Why Indonesia Should Learn From Japan

10:39:00


Gua harap setelah baca post gua ini, temen2 dan pembaca sekalian bisa tertarik dan ngebuka pikiran soal Jepang. Gua tau selama ini tuh banyak orang punya image jelek tentang Jepang, misalnya orang2 yg suka nonton anime dicap "freak" ato "sok jepang". Emang ada orang yg jadi freak beneran gara2 terobsesi ma anime ato atribut2 berbau Jepang, tapi jangan semua orang disamaratain gitu donk. Gua yakin perbandingan penggemar anime yg freak dan yg normal2 aja tuh beda jauh, lebih banyak yg normal. Ada juga yg anti ma Jepang gara2 ajaran orang tuanya yg menekankan bahwa Jepang tuh penjajah yg sadis yg dulu pernah ngejajah Indonesia dan China. Seriously guys, it was decades ago, helloooo???

Harus kita akui, orang Jepang tuh sebenernya pinter. Mereka bisa "menjual" produk mereka sampe diminati di seluruh dunia. Baik anime, tokusatsu (kamen rider), j-dorama, lagu, sampe artis2nya sekalian (siapa sih yg ga tau Miyabi jaman sekarang? LOL) Dalam hal dunia perfilman misalnya. Sok deh cobain aja Indonesia bikin film kartun, boro2 bikin orang sampe terobsesi atau go internasional, diterima di dalam negeri aja belom tentu. Liat film2 Indo di bioskop, dari sekian banyak yg beredar, yg bisa dibilang bagus (apalagi original) bisa diitung pake jari. Selain itu dalam segi cerita, film2 buatan Jepang punya cerita yg berbobot, sarat makna, dan orisinil. Ga aneh kenapa banyak sineas Hollywood mencoba mengadaptasi film2 buatan Jepang untuk membuat versi remakenya di Hollywood.

Dari segi lagu juga, coba liat deh dunia permusikan Indonesia. 95% lagu yg beredar adalah lagu2 tentang cinta, yg kesannya cengeng dan maknanya dangkal. Kalo didengerin, mirip2 saja satu sama lain, cuma beda2 dikit feelnya, dan bahkan ada juga yg terkenal karena musiknya menjiplak dari lagu luar negeri. Bahkan yg lebih parah, animo yg beredar sejak 2-3 tahun ini adalah tema perselingkuhan, di mana kalo menurut gua malah bakal membuat moral masyarakat kita jatuh. Bayangin aja, anak2 udah dicekokin lagu tentang perselingkuhan, mau jadi apa nanti mereka kalo udah gede? Sementara kalo lagu2 Jepang, kebanyakan temanya tuh motivasi, meraih impian, dll. Kalopun temanya tentang cinta, mereka bawakan dengan kata2 puitis yg penuh makna dan musik yg digarap maksimal.

Selain itu orang Jepang juga sangat mencintai budaya negerinya. Hal ini terlihat dari kebiasaan mereka untuk menyisipkan unsur budaya mereka ke dalam karya dan produk yg mereka buat. Misalnya melalui adegan dalam film yg menampilkan festival kembang api mereka, baju sailor yg dipakai oleh murid2 sekolah dalam anime, lirik lagu, dan masih banyak lagi. Sementara film2 Indonesia malah ngikutin film2 barat, unsur seksnya lagi yg diambil. Maksudnya sih supaya filmnya lebih "menjual", tapi yg ada malah bikin filmnya keliatan jadi murahan. Gua inget pernah nemenin temen nonton suatu film horor di bioskop, tapi rasanya malah kayak nonton film bokep. Cerita sinetron ngejiplak cerita film Korea, dilebih2in lagi, jadinya eneg sumpah nonton sinetron, ceritanya klise banget.

Gua akui Jepang juga banyak kekurangan. Di sana pornografi udah bukan hal yg tabu, seks bebas di kalangan remaja udah jadi hal yg biasa. Tapi yg penting, mereka, yg negaranya sempit dan ga punya banyak kekayaan alam seperti Indonesia, bisa jadi raksasa dalam perekonomian Asia dan dunia. Mereka sempat hancur lebur akibat Perang Dunia 2, tapi dalam waktu 50-60 tahun mereka bisa bangkit dan rakyatnya hidup makmur sejahtera. Sementara Indonesia? Hari gini masih sibuk ngurusin kasus video porno Ariel, bukannya memberantas kemiskinan. Korupsi merajalela, pejabat lebih pengen jalan2 ke luar negeri daripada nengokin korban bencana. Dana malah dipake buat beliin para pejabat laptop (yg akhirnya cuma dipake maen solitaire) daripada disumbangin ke anak2 yg ga bisa sekolah. Daripada ngurusin pembangunan saluran listrik ke desa2 terpencil, malah sibuk ngeributin Miyabi dan film 2012. Mau jadi apa negara kita ini?

Karena itulah kita harus banyak belajar dari orang Jepang. Jangan ambil hal2 negatifnya, tapi ambil positifnya, kreativitasnya, orisinalitasnya, rasa cinta negerinya... Ayo Indonesia, jangan kalah dari Jepang!

You Might Also Like

7 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Inilah : "Masalah kecil diributin, masalah besar dilupakan."

    ReplyDelete
  2. @kencana :bukan masalah kecil diributin masalah besar dilupakan menurut ku sih,
    tetapi cara untuk mengalihkan masalah besar agar tidak diungkit2 adalah dengan membesarkan masalah kecil

    ReplyDelete
  3. setuju. ambil sisi positifnya aja. setiap negara kan punya adat dan kebiasaan yg baik dan yg buruk. nah, yg baik itu yg harus diambil

    ReplyDelete
  4. iya stuju bgt sm postingan yg ini !

    ReplyDelete
  5. Jepang ok lah menurut gw,,mereka Bangsa di Asia yang tangguh

    ReplyDelete
  6. Satu lagi, orang Jepang itu pekerja keras.. Ini ada info yang berkaitan dengan ini, sob....

    6 alasan mengapa banyak wanita di jepang jadi artis bokep
    menurut hasil penelitian :
    1. 34.6 % pasangan orang jepang tidak melakukan seks selama 4 minggu
    2.jika pasangan tidak melakukan seks selama sebulan,maka hampir sama rasa nya seperti setahun tidak melakukan seks.
    3.tingkat kepuasan seksual di jepang ada di ranking ke 30 di dunia
    4.sikap pekerja pada suami yang terlalu banyak/sibuk dan pada saat libur,suami akan menggunakan waktu nya untuk tidur,kadang juga untuk keluar jalan2 bersama teman2,sehingga menyebabkan jatah seks untuk istri jadi redup/berkurang.
    5.kurang nya komunikasi antara suami dan istri
    6.setelah perkimpoian,hubungan rumah tangga tidak di jaga dengan baik..
    7.Jepang adalah negara dengan tingkat kesejahteraan yang sangat baik, melakukan hubungan seks menjadi sesuatu yang begitu mahal untuk para gadis di Jepang, sehingga akhirnya banyak menjadi aktris bokep

    Trus ada ungkapan di sana yang bilang, jangan memikirkan seks sebelum usia 25 atau 30 (lupa2 inget) kalau mau sukses...

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe