FRIENDZONE

23:03:00


Greg selalu menjadi yg pertama di pikiran Alya setiap kali terjadi sesuatu.
Saat ia sedih, Greg lah yg ia curhatin selama berjam2, karena Alya tahu bahwa Greg pasti akan mendengarkan dan memberinya saran yg baik.
Saat ia sakit, Greg lah yg pertama ia beritahu, karena Alya tahu Greg pasti segera muncul di depan pintunya sambil membawa obat atau makanan.
Tetapi ketika suatu saat Greg menyatakan cinta padanya, Alya menolaknya mentah2...karena Greg TERLALU BAIK untuk dijadikan pacar.

Greg telah TERJEBAK di dalam Friendzone.
Klik untuk memperbesar

Apakah Friendzone itu?
Friendzone adalah sebuah istilah yg akhir2 menjadi populer di dunia maya. Friendzone adalah istilah yg digunakan untuk menyebut kecenderungan kaum hawa untuk menjadikan seorang cowo yg baik dan dapat mereka diandalkan hanya sebagai teman (sementara itu mereka lebih milih jadian sama cowo yg sering bikin mereka nangis, atau mengeluh berjam2 di telepon mengenai betapa di sekelilingnya tidak ada kandidat cowo yg menarik untuk dijadikan pacar)

Kenapa masuk friendzone menyebalkan bagi para cowo?
Mungkin para cewe ga ngerti, tapi saat mereka memasukkan seorang cowo ke dalam friendzone, cewe itu secara tidak langsung menghilangkan potensi si cowo untuk jadi pacar mereka, atau secara tidak langsung mereka mengatakan bahwa cowo itu tidak cukup oke untuk dipertimbangkan menjadi kandidat pacar mereka. Kata2 favorit mereka untuk sang cowo yg kena friendzone : "Gua pengen deh punya cowo yg baek dan bisa diandalkan kayak lu" (tapi bukan lu). Nah, siapa sih cowo yg ga sebel kalo dijudge seperti itu?


"Tapi temen kan lebih berharga daripada pacar"
Itu alasan yg paling sering gua denger dari cewe yg memasukkan seorang cowo ke dalam friendzone.
Nih ya, gua kasih tau...percaya ga percaya, cowo dan cewe TIDAK BISA HANYA MENJADI TEMAN. Maksud gua, suatu hari, di saat salah satu telah berpasangan atau berkeluarga, persahabatan itu pasti akan merenggang. Ga percaya? Buktiin aja, gua udah ngalamin sendiri bagaimana persahabatan gua dengan beberapa orang sahabat menjadi renggang setelah mereka mempunyai pasangan, apalagi berkeluarga.

Terimalah kenyataan bahwa satu2nya cara untuk tetap bisa bersama dengan seorang lawan jenis yg special di hati kita tuh hanyalah dengan menikahinya...
Karena bagaimana pun seseorang berkata bahwa ia menghargai sahabatnya, tetep aja dalam kebanyakan hal, kita akan mengutamakan pasangan kita. Apalagi setelah kita masuk dunia kerja di mana intensitas waktu yg bisa kita lalui bersama sahabat kita semakin berkurang karena kesibukan dan prioritas masing2, satu2nya orang yg bisa secara konstan berada di sisi kita hanyalah sang pasangan.



Gua ngerti bahwa kebanyakan cewe sering takut untuk jadian dengan sahabat cowo mereka karena mereka berpikir kalo suatu saat nanti hubungan mereka ada masalah, ke mana mereka harus mencari tempat bersandar? Itu alasan yg bisa diterima dengan satu syarat : sang sahabat cowo JOMBLO seumur hidup. Kalo suatu hari sang sahabat cowo dapet pacar, dia bakal sibuk sama pacarnya dan si cewe cuma akan jadi prioritas nomor sekian di dalam hidupnya. Dan waktu hal itu terjadi, semua sudah terlambat, si cewe cuma bisa ngelus dada sambil menyesali segala yg telah terjadi.
"Kenapa ya dulu gua ga jadian aja ma dia ya? Gua belom pernah nemu cowo sebaek dia, dan sekarang dia jadi punya cewe laen..."

He could've been the best you've ever had, girls...but oh, it's TOO LATE NOW


Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan tentunya mempunyai resiko tersendiri. Cewe sering berpikir bahwa ia bisa menghindari resiko rusaknya sebuah persahabatan dengan masukin seorang cowo ke dalam friendzone. Tapi ketahuilah, si cewe justru mengambil resiko yg lebih besar dengan cara itu.

Kalo si cewe milih untuk jadian dengan si cowo, satu2nya resiko yg ia ambil ialah kemungkinan bahwa hubungannya dengan si cowo akan rusak apabila hubungan itu tidak berhasil. Tapi saat ia memilih untuk masukin tu cowo ke friendzone, cepat atau lambat (dengan syarat tu cowo punya otak dan masih waras ya), si cowo akan menjauh karena ngerasa cuma DIMANFAATIN, move on, dan kemudian ia akan menemukan seorang cewe yg lebih bisa menghargai dia. Kemungkinan si cewe kehilangan sahabat baik cowonya justru adalah 100%.

Kalo kalian pengen punya temen baek cowo ya konsekuensinya adalah ada kemungkinan si cowo itu akan jadi suka pada kalian, cepat atau lambat. Dan pada saat itu tiba tolong bersikaplah fair, hargai perasaannya, jangan masukin dia ke dalam friendzone, jangan bikin dia ngerasa DIMANFAATIN.


Apakah cowo ga bisa nge-friendzone cewe? 
Bisa, tapi jarang terjadi. Karena kebanyakan cowo hanya akan deket sama cewe yg menarik buat mereka, dan ngejauhin cewe yg tidak menarik buat mereka. Minimal mereka akan nolak untuk diajak jalan berdua oleh cewe yg mereka anggap tidak menarik. Kecuali cowonya brengsek, atau udah desperate banget sampe siapapun jadi. Well, let's leave it at that karena dalam post ini konteksnya mau ngebahas friendzone yg bisa dilakukan oleh para cewe terhadap cowo.

Gua juga ga bermaksud memojokkan para cewe dengan post ini ya. Gua ngerti alasan kalian dan justru karena itulah gua nulis post ini dengan maksud untuk berbagi sudut pandang seorang cowo mengenai masalah ini, supaya pikiran kalian juga bisa lebih terbuka dan bijaksana apabila suatu saat kalian dihadapkan ke dalam pilihan : jadian atau friendzone.

Di dunia yg semakin gila ini, apalagi di Indonesia yg kemerosotan moralnya sudah bukan suatu rahasia lagi, yg namanya cowo baek tuh langka. Ga percaya? Baca koran deh, pasti setiap hari ada kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual. Sekedar info buat kalian para cewe, beli obat bius/obat perangsang tuh gampang, tinggal cari di forum2 dan harganya di bawah 50.000. Jadi ya kalo suatu saat kalian nemuin seorang cowo yg naek dan tampangnya ga jelek2 amat, cobalah hargai dia.

Apalagi kalo kalian nemuin seorang cowo yg bisa ngertiin kalian luar dalem, dan rela melakukan apapun hanya demi bikin kalian senyum, itu JAUH LEBIH LANGKA lagi. Mungkin kalian cuma bakal nemuin sekali seumur hidup tuh cowo kayak gitu.

Ini dia sebabnya kenapa gua bilang di dunia ini tuh cowo baek2 tuh langka, hehehe
Yah gua ga mengingkari fakta bahwa cowo yg nakal dan ugal2an tuh jauh lebih menarik daripada cowo yg baek dan penurut, tapi inget, kalian pacaran tuh buat apa? Buat nikah kah? Kalian mau punya suami anak gaul yg kerjaannya tiap hari cuma nongkrong sambil ngerokok? Ngga kan? Lebih baik punya cowo yg setia, pendengar yg baik, punya cita2 yg jelas, dan rela banting tulang demi membahagiakan kalian. Setuju ga?

Satu hal yg gua ketahui tentang cinta : Cinta tidak bisa menunggu. Jangan kalian tolak cowo baek yg nembak kalian hanya karena kalian belom siap untuk serius. Kalo ga sekarang, mau kapan seriusnya? Jangan mikir "Ah gua mah sekarang cuma buat maen2, seriusnya nanti aja" karena yg namanya hidup tuh tidak bisa diprediksi. Bagaimana kalo saat kalian asik maen2, cowo2 baek sahabat kalian udah keburu diambil cewe laen? Ato separah2nya, di tengah asik bermain2 kalian "kebablasan" dan hamil. Saat itu udah terlambat untuk menyesali.

Bukan mau nyalahin para cewe lho ya, tapi di sini gua mau membandingkan 2 buah persepsi.
Di satu sisi, memang yg namanya perasaan tuh tidak bisa diingkari, memang faktanya kebanyakan cewe nganggep cowo yg bersedia lakuin apa aja demi cinta tuh kurang menarik.
Tapi di sisi lain, saat akal sehat berperan, sebenernya cowo yg rela ngelakuin apa aja demi cinta itulah yg diidam2kan oleh para cewe kan?
Ada kontradiksi di sini, antara perasaan dan akal sehat.

Melalui post ini gua mau kasih pandangan ke para cewe, begini lho yg kita, para cowo, rasakan, kalo dimasukkin ke friendzone. Selain itu gua juga mau kasih pandangan ke para cowo, gini lho alesannya kalian dimasukkin ke friendzone. Siapa bilang yg namanya sahabat tuh ga bisa dijadiin pacar? Justru seorang sahabat adalah seorang kandidat pacar yg baik dan juga kandidat terbaik untuk jadi pasangan hidup di kemudian hari. Gua harap baik cowo, maupun cewe, bisa lebih bijaksana setelah membaca post ini.



Ada sebuah renungan yg menarik untuk dibaca mengenai hal ini :

Suatu ketika seorang murid bertanya kepada gurunya, Plato :
"Guru, apa itu cinta? Apa itu pernikahan? Dan bagaimana caranya mengetahui bahwa seseorang itu tepat bagi kita atau tidak?"

Plato menjawab :
"Masuklah kedalam hutan, pilih dan ambillah satu ranting yang menurutmu paling baik, tetapi engkau haruslah berjalan kedepan dan jangan kembali kebelakang. Pada saat kau sudah memutuskan pilihanmu, keluarlah dari hutan dengan ranting tersebut."

Maka masuklah sang murid ke dalam hutan, dan setelah beberapa waktu, ia keluar tanpa membawa sebuah ranting pun. Plato bertanya kepada sang murid, mengapa ia tidak membawa apa2, dan sang murid pun menjawab :
"Saya sebenarnya sudah menemukan ranting yang bagus. tapi saya berpikir barangkali didepan saya ada ranting yang lebih baik. Tetapi setelah saya berjalan kedepan ternyata saya menyadari bahwa ranting yang sudah saya tinggalkan tadilah yang terbaik. Maka saya pun keluar dari hutan tanpa membawa apa-apa."

Plato tersenyum, dan berkata : "Itulah cinta"

Kemudian Plato menyuruh sang murid untuk kembali ke dalam hutan, ia berkata
"Sama seperti ranting tadi, namun kali ini kau harus membawa satu pohon yang kau anggap paling baik dan bawalah keluar hutan."

Maka masuklah sang murid kedalam hutan dan setelah beberapa saat, ia keluar membawa satu pohon yang tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu indah. Saat Plato bertanya, sang murid pun menjawab :
"Saya bertemu pohon yang indah daunnya, besar batangnya...tetapi saya tidak bisa memotongnya dan pastilah saya tidak bisa membawanya keluar dari hutan, akhirnya saya pun meninggalkannya. Kemudian saya menemui pohon yang tidak terlalu buruk, tidak terlalu tinggi dan saya pikir saya bisa membawanya karena mungkin saya tidak akan menemui pohon seperti ini lagi didepan sana. Akhirnya saya pilih pohon ini karena saya yakin mampu merawatnya dan menjadikannya indah."

Plato tersenyum, dan berkata : "Itulah pernikahan"

Moral dari cerita : 
Begitu banyak pilihan di hidup kita seperti pohon-pohon beserta rantingnya didalam hutan, tapi kita harus menentukan satu pilihan dan bila terlalu pemilih...pada akhirnya kita malah tidak akan mendapatkan apa2, karena kesempatan itu hanya sekali dan kita harus terus maju seperti waktu yang terus beredar kedepan yang tidak pernah dapat diulang kembali.

Artikel serupa : Menantikan Cinta Di Terminal Bus (klik di sini)
Buat cewe2 yg setelah baca jadi bingung mengenai cara menentukan seorang cowo tuh beneran baek ato cuma ada maunya, baca ini : Measure of A Man

Di hari2 yg akan datang gua akan nulis artikel2 lain yg berhubungan dengan post yg satu ini, misalnya : "Apa sih yg membuat seorang cowo tidak menarik di mata cewe?" dan juga "Cara keluar dari Friendzone"


Tongkrongin terus Emotional Flutter ya! Hehehe...


You come to love not by finding the perfect person, 
but by seeing an imperfect person perfectly. 

~Sam Keen ~ 



Disclaimer : Postingan ini adalah hasil karya tulis Emotional Flutter. Kalo ada yg liat di tempat lain, itu HASIL COPAS. Tolong laporin ke sini ya. Thank you.

You Might Also Like

67 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Mungkin Fridi juga pernah ngerasain, bukan sebagai friendzone tapi sebagai yang mem"friendzone"kan teman, habis lebih enak di posisi itu dan begitulah rasanya :)

    ReplyDelete
  2. berada di friendzone memang menyebalkan. :D

    ReplyDelete
  3. bener banget keven... cowok emang kadang sering kejebak dalam keadaan kayak gitu. eh, tapi bukannya mau ngejelekin cowo ya, sepenglihatan gue selama ini, cowok yg terjebak dalam friendzone itu emang cowok yg pada awalnya udah suka dan udah ngicer si cewek. Nah, salah satu cara biar dia bisa dapet hati si cewe itu adalah dgn rela ngelakuin apa aja, selalu ada buat bantuin si cewek yg lg kesusahan, dll. Biasanya hal itu yg bikin cowok tsb terjebak dlm friendzone. jd sbnrnya ga bisa nyalahin cewek sepenuhnya juga sih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan nyalahin, tapi di sini gua mau membandingkan 2 buah persepsi.
      Di satu sisi, memang yg namanya perasaan tuh tidak bisa dimanipulasi, memang faktanya kebanyakan cewe nganggep cowo yg bersedia lakuin apa aja demi cinta tuh kurang menarik.
      Tapi di sisi lain, saat akal sehat berperan, sebenernya cowo yg rela ngelakuin apa aja demi cinta itulah yg diidam2kan oleh para cewe kan?
      Ada kontradiksi di sini, antara perasaan dan akal sehat.

      Melalui post ini gua mau kasih pandangan ke para cewe, begini lho yg kita, para cowo, rasakan, kalo dimasukkin ke friendzone. Selain itu gua juga mau kasih pandangan ke para cowo, gini lho alesannya kalian dimasukkin ke friendzone. Gua harap baik cowo, maupun cewe, bisa lebih bijaksana setelah membaca post ini.

      Delete
    2. Ada bnrny juga kta saudari linda ini mslhny temen gua ada yg kyk gtu, tp klo cowo jentle mah g kenal namany maenan friendzone dah mendingan maen timezone :p dr pd tmbh panas gara2 penipisan ozone #mulaingablu -_-,

      Delete
  4. well because being into friendzone is too mainstream...

    friendzone ALL the people.

    karena telah melihat bagaimana seseorang berubah setelah pacaran...

    saya mendukung gerakan open marriage!!!

    no more friendzone no more heartache...

    ReplyDelete
  5. filosofi plato dan muridnya itu tadi bener bangeet

    ReplyDelete
  6. artikelnya keren,,,,
    memang kebanyakan hal seperti ini terjadi. Banyak cowok masuk ke dalam friendzone. Kalau di pikir-pikir, kasihan ya masuk ke friendzone. Kayak jadi korban cinta yang tak terwujud *halah*

    ReplyDelete
  7. aaaa.... bakalan curcol pagi2 lagi nih.
    setuju banget, Kak, cowok dan cewek tidak bisa hanya menjadi teman. temenku juga ada yg keukeuh pengen temenan aja (HTSan) sama si cowok yg lagi deket sama dia. aku bilang bullshit, impossible. lamban-laun yakin deh dia juga bakal ngerti sama ucapanku.
    kalo aku justru dari dulu gak pernah nganggap pacaran = maen2. aku dari dulu mengidam2kan cowok yg kak Keven katakan di atas. beruntungnya aku, aku mendapatkannya, dan memang semuanya berawal dari sahabatan. beruntungnya juga dulu aku gag ngefriendzonein dia ya. hihihi.. 5 tahun berteman, 2 tahun memendam rasa juga udah cukup deh (nyesek asli). tapi sekarang udah ploong :D
    thanks postingannya kak ^^

    ReplyDelete
  8. nah ... artikel ini paling menusuk dibanding artikel2 lainmu menurutku Kev
    ane juga ga suka kalo ane masuk dalam friendzone para cewek, karena ane juga ga mau masukoin cewek ke arah friendzone ku
    bener katamu, cowok itu bakal ngedeketin yang menarik buat mereka ~ setidaknya itu berlaku buatku, ga menarik? ya jangan dideketin, mumpung belum ada salah paham, kalo sekedar menyapa sih gapapa :D (tapi ga lebih dari menyapa LOL)

    apa yang membuat ane ga mau berada friendzone? sudah jelas, hubungan mengambang dan biasanya digunakan oleh cewek untuk memanfaatkan si cowok secara maksimal (ehh .. bahasaku terlalu kasar yah?) dan aku ga suka digituin :D

    Say No to Friendzone :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. DIMANFAATKAN---bener banget, walopun kasar, tapi itulah kata yg paling tepat untuk menggambarkan cowo yg kena Friendzone. I've been there, dan rasanya ga enak banget, sumpah.

      Tapi percaya deh, no good deeds goes unpunished. Suatu hari si cewe yg bakalan nyesel karena telah menjadikan seorang cowo yg bener2 baik hanya sebagai mainan.
      She'll remember that man as "He could've been the best I've ever had"

      SAY NO TO FRIENDZONE!

      Delete
    2. Wah, ini mah nyepett aku banget kev. wkwkwk.. sepanjang ktemu km dkk, aku kan selalu disebut "friendzone".ckckckc..

      Delete
  9. kebetulan tadi malem gue baru aja baca novel ranah 3 warna. di sana ada tertulis kalo cewek itu lebih suka sama cowo yang tipe-tipe bandel ato anak band gitu. sedangkan cowo yang baek-baek, yang bookworm, yang dandanannya klimis itu bukan idaman cewek. mereka lebih pantes dibilang menantu idaman daripada pacar idaman.

    eh nyambung gak sih sama topiknya? hehehe

    sori kalo OOT.... gue hanya bisa ngiyain tulisan lu. secara gue belom pernah pacaran ven. hehehe.... palagi bagi cowo pemalu kek gue, saying love itu bagaikan do the extreme sport... sama2 macu adrenalin. Ini serius. :)

    ReplyDelete
  10. artikelnya bikin .... ahhh :p
    mungkin bener kalo uda berpasangan jadi bikin persahabatan bikin renggang. banyak yg bilang gitu. totaly, postnya ini ehmmm.... *gak bisa rangkai kata2* :p

    ReplyDelete
  11. ooh, jadi itu friendzone? salah satu sahabat cowokku dah nikah Ven n kamu bener nerr. Hubungan emang renggang nggak kayak dulu yang masih bisa curhat ke dia ini-itu. Dulu sempet mikir juga mau jadiin doi cowok, tapi dia dah punya pacar euy :D

    Ven, gimana kita tahu kalau cowok tuh nggak manfaatin para cewek? Maksudnya hubungan ini tuh bukan pelariannya dia setelah dia ditolak cewek lain? Jawab ya ..please-dijadiin postingan tambah bagus ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawabannya ada di sini :
      http://claude-c-kenni.blogspot.com/2010/11/measure-of-man.html

      Delete
  12. Wuaaaaaaaaaahhhhhhh!!!!!!!!!
    Bener2 ini bikin cewek drop!!!(heheh...hehehhe...)
    Soalnya Nez ngalamin hal kaya gini,tapi gak tahu gimana nanti yang jelas harapan Nez "Sahabat nez akan selalu jadi sahabat yang terbaik buat nez)

    Bagus banget postingannya,ditunggu yang selanjutnya ya kak...
    Baca juga yang ini kak,tebak apa ini kisah nyata atau cuma fiktif,heheh....hehehhe....

    http://deasynezz.wordpress.com/2011/12/26/sebuah-cerpen-tentang-secret-admirer/

    *WAJIB DIBACA SAMPE HABIS.

    ReplyDelete
  13. Well, ga bisa dipungkirin bahwa yg kaya begini memang banyak terjadi. Anyway, nice posting, Kep... Lumayan, menambah pengetahuan supaya nantinya ngga diperlakukan kaya begini.

    Ferdian

    ReplyDelete
  14. bagus banget artikelnya, saya pernah erjebak dalam friendzone, waktu jaman SMA, dan akhirnya saya putuskan untuk deketin gadis lain dan dia kelihatan menyesal,
    ah dasar wanita maunya dimengerti, sendirinya gak ngerti mau dimengerti kayak gimana

    ReplyDelete
  15. I'd like to refute your point which says that guys n gals can't be best friends...they can definitely be best friends for life if one of them is ugly =p

    ReplyDelete
  16. aaaaah. ini postingannya bagus bangeeeet. entahlah. serasa ditohok sama ceritanya plato dan serasa dibela sama tulisan ttg friendzone nya. walaupun itu tulisan buat cowo. hahaha sumpah ini tulisan bikin wakwaw pagi-pagi :S

    ReplyDelete
  17. nice argument ko Keven
    pengalamanku, kalau kita udah bisa "menguasai" hati cewek. Kita bisa langsung jadian atau TTM-an tanpa melalui (apa yang ente sebut) FriendZone. Kalau PDKT cara biasa memang jatuhnya ke FriendZone. Sorry sok tau tapi itu pengalaman sih

    ReplyDelete
  18. sumpah..
    ini artikel pertama yg saya baca dari awal sampe akhir..
    mengibaratkan cinta dg realita yg ada..
    memberikan suatu gambaran cinta dg memberikan pilihan secara bijaksana :)

    ReplyDelete
  19. Nice post om Keven.

    Emang ngenes kalau melihat nasib cowo-cowo baik yang pengertian dan bisa dibilang 'perfect' malah masuk kategori friendzone tapi yang brengsek malah jadi pacar.

    Opini saya hal ini terjadi karena dalam pikiran cwe-cwe itu mereka cenderung lebih memilih pacar yang bisa 'dibanggakan' daripada yang mengerti mereka. Dibanggakan ini maksudnya tampan, tajir, anak gaul, terkadang playboy, dan hal-hal yang jika dilihat dari kacamata orang lain itu bakal membuat si cwe bangga.

    Tapi menurut gua rasa bangga akan cwo seperti itu tidak sebanding bila dibandingkan dengan cwo yg bisa menenangkan hati mereka. Mungkin benar kalau kebanyakan cwo yang pengertian dll. dst. itu kurang gaul/terkenal/sumber perhatian masyarakat(genk/teman-teman sejawat), hal itu karena kebanyakan dari mereka merelakan waktu mereka untuk menyenangkan pasangannya, dibanding harus eksis dan tampil ngejreng di depan umum.

    Itu opini saya om Keven, CMIIW ^^v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener pendapat lu, karena ternyata ga cuma cowo2, tapi cewe2 juga senang tantangan. Mereka ngerasa lebih bangga saat bisa menaklukan cowo yg "sulit ditaklukan"
      Sementara cowo yg penurut dan baik itu kesannya udah "kalah sebelum berperang"

      Tapi itu persepsi yg salah menurut gua, apalagi mengingat jaman yg semakin kejam. Masalah pasangan hidup sekarang udah bukan masalah hidup dan mati, tapi masalah hidup SAMPAI mati...hahaha

      Nice opinion, thanks

      Delete
    2. terus situ termasuk kategori "baik2 yang pengertian yang di dalem friendzone" atau yang "brengsek dan jadi pacar" ? #penasaran

      Delete
  20. ternyata di dunia ini ada juga hal begini, baru tahu

    ReplyDelete
  21. "cowo yg bisa ngertiin kalian luar dalem, dan rela melakukan apapun hanya demi bikin kalian senyum" Sumpah itu gue banget.. #nasristingkatdewa#
    Gue suka dengan jawaban Plato, kereeeeeeeeennn,...

    ReplyDelete
  22. artikel yang bagus, Kak.

    #berasa sedang baca majalah :D

    ReplyDelete
  23. aku punya teman yang emang akan selamanya jadi friendzone, soalnya masih family... cowok yang sudah dikenal lebih dari 20 tahun :)muehehehehehe

    ReplyDelete
  24. huebat, i like this. Ini kaya sebuah majalah yang di kupas tuntas!

    Gue juga pernah ngalamin kayak gini, tp gue bru tahu kalo namanya friendzone.

    Sang penulis pasti udah pernah ngalamin kayak gini.

    ReplyDelete
  25. kalo gue sih mikirnya gini kak :
    kalo misalnya temen/sahabat kita dijadiin pacar, yang gak enaknya itu pas putusnya kak. pasti hubungannya jadi berantakan, pasti ada sesuatu yang bedalah..( karna jarang sampe ke jenjang pernikahan)
    mending jadi temen/sahabat ajalah, gak ada kata putus ! walopun ntr dia dan gue uda punya pacar masing2, tapi "suasana pertemanannya" itu tetep ada, gak berubah!
    walo waktu kita ketemu jadi lebih dikit.

    Oya kak, OOT nih,barusan aku baca measure of man nya kk, kalo cowonyanya yang mengulur2 waktu gimna kak ? padahal dia dan gue uda tau kalo kita slg suka dan kita juga bukan SAHABATAN. gimana kak ? apa itu cowo baik2 ya kak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah mungkin dia ada pertimbangan sendiri. If it bothers you, why don't you just go and ask him?

      Delete
    2. gue udah nanya kak , tapi dia bilang " sesuatu yang terburu2 itu hasilnya ga bagus"
      ini gimana ? apa itu tandanya dia cowo baik2 ?
      hahaha ( kak keven jadi ahli nasehat dalam soal percintaan )

      Delete
    3. Bukan berarti dia cowo ga baek, tapi sekilas kalo dari cerita lu, gua liat dia masih pengen mengenal lu lebih jauh dulu sebelum memutuskan untuk serius pacaran.

      Kembali ke hakikatnya, Ra, lu pacaran buat apa sih? Yg penting status ato feelingnya? Walopun kalian belom jadian, tapi selama satu sama lain udah tau perasaan satu sama lain, apakah itu hal yg buruk? Ngga kan?

      Tapi ya ada bagusnya lu juga berusaha untuk lebih intensif komunikasi ma dia, bisa kejelasan gitu, kalo bisa jangan digantungin lama2, hehehe

      Delete
  26. wah Keven, setuju aku sama pendapat bahwa sahabat itu baik buat dijadikan pasangan (yg lawan jenis maksudnya)

    pernah liat seleb hollywood di tv (lupa namanya), yg bilang, the best thing that ever happened to me is marrying my best friend.. :-D

    ya aku jg heran sih sama cewek2 yg suka curhat sama cowok... kalo perlu cowok yg bisa kasih pandangan objektif, ya curhat sama papa saja... biasanya aku gitu sih.. hehehe...

    kalo udah jd suami, jadikanlah dia sahabatmu *pesan buat cewek2* :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu juga cita2 gua dalam cinta, to marry my best friend
      Apalagi gua punya kecenderungan ga bisa suka sama cewe kecuali cewenya tuh udah jadi temen deket gua ;p

      Delete
  27. Aaaaahhhh setuju banget sama postingan ini.. Sangat mengena Kev.. Dan aku emang percaya kalau cowok cewek itu gak bisa deket berdua aja.. Kecuali punya banyak2 temen.. Ya namanya juga beda jenis,, pasti ntar ada salah satu yang 'merusak' deh..


    Dan pemilihan pohon kecil itu emang menarik banget :)

    ReplyDelete
  28. Ya ya, sering banget saya menemukan situasi seperti itu di beberapa acara drama yang saya tonton. Keliatan nyesek abis cowok yang masuk dalam friendzone oleh cewek yang sudah dekat banget sama dia.

    Saya belum pernah sih deket banget sama cowok seperti sahabat, karena hal seperti bisa-saling-suka memang mungkin saja bakal terjadi.

    Sebenarnya saya kepengen kok punya sahabat cowok, seperti hubungan platonis gitu deh. Tetapi kayaknya jarang ya...

    :)

    ReplyDelete
  29. post yg benar-benar bermanfaat kaka.. thanks for write this !!! *baca berkali-kali..cocok jadi menteri percintaan nih kayaknya.

    ReplyDelete
  30. woaaa friendzone ya :3 kasian brrt cowonya cuma dijadiin tongsampah curhat XD

    ReplyDelete
  31. waaaaah jujur ya, gue itu tipe cewek yg kayak gitu banget, lebih milih cowok yg nyakitin gue drpd cowok yg bener bener suka sama gue. dan gue jg takut buat macarin temen gue sendiri. tapi dengan postingan ini, sekarang pikiran gue jd lebih terbuka. thanks kev!!!

    ReplyDelete
  32. Bang, saya jadi inget film "Friends with benefits" yang dimainkan oleh Justin Timberlake dan Mila Kunis. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau saya ingetnya film "Friends" doang hehe

      Delete
  33. Woow.. woww. ga berani ngebantah teori cowok cewek itu ga bisa sahabatan aja,, karena belum nikah dan buktiin sendiri..
    tapi sekarang sih aku lagi ada di friendzone sama sahabat cowokku.. masing2 udah punya pacar, dan kalau ngebayangin jadian sama ga bisa

    tapi ga berani jamin juga sih bakal begitu terus sampe masing2 dah berkeluarga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup2....
      kebetulan gue juga di friendzoned-in ama gebetan yang udah lama gue incer juga...
      ada yang tahu gimana cara membuat seseorang yang kita sukai ga memasukan kita dalam zona tersebut?

      Delete
    2. Besok2 gua bahas deh caranya, tongkrongin aja terus blog ini, hehehe

      Delete
  34. Kalau saya yang penting dia bahagia jika ada aku disampingnya, gubrak nyambung gag ya

    ReplyDelete
  35. karena itulah, saat pertama kali PEDEKATE dgn seseorang, jgn terlalu terbuka dan mengakrabkan diri dengan cepat. sisi badboy sangat berguna saat lagi pedekate

    ReplyDelete
  36. Astaga. baru tau namanya friendzone setelah bertahun2 ngelakuin itu hhh *sigh*

    ReplyDelete
  37. Yups, bener banget. 2 orang dewasa berbeda jenis kelamin sangat sulit untuk tetep berada pada perasaan just friend jika intensitas hubungannya akrab [lebih dari rata-rata komunikasi dengan teman lainnya]. One day, salah satu akan muncul rasa more than friends.

    Kalau kedua belah meiliki arah reaksi kimia [hubungan] yang sama, maka it's wonderful. Kalau hanya 1 pihak itu yang bikin dilematis...

    ReplyDelete
  38. Makanya sampe skrg ga punya sahabat cowo yg tahan lama.

    Cut the relationship begitu tau dia punya perasaan lain.
    kalo udh move on, baru deh kyk iklan pertamina. "Dimulai dari 0 ya.."

    love this post.

    ReplyDelete
  39. buat gue sendiri sih temenan atau sahabatan tuh lebih asyik tapi lebih asyik lagi sih kalo misal pacar = bisa jadi sahabat juga . cuma beberapa pengalaman gue atau temen gue satu yang gue pelajari kalo dari temen terus jadian malah jadi aneh apa lagi kalo misal putus dan ga secara baik-baik pula pasti malah jadi renggang dan musuhan. mangkanya gue paling anti banget pacaran sama temen sendiri =3=
    cuma kalo udah mikirin masa depan sih emang ga bisa terjebak dalam friendzone, tapi ga menutup kemungkinan juga sih kalo banyak yang tadinya sahabat tapi berujung ke pelaminan juga *sok tua* wkwkwkk
    tapi postingan yang bagus :D

    ReplyDelete
  40. Jadi selama ini gue cuma jadi Friendzone? anjritt mewekk gue...
    kejamnya dunia, kejamnya wanita, tapi aku suka wanita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biarin, suatu hari mereka akan nyesel udah nge-Friendzone lu...buktiin ke mereka kalo memang layak untuk dicintai =)

      Delete
  41. hoo. kakak penganut "cowok dan cewek tidak bisa sekedar teman" yaa.

    kebanyakan cewek emang suka gak sadar sih kalau sahabat cowoknya berharap lebih.

    ReplyDelete
  42. damn it's real and it happened to me LOL

    ReplyDelete
  43. baru tau klo itu istilahnya friendzone mas :)

    ReplyDelete
  44. asli tulisannya bro nusuk banget haha. entah terlepas dari kondisi apapun, friendzone emg sakit banget.

    ReplyDelete
  45. Sumpah pesan moral yang lo sampaikan itu keren banget banget keven! maknya itu loh..... ngena banget sumpah. Sukses terus mas keven :)

    ReplyDelete
  46. Ngena banget tlisannya.......
    Gue jga prnah ngerasain kyak gni soalnya. Smoga pra cwe" yg bca tlisan ini sadar, dan ga ngulaingin lgi kslahan kyak gni.

    ReplyDelete
  47. oh jadi sekarang saya tau apa itu friendzone.. keren gan artikelnya.. siiippp

    koment back yaa www.ankurniawan.blogspot.com

    ReplyDelete
  48. baru paham kalo itu disebut friedzone broo

    ReplyDelete
  49. Guys hate the friendzone because having a girl just for friends sounds so damn lame if not too damn boring. I mean, c'mon... there's a lovely girl and your male instinct tells you to just be FRIENDS? I don't think so. Normal guys would think of making that girl his girlfriend and NOT JUST A GIRL FRIEND (with that damn space in the middle).

    And here's something for you girls... Please realize the fact that ONLY GOOD GUYS CAN PLEASE YOU!

    ReplyDelete
  50. KEREENN! menohok banget ini postingannya kalau buat cewek yang nge-friendzone-in hehehe.. menurut gue, cwe yang nge friendzonin cowok itu adalah CEWEK YANG NGGA SUKA SAMA SAHABAT COWOKNYA, kalau mereka bilangnya "ngga mau kehilangan teman." sesungguhnya itu ada 2 kemungkinan alasannya membohongin diri sendiri secara halus dan mungkin ia masih ragu dengan perasaannya. apa yang musti dilakukan cowok ketika kejebak dalam suasana gini, TINGGALIN! ngga ada hal yang perlu kalian lakuin selain itu. kalau ceweknya memang suka, ia akan mengejar. kalau memang engga ya brati terima takdir kalau dia memang ngga suka. as simple as that!

    ReplyDelete
  51. i feel you kep hahaha :") *korbanakutfriendzone

    ReplyDelete
  52. Kalo cowok nya heartless gimana gan

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe