Romantic Movies You Shouldn't Miss - February 2012 Edition (Part 1)

06:36:00



1. Alfie (2004)
A player until he got played...

Alfie adalah seorang pemuda keturunan Inggris yg hidup di Manhattan, New York. Ia mengadopsi prinsip hidup bebas di mana ia enggan terikat dan pindah dari satu wanita ke wanita lain. Semuanya berjalan dengan sempurna hingga suatu saat "kebebasan" itu datang menghantuinya. Secara tidak sengaja Alfie menghamili tunangan sahabat baiknya sendiri dan rasa stress di bawah sadarnya membuatnya mengalami disfungsional kemampuan seksual. Setiap pilihan mempunyai konsekuensinya sendiri, dan Alfie pun kini harus menghadapi resiko dari pilihan yg ia ambil.


Ceritanya sederhana, ga terlalu rumit, tapi yg membuat film ini menarik adalah gaya penceritaannya di mana Alfie (Jude Law) sering bernarasi mengenai dirinya, seolah2 ia berbicara ke arah layar, berbicara kepada penonton. Dan ya, hal itulah yg membuat jalan cerita yg ada menjadi menarik karena seolah2 Alfie sedang bercerita kepada kita mengenai hidupnya, dan apa yg sebenarnya ada di pikirannya. Aksen British Jude Law yg seksi membuat sosok Alfie terlihat lebih charming, sekaligus lebih "nakal"

Moral/pelajaran apa yg bisa kita tangkap dari film ini? Alfie, meskipun terlihat seperti seorang playboy kelas kakap, sebenarnya ia hanyalah seorang pria yg bingung dengan dirinya sendiri. Ia punya daya tarik yg hebat yg bisa membuat wanita jatuh dengan dengan cepat kepadanya, tapi setiap kali para wanita itu mulai menginginkan komitmen darinya, ia pun melarikan diri. Alfie takut terikat, ia takut akan yg namanya tanggung jawab, dan keengganannya untuk menentukan pilihan, akhirnya membuat dirinya terluka.

Cinta bukanlah sesuatu yg datang tiba2 seperti panah cupid, ia adalah sebuah keputusan, sebuah pilihan, untuk memberikan hati kita kepada seseorang, dan juga sebuah kepasrahan penuh bahwa orang itu akan menjaganya baik2. Dan terlebih dari itu, cinta adalah sebuah kesediaan, sebuah kerelaan, sebuah kesepakatan...untuk menghadapi suka dan duka bersama. Ia bukan muncul begitu saja, ia harus dibina, butuh dipupuk, dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Tidak ada orang yg sempurna di dunia ini, semua butuh proses. Dan tiada hal yg lebih indah di dunia ini daripada tumbuh dan berkembang bersama dengan orang yg kita cintai.

Rating : 8.5/10
Romantic Meter : **

There are two things I've learned in life: 
find someone to love and live everyday as if it were your last.


2. Forgetting Sarah Marshall (2008)
A comedy about getting dumped, and taking it like a man.

Temen2 pembaca pasti ada yg pernah ngalamin putus cinta kan? (Kalo belom pernah, cobain deh, sensasinya RUARRRR BIASAAAA) Selama gua hidup selama 24 tahun ini, kalo boleh gua bilang, putus cinta adalah hal kedua paling tidak menyenangkan dalam hidup ini (nomer satunya : pantat lu digrepe sama bencong...gua belom pernah ngalamin, tapi kayaknya mengerikan deh)

Anyway, film yg mau gua bahas di post ini mungkin ada hubungannya sama wacana di atas. Film ini bercerita tentang Peter, seorang musisi yg sedang mengalami patah hati akibat diputusin oleh pacarnya, Sarah, seorang aktris muda yg namanya sedang naik daun di layar perak. Dalam rangka mengobati kesedihannya, Peter memutuskan untuk pergi liburan ke Hawaii, namun tanpa disangka, di sana ia malah bertemu dengan Sarah dan pacar barunya. Liburan Peter yg semula tampak indah kini berubah menjadi bagaikan neraka karena ke manapun ia pergi di pulau kecil ini, ia selalu berjumpa dengan Sarah dan kekasih barunya.

Beruntunglah di saat Peter sudah nyaris putus asa, ia berkenalan dengan Rachel (si cantik Mila Kunis), seorang wanita yg bekerja di hotel yg Peter tinggali. Bersama Rachel, Peter mulai berhasil untuk melupakan Sarah,  menikmati luburannya sambil berkenalan dengan berbagai teman2 baru yg menarik di hotel.
Keadaan kini berbalik, di mana Sarah yg tadinya baik2 saja, mulai cemburu melihat kedekatan Peter dan Rachel. Sarah pun akhirnya putus dengan pacarnya dan kemudian mengajak Peter untuk rujuk kembali. Siapakah yg akhirnya akan Peter pilih? Sarah atau Rachel?

Plot filmnya simpel dan sekilas mudah ditebak, namun yg menarik di sini adalah bagaimana sang sutradara menampilkan perubahan psikologis Peter, seorang yg sedang mengalami putus cinta. Awal putus cinta, Peter berusaha menghibur diri dan mencari pelampiasan nafsu kepada wanita lain. Namun pada akhirnya ia menyadari bahwa ia tetap tidak dapat bisa melupakan Sarah. Akhirnya Peter memutuskan untuk mencari pelarian lain, dengan cara berlibur, namun ternyata di sana ia malah berjumpa dengan Sarah, dan mau tidak mau, keadaan itu memaksa Peter untuk menghadapi kenyataan bahwa memang hubungannya dengan Sarah telah berakhir.

Ada pepatah yg berkata "Moving on is simple, it's what you left behind that makes it difficult" dan memang itulah yg terjadi. Di saat kita sedang putus cinta, kita pasti akan terus terngiang2 akan kenangan2 indah bersama si mantan. Kemanapun kita pergi, apapun yg kita lakukan, rasa sakit dan tidak berdaya itu akan selalu menghantui. Lantas apa yg harus kita lakukan? Melupakan? Mana bisa? Because trying to forget someone you love is like trying to remember someone you never knew. Yg harus kita lakukan adalah merelakan dan menerima kenyataan.

Memang ga mudah, tapi ini yg harus kita tanamkan di kepala kita. Semua orang pasti pernah berbuat salah, itu hal yg lumrah dalam hidup. Kita tidak bisa merubah segala sesuatu yg telah terjadi, tapi kita bisa memetik pelajaran di balik semua rasa sakit itu. When you lose, don't lose the lesson. Jadikan rasa sakit itu sebuah pelajaran agar kita bisa jadi seseorang yg jauh lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yg sama di kemudian hari. 

Pada saat pintu kebahagiaan itu terbanting menutup di hadapan kita, seringkali kita terlalu lama larut dalam penyesalan dan meratapi pintu itu. Kita melupakan bahwa di suatu tempat, seseorang membukakan jendela untuk kita masuk. Life is never flat. Jika kita terlalu lama menyesali masa lalu, kita malah kehilangan kesempatan dan harapan yg ditawarkan oleh hari esok. Hidup tuh bagaikan roda, kadang kita di atas, kadang kita di bawah, itu memang udah siklusnya. Tapi percaya deh, selama kita masih hidup, yg namanya harapan tidak pernah sirna, selama kita mau berusaha tentunya. Bahagia itu adalah sebuah pilihan.

Dan soal si mantan...relakanlah dia. If you love someone, set her free. If she come back, she's yours. If she doesn't, it wasn't meant to be. Dan lagi, esensi dari mencintai seseorang adalah ketulusan. Kalo kita memang tulus mencintai seseorang, biarkanlah dia berbahagia...meskipun bukan kita yg menyunggingkan senyum itu di wajahnya.

Rating : 8/10
Romantic Meter : ***  

When life gives you lemons, just say 'Fvck the lemons,' and bail.

(To be continued...)

You Might Also Like

24 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. baru tau ada film-film itu bang :o

    ReplyDelete
  2. Pengen nontn yg mn yaaaa?
    =D
    Next film dong kak

    ReplyDelete
  3. sueerr susyaaah banget, Kak buat lupain doi. apalagi kalo selama ini doi baik banget dan selalu hadir dalam hidup kita, makin banyak kenangan yg tercipta, makin susah buat merelakannya. kadang aku juga bingung sama definisi sayang itu. makanya aku jarang bilang sayang ke doi. aku hanya bilang 'jangan tinggalin aku, aku sangat buth kamu'
    duuh jadi curcol pagi2. hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disyukuri aja, bahwa pernah ada suatu waktu di dalam hidup kalian, jalan hidup kalian bersinggungan dan sejuta kenangan indah pun tercipta karenanya

      Tapi memang ada perjumpaan, ada perpisahan. Biarkan dia pergi dengan baik2, dan sadari bahwa perjumpaan ini meninggalkan sesuatu yg abadi di hati kalian berdua =)

      Delete
  4. Iya, yang nomor satu kayaknya lebih menarik.. Makasih udah mampir ke blogku ya! Salam kenal :)

    ReplyDelete
  5. Ni cewe2 pasti pada pilih no 1 gara2 Jude Lawnya cakep kan? Ngakuuuu....

    ReplyDelete
  6. nomor satu ceritanya kayanya lebih banyak itu2nya hahaha
    jadi lebih menarik nmr 1 :D

    ReplyDelete
  7. jadi pengen denger aksen British-nya Jude Law yang katanya "nakal" :3
    btw, film yang ke-2 ngeri banget ya gambarnya. Rok ceweknya ditarik-tarik -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu kan metafora, melambangkan si cowo yg belum bisa melepaskan mantannya...hehehe

      Delete
  8. aduuuh, roknya itu nanti sobek gimana, kliatan donk?
    hehehe..
    ^_^

    ReplyDelete
  9. yg nomer 2 itu lhoo hahahhah,,bru liat posternye udeh bkin ngakak :D
    emmm putus cinta emg nyakitin tp gak slamanya sakit kok hihi

    ReplyDelete
  10. 50 first date dong, film nya adam sandler sama drew barrymore. itu bagus bangetttttttt

    ReplyDelete
  11. weit...review nya keren...
    gue kok justru lebih tertarik sama sudut pandang lo tentang film tersebut daripada nonton film nya sendiri...kayaknya fasih banget nih bicara tentang move on...jadi curiga..hihihi..

    Tapi ini film lama ya? kayak nya yang Alfie gue udah pernah nonton deh...

    ReplyDelete
  12. O yaaa...

    sayang banget waktu kopdar di ngopi doeloe kemaren kita gak sempet ketemuan yaaaa...
    Mudah mudahan kalo ada kopdar lagi bisa ketemuan ya :)

    ReplyDelete
  13. Aw aww aww so switt!!

    Slm kenal uda d folbek ya ^_^

    ReplyDelete
  14. wowwww nonton berdua bareng si doi bakalan asyikk
    niihhh romantisssss romantisssss, salam kenal boss

    ReplyDelete
  15. sekarang gue tau kenapa keven kalo ngomongin cinta ahli banget kayaknya.... tontonannya begini. hahhaa

    ReplyDelete
  16. Ampun Bang, saya angkat topi, eh.. angkat tangan nyerah kalo film romantis.... Saya gak kuat! >.<"

    ReplyDelete
  17. asiknya FORGETTING SARAH MARSHALL itu walaupun patah hati tapi gak menye-menye ( menye-menye is ... ya you know what i mean )

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe