Book Review : A Walk To Remember

18:14:00

Take a risk. Dare to move. Love is a leap of faith.

Novel yg mau gua review ini memang bukan buku baru. Terbit di Amrik sono pada tahun 1999, dan tahun 2003 baru versi terjemahannya masuk ke Indonesia. Malah sebelum bukunya terbit di Indonesia, pada tahun 2002 filmnya keluar lebih dulu, diperankan oleh Mandy Moore dan Shane West. Tapi berhubung di post kali ini gua bukan ngebahas tentang filmnya, jadi buat yg pengen tahu lebih jauh, silakan aja nonton sendiri.

---

Pada usia 17 tahun, hidup Landon Carter berubah selama2nya...dan itu semua karena Jamie Sullivan. Jika cinta bisa memilih, mungkin Landon tidak akan memilih untuk jatuh cinta pada Jamie, putri seorang pendeta yg selalu membawa alkitab ke sekolah, menyelamatkan binatang terluka, dan memanfaatkan waktu luangnya untuk menjadi relawan di panti asuhan. Gadis yg suci dan memiliki hati bak malaikat itu benar2 bertolak belakang dengan Landon yg merupakan berandalan, urakan, dan hidup seenaknya. Tidak ada pria yg pernah mengajak Jamie kencan, dan Landon pun tidak pernah bermimpi untuk jatuh cinta kepadanya. Sampai takdir berkata lain, dan kemudian mengubah hidup Landon untuk selama2nya.

Kurang lebih itulah sinopsis cerita di buku ini. Secara singkat, buku ini bercerita tentang keagungan cinta, dan betapa cinta dapat mengubah hidup seseorang. Bagaimana seorang berandalan seperti Landon bisa jatuh cinta pada gadis alim seperti Jamie, dan juga sebaliknya. Buku ini juga mengajarkan tentang pengorbanan dan kesetiaan yg melampaui segala rintangan. Gua ga akan spoiler inti ceritanya di sini, soalnya ceritanya bener2 bagus, indah, dan mengharukan, sayang banget kalo gua beberkan di sini.

Novel ini adalah buku ketiga karya Nicholas Sparks, seorang novelis Amerika yg karyanya sudah sangat terkenal di Indonesia, sebut saja : The Notebook, Dear John, dan The Last Song. Konon, Sparks menulis novel ini berdasarkan kisah nyata yg dialami kakak perempuannya, Danielle, yg mengidap kanker. Meskipun mengetahui bahwa Danielle sekarat, kekasihnya tetap mengajaknya menikah dan Danielle pun melewati hari2 terakhirnya dengan bahagia. Cerita di dalam buku ini adalah murni fiksi, namun ada beberapa unsur yg diambil dari pengalaman tersebut.

Love is like a wind. You can't see it, but you can feel it.

Buat gua pribadi, buku ini juga punya peranan yg sangat special di dalam kehidupan remaja gua. Waktu kecil gua suka baca novel2 seperti Goosebumps, Harry Potter, dan Animorphs, tapi ga pernah novel serius, apalagi yg temanya cinta. Buku ini adalah novel romance pertama yg gua baca. Dan setelah baca buku ini, mata gua bener2 terbuka. Gua dapet perspektif dan pengertian baru tentang makna cinta dan kehidupan, yg terus gua pegang hingga hari ini.

Dan buku ini juga yg kasih gua kekuatan waktu salah seorang sahabat baik yg gua sayangi divonis kanker. Buku ini adalah salah satu yg kasih gua kekuatan dan kebijaksanaan waktu itu. Memang, terkadang ada hal2 dalam hidup yg tidak dapat kita ubah, namun bukan berarti, kita hanya bisa diam dan berpasrah. Buku ini mengajarkan bahwa di balik setiap rasa sakit, tersembunyi secercah harapan. Di balik setiap penderitaan, ada pelajaran hidup berharga tentang kemampuan kita untuk bersyukur.

Akhir kata, novel ini bener2 sayang untuk dilewatkan. Ceritanya sangat bagus, indah, dan mengharukan. Pada awalnya kau akan tersenyum, dan kemudian kau akan menangis. Dijamin setelah beres baca buku ini, temen2 pembaca akan kepikiran terus selama berhari2. Jadi tunggu apa lagi? Silakan cari bukunya di toko2 buku terdekat, hehehe.


Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.
Ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yg tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
(1 Kor 13 : 4 - 7)

Artikel ini diikutsertakan pada Book Review Contest di BlogCamp.

You Might Also Like

27 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. aku juga punya bukunya, ada juga judul lain dari pengarang yang sama. semoga menang ya

    ReplyDelete
  2. heee aku belum baca gg begitu suka genre romance sih, tapi penasaran sering banget filmnya di review soalnya

    ReplyDelete
  3. hm..banyak yg ikt lomba,jadi banyak yang ng review buku2 bagus nih,
    mg menang deh kak,
    =D

    ReplyDelete
  4. dear john itu dari buku jugak?? baru tau.. (bahkan film ini pun ternyata dari buku. dan aku baru tau jugak!!!)

    aku sudah lama nonton filmnya, dan cuma sekali doank si, jadi agak lupa lupa inget gitu jalan ceritanya..

    ReplyDelete
  5. dear john itu dari buku jugak?? baru tau.. (bahkan film ini pun ternyata dari buku. dan aku baru tau jugak!!!)

    aku sudah lama nonton filmnya, dan cuma sekali doank si, jadi agak lupa lupa inget gitu jalan ceritanya..

    ReplyDelete
  6. kayaknya seru nich novelnya. Reviewnya jg keren.
    Sukses ya

    ReplyDelete
  7. aku dah lama ga nyari buku buku yang berat
    udah jadi kebiasaan buruk
    kalo denger buku bagus trus beli
    paling baca beberapa lembar ga pernah nyentuh lagi
    hehe parah yah..?

    ReplyDelete
  8. aku udah lupa rasanya... lebih parah dari Mas Rawins ya, hahaha

    ReplyDelete
  9. Kalo saya sih udah nonton filmnya aja. Dan emang bagus. Menyedihkan akhir ceritanya.

    ReplyDelete
  10. Lidya & Rezka & Tarry : Thank you

    Tiara : Filmnya butut, kalo kata gua sih

    Armae : Yup, Dear John, Last Song, Nights in Rodanthe, The Notebook, Message In The Bottle, sebagian besar bukunya si Nicholas Sparks tuh memang di-filmkan

    Rawins : Namanya juga orang udah kerja, ga ada waktu untuk banyak baca. Gua sendiri akhir2 ini saking sibuk kuliah jadi jarang baca.

    Akmal : Kalo di buku, endingnya diceritain dengan lebih indah ;p

    ReplyDelete
  11. bisa nnagis kali ye, kalo nay baca novel itu.. <--cengeng :p hehe

    guud luck brader.. :)

    ReplyDelete
  12. kadang hidup emang sering ga masuk akal ven.. itulah kenapa sinetron sering ga masuk akal. yah karna hidup juga ga masuk akal. salah satu contohnya kayak pacarnya danielle yang nekat mau nikah sama pengidap kanker kayak danielle

    ReplyDelete
  13. ini udh pernah dibuat filmnya kalau ga salah

    ReplyDelete
  14. nabuuuunngg, penasaran ma ni buku.. keven sih, warisin ke dhe aja novelnya ven.. :D

    ReplyDelete
  15. kalo aku malah langsung speechless saat melihat gambar cewek yang agak mewek itu ven
    matanya seakan mengatakan sesuatu kepadaku

    ReplyDelete
  16. hmm...dr dulu gak prna tertarik mo ntn pilemnya cos gw gak suka sm pilem yg mengharu blue..
    tp stlh bc review na di sini, jd agak2 tertarik buat baca novelnya deh.:)

    ReplyDelete
  17. wah aku belum pernah baca novel karya si Nicholas. lebih suka baca yg bergenre metropop tapi gak terlalu romance gitu.

    ReplyDelete
  18. Saya telah membaca dengan cermat artikel sahabat.
    Saya catat sebagai peserta
    Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  19. kalo diperhatiin yaa
    novel novel karya Nicholas Sparks itu selalu menghadirkan sosok pria yang berkarakter bagus gitu...

    sosok pria yang gak macem-macem, yang baik dan sangat mencintai wanitanya, yang idaman banget deh...

    seperti ya tokoh utama pria di a walk to remember ini.

    lalu di Dear John,
    dan di The NoteBook,
    juga di Nights in Rodhante,
    kemudian Message in the Bottle...
    dan lain lain...


    pokoknya sosok prianya selalu OKE banget nget nget nget!!!

    ReplyDelete
  20. a walk to remember?
    rings a bell actually..
    *duh jadi ingat novel dirumah yang belum kebaca*
    kebiasaan jelek saya, baru beli satu buku dan baru belasan halaman dibaca, tapi udah beli buku lain dan juga dibaca..
    wkwkkwkwkwkk

    ReplyDelete
  21. ciri khas buku-buku luar, nama pengarangnya gede banget

    ReplyDelete
  22. saya lebih suka filmnya, sampe nagis-nangis saya nonton film ini. lagu my only hope itu juga keren banget.

    ReplyDelete
  23. belum pernah membaca bukunya, maunya sih berkunjung buat ngeliat pengumuman pemenang lomba alice dan cia (ngarep menang nih kakak) kwkwkwkw gue GR. soalnya baru sekali ini ikutan lomba menulis, ntar mau belajar dari pemenangnya. salam hangat dari colomnis bukan kolumnis.

    ReplyDelete
  24. waaah, langsung cabut ah...
    lari ke toko buku dulu, sebelum ketinggalan...

    semoga menang ya sob...

    ReplyDelete
  25. W punya buku & film'a tapi kagak ada niat buat baca & nonton tau kenapa mungkin karena belum ada gambaran yang bikin w terkesan buat itu semua,hehehe

    ReplyDelete
  26. hmmm kerenan mana yah dibandingin sama "a moment to remember"

    nanti nonton ah :D

    ReplyDelete
  27. Kyaaaaaaaa~ Mandy Mooooore!! :D :D :D

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe