It's OVER...

11:33:00


Pacaran pertama gua berakhir dengan tragis...


Malah gua rasa tidak berlebihan kalo gua sebut itu tuh gak kayak pacaran. Satu bulan lebih 2 hari, ga pernah ngapa2in (pegang tangan aja ga pernah, boro2 pergi berdua), dan setelah gua diputusin (lewat telepon pula), kemudian dia jadian sama temen baek gua. Oke, pada saat itu, gua baru sadar, kalo selama gua pacaran, (mantan) temen baek gua itu ngebackstab gua dari belakang.

Gimana sih rasanya putus? Berbahagialah wahai kalian yg belum pernah merasakannya. Pacaran itu so sweet, tapi putus itu sakitnya HOLY SH1T! Cinta itu memang kayak pedang bermata dua. Buat yg pernah ngerasain putus, pasti kalian setuju sama pernyataan gua ini, hehehe.

Waktu gua putus, yg bikin gua sakit tuh waktu gua terpaksa harus ngeliatin mantan gua itu mesra2an ma mantan temen baek gua itu di kantin sekolah. Tentunya, sebagai seorang mantan yg baik, gua kaga nunjukkin muka bete tiap kali mereka nyapa gua. Gua senyum, gua tetep ramah, tetep mau ngobrol dan maen bareng mereka, meskipun pada kenyataannya hati gua bagai disayat2.

Walopun waktu itu gua masih SMP, tapi gua tau kalo ada sesuatu di balik kejadian ini. Sesuatu yg ga bisa disangkal, sesuatu yg bikin gua less worthed dibandingkan temen baek gua itu di mata mantan gua. Oke, meskipun kasusnya gua dibackstab diem2 ma temen sendiri, tapi gua ga bisa menyangkal fakta bahwa gua KALAH ma dia. Yup, mantan gua lebih milih jadian ma dia daripada gua. That's the fact. And it hurts.

Saat gua termenung memandangi mantan gua dan pacar barunya itu berbahagia di seberang kantin, angan gua melayang entah ke mana. Mungkin ke masa lalu saat gua dan mantan gua itu jadian saat study tour ke Yogya, atau ke hari2 di mana seharusnya gua bisa berduaan ma dia pulang sekolah, tapi malah gua habiskan untuk magang di mall demi cari uang tambahan untuk bisa ngajak dia kencan pada saat Liburan Natal nanti.

Kemudian ingatan gua melayang ke suatu sore di tanggal 12 November 2002, di saat mantan gua itu bilang ke gua "mungkin sebaiknya kita temenan aja ya", dan betapa gua membenci diri gua yg memilih untuk mengiyakan begitu saja sementara hati gua menjerit untuk mengatakan "TIDAK". F*ck you Keven and your silly gentleman act. Pada akhirnya yg tersisa pada diri gua hanya secuil "harga diri" dan segudang penyesalan.

Dan gua juga tidak bisa menahan pikiran gua untuk tidak berangan2 mengenai suatu masa depan yg indah yg mungkin seharusnya bisa terjadi. Wajah bahagia pacar gua saat gua ajak dia kencan di malam Natal ke sebuah restoran eropa favorit dia, dan setelah makan malam usai gua akan kasih dia sebuah kalung yg rencananya mau gua pesan diam2 di toko accessories tempat dia dan teman2nya pergi saat terakhir kali kita jalan2 ke mall. Di dalam pikiran gua terbayang senyuman nyengirnya, dan kemudian dia akan berkata, "Kok lu tau sih gua pengen kalung ini?"

Dan kemudian setelah itu kita akan pergi ke gereja berdua, dan saat misa usai, mata kita akan saling menatap, kemudian diiringi dengan suara lonceng Natal yg berdenting, kita akan saling mengucapkan "Merry X'Mas" sambil berpegangan tangan di bawah langit malam yg berhiaskan bintang2. Dan saat itu, gua akan bilang sekali lagi ke dia, kata2 yg dulu gua ucapkan tergagap2 pada saat nembak dia di depan WC lantai dasar Hotel Ambarukmo Yogyakarta.

"I love you..."

Lamunan gua saat itu terputus saat mantan gua itu tiba2 lewat di depan gua sambil membawa dua buah gelas es teh manis. Satu yg sedotannya warna hijau untuk dia sendiri, dan satu lagi, jelas untuk pacar barunya.
"Lagi mikirin apa, Ven? Serius banget..." tanya dia.
Gua cuma senyum, nyengir, dan jawab...
"Mikirin kelanjutan cerita TV, hahaha" When did I become so good at lying?
Dia cuma senyum sekenanya, kemudian berlalu ninggalin gua.

Setelah gua yakin dia udah ga bisa liat gua, gua lepas topeng gua. Pandangan gua nanar karena ada segumpalan air yg ga bisa gua tahan lagi di mata gua. Dan perlahan, gua bisikkan kata2 yg tidak akan pernah dia denger...

"You, and all the things I would do for you..."

Dan gua marah.

Marah sama kenyataan bahwa dunia ini tetap berjalan baik2 saja meskipun saat itu hati gua hancur berkeping2. Saat itu rasa sedih bukan lagi jadi masalah utama, melainkan rasa kecewa.
Ini ga adil, seharusnya semua orang ngerasain sakit yg gua rasain. Seharusnya mereka tidak berbahagia di atas luka gua. Mungkin kesannya pemikiran itu egois banget, tapi coba deh, rasain sendiri gimana rasanya ada di posisi gua saat itu, temen2 baru bisa mengerti rasanya.


Why does the sun go on shinning
Why does the sea rush to shore
Don't they know, it's the end of the world
'Cause you don't love me anymore

Why does the bird go on singing
Why do the stars glow above
Don't they know, it's the end of the world
It ended when I lost your love

I wake up in the morning and I wonder
Why everything the same as it was
I can't understand
No, I can't understand
How life goes on the way it does

Why does my heart go on beating
Why do these eyes of mine cry
Don't they know, it's the end of the world
It ended when you said goodbye

Lagu "The End of The World" yg dinyanyikan Skeeter Davis di atas tuh bener2 tepat menggambarkan perasaan gua saat itu. Kenapa segalanya masih berjalan baik2 saja sementara dunia gua seolah2 kiamat? Apakah berarti yg gua rasain ini sama sekali tidak nyata? Mengapa orang2 di sekeliling gua ini seolah2 tidak terpengaruh oleh rasa sakit luar biasa yg gua derita ini? Kenapa...gua harus menderita sendiri?

Pertanyaan2 gua itu akhirnya terjawab. Seorang sahabat baik gua yg mengidap kanker darah stadium parah, beberapa minggu sebelum dia pergi untuk selama-lamanya, berkata begini kepada gua :
"Saat aku meninggalkanmu, lihatlah ke atas. Saat langit masih biru, dan awan2 masih begitu megah, tidak seharusnya kau menangis...karena kepergianku tidak membawa duniamu pergi..."

Kata2 itu sungguh membekas di hati gua, sampe hari ini...karena yg dia omongin bener banget

Memang bener, saat kita sedang putus cinta, kita sering merasa bahwa diri kita adalah orang yg paling menderita di dunia dan walaupun kita tidak secara eksplisit menunjukkannya, kita sering memasang sikap dan kata2 yg menunjukkan kepada orang2 bahwa kita sedang terluka. Untuk apa? Apakah rasa iba dan belas kasihan dapat membuat perasaan kita bertambah baik? Tidak. Apakah dengan terus menerus meresapi rasa sakitnya, kita dapat mengulang waktu? Tidak. Sesakit dan seperih apapun yg kita rasakan, semua itu hanya ada di dalam pikiran kita sendiri...dan sementara kita sibuk dengan isi kepala kita sendiri, kehidupan di sekitar kita akan terus berjalan...

Mungkin yg seharusnya kita lakukan adalah...berpasrah...dan menghadapi kenyataan. Memang, hal yg paling sulit dilakukan pada saat kita sedang putus cinta adalah menerima kenyataan bahwa : IT'S OVER...and there's nothing we can do to change it. Kita harus stop berandai2, stop menganalisa kemungkinan2 yg SEHARUSNYA mungkin bisa terjadi, stop mengorek2 luka yg telah tertoreh. Karena pada kenyataannya, semua rasa sakit ini bukanlah akhir dari segalanya.

The hardest part about moving on is learning not to look behind...

Masih banyak orang di dunia yg lebih menderita daripada kita. Kehilangan nyawa, kehilangan sanak saudara, kehilangan masa depan. Yg direnggut oleh putus cinta hanyalah sesuatu yg memang sudah selayaknya jadi masa lalu. What doesn't kill you, makes you stronger. Rasa sakit dan kecewa hanyalah sesuatu yg harus kita hadapi dalam proses menjadi dewasa. Selama nyawa kita masih ada, kita masih punya sejuta kemungkinan dan harapan...that things will be better, someday.

Dan suatu hari, kita bisa mengenang semua itu dengan senyuman...seperti yg gua alami hari ini =)


This post is dedicated to every broken-hearted person in the world... =)


Have you wondered how it feels when it's all over
Wondered how it feels when you just have to start a new
Never knowing where you're going
When you face a brand new day
It used to be that way
Now I just close my eyes and say

*I just want to breathe again
Learn to face the joy and pain
Discover how to laugh a little , cry a little
Live a little more
I just wanna face the day
Forget about the wars of yesterday
Maybe if I hope a little Try a little more
I’ll breathe again*

Starting out again is never easy
Disappointments come and go but life still moves on
With a bit of luck It's a brand new start
That might just work my way
No need to walk away
Don’t want to live life's replay

Repeat *
Things will work out fine
If you can find the courage to look past the night
To see the break of dawn

Repeat *

Maybe if I hope a little, try a little more,
I’ll breathe again...

You Might Also Like

41 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. asiik :D
    beneran dah merasuk banget saat ngebacanya

    apa lagi kata2 temen lu sob kev, bikin menggidik hati

    cari pacar gii dah ;)

    ReplyDelete
  2. (Dalem, Gan! bener2 artikel yg sangat personal. apalagi itu gambar soal hatinya. ternyata bisa sembuh seiring waktu Y_Y ' sabar, yah. wkwkwk)

    ReplyDelete
  3. Dalem bgt nih Kev postingannya he he.
    I've been there, dan emang nyesek bgt ya, palagi kalo kita ga tau alasannya knp, ga ada angin ga ada ujan ujug2 diputusin, beuh :P

    Well, life goes on ya, dan tetap bersyukur aja, jd nikmatnya ditambah :)

    ReplyDelete
  4. sabar ya siapapun itu yang lagi patah hati, oops ngomong sih gampang ya yang negjalanin yg berat :)
    semangat ahhh

    ReplyDelete
  5. Paham bngt dgn apa yg km rasan *ceileh* pernah ngalami, dimana orang yg plng aq percaya tiba2 mengkhianati. Beberapa x pula. Bodoh atau takdir ya? Hehe

    ReplyDelete
  6. hmmm kamu lebih parah ya patah hatinya ketimbang saya. hi hihi..tapi semua sudah selesai. sudah release.

    ReplyDelete
  7. Tega banget temennya Ven -_- tapi percaya deh, tulang rusuk kita kaga bakal ketuker. Semoga gak ada lagi pengalaman yang nyakitin itu.

    ReplyDelete
  8. lu aja yang putus sakit atinya sakit banget.. palagi gw ven. yang hanya bisa jatuh cinta diem2... pasti bakal sakit banget liat cewe yang gw cintai nikah sama cowo lain... :(

    ReplyDelete
  9. haaaa nemu orang yang sama. sama gue.
    setahun yang lalu juga gue pacaran dan itu p-acar pertama gue da nhanya bertahan sebulan lebih beberapa hari.dan gue juga di putusin sepihak lewat sms. dan seminggunya lagi si cewek pacaran dengan temen seorganisasi gue.Dan setiap gue kumpul organisasi tiap minggu,gue dipaksa ngelihat mereka berdua bermesraan.seolah olah mereka bersikap biasa aja.haaaternyata cerita lo samague percis bang. =.=

    ReplyDelete
  10. pacar 1 berhubung pas pacaran ga ada manis2 na, jadi begitu putus g happy bener dah! wakkakaka :)
    pacar 2 berhubung dari temen baik, trus jalanin pacaran kuang lebih 3 bln, eh nampak na enak temenan, akhirnya memutuskan temenan, dan sampe sekarang tetep temenan baik, bahkan g bantuin calon bini na siapin wedding di jakarta wakakaka :)
    pacar 3 Nano Nano sih~ semoga ini jadi pacar terakhir sih! next na my future husband Amin.

    ReplyDelete
  11. oleh karena itu saya ga pacaran

    ReplyDelete
  12. hee :( aku berasa pengen nepuk pundaknya kak Keven.

    tapi dengan pengalaman tersebut, memang beneran jadi lebih kuat kan Kak :)

    ReplyDelete
  13. Waduuh... Dalem banget. Kalo postingan ini dibaca oleh orang2 yg bernasib sama pastinya mereka bakalan galau. Syukurnya aku gak galau nih *nepuk2 dada* hehe

    Ohya, saya barusan follow blog ini. Saling follow yuuk ;)
    http://sejutaimajinasi.blogspot.com/

    ReplyDelete
  14. wahhh.. bagus bgt post nyaa.. tp emg bener kok semuanya bakal sembuh seiring waktu :))

    ReplyDelete
  15. gue suka banget sama kata kata yang "Pacaran itu so sweet, tapi putus itu sakitnya HOLY SH1T!" hahaha keren keren. tapi dengan putusnya lo sama dia, akhirnya datang lagi kan seseorang yang bikin tgl 10 okt jadi spesial hahahaha. oh iya, gue lbh suka lagu yg the end of the world dinyanyiin sama Carpenter, lebih kerasa sedihnya

    ReplyDelete
  16. jarang banget kan cinta pertama yang berlanjut sampai menikah
    tapi kenapa banyak orang yang pengen jadi yang pertama
    hehe

    ReplyDelete
  17. Wow, 2002 berarti masih smp? Waktu itu saya masih sibuk nonton power rangers, belum tahu apa itu pacaran :)

    Tapi soal lagu "the end of the world", dari sd saya sudah suka lagu itu walaupun tidak mengerti artinya. Yang nyanyi perempuan, kalau tidak salah namanya Emi Fujita. Cmiiw

    ReplyDelete
  18. Nyesek uuga iia,,artikel ini benr" Ngasih Gua semangat,,kebetulan gua lagi putus cinta...

    dia mutusin gua pas hari ulang tahun dia n 5 hari mau ke hari jadi hubungan qt. sakit banget.

    ReplyDelete
  19. Gilaa keren! walau ga lg broken heart tapi tetep ngena.. ^^b

    ReplyDelete
  20. gue selalu jadi yang pertama mutusin pacar jaman jaman ababil SMP-SMA dulu.
    tapi ada satu mantan yang gak pernah bisa dilupain, i must say that maybe he's my first love. dari belum kenal sama sekali sampe akhirnya gue sayang banget sama dia. dan bego gue kebawa emosi buat mutusin dia :|

    harus cukup berbahagia nerima kenyataan, kalau setelah putus sama gue dia punya pacar lagi yg sampe skrg gak pernah putus putus. dan hal ersebut terjadi sama 3 orang mantan gue. kok bisa -___-"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi inget film "Good Luck Chuck"...tentang seorang cowo yg kalo ada cewe putus ma dia, setelahnya cewe itu akan ketemu true love nya, hahaha

      Kata gua sih kebetulan aja Dit, jangan terlalu diimanin, hehehe...

      Delete
  21. Wahaha gue udah lama gak patah hati (ya wajar sih, wong gue udah lama jomblo) :p
    Btw, masih inget gue gak? Pemilik zonaiam.com dulu? :p

    ReplyDelete
  22. Oke gue artiin ini sebenernya pesan buat move on bagi yg patah hati... :) Langsung ngacir ke warteg aja pesen semur ati ampela, trus cabik2 bales dendam. Abis itu tenang deh... :3

    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    cinta... ga sesederhana itu...

    ReplyDelete
  23. I have been there and it was really hurt, bahkan keknya kebawa sampaiii sekarang, males melanjutkan ke situasi situasi pacaran lagi

    ReplyDelete
  24. Wah gue jadi kebawa bawa patah hati nih haha.
    lu saat itu belum bisa move on banget jadi kasian liatnya.
    Gue juga pernah ko ngerasain kaya lo.
    tapi ya di bawa enjoy aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada saat baru ngalamin sih, mana bisa enjoy? Hahaha. Enjoy itu baru bisa terjadi setelah waktu berlalu dan kita bisa merelakan =)

      Delete
  25. Time heals and forgiveness quickens the process. Baca cerita masa sekolah lu bring back memories Kep :D all the friendship and puppy loves back then..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, masa-masa galau yg indah kalau dikenang ya =)

      Delete
  26. BUAAAPPPPEEEERRR BENEEERRRRRRR.....
    Jadi inti cerita ini kayak kena tikung itu kan? Tapi dalam dunia percintaan, selama belum menikah, tikung menikung itu tetap masih berlaku dan sah. Bukannya gue seorang tikung sejati atau gak mendukung kamu. Tapi, kan kita tidak mendapatkan 'hak atas tubuh' total dari diri dia, jadi sah aja dong tikung itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sah, tapi apakah lu seorang sahabat yg baik kalo lu menikung sahabat lu sendiri?

      Delete
  27. Mmmmm... Cowo2 pinter jg ya ternyata mnyembunyikan perasaan. Jumlah yg seperti dirimu banyak ga sih? Respekkk bgt sama yg kyk Keven. Soalnya dipi udah kenal tipe2 cowo yg biassaaa bgt soal perasaan, manfaatin bahkan klo bisa. Cowo yg punya perasaan mndalam itu pantes buat dicintai dan mndapatkan cinta yg baik. Sisanya, yg cm nganggap enteng perasaan cinta ... Kudu bnyak belajar lg. Ketulusan sih yg kita cari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gua juga pada awalnya berpikir begitu, bahwa yg cewe2 cari adalah ketulusan. Sayangnya, sekarang setelah dewasa gua menyadari...bahwa ketulusan doank tidaklah cukup...

      Delete
  28. Ternyata obat patah hati terbaik itu, WAKTU ya bg? Keren, sih. Soalnya, gue juga pernah mengalami fase yang ya... agak sedalem inilah. Merasakan sulitnya jadi patah hati.

    Tapi, ya kalo gue sih, bersyukur udah bisa move on dari kisah di masa lalu gue.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Bang Heru. Hanya waktu yg bisa menyembuhkan segala luka hati =)

      Delete
  29. gue juga ngerasa ketiadk adilan ketika.. dunia berjalan dengan baik ketika kondisi dan situasi hati gue hancur. hahaha. flashback nya lawas juga ya, ke 2002. naas banget yak, inget2 seharusnya lo jalan berdua nganter pulang gitu.. tapi malah harus kerja biar bisa ngedate waktu natal. tapi itu keren, mandiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, walaupun ujung2 semua itu gak ada artinya buat dia, hahaha
      Tapi gpp, gua bersyukur atas semua yg terjadi itu hehehe

      Delete
  30. Waduh bikin baper aja nih. Hehe. Kalau aku sih belum pernah ngalamin gimana rasanya patah hati itu kayak gimana.

    ReplyDelete
  31. Beuhh patah hati yang di patahkan oleh sohib sendiri, pasti dalem banget ye..

    Dan, move on adalah salah satu hal yang sulit untuk dilakukan seseorang dimanapun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, hanya waktu yg bisa membuat kita kuat untuk merelakan wkwk

      Delete
  32. gue kira untuk usia lo udah selesai masalah percintaan dan sakit-sakit hatian model begitu bang. eh lo masih ajah inget dan ternyata banyak hikmah yang bisa diambil.

    menurut gue bukan cuman waktu yang bisa menyembuhkan luka tapi juga keiklasan seseorang menerima keadaanya saat ini. hehe

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe