MOVE ON

20:43:00

Life doesn't hurt until you have time to yourself to think about how things have changed, who you've lost along the way, and how much of it is your fault.

Selain tentang Friendzone, tampaknya hal yg satu ini juga merupakan salah satu topik yg ramai dibicarakan oleh para remaja galau di dunia maya.

Apa sih MOVE-ON itu?
Move-on adalah sebuah istilah gaul yg digunakan para remaja gaul untuk mendeskripsikan ke(tidak)mampuan mereka untuk beralih dari cinta yg lama ke cinta yg baru.

Ato secara singkatnya mungkin move-on itu bisa di-identikan dengan "betapa sulitnya melupakan sang mantan"

Sebenernya, apa sih yg membuat move-on itu terasa sulit?

Jawabannya sebenernya sangat simpel : keterikatan.

Manusia tuh makhluk yg aneh, di satu sisi mereka senang akan yg namanya kebebasan, tapi di sisi lain, mereka juga senang mengikat diri mereka terhadap hal2 yg ada di sekeliling mereka. Keterikatan terhadap seseorang atau suatu kelompok misalnya, yg seringkali membuat mereka berpikir bahwa mereka tidak mampu melakukan segala sesuatunya sendiri.

Dalam kasus move-on ini, keterikatan yg seringkali terjadi dalah keterikatan terhadap kenangan masa lalu.

Kenangan adalah suatu hal rentan/rapuh yg ironisnya seringkali menjadi beban kita untuk seumur hidup. Gua sebut kenangan itu sebagai sesuatu yg rentan/rapuh karena kenangan itu seringkali berisi :
1. Kejadian di masa lampau
2. Tidak dapat diputar kembali
3. Berisikan rasa penasaran atau penyesalan

Dan percayalah, kenangan itu selamanya akan menjadi BEBAN apabila kita selalu terikat padanya...

Moving on is simple, it's what you left behind that makes it difficult...

Lalu bagaimana donk caranya agar kita bisa move-on? Agar kita tidak terikat oleh kenangan masa lalu? Resep obatnya cuma satu kawan...belajarlah untuk MERELAKAN.

Sesimpel itukah? Well, kedengerannya sih gampang, tapi percayalah kawan, merelakan itu tidaklah mudah...

Semua orang pasti pernah mengalami hal yg tidak menyenangkan di dalam hidupnya...gua pun pernah. Kenangan paling tidak menyenangkan dalam hidup gua adalah...pada saat gua harus nyakitin seseorang yg sangat menyayangi gua.

Yup, waktu tahun 2004, gua terpaksa harus putus dengan pacar gua pada saat itu.
She's the ONLY one girl I've ever dreamed of having a future with. Gua sayang dia, dia sayang gua, mestinya segalanya baik2 saja donk? Gua pikir juga begitu, tapi ternyata tidak, kawan. Ternyata dalam sebuah hubungan yg namanya cinta saja tidaklah cukup. Ada sebuah jurang besar di antara gua dan dia yg membuat kita sulit untuk berkomunikasi dengan baik dan benar, dan hal itu perlahan2 menggerogoti hubungan gua ma dia.

Akhirnya...gua pun mutusin dia...di tengah hujan deras yg meredam jerit tangisnya dia... Rasanya sakit banget, jauh lebih sakit daripada waktu gua diduain sama pacar gua sebelumnya. Gua sayang dia, dan dia juga sayang ma gua...tapi hubungan kita stuck, kita ga bisa komunikasi, dan hal itu membuat hubungan kita selalu terombang-ambing oleh gangguan eksternal yg tiada henti.

Perasaan bersalah yg gua rasakan di hari itu masih terus menghantui gua selama bertahun2 sesudahnya. Seringkali gua terbangun di tengah malam karena gua memimpikan kejadian hari itu. Bahkan hingga 6 tahun berlalu, wajah penuh tangisnya masih sering terbayang2 di kepala gua.

Apakah benar keputusan yg gua ambil pada hari itu? Apabila dipikir dengan otak gua saat ini, gua tidak bisa sepenuhnya membenarkan keputusan gua saat itu. Waktu itu gua masih SMA, masih naif, masih bodoh, belum bisa berpikir panjang dan penuh pertimbangan seperti diri gua hari ini. Apabila gua bisa memutar waktu dan kembali ke masa itu, gua akan terus perjuangin hubungan gua dan dia, karena gua yakin seiring berjalannya waktu, cinta pasti akan menemukan jalan.

Lantas apa yg harus gua lakukan sekarang? Terus2an memendam luka dan menyesali kejadian tersebut? Memaki diri atas keputusan salah yg gua ambil hari itu?
Oke, sekarang gua tanya...apakah dengan menyesali dan merasa bersalah lantas gua dapat mengubah segala sesuatu yg telah terjadi? Tidak. Lalu untuk apa terus larut di dalam kepedihan masa lalu?

You are not a 'has-been', you are a 'will-be'

Sebelum kita mencintai seseorang, kita harus mulai dengan mencintai diri sendiri. Karena itulah, gua memilih untuk PERCAYA pada keputusan diri gua di masa SMA.

Tentunya masih banyak skenario dan kemungkinan yg mungkin terjadi apabila saat itu gua ngga putus dengan pacar gua. Gua percaya akan hal itu. Tapi apabila kita terus menerus berpikir "What if", ga akan ada habisnya.

Gua memilih untuk percaya dan menghormati keputusan si Keven versi SMA. Oke, waktu itu memang dia masih naif, masih cupu, masih bloon, tapi gua yakin diri gua di saat SMA saat itu sungguh2 mencintai pacar gua dan tentunya pada saat itu tentunya ia juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan hubungan itu. Kalopun akhirnya ia memilih untuk putus, tentunya ia sudah punya pertimbangan masak2 atas keputusan yg ia ambil. Walaupun bukan keputusan yg terbaik, tapi tentunya, PADA SAAT ITU, itu adalah keputusan terbaik bagi si Keven versi SMA.

Inilah yg gua maksud dengan berdamai dengan masa lalu, kawan. Gua belajar untuk tidak menyesali dan terus menerus berspekulasi mengenai kemungkinan2 yg telah terjadi. Masa lalu adalah masa lalu. Tentunya terkadang ada rasa sakit dan sesal yg tertinggal di sana, tapi daripada terus menerus terluka karenanya, ada baiknya kita belajar untuk percaya, memaafkan, dan menjadikan semua itu sebagai pelajaran hidup yg berharga supaya di masa yg akan datang kita tidak lagi mengulang kesalahan yg sama. When you lose, don't lose the lesson.

Dan ya, hari ini gua bisa dengan bangga bilang bahwa gua sudah mampu untuk MERELAKAN...

The hardest thing about growing up is that you have to do what is right for you even if it means breaking someone's heart. Including your own.

Merelakan tidak berarti melupakan, tidak memikirkan, atau tidak mengacuhkan.
Ia tidak meninggalkan perasaan marah, cemburu, ataupun sesal.

Merelakan tidak berarti menang ataupun kalah.
Ia bukan tentang harga diri dan bukan juga tentang kesan yang ditimbulkan. Dan ia juga tidak terobsesi ataupun tenggelam dalam masa lalu.

Merelakan bukan berarti membendung kenangan atau memikirkan hal-hal sedih.
Ia tidak meninggalkan kekosongan, sakit hati, atau kesedihan. Ia tidak berarti menyerah ataupun mundur pasrah.

Merelakan tidak sama dengan kehilangan, dan jelas bukan kekalahan.

Merelakan berarti bisa menyimpan kenangan, tapi juga bisa mengatasinya dan melanjutkan kehidupan. Berpikiran terbuka dan yakin akan masa depan.

Merelakan berarti menerima, belajar, menarik pengalaman, dan terus bertumbuh.

Merelakan berarti merasa bersyukur atas segala pengalaman yang membuatmu tertawa, menangis, dan berkembang.
Ia berkaitan dengan segala yang kau miliki saat ini, di masa lalu, dan yang akan segera kau miliki lagi kelak.

Merelakan berarti mempunyai keberanian untuk menerima perubahan dan kekuatan untuk terus berjalan.

Merelakan berarti menuju kedewasaan, menyadari bahwa kadang kala hati ini bisa menjadi obat yang paling ampuh.

Merelakan berarti membuka pintu, membersihkan jalan, dan membebaskan diri sendiri.

I'm moving on, and starting new.
I'm finding me, and forgetting you.

Oya, ada satu lagu yg pernah gua bikin untuk seseorang di masa lalu. Memang melodinya bukan bikinan gua, itu ngambil dari instrumental film Korea "My Sassy Girl", tapi kata2nya murni hasil ungkapan perasaan gua. Kemaren ini akhirnya gua berhasil nyanyiin lagunya dengan baik, dan kemudian gua masukin ke soundcloud.

Selamat mendengarkan, semoga ga ada kaca yg pecah. Oya, lirik lagunya bisa dilihat di sini.

You Might Also Like

39 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. aah.. aku lagi ga bisa move on nih..
    sampai sekarang masih :')
    mudah buat diucapkan tapi sulit dilakukan..
    rasanya lebih berat dari palunya usopp..
    gimana dong ah aaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena lu masih menyeret2 beban dari masa lalu. Seribu perandaian, sejuta pertanyaan...

      Coba lu tanemin ke diri lu sendiri bahwa semua yg udah terjadi ga bisa diubah dan kalian berdua harus jalani jalan masing2 sekarang...

      Percaya deh, hari esok akan jauh lebih baik =)

      Delete
  2. keren wahahaha.. tambahan ilmu untuk gue yg duta galau berjamaah :3

    ReplyDelete
  3. makanya spion sepeda motorku dilepas
    lagi move on ga mau nengok ke belakang
    hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Liat ke belakang itu bagus, selama hal itu ga bikin kita melupakan masa kini. Kalo terus2an liat ke belakang sambil nyetir motor, ujung2nya ya nabrak deh hehehe

      Delete
  4. perubahan kearah yang lebih baik perlu itu

    ReplyDelete
  5. Ihik. Artikel ini menohok hatiku sekali. Move on akan lebih mudah ketika sudah menemukan seseorang yang baru, sayangnya sampai saat ini saya belum menemukannya *curcolllll

    ReplyDelete
    Replies
    1. Take a second out to think about this: in your life you search and search for the right person for you. Every time you break up with someone you get one step closer to that person. You should look at moving on as getting closer to meeting the one ;p

      Delete
  6. Move on... bagi aku "hari kemaren" itu seperti sebuah buku, aku perlu membacanya kembali saat aku berjalan lurus kedepan. Itu seperti seorang guru,
    melihatnya sejenak dan tak pernah kusentuh lembaran itu. Itu lebih baik.
    Pengalaman itu mengajarkan kita bagaimana menjadi dewasa :D

    Move on tanpa harus takut melihat kebelakang, tapi jangan menyentuhnya lagi kalau kita tidak mau jatuh pada lubang yang sama, kadang hal yang di belakang kita itu memberikan kebenaran secara jujur tentang kita :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, yg namanya keberanian bukan berarti tidak mempunyai rasa takut, tapi berani untuk maju meskipun merasa takut...

      Delete
  7. KERENNNNN udah gitu ajah buat respon nih postingan ama lagunya
    Bener bang move on itu perlu :D. apalagi bisa membuat karya seperti ini gara-gara move on :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena move on itu butuh usaha dan tekad yg kuat, alihkan kekuatan itu ke otak dan jadikan sumber kreativitas hehehe

      Delete
  8. setuju tidak dalam percintaan dalam kehidupan yang lain juga kita harus selalu move on... karena begitulah hidup.. cuma bisa maju ga bisa mundur...

    ReplyDelete
  9. Suka banget om kepen sama tulisannya. Move on bukan berarti harus cari pengganti baru, tapi hanya benar-benar mengikhlaskan dia yang telah pergi. Gue sendiri udah coba buka hati dan biarin dia pergi. Semuanya natural, gue gak mau maksa diri gue sendiri. Bukankah bahagia ketika melihat orang lain bahagia dengan kehidupannya sendiri? Walau sejatinya cinta harus memiliki kelak aku akan punya cinta sejati. Eh jadi curcol gini gue :">

    ReplyDelete
    Replies
    1. To let go of someone doesn't mean you have to stop loving, it only means that you allow that person to find his own happiness without expecting him to come back =)

      Delete
  10. setuju banget sama quotenya.. "past is a nice place to visit, but certainly not a good place to stay" :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo terus2an diem di jaman dulu, kapan mau majunya? Hehehe

      Delete
  11. move on ku dimulai ketika aku tersadar bahwa mengingat dan masih menaruh harapan akan seseorang yang sudah meninggalkan kita itu ternyata buang2 waktu---nah di sinilah aku mulai move on, kebukti sekarang enjoy aja sih...kalau ada hal2 seperti itu lagi yg mampir udah bisa ngatasin alias ngrelain; nggak kayak dulu, yg masih labil banget -.-"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sometimes we must get hurt in order to grow; we must fail in order to know. Sometimes our vision only clears after our eyes are washed away with tears...

      Delete
  12. senyum manis buat postingan ini #KEREEEN, suarenye kece bener ^__^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you. Jangan fall in love sama gua ya #eh

      Delete
  13. duh, banyak bgt kata2 keren nya disini kak .. *berkaca-kaca*
    gue juga pengen move on, tp gue takut doi jadi benci sama gue :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo emang kalian berdua ditakdirin untuk jadi sahabat, pasti akan ada jalan di mana kalian tidak saling membenci =)

      Delete
  14. Merelakan berarti mempunyai keberanian untuk menerima perubahan dan kekuatan untuk terus berjalan.

    suka sama kata-kata ini. ayo dong pada move on :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengeluh dan menyesali masa lalu itu mudah. Orang yg berani menghadapi kenyataan dan terus maju meskipun berat, itu baru bisa sukses dalam hidup

      Delete
  15. buat move on sebenernya sih gampang, asal cara kita melakukannya aja. gue udah 2x move on, dan semua kenangan itu udah berhasil gue lupain. semoga bisa move on ya :D

    ReplyDelete
  16. Mas, saya kutip kata2nya yaa :D Kata2nya bagus hehe

    ReplyDelete
  17. hmm... move on
    memang umum diterapkan dalam putus pacaran,
    tapi misalnya, kalau kita bertemen, dan temen itu dah ga cocok lagi sama kita, bahkan cenderung benci denggan kita.
    apa kita juga harus move on cari temen baru
    atau gimana :D
    mohon pencerahan suhu keven :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama aja prinsipnya. Gua ngambil contoh pacaran karena biasanya itu yg paling umum terjadi, biasanya kalo namanya temen ga pake acara jadian, ribut, atau putus kan? Cuma mungkin ada beberapa temen yg udah jarang maen bareng, tapi bukan berarti udah tidak bertemen...

      Delete
  18. nice post :)

    cerita nya terharu banget :(

    ReplyDelete
  19. kok suaranya ga kedengaran Ven? PC gue kali yah ngelag? -_-

    Padahal gue pengen dengerin suara seksong lu.. Huahahaha...

    ReplyDelete
  20. Nice post!
    gue suka banget quote-nya, thanks buat postingannya :D

    ReplyDelete
  21. hhe sebenernya ini gue banget, tapi untuk beberapa minggu yang lalu ini udah gak lagi. ya walaupun beberapa dari mereka masih menyangka kalau gue masih 'gagal move on'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gosip2 itu akan berlalu terbawa angin, sobat... =)

      Delete
  22. pas banget nihh baca nii krn aq jg blm lama nii putus. hiks.

    ReplyDelete
  23. jadi inget kata2 : "obat patah hati paling manjur adalah waktu"

    dan emang bener sih (paling ga buat gw)

    ReplyDelete
  24. Pas banget lagi buka FB, title nya sesuai dengan tema kehidupan saya skg...
    mau move on tapi gatau caranya ahaha...

    nice story.. thx for sharing
    -salah satu teman TA anda :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat Von =)
      Thank you udah baca blog gua lho

      Delete
  25. yaa aku sudah baca postingan ini memotivasi bgt biar kita bisa merelakan seseorang walaupun itu sulit untuk dilakukan, nice post ka (y)

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe