Waktu Aku Sama Mika

16:02:00


Somewhere in all the pain somebody has to have the courage to be OK
And pain gives us the courage...to LOVE

Hari ini gua perpanjang SIM ke BTC. Setelah ditunda selama 2 bulan, akhirnya hari ini ada waktu juga. Gua datengnya pas mendekati jam istirahat, jadi udah sepi. Ga sampe 15 menit pun proses perpanjangan SIM pun beres! TAA-DAA!!!

Selesai dari BTC, karena ga ada kerjaan, gua mampir ke IP. Jalan2 di Gramedia di bagian novel...kok ga ada yg menarik ya? Apalagi duit tinggal 60rb untuk bulan Oktober ini sebenernya, ga kuat beli yg mahal2. Waktu lagi luntang-lantung ga ada kerjaan, tiba2 mata gua tertarik sama suatu buku. Suatu buku yg belom pernah gua baca meskipun covernya udah puluhan kali gua liat di dunia maya, isinya udah sering gua baca dari review2 di blog sahabat, bahkan gua udah sering bertukar komentar dengan penulisnya di blog. FINALLY I FOUND YOU!!!!!!

Yup, buku yg gua ga maksud adalah "Waktu Aku Sama Mika" karya Indi. Gua sebenernya lumayan ketinggalan info. Waktu jaman buku ini lagi booming bertahun2 yg lalu, gua ga pernah beli. Setelah baca reviewnya, gua pengen beli, tapi stoknya habis terus. Udah nyari ke berbagai Gramedia tetep ga nemu, sampe akhirnya gua jadi lupa. Tapi hari ini semua itu terbalaskan sudah. Langsung aja gua beli buku kecil berwarna pink manis itu.

Karena ga sabar akhirnya gua baca buku itu sambil makan di McDonald's IP. Kata demi kata gua baca dengan penuh harap, dan lembar demi lembar, buku itu membawa gua melalui sebuah terowongan waktu...sebuah perjalanan yg penuh tawa dan air mata. Seolah2 gua ada di sana, melihat adegan demi adegan, mendengar kata demi kata, merasakan emosi demi emosi...

2 jam berlalu dengan sangat cepat bersama segelas cola dan beef burger yg tidak tersentuh saking asiknya membaca. Dan begitu gua selesai membaca, perasaan gua campur aduk. Antara sedih dan senang, antara puas dan kesal. Bukan kesal karena ada halaman yg hilang (halaman 46-47 an 50-51 nya memang hilang =_=;) tapi kesal karena kadangkala gua merasa bahwa Tuhan itu tidak adil.

Gua juga pernah kehilangan orang yg gua sayang, dan gua inget, waktu di pemakamannya, gua liat sebuah kartu belasungkawa yg bunyinya, "God broke our hearts to prove to us, He only takes the best" But why? Kenapa Tuhan membuat orang2 yg begitu baik punya umur singkat, sementara orang2 jahat bebas berkeliaran sehat walafiat? I know Im being silly, gua cuma lagi mellow aja.

Anyway menurut gua buku "Waktu Aku Sama Mika" ini keren banget. Buku ini bercerita mengenai Indi, yg sedari kecil mempunyai kekurangan secara fisik, namun akhirnya ia menemukan seseorang yg bisa mencintai dia apa adanya. Everything was picture perfect, until God revealed that He has another plan for their love...

Buku ini berbeda dengan novel2 ala Chicklit dan Teenlit yg bertebaran di toko buku. Gaya penceritaan di buku ini bukanlah berupa narasi, melainkan sebuah diary berisikan tulisan2 naif yg penuh emosi dengan alur yg dinamis maju mundur. Goresan2 yg ada berisi luapan emosi yg seolah2 membuat kita terhanyut di dalamnya. Kalimat yg ada sungguh apa adanya, malah banyak repetisi, namun entah kenapa malah berhasil menorehkan sebuah perasaan yg sangat dalam bagi para pembacanya.

Buku ini juga mengingatkan gua akan makna cinta yg telah lama gua lupakan. Dulu waktu SMP-SMA, gua jatuh cinta semata2 hanya karena cinta semata. Sebuah kenaifan dan ketulusan yg meskipun begitu manis, namun terasa sungguh indah. Seiring berjalannya waktu, karena terlalu banyak mengalami kepahitan dalam cinta, lama2 gua jadi membentuk sebuah mekanisme pertahanan diri, di mana cinta dapat diukur dengan pemikiran yg masak dan pertimbangan yg dalam.

Gua lupa, bahwa sebuah kepasrahan dan kepercayaan, jauh lebih penting daripada logika dalam urusan cinta. Karena yg namanya perasaan tidak dapat diukur, emosi tidak dapat diprediksi, dan rasa sayang tidak dapat dibatasi. Dan buku ini mengingatkan gua akan hal itu. So what kalo kita ga ganteng? So what kalo kita ga kaya? So what kalo kita punya kekurangan? Kenapa harus takut mencintai, karena Indi dan Mika telah membuktikan bahwa kita tidak perlu jadi sempurna untuk mencintai.

Akhir kata, buku ini benar2 sebuah buku yg sangat sayang untuk dilewatkan. Dan gua salut sama Indi, bukan hanya karena telah berhasil menerbitkan sebuah buku yg begitu "indah", tapi untuk keteguhan hatinya dalam menghadapi berbagai peristiwa manis dan pahit di dalam hidupnya.

My best wishes for you, always! =)

You Might Also Like

21 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. kalo aku waktu SMA dulu pas liat novel itu cuma bilang "iih covernya lucu." udah gitu dilewatin deh. tapi pas tau novelnya banyak dibicarakan jadi penasaran yang mana ya.. pas liat di blog "ooh yang itu, yang dulu aku bilang lucu covernya doank." hehe
    akhirnya aku baca di gramed doank, gratis gag usah beli. xixi
    cinta mereka keren deh xD

    ReplyDelete
  2. eh...jd pnasaran ma bukunya >,<

    ReplyDelete
  3. Reviewnya bagus banget, Keven.. Seperti baca buku ini dlm versi yg berbeda ya.. Bukunya Indi memang bagus dan inspiratif..

    ReplyDelete
  4. kurang suka sama novel2 remaja, sukanya sama novel2 kungfunya Chin Yung :P

    Soalnya novel remaja kebanyakan kayak sinetron ceritanya, tentang putus cinta intinya. :D

    ReplyDelete
  5. wah jadi pengen nulis buku juga kalo begini

    ReplyDelete
  6. buku yang jadi best seller banget, kayaknya kalo mampir gramedia selalu dipajang rak atas.

    bener kamu bilang, gak perlu sempurna untuk mencintai.

    berdasar kisah nyata juga kan?.

    mana penulisnya juga blogger tetangga.. heheh

    ReplyDelete
  7. aku kok gak pernah liat di gramed ya ? beberapa kali ke gramed gak nemu.

    ReplyDelete
  8. eh langsung kepengen baca jadinya, huhuhuhu.. Reviewnya bagus mas..

    ReplyDelete
  9. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa........ *pingsan*

    ReplyDelete
  10. Syifa : yup, so beautiful, so inspiring

    Ca Ya : coba aja cari, ga tau masih ada ato ga tuh bukunya

    Lyliana : thanks! =)

    John : cobain tulis...buku tentang cewe2 cantik? hehehe

    Gaphe : yup, untung kenal ya, hehehe...nice to be a blogger

    Fanny : abis kali stoknya?

    Adi : thanks, monggo dicari di gramedia aja bukunya

    Indi : lho? kok pingsan di blog orang? ahahahahahaha...

    ReplyDelete
  11. memang ya, kadang tak butuh cinta yang sempurna untuk orang2 tertentu

    ReplyDelete
  12. sama ven.. gw juga nyari buku ini di gramed tangerang ga ada mulu... huhuuhuhuuu.... :(

    ReplyDelete
  13. kemarin buku itu udah ada di gengaman tapi karena dompet ga mendukung akhirnya belum beli buku itu sampai sekarang huhu

    ReplyDelete
  14. kekurangan fisik memang g jadi halangan buat mencintai dan dicintai seseorang (seharusnya) :)

    ReplyDelete
  15. akhirnya dapet juga ya bukunya, jadiikut penasaran pingin baca langsung deh

    ReplyDelete
  16. Kenni...finally mampir juga aku di blogmu..udah sering ketemu di komentar blog tetangga,jadi kali ini akan ku add kenni sebagai teman baru huhuhu

    Sepertinya menarik itu buku...itu mika dewasa ya,ken? Hahahha kebawa bawa tokoh mika yang komik itu otakku..

    ReplyDelete
  17. muheee jadi makin pengen baca :O bukunya sekali duduk habis berarti ya :D

    ReplyDelete
  18. jadi penasaran mau baca juga, tapi sebelum ini belum pernah tau tentang bukunya *ah telatnya*

    ReplyDelete
  19. Udah baca buku ini. Sebenarnya suka sama cerita ttg si 'aku' yang punya kekurangan... Tapi entah kenapa aku nggak terlalu suka sama buku ini. :( Terlalu menuhankan Mika. Ya, tiap orang punya selera beda2 sih. :)
    Yang aku suka dari buku ini ya gaya menulisnya yang poloooosss, tapi tulus. :)

    ReplyDelete
  20. Udah baca bukunya. Emang keren banget
    dan lucu imut gimana gitu

    ReplyDelete
  21. udah lama baca buku ini, dan baru ngeh baru2 ini ternyata yg nulis blogger jg he he...

    Tapi setuju Kev, buku kecil itu beneran bermakna besar, untuk bisa mencintai tanpa syarat. Pernah nulis soal itu di blog : http://rindrianie.wordpress.com/2010/06/22/tanpa-syarat/

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe