Lost in Jakarta (Part 3)

10:15:00

Walopun gua terdampar di ibukota, tapi gua tetep harus jalanin kewajiban gua yaitu beribadat, apalagi bulan Maret-April ini tuh adalah Masa Prapaskah. Akhirnya waktu awal Maret kemaren, gua minta tolong Fulina, temen sesama orang Bandung yg juga terdampar di ibukota, buat nganterin gua ke gereja terdeket dari kost gua. Akhirnya pada hari yg dijanjikan, gua pergi bareng dia naek busway dari Benhill, turun di terminal Sarinah, jalan kaki dikit dan sampai lah kita ke gereja Santa Theresia yg letaknya tuh di belakang Mall Sarinah.


Begitu kita masuk ke gereja, kita berdua sama2 kaget ngeliat gerejanya penuh sama orang bule dan orang negro. Gua cengo, Fulina juga cengo. Lah, gua pikir dia udah sering ke gereja sini? Setelah gua tanya2, ternyata dia tuh biasanya ikut misa yg sore, baru kali ini ikut misa yg jam 11 pagi. Ternyata di gereja Santa Theresia ini tuh tiap jam setengah 12 siang ada misa Bahasa Inggris. Pantesan aja ni gereja penuh ma orang asing gini, gua pikir gua salah masuk ke klub apaaa gitu, hehe.

Karena udah kepalang basah, gua ma Fulina akhirnya nekat buat ikutan misa saat itu juga. Jadi kita kaclak-kucluk duduk di bagian rada belakang di deket AC, biar adem, hehe. Ternyata beda ma misa2 biasa, di misa Bahasa Inggris ini tuh kita dikasih booklet yg isinya teks misa dan juga lagu2, bukan cuma kertas buram seperti yg kita temui di gereja selama ini. Ternyata orang2 asing emang lebih bermodal ya, hehehe. Sepanjang misa gua sih bisa nangkep 70% yg pasturnya omongin, sedangkan Fulina mukanya rada2 bengong gitu.

Apa sih bedanya misa Bahasa Inggris ini dengan misa2 biasa di gereja dengan Bahasa Indonesia? Pertama, pasturnya tuh ada 3. Satu orang chinese, satu orang bule, dan satu orang ambon. Jadi sepanjang misa tuh mereka gantian. Pastur yg orang chinese tuh leadernya, soalnya kalo lagi berjejer, dia berdiri di tengah. Khotbah dan Ekaristi juga dia yg pimpin. Sementara pastur yg dua lagi tuh gantian baca pas lagi doa umat, atau baca doa persembahan/komuni gitu. Lumayan sih, jadi kita ga bosen denger suaranya, hehe. Dari semua pastur, pastur yg chinese yg paling mudah dimengerti Inggrisnya, soalnya dia pronounciationnya paling jelas. Pastur yg bule cepet banget kalo ngomong, dan pastur yg orang ambon rada ga jelas kayak kumur2 (no racism, just fact)

Misa Bahasa Inggris ini juga lagu2nya cenderung lebih bagus. Bagusnya gimana? Lagu2nya lebih pop dan mellow gitu, kayak lagu2 karismatik. Terus backsoundnya juga ga cuma diiringi organ, tapi juga pake instrumental dari MP3 gitu. Di daerah koornya banyak mic dan mixer gitu, wow. Terus kalo boleh bandingin, di sini petugas2 misanya tuh bener2 dari umat. Jadi umat banyak yg volunteer buat bantuin pas kolekte walaupun bukan petugas misa. Beda jauh ma di katedral Bandung yg petugasnya sedikit banget, bahkan gua pernah ngalamin misa yg ga ada petugas misanya sama sekali waktu misa sore hari Minggu, 1 Januari 2010. Cuma pastor 1 orang, putra altar ato pro-diakonnya ga ada sama sekali, koornya juga ga ada. Emang sih hari itu umatnya paling cuma 100, tapi tetep aja miris liatnya secara ini tuh Katedral Bandung gitu lho.

Kemaren gua ke sana lagi bareng Fulina, Levina, dan Sayo buat Misa Minggu Palma. Misanya keren abis!!! Di awal misa, anak2 disuruh ke belakang, terus mereka kayak bikin parade di mana anak2 jalan di depan sambil bawa daun Palma, memperagakan kisah Yesus yg dielu-elukan waktu masuk ke Yerusalem. Keren banget, apalagi semuanya tuh spontanitas, ga ada anak2 yg udah dilatih khusus terlebih dahulu untuk acara tersebut. Bener2 meriah, spektakuler, ngena banget di hati. Sayang gua ga ada fotonya, gua ga enak lah foto2 di tengah misa gitu. 
Pelajaran yg dapat kita petik dari umat Katolik di Santa Theresia ini adalah, walaupun mereka terdiri dari beraneka ragam suku bangsa yg berbeda bangsa, bahasa, dan budaya, tapi mereka dipersatukan dalam Kristus. Mereka bisa membentuk komunitas yang kompak dan juga passionate dalam menjalankan tugas pelayanan mereka, dan terutama tercermin dari cara mereka mempersiapkan misa. Mereka dapat menjadikan keanekaragaman mereka menjadi suatu bentuk pujian yg sangat indah yg mereka persembahkan untuk memuliakan Tuhan.

Sama halnya seperti kita, bangsa Indonesia yg walaupun terdiri dari berbagai aneka ragam budaya dan suku bangsa, tetapi sebenarnya kita adalah satu jua. Bhinneka Tunggal Ika. Seharusnya pluralisme yg ada bukanlah menjadi hambatan, melainkan menjadi sebuah kekayaan, potensi yg luar biasa yg dapat kita gunakan untuk memajukan bangsa dan negara kita. United as one, we can overcome any hardships. Contoh nyatanya adalah tetangga kita, Jepang. Kalo temen2 pembaca ngikutin berita soal tsunami, kita akan denger banyak sekali kisah mengharukan di mana mereka tidak egois dan mementingkan keselamatan mereka sendiri. Itu bukti nyata bahwa jika kita bersatu, kita dapat menghadapi rintangan apapun yg menghadang. Kemiskinan dapat diberantas, dan kemakmuran yg merata bukan lagi hanya sekedar utopia.

Bicara lebih luas lagi, umat di Santa Theresia juga adalah bukti nyata bahwa kita semua umat manusia, terlepas dari budaya dan suku bangsa, seharusnya dapat hidup rukun dan saling berdampingan. We are the children of the World, we are God's great big family. No matter what our differences is, we should be able to understand each other. No more lives torn apart, and wars will never start. The suffering would end, and every man would have a friend. LOVE is all we need... =)

Let's start now, make a better future for our childrens and the generations to come!

Gua nemu lagu bagus yg sesuai ma wacana di atas. Klik di sini

THE POWER OF ONE - DONNA SUMMER

You must always remember

Life can be a challenge
Life can seem impossible
It's never easy
When so much
Is on the line
But you can make a difference
With courage
You can set things right
A gift to dream
And make dreams real
Is yours and mine

The power of one
Begins with believing
It starts in the heart
Then flows through the soul
And changes the world
Imagine how life will be
When we stand in unity
Each of us holds the key
To the power of one

Each of us is chosen
There's a mission just for you
Just look inside
you'd be surprised what you can do

The Power of one
Begins with believing
It starts in the heart
Then flows through the soul
And changes the world
Imagine how life will be
When we stand in unity
Each of us holds the key
To the power of one

Then one by one
We can make the world
A much better place

The power of one
Begins with believing
It start in the heart
Then flows through the soul
And changes the world
Imagine how life will be
When we stand in unity
Each of us holds a key
It's inside of you and me
Each of us holds the key
To the power of one

The power of one


You Might Also Like

3 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. iya :) di sini kerinduan gua untuk ke gereja jadi besar banget. walopun awal2 gua ga ngerti romonya ngomong mandarin. tapi ga tau kenapa, rasanya tetep seneng dateng ke gereja bareng2 orang katolik di sini :)

    ReplyDelete
  2. sayang kurang bukti fotonya, pen... :(

    ReplyDelete
  3. Lucia : Yeah, no matter where we go, kita selalu rindu buat ngadu ke "Papa", hehe

    Noeel : Ga enaklah, masa di gereja poto2 >_<

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe