BUDDHA

12:25:00

Seorang Pria Tua sedang berjalan di tengah derasnya badai salju. Karena lelah dan lapar, ia pun jatuh pingsan. Ada 3 ekor hewan yg melihat kejadian itu : Beruang, Rubah, dan Kelinci. Beruang segera pergi ke sungai terdekat untuk menangkap beberapa ekor ikan. Rubah pergi mencari buah2an dan juga kayu2 kering yg dapat digunakan sebagai bahan bakar. Sementara Kelinci, setelah ia mencari kesana kemari, ia tidak berhasil mendapatkan apapun. Ia terlalu kecil untuk mengumpulkan kayu, membuat tempat berlindung, atau membantu Sang Pria Tua itu menghangatkan diri.

Beruang dan Rubah pun mencemooh Kelinci yg dianggap tidak memberi kontribusi. Kelinci, melihat hal ini, menyadari bahwa hanya ada satu jalan agar dirinya dapat berguna bagi Sang Pria Tua tersebut. Kelinci kemudian melemparkan dirinya ke dalam api yg membara agar Sang Pria Tua tersebut dapat memakannya untuk memulihkan energinya. Itulah sedikit cuplikan dari jilid pertama komik "Buddha" karya Osamu Tezuka ini.

Pertama kali gua baca cerita ini, gua ngerasa sedikit kesel. Ngapain juga tu Kelinci pake bunuh diri segala? Emang dia ga bisa ya nyari serangga ato buah2an kecil buat dikasih ke Sang Pria Tua? Bilang aja buat souvenir/oleh2 waktu dia pulang ke kuilnya ato apalah. Bener2 absurd jalan pikiran si Kelinci yg memilih untuk bunuh diri hanya gara2 dia ga bisa nemuin makanan.

Tapi begitu kisah ini diangkat kembali di akhir buku kedelapan, gua terhenyak. Kali ini gua berhasil menghayati keindahan dari cerita di atas. Bagaimana si Kelinci, atas dasar ketulusan hatinya untuk memberi, berani untuk melakukan sebuah tindakan yg benar2 tidak mementingkan diri sendiri. Cinta kasihnya yg begitu besar terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan YME, membuat ia rela menghadapi sebuah hal yg paling ditakuti oleh makhluk2 lainnya; kematian

“What is one man's life compared to the eternity of time and space?
No more than a snowflake that glitters in the sun for a moment before melting into the flow of time.”

- Osamu Tezuka ~ Buddha -

Uraian di atas mungkin hanya sedikit dari sekian banyak hal yg gua pelajari setelah membaca komik BUDDHA yg terdiri dari 8 buku ini. Awalnya memang terasa agak aneh, terlalu over-dramatis dan penuh kematian di sana-sini. Tapi begitu gua selesai membaca semuanya hingga selesai, I can't help but overwhelmed by tears. Bukan karena sedih, tapi karena perasaan haru yg sangat dalam.

8 nomor komik BUDDHA ini adalah masterpiece karya Osamu Tezuka, yg juga dikenal sebagai The God of Manga di Jepang. Komik ini bercerita mengenai perjalanan Siddharta Gautama, dari lahir hingga wafat. Dari kejadian2 yg terjadi sebelum ia lahir, bagaimana ia dilahirkan, mengapa ia memutuskan untuk meninggalkan kehidupannya di istana untuk mencari pencerahan, bagaimana ia mendapatkan pencerahan, dan juga pengembaraannya sebagai Buddha dalam menyebarkan ajaran2nya. Segala keindahan dan tragedi yg ia alami dalam misinya untuk mencerahkan hidup umat manusia, terekam di dalam komik ini.

Osamu Tezuka

Saat membaca komik ini, kita bisa melihat betapa kejamnya sistem kasta yg diterapkan di India pada masa itu. Kaum Brahmana yg dianggap setara dengan dewa, Kaum Ksatria yg semena-mena di atas panggung kekuasaan, Kaum Waisya (pedagang) yg apatis terhadap situasi sosial saat itu, Kaum Sudra (budak) yg hidup menderita setiap harinya, dan juga Kaum Paria yg dianggap lebih rendah dari binatang.

Pada saat itu, rakyat India, terutama mereka yg kastanya rendah, hidup di bawah penderitaan. Tidak sedikit dari mereka yg kemudian mempertanyakan arti hidup ini. Beberapa dari mereka pun memutuskan untuk jadi pertapa, hidup menyiksa diri, berharap dapat menemukan jawaban atas segala penderitaan yg mereka alami dalam hidup ini.

Siddharta, sebagai seorang pangeran dan pewaris takhta dari Kerajaan Kapilawastu yg makmur, setiap hari menjalani hidupnya dengan bahagia. Namun dari segala kemewahan yg ia nikmati, mengapa ia tidak juga merasa puas? Suatu hari, ia melarikan diri dari istana, dan di sana ia terkejut melihat betapa menderitanya hidup orang2 di luar istana. Jutaan mati akibat kemiskinan dan penyakit, hal itu benar2 mengubah pandangannya terhadap hidup. Mengapa manusia harus hidup jika pada akhirnya harus menderita, dan mati? Bagaimana caranya agar manusia bisa meraih kebahagiaan, mencapai keabadian? Pertanyaan2 itulah yg akhirnya membuat ia memutuskan untuk meninggalkan segala miliknya, untuk kemudian bertapa dan mencapai pencerahan.

Banyak hal yg terjadi, hingga akhirnya, Siddharta mencapai pencerahan saat sedang bertapa di bawah sebuah pohon Bodhi. Dan sejak saat itu, ia pun mengubah namanya menjadi Buddha, yg artinya : "Yang Tercerahkan" Namun setelah ia menjadi Buddha pun, penderitaan hidup pun tidak menghilang begitu saja. Ia harus mengabdikan seluruh hidup dan jiwa raganya untuk menyebarkan ajarannya dan juga menghadapi berbagai permasalahan yg timbul akibat usahanya tersebut.

Kurang lebih itulah sinopsis singkat dari jalinan cerita yg disuguhkan komik ini. Cerita pada komik ini dituturkan dengan sangat menarik. Gambar2nya dinamis dan terlihat sangat hidup, berikut pula adegan2 yg ada dalam cerita, semuanya digambarkan dengan menarik oleh Osamu Tezuka menggunakan gaya manga seperti yg ia gunakan pada komik2 karyanya seperti Astro Boy.

Contoh adegan dalam buku


Selain Buddha, komik ini juga bercerita mengenai karakter2 yg ada di sekeliling Buddha dan ajaran2nya. Semua karakter itu awalnya diceritakan secara terpisah, namun kelak semuanya mempunyai peranan penting dalam kisah perjalanan Buddha dalam menyebarkan ajaran2nya. Berikut ini hanyalah sebagian kecil dari tokoh2 yg ada dan membentuk jalinan cerita komik ini menjadi begitu menarik :

Tatta - seorang anak dari kaum Paria yg dari kecil hidup menderita dan bertekad menghancurkan Kerajaan Kosala yg telah membinasakan keluarganya

Ananda - seorang bandit yg waktu kecil dipersembahkan kepada Mara (iblis) oleh orang tuanya, tapi kemudian bertobat akibat cintanya kepada seorang budak perempuan dan kelak menjadi tangan kanan yg paling dipercaya oleh Buddha

Assaji - seorang pertama muda yg mampu melihat masa depan, meramalkan kematiannya sendiri, menggenapinya, dan menjadi salah satu tokoh sentral yg berperan dalam pencerahan yg dicapai oleh Buddha

Memang gua denger ada beberapa pihak yg mencemooh komik ini karena ceritanya dianggap ngawur. Misalnya, di komik ini diceritakan bahwa sewaktu muda Siddharta pernah jatuh cinta pada seorang perampok perempuan, sebelum akhirnya terpaksa menikah dengan Putri Yashodara dari keluarga bangsawan Kapilawastu.

Selain itu, sebagian besar karakter perempuan pada komik ini digambarkan bertelanjang dada. Gua yakin, maksud Tezuka bukan hendak menjadikan buku ini sebagai komik porno melainkan adalah untuk menggambarkan keadaannya sesuai dengan keadaan India pada masa itu. Bagaimana menderitanya kaum yg tertindas sehingga mereka bahkan tidak mampu untuk membeli baju yg layak. Lagipula, ketelanjangan yg ada pada buku ini tidak digambarkan secara erotis maupun sensual.

Ini dia contoh "ketelanjangan" yg dipermasalahkan oleh beberapa pihak
Gua pribadi sih tidak merasa bahwa gambar2 seperti ini tuh "menggugah syahwat"

Ada juga yg bilang kalo komik ini adalah media propaganda yg menghasut orang agar pindah ke agama Buddha. Well, to tell you the truth, memang sih, setelah membaca buku ini gua jadi tertarik sama ajaran Buddha walaupun gua tidak beragama Buddha. Bukan untuk pindah agama, bukan, tapi gua tertarik untuk mempelajari filsafat2 hidupnya. Gua sih punya pikiran terbuka, bahwa di dunia ini ga ada agama yg mengajarkan hal yg buruk. After all, gua percaya kalo semua agama itu berasal dari SATU Tuhan YME, karena itu ga ada salahnya kan kalo kita belajar mengenai bagaimana cara agama lain memandang hidup?

Akhir kata, gua ga bisa maksain semua orang untuk berpandangan sama seperti gua. Tapi buat temen2 yg merasa punya pikiran cukup terbuka untuk menerima sebuah pandangan mengenai kehidupan dari sisi lain, gua bener2 merekomendasikan buku ini untuk dibaca.

This book will enlighten your heart and your mind, and let you appreciate life more... =)


Segala sesuatu di dunia ini saling berhubungan. Manusia, alam, hewan, dan tumbuhan, semua punya peranan penting di dalam hidup ini. Karena itulah, kita harus hidup saling tolong menolong. Belas kasih adalah yg utama di dalam hidup ini. Not everyone can be great, but we can always be kind. (Ga ada bosen2nya gua tulis kalimat ini di blog ;p)

PS : Menurut info, komik ini akan dibuat filmnya pada bulan May 2011. Desain karakternya memang tidak mengikuti gaya original Osamu Tezuka, tapi keliatannya tetep menarik tuh. Nanti coba gua cari downloadnya. Untuk sementara, gua kasih trailernya dulu ya. OST nya dinyanyiin sama band legendaris X-Japan lho.

You Might Also Like

19 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. mantap dah riviewnya
    keren banget nih komiknya keknya

    ane pro dengan anda bung tentang keterbukaan tentang agama :D

    wihh larut banget deh nih ngebacanya :D

    ReplyDelete
  2. kyak ikyusan gak ya ceritanya....
    ha..??

    ReplyDelete
  3. weww, gue doyan baca komik, tapi pas liat ini di gramed, gue kirain itu novel, bukannya komik.. -.-

    kereenn, gue jadi penasaran baca..

    eh, itu harganya berapaan sih, Kep?? belinya bisa terpisah ?

    ReplyDelete
  4. Nasrul : thanks

    Zone : gua ga nonton ikkyusan

    Opi : gua sih ga beli, minjem dari taman bacaan ;p

    ReplyDelete
  5. ini manga luar biasa dari seorang mangaka luar biasa...

    ReplyDelete
  6. Kayaknya seru ya meskipun komik hehe

    ReplyDelete
  7. ckckckck... komik tentang nilai-nilai kehidupan... aku belajar tentang nilai kehidupan makin lama pasti ada kejutan semacam ujian gak cuman ke aku berpengaruh sampai ke keluarga dan lingkunganku

    ReplyDelete
  8. Wah? Osamu Tezuka? Yang bikin Astro Boy! :D

    ReplyDelete
  9. gue udah bacaa! asli komiknya emang keren, belom lagi improvisasinya Tezuka yang superlawak, haha :D dibaca berkali-kalipun gak bosen

    ReplyDelete
  10. Menurut beberapa teman saya yang Buddha juga memang komik ini sangat bagus dan mengharukan, jadi, yah, apa yang Kakak ulas benar semua. Hanya setuju dengan semuanya. :)

    ReplyDelete
  11. kunjungan perdana,, ikut nyimak dulu,, dan izin follow,,ya sob

    ReplyDelete
  12. woww tebel bgt komiknya bsa nyampe berapa tahun rampung buat khatam hehe setelah ngebaca dari review nya kayaknya banyak sisi menarik yg coba di angkat dari komik tsb khususnya ttg kehidupan... ceritanya emang enak kalo di ambil dari kisah para bharata nnegri india.

    ReplyDelete
  13. jadi pengen baca juga niih..:))

    kirain bakal ngadain giveaway lagi ven, hadiahnya buku tersebut..hihiii

    ReplyDelete
  14. keren tuh...
    mencelakakan diri juga seringkali harus dilakuin asal itu berguna bagi orang banyak
    tapi di sekitar kita kok banyak yang mengorbankan diri untuk hal yang penting ya..?

    ReplyDelete
  15. mantap reviewnya gan..
    dulu di TVRI suka ada program boneka kayak unyil gitu lah, tapi gerakinnya pake kayu yang dipasang ditangan boneka..
    ceritanya tentang si kelinci ini yang lompat kedalam api untuk memberi makan si pria tua
    huhuhuhu..

    salamkenal!

    ReplyDelete
  16. iya sih.. gambar telanjangnya gak vulgar2 amat... lagian itu kan masih dalam konteks cerita.

    ReplyDelete
  17. Lain : The God of Manga, indeed...

    Tarry : Graphic Novel tepatnya

    Ami : Oya??? Kok bisa???

    Asop : Bener banget

    Ratri : Pengen beli, tapi mahaaaaal

    Svkro : Udah baca, bro?

    Fanny : Cobain cari kalo lagi jalan2, hehe

    Adel : Cobain dulu baca, baru setuju, hehe

    Kahfi : Silakan...

    Yayack : Terutama karena ceritanya dalem, hehehe

    Belo : Gua sendiri aja ga punya, hahaha

    Rawins : Korupsi misalnya? Hehe

    Fier : Salam kenal juga

    Nuel : Yep, bener banget

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe