First Heartbreak

20:30:00


Have you ever really forget your first heartbreak?
 
Malem itu gua lagi bongkar2 gudang nyariin majalah bekas buat digunting2 demi tugas kolase fotografi gua. Akhirnya gua nemuin sekitar 5-6 biji, gua tumpuk, dan bergegas, ingin buru2 keluar dari tempat yg penuh debu itu. Tapi gara2 gelap, gua ga sengaja nyenggol sebuah tumpukan dus dan sebuah dus yg ada di paling atas pun jatuh berdebam ke lantai yg penuh debu. Damn, alergi debu gua bisa kambuh nih, pikir gua. Tapi ya, dengan sedikit enggan, gua memaksakan diri untuk membungkuk dan membereskan kertas2 itu secara asal, yg penting semuanya gua masukin lagi ke dalem dus biar ga keliatan berantakan. And then one piece of paper caught my eye…

You’re the one who broke my heart, you’re the reason my world fell apart, you’re the one who made me cry, yet I’m still in love with you and I don’t know why.

Itu adalah baris pertama dari tulisan cakar ayam yg ada di kertas itu. And guess what? That’s a piece from my middle school’s notebook. I take a look at it closely. Selembar kertas kusam yg sudah mulai menguning, dengan tulisan cakar ayam yg di beberapa tempat tampak luntur seperti bekas kena air. But still, somehow, I still remember clearly all the words that were written on that paper. Yup, kertas ini, adalah saksi bisu from my very first heartbreak…

Minggu, 1 December 2002
Hari itu gua ke BSM bareng temen2 gua, termasuk mereka, my ex-girlfriend and her new boyfriend. Gua udah mulai terbiasa ngeliat mereka, secara cowonya sering sengaja mampir ke aloy SA tiap pulang sekolah, dan minggu lalu gua baru pergi ke IP bareng mereka. But still, it hurts. Gua udah ga inget dengan jelas apa aja yg terjadi hari itu, ya iyalah, 8 taun yg lalu gitu lho, tapi kalo ga salah kita nonton Harpot 2 dan gua duduk di sebelah mantan gua. Cowonya telat dateng jadinya ga ikut nonton. Tapi pulangnya dia muncul dan kita ke foodcourt bareng.

Abis makan kita jalan2 ke tempat permainan dan mereka naek Bianglala. I saw him hugging her and kissing her cheek, and at that very moment, tiba2 dada gua serasa sesak, kepala berkunang2, gua lari ke WC dan muntah. That moment, this heart experienced its very first heartbreak. Gua sedih banget waktu putus ma dia tgl 12 Nov, tapi rasa sakit waktu itu ga ada apa2nya dibandingin dengan yg gua rasain hari itu. Gua udah ga begitu inget apa aja yg gua liat dan gua alamin waktu itu, tapi if I close my eyes and recall, I can still recall the pain and dizziness I felt back then.

Time passed, and here I am, 8 years later, sitting here, holding that letter. Well, gua emang ga pernah bermaksud ngasih surat itu ke dia, semuanya murni isi hati gua ke dia, yg bakal gua simpan sendiri ampe mati. Suddenly, tears wet my face. Why did I cry? Is it still hurts? Hmmm, not really, gua udah ngerasain yg lebih parah selama 8 taun ini. Gua nangis mungkin karena saat gua baca surat itu, sisa2 perasaan yg belom gua sampein ke dia, kembali muncul.

You wonder why I don’t talk to you anymore and please believe me when I say it’s not that I don’t want to, it’s just that everything I want to say I can’t tell you anymore.

Dan kalo gua pikir2, she could be, my very first heartbreak. Gua pernah suka ma seseorang waktu kelas 3 SD, dan waktu dia pindah ke Aussie, gua sedih, tapi dalem hati gua berharap bisa ketemu dia lagi suatu hari nanti. Sementara, waktu mantan gua ini akhirnya pindah ke NZ, gua ngejerit dalem hati karena gua ga pengen dia pergi. Beda banget rasa sakitnya sama yg gua rasain waktu SD. I don’t know it’s hard to explain but it’s the first time you were exposed to it so it sticks clearly in your mind. It’s one where you mature and and learn from. By experiencing for the first time, you gradually learn and grow

Anyway, setelah beberapa waktu, gua hapus air mata gua dan berdiri. Gua bawa surat itu ke loteng rumah dan gua baca sekali lagi. Bener2 sebuah surat yg tulus dan apa adanya, dari seorang anak SMP yg menjerit karena tidak berdaya melihat orang yg dia sayangin pergi. Tapi gua bersyukur karena berkat kejadian itu, gua jadi mengerti untuk pertama kali, apa sih artinya cinta itu. Dan jujur kalimat terakhir surat itu lumayan bikin gua tercengang.

I think its time I let you go… and that is hard to do because part of me will be in love with you for the rest of my life.

Hey, ternyata dari SMP gua udah tau kalo love doesn’t last forever, but memories will. As long as I am alive, the memories will sing of the love I used to have for her every once in a while. Bukan untuk disesali, tapi untuk disyukuri. Bukan untuk terpuruk dalam kenangan masa lalu, melainkan sebagai bahan introspeksi supaya gua lebih tegar dan bijaksana dalam melangkah maju.

Gua tersenyum, tears wet my face once more as I light up the matches, and slowly, burn that letter. Thank you for reminding me. Sejujurnya akhir2 ini gua udah mulai kehilangan rasa percaya gua terhadap yg namanya cinta, akibat terlalu sering disakiti dan dimanfaatin ma orang. Tapi, diri gua dari 8 tahun yg lalu kembali hadir, dan walaupun harus mengoyak kembali luka yg telah kering, melalui rasa sakit, kenangan, dan air mata, gua dapet satu pelajaran yg berharga malam ini.

Dan seiring abu dari surat itu terbang terbawa angin malam yg berhembus, gua berdoa, bahwa walaupun semua kata2 dalam surat ini ga akan pernah bisa dia baca, tapi gua yakin bahwa apabila Tuhan menghendaki, suatu saat perasaan gua ini akan sampai ke dalam hatinya. Bukan sesal, bukan amarah, bukan dendam, bukan caci maki. Tapi cinta yg tulus dari seorang anak berumur 15 tahun.
Dan dalam hati, gua nambahin satu kalimat terakhir untuk surat gua itu…

PS : I cried today… not because I miss you… or even wanted you… but because I realized I’m gonna be all right without you.

You Might Also Like

8 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Well.... you are lucky than me. I lost my faith before I began.

    ReplyDelete
  2. Wise man said, "You never live until you loved with all your heart and soul" ;p

    ReplyDelete
  3. "love doesn’t last forever, but memories will.."

    Really good qoute.....

    Jadi ngingetin gw sama first heartbreak gw juga nih...:((

    ReplyDelete
  4. paling seneng kata-kata yang ini : semuanya murni isi hati gua ke dia, yg bakal gua simpan sendiri ampe mati :) menyentuuuuuhhhhhhhh

    ReplyDelete
  5. Trus ceweknya kemana sekarang? Terakhir ketemu kapan?

    ReplyDelete
  6. suatu saat kalo Tuhan menghendaki, dia pasti tau.

    Lagipula ada beberapa orang yang masuk ke kehidupan kita dan pergi, hanya meninggalkan sebuah pelajaran.

    :D

    ReplyDelete
  7. Marlyn : Berarti gua berhasil, hehehe

    Renetiss : Karena memang itulah yg gua rasain ;p

    Inggit : Kapan2 gua ceritain

    Vonn : Yup ;p

    ReplyDelete
  8. jadi ikutan nangis...ga tau ya Ken, baca ini bener-bener tercekat tenggorokanku. ohya, salam kenal.

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe