Wisata Kuliner HOT POT Di Chongqing

14:30:00


Pada saat kita traveling, terutama ke daerah yang benar-benar baru, selain mengunjungi situs-situs tourism dan obyek-obyek wisata, juga yang tidak boleh dilupakan adalah Wisata Kuliner!

Bulan Juni kemarin, pada saat gua travel keliling Cina, gua sempet singgah di kota Chongqing dan tidak lupa menyempatkan diri untuk mencoba makanan khas setempat. Dari sekian banyak jenis makanan yang ada di sana, yang paling berkesan buat gua adalah HOT POT.

Hot Pot (Huo Guo) adalah suatu jenis makanan yang menjadi ciri khas Kota Chongqing. Bentuknya mirip dengan Shabu-Shabu, hanya saja kuahnya menggunakan minyak pedas (Hong Tang) berwarna merah, mirip lava gunung berapi. Maklum, Chongqing adalah sebuah kota yang termasuk ke dalam Provinsi Sichuan di Cina, di mana Sichuan terkenal oleh masakan-masakannya yang pedas dan berminyak.

Ada bermacam-macam tipe restoran Hot Pot, mulai dari kedai kecil di pinggir jalan, restoran kecil, sampai restoran besar. Saran gua bagi yang ingin mencoba Hot Pot, carilah tempat yang higienis, karena di warung-warung pinggir jalan, kebersihan bahan makannya tidak terjamin. Kebetulan di kesempatan kali ini, gua dan Paman diundang oleh kerabat untuk mencicipi Hot Pot di sebuah restoran yang katanya adalah salah satu restoran Hot Pot favorit di Chongqing. Restorannya besar, mirip restoran-restoran chinese food di Indonesia. Untuk mendapat tempat, kita harus booking dulu dari siang, karena restoran ini selalu dipadati pengunjung.

Restoran Hot Pot favorit di Chongqing

Suasana di restoran yang padat dan hiruk-pikuk

Kita duduk di sebuah meja besar yang di tengahnya terdapat sebuah wajan besar mendidih dan bermacam-macam lauk pauk di sekeliling wajan. Penyajiannya mirip dengan Shabu-Shabu di Restoran Jepang. Cara makannya juga tidak jauh berbeda dengan Shabu-Shabu. Daging dimasukkan ke dalam wajan mendidih, tunggu beberapa saat, angkat, kemudian dimakan. Ada beberapa daging yang hanya perlu direbus sebentar, karena jika terlalu lama maka daging akan hancur jadi serpihan. Jadi cara memasaknya adalah kita jepit dengan sumpit, masukkan ke dalam wajan mendidih untuk beberapa saat, angkat, dan makan.

Cara penyajian Hot Pot yang mirip dengan Shabu-Shabu

Tangan gua, lagi berusaha nahan panas sambil mencelup kulit sapi

Kebetulan restoran tempat gua makan menyediakan Yuan Yang Huo Guo (Mixed Hot Pot), yaitu jenis Hot Pot yang di tengah wajannya terdapat sebuah wajan kecil berisi kuah kaldu bening yang tidak pedas, fungsinya untuk merebus sayur-sayuran dan bahan-bahan lain seperti baso dan telur yang biasanya tidak ikut dicelupkan ke dalam minyak pedas mendidih, jadi mirip seperti Shabu-Shabu. Hanya saja lambat laun minyak pedas yang menempel di sumpit akan tercampur ke dalamnya dan akhirnya sama saja akan jadi berwarna merah.

Buat gua yang baru pertama kali ber-wisata kuliner makan Hot Pot, pengalaman ini menjadi sebuah pengalaman yang sangat menarik. Pertama, kemampuan menggunakan sumpit gua bener-bener diuji, karena berbeda dengan Shabu-Shabu, saat makan Hot Pot, kita tidak disediakan sendok, semuanya murni hanya menggunakan sumpit. Yang seru adalah saat daging-daging telah dimasukkan ke dalam wajan mendidih, untuk mengambilnya kita harus berlomba-lomba mengaduk dan menjepit menggunakan "feeling" karena kuah berwarna merah pekat sehingga daging pun tidak terlihat. Ada pepatah yang berbunyi "bagaikan memancing ikan di air keruh", yang ini lebih tepat untuk disebut "bagaikan memancing ikan di tengah lava". Uap panas dan pedasnya itu lho, bener-bener bikin mata perih.

Perlombaan "memancing ikan di tengah lava"

Kedua, daging yang disuguhkan untuk dimakan bersama Hot Pot ini benar-benar menarik dan sebelumnya gua belum pernah makan, misalnya : usus bebek, ginjal kambing, kulit sapi, dan belut. Oke, buat gua yang takut dengan ular, makan belut menjadi sebuah hal yang sangat bikin deg-degan. Tapi belum wisata kuliner namanya kalo belum mencoba semua jenis makanan yang dihidangkan (harga diri seorang turis, hahaha). Gua cuma makan sepotong, rasanya enak sih, ga beda jauh sama rasa daging ikan, tapi sayangnya gua ga tertarik untuk makan lebih banyak. Minimal sudah mencoba kan? Hehehe.

Usus bebek


Ginjal sapi, dan lain-lain


Daging belut >_<


Daging belut, pertama dan terakhir...

Buat yang tidak terlalu kuat makan pedas seperti gua, jangan khawatir, karena kita diberi sebuah piring kecil berisi minyak bening yang dapat digunakan untuk "mencuci" daging kita dari minyak pedas sebelum kita makan. Rasanya tetap pedas, tapi tidak sepedas asal mulanya. Pada saat awal memesan juga kita bisa memilih tingkat kepedasan minyaknya : La (pedas biasa), Hen La (sangat pedas), atau Xiao La (agak pedas). Walaupun beberapa restoran juga menyediakan alternatif sup tulang (Yuan Wei) bagi mereka yang tidak suka pedas.

Minyak untuk "mencuci" daging sebelum dimakan

Lihat, minyak menjadi berwarna merah...tanda bahwa minyak pedasnya sudah agak larut

Cuma sekedar info saja, rasa pedas di Sichuan berbeda dengan rasa pedas di Indonesia karena masakan Sichuan mengandung "Ma La" (numb spice), semacam lada butiran kecil berwarna hitam yang jika tergigit, akan membuat lidah kita mati rasa. Pada saat lidah kita mati rasa, rasa pedas di mulut tidak terlalu terasa, tapi setelah efeknya hilang, lidah kita akan disengat oleh rasa pedas yang saking pedasnya dapat membuat mata kita berair seketika. Efeknya mirip dengan sambal Wasabi di restoran sushi Jepang.

Lihat cabe dan minyak pedasnya, merah pekat bagaikan lava...slurrrp!

Salah satu hidangan lain yang menarik buat gua adalah lumpia. Yup, ternyata di masakan Sichuan juga terdapat sejenis lumpia yang digoreng hingga kering dan isinya adalah sayur-sayuran, tidak berbeda jauh dengan lumpia Indonesia ya? Untuk minum, kita diberi semacam jus berwarna keunguan yang ternyata adalah jus kacang tanah, fungsinya adalah untuk menetralkan rasa pedas dan melarutkan minyak dalam tubuh. Rasanya manis dan tidak berbau. Jusnya bisa refill gratis lho!

Lumpia! Bikin gua mendadak jadi homesick ;p

Jus kacang tanah

Akhir kata, pengalaman ini benar-benar merupakan wisata kuliner yang sangat menarik buat gua. Apalagi Hot Pot adalah makanan khas Sichuan yang sejauh pengetahuan gua, sulit untuk ditemukan di Indonesia. Walaupun ada, rasanya juga tidak akan seenak aslinya. Memang sih makanannya berminyak banget. Buat yang ga tahan pedas dan minyak seperti Paman gua, besok paginya akan sakit perut dan diare ringan, but still, it's worth it! Hen hao zhi! (Enak banget!)

Berminyak, tapi enak!

Artikel ini diikutsertakan dalam acara ADUK di Blogchamp.


PS : Foto-foto di atas adalah hasil karya gua pribadi, dilarang digunakan tanpa izin!

You Might Also Like

39 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. wkwkwk, kliatannya enak, tp ebebrapa foto mirip bagian2 tubuh dari alien *kebanyakan nonton yutub

    ReplyDelete
  3. Nggak suka daging2an, tapi setelah baca ini jadi lapaaaaarrr...

    Daging belut sekilas kayak ikan ya? Tapi tetep nggak suka >.<

    Oya, jus kacang tanah rasanya gmn tuh? :/
    Awalnya, kira susu.. Hahaha..

    ReplyDelete
  4. Jadi lapar,, padahal lagi puasa..

    #KuatkanAkuTuhan

    ReplyDelete
  5. Brainless : SETUJU!!!! Gua juga mikirnya gitu, hahaha

    Alvi : Manis, enak kok ;p

    Afri : wah, puasa? padahal bulan puasa belom mulai kan? maap yah, hehehe

    ReplyDelete
  6. lidah saya kayanya lebih cocok sama tahu tempe aja mas... hehehe,,,

    itu adanya di china ya?

    ReplyDelete
  7. pasti balas dendam karena barusan mampir kubikin ngiler dengan postingan makanan khas kalimantan...

    ahahahhahaha


    sumpah ini bikin ngiler, seumur2 belum pernah makan hot pot, pengen pengen pengen... huwaaaa

    PS: komentar ini adalah hasil karya ciptah gueh, dilarang keras menggunakannya tanpa izin *eh*

    ReplyDelete
  8. kirain gw, lu lagi makan di tempat yang ada wifinya. hehehhe.. efek keseringan wifi nih. :p

    btw ada nama blognya di sini --> http://emmanuelthespecialone.blogspot.com/2011/07/it-will-be-come-if-im-blogging.html

    ReplyDelete
  9. mabruisi*blahblahblah* (susah amat namanya) : iya, ada di Cina

    honey : tau aja lu, hehehe...balas dendam berhasil, HORE!!!

    Nuel : udah baca dan udah komen sebelum lu komen di sini, hehehe...thanks ya nama blog gua udah disebut...memang HOT POT dan HOT SPOT cuma beda satu huruf saja, hahaha

    ReplyDelete
  10. Saya telah membaca artikel anda dengan cermat
    Langsung saya catat
    Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Dari Surabaya saya kirim salam hangat

    ReplyDelete
  11. Hmmm... Chinese food...
    Ternyata makan hot pot ada tekniknya juga ya... Hihihi...

    Foto2nya mengundang selera banget...
    Kecuali foto belutnya.. hihihi... *takut*

    Eh ya, salam kenal yah... Kamu panggilannya siapa? Kenni?

    Makasih udah berkunjung ke blogku...

    Kamu domisili di China ya? Menarik.. Ijin aku save linknya di blogroll ku ya... :-)

    ReplyDelete
  12. Lilyana : panggil apa aja, bebas...gua di Bandung kok, cuma kmrn baru pulang dari Cina ;p

    ReplyDelete
  13. seperti yg orang2 bilang. china itu surganya makanan enak *_* [brb, ngelap iler]

    ReplyDelete
  14. aduh ampun bikin ngiler sih, cuma kayaknya kalo gue makannya begituan yang ada juga mejret besoknya uuuh...

    ReplyDelete
  15. Wah, jadi tahu cara makan Hotpot, nih. Maklum orang desa.
    Tapi kok menunya aneh2 gitu, ya? usus bebek (kok merah?), ginjal kambing, waaah.. ketahuan katronya saya.

    ReplyDelete
  16. Mantap pisan wisata kulinerna kang.

    sayang gaduhna abdi heunte terdaftar. :(

    ReplyDelete
  17. belutnya ga tahaaaaaaan ga sukaaaaa itu. rasanya gimana ya ?

    ReplyDelete
  18. Yulian : ilernya jangan kena laptop ya, hahaha

    Audrey : demi makanan enak, butuh pengorbanan *angguk2 ala orang bijak*

    Susindra : gua juga sama kayak lu kok bengongnya pas liat menunya...hah usus bebek? ginjal kambing? hah? bisa dimakan ya? wkwkwk

    Andes : urang sunda oge he eh?

    Nonni : percaya ga percaya...kayak ikan aja, ga ada bedanya...hahaha

    ReplyDelete
  19. aku katrok abis kalo masuk restoran kaya gitu
    makanya ga pernah berani pergi sendiri
    takut salah tar diketawain

    ReplyDelete
  20. belut enak koqqqqq :D kalo gw yg makan hot potnya bukan cuma diare ringan. hahaha

    ReplyDelete
  21. abis jalan-jalan lanjut makan buat mengisi tenaga kembali :D

    ReplyDelete
  22. jus kacang tanah..wow...penasaran dg rasanya. enak gak?

    ReplyDelete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. slurpp... tampak enak... ngachay... lu ga suka belut kep? itu UNAGI loh...

    ReplyDelete
  25. Waduh enak2 tuh kayaknya, bang gimana kalo si abang buat kuiz wisata kuliner bareng, jadi yg menang makan bareng, tp ente yang bayarin bang, haha..

    ReplyDelete
  26. wuih itu diliat dari gambarnya aja udah gimanaaa gitu. Ga ngebayangin deh pedesnya >.<

    belut itu enak lo ko, aku suka kalo di kasih bumbu warna oranye. sebut aja namanya gitu, aku ga tau basa gaolnya hehe.

    ReplyDelete
  27. waaoowww tempat n penyajiannya menarik bgt sobat............


    salam persahabatan selalu dr MENONE

    ReplyDelete
  28. hadoooh... jadi lavar..lavar..dan lavar.. #ngilerrrr...

    kok gak ajak2 belo siih :(

    ReplyDelete
  29. elu wisata kuliner apa lagi ikutan Fear Factor Ken?kok ada usus bebek, ginjal kambing, dkk? tapi mudah2an menang, setelah semua pengorbanan yang lu lakukan ya..

    ReplyDelete
  30. Rawins : namanya juga proses belajar ;p

    Lia : ga gitu pedes ah, kan dicuci dulu pake minyak wijen sebelum dimakan

    Tukang colong : yep, betul banget

    Fanny : enak, manis2 gitu

    Ramon : tau mon, ga suka, kayak ular bentuknya

    Febry : bayarin wisata kuliner pisang goreng pinggir jalan sih hayu2 aja ;p

    Riska : pedes kalo ga dicuci dulu dagingnya pake minyak, tapi enak kok, harus nyobain, hehehe

    Menone : salam kenal, thanks for the visit

    Belo : abis waktu itu belom kenal kan? hehe

    Dokter gigi : namanya juga mencoba...we only live once =)

    ReplyDelete
  31. usus bebek rasanya kayak gimana?
    minyak pedesnya bikin penasaran :O kayaknya enak gitu ya.
    itu lumpianya isi apa ? semoga bukan yang isinya rebung kayak khas Semarang :O

    ReplyDelete
  32. wah senangnya berkunjung ke blog ini, banyak sekali pengetahuan yg aku dapat...seperti HOT POT ini....

    aku pernah loh di ajak makan sm bosku di restoran china.....makannya yah kaya gitu hrs dimasak dulu dagingnya.....dan sialnya krna baru pertma kali, kelihatan aku katrok banget....coba dulu aku udh kenal sm blog ini...kan ngga ndeso banget heheh....

    ReplyDelete
  33. kapan ya gue ke cina..amiin^^

    ada kuis di blog ku loh..^^

    ReplyDelete
  34. Hmm, kalo ngeliat foto2nya kayanya enak banget deh. Di Taiwan emang ada juga hotpot ini, tapi isinya kebanyakan seafood (yg ga aku suka) jadinya ga terlalu suka... Rasa hotpot di Taiwan juga ga pedas, soalnya orang sini ga terlalu suka pedas... Anyway, nice sharing... Jadi pengen ke China lagi, kalo udah bisa mandarin lancar tentunya (ngarepnya, masih lama kayanya... >_<)

    ReplyDelete
  35. Fiction : usus bebek? enak
    isi lumpianya mirip kayak di indo, cuma beda bahan aja

    Nia : gua juga baru pertama kali makan hot pot kok =)

    Putri : ok nanti gua kunjungin

    Ferdian : ayo nabung fer, terus jalan2 ke cina...hehe

    ReplyDelete
  36. Hohoho, mending daging belut, Bang, ketimbang ginjal sapi ato usus bebek... >.<'

    ReplyDelete
  37. salam knl dari Kalimantan Tengah...saya sangat tertarik mmbaca pengalaman wisata kuliner anda ini.yg paling bkin penasaran itu rasa pedas yg beda disana yg bkin lidah mati rasa. itu sekitar brp lama y efeknya?apa pas udh slesai makan atau cuma sbntr.hehehe

    ReplyDelete
  38. Yammy...jadi pingin ke cina nih! Trims info kulinernya jadi tambah referensi kulinernya.

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe