Catatan Sebuah Perjalanan

08:07:00




Dari kecil gua seneng banget kalo diajak jalan2, keliling kota, naek gunung, sampe kemping di alam. Karena itulah gua aktif di organisasi kepramukaan, kadang pergi alam merupakan obat stress terbaik di sela kesibukan rutinitas sehari2.
Setelah gua masuk kuliah, orang tua lebih memberikan gua kebebasan untuk travelling, karena itu setiap liburan gua dan temen2 selalu merencanakan suatu perjalanan...entah ke Garut, Pangandaran, Pulau Tidung, ataupun ke Singapura (meskipun yg terakhir sampe hari ini belum terlaksana).

Dari semua tempat di atas, yg paling sering gua datengin adalah Pangandaran, sebuah pantai yg terletak di pesisir selatan Jawa Barat, kira2 5 jam perjalanan dari Bandung. Sepanjang gua kuliah, gua udah 3x lah pergi ke sana. Wah, apa ga bosen tuh? Ngga, soalnya tiap kali gua selalu pergi dengan orang2 yg berbeda, dalam situasi yg berbeda, dan dengan kendaraan yg berbeda.



Pertama kali gua pergi ke sana tuh bareng temen2 gua dari UNAB, mantan kampus gua, dan waktu itu gua lagi jatuh cinta sama seorang temen gua yg juga ikutan pergi bareng ma gua. Jadilah target utama gua di Pangandaran waktu itu adalah nembak, hahaha. Kapan2 gua ceritain detailnya.

Kedua kali gua pergi ke sana, gua pergi bareng temen2 baek gua dari SMA. Bisa dibilang, trip kali ini adalah yg paling seru, karena dalam hal kegokilan, tetep ga akan ada yg ngalahin temen2 SMA yg udah gua kenal selama lebih dari 10 tahun itu.

Ketiga kali pergi, gua pergi bareng temen2 baek gua di kampus. Karena sebagian besar anak DKV di kampus gua hobi motret, jadilah trip kali ini tuh penuh dengan acara hunting foto ke mana2. Dan juga gua baru tau bahwa ternyata ada 2 orang temen baek gua yg ga tau caranya makan kepiting, hehehe.

Kendaraan favorit gua tentu adalah mobil pribadi di mana kita mendapatkan banyak keleluasaan. Tapi gua juga pernah nyobain pergi ke Pangandaran naik bus umum dan juga naek mobil travel. Naek mobil travel jelas lebih enak daripada bus umum, di mana jalannya lebih cepet dan privacy tetep lebih terasa. Tapi naek bus umum, mungkin adalah suatu pengalaman yg paling berkesan buat gua.

Pertama, naek bus umum tuh kita untung2an...kadang dapet yg AC, kadang dapet yg non-AC (dan harga hanya beda 3000 perak). Nah sial banget kalo dapet yg non-AC di mana sepanjang perjalanan akan banyak orang2 yg ngerokok dengan biadapnya. Bayangkan, sebuah bus dengan jendela kecil, dipenuhi asap rokok. Waktu perjalanan juga bertambah dari seharusnya 5 jam, menjadi 7-8 jam. Nah temen2 bisa bayangkan rasanya selama 8 jam menghirup udara penuh asap rokok milik orang2 egois yg tidak punya hati?


Yg ga kalah menyebalkan adalah pengamen, pedagang asongan, penyair jalanan (yeah right) dan tukang minta sumbangan. Saat kita lagi enak2 tidur, mereka bisa tiba2 aja meletakkan barang dagangannya (mainan, perhiasan, sampe donut yg udah lembek) di pangkuan kita. Apabila hal itu terjadi, sebaiknya kita diam saja jangan sentuh barangnya sama sekali. Gua pernah liat ibu2 di sebelah gua secara iseng megang donut lembek yg dikasih tersebut dan donutnya hancur donk, saking lembeknya. Akhirnya si Ibu terpaksa membayar 5000 rupiah kepada sang pedagang asongan. Taktik yg sungguh licik!


Pengamen dan tukang minta sumbangan juga ga kalah menyebalkan. Mereka akan jerit2 di dalam bus, nyanyi ato meminta sumbangan, dan kalo ada penumpang yg pura2 tidur, karena tidak mau memberi mereka uang, mereka akan bilang gini, "Semoga yg pura2 tidur celaka, ga usah bangun lagi!!!"  Edan, itu minta apa ngancem sih? Kurang ajar banget.


Tapi ya intinya, sebuah perjalanan, bukan mengenai ke mana kita pergi, tapi bagaimana dan dengan siapa kita pergi. A journey is not about where you go, but with whom you go. It's not about the destination but the journey itself that matters. It is measured in friends rather than miles.

Baru2 ini, Gaphe, seorang sahabat blogger, sedang rajin2nya menulis mengenai perjalanannya ke tiga negara bagian di Malaysia. Bahkan dia juga ngadain giveaway berkaitan dengan perjalanannya itu.  Rencananya, kisah2 perjalanannya itu akan dibukukan menjadi sebuah e-book gratis yg bisa didownload oleh siapa saja. Nah, setelah membaca kisah2 perjalanan Gaphe di Malaysia, gua mau nulis satu paragraf yg isinya testimonial dan kesan2 gua :

"A journey is not about where you go,  but with whom you go. Dan itulah yg gua rasakan setelah membaca catatan perjalanan Gaphe di blognya, seolah2 gua ada di sana dan pergi travelling bersama dia. Sejujurnya, mungkin kita bisa pergi ke Malaysia kapan aja, selama ada waktu dan biaya, tapi pergi bersama Gaphe kali ini adalah suatu pengalaman yg tidak ternilai. Cara Gaphe mendeskripsikan perjalanannya sangatlah unik, di mana ia bisa membuat hal kecil menjadi tampak menarik, dan permasalahan yg dihadapi menjadi sesuatu yg menggelitik. Detail, tetapi tidak membosankan...kritis, dan penuh antusiasme. I've had a good time travelling with you, Gaphe! ^^"

Postingan disertakan dalam rangka Giveaway : Warisan Oleh-Oleh nya Gaphe Bercerita, dan juga sebagai suatu bentuk apresiasi terhadap seluruh catatan perjalanannya =)

You Might Also Like

16 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. thank you Kev, semoga bisa traveling beneran sama kamu yah suatu hari nanti :)

    sudah tercatat sebagai peserta.
    terima kasih atas partisipasinya.

    btw, saya juga udah dua kali ke pangandaran. Bahkan dasboard saya itu foto yang lagi nangkring di pohon di atas itu lokasinya di pangandaran loh!

    ReplyDelete
  2. Oya??? Wah, Pangandaran terkenal sampe tempat lu juga ya ternyata??? ;p

    ReplyDelete
  3. wow, ikutan GA nya gaphe jg yah.
    semoga sukses bro :)

    ReplyDelete
  4. kalau dipangandaran aku terkesan sama green canyonnya aja :) good luckya buat kontesnya Gaphe

    ReplyDelete
  5. kalo dari bandung 2,5 jam, kira kira dari cirebon berapa jam yaaaaaa?

    ReplyDelete
  6. pangandaran sebenarnya keren
    sayang pengelolaan pedagangnya katrok
    eh tapi gak tau ding sekarang
    lama gak pernah kesana..

    ReplyDelete
  7. Haha.. naik bis itu adalah angkutan yang berseni bang, semua ada disana, dari sempit-sempitan sambil berdiri, pengamen dan asongan, asap rokok sampe pencopet ada disana. Gue dari awal ke bandung gak pernah ke pangandaran, huaaaa...

    ReplyDelete
  8. Pangandaran keliatannya seru, y..
    Jadi pengen ke sana suatu saat #ngarep...

    Moga menang giveaway.nya, Mas Claude ^^

    ReplyDelete
  9. pengamen kayak itu emang rese... gw udah pernah ketemu. >.<

    ReplyDelete
  10. sukses GA-nya dear, saya juga selalu percaya tentang hal terpenting dalam sebuah perjalanan bukan ke mana tujuan kita tapi bersama kita selama dalam perjalanan tersebut.*eaaa*

    ReplyDelete
  11. Sukses GAnya ya mas...
    Ke Tidung aku belum pernah @_@

    ReplyDelete
  12. libur natal ntar, gw berencana ke Pangandaran deh. tapi belom tau jadi apa ngga. gw 4 taun di bandung, hampir semua jawa barat gw kelilingi tp nggak pernah ke pangandaran.. dulu jg kalo ada pengamen gw pura2 tidur. tp ga pernah di sumpahin kayak elo. hahaha. ngakak gw tadi bacanya

    ReplyDelete
  13. wah taktik licik itu donat hancur jadi kepaksa bayar. ck ck ck...dasar manusia...ada aja akalnya

    ReplyDelete
  14. Saya juga punya keinginan buat travelling sendirian pake mobil (kalo saya tahu nyetir aja sih) suatu saat. Ke luar kota, setidaknya di daerah terdekat lah.. hehe

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe