DEWASA?

08:31:00


Gua rada bete denger kata "dewasa" akhir2 ini. Why? Soalnya banyak orang yg ngaku dewasa, but don't act like one. Sebenernya arti menjadi dewasa itu apa sih? Udah punya KTP dan SIM? Udah boleh kawin? Udah harus kerja? Ato udah boleh buka website yg tadinya ada tulisan "21 tahun ke atas"? LOL

Kalo menurut kebanyakan orang, menjadi dewasa tuh berarti we gain a lot of privileges yg dulu waktu kecil kita ga boleh. Contoh paling gampang, nyetir misalnya. Dulu waktu kecil boro2 kita boleh nyetir, naek sepeda roda tiga di dalem rumah aja kadang2 ortu udah parno sendiri. Ati2 sayang, tar nabrak tembok. Ati2 sayang, tar jatoh dari tangga. Ati2 sayang, tar ketabrak truk manggis. Lho? Tapi jadi dewasa juga berarti kita juga nambah kewajiban, misalnya kewajiban untuk cari kerja dan membuktikan diri bahwa kita tuh bukan pengangguran yg jadi beban keluarga dan negara ;p

Tapi sayang, kayaknya definisi "dewasa" tiap orang tuh ga sama, Gua liat banyak banget orang "dewasa" yg menyelewengkan "kedewasaannya". Contoh paling gampang, misalnya, does being adult means you can actually judge people now? Yup, banyak orang yg setelah mulai merasa dewasa, mulai merasa bahwa mereka bisa menghakimi orang seenaknya. "Gua bener, lu salah." "Gua punya gelar magister di bidang X, jadi gua ga perlu dengerin lu yg ga punya gelar." "Prinsip hidup gua paling bener, lu ga setuju go to hell aja." "Ini idup gue, suka2 mau gue apain." Arogansi, itulah yg gua liat dari orang2 yg mengaku dirinya dewasa. Seolah2 mereka paling bener, seolah2 mereka tahu segalanya.

Yg ga kalah menyedihkan adalah, orang2 yg mencoba melarikan diri dari kenyataan menggunakan kedewasaan mereka sebagai alasan. 'Biarin ni cowo tukang maen pukul juga, yg penting dia kaya. Umur gua udah segini, susah lagi kalo harus cari cowo lagi dari awal." , "Gua udah gede, sibuk. Kalian2 aja yg masih muda yg kerjain", atau "Kita dewasa, ga usah ngeributin hal yg ginian" Melarikan diri dari kenyataan, lepas tanggung jawab. "Lho? Itu kan pilihan gua? Prioritas tiap orang beda." Iya2, lu bener. Dalem hidup tuh memang kita dikasih pilihan. But face it, there are some problems in your life that you can't just shrug it off like they're not even there.

Satu lagi yg menyedihkan dari menjadi dewasa adalah mengeluh. "Idup gue udah penuh beban, lu jangan nambah2in donk!" "Aduh gua sibuk banget nih ma kerjaan, lu jangan bikin gua tambah susah" Ignorance tuh jadi suatu hal yg wajar2 aja kalo kita udah dewasa. Seolah2 kita lupa kalo tiap orang juga punya beban dan masalah masing2. Tanggung jawab bertambah ya itu sudah selayaknya apabila kita menjadi dewasa, toh sebagai kompensasi kita juga mendapatkan banyak hak kan? Ada hak, ada kewajiban, itu sih pelajaran waktu SD. Tapi bukan berarti itu bisa kita jadikan alasan untuk TIDAK PEDULI.

Kalo jadi dewasa tuh berarti jadi seperti contoh2 yg gua sebutin di atas, gua lebih mending jadi anak2 aja selamanya.

Satu hal yg paling membedakan orang dewasa dengan anak2 adalah KETULUSAN. Anak2 bisa tulus dengan perasaannya, jujur ma diri sendiri. Seneng ya ketawa, sedih ya nangis, sayang ya bilang sayang, ga ada tuh istilah popopopopoker face. Pernah ga temen2 bacain buku cerita buat anak2? Liatin deh ekspresi mukanya. Senang, sedih, takut, marah, semua terpampang dengan jujur di muka mereka. Dan hal itu juga bikin mereka tuh lebih peka dengan perasaan orang lain.

Pernah gua suatu kali tuh lagi sedih pas lagi acara kumpul2 keluarga gitu, ada satu orang sodara gua yg masih umur 5 taun tiba2 ngedeketin gua terus ngomong gini. "Koko, ini aku ada permen buat Koko. Koko jangan sedih lagi ya." Edan, gua ampe mau nangis di tempat saat itu juga. "Koko lagi sedih kenapa?" Udah itu dia nanya lagi. Gua jawab sekenanya, tapi ekspresi muka dia itu lho. He look into my eyes and listen. Dia mendengarkan. He ACTUALLY LISTEN to me.

Hal yg sangat langka dimiliki oleh orang dewasa yg sibuk dengan kehidupannya sendiri2. Kalo dia lagi sedih, dia pengen didengerin, tapi gantian pas dia lagi sibuk, dia ga mau dengerin orang laen. Sementara anak2? Kalo dimarahin orang tuanya, mereka pun MENDENGARKAN. Padahal yg mereka dengerin saat itu tuh bukan hal yg menyenangkan lho. Tapi mereka tetap mendengarkan...tanpa praduga, tanpa menghakimi...because, they want to UNDERSTAND.


Before you judge, try hard to love.
~Michael Jackson "Childhood" ~

Anak2, walaupun masih kecil, but they are also human like us. Tapi mengapa mereka begitu berbeda dengan kita yg sudah dewasa? Mereka begitu jujur, begitu tulus, imajinasi mereka begitu bebas, dan they smile most of the time. Apakah mereka yg masih naif? Ataukah, kita yg terlalu pahit? Apakah setelah ditempa berbagai pengalaman hidup lantas hati kita menjadi beku? Seharusnya, pengalaman2 hidup tersebut memperkaya kita, membuat kita menjadi lebih peka dan lebih tulus terhadap hidup, terhadap sesama. After all, life isn't supposed to make you feel happy. It isn't meant to make you feel sad either. It's just there to make you feel.

Ada satu orang temen gua, yg sampe umur segini (23-24) sikapnya tuh masih kekanak-kanakan. Dia suka mengibas2kan tangannya seperti bebek sambil nyanyi "Nanana...nanana..." kalo lagi seneng, but you know what? He's one of the nicest person I've ever known. Sekarang dia lagi luar negeri, tapi every once in a while dia selalu kontak gua cuma untuk bilang "Kep, ni ada link film Kamen Rider" atau "Kemaren gua nemu board game rame di sini, harga murah, mau nitip?" He's a very thoughtful person. Kalo seneng ya dia seneng, kalo sedih ya dia sedih, keliatan banget dari raut mukanya. People may call him naive, but I respect him nevertheless because he has a courage to be himself. He's a kind guy who brighten the life of the peoples around him =)

Gua punya satu cerita yg mungkin bisa jadi bahan renungan :


Wortel, Telur dan Kopi.
Ke tiga benda berbeda ini, dimasukan ke dalam panci berisi air yang sedang di masak dalam api sampai mendidih. Setelah di biarkan kurang lebih 20 menit kemudian panci ini di angkat..

* WORTEL, sebelum dimasukkan ke dalam panci, ia sangatlah keras. Kini, wortel itu menjadi sangat lembek..

* TELUR, sebelum dimasukkan kedalam panci ia sangatlah rapuh dan mudah pecah. Kini, telur itu menjadi keras..

* KOPI sebelum dimasukkan ke dalam panci, ia hanyalah berupa sebuah serbuk yg tidak berguna. Kini, ia malah menjadi harum dan mewarnai air di dalam panci menjadi hitam kecoklatan..

Wortel, Telur, Kopi yang di masukan ke dalam air panas adalah gambaran kita dalam merespon permasalahan..

Ada sebagian di antara kita yang belum menghadapi permasalahan/pencobaan terlihat begitu percaya diri, tegar dan sanggup melakukan apa saja...Tetapi ketika permasalahan itu datang ia berubah 180 derajat dengan menjadi orang yang lemah, apatis dan pesimis..seperti WORTEL

Ada juga sebagian diantara kita sebelum mendapatkan permasalahan ia adalah orang yang labil, rapuh dan sensitif tetapi ketika mengalami permasalahan ia malah menjadi orang yang keras dan sulit di bentuk...sepertiTELUR

Tetapi orang yang bijak akan seperti KOPI. Mereka mengalami permasalahan dan pencobaan namun tetap memiliki pandangan yang benar tentang TUHAN dan kehidupan sehingga menjadi pribadi yang tidak berubah malah memberikan warna dan keharuman meski tengah berada dalam himpitan....seperti KOPI
 
The choice in your hands..


Teman, jadi dewasa memang berarti kita punya lebih banyak hak, dan juga tanggung jawab. Tapi jangan biarkan semua asam garam yg kita telan membuat kita menjadi picik terhadap hidup. Tuhan Yesus pernah berkata, "Cintailah sesamamu manusia seperti engkau mencintai dirimu sendiri" Perlakukanlah orang lain sama seperti kita hendak diperlakukan. Lend your hand to those in need, give some time to listen to others, and love...like you've never been hurt before =)

Dance like nobody's watching. Love like you've never been hurt. Sing like nobody's listening. And live like it's heaven on earth.
~Mark Twain ~

You Might Also Like

9 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. dewasa??

    gw sendiri malah bingung arti kata itu. gw cuma bisa mengiyakan saja definisi dewasa menurut hukum, menurut usia, dll. tapi gwnya sendiri juga masih belon merasa dewasa.

    btw nice post kev...

    ReplyDelete
  2. lingkungan yang ngebentuk pola kalo orang" dewasa mesti lebih 'jaim' dalam berekspresi coz klo gag mreka bakal dianggap childish, unmature dan kawan-kawannya....
    kesan yang dibentuk kalo jadi dewasa itu mesti 'kaku', n setiap actionny dipandu sama manual book yang tak kasat mata....
    padahal ekspresi khan bentuk dari kontemplasi dan pengenalan diri yang utuh!
    so, tetaplah jd orang dewasa yang punya afek sesuai perasaan, hehehehe ;D

    nice post bro! d(^O^)b

    ReplyDelete
  3. Vmee : Kalo bener kayak gitu, berarti ga enak banget ya jadi orang dewasa. Walopun harus jadi dewasa, I don't wanna lose myself =)

    Noeel : Thank you. Kalo menurut gua tuh, dewasa tuh bukan dari sikap, tapi dari pemikiran =)

    ReplyDelete
  4. gag enak kalo loe jadi orang dewawa yang seragam ama yang udah ada!!!
    so, juz be the best of u!
    *ok gaya gw dah smakin dewasa*
    #plak ditimpuk sendal#

    ReplyDelete
  5. hi emotional flutter...looks like u are an emotional guy yah,,, hehehe, maksud gw emotional "sensitif"...

    ada 1 yg gw suka dr post di atas, yaitu quote dr Mj

    Before you judge, try hard to love.
    ~Michael Jackson "Childhood" ~

    yg gw tangkep dr quote itu justru adalah, dont waste ur time to judge people, karena ketika kau mengadili seseorang,km ga akan sempat "mencintai"nya... semua org ada baik n buruknya, dewasa ato ngga, ga perlu menaruh cap pd masing2 individu, u know, when u love everyone and try to make them happy then u wont have time to be sad for your self..


    thx for your comment on my blog btw...=)

    ReplyDelete
  6. Vmee : Gua nimpuknya pake sepatu, soalnya sendal gua mah sayang, crocs, hehe

    Pipi : Nice conclusion =) Thanks for your visit n comment

    ReplyDelete
  7. gag apa-apa dech koko asal sepatunya kanan ama kiri biar bisa langsung diloakin =P

    ReplyDelete
  8. Ajibbbblahhh....!!!Ane bantu sundul gan hahahahaha

    ReplyDelete
  9. jika seseorang yg mengaku dirinya dewasa tp ketika ada masalah yg menimpanya Namun ia malah lari dari kenyataan ,,apakah pantas ia di bilang dewasa ?

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe