PR Berantai Tentang Indonesia (Part 1)

05:21:00

Waktu lagi blogwalking, ga sengaja gua nemu PR yg satu ini di blog salah seorang sahabat.
Sebenernya gua ga pernah di tag PR ginian sih, tapi gua sengaja inisiatif ngerjain sendiri karena tugasnya lumayan menarik dan gua punya lumayan banyak uneg2 soal Indonesia, pas banget. Walaupun disuruhnya nulis dengan gokil, tapi gua akan berusaha nulis dengan gokil tapi serius dan apa adanya. Dan mungkin total PR nya akan gua satuin dalam dua post aja, ga sampe setiap hari satu post, karena selain no 1, pembahasan sisanya ga panjang dan cukup singkat.

Ok, here we go...dan selamat membaca!




1. Ketikkan 5 isi Pancasila disertai lambang dan sila apa yg menjadi kesukaanmu!
Soal 5 isi Pancasila, gua skip aja ya, karena gua yakin temen2 pembaca semua pasti tau donk isi Pancasila yg katanya tuh "ideologi/falsafah hidup bangsa". Kalo ga tau, balik lagi ke SD sana, hehehe.

Nah, kalo ngomong soal sila apa yg gua suka, ini baru menarik. Secara pribadi, gua suka sama sila 1 : Ketuhanan Yang Maha Esa. Mengapa? Karena menurut gua, sila yg satu ini ditempatkan pada tempat pertama bukanlah tanpa alasan. Yup, bener banget, menurut gua, sila 1 inilah yg mendasari keempat sila lainnya.

Sejak jaman dahulu kala, kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari campur tangan Sang Pencipta. Bagaimana manusia bisa mengenal Ketuhanan? Secara khusus, ada 2 alasan khusus...

1. Temen2 pernah liat lambang Yin Yang? Yin Yang tuh suatu filosofi dari ajaran Taoism yg hendak mengatakan bahwa dunia ini tercipta dari suatu keseimbangan. Ada baik, ada buruk. Ada laki2, ada perempuan. Ada kejahatan dan ada kebajikan. Setiap hal pasti punya paradoks yg menyeimbangkan. Dari dasar pemikiran itulah manusia mengenal Tuhan.


Kalo di dunia ini ga ada laki2, apakah perempuan masih disebut "perempuan"? Bagaimana kita bisa bilang sesuatu itu baik jika kita tidak pernah mengenal sesuatu yg buruk? Bagaimana kita bisa bilang api itu panas kalau tidak pernah merasakan dingin? Manusia itu terbatas, karena itu pasti di dunia ini ada sesuatu yg tidak terbatas. Yup, di situlah manusia mulai berpikir, bahwa mereka tidak sendiri di dunia ini. Pasti ada sesuatu yg jadi awal dan akhir dari segalanya, Sang Kemutlakan, Tuhan Yang Maha Esa.

2. Kalo kita pelajari sejarah perjalanan hidup manusia, sejak awal mereka belum mengenal agama, hingga munculnya agama2 yg sekarang kita kenal, kita bisa lihat bahwa banyak sekali campur tangan Tuhan di dalamnya. Baik dalam wujud Brahma, Yahwe, ataupun Allah, Sang Kemutlakan itulah yg datang, menyapa, dan menyatakan kebesarannya pada manusia. Karena itulah apabila kita telaah, sebenarnya semua agama adalah satu saudara. Kita semua mempunyai "Ayah" yg sama, hanya saja kita menyapaNya dengan nama dan cara yg berbeda2.

Ada satu kisah mengenai seekor gajah dan 3 orang buta. Ketiga orang buta itu ingin tau seperti apa sih bentuknya gajah? Mereka pun datang dan meraba gajah itu. Orang pertama memegang kuping si gajah, orang kedua memegang perut si gajah, dan orang ketiga memegang ekornya. Setelah itu mereka bertiga berkumpul dan berdiskusi, dan mereka mendapati bahwa ketiganya punya persepsi yg berbeda mengenai gajah tersebut.

Orang pertama bilang bahwa gajah itu bentuknya pipih seperti kipas. Orang kedua bilang bahwa gajah itu bentuknya bulat seperti sebuah gentong. Orang ketiga bilang bahwa gajah itu panjang seperti sebuah selang. Siapakah di antara ketiga orang buta itu yg benar?

Mungkin temen2 pembaca semua bisa jawab dengan diplomatis : ketiganya benar, karena jika persepsi ketiganya disatukan, maka terbentuklah bentuk seutuhnya dari sebuah gajah. Yg ditelaah sekilas, mungkin jawaban itu terkesan benar, tapi jawaban itu tetap bukanlah sebuah kebenaran yg mutlak. Bagaimana bentuk gajah jika dipandang oleh seekor serangga dari mata fasetnya? Pasti serangga itu bilang bahwa gajah itu bentuknya kotak2. Andaikata Dinosaurus masih ada, mungkin bagi mereka, gajah hanyalah bagaikan sebuah bola kecil apabila dipandang dari ketinggian. Apakah persepsi serangga dan dinosaurus itu salah? Lalu bagaimana kebenaran sejatinya dari bentuk gajah?

Sama halnya dengan agama. Jaman sekarang banyak orang yg menganggap agamanya lah yg paling benar dan meremehkan agama lain. Dalam kehidupan bangsa Indonesia yg majemuk dan sarat dengan pluralitas, fanatisme dan sikap arogan seperti itu hanya akan menimbulkan bibit perselisihan, seperti yg terjadi sekarang ini. Dan kalo gara2 agama aja kita udah ga bisa rukun, bagaimana mungkin sila2 Pancasila lain seperti Keadilan, Persatuan, dll dapat terwujud? Maka dari itulah gua bilang di atas, bahwa sila 1 ini adalah sila yg mendasari keempat sila lainnya.
Siapakah kita manusia, sehingga kita berhak menjudge sesuatu itu benar atau tidak melalui nalar kita yg terbatas? Tuhan YME itu agung dan tidak terbatas, dan seperti cerita gajah tadi, kita semua bagaikan orang buta yg hanya bisa meraba suatu bagian kecil dari Misteri Ilahi itu. Secerdas apapun seorang pemuka agama, tetap saja akalnya terbatas, karena itu kita tidak boleh bilang bahwa penafsiran/interpretasinya terhadap apa yg tertulis di dalam Kitab Suci adalah kebenaran sejati yg mutlak. Yg namanya manusia tuh tetep bisa aja salah lho, bahkan penemu2 jenius di dalam sejarah pun seringkali mendapati bahwa teorinya punya kelemahan.

Kebenaran itu nyata, bagi diri kita pribadi, dan tidaklah perlu kita memaksakan kepercayaan kita kepada orang lain. Hargailah pendapat orang lain, karena mereka semua berhak mempunyai persepsi dan pemikiran sendiri mengenai apa itu kebenaran sejati. Hubungan manusia dengan Sang Pencipta itu adalah hal yg sangat pribadi dan tidak bisa diganggu gugat. Marilah kita belajar berpikir di dalam area abu2 dan tidak seenaknya menjudge sesuatu itu hitam, atau putih.


(To be continued...)

You Might Also Like

15 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. ketuhanan dimana mana memang sering ditempatkan di bagian pertama
    tapi kalo buat pejabat sering berubah jadi keuangan yang maha kuasa...

    ReplyDelete
  2. jadi inget jaman dulu pelajaran PMP, katanya skr sudah ganti nama ya pelajaran itu

    ReplyDelete
  3. Ah pancasila sepertinya tak bgtu brarti d mata pejabat --"

    ReplyDelete
  4. Setuju, kadang kesel liat orang yang selalu merasa benar. Pengen gue rebus tuh orang.. :D

    ReplyDelete
  5. iya sayangnya sekarang udah jarang yang bener-bener ngamalin Pancasila. dan kalo dirangkum Pncasila itu bersumber dari satu, gotong-royong. itu aja udah jarang kan?

    ReplyDelete
  6. gajah itu, besar kalo aku yang nebak Ven :D
    menarik juga nih buat bahan postingan, meskipun nggak gokil ya sesuai dengan pemberitahuanmu di awal-maksudnya tersampaikan kok. Adakah yang lupa kelima sila dari Pansasila? hehe

    ReplyDelete
  7. yup aku setuju banget, kak! pada dasarnya mah kudu ada saling toleransi.

    ReplyDelete
  8. tinggi amat bahasanya. kayaknya cocok nih jadi filsuf zaman modern hehehehe

    ReplyDelete
  9. setuju sama quote yang terakhir itu walau kesannya agak frontal yah. hehehehe... agama emang urusan pribadi. :D

    -nuel lagi apdet-

    ReplyDelete
  10. akhirnya kakak ngepost postingan ini !!
    sebenernya kemarin aku juga mau ngepost itu kak, uda aku tulis tapi masih aku simpen, soalnya menurut aku ini postingan cocoknya di post pas HARI PANCASILA.. hehehe :p

    ReplyDelete
  11. skrg pancasila dan kewarganegaraan dipelajari secara terpisah..buat apa?mending tuh matkul dikasi ame para petinggi noh hahha :D

    ReplyDelete
  12. Toleransi dalam berasmara.. #eh beragama.. untukku agamaku, untukmu agamamu :)

    ReplyDelete
  13. Saya menganggap bahwa soal agama sebagai sesuatu yang personal, keyakinan yang hanya kita yang bisa merasakannya dari jiwa dan rohani kita sendiri.

    Pendapat yang bijak. :)

    ReplyDelete
  14. setuju banget ama quote yg terakhir,walopun agak2 gimana gitu perumpamaane :p
    dah sehrusnya tu jd urusan intern pribadi. Gak usah sok ngurusin punya org lain deh

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe