Semuanya Dimulai Jauh Sebelum...

18:19:00


Cinta...apa sih cinta itu? Para penyair berpuisi tentangnya, para biduan mendendangkan kisahnya, namun setelah berabad2 semenjak peradaban manusia dimulai, tidak ada satu orang pun yang berhasil mendefinisikannya. Cinta datang tiba2 ke dalam hidup kita, dan kita tidak akan pernah bisa menduga kapan ia datang, dan kapan ia pergi.

Lalu bagaimana caranya kita bisa mengetahui bahwa perasaan yg sedang menghujani kita itu adalah cinta, bukan infatuasi atau mabuk sesaat?

Mabuk kepayang itu seperti sebuah ekstasi atau rasa ketergantungan (addicted). Kamu sibuk dengan pikiran dan khayalan2 kamu sendiri. Hidup kamu tiba2 saja menjadi "hidupnya". Kamu ingin menghabiskan setiap waktu bersamanya. Kamu bermimpi. Kamu berkhayal. Kamu menggantungkan semua angan2 kamu sampai pada batas yg tidak bisa ditentukan. Kebersamaan yg ada seolah lebih berupa KEWAJIBAN dan RUTINITAS. Kamu bimbang. Kamu takut kehilangan dirinya. Kamu mulai memikirkan cara2 untuk "mengikat" dirinya bersamamu.

Sementara cinta sejati di sisi lain, lebih merupakan perasaan yg peka. Rasa yg menimbulkan kasih sayang dan hormat layaknya sepasang sahabat. Kamu bisa jujur dan leluasa menjadi dirimu sendiri tanpa harus berusaha menutupi2 kelemahanmu dan melebih2kan kelebihanmu. Kamu mau menerima perbedaan2 di antara kalian berdua. Daripada memikirkan cara untuk mengubah pasanganmu, kamu lebih fokus untuk lebih memahami dirinya. Mengapa dia berpikir seperti yg dia pikir, mengapa ia melakukan seperti apa yg ia lakukan. Cinta sejati lebih berupa realitas pemahaman akan orang lain tanpa menghakimi. Cinta sejati tidak akan memaksa sebuah relasi untuk tumbuh. Cinta sejati menghormati suatu proses alamiah.

Ok2, kayaknya cukup segini kata2 pengantarnya. Pengetahuan di atas akan membantumu untuk memahami bagian berikutnya dari postingan blog ini. Now let's move on to the main topic...

Sesuai judul postingan blog kali ini, percaya ga pembaca sekalian kalo gua bilang bahwa "hubungan cinta kita dimulai jauh sebelum kita bertemu dengan pasangan kita"?

Bentar2, di post ini gua tidak berbicara dalam konteks agama atau kepercayaan tertentu yg mengajarkan bahwa setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan, bahwa dengan siapa kita akan jadi kelak itu sudah digoreskan oleh takdir. BUKAN, bukan soal itu. Gua bicara secara harafiah, bahwa siapapun yg jadi pasangan kita di masa depan kelak, sebenarnya hubungan cinta itu sudah dimulai jauhhhh sebelum kita bertemu dengannya.

Bingung? Pusing? Biar gua jelasin dengan sebuah ilustrasi kisah ya... (buat buktiin kalo gua nggak gila ;p)

---

Suatu pagi kamu terbangun dari tidurmu, dan kamu muak dengan kehidupan cintamu selama ini yg diwarnai dengan sakit hati dan kekecewaan. Kamu muak dengan rekor ditolak dan putus-sambungmu. Kamu lelah mendapati dirimu dengan seseorang yg tidak memahamimu. Kamu ingin sebuah perubahan. Kamu memutuskan untuk bangkit dan mengubah dirimu.

Kamu menulis di sebuah kertas, secara detil, kriteria2 yg kamu harapkan dimiliki oleh calon pendampingmu di masa depan kelak. Kamu membayangkan profil wajahnya, karakter fisiknya, tingkat pendidikan dan tujuan hidup yang dimilikinya. Lebih penting lagi, kamu menggambarkan perubahan emosi, perkembangan kepribadiannya, dan kamu berhasil menempatkan ego dan hasratmu saat mendeskripsikan pendamping masa depanmu itu. Kamu juga menghitung apa yg ia inginkan darimu. Ini bagian yg paling berat. Kamu menuliskannya serealistis mungkin, dan tidak muluk2. Kamu tahu batas dirimu dan apa yg mungkin dan tidak mungkin kamu lakukan.

Setelah selesai, lipatlah dokumen itu dan simpanlah di dalam dompetmu. Dengan begitu, sang cowo/cewe idamanmu itu akan selalu berada di dekatmu, berada di dalam tempat terpenting dalam hidupmu.

Sekarang, kembali ke dirimu sendiri. Kamu sudah tahu cowo/cewe idamanmu. Apa yg dia inginkan darimu? Kewajiban utamamu adalah membuat keinginannya itu terwujud. Dan ingat, ini kehidupan nyata yg berarti tidak mungkin kamu dapat membangun sebuah rumah dalam satu malam. Mulailah mengatur hidupmu. Tingkatkan segala kemampuanmu, penampilan, dan kepribadianmu. Selesaikan studimu, bekerja, dan bersosialisasilah. Kamu sekarang sudah memasuki fase pertama dalam mendapatkan calon suami/istri idamanmu.

Minggu demi minggu, bulan demi bulan, kamu merasakan hasilnya. Kamu terlihat berbeda. Tubuhmu terasa lebih sehat dan fit. Kamu dikenal sebagai sosok yg ramah dan dapat diandalkan. Kamu dikenal banyak orang, tentu saja salah satu dari mereka adalah calon pendamping masa depanmu. Percaya dirimu meningkat. Kamu tak lagi takut mengambil resiko, tapi juga tidak sembrono. Kamu menikmati proses pengembangan kepribadianmu. Kamu tak lagi memikirkan mencari pasangan, yg kamu lakukan hanyalah meningkatkan kualitas dirimu sendiri. Bukan untuk siapa2, tapi untuk dirimu sendiri.

Tahun pun berlalu, emosimu sudah lebih terkontrol dan baik. Kamu menjadi lebih dewasa secara personal dan memiliki rutinitas serta kebiasaan hidup yg baik. Kamu tidak berkencan sesering teman2mu yg gemar bersenang2 itu, kamu hanya berkencan dengan cowo/cewe yg kamu sukai dan serius dengannya. Kamu merasakan kedamaian dalam hidupmu.

Kemudian, suatu saat kamu mengeluarkan dokumen bersejarahmu dan kamu akan terkejut : calon suami/istri masa depanmu ternyata sudah hampir memiliki semua kualitas yg kamu tuliskan itu. Fase kedua kehidupanmu dimulai. Menikahlah.

Ketika kalian menikah dan berbulan madu, suami/istrimu, mantan cowo/cewe idamanmu itu berkata, bahwa ia mencintaimu saat pertama kali melihatmu. Cinta pada pandangan pertama. Yah, dia tak berbohong dengan apa yg dikatakannya. Dia baru melihatmu ketika kamu sudah dalam keadaan menjadi seseorang yg lebih baik, bukan?

Kita selalu berpikir bahwa sebuah hubungan dimulai pada saat ada seseorang yg membuatmu tergila2.
SALAH.
Sebuah hubungan cinta dimulai jauh, jauh hari sebelum kamu bertemu cowo/cewe impianmu.

---

Ngerti kan, apa yg gua maksud dengan "hubungan cinta kita dimulai jauh sebelum kita bertemu dengan pasangan kita"?


Pasangan hidup tidak seperti yg kita bayangkan selama ini. Mereka bukan bidadari cantik yg tiba2 duduk dan tersenyum manis di tepi jendela saat kita bangun tidur. Bukan. Pasangan impian yg kita idamkan itu adalah hasil akhir dari usaha yg kita lakukan. Artinya, jika kita memang menginginkan cowo/cewe yg terbaik, maka kita pun harus mempersiapkan diri jadi pasangan yg terbaik bagi mereka pula. Tidak semudah membalik telapak tangan, memang. Tapi percayalah, tidak ada usaha yg gagal sepenuhnya. Semuanya hanya masalah waktu dan kesabaran.

You Might Also Like

2 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. its make me tired with this life

    ReplyDelete
  2. Lu emang pantes jadi profesor cinta, Ven.... ^^

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe