One Last Week With Grandpa

01:18:00


When someone you love becomes a memory, the memory becomes a treasure. 

Hari Senin pagi, gua terbaring di ranjang karena masuk angin parah. Semaleman gua batuk2 tanpa henti sampe ga bisa tidur, terus badan gua sekarang panas dan sakit2. Waktu gua lagi tidur2an, tiba2 papa gua masuk ke kamar gua dengan tampang panik.

"Kakek kritis" katanya lirih.
Gua kaget banget. Hah, kok bisa Kakek kritis? Memang sih minggu lalu beliau masuk rumah sakit untuk operasi karena tulang kakinya patah akibat jatuh, tapi dari kabar terakhir yg gua denger, operasi Kakek sudah berlangsung dengan lancar dan beberapa hari yg lalu dia sudah pulang ke rumah.


Gua, papa, mama, dan adik gua, buru2 bergegas menuju rumah sakit. Namun saat kita sampai di depan ruang ICU adalah wajah2 sedih dari sanak saudara yg telah tiba di sana lebih dulu. Sekilas kita sudah punya firasat buruk mengenai apa yg telah terjadi, tapi kita enggan berspekulasi, tepatnya kita berharap bahwa dugaan kita itu salah.

Gua liat mama gua menghampiri nenek yg sedang menangis terisak2 di atas kursi rodanya. Nenek, dengan bibir yg bergetar akibat tangis, berusaha tegar dan menyampaikan kabar menyakitkan itu kepada kita...

"Kakek sudah tiada..."

God saw you getting tired, and a cure was not to be. 
So he put his arms around you, and whispered, "Come with me." 
With tearful eyes we watched you, and saw you pass away. 
Although we loved you dearly, we could not make you stay. 
A golden heart stopped beating. 
Hard working hands at rest. 
God broke our hearts, to prove to us, He only takes the best.

Kakek adalah sosok yg sangat gua kagumi. Beliau datang dari Cina ke Indonesia sewaktu muda dan memulai segalanya dari nol. Segala bidang ia tekuni mulai dari pengobatan, percetakan, toko buku, daur ulang, hingga peternakan dan perikanan. Berkat usaha dan kegigihannya, di saat pensiun 20 tahun yg lalu, beliau berhasil mewariskan satu buah rumah untuk masing2 anaknya (kakek punya 4 orang anak, termasuk papa gua)

Gua juga punya banyak kenangan bersama Kakek. Setelah pensiun, Kakek dan Nenek tinggal di sebuah villa di daerah Lembang, dan villa itu adalah tempat favorit gua untuk berlibur semenjak gua kecil. Gua inget dulu di villa ada sebuah kolam ikan di mana Kakek sering mengajari gua cara memelihara ikan. Terkadang Kakek akan menangkap seekor ikan untuk gua dan kemudian mengajari gua cara memasaknya. Walaupun seorang cowo, tapi Kakek sangat ahli dalam memasak, dan karena teladan Kakek itulah hingga hari ini gua rajin belajar masak. Bisa memasak adalah suatu bentuk kemandirian seorang cowo, dan prinsip itulah yg terus gua pegang hingga hari ini.

Sewaktu kecil, gua sering dibully akibat sifat gua yg pengecut. Mengetahui hal itu, Kakek sering mengajari gua ilmu bela diri menggunakan senjata tongkat. Gua juga inget, waktu gua kecil, gua pernah diserang segerombolan anjing liar di depan villa dan pada saat itu, Kakek dengan gagah berani pun maju menerjang dan menghalau mereka menggunakan tongkatnya. Sosoknya yg berani itu masih terbayang2 di kepala gua hingga hari ini.


Hingga gua remaja bahkan dewasa gua masih sering berkunjung ke villa,  numpang menginap bersama temen2 gua di kala liburan, dan setiap kali Kakek selalu menyambut gua dengan ramah dan penuh senyum. Kakek tidak pernah mengeluh meskipun seringkali kita membuat tempatnya jadi berantakan, malah Kakek selalu aktif dan turun tangan setiap kali kita mengalami kesulitan. Kakek sering membantu kita menggeser2 meja dan kursi, ataupun pada saat kita kesulitan menyalakan api dan arang untuk BBQ misalnya. Bahkan tidak jarang Kakek juga memasakkan makanan dan cemilan untuk gua dan temen2.

Kakek juga adalah orang yg memberikan gua nama Mandarin. Nama pemberian Kakek untuk gua adalah You Xiong Chang (游雄昌), sebuah nama yg mempunyai arti sangat indah.
You (游), marga gua, artinya adalah "pengembara/petualang".
Xiong (雄) artinya adalah "kuat/pemberani"
Chang (昌) artinya adalah "kemakmuran"
Ketiga hal di atas bisa dibilang adalah doa Kakek untuk gua...

Sosok yg gua kagumi itu kini terbujur kaku di dalam sebuah peti mati berwarna putih akibat komplikasi pada jantung dan paru2nya. Wajahnya terlihat pucat, namun damai, seolah2 seperti sedang tertidur lelap. Kakek selalu bilang bahwa ia ingin hadir di pesta pernikahan gua, dan juga memberikan nama untuk anak gua kelak, namun kini semua itu hanya tinggal angan2. Kakek tidak akan bangun lagi, ia tidak akan lagi memasak untuk gua, ataupun menjewer kuping gua dengan gemas.


Hari Jumat, 5 hari setelah meninggal, jasad Kakek pun dikremasi. Seluruh keluarga melepas kepergian Kakek dengan penuh tangis dan haru. Hari Sabtu, keesokan harinya, kita pergi ke Jakarta dan berlayar ke tengah laut untuk menebar abu Kakek. Diiringi helai2 bunga yg berwarna-warni, abu Kakek pun kembali ke alam, kembali ke asalnya, dan jiwa Kakek pun kembali ke pangkuan Sang Pencipta. 

Satu minggu terakhir bersama Kakek ini mengajarkan gua akan makna sebuah kehidupan. Manusia berasal dari abu dan akan kembali menjadi abu. Tubuh kita akan musnah suatu hari nanti dan satu2nya hal yg tersisa dari kita adalah kenangan yg kita tinggalkan bagi orang lain. Meskipun Kakek telah tiada, namun jasa dan budinya akan selalu dikenang. Hal itu terbukti dari tidak pernah berhentinya arus tamu yg datang melayat selama 5 hari Kakek disemayamkan di rumah duka.

Satu penyesalan besar yg gua alami dari kepergian Kakek yg tiba2 ini adalah...bahwa gua belum sempat memberitahu Kakek bahwa gua dapet beasiswa ke Cina. Sejak kecil, Kakek sering bercerita mengenai betapa indah dan megahnya negeri Cina, dan betapa ia ingin agar cucu2nya bisa bersekolah dan menuntut ilmu di sana suatu hari nanti. Andaikan ia tahu bahwa gua berhasil dapet beasiswa ke sana, ia pasti akan tersenyum bangga.

Namun demikian, gua tau bahwa Kakek denger doa gua ini. Saat ini beliau pasti sudah berada di Surga sana dan memandang gua sambil tersenyum bangga. Ya. Tubuh bisa mati dan raga akan musnah, tapi gua percaya bahwa gua dan Kakek akan selalu terhubung melalui suatu ikatan yg kekal, ikatan cinta kasih yg takkan berkesudahan. Semangat hidup Kakek hadir di dalam setiap langkah gua dan semua ajarannya akan gua teruskan kepada anak-cucu gua kelak.

Selamat jalan Kakek...may you Rest in Peace...

Death leaves a heartache no one can heal
Love leaves a memory no one can steal

You Might Also Like

28 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Turut berduka cita, sob! Semoga diberikan ketabahan ya... Yang jelas jangan pernah lupain apa2 yang udah dikau lakuin bareng2 "ur beloved grandpa" Selalu doain juga... :)

    ReplyDelete
  2. turut berduka cita..... may him rest in peace....

    ReplyDelete
  3. turut berduka cita. ceritanya sweet bener. jadi berkaca-kaca.

    seneng dgn quote " When someone you love becomes a memory, the memory becomes a treasure "

    ReplyDelete
  4. sebuah contoh keteladana tentang bagaimana bekerja keras demi keluarga..istri dan anak cucu....

    semoga beliau bahagia dengan pencapaiannya di dunia
    dan kembali ke Sang Pencipta dengan senyuman

    ReplyDelete
  5. Terharu bacanya.
    Turut berduka cita untuk meninggalnya kakeknya Keven. Semoga beliau mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan.

    Yang sabar ya Kev.. ;)

    ReplyDelete
  6. Turut berduka cita ya Bang. Kakek nenek gw sih udah gak ada semua udah lama.. Gw tau bnget rsanya.. :)

    ReplyDelete
  7. Keven turut berduka cita ya..
    Semoga kakek tenang di Surga..
    Amin..

    Wah..dapet beasiswa ke Cina, selamat..
    PAsti kakek Bangga, seneng, melihat cucunya dapet sekolah di Cina..
    Tunjukkan pada Kakek Lu bisa Ke Cina..!!

    Sukses Ya..

    ReplyDelete
  8. Turut berduka cita ya bang kepen...
    opa pasti bangga bgt cucunya bisa sekolah nti ke Cina :)

    ReplyDelete
  9. Innalillahi wa innaillahi rojiun...
    Turut berduka cita, semoga dapet tempat yg layak disisi tuhan (^ ^

    ReplyDelete
  10. Turut berduka bang kepen, rest is peace your grandpa :'(

    ReplyDelete
  11. ikut berduka cita ya ...

    ReplyDelete
  12. wow kakeknya jago kungfu... ikut berduka semoga amal ibadahanya dan contoh budi baiknya tetap tinggal di hati...

    ReplyDelete
  13. Turut berduka cita :'(

    Semoga semua amal ibadah dan kebaikan beliau diterima oleh Tuhan :)

    ReplyDelete
  14. terasa kehilangannya ngebaca postingan ini...
    moga diterima disisi-Nya ya...
    jadi pengen ngerasain punya kakek T_T

    ReplyDelete
  15. Turut berduka cita, ya Kenny. G jadi inget kakek g nih. Beliau juga perantau dari Cina dan hardworker.

    ReplyDelete
  16. my deepest condolence, mate...
    yeah kehilangan seseorang terutama orang yang dekat sama kita memang kadang sulit

    ReplyDelete
  17. Turut berduka atas perginya kakeknya Om Keven.
    Semoga arwah kakek Om tenang di alam sana.

    ReplyDelete
  18. semoga diterima disisinya

    ReplyDelete
  19. semua pasti akan kembali, turut berduka mas :)

    ReplyDelete
  20. turut berduka cita bang :)

    ReplyDelete
  21. Turut berduka Ven, semoga beliau tenang di alam sana. Jadi inget almarhum kakekku juga :(

    ReplyDelete
  22. deepest condolencest, ven... i'm sorry to hear that

    Yup, gue juga punya perasaan yang sama kayak lu waktu nenek gue meninggal.. Gue berharap dia bisa datang pas wisuda gue, eh taunya dua bulan sebelum gue wisuda, dia udah berpulang duluan.... :'(

    ReplyDelete
  23. Turut berduka cita..semoga keluarga yang ditinggal memperoleh ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi duka ini

    ReplyDelete
  24. kev.. turut berduka cita yaa..

    ReplyDelete
  25. turut berdukacita yah ko, bacanya jadi berkaca-kaca nih.

    ReplyDelete
  26. Death ends life, not relationship.
    --Tuesdays with Morrie.

    Anyway you should read that book. =)

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe