidak kalian gunakan untuk hal-hal yg positif? 


Kalian tentunya sudah tidak asing dengan nama Jack Ma kan? Sang pendiri Alibaba Company ini adalah salah satu contoh seseorang yg menggunakan kreativitasnya untuk kemajuan bangsanya.

Kalian pernah denger Taobao ga? Taobao itu adalah sebuah online shop raksasa di China yg berada di bawah naungan Alibaba Company. Semenjak Taobao membuka servicenya bagi masyarakat umum di tahun 2008, tingkat kesejahteraan rakyat di China meningkat dengan pesat. Transaksi jual beli menjadi semakin mudah karena kalian bisa membeli barang apapun yg kalian butuhkan dari rumah. Pembayaran juga bisa dilakukan dengan mudah melalui smartphone, ga perlu pergi ke ATM segala. Simpel kan?

Taobao.com

Kesuksesan Taobao juga mendorong perkembangan berbagai sektor industri lainnya, seperti perusahaan jasa pengiriman barang, usaha ekspor impor, dan juga industri pengembang aplikasi-aplikasi smartphone di China. China saat ini adalah salah satu negara dengan sistem antar-kirim barang tercepat dan terbaik di dunia. Sistem jasa kurir seperti GoJek, GoFood, dan GoSend di Indonesia, sudah ada di China sejak 8 tahun yg lalu. Bahkan temen gua yg di Shanghai cerita, sekarang udah ada perusahaan yg mengantarkan barang kepada customernya menggunakan Drone.

Nganterin barang pake Drone? Kenapa tidak? Wkwkwk

Selain Taobao, salah satu inovasi Jack Ma lainnya adalah Alipay. Sekarang kalo kalian hidup di China, kalian keluar rumah udah ga usah bawa-bawa dompet. Mau bayar apapun, cukup pake Alipay. Tinggal scan barcodenya pake HP, udah deh otomatis bayarannya akan terpotong dari account bank yg kita hubungkan ke Alipay. Praktis kan? Ga cuma ke toko-toko besar atau mall, beli gorengan di gerobak pinggir jalan aja bisa bayar pake Alipay. Seriusan. Gua pernah hidup di China selama 4 tahun dan gua bisa jamin semua yg gua tulis ini bukan cuma mengada-ada.

Beli gorengan? Tinggal scan barcodenya...

Apalagi semenjak tahun 2013, Alipay sudah berintegrasi dengan aneka ragam aplikasi lainnya seperti Didi Taxi (semacem Gojek/Uber/Grab di China), Qunar, Ctrip (semacam Traveloka), dan lain sebagainya. Mau pesen tiket pesawat? Tinggal pake Alipay. Mau beli tiket bioskop? Tinggal pake Alipay. Mau booking restoran? Tinggal pake Alipay. Bahkan mau menyumbang uang ke panti asuhan atau palang merah juga bisa pake Alipay. Asik kan?

Tampilan Alipay China

Tahun gua denger, semenjak tahun lalu, Taobao dan Alipay sudah membuka cabang internasional lho, Mungkin tinggal tunggu waktu sampai orang di seluruh dunia bisa merasakan kemudahan seperti yg gua rasakan sewaktu tinggal di China hehehe.

(Bahkan terakhir kali gua ngerayain Imlek di China, Alipay juga udah menciptakan yg namanya "Angpao Virtual". Seperti apa sih Angpao Virtual itu? Kapan-kapan gua ceritain deh ya di blog wkwkwk)

Bulan Juni yg lalu, bulan terakhir gua di China, gua pernah nonton sebuah acara interview yg dihadiri oleh Jack Ma. Saat ditanya oleh presenter, apa sih yg menjadi motivasi dia untuk mendirikan Taobao dan juga Alipay? Jack Ma kurang lebih bilang begini, ini gua terjemahin secara bebas aja ya :

"Alasan saya mendirikan Taobao dan Alipay adalah karena saya ingin memberikan kemudahan berbisnis bagi rakyat China. Populasi rakyat China ada 1,3 Biliun, banyak banget, pemerintah China gak akan sangkut mensejahterakan semuanya. 

Confucius pernah berkata : Jangan berikan ikan kepada saudaramu yg kelaparan. Berikan ia seekor ikan, dan Anda hanya memberi ia makan untuk satu hari. Tetapi ajarkanlah ia untuk untuk menangkap ikan, dan seumur hidup ia tidak akan pernah kelaparan lagi.

Saya ingin membantu bangsa saya. Saya ingin membuat mereka semua jadi mandiri, menjadi pintar, menjadi seorang pengusaha. Karena itu, melalui karya saya, saya ingin memberikan mereka kemudahan dalam membuka usaha dan melakukan transaksi jual-beli."

Jadi, itulah Jack Ma. Dari sebuah kreativitas, yg disertai dengan niat yg mulia, lahirlah sebuah karya yg luar biasa, sebuah inovasi yg mampu menggerakkan dunia.

Pet War, salah satu board game hasil kreativitas generasi muda Indonesia

Apakah Indonesia punya orang-orang seperti Jack Ma? Oh tentu saja, negara kita punya banyak sekali anak-anak muda brilian yg punya kreativitas yg luar biasa. Ga usah jauh-jauh, lewat Instagram, Youtube, dan bahkan Bigo Live, kalian bisa lihat bahwa sebenarnya generasi muda kita itu kreatif banget. Sayangnya, sebagian dari mereka mungkin masih sibuk ngegalau soal cinta, masih sibuk ngerap ikut-ikutan gayanya gangsta-gangsta Barat, masih sibuk saling kepo dan saling menjatuhkan. Belom ada waktu untuk berpikir lebih jauh ke masa depan, belom ada waktu untuk menggunakan kreativitasnya demi memajukan bangsa dan negaranya.

Akhir kata, gua cuma mau bilang, bersyukurlah kalian tinggal di Indonesia, di negara yg memberikan kalian kebebasan untuk berekspresi dan berkarya. Gunakan kebebasan kalian secara bertanggung jawab, gunakan kreativitas kalian untuk hal-hal yg positif.

Ayo, generasi muda, kita sama-sama majukan Indonesia, berkarya demi kehidupan yg lebih baik.

Gua tutup tulisan kali ini dengan sebuah video karya Eka Gustiwana yg berisi pesan Pak Presiden Jokowi bagi kita-kita, para "pekerja kreatif" :



"Sampaikan optimisme, sampaikan yg positif, jangan hanya memikirkan diri kita sendiri"
~ Presiden Jokowi ~





Wednesday, 21 September 2016

Me and My Thai Girlfriend : How to Survive Long Distance Relationship

35




Bulan Juni kemaren akhirnya gua lulus S2 di China, dan itu tandanya kehidupan gua sebagai seorang pelajar di Guilin akan segera berakhir. Diiringi tangis haru, gua dan temen-temen saling berpelukan, mengucap selamat tinggal. Setelah ini kita semua akan kembali ke negara masing-masing, menjalani kehidupan dan karir masing-masing, entah kapan baru bisa bertemu lagi.

Termasuk gua dan Lily...

Perlu temen-temen pembaca ketahui, di usia pacaran yg udah menginjak bulan ke-30 ini, gua dan Lily sudah berpikir jauh tentang masa depan. Kita masing-masing mau kerja dan mengejar karir dulu dua tiga tahun, baru kemudian menikah. Paling bagus kalo kerjanya bisa di tempat yg sama. Nah, karena itulah, sejak dua tiga bulan sebelum kelulusan, kita berdua udah mati-matian cari kerja di China. Tapi setelah apply sana-sini, interview sana-sini, ujung-ujungnya kita tetep ga berhasil dapet kerja.

Karena visa udah mau expired, akhirnya tanggal 5 Juli 2016 kemarin, gua terpaksa pulang ke Indonesia. Tak beberapa lama kemudian Lily pun pulang ke Thailand, dan semenjak saat itu, gua dan dia resmi menjalani hubungan jarak jauh aka LDR.

Hari kepulangan gua dari Guilin 

Yg namanya LDR itu...ternyata gampang-gampang susah. Menurut pengalaman temen gua yg pernah LDRan, yg namanya LDR itu biasanya terbagi ke dalam TIGA FASE:

Fase pertama : Kebebasan

Waktu di Guilin dulu kadang gua suka kesel sama Lily karena dia MANJA BANGET. Dari pagi sampe malem nempeeeeel terus kayak perangko, sampe-sampe gua jarang punya waktu pribadi. Ya seneng sih, dari pagi ampe malem barengan dia, cuma kadang-kadang juga ada jenuhnya, pengen punya waktu luang sendirian buat nulis blog atau apalah.

Jadi awal LDRan sebenernya gua seneng banget. Gua di Indonesia, dia di Thailand... YESSS! Gua BEBAS! Gua punya banyak ME TIME. Tiap hari maen game, nonton TV, baca buku. kongkow sama temen-temen yg udah lama ga ketemu, rasanya gua kayak kembali lajang.


Fase kedua : Kehilangan.

Setelah seminggu lebih LDRan, mendadak gua mulai merasa kehilangan. Temen-temen gua mulai sibuk sama keluarga dan kerjaannya masing-masing. Kekosongan yg awalnya gua interpretasikan sebagai kebebasan, mendadak berubah menjadi rutinitas yg membosankan.

Mendadak rasanya kangeeennn banget sama Lily. Kangen wanginya dia, kangen suara dia, kangen masakan dia, kangen dipeluk-peluk dan dicium-cium. Saking kangennya, kadang gua cuma bisa liatin foto-foto kita selama di China...dan tanpa sadar air mata gua bisa mengalir begitu saja. Rasanya pengen banget kembali ke masa-masa itu, mengulang masa-masa indah itu.

Di fase kedua ini, gua sering banget telponan dan video call sama Lily. Sehari tiga kali pun rasanya ga cukup. Telponan berjam-jam, mengumbar kata cinta dan rindu, rasanya dunia kembali jadi milik kita berdua, meskipun kita tidak bisa bersama.


Fase ketiga : Kejenuhan.

Setelah hampir sebulan LDRan sama Lily, mendadak gua ngerasa jenuh. Meskipun tiap hari telponan atau video call, topik pembicaraan kita makin lama makin menipis. Karena gak ada aktivitas yg dilakukan bersama-sama, jadinya kita masing-masing ga tau harus ngomong apa. Ga jarang akhirnya kita saling diem-dieman waktu telponan. Menghubungi satu sama lain, seolah hanyalah sebuah kewajiban, sebuah rutinitas yg hampa.

Dan kadang yg gawat adalah...saking terlalu biasa sendirian, kadang-kadang gua bisa lupa sama dia. Rasanya gua tuh kayak single lagi, udah ga ada lagi ketergantungan emosional ke dia...malah terkadang suka terpikir pengen cari pelarian ke orang lain, ke orang yg bisa hadir di sisi gua secara nyata. Dan untuk mengusir pikiran buruk itu, gua mulai menyibukkan diri. Cari kerja atau kesibukan apalah yg bisa bikin gua lupa sama Lily, lupa sama fakta bahwa gua punya pacar di tempat yg jaraknya ratusan kilometer di luar sana.

Tiga fase di atas adalah fase yg pada umumnya dialami oleh pasangan yg lagi LDRan. Setelah mencapai fase ketiga, terus apa yg akan terjadi selanjutnya?

Hanya aja dua pilihan : MENYERAH atau MEMUTAR OTAK.




Teman-teman tentu sudah tidak asing dengan kisah Si Gembala dan Gadis Penenun kan? Gua ga akan cerita panjang-panjang di sini (kalo belom tau ceritanya, silahkan Googling sendiri), tapi intinya, akibat kisah cinta mereka tidak disetujui oleh Kaisar Langit, mereka berdua terpaksa LDR-an dan hanya bisa saling bertemu setahun sekali, pada saat festival Qixi yang jatuh pada tanggal 7 bulan 7 kalender Tiongkok.

Kasihan ya mereka berdua, cuma bisa bertemu setahun sekali. Ya soalnya pada jaman itu belom ada Internet sih. Tapi sekarang jaman sudah beda, kemajuan teknologi informasi modern saat ini sudah mempermudah komunikasi antar benua, membuat masa-masa LDR-an seharusnya semakin mudah dilalui. Gua dan Lily memutuskan untuk memutar otak dan berusaha membuat masa-masa LDR ini menjadi lebih mudah untuk dilalui.

Berikut ini adalah beberapa cara yg gua lakukan bersama dia :

1. Do Activity Together

Salah satu kendala utama dari LDR adalah perasaan kehilangan, ketidakhadiran si dia di dalam hari-hari lu. Kalian yang dulunya selalu makan bersama, nonton bersama, sekarang mendadak harus melakukan semua itu tanpa si dia. Hey, gua punya kabar baik untuk kalian. Meskipun kalian tidak sedang bersama, bukan berarti kalian tidak bisa melakukan suatu aktivitas bersama-sama. Coba jadwalkan suatu kegiatan bersama, misalnya :

A) Makan malam bersama
Tentukan waktu, dan janjian makan malam bersama sambil Skype-an. Meskipun si Dia hanya berada di dalam monitor, tapi kalian masih bisa have a good time together.

B) Main game bersama
Kalau pacar lu seorang gamer, kalian bisa maen game kesukaan kalian bersama. Tidak harus maen game yang ribet-ribet, board game online atau catur online pun sudah cukup. Gua sama Lily kemaren maen Clash Royale dan Homeless Demon King bareng-bareng. Sederhana, tapi itu bisa bikin gua dan dia have a good time together.

Homeless Demon King, game kocak 


C) Nonton film bersama
Download film yg sama pake torrent, terus sambil Skype-an, tonton filmnya bersama-sama pada waktu yg bersamaan. Rasanya seolah-olah gua kayak lagi nonton di bioskop bareng sama Lily, cuma bedanya ga bisa sambil pelukan aja hehehe.

D) Ide-ide lain
Di toko buku Thailand, Lily beli dua buku yg sama. Buku yg satu, dia kirim pake pos ke gua, supaya gua bisa baca buku yg sama dengan dia. Bentuk lainnya mungkin kalian bisa baca e-book atau mangascan yg sama.

Kemaren juga gua nemu lagu Mandarin yg enakeun banget di Youtube. Tapi kata-kata dalam liriknya dalem banget, jadi gua dan Lily ngetranslate bareng lirik lagunya ke Bahasa Inggris. Sambil dengerin lagu, sambil belajar Mandarin, sambil have a good time together. Lucu kan idenya? Hehehe.

Buku kiriman Lily 


2. Keep the Romance Alive

Banyak pasangan yang mengeluh bahwa LDR-an membuat hubungan mereka menjadi dingin dan hambar. Memang kita tidak harus melakukan segala sesuatu dengan romantis dan lebay seperti di pelem-pelem Korea, tapi sedikit ide-ide romantis bisa membuat api asmara kalian tetap berkobar (cieh bahasanya)

Memang jaman sekarang komunikasi antar benua sudah sangat mudah. Tinggal pake Skype atau Wechat, kapanpun kita bisa kirim pesan buat si Dia. Tapi tidak ada salahnya kalo kali-kali kalian saling berkirim surat atau kartu pos. Biarkan diri kalian hadir di hidup pasangan kalian secara fisik, meskipun hanya dalam bentuk secarik kertas. Buat kalian yang kreatif, kalian bisa desain sendiri kartu posnya seunik dan se-personal mungkin.

Gua tiap bulan kirim kartu ke Lily. Ada yg hasil bikinan gua sendiri, ada lagi yg nemu pas lagi jalan-jalan ke Gramedia. Meskipun tiap hari bisa chatting, tapi pada saat dia nerima kartu dari gua, dia senengnya bukan main, karena gua secara simbolis bisa hadir di sisi dia secara fisik, melalui kartu atau surat yg gua kirimkan itu.





3. Remind Yourself About What You Love About Your Partner

Pada saat LDR-an kadang-kadang kita bisa lupa terhadap pasangan kita. Lupa terhadap hal-hal kecil yang kita cintai dari diri mereka, lupa akan janji-janji atau mimpi-mimpi yang ingin kalian lakukan bersama di masa depan nanti, dan lain sebagainya. Salah satu yang tidak kalah penting pada saat LDR-an adalah...kalian harus saling mengingatkan satu sama lain akan hal-hal penting di atas. Misalnya, lu bisa tulis sebuah daftar tentang hal-hal kecil yang lu cintai dari pasangan lu itu, atau tulis hal-hal yang ingin kalian lakukan pada saat bertemu lagi nanti. Setelah daftarnya jadi, kalian bisa saling tukeran, lalu tempel daftar tersebut di meja kerja atau di samping ranjang kalian, supaya kalian selalu ingat akan satu sama lain.

Bulan September ini banyak banget temen gua yg married. Gua dan Lily memang masih lama marriednya, tapi kemaren gua sama dia sempet bikin daftar guest list wedding kita berdua dan juga daftar lokasi dan pose foto pre-wedding kita nanti. Emang ceritanya mah lagi berkhayal, tapi harapan akan datangnya hari yg lebih indah di masa depan, cukup manjur untuk membuat kita mampu bertahan di masa-masa LDR yg sulit ini.

Bersabar hingga tiba hari di mana aku bisa menggenggam tanganmu lagi...


Segitu dulu ya cerita soal gua dan Lily, nanti kapan-kapan disambung lagi. Pesan terakhir dari gua, pada saat kalian LDR-an, kalian harus ingat untuk SALING JUJUR, SALING MENGERTI, SALING MEMAAFKAN, dan TIDAK MERIBUTKAN HAL-HAL SEPELE. Jangan inget-inget hal-hal yang bikin kalian bertengkar di masa lalu, inget dengan hal-hal yang indah-indah aja.

Dan satu lagi, inget, kalian LDR-an ini hanya untuk SEMENTARA, bukan SELAMANYA. So, hang in there!

Soon, this all will pass.



Ada JENGLOT di KETEK mu

10


Ketek, menurut gua, adalah sebuah bagian yg paling FENOMENAL dari tubuh manusia.

Gua bisa menilai kepribadian seseorang hanya dari keteknya. Seorang cewe yg merawat keteknya dengan baik, adalah cewe yg cocok untuk dijadikan pasangan hidup, perhiasan dunia dan akhirat. Ngeliat seorang cewe yg keteknya putih, mulus, harum, terawat dengan baik, berkilau dengan cemerlang bak marshmallow yg baru turun dari surga...cowo mana sih yg tahan?


Tapi sayangnya, di kehidupan sehari-hari, yg sering gua temukan justru adalah kebalikannya.

Waktu di China, gua kan tinggal di asrama campur cowo cewe. Nah tetangga gua tuh cewe Mongol yg cantik banget namanya Sunny. Di suatu pagi yg cerah, pas gua lagi ngejemur baju, gua liat Sunny juga dateng bawa seember pakaian yg mau dijemur. Sesaat mata kita bertemu dan dia tersenyum manis ke arah gua.

Laskar Asmara di hati gua pun kalang-kabut...

Serdadu 1 : Lapor Jendral...target tersenyum manis ke arah kita
Jendral : Bagus, serdadu 1 segera putar lagu-lagu mellownya Kahitna. Serdadu 2, tolong di zoom periskopnya!
Serdadu 2 : Lapor Jendral, cahaya matahari musim semi terpantul dari bola matanya, kulitnya putih bak pualam, bibirnya merona merah, bulir-bulir kelingat mengalir di lengannya yg jenjang...menuju ke arah pangkal lengan dan...ASTAGA, ITU APAAN ITEM-ITEM DI KETEKNYA?
Jendral : Ngaco kamu...sini biar saya yg lihat sendiri!
(Sang Jendral mendorong Serdadu 2 hingga terjungkal dari kursinya, kemudian mengintip ke dalam periskop)
Jendral : MASYA OLOH...itu ada JENGLOT di keteknya! 



Sumpeh, ilfil deh gua. Muka cantik tapi kok bulu keteknya ke mana-mana? Oke, memang ga seekstrim gambar di atas, tapi tetep aja...item panjang kriwil-kriwil...kayak ginseng keramat berumur ribuan tahun di pelem-pelem silat...

Ternyata memang banyak negara di Asia yg cewe-cewenya memang tidak terlalu memperhatikan kebersihan ketiak. Selain cewe Mongol dan China, gua juga pernah ngeliat JENGLOT nya cewe Uzbekistan dan Russia. Hoek... Yg punyanya cewe Russia, meskipun warnanya pirang, tapi tetep aja...bikin ilfil.

Setelah melakukan riset bertahun-tahun, Professor Keven S.Ktk (Sarjana Ketek), M.Bkrwl (Magister of Bulu Kriwilkriwil), berhasil mempublish sebuah laporan tesis mengenai klasifikasi bulu ketek berdasarkan bentuk dan polanya. Secara keseluruhan, mencakup empat tipe di bawah ini :

1. Tipe GINSENG
Panjang, kriwil-kriwil, tipe yg paling banyak gua temui di Asia


2. Tipe KAKTUS
Pendek, jarang-jarang, tapi tetap berpotensi membuat sakit mata


3. Tipe BROKOLI
Panjang namun tergulung-gulung, kayak upil raksasa yg ditempelin di ketek


4. Tipe ECENG GONDOK
Tipe langka yg biasanya hanya bisa ditemukan di saat sang pemiliknya sedang berada di dalam air. Panjang, menggeliat-liat, bagaikan seekor gurita atau bulu babi yg gagal move on dan nyungsep di ketiak sang korban...


Yg tambah bikin ilfil adalah...ternyata di negara barat sana lagi ada trend di mana cewe-cewe memanjangkan bulu keteknya untuk diwarnai...OMG...mau diwarnain MEJIKUHIBINIU juga tetep aja MENJIJIKAN...ARRRGHHHH




Untungnya fenomena ini JARANG gua temui di Indonesia. Tapi di Indonesia yg notabene adalah negara tropis yg udaranya lembab, masalah utamanya adalah BAU KETEK.

Waktu kuliah dulu gua pernah ngajakin Flora, kecengan gua, nonton ke bioskop. Pas lagi duduk bersebelahan ma dia di bioskop...mendadak hidung gua mencium sebuah bau ga sedap. Gua semenjak SMA udah terbiasa tiap hari pake deodorant kalo ke sekolah, apalagi kalo mau pergi ngedate, minimal pake deodorant dan parfum, jadi pasti bukan dari gua baunya. Gua langsung suudzon ke Flora yg duduk di sebelah gua itu. Anjir...jangan-jangan...

Sebelum gua sempat bertindak apa-apa, Flora mendadak bilang ke gua :
"Ven, ini cewe di sebelah gua keteknya bau banget, boleh ga gua duduknya nyender ke arah lu?"
Hati gua langsung berbunga-bunga. Bukan, bukan karena Flora duduknya nyender ke gua,  bukan, tapi karena menyadari bahwa ternyata bau tidak sedap ini bukan berasal dari dia...

Sepanjang film berlangsung, Flora duduknya nyender ke gua. Awalnya cuma bahu kita yg saling bersentuhan, tapi gak lama kemudian dia ngerangkul tangan gua dan nyenderin kepalanya ke bahu gua. Harum shampoo yg tercium dari rambutnya membuat gua lupa akan segalanya.

"Lu wangi ya Ven, empuk lagi, gua seneng deket-deket ma lu..." kata Flora.

Hati gua deg-degan ga karuan.
Dan sebelum Laskar Asmara di hati gua sempat berdialog, pikiran gua udah keburu blank karena kehangatan bibir Flora di bibir gua...



Jadi moral dari cerita ini adalah...jangan menilai seseorang dari penampilannya, tapi nilailah dia dari bagaimana ia memperlakukan keteknya wkwkwk...

Abis baca jangan lupa komen ya...yg cuma ketawa diem-diem, ati-ati tar tumbuh JENGLOT di keteknya wkwkwk



Monday, 29 August 2016

Some Life Lessons From 29 Years Old Me

30



Kemaren gua berulang tahun yg ke 29, hehehe.

Seharian itu gua ga ngapa-ngapain sih, cuma beres-beres rumah, nonton film di laptop, nulis blog, dan ngebalesin ucapan-ucapan selamat yg masuk hehe. Wah ternyata banyak banget yg masuk, kalo ditotal yg masuk lewat FB, Line, QQ, dan Wechat, bisa ratusan tuh jumlahnya, dalam berbagai bahasa pula. Gua baru sadar kalo gua punya banyak lingkaran pergaulan dan teman-teman yg udah lama ga disapa.

Gua kenal beberapa orang temen yg sengaja ga pasang notif ultah di Facebooknya karena mereka males sama kondisi kayak gini. Capek ngebalesin ucapan selamat satu persatu, apalagi dari orang-orang yg mereka ga begitu deket. Kalo gua mikirnya beda. Moment ini tuh jadi salah satu moment bagus untuk reconnect sama temen2 lama. Kalo ada temen atau kenalan yg ngucapin selamat ultah di socmed, selaen say thank you, gua juga akan tanya apa kabarnya dia. Dan dari situ, gua sama dia bisa lanjut ngobrolnya hehe. Akibat ngebalesin ucapan-ucapan selamat di socmed kemaren, gua berhasil bikin janji ketemuan dengan beberapa teman lama yg udah lama ga ketemu. Bukankah ini yg namanya berkat? Wkwk.

Anyway, di ultah yg ke-29 ini, gua melakukan banyak introspeksi soal hidup gua, dan gua sadar bahwa gua punya banyak kekurangan dan kebiasaan buruk yg harus diperbaiki. Melalui postingan ini, gua mau ngerangkum beberapa pelajaran hidup yg telah gua pelajari selama 29 tahun hidup di dunia ini. Semoga bisa jadi inspirasi buat temen-temen pembaca semuanya ya.

1. Lingkaran pertemananmu menentukan siapa dirimu.
Memilih bergaul dengan siapa bisa dibilang adalah salah satu pilihan paling penting di kehidupan lu, terutama di masa-masa umur 20-an. Kenapa? Karena pergaulan lu akan berpengaruh terhadap kesuksesan dan juga masa depan lu. Kalo misalnya lu suka traveling, banyaklah bergaul dengan orang-orang yg juga suka traveling. Kalo lu bergaulnya dengan orang-orang yg ga suka ke mana-mana, ya pada akhirnya lu juga ga akan ke mana-mana.

Memang bukan berarti dalam hidup kita segalanya harus tergantung pada teman, tapi hanya segelintir orang di dunia ini yg berani melakukan segala sesuatunya seorang diri. Ambil contohnya aja, coba di kalangan temen-temen pembaca sekalian, ada berapa orang sih yg seneng nonton ke bioskop sendirian? Pasti ga banyak kan jumlahnya? Manusia itu adalah makhluk sosial, dan dalam hidup kita, kita akan selalu butuh orang lain.

Secara langsung maupun tidak langsung, orang-orang yg ada di lingkaran pergaulan lu itu akan mempengaruhi diri lu : mempengaruhi gaya hidup lu, pola pikir lu, dan kebiasaan hidup lu. Contoh simpelnya, kalo lu sehari-hari bergaul dengan orang yg banyak mengeluh, lama-lama lu juga bakal jadi ikut-ikutan sering mengeluh karena secara tidak sadar, kebiasaan mengeluh itu tertanam sebagai hal yg wajar di dalam hidup lu. Karena itu banyaklah bergaul dengan orang yg bisa membawa perubahan positif di dalam hidup lu dan jauhi orang-orang yg hidupnya penuh dengan hal-hal negatif.

Ga usah jauh-jauh, coba lu liat timeline socmed lu, coba lu liat akun-akun twitter atau instagram yg lu follow, coba lu liat blog-blog yg ada di reading list lu. Mana yg bisa memberikan nilai positif buat lu, boleh lu keep. Sementara akun-akun atau blog yg tiap hari kerjaannya ngeshare berita rasis atau tidak bermutu, sebaiknya lu unfollow aja. Karena hal-hal negatif seperti itu selain bisa merusak mood, dalam jangka panjang juga bisa mempengaruhi pola pikir lu. Orang yg setiap hari kerjaannya baca artikel-artikel galau, akan terpengaruh menjadi mudah galau. Sementara orang yg setiap hari mengisi harinya dengan bacaan-bacaan positif, akan menjadi lebih optimis dan termotivasi. Setuju?




2. Belajarlah dari pengalaman orang lain
Pengalaman adalah guru yg terhebat, gua rasa kita semua setuju dengan pernyataan ini. Tapi orang-orang yg sukses, tidak hanya belajar dari pengalaman sendiri, melainkan juga dari pengalaman orang lain. Jaman belum ada Internet dulu (iya, gua lebih tua daripada Internet), kalo butuh mencari suatu informasi, kita harus tabah diam berjam-jam di perpustakaan, mencari-cari di antara rak-rak buku yg berdebu. Di era Internet ini, kita bisa dengan mudah mengakses segala informasi yg kita butuhkan. Apapun yg kita butuhkan, bisa kita temukan lewat Google. Kalopun ada hal yg benar-benar tidak kamu ketahui, kamu bisa bertanya ke pakarnya lewat forum-forum atau lewat Quora.

Jadi, manfaatkanlah kemudahan ini dengan bijaksana. Gua liat generasi muda kita masih banyak orang yg lebih milih jawab "Ga tau" daripada googling dan nyari jawabannya. Teknologi smartphone udah secanggih itu, kita bisa browsing di mana aja, kok masih males?

Banyak membaca adalah salah satu cara terbaik untuk belajar dari pengalaman orang lain. Memang kita belum pernah ke Negara A, tapi dengan membaca kisah perjalanan orang lain di Negara A, kita bisa mengetahui banyak hal tentang Negara A. Selain banyak baca tentang motivasi dan pengembangan diri, gua juga senang baca pengalaman hidup orang lain : tentang cinta, persahabatan, traveling, ataupun bisnis. Menurut gua, belajar itu adalah sebuah proses yg harus kita lakukan seumur hidup, bukan hanya sekedar untuk mendapatkan gelar. So, jangan mudah merasa puas dengan diri sendiri. Buka hati, kosongkanlah gelas lu, supaya gelas itu bisa terus diisi dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Orang yg sukses adalah orang yg selalu merasa lapar, lapar akan pengetahuan baru, lapar akan pengalaman baru, lapar akan kehidupan yg jauh lebih baik.

Gua juga selalu lapar, makanya gua gendut #alibi




3. Jangan menilai diri lu dari mata orang lain
Manusia itu makhluk yg tidak pernah puas, dan apapun yg lu lakukan, lu tidak akan bisa memuaskan semua orang. Karena itu, tidak peduli sebaik atau sesukses apapun lu, akan selalu ada orang yg benci sama lu, akan selalu ada orang yg mengkritik lu, berusaha menjatuhkan lu. Apalagi kalo lu adalah seorang pencipta, entah pencipta lagu, tulisan, atau mungkin...perubahan.

Salah satu alasan kenapa Ahok mempunyai begitu banyak oposisi adalah karena dia banyak menciptakan perubahan. Manusia itu makhluk yg sangat tidak menyukai perubahan, apalagi di saat manusia itu sudah PW, sudah berada di posisi yg enak, sudah nyaman dengan rutinitasnya. Perubahan itu memaksa manusia untuk memulai lagi, membiasakan diri lagi, dan semua itu butuh usaha, makanya, manusia TIDAK SUKA PERUBAHAN. Dan jika kamu menciptakan perubahan, menciptakan inovasi, kamu akan banyak dibenci, banyak dihujat, banyak tidak disukai. Tapi tidak apa-apa, lakukan saja hal yg menurut kamu benar, dan jangan menilai dirimu dari mata orang lain.

Satu hal, mengkritik orang lain itu mudah, tapi di saat sang pengkritik itu disuruh bertindak, belum tentu ia mampu melakukannya lebih baik daripada orang yg ia kritik tersebut.



Terakhir dan yang PALING PENTING : 
Jangan Lupa Bersyukur

Manusia itu memang makhluk yg tidak pernah puas. Sewaktu kecil, kita berharap ingin cepat dewasa. Setelah dewasa, kita berharap bisa kembali ke masa kecil. Sewaktu jomblo, sering sirik liat pasangan yg lagi mesra-mesraan. Setelah punya pacar, sering rindu akan kebebasan di saat masih sendiri. Banyak hal yg terlihat indah di saat kita tidak memilikinya. Setelah memiliki, kita baru mengerti : ternyata di saat kita memperoleh sesuatu, di saat itu pula kita pun kehilangan sesuatu.

Jadi ya jangan selalu sirik atau membandingkan diri dengan orang lain. Jika seseorang memiliki sesuatu yg lebih daripada yg kamu miliki, itu tandanya orang itu juga telah berkorban lebih atau telah membayar harga lebih untuk itu. Misalnya, dulu waktu gua dapet beasiswa kuliah ke luar negeri di blog, ada beberapa kenalan gua yg sirik dengan kesempatan yg gua miliki itu. Mereka tidak tahu, bahwa kuliah ke luar negeri itu juga banyak pengorbanannya. Misalnya, selama 4 tahun terakhir, gua banyak melewatkan pernikahan teman-teman baik gua. Selain itu, gua juga pernah diundang untuk ikut kopdar blogger atau ngisi acara talkshow, tapi gua ga bisa hadir karena gua ga ada di Indonesia. 

Intinya, memang di China gua banyak dapet pengalaman baru, tapi di saat yg sama, gua juga kehilangan banyak kesempatan untuk mengembangkan karir. Sekarang gua masih sibuk cari kerja, bersiap-siap memulai karir, sementara temen-temen gua kerjaannya udah stabil, hidupnya udah mapan, udah nikah dan punya anak.

Hidup itu selalu tentang PILIHAN, dan gua ga nyesel dengan jalan hidup yg telah gua pilih ini. Gua bersyukur, gua diberikan kesempatan untuk mengalami hidup yg "berbeda" dari kebanyakan orang. Dan meskipun resikonya sekarang gua baru akan memulai karir di umur 29, gua bersyukur atas segala tantangan yg gua hadapi ini, karena ini tandanya Tuhan memberikan gua kesempatan untuk berusaha mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi dari saat ini.



Ya udah, segini dulu ya postingan kali ini. Semoga apa yg gua bagikan di sini, bisa berguna buat teman-teman pembaca sekalian. Ingat, tidak ada kata terlalu dini atau terlalu terlambat untuk memperbaiki diri. Pola pikir dan kebiasaan yg kamu tanamkan di masa umur 20an ini akan mempengaruhi kehidupan kamu di masa depan kelak.

Setelah membaca, jangan lupa tinggalkan komentar di bawah ini ya!
Sampai ketemu di postingan-postingan berikutnya, stay tuned!

Saturday, 27 August 2016

What, Twenty Nine ALREADY?

16



Apa ciri-cirinya kalo lu udah TUA?

Di saat ulang tahun sudah tidak hanya merupakan sebuah perayaan, tetapi juga sebuah ajang untuk introspeksi

Dan begitulah yg terjadi pada gua hari ini.

Iya, gua ultah.

Iya, gua tua.

Iya, gua galau.

Karena hari ini adalah anniversary hari kelahiran gua yg ke 29.

Umur 29...angka yg paling sering dipake temen-temen gua yg umurnya di atas 30 untuk menipu orang lain...hehehe. Umurnya udah 34, tapi ngakunya 29. Kalian punya temen yg suka ngaku-ngaku dirinya umur 29 ga? Hehehe.

Eits, tapi gua ga termasuk ya. Gua lahir tahun 1987 (ciyus, gua generasi 80-an hahaha) jadi hari ini gua bener-bener ultah yg ke 29, bukan cuma ALIBI wkwkwk



Anyway, umur 29 adalah umur yg paling ANEH kalo menurut gua, temen-temen pembaca tau ga kenapa?

1.
Lu masih tergolong umur 20-an, tapi di banyak lowongan pekerjaan, beasiswa, dll, umur lu udah dianggap ketuaan
Paling benci sama iklan kayak gini :
SEMINAR YOUNG ENTREPRENEUR. Peserta maks 28 tahun. DISKRIMINASI, TAEK!

2.
Lu galau antara mau menganggap diri masih muda atau sudah dewasa karena umur lu udah di perbatasan antara seorang koko-koko atau seorang om-om
"Ah gpp, lu masih umur 20-an...it's okay, pelan-pelan aja cari kerjanya"
atau
"Heh bego, sadar umur donk. Lu taun depan udah umur 30, mau sampe kapan kayak pengangguran kayak gini terus???"

3.
Mestinya, lu udah tau hidup lu mau dibawa ke mana
Tapi sayangnya, satu-satunya yg hal yg lu ketahui soal hidup lu saat ini adalah...lu ga tau hidup ini mau dibawa ke mana hahaha...

4.
Temen-temen seumur lu, udah terbagi ke dalam dua kubu
Kubu pertama : Mereka-mereka yg sudah punya rumah, punya anak, punya kerjaan yg mantab...sudah siap menyongsong usia 30-an. Setiap hari sibuk sama kerjaan dan keluarga, susah diajakin nongkrong. Kalopun sabtu malem nongkrong, sekarang mereka udah punya "jam malam"
"Eh, udah jam 9, gua pulang dulu ya. Istri gua nungguin nih..."

Kubu kedua : Mereka-mereka masih sibuk party dan hidup tak menentu, kayak mahasiswa baru...
Mereka yg tengah malem sering nelp lu mendadak dan ngajakin lu nongkrong
"Halo? Heyyy bro...ngapain lo? Hah? Udah tidur? Ini baru jam 1 subuh bego, banci aja baru mulai mangkal wakakakaka...karaokean yuk, SEKARANG!"

5.
Lu menyadari bahwa lu telah hidup selama hampir TIGA PULUH TAHUN
TIGA
PULUH
TAHUN
(termasuk 9 bulan plus plus di perut Ibu wkwk)
Tiga dasawarsa cuy...dan lu lebih TUA daripada Internet hahaha

6.
Betul...lu termasuk generasi orang-orang yg masih ingat akan kehidupan sebelum ada Internet dan social media.
Jaman dulu, kita punya satu buku yg khusus buat mencatat no telp rumah teman-teman kita.
Jaman dulu, kita sore-sore ga sibuk ngekepoin timeline orang, tapi main layangan.
Jaman dulu, kalo belum ada Google, kalo butuh nyari suatu gambar, kita buru-buru ke pasar loak dan beli setumpuk majalah bekas.
Jaman dulu, kita hafal ulang tahun teman-teman kita di luar kepala, karena ga ada notif dari Facebook untuk ngingetin kita.
Bangga? Oh JELAS

7.
Lu mulai mirip sama Papa Mama lu, suka ngasih wejangan sama yg lebih muda
Jadi suka nyerewetin adik atau sepupu-sepupu lu yg lebih muda soal kuliah, soal pacaran, soal kesehatan...atau di blognya sering nulis kata-kata mutiara kayak sejenis ini : "Nikmatilah masa mudamu karena masa muda tidak akan datang dua kali" dan lain sebagainya
OMG...SUMPAH, gua makin mirip tante-tante...

8.
Lu suka gatel liat kelakukan anak muda sekarang
Mau tau kelakuan anak muda sekarang kayak apa cacatnya? Cobain install Bigo live dan lu liatin aja di sana, kelakuan generasi muda kita kayak gimana *facepalm*
Daripada sibuk goyang-goyang ga jelas demi dikasih bunga, motor, atau mobil virtual, lebih baik gua ngeblog aja...bener ga?



9.
Lu makin mirip sama orang-orang dewasa yg dulu lu benci
...dan tak ada yg bisa lu lakukan untuk mencegah perubahan tersebut, taek...

10.
Gaya hidup lu berubah
Dulu lu bangga bisa tidur jam 5 subuh, sekarang lu tidur jam 9 malam dan bangun jam 5 subuh.
Dulu kalo haus lu minumnya coca cola, sekarang setiap hari maksain diri minum 3 gelas infused water, supaya pencernaan lancar.

11.
Lu suka stress liat orang-orang yg sukses pada usia lebih muda daripada lu
Lionel Messi baru umur 29 tapi udah terkenal di seluruh dunia
Jennifer Lawrence baru umue 24 tapi udah jadi the highest paid female actress in the world (dia dapet  46 Miliar USD sekali maen film)
Dan waktu Mark Zuckerberg seumur gua, dia udah jadi top 5 orang terkaya di dunia
Yah, at least gua udah lulus S2 ya...

12.
Lu mulai malu kalo ngefans sama artis-artis yg umurnya JAUHHH lebih muda daripada lu
Misalnya : Kyaaaa, artis A cantik yaa! Gua sukaaaa. Wait, kelahiran 1997? 10 TAHUN beda umurnya sama gua? Shid, gua pedofil...

13.
Lu udah hidup terlalu lama sehingga lagu-lagu yg pernah lu dengerin sewaktu kecil dulu, udah terhapus dari ingatan lu.
Jadi kalo lu dengerin ulang, serasa baru sekaligus nostalgic. Terasa fresh, tapi penuh memori. Kayak baru ketemu, tapi udah dejavu. Ahhh. jadi begini ya rasanya jadi orang tua...duduk minum teh memandang matahari terbenam, sambil mengenang kejayaan masa muda *plaaaak

14.
Ada beberapa pujian yg sudah tidak terdengar seperti pujian lagi
Waktu lulus SD dulu, dipuji sama Paman dan Tante : Wah hebat ya udah lulus SD...
Rasanya gua bangga banget, hehehe

Sekarang seudah lulus S2, kalo dipuji sama Paman dan Tante : Wah hebat ya udah lulus S2, sekarang kerja di mana?
Rasanya kesepet...orang laen udah kerja, gua baru lulus S2...terus gua belom punya kerjaan yg tetap...*pundung di deket WC umum*

Waktu baru jadian pas SMA dulu, orang-orang sering ngasih selamat...ciehhh, selamat ya yg udah punya pacar
Kalo umur segini, terus baru jadian, orang-orang pasti nanyanya...ciehhh, yg udah punya pacar? KAPAN MARRIED? KAPAN PUNYA ANAK? KAPAN LAHIRNYA? KAPAAAAAANNNNN...

15.
Di umur yg crucial ini, lu dihadapkan dengan banyak pilihan yg menentukan SEGALANYA
Mau kerja di mana? Di Indo, atau di China?
Mau magang sampe kapan? Kapan mau mulai bangun karir?
Mau sama orang Indo, atau sama orang Thailand? Nanti mau nikah dengan tata cara agama apa? Nanti udah nikah mau tinggal di mana? Anaknya mau dididik dengan bahasa apa sebagai bahasa Ibunya?
Lu turun tangga mau KAKI KIRI duluan atau KAKI KANAN duluan?
Dan lain sebagainya.

Tapi ya intinya, gua MASIH umur 29.
Gua MASIH BELOM jadi om-om (pembelaan diri)
Dan gua MASIH PUNYA WAKTU untuk berpikir hidup ini mau dibawa ke mana, hahaha

So far, meme Barney Stinson di bawah ini masih relevan kalo buat gua hehehe...



Prestasi yg udah dicapai oleh si Keven versi 28 tahun
- Lulus S2 tepat waktu
- Tesis S2 dapet A dan juga lulusan terbaik

Prestasi yg ingin dicapai oleh si Keven versi 29 tahun
- Dapet kerjaan yg oke, buat CV dan juga bangun karir
- Nurunin berat badan, minimal 15kg
- Nerbitin buku

Udah segitu dulu aja, ga muluk-muluk mimpinya hehehe

Dan sama seperti tahun-tahun sebelumnya, gua hanya punya satu doa :

"Tuhan, buatlah hidupku ini menjadi berarti bagi sesamaku, dan ajarilah aku untuk selalu bersyukur."

Dengan hati riang dan penuh harapan (walaupun sedikit galau), gua akan menyambut hari ulang tahun yg ke-29 ini.

Dan hey, siapa tahu, di umur 29 ini akan ada lebih banyak petualangan seru yg menanti gua?

Here's to hoping 29 will be great...

Happy birthday, dear Me!

Cheers!

Friday, 26 August 2016

Me and My Thai Girlfriend : Mengatasi Kejenuhan

36

Jiuzhaigou, Sichuan / October 2015

Postingan ini terinspirasi dari komentarnya Safira Nys di postingan sebelumnya. Terima kasih untuk inspirasinya ya =)


Waktu gua jomblo dulu, seperti halnya jutaan jomblo ngenes lain di bumi Indonesia ini, gua sering banget ngeluh soal betapa sulitnya mencari pacar. Sedih karena ditolak, merana karena cinta bertepuk sebelah tangan, galau karena di-Friendzone, dan lain sebagainya. Di dalam otak gua, gua selalu berandai-andai bahwa mungkin setelah punya pacar nanti, hidup gua yg merana ini akan berubah, semua kehampaan ini akan lenyap karena dimaknai oleh cinta, semua air mata akan hilang digantikan oleh bunga-bunga indah yg bermekaran.

Tapi ternyata GUA SALAH, kawan.
Yg namanya pacaran itu, ternyata tidak sesimpel yg kita bayangkan.

Buat pembaca baru blog ini, gua mau cerita sedikit ya. Pacar gua itu orang Thailand, seorang cewe cantik bernama Lily. Kita saling bertemu waktu gua lagi S2 di Guilin, China. Sebenernya ini bukan pertama kalinya gua pacaran sama orang asing (sebelumnya pernah sama cewe dari China dan Russia) tapi sahabat-sahabat gua heboh banget waktu denger gua jadian sama orang Thailand.

Pertanyaan yg paling banyak mereka lontarkan ke gua adalah :

-------------------------------
Dia : Ven, lu YAKIN cewe lu tuh CEWE BENERAN? Ati-ati lho...
Gw : Yakin lahhhh...
Dia : Tau dari mana lu? Udah pernah liat dalemnya gitu?
Gw : Ya belom lah, gila! Tapi dia ga ada jakunnya kok, gua udah pastiin...
Dia : Eits, belom tentu! Di sana kan operasi plastiknya jago, gua denger bencong di sana sampe lebih cantik daripada cewe tulennya!
Gw : Errr...*speechless*
Dia : Ati-ati lho, Tar malem pertama, pas lu mau "buka segel", taunya dia punya anu gimana?
Gw : AH TAEK LO SEMUA! UDAH LAH JANGAN BIKIN GUA MAKIN PARANOID! BERISIK, BERISIK, BERISIK!
-------------------------------

Tapi ya, sekarang gua dan Lily udah jalan hampir 3 tahun. Dan gua 99% yakin dia itu cewe tulen, hehehe. Doain aja ya, semoga gua ga salah.

Anyway, pacaran bisa sampe 3 tahun itu bukan lah yg mudah lho. Gua pernah baca suatu buku (lupa judulnya) yg bilang bahwa masa jenuh orang pacaran itu terjadi setiap 8 bulan sekali. Dan seiring bertambah panjangnya umur pacaran kalian, rasa jenuh itu akan semakin kuat. Makanya jangan aneh kalo lihat pasangan yg sudah pacaran bertahun-tahun malah akhirnya putus. Justru semakin panjang umur pacaran kalian, resiko putus karena jenuh itu semakin besar.

Hubungan gua sama Lily pun tidak terlepas dari yg namanya rasa jenuh, apalagi kita tiap hari selalu ketemu : kuliah bareng, makan bareng, dan lain sebagainya. Kadang-kadang gua juga ngerasa jenuh banget, tiap hari ketemu dia lagi, dia lagi. Sampe ada kalanya, meskipun barengan tapi kita saling diem-dieman karena kehabisan topik pembicaraan.

Terus gimana caranya mengatasi rasa jenuh itu?

Caranya cuma satu...putar otak dan selalu isi hubungan lu dengan hal-hal yg baru, misalnya...

A) Gua dulu kalo nonton film serial kayak Game of Thrones, How I Met Your Mother, Agents of SHIELD dll tuh nontonnya sendirian. Nah, semenjak 2 tahun yg lalu, gua selalu ajak Lily nonton bareng sama gua. Nontonnya pake subtitle Inggris, jadi dua-duanya sama-sama ngerti. Selain menjadi kesempatan buat gua dan dia melewatkan quality time bersama-sama, kegiatan nonton bersama ini juga menambah bahan obrolan gua dan dia. Kalo lagi butek, ga tau mau ngomong apa, ya kita ngobrolin soal film aja, hehehe.

B) Setiap bulan, gua dan Lily rajin nabung sebagian uang beasiswa kita. Terus kita bikin target, setahun minimal kita pergi traveling dua kali. Sebelum pergi traveling, kita bikin rute perjalannya sama-sama, itung budgetnya sama-sama. Terus kita bagi tugas, gua booking tiket kereta dan pesawat, dia booking hotel. Jadi yg seru dari traveling itu tidak hanya perjalanannya, tapi saat persiapannya. Dalam hal yg traveling, gua dan Lily terbukti merupakan sebuah tim yg kompak. Selama 3 tahun gua dan dia di China, kita udah pernah pergi ke lebih dari 20 tempat di seluruh penjuru China. Mulai dari kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai, ke tempat-tempat jauh nan eksotik seperti Zhangjiajie (pegunungan yg jadi inspirasi James Cameron saat membuat film Avatar) dan Jiuzhaigou (Lembah Sembilan Warna), sampai ke tempat-tempat yg jarang didatangi orang seperti Harbin (yg suhunya minus 35 di dekat perbatasan Russia) dan Shangri-la (kota di dekat perbatasan dengan Tibet yg tingginya 4800 di atas permukaan laut)

Intinya, coba rancang suatu kegiatan yg bisa kalian lakukan berdua. Piknik dan hunting selfie bareng misalnya? Atau pergi kuliner bareng? Sesuaikan sama hobi lu dan pasangan lu juga. Gua kenal sepasang kekasih yg kegiatan favoritnya adalah hunting Pokemon bareng, ada juga sepasang kekasih yg kalo pacaran suka maen game online bareng-bareng. Semua itu sah-sah, asalkan lu dan pacar lu bisa enjoy dan spend quality time bersama-sama.

Harbin / January 2016

Shangri-la / April 2015

C) Meskipun sudah punya pacar, tapi jangan lupa untuk selalu memperluas pergaulan dan juga mengisi hidup lu dengan segudang prestasi. Selain kuliah, di Guilin gua juga aktif ikut berbagai macam kegiatan di kampus, misalnya jadi ketua Himpunan Mahasiswa Internasional, aktif di PPIT (Perhimpunan Pelajar Indonesia-Tiongkok), lomba karaoke, lomba pidato, dan lain-lain. Apa manfaatnya? Jadi saat gua bareng Lily, gua punya banyak cerita untuk diceritain hehe. Tadi siang di himpunan ngerjain apa aja, terus ada gosip-gosip terbaru apa di kampus, dll.

Lumayan kan ide-idenya? Semoga yg gua ceritain di sini bisa bermanfaat buat temen-temen pembaca. Buat mereka-mereka yg lagi jenuh, saran gua cuma satu : terus putar otak dan buatlah hubungan kalian tetap fresh dan penuh hal-hal baru. Memang tidak semua hal melulu harus dijadikan rutinitas, nanti malah jadi bosen, tapi kadang sedikit rutinitas itu perlu.

Oke segini dulu ya cerita soal hubungan gua ma Lily. Setelah baca, jangan lupa tulis komentar di bawah ya, soalnya komentar-komentar dari kalian semua adalah sumber inspirasi menulis gua, hehehe.

Terima kasih buat Safira Nys dan teman-teman pembaca lainnya yg selalu setia berbagi inspirasi dengan gua hehehe. Di postingan-postingan selanjutnya mungkin gua pengen cerita soal kendala bahasa dan juga soal LDR.

Tongkrongin terus Emotional Flutter ya! Stay Tuned.

PS : Kalo memang lu mencintai seseorang, pertahankanlah dia dengan segala kemampuan yg lu miliki. Jangan pernah menyia-nyiakan cinta yg datang dalam hidupmu, karena yg namanya penyesalan itu selalu datang terlambat.



Monday, 22 August 2016

Hello World, I'm Back!

49



Halo semuanyaaa. Ini postingan ketiga gua di tahun 2016. Dulu seminggu sekali bisa ngepost, sekarang jadi setengah tahun sekali. Hiks. Maaf ya...

Kalian kangen sama gua ga nih?
*krik...krik...*
*blog sepi kayak kuburan*

Anyway, gua udah bertekad, mulai bulan Agustus ini, gua bakal kembali rajin ngepost. Kalo bisa sih seminggu sekali, bahkan dua-tiga hari sekali. Semoga tekad gua ini bisa terlaksana ya.

Di postingan kali ini, gua mau menjalin ulang tali silahturahmi sama temen-temen pembaca sekalian. Sebelum gua cerita soal cinta-cintaan atau traveling, di postingan kali ini gua mau cerita tentang kehidupan gua beberapa tahun terakhir ini...boleh kan? Gpp lah ya kali-kali curhat? Hehehe...

Oke, here we go

1. Alesan gua setahun terakhir jadi jarang ngeblog adalah...

Karena entah kenapa, setahun terakhir The Great Firewall of China makin susah ditembus. Mungkin karena situasi politik yg bergejolak, soal Laut China Selatan, pilkada di HK, dan lain sebagainya...jadinya udah pake VPN sekalipun tetep aja SUSAH BANGET mau buka Facebook atau Blogspot. Ditambah speed Internet di asrama gua yg agak labil...wew.

Tapi thank you banget buat temen-temen pembaca yg selama ini setahun ini rajin ngerecokin gua lewat FB, e-mail, atau Ask.FM hehe. Maap juga kalo gua belom sempet balesin satu-satu pesen kalian ya.

Pesen-pesen yg gua terima kurang lebih kayak gini isinya :

T : Koooo, mana postingan barunyaaa???
J : (3 bulan kemudian) Iya, belom sempet nulis lagi. Sabar ya!

T : Ko Keven...jadi sekarang gimana sama Fen? Ayo lanjutin donk ceritanyaaaa
J : (6 bulan kemudian) Oh ada duehhh...want to know aja...tar ya, cari ilham dulu ya di Gunung Kidul...

T : Bro, gue juga kena Fistula nih sama kayak lo. Operasinya sakit ga? Sambil operasi, bisa sekalian minta besarin t!t!t gue ga?
J : Bro...udah pasrah aja...ukuran t!t!t ga akan bisa dirubah kecuali lu pakai senter pembesar punya Doraemon...

T : Ko, aku lulus sekolah nanti mau sekolah ke China. Gimana cara cari beasiswanya sih?
J : www.google.com

T : Bang, aku mau ke Harbin nih nanti Januari. Pengen nanya, di sana dingin ga ya? Terus gimana cara pergi ke sananya kalo dari Jakarta?
J : Coba liat www.wikitravel.com... Btw, di sana cuma minus 35 doank, ga dingin. Jangan lupa bawa banyak bikini sama tank top aja ya.

T : Kep, kapan nikah?
J : Kapan-kapan

T : I love you
J : I love you...tube

Tapi kabar baiknya adalah...


2. GUA UDAH LULUS S2 Yayyy...

Bulan Juli kemaren gua wisuda...
Terus dapet sertifikat lulusan terbaik juga lho hehehe...*kode* *pamer dikit gpp lah*
Kasih selamat donk!

Gelar gua : MTCSOL.
Ya elahhh, panjang bangetttt...gelar apaan pula itu?
MTCSOL itu adalah singkatan dari : Master of Teaching Chinese to Speakers of Other Languages
Kalo bahasa Jerman (Jalan Jendral Sudirman) nya mah...S2 Pengajaran Mandarin
Ya, intinya, gua selaen fasih cang cing cung sendiri, juga punya sertifikasi ngajar dan bisa ngajarin orang laen bagaimana ber cang cing cung dengan baik dan benar hahaha


Foto kelas gua waktu wisuda di China. Atas pakai toga, bawah pakai baju tradisional ala Guilin


Abis lulus, gua sempet berusaha cari kerja di China. Udah sampe interview 4x di 4 perusahaan internasional berbeda, ujung-ujungnya selalu mentok di urusan visa kerja. Entah kenapa, visa kerja buat orang Indo tahun ini lagi susaaaaah banget ngurusinnya. Jadi ya, akhirnya gua terpaksa balik ke Indo atau bahasa keren dari kaum Diaspora sih : BALIK FOR GOOD hahaha.

Jadi ya...

3. GUA UDAH BALIK KE INDONESIA! 

Woohooo...
Sekarang gua ada di Bandung, jadi kalo ada gathering atau kopdar, ajak-ajak ya wkwk
Kalo lagi bosen, mau ngajak gua ngopi bareng juga boleh hahaha

Sedihnya, begitu sampe di Indo, nasib gua kaga jauh dari Bapak Archandra Tahar : terlunta-lunta

Iya nih...

4. Gua sekarang lagi nyari kerja...

...di bidang yg berhubungan dengan Bahasa Mandarin
Jadi pengajar atau penerjemah, dua-duanya oke.

Dan ternyata meskipun lu punya gelar S2 atau Es Teler, nyari kerja itu tetep SUSAHHHH
Masalah yg biasa gua temui adalah...

A) Gaji terlalu kecil
Gua juga kaga minta begitu mulai kerja langsung dikasih 10 juta per bulan, tapi yang bener aja, masa jadi guru ngajar sejam dibayar 25.000 doank? Terus pas gua tanya, kalo gua lulusan S2 gimana? Dianya jawab : 27.500. Pret! Emang kasihan ya nasib para guru di Indonesia...

B) Umur gua ketuaan
Oke, iklan lowongan kerja di Indonesia suka ga masuk akal. Masa mencari lulusan S2 dengan pengalaman kerja full time min 5 tahun tapi umurnya 25 tahun ke bawah?

C) Pengalaman kerja gua kurang banyak
Oke, yg ini gua terima, ga ada pembelaan atau komentar sarkastis wkwk

Kenapa ga kerja di bidang desain aja? Gua kan S1 nya dulu DKV. Well, gua bukan tipe orang yg betah kerja ngantor 9 to 5. Terus, di Indonesia sekarang orang yg fasih Bahasa Mandarin juga belum banyak, kesempatan berkembangnya jauh lebih banyak daripada di bidang DKV. Tapi sampe sekarang gua masih ngerjain beberapa proyek desain dan juga video editing kok. Kalo ada kerjaan atau proyek, kabar-kabarin aja ya hehehe...

Kemaren ini gua sempet hampir dikontrak ke Maluku untuk jadi translator di perusahaan tambak udang. Gua udah sampe interview ke Jakarta dan tinggal TTD kontrak. Eh ga taunya, beberapa hari sebelum keberangkatan, teknisi-teknisi dar China nya bermasalah, jadinya dicancel deh proyek. Padahal gua udah super excited dan sempet pamit sana-sini hahaha...

Sementara ini gua ada proyek jadi translator Mandarin untuk PON di Bandung bulan September 2016 nanti. Siapa tahu beberapa dari kalian ada yg juga terlibat di PON, mungkin kita bakal ketemu on-site hehehe. Kalo ada yg punya proyek atau butuh Translator Mandarin, kabarin gua ya!

Oh iya...

5. Gua lagi LDR ma cewe gua


Buat pembaca baru yg belum tau, cewe gua tuh orang Thailand. Kita ketemu waktu gua kuliah S2 di Guilin dan sampe sekarang, kita udah pacaran hampir 3 tahun. Cewe gua dapet kerjaan di China dan gua nggak (orang Thailand gampang cari kerja di China, orang Indo susah...dunia memang ga adil), makanya sekarang kita terpaksa LDR-an.

LDR tuh...gampang-gampang susah. Kapan-kapan gua ceritain deh detailnya, tapi intinya ya gitu deh. Harus komunikasi secara rutin dan cari cara-cara kreatif untuk tetap hadir di dalam keseharian dia supaya hubungan kalian ga jadi hambar. Semoga aja kita kuat LDR-an, at least sampe setahun ke depan.

Last but not least...

6. Gua punya banyak rencana untuk Emotional Flutter

Gua dari tahun 2006 yg lalu udah punya cita-cita pengen bikin tulisan-tulisan gua jadi sebuah BUKU. Sekarang lagi mengkompilasi naskahnya. Beberapa bagian mungkin diambil dari postingan yg pernah di post di blog ini, dan sebagian lain adalah tulisan-tulisan gua yg belum pernah dipublish, jadi temen-temen pembaca tungguin aja ya. Moga-moga bisa dapet tema dan juga penerbit yg cocok.

Selama di kuliah di China, gua aktif di macem-macem organisasi dan salah satu bakat terpendam yg gua temukan dari diri gua adalah jadi sutradara dan juga video editing. Temen-temen gua banyak yg nyaranin gua untuk bikin VLOG supaya gua bisa menyalurkan dua bakat di atas. Well, idenya masih gua godok sih, semoga dalam waktu dekat bisa terwujud. Ada masukan ga nih, kalo misalnya gua bikin Vlog, temen-temen pembaca pengen gua ngebahas tentang apa?

Fanpage Emotional Flutter di Facebook juga bakal lebih sering gua update kontennya. Selain kutipan-kutipan bijaksana nan galau, gua juga bakal post update atau teaser tentang upcoming project seperti giveaway atau lomba. Jangan lupa difollow ya, dijamin akan membuat timeline FB kalian menjadi lebih berwarna hehehe.

Terakhir, gua bakal lebih rajin blogwalking, terutama ke blog temen-temen yg sering comment di sini. Semoga semua ide di atas bisa terwujud ya, mumpung gua sekarang kerjanya masih belum begitu sibuk.

Oke, segitu dulu aja ya update dari gua. Kalo mau Tungguin postingan-postingan seru berikutnya, hanya di Emotional Flutter!