GARO : The Saviour of Tokusatsu

15:31:00

  
When there is light, shadow lurks and fear reigns...yet by the blade of Knights, mankind was given hope...

Saejima Kouga adalah seorang Makai Knight yg mendedikasikan hidupnya untuk melindungi manusia dari Horrors, monster yg lahir dari sisi jahat manusia. Dalam perjalanannya untuk membasmi monster2 tersebut, Kouga bertemu dengan seorang gadis muda bernama Kaoru, yg ia selamatkan dari serangan Horror, tapi tidak sengaja terciprat darah terkutuk milik Horror tersebut. Menurut hukum Makai Knight, mereka yg telah terkena kutukan darah Horror harus dibunuh, atau mereka akan mati secara menyakitkan dalam seratus hari. Kouga memilih untuk menyelamatkan Kaoru, dan berusaha mencari cara untuk menghilangkan kutukan tersebut.

Kurang lebih itulah inti cerita dari serial GARO ini. Walaupun film ini termasuk jenis Tokusatsu (film live-action superhero), tapi jangan samakan film ini Kamen Rider dan Power Rangers/Super Sentai masa kini. GARO adalah tokusatsu yg diusung untuk target audience DEWASA dimana film ini menyajikan cerita yg jauh lebih berat dan mendalam (mirip Kamen Rider jaman dulu) dan juga porsi action yg lebih dominan dan memukau.

Buat yg sering ngikutin serial Tokusatsu seperti Kamen Rider atau Super Sentai pasti ngerasa donk kalo makin sini film2 Tokusatsu tuh semakin kekanak-kanakan. Jaman dulu, Tokusatsu tuh ceritanya dalem, berat, dan koreografi actionnya jauh lebih bagus. Target pasarnya dari dulu sampai sekarang memang anak2, tapi cara pendekatannya berbeda. Jaman dulu Tokusatsu, terutama Kamen Rider, ditampilkan dengan sangat keren, gagah, dan macho. Jaman sekarang, Tokusatsu seolah2 "dinodai" oleh pergeseran image di mana mereka ditampilkan lebih kekanak-kanakan. Unsur apa aja sih yg merusak Tokusatsu jaman sekarang?

Pertama : Story
Cerita yg ada cenderung ringan dan kadang2 agak absurd, misalnya karakter yg mati bisa hidup kembali dengan mudah, atau jagoan yg tadinya kalah tidak berdaya bisa tiba2 power up karena alasan yg konyol dan kemudian menang dengan mudah.

Kedua : Action
Adegan pertarungan yg ada cenderung terlalu mengandalkan special effect. Di mana para stuntman hanya asal memukul dan jatoh2, kemudian akhirnya dia menggunakan senjata pamungkasnya dan BOOM! Menang telak! Ga ada battle psychology nya sama sekali.

Ketiga : Gadget
GADGET. Kayaknya Tokusatsu jaman sekarang terlalu bernafsu ingin merchandisenya laku terjual di mana mereka memasukkan TERLALU BANYAK gadget ke dalam film, bahkan kadang2 gadget tersebut hanya digunakan sekilas atau tidak digunakan sama sekali. Mending kalo gadgetnya tuh keren, lah ini bentuknya SAMPAH BANGET! Pedang tapi bentuknya terlalu kayak maenan dengan warna2 colourful. Please deh, bikin ilfil banget!!!

Keempat : Kostum
Last but not least, ini yg paling bikin gua ilfil sama Tokusatsu jaman sekarang. Kostumnya makin jelek desainnya. Please deh. Buat yg hidup tahun 90-an pasti tau donk Ksatria Baja Hitam? Walaupun saat itu kostumnya keliatan bohongan (ga keliatan dari besi, lebih mirip kardus) tapi at least kostumnya tuh lebih mirip kostum Superhero. Lah makin sini, yg namanya Kamen Rider tuh kostumnya makin jelek dan warnanya makin norak. Liat perbandingan gambar di bawah :

Kamen Rider Stronger : tahun 80-an
Kamen Rider Black : tahun 90-an
Kamen Rider Agito : awal 2000-an
My personal favorite
Kamen Rider Kabuto : pertengahan 2000-an
Kamen Rider Fourze : 2011
Beberapa orang temen gua bilang, Kamen Rider ini bentuk kepalanya mirip "anu" nya cowo...

Pedangnya Fourze
Pistolnya Fourze
Gadgetnya Fourze
Gadgetnya Fourze
Ini Kamen Rider apa Paket Happy Meal nya McDonalds???


Nah, keempat hal konyol di atas tidak akan temen2 temukan dalam serial GARO ini.

Story
Ceritanya berat dan cukup kelam. Horror adalah monster yg lahir dari sifat jahat manusia. Mereka tidak muncul begitu saja tanpa alasan. Seringkali di awal episode diceritakan mengenai kejahatan2 manusia jaman sekarang yg menyebabkan mereka menjadi dirasuki Horror. Misalnya seorang wanita yg hobi membunuh dan mengoleksi jari korbannya akibat trauma di masa lalu, atau seorang pematung yg terobsesi oleh karyanya. Ceritanya sungguh masuk akal, dan kadang cukup memilukan. Seorang yg hendak disiksa sampai mati oleh sekelompok mafia, tidak punya jalan keluar lain selain membuat perjanjian dengan Horror, menjual jiwanya demi menyelamatkan diri. Well, itulah manusia.

Selain itu yg gua suka dari cerita GARO ini adalah pendalaman tokoh yg konsisten, dari awal sampai akhir. Bagaimana Kouga yg tadinya dingin dan anti-social, mulai perlahan2 membuka hatinya terhadap Kaoru. Film ini juga tidak segan2 membunuh karakter utamanya, sesuatu yg jarang dilakukan oleh Tokusatsu2 jaman sekarang. Liat aja, betapa banyak film Kamen Rider yg ceritanya udah mengharukan dan keren harus dirusak dengan "bangkitnya kembali" karakter utama yg tadinya telah mati mengorbankan dirinya. No absurdity here.

Action
Dari segi action, GARO menang telak dari Kamen Rider atau Super Sentai jaman sekarang. Dari satu episode yg berdurasi 25 menit, kurang lebih 12 menit terisi oleh adegan pertempuran yg sangat seru. Bahkan menjelang episode2 terakhir, 20 menit full diisi oleh action2 yg seru dan memukau. Action di sini maksudnya adalah koreografi pertarungannya, di mana pertarungan yg ada di sini benar2 disajikan dengan keren dan artistik, tidak semata2 full special effect.

Tokusatsu jaman sekarang punya formula dalam bertarung :
Jagoan muncul menghadang monster -> jagoan kalah -> jagoan mengeluarkan senjata rahasia -> jagoan menang.
Formula absurd tersebut tidak ada dalam film ini. Hampir setiap episode penonton akan dimanjakan dengan adegan pertarungan yg seru dan sarat dengan action. Di sini Kouga benar2 diperlihatkan "penuh perjuangan" dalam membasmi Horror. Lompat ke tembok, jatuh dari gedung, akrobatik di tangga, dll. Pokoknya kalo nonton GARO, Kamen Rider jaman sekarang tuh seolah2 jadi kayak film kartun anak2, bukan Tokusatsu.

GARO ini, walaupun diputar 6 tahun yg lalu, tahun 2005, tapi grafisnya ga keliatan kampungan atau ketinggalan jaman sama sekali. Liat aja contoh screenshotnya di bawah ini (filmnya dinamis banget, jadi susah nge-screen capturenya)





Gadget

GARO sangat minim gadget. Kouga hanya punya sebuah pedang dan sebuah cincin yg bisa berbicara. That's all. Pedang dan cincinnya juga digambarkan dengan sangat keren dan artistik, tidak kekanakan.

Zaruba, cincin milik Kouga

Kostum

Kouga hanya dapat berubah wujud menjadi GARO dalam waktu 99,9 detik, karena itu biasanya Kouga hanya berubah menjadi GARO dalam 1 menit terakhir dalam pertarungan. Sisanya? Kouga bertarung sebagai manusia biasa, dengan kemampuan pedang dan akrobatik yg keren bak Dante nya Devil May Cry. Dan gua bener2 salut sama aktor2 dan artis2 yg jadi pemain di Garo. karena porsi kostum yg sangat minim itulah sebagian besar adegan action mereka lakukan sendiri, tanpa stuntman.

Garo's Armor
Horrors, sebagai musuh utama Garo, juga punya desain kostum yg keren. Dan supaya ga monoton, Horrors tidak selalu berbentuk monster, kadang2 ada juga yg bentuknya lebih mengarah ke arah manusia. Bentuknya juga berbeda2, ada yg besar dan ada yg kecil. Mereka juga masing2 punya cara tersendiri dalam memangsa manusia. Ada yg menyerang manusia secara langsung, ada yg memanipulasi manusia lain untuk mencarikan mangsa bagi mereka. Kostumnya jauh lebih ga kampungan lah dibandingin monster2 musuhnya Kamen Rider dan Super Sentai masa kini.


Nah, setelah membaca review di atas, tidak berlebihan kan kalo gua sebut GARO ini sebagai The Saviour of Tokusatsu? GARO, adalah Tokusatsu yg tidak terlalu mementingkan keuntungan lewat merchandise, melainkan lebih ke arah perfeksionisme dalam berkarya dan nilai2 apa yg hendak ditanamkan, seperti yg dilakukan oleh Shotarou Ishinomori, sang pencipta Kamen Rider (Kamen Rider Agito adalah proyek terakhirnya sebelum ia meninggal tahun 2001, Kamen Rider terakhir yg bebas dari gadget2 absurd). Bagaimana cara menampilkan suatu film superhero yg keren, ceritanya seru, dan artistik.

Sungguh berbeda dengan Tokusatsu2 masa kini yg cenderung hanya mementingan keuntungan dari penjualan merchandise. Bahkan movie version yg ditayangkan di bioskop pun seringkali ceritanya sampah abis dan bikin gua nyesel udah cape2 download bergiga2. Gua harap kesuksesan GARO dapat menyadarkan para pembuat Tokusatsu untuk kembali ke jalan yg benar, sebelum penonton mulai ilfil dan beralih ke Reality-Show Korea...LOL.

Akhir kata, GARO ini merupakan Tokusatsu yg sangat sayang untuk dilewatkan, terutama bagi mereka, para penggemar Tokusatsu. Ceritanya seru, action keren, ada unsur komedi, romance, dan dramanya juga. Oh ya, serial ini kurang cocok untuk anak2 di bawah umur karena banyak adegan berdarah dan minor nudity, karena itu di Jepang, serial ini pun dimutar menjelang tengah malam. Tapi buat mereka2 yg udah ngerasa dewasa, silakan aja nonton film ini. Masih jauh lebih parah film2 Hollywood kok dalam hal kekerasan dan seks.

Gua baru beres nonton GARO season 1 nya (25 episode), masih ada 3 buah movie, dan mulai September 2011 kemarin, season 2 Garo : Makai Senki nya mulai beredar dan sekarang sudah sampai episode 8. Jeda 6 tahun sejak season 1 nya, tapi film ini tetap digemari oleh para fans Tokusatsu.
Don't miss it!!!

Rating : 10/10


(Buat yg pengen liat kurang lebih seperti apa filmnya, liat video di bawah)
Trailer - GARO : Makai Senki 

You Might Also Like

44 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. keren banget tuh cincin'a..
    gue jadi inget waktu kecil koko gue suka banget sama satria baja hitam, sama apa tuh musuhnya yang ky semut merah, ah lupa gue namanya..

    wah berarti gue gak boleh nntn ya, gue kan di bawah umur #plaakk

    Gua harap kesuksesan GARO dapat menyadarkan para pembuat Tokusatsu untuk kembali ke jalan yg benar, sebelum penonton mulai ilfil dan beralih ke Reality-Show Korea

    wkwkwkkk, di jepangkan emank lagi gencar2'a anti sama korea :D

    ReplyDelete
  2. klo meurutku kepala fourze itu mirip belalang yang tiap maghrib bunyi namanya gareng atau apa gitu lupa... dan sesuai dg bentuk rocket. Awalnya aneh juga lihatnya. Soal senjata emang nih fourze kebanyakan senjata/swicth. Mungkin ini pengaruh dr peeusahaan penjual merchandisenya kali ya. Kebiasaan tokusatsu kalau jagoan kalah terus disemangati oleh orang2 mendadak jd kuat lg dan terus menang.

    ReplyDelete
  3. jepang sekarang sudah keranjingan reality korea #lol

    ReplyDelete
  4. iya sih jelek banget kostumnya.. dari situ udah keliatan targetnya tuh emang anak2, khususnya anak2 sd at tk

    ReplyDelete
  5. kalau lihat screen shootnya kamen rider tahun 90-an, saya jadi ingat dengan masa kecil saya. hehe

    baja hitam itu salah satu film kegemaran saya sewaktu kecil. :)

    ReplyDelete
  6. kak keven suka bgt sih yang begini2 haha ... saya malah ga ngerti ..

    kak keven, nama akun facebooknya apa kak ?
    minta dong kak ...

    ReplyDelete
  7. garo emg armornya aja sudah cadas n gahar gt..
    gak mungkin ceritanya kekanakan..

    Oiya itu fourze emg banyak dpt kritikan hahaha
    emg bentuknya kayak tatat hahahaha

    ReplyDelete
  8. Film-film kayak ginia udah jarang liat nih....
    Dulu jaman masih kecil, dibela-belain gak masuk sekolah sore hanya utk liat film ginian. hehehe

    ReplyDelete
  9. iya, sih, yang begini2 kan anak2 pasti suka. kalau ceritanya berat pada gak ngerti, jadi terpaksa harus disedehanakan. memang suka BT kalau target audience gak jelas, ya :p
    tapi ini dapet 10/10. bagus banget dong berarti :D

    ReplyDelete
  10. waw ngasi ratingnya gak tanggung-tanggung ya.. :D

    Ya, dari sekian tokusatsu yang ada, saya tetep paling suka Baja Hitam, selain kostumnya, motornya itu lo, keren banget. Jadi ganteng gw kayanya kalo pake motor itu ke kampus. haha

    ReplyDelete
  11. kalomenurut gue Kamen Rider Fourze itu mirip pocong. haha
    suka tokusatsu juga ya?

    ReplyDelete
  12. btw.
    makai = dunia setan/dunia bawah kan?

    ttp aja Kamen Rider Black/Kamen Rider Black RX is the best series of all Kamen Rider.

    Secara RX satu2nya yang punya mobil pribadi :P

    ReplyDelete
  13. yg bikin kostumnya itu hebat..imajinasinya keren

    ReplyDelete
  14. iya ya, makin kemari penampakan pilm2 ini makin jelek.. apa karena udah kehabisan ide yak? kostum, senjata, ama jalan cerita terutama

    ReplyDelete
  15. Emang tuh Tokusatsu menginspirasi anak-anak bgt dulu.. Seandainya aja gak pernah tua pasti anak2 sekarang jg lebih suka karya tokusatsu dibanding spongebob.. :)

    ReplyDelete
  16. "Jaman sekarang, Tokusatsu seolah2 "dinodai" oleh pergeseran target audience menjadi lebih terfokus ke anak2."

    "Tokusatsu jaman sekarang punya formula dalam bertarung :
    Jagoan muncul menghadang monster -> jagoan kalah -> jagoan mengeluarkan senjata rahasia -> jagoan menang."


    hmm dari awal muncul juga tokusatsu itu target audiencenya anak2 kep. baru (kalo ga salah) jaman ZO dan Black (peralihan ke Heisei) unsur drama dan psikologis lebih diangkat daripada action. bahkan pas Hibiki (yang sebagian orang nolak definisnya sebagai Kamen Rider) dramanya lebih menonjol daripada actionnya. gw liat sih sekarang kecenderungannya tokusatsu kembali ke formula anak2. yah bagaimanapun industri butuh duit dan duit, di mana jualan merchandise itu sangat menguntungkan dan bisa menghidupi banyak orang.

    "GADGET. Kayaknya Tokusatsu jaman sekarang terlalu bernafsu ingin merchandisenya laku terjual di mana mereka memasukkan TERLALU BANYAK gadget ke dalam film, bahkan kadang2 gadget tersebut hanya digunakan sekilas atau tidak digunakan sama sekali. Mending kalo gadgetnya tuh keren, lah ini bentuknya SAMPAH BANGET! Pedang tapi bentuknya terlalu kayak maenan dengan warna2 colourful. Please deh, bikin ilfil banget!!!"

    yang ini gw setuju banget. mentang2 buat merchandise seenaknya bikin gadget. tp ya gitu sih, da targetnya juga buat anak2 lagi. di sisi lain, koreografi berantemnya jadi makin kacrut. karena hampir semua finishing move tokusatsu jaman sekarang dieksekusi pake SFX. bandingkan dengan tokusatsu jaman dulu yang serba terbatas, mau ga mau suit actornya harus jago berantem sungguhan. itu yang gw salut.

    buat GARO, gw udah nonton season 1nya dan SUPER PUAS (movienya baru yang pertama sih, not bad lah). review lo di atas hampir semuanya gw setuju lah! jd ga sabar nonton season 2nya. mudah2an makin banyak tokusatsu yang lebih 'seinen' daripada 'shonen' hahaha

    P.S. kalo tertarik sama concept art GARO dan gaya visualnya, coba googling Yasushi Nirasawa sama Keita Amemiya

    ReplyDelete
  17. nyari series-nya dimana?

    ReplyDelete
  18. jadi kayak onimusha or tenchu yah, nuansa darkness... hehehe

    ReplyDelete
  19. ini ngehina apa gimana? :v fourze kan palanya roket :v tapi menurut gua mirip pocong :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Persepsi tiap orang kan beda2. Terserah mereka donk, mau bilang mirip kacang, mau bilang mirip timun, apapun. Fourze ceritanya bagus kok, gua nonton sampe abis, tapi ya kostum sama gadgetnya aja sucks kalo menurut gua...sama adegan di mana Gentaro yg "mati" bisa "hidup lagi" dengan mudah.

      Delete
  20. Jujur gan, ane memang udah agak ilfil dengan kamen rider saat ini, alasan nya yah seperti pembahasan diatas, kostum yang mulai terkesan aneh dan cara berubah nya terlihat agak lebai. But di sisi lain ada 1 yang masih dipertahankan menurut ane musik nya tetap enjoy dan desain kamen rider yang ane suka tetap kuuga,555,kabuto,dan W. Kalau yang lain nya ane kurang suka.

    Baru tau ada film GARO , seperti nya menarik sekali dari pembahasan diatas, dan pic karakter nya kayak nya memang dilatih beneran. :)

    By the way ini pendapat ane ya. Just opini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua suka Kamen Rider dan gua masih setia ngikutin sejak jaman Ichigo sampai terakhir tuh Wizard. Tapi ya, memang menurut gua Kamen Rider sekarang udah beda "soul" nya sama Kamen Rider jaman dulu.

      Delete
  21. Hmm..ane setuju sma artikel ente gan..
    Klo di lihat2 Serial Kamen Rider sma Super Sentai makin kesini makin aneh baik dr segi story, action, gadget, sma kostumnya..
    Dr segi cerita kesannya maksain kya sinetron (Jagoan pasti selalu menang), Trus gadget2 yg makin aneh ngga jelas..
    Sependapat ane, itu Fourze emang Kamen Rider yg paling aneh mnurut ane, dr tampilan pemerannya aja aneh..wkwkwk

    Ya moga kedepannya bisa kembali ke tema awal Tokusatsu..
    :)

    Hmm..kyaknya Garo ini memang lebih detail ya, kliatan dr segi kostum sma gadgetnya, walaupun belum pernah liat movie/serial nya..hehe

    ReplyDelete
  22. ini sih cuma opini ente aja gan, wajarlah kalo serial tokusatsu seperti Kamen Rider & Super Sentai sekarang kekanak-kanakan, toh emang target pasar mereka anak kecil.

    kalo ente ga suka ya ga usah di tonton gitu aja simple kan? ga usah ngebanding-bandingin apalagi ada statement yg mengarah menjelekkan tokusatsu lain seakan GARO yg paling sempurna, setiap orang punya selera masing2, ente sebaiknya belajar menghargai karya orang lain dulu sebelum menghina karya mereka, kalo ente ga mau disebut sbg newfag.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lu juga sebaiknya belajar menghargai pendapat orang dulu sebelum protes. Yg gua tulis di sini kan opini dari pengalaman gua ngikutin Kamen Rider dari jaman Ichigo sampai sekarang. Walaupun gua fans setia Kamen Rider, lantas bukan berarti gua buta. Fair-fairan aja. Kalo bagus ya gua bilang bagus, kalo jelek ya gua bilang jelek.

      Dan sekedar informasi buat lu, dari dulu sampe sekarang tuh Kamen Rider target pasarnya emang untuk anak kecil, tapi cara pendekatannya beda dan gua lebih suka Kamen Rider jaman Kuuga, Agito, dll daripada Kamen Rider jaman sekarang. Ceritanya tetep bagus, tapi gadget2nya bikin sakit mata.

      Gua bilang GARO bagus, bukan berarti paling sempurna. Laen kali baca dulu baek2 ya sebelum protes =)

      Delete
  23. ane gak setuju gan soalnya walaupun efec ato kostumnya di situ ente gak suka tpi di cerita itu ada makna tersendiri untuk di setiap kamen ridernya,
    hanay orang yang gak pernah nonton semua seria kamen rider yang bilang kamen rider itu untu anak2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua nonton dari Ichigo sampe Wizard, dan oke, soal cerita sejak jaman Double sampai Wizard sini ada perbaikan dibandingkan jaman Kiva dan Decade. Tapi sekali lagi, yg gua tekankan di sini, GUA GA BILANG CERITA KAMEN RIDER JELEK. Gua bilang, Kamen Rider jaman sekarang bentuknya konyol dan gadget2nya bikin ilfil karena terlalu menitikberatkan kepada penjualan merchandise.

      Laen kali baca dulu artikelnya baik2 sebelum protes ya =)

      Delete
  24. mau coba comment ah

    1. Agito itu airing dari January 28, 2001 sampe January 27, 2002. BUKAN awal 2000an.
    sauce: http://en.wikipedia.org/wiki/Kamen_Rider_Agito

    2. Kabuto (sesuai post bagian "your personal favorite") itu airing dari January 29, 2006, dan episode terakhirnya itu airing January 21, 2007. BUKAN pertengahan 2000an
    sauce: http://en.wikipedia.org/wiki/Kamen_Rider_Kabuto

    lagipula KR Series itu airing per-tahun

    gw paham kalo elu bener2 kecewa sama KR yang sekarang2 ini karena lebih cenderung jualan merchandise

    tapi kalo mau kritik yaaaa riset dulu dong bahannya

    3. elu bilang kalo KR Agito project terakhir Ishinomori-sensei yang bebas dari gadget absurd, but yet you fancy Dark Kabuto, which using absurd gadgets such as the zecters (not as much as Fourze, though)

    intinya sih yang gw tekankan, kalo mau kritik sesuatu harus cari info seakurat mungkin

    CMIIW

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agito ya masuk awal 2000an, setau saya dan orang2 yang suka bilang gini, rata2 sebutan untuk tahun yang angka belakangnya dibawah 4-7 disebut awal (2000,2001,2002,2003 masuk awal 2000an) trus Kabuto ya bener disebut pertengahan 2000an karena muncul di medio 2004-2006...Ga ada yang salah kok, wong pemahaman scr umum di masyarakat jg gitu...Contohnya generasi 90an, ya itu buat mereka yg besar di rentang waktu 90-99, bukan taun 1990 doang. CMIIW

      Delete
    2. Thank you buat Om Anonymous 2 yg udah berbaik hati kasih pelajaran bahasa Indonesia untuk Om Anonymous 1 =)

      Delete
  25. yah.........
    for fun aja....
    target untuk kamen rider dan super sentai kan untuk anak kecil.
    anak-anak biasanya lebih mentingin perangnya dari pada cerita.
    ane gak menghina garo,tapi gw jadi kurang suka ngikutin garo karena adegan porn-nya.
    sebenernya ada kamen rider khusus untuk dewasa misalnya shin,the first, the next, amazon (gw sebutin karena adegan petarunganya yg sadis)
    ini cuma pendapat ane aja,bukan mo menyalahkan pendapat ente.Jadi intinya tonton aja klo memang suka dan harus pake imajinasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks komentarnya. Dari dulu sampai sekarang, Kamen Rider itu targetnya untuk anak2, tapi pendekatan yg mereka gunakan tuh berbeda dan gua lebih suka dengan Kamen Rider jaman dulu yg terlihat "serius" dan ga terlalu banyak gadget yg norak.

      Delete
  26. Jujur aja ini terlalu subjektif, fourze kan mmg untuk kalangan anak2 dan para fansnya.. bgtu pula dengan tokusatsu lainnya yg katanya "punya banyak gadget aneh" dan absurb. So, please.. dont judge from their appearance or their story.. beside i dont like it too

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tolong baca artikelnya baik2 sebelum lu protes. Kamen Rider dari dulu sampe sekarang juga targetnya untuk anak2, tapi Kamen Rider jaman dulu bentuknya jauh lebih serius dan ga penuh gadget2 norak kayak sekarang. Apakah kata2 gua itu salah? =)

      Oya, gua fans berat Kamen Rider yg udah ngikutin dari jaman Ichigo sampai sekarang, makanya gua berani nulis kayak gini, bukannya tanpa alasan

      Delete
    2. ya setidaknya jgn pakai kata sampah banget,jelek,norak dsbnya krn terkesan menjelekan suatu karya,jadi wajar byk yg tersinggung.
      memang kamen rider jaman sekarang kebanyakan pake gadget tapi dr segi cerita sudah lumayan bagus tergantung cara kita memahaminya saja
      jadi intinya jgn langsung membandingkan yg 1 dgn yg lain,org2 yg marah di atas mungkin karena mereka sudah menemukan sebuah film yg tepat utk mereka tonton dibandingkan s*netr*n tapi justru diejek oleh orang lain yg merupakan fan tokusatsu juga,tapi bukan berarti gw bilang kalau anda mengejek lo,just my opinion cuma itu sih

      Delete
    3. Gua bisa ngomong kayak gitu karena gua udah nonton Kamen Rider dan Garo. Lu udah nonton Garo belom? Cobain nonton deh, siapa tau seudah nonton tiba2 lu jadi mengerti kenapa gua nulis artikel kayak gini =)

      Delete
  27. Please, supaya para fans KR atau Super Sentai tdk marah, buat "penulis"kalimatnya mohon dibenahi. Soalnya pendapat orang berbeda-beda ada yg berpendapat gini dan ada yg itu. Jadi jgn terlalu membanding-bandingkan sesuatu kalau mau nulis ini ya nulis ini aja ,enggak usah kesana-sana, apalagi enggak usah membeda-bedakan KR jaman sekarang dan jaman dulu. Pendapat agan emang bisa diambil, tapi mohon tidak menggunakan kata2 yg membuat emosi fans KR sekarang, soalnya ane udah liat ke banyak forum dan ane survey,KR sekarang ternyata segi gadget, kostum, dan action bukannya norak, tapi biar enggak ketinggalan jaman! Terus kalau bagian cerita itukan menurut agan, kalau menurut anak kecil, ternyata itu masih agak memberatkan, so ane juga berpendapat bahwa pemahaman orang berbeda-beda, enggak mungkin semua org sependapat dgn agan. Sekian dr agan klo agan mau complain ke saya silahkan saya hanya ngasih saran dan masukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg gua tulis itu adalah pendapat jujur menggunakan konotasi paling lugas yg gua bisa setelah gua nonton Kamen Rider dan juga Garo. Buat fans fanatik Kamen Rider dan Super Sentai, ya sori aja kalo menyinggung, tapi ini pendapat jujur gua dan memegang teguh apa yg udah gua katakan. Gua juga seorang fans Kamen Rider, tapi kalo bagus ya gua bilang bagus, kalo jelek ya gua bilang jelek. Kalo kalian ga percaya, cobain aja nonton Garo, dan seudah itu bandingin sendiri =)

      Btw, gua masih tetep ngikutin Kamen Rider kok sampe hari ini. Excited nunggu penggantinya Wizard, konsepnya menarik.

      Delete
  28. Kalo ane lihat ente terlalu terpaku sama kostum bro.
    Sorry nih kostum si Fourze emang agak sedikit beda,tapi menurut ane ini . Justru sesuai sama temanya, memperingati 50 tahun penjelajahan angkasa oleh jepang dan emang sengaja dibuat childish karena ini sekalian untuk menarik minat anak2 buat kenal dan tertarik sama dunia angkasa bro. Coba ente pikir kali tuh fourze kostume kaya kuga atau agito, kira2 penontonnya lebih banyak mana, dewasa pa anak2?
    Trus tujuan awal dari fourze sebagai media pengenalan angkasa jadi kaga jalan bro. ini yang namanya pengorbanan bro, pihak pembuat kamen rider sedikit "berkorban" dalam bentuk desain buat tujuan ini, supaya banyak bocah jepang tertarik sama angkasa dan di masa2 mendatang mereka bisa lihat atau nemu ahli2 angkasa yang terinspirasi dari fourze.
    Jadi jangan dibandingin sama garo lah, tujuan dan target marketnya juga udah beda.

    ReplyDelete
  29. garo emang paling best dahhhh!!!
    keren semua! ampe sekarang yg seri2 barunya jg tetep keren!

    ReplyDelete
  30. Garo emang keren gan ane udah liat tapi seasin berapa ane lupa gan
    Oh ya gan ane minta link downloadnya ya gan
    Kirimin ke email ane gan rsuganda36@gmail.com

    ReplyDelete
  31. Pro dan kontra antara sesama penggemar tokusatsu indonesia, apakah ini masih berlanjut?

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe