The Art of Choosing a Good Movie to Watch

13:28:00



Seni udah jadi bagian yg tidak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari2, dan bentuk karya seni paling umum yg kita kenal adalah film. Film adalah ekspresi seni modern, yg dapat mempengaruhi perasaan dan pikiran kita. Setiap tahunnya ada puluhan, bahkan ratusan film yg diproduksi, tapi tidak semuanya disukai. Beberapa berhasil masuk ke dalam top chart, sementara sisanya hanya menjadi pajangan di sudut2 toko yg berdebu.
Dengan begitu banyaknya jumlah film yg dirilis, rasanya tidak mungkin bagi kita untuk dapat menikmati semuanya. Selain menyita waktu, juga menghabiskan uang. karena itulah kita harus selektif dalam memilih film apa yg kita tonton. Lalu apakah film2 yg berhasil masuk box office itu semuanya berkualitas baik? Belum tentu juga. Jadi bagaimana caranya untuk kita mengetahui, apakah sebuah film baik atau tidak?
Langkah pertama dan yg paling mudah adalah dengan membaca sinopsis tentang cerita film tersebut. Apakah ceritanya sesuai selera kita? Seorang penggemar film action akan bergidik apabila menonton film drama yg cengeng2. Dan bagi mereka yg malas berpikir, film yg tepat untuk ditonton adalah yg bertipe action atau comedy, bukan suspense atau thriller dengan plot yg rumit dan berbelit2.
Langkah kedua, dan yg paling sering saya lakukan adalah dengan membaca review dan rating tentang film tersebut di internet. Salah satu situs favorit saya adalah rottentomatoes.com, karena situs tersebut selain menampilkan rating secara kualitas, juga menampilkan rating dari segi seberapa enjoyable dan entertaining film tersebut.
Seorang movie-goers seperti saya, punya suatu hasrat di dalam diri yg menginginkan untuk menonton film yg tidak hanya enjoyable, tetapi juga berkualitas, baik dari segi acting maupun plotnya. Tetapi tidak semua film berkualitas dapat meng-entertain kita. Contohnya adalah THE HURT LOCKER yg walaupun menang 6 buah Oscar, tapi sepanjang film hanya membuat saya mengernyitkan dahi tanpa merasa suatu excitement atau apapun. Jadi terkadang, kita harus menilai film tidak hanya dari segi kualitas, tapi dari seberapa berhasilnya film itu meng-entertain penonton awam.
Efek yg keren dan memanjakan mata belum tentu menjamin bahwa suatu film dapat menghibur penonton, contohnya AVATAR THE LEGEND OF AANG dan SORCERER’S APPERENTICE, film yg punya efek superkeren tapi plotnya cacat dan banyak berlubang seperti digerogoti rayap. Lain halnya dengan THE TOURIST, film yg mempunyai setting dan plot yg solid beserta cast yg terkenal, tapi gagal karena kurangnya chemistry antar pemain dan dialog yg kesannya terlalu datar. Bandingkan dengan film HELLO STRANGER yg meskipun ceritanya sederhana, pemainnya tidak terkenal, dan budgetnya rendah, tapi berhasil menghibur penonton dengan dialog2 yg menarik dan chemistry luar biasa dari kedua tokoh utamanya. Lihat reviewnya di post saya sebelumnya
Tidak semua film yg mengutamakan special effect gagal secara kualitas, buktinya adalah AVATAR milik James Cameron yg walaupun sebagian besar budgetnya habis untuk special effect dan 3D yg memukau, tapi tetap merupakan sebuah film yg berbobot dari segi cerita. Plotnya memang sederhana dan predictable, tapi kekurangan itu berhasil ditutupi melalui setting yg unik serta gaya penceritaan yg dinamis dan menarik. Contoh lainnya adalah INCEPTION yg walaupun plotnya berat dan banyak twist di sana-sini tapi tidak terasa menjemukan dan tetap menarik untuk ditonton karena visualisasi yg ada membantu penonton memahami jalan cerita yg ada pada film tersebut.
Sebuah film yg berkualitas adalah film yg mempunyai plot yg menarik, acting yg menjiwai sebuah peran sehingga tokoh itu terasa hidup, dan juga dialog2 yg baik dan tidak membosankan. Selain itu juga film itu harus digarap dengan baik secara teknis. Angle dan lighting yg dinamis dan menarik, kualitas suara yg baik, dan backsound serta ambience yg mendukung adegan dalam film tersebut. Tapi itu hanya dapat dinilai oleh mereka2 yg memang punya pengetahuan lebih dalam hal sinematografi. Bagaimana kita dapat menilai suatu film itu berhasil atau gagal emg-entertain penonton secara awam?

Indikator paling simple dan paling mudah dipahami adalah, apakah film itu meninggalkan lasting impression pada pikiran kita pada saat kita keluar dari bioskop? Jika pada saat keluar dari bioskop, ada satu-dua buah adegan atau dialog yg terngiang2 di kepala anda, dan anda berusaha mengintegrasikan sensasi yg anda rasakan selama anda menonton film tersebut, baik perasaan senang, terharu, atau excited, ke dalam kehidupan anda sehari2, itu tandanya film itu BERHASIL.

Kemarin malam saya nonton film THE WAY BACK yg bercerita tentang perjuangan sekelompok tahanan perang yg melarikan diri dengan cara berjalan kaki dari Siberia ke India. Walaupun film itu tidak punya suatu klimaks yg jelas, tapi pada saat film tersebut usai dan saya berjalan ke luar bioskop, saya merasakan suatu perasaan semangat, suatu motivasi, sensasi yg saya tangkap dari perjuangan para tokoh dalam film tersebut. Film ini BERHASIL membuat saya menyadari bahwa hidup saya selama ini patut disyukuri karena masih banyak orang2 yg hidupnya jauh lebih sulit daripada saya.


Sedangkan waktu beberapa waktu lalu saya nonton film THE OTHER GUYS, yg saya rasakan adalah saya cepat2 ingin film ini selesai, karena saya merasa bosan. Dan setelah film selesai, saya merasa bahwa saya baru saja menghabiskan 1 jam hidup saya dengan sia2 dan saya merasa dirugikan. Give me back my 3600 seconds!!! That’s why people, ga ada salahnya kita sedikit selektif dalam memilih film yg akan kita tonton. No regret, no remorse, the pleasure is all yours =)

Fail >_<;;;

You Might Also Like

2 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_films_considered_the_best

    http://www.imdb.com/chart/top

    salah dua referensi favorit gw buat cari movie2 berkualitas. yang udah gw tonton dan gw rekomendasi adalah:
    -Metropolis (sci-fi legendaris sepanjang masa)
    -Schindler's List (tentang Jewish genocide pas PDII, berat tp bagus sih)
    -2001: A Space Odyssey (salah satu masterpiece Stanley Kubrick, efeknya super gila, ga kaya taun 1960-an -_- film ini juga inspirator Star Wars)
    -Pulp Fiction (cheap, smart, dan kocak! legenda dari Quentin Tarantino!)
    -Memento (major mindf*ckery!!)

    ReplyDelete
  2. yep, selama ini kalo nyari film bagus biasanya berdasarkan review di cinemagz ato movie monthly. tapi kadang kalo jenuh sama film mainstream, milihnya random aja dari film2 festival.

    tapi lewat post ini jadi dapat pencerahan #hatsaah..
    keep up the good post..

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe