Nilai A Paling Manis Dalam Hidup Gua

11:35:00


Sebelum gua kuliah di Marnat, gua sempet kuliah di Universitas Antah Berantah alias UNAB (buat yg pengen tau kisah lengkapnya, bisa baca di sini dan di sini)

Anyway, singkat cerita, waktu gua kuliah di UNAB, sewaktu penjurusan gua tidak bisa masuk jurusan yg gua inginkan karena KATANYA nilai gua kurang, bahkan gua dilempar dari jurusan yg satu ke jurusan yg lain. Dari jurusan Menanam Padi, ke jurusan Mencangkul Sawah, ke jurusan Tumis Ketela, dan terakhir bahkan setelah kuliah selama 1 minggu di jurusan Tumis Ketela, gua dipanggil menghadap ke fakultas dan gua kembali dilempar ke jurusan Menanam Singkong.

Tentunya, gua tidak ditendang begitu saja dari satu jurusan ke jurusan lain. Mereka punya "cara" khusus untuk melakukan hal tersebut. Waktu gua dipanggil ke kantor fakultas, gua bertemu dengan seseorang, kita sebut saja "sang algojo", supaya tidak ada pihak yg tersinggung. Sang algojo minta gua membawa karya2 gua dalam bentuk CD dan kemudian ditampilkan di proyektor di hadapan seluruh staff yg hadir di sana.

Setelah memperhatikan karya2 gua (yg tentunya MASIH CUPU karena gua baru kuliah satu taun dan skill gua belom terasah), sang algojo menggeleng2 kepala sambil berdecak kecewa.
"Saudara Keven, saya rasa kamu tidak cocok masuk fakultas ini...kamu tidak bisa menggambar..." kata sang algojo.


Memang gua akui waktu gua masih kuliah di UNAB tuh gua bodo banget dalam soal menggambar, disuruh gambar kuda aja jadinya malah lebih mirip anjing, hehehe. Tapi gua berusaha keras untuk mempertahankan nilai gua. Sepulang kuliah gua belajar gambar ke temen mama gua yg seniman, kalo ada tugas yg nilainya jelek, gua minta perbaikan. Tapi tampaknya di mata sang algojo tuh usaha gua ga ada artinya...

The rest is history. Akhirnya gua bertemu dengan Pak Harja, seorang dosen yg mengajar di Marnat dan beliau membantu gua untuk bisa pindah kuliah ke sana dan masuk jurusan yg gua inginkan walaupun perkuliahan sudah dimulai selama 3 minggu.


Contoh karya2 gua selama di UNAB
(Klik untuk memperbesar)

Tapi walaupun gua memulai kehidupan baru di Marnat, di jurusan DKV yg gua inginkan, kata2 sang algojo tetap terngiang2 di kepala gua.
"...kamu tidak bisa menggambar..." perkataan tersebut sangat menusuk hati gua karena percaya ga percaya, menggambar adalah kemampuan yg selalu gua bangga2kan semenjak gua kecil.

Gua udah bisa menggambar komik sejak gua umur 1 tahun, bahkan sebelum gua belajar membaca dan menulis. Selama di SD dan SMP kemampuan gambar gua selalu dipuji dan gua pun berhasil masuk ke UNAB dengan jalur standar, lolos dari bermacam2 tes yg melibatkan kemampuan menggambar, mengalahkan 3000 peserta lainnya. Dan sekarang, si algojo bilang gua tidak bisa menggambar?

Awalnya gua marah dan gua bertekad untuk membuktikan bahwa gua bisa menggambar lewat karya2 gua di Marnat, tapi seiring berjalannya waktu, gua sadar bahwa pelajaran menggambar manual adalah satu2nya pelajaran di mana gua mengalami kesulitan. Gua bisa menggambar, garis dan bentuk gua bagus, tapi gua bermasalah dalam hal mengarsir dan mewarnai. Gambar gua kalah jauh kalo dibandingkan beberapa orang di Marnat yg kalo ngegambar, hasilnya udah mirip dengan foto.

Kelemahan gua dalam mengarsir dan mewarnai kemudian membuat gua kembali mengalami kesulitan dalam pelajaran2 di mana gua harus menggunakan cat dan alhasil, MDG (Mayor Desain Grafis) 1 dan MDG 2 gua cuma dapet nilai C+. Bahkan waktu MDG 2 gua terancam ga lulus karena untuk pertama kalinya selama kuliah di Marnat, gua dapet nilai merah. Dosen gua waktu itu strict banget dan tiga buah tugas gua dapet nilai 50. Gua hanya punya satu kesempatan memperbaiki nilai yaitu lewat tugas terakhir di semester itu di mana kita ditugaskan membuat poster dan mewarnainya dengan cat poster.

Di tengah kegalauan itu, gua bertemu dengan Bapak M, seorang dosen yg mengajar gua di tingkat dasar. Gua cerita soal kesulitan gua ke dia. "Mungkin memang benar kata si algojo bahwa saya tidak bisa menggambar" curhat gua ke Bapak M.
Bapak M hanya tersenyum kemudian dia bilang satu hal yg bener2 bikin gua kaget.
"Kata siapa desainer harus bisa gambar?" tanya Bapak M kepada gua.

"Di UNAB kamu diajarin jadi seniman, di sini beda. Di sini, kita ngajarin kamu jadi seorang problem solver kreatif, atau istilah kerennya...desainer." kata Bapak M.
"Saya bukan lulusan desain, saya lulusan ekonomi. Saya ga bisa gambar, tapi saya mengerti prinsip2 dasar desain, saya bisa memecahkan masalah, saya bisa menggunakan software komputer, dan saya tau desain yg bagaimana yg bisa menjual. Apakah saya seorang desainer?"

Bapak M meninggalkan gua tanpa sempat menjawab pertanyaan terakhirnya itu. Waktu itu gua belom tau jawaban dari pertanyaan dia, tapi berkat ngobrol ma dia, gua dapet sedikit pencerahan. Gua berhasil lolos MDG 2 di semester itu. Tugas akhir gua dapet A, bukan karena gambar gua bagus, tapi karena konsep gua kuat dan proses gua bagus. Secara grafis, karya gua cuma dapet nilai 72, dari konsep gua dapet 95 dan proses gua dapet 85 karena gua rajin asistensi ke dosen.




Gambar2 gua setelah masuk marnat...ada kemajuan kan?
(Klik untuk memperbesar)

Di tingkat2 berikutnya kita mulai mendesain menggunakan komputer dan ternyata di situlah gua berjaya. Kelemahan gua dalam hal menggambar manual bisa gua tutupi dengan ide dan konsep yg brilian yg didukung dengan kemahiran gua menggunakan berbagai program komputer. Bahkan dibanding temen2 gua, gua sengaja ambil lebih banyak mata kuliah setiap semesternya dan gua menguasai berbagai bidang desain seperti Videografi, Flash Animation, Web Design, Motion Graphic, 3D, Fotografi, Environmental Graphic, dan juga Branding.

Gua menghindari menggunakan gambar manual di dalam desain gua dan gua mengkompensasinya dengan kemampuan Digital Imaging gua yg baik di mana gambar2 yg gua gunakan di dalam desain gua semuanya adalah hasil olah digital (bukan asal colong dari Internet). Di dalam tugas2 berkelompok pun, gua selalu memposisikan diri gua sebagai Art Director yg bertanggung jawab menjadi Project Manager, konsep, dan juga presentasi.

Kemampuan desain gua memang masih kalah apabila dibandingkan dengan sahabat2 gua, tapi gua ahli dalam segala hal yg berkaitan dengan proses berpikir. Gua bisa jadi otak di dalam suatu proyek dan gua juga ahli dalam hal presentasi. Kekurangan gua dalam hal artistik gua kompensasi dengan pengetahuan yg luas mengenai bermacam2 bidang desain.

Berikut ini adalah beberapa contoh karya gua selama di DKV...

Fotografi + Digital Imaging
(Klik untuk memperbesar))
Poster Film hasil Digital Imaging
(Klik untuk memperbesar)
Re-design Novel Jomblo
(Klik untuk memperbesar)

Web Design
(Klik untuk memperbesar)

Branding Lutung Kasarung, Vector Illustration
(Klik untuk memperbesar)

Board Game Kamen Rider
(Klik untuk memperbesar)

Kartu Board Game Kamen Rider
(Klik untuk memperbesar)
Gua berhasil menghindari menggambar manual hingga tiba saatnya gua menghadapi TA (Tugas Akhir). Saat memilih judul untuk TA, gua udah menyusun strategi dengan baik. Gua akan bikin boardgame di mana gua bisa unjuk gigi dalam hal konsep dan gameplay, gua menghindari kampanye ataupun media2 lain yg mengharuskan gua menggambar manual. Itulah yg gua pikirkan di awal TA...tapi ternyata gua salah...

Ternyata dalam membuat boardgame bertema "Bandung Lautan Api", gua kesulitan dalam menemukan image yg dapat gua gunakan untuk desain gua karena arsip2 gambar yg beredar mengenai masa2 perjuangan kemerdekaan sangatlah minim. Akhirnya, dosen pembimbing gua pun menyuruh gua untuk menggunakan ilustrasi di dalam desain gua. Edan, mati gua. Maksudnya menghindari ilustrasi, sekarang karya gua malah harus menggunakan ilustrasi.

Akhirnya dimulailah perjuangan TA gua yg bak neraka itu. Minggu demi minggu, bulan demi bulan, setiap kali asistensi, ilustrasi gua selalu ditolak. Bermacam2 gaya mewarnai pun gua terapkan di dalam karya gua tapi memang hasilnya selalu tidak terlalu bagus. Tapi berkat kegigihan gua dan juga dukungan tiada henti dari dosen pembimbing gua, akhirnya perlahan2 gua mulai menemukan "style menggambar" gua kembali. Untuk mewarnainya, gua sampe bela2in belajar kilat teknik Digital Painting secara otodidak dari berbagai buku dan e-book. Berikut ini adalah contoh proses perjalanan gua mendesain sebuah karakter di dalam boardgame gua...

Progress ilustrasi, dari lineart (bawah) sampai jadi gambar yg oke (atas)
Klik untuk memperbesar
Hasil akhir

Akhirnya sidang akhir pun tiba, dan gua berhasil menjawab semua pertanyaan yg diajukan penguji. Pada akhir sidang, memang visual gua masih mendapat kritikan, tapi secara konsep dan progress, gua dinilai baik. Dan puncaknya adalah pada saat Yudisium, semua peserta TA dipanggil ke depan untuk dinyatakan lulus/tidak lulus dan juga dibacakan nilainya di hadapan seluruh hadirin yg hadir di sana. Pada waktu nama gua dipanggil ke depan, gua udah deg2an banget. Gua yakin gua pasti lulus, tapi gua ga tau gua dapet nilai berapa. Dengan langkah gontai, gua pun berdiri, maju ke depan, dan memejamkan mata...

"Saudara Keven Alberto Y, dinyatakan lulus dengan nilai A"

Seusai Yudisium, hari terakhir jadi mahasiswa...
Mengapa nilai A ini jadi nilai A yg paling manis di dalam hidup gua? Pertama karena TA ini adalah pertarungan terakhir gua di Marnat sebagai mahasiswa, dan gua udah mengerahkan semua kemampuan yg gua pelajari selama 5 tahun gua kuliah. Mengingat semua usaha dan pengorbanan yg telah gua lakukan, tentunya gua berharap dapat nilai yg terbaik.

Kedua, karena di TA ini, gua berhasil mengalahkan ketakutan gua. Gua divonis ga bisa gambar sama sang algojo, dan selama ini hal tersebut membuat gua jadi ga pede dalam hal menggambar. Gua selalu lari dari menggambar manual, minder kalo liat gambar orang laen yg bagus2, dan hal itu terus berlanjut selama bertahun2. Tapi di TA ini, gua berhasil menghadapi ketakutan gua dan lewat hasil akhirnya terbukti bahwa gua bisa membuktikan bahwa kata2 sang algojo tuh salah.

Mungkin memang gambar kita tidak sebagus gambar orang lain yg mirip foto, tapi kata siapa bahwa gambar yg bagus harus selalu gambar yg realis? Di dunia ini ada bermacam2 gaya desain, gaya menggambar pun demikian. Masing2 orang punya style sendiri, dan keunikan itulah yg menjadi soul dari karya2 yg kita buat. Gua mungkin ga jago gambar realis, tapi kalo ngegambar dengan gaya vector cartoon, gua berani diadu.

Dan ya, lewat TA ini terbukti bahwa desain yg baik tidak semata2 hanya indah dipandang lewat mata, tetapi juga sesuai dengan konteks dan dapat memecahkan masalah. Mungkin visual gua tidak seindah orang lain, tapi TA gua dinilai berhasil karena boardgame gua dapat memecahkan pokok permasalahan yg gua angkat.



Di akhir Yudisium, salah seorang dosen gua memberi wejangan, "When you leave here, don't forget why you came" (Saat kamu meninggalkan tempat ini, jangan melupakan alasan mengapa kamu studi di sini) Gua terhenyak. Awal masuk Marnat, gua datang untuk membuktikan kepada dunia bahwa UNAB dan sang algojo akan menyesal karena telah "membuang" dan mempermalukan gua. Gua masih belom berhasil bales dendam, tapi setidaknya, dengan nilai A (dan status gua yg katanya terancam cum-laude), gua udah berhasil membuktikan bahwa perkataan mereka soal gua salah jurusan dan tidak bisa menggambar itu SALAH BESAR.

Memang tidak semua orang dilahirkan jenius dalam menggambar, gua pun termasuk salah satu orang yg mungkin tidak terlalu berbakat di dalam hal tersebut. Tapi gua punya bakat lain yg bisa mengkompensasi kelemahan gua itu : jenius dalam berpikir dan jenius dalam kerja keras. Orang yg berbakat mungkin butuh 1 jam untuk bisa menyelesaikan karya yg indah sementara gua butuh tiga jam. Ya gpp, harus 3 jam ya gua kerjain selama 3 jam. Kerja keras dan kegigihan bisa mengkompensasi kelemahan kita.

So yeah, moral dari postingan panjang ini adalah...bahwa semua orang diciptakan setara oleh Tuhan YME. Memang kita tidak punya bakat dan kemampuan yg serupa, tapi sukses atau tidaknya seseorang tidak ditentukan oleh bakat melainkan oleh semangat, tekad, dan kerja kerasnya.

Memang gua udah lulus dan dapet A, tapi gua sadar bahwa pertarungan yg sebenarnya bukanlah sebatas nilai di kampus, tapi di luar sana, sebagai seorang sarjana, sebagai seorang desainer. Perjuangan gua baru saja dimulai, ini baru awalnya.

Selamat tinggal Maranatha. Selamat tinggal kehidupan kuliah.
Thanks for everything...

Next stop : CHINA.


Graduation is only a concept.
In real life, education never stop.
Learning is a process that goes on until the last day of your life.

You Might Also Like

53 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. saya sudah terbiasa di B hehhehee

    ReplyDelete
  2. hadeh ko, bulan september nanti giliran ane nih belajar jadi calon desainer hwhwhw. sukses selalu ya ko, jangan lupa bobol internet di china nanti biar masih bisa ngeblog. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siappp...tidak ada kondom made in china yg cukup kuat untuk menghalangi keinginan gua ngeblog, wkwkwk...

      Sukses di DKV ya, Bi...ditunggu karya2nya...kalo butuh KP, mungkin tar lu bisa kerja di biro desain gua, hehehe

      Delete
  3. Wah!
    Selamat, Mas Kev..
    Ak penasaran sma game "Bandung Lautan Api", Mas..
    Seingetku pernah direview jg di punya Mb Fany, ya..
    Kreatif, lo :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener...pernah di review sama Funy, hehehe

      Sayangnya untuk sementara gamenya belom untuk dijual secara umum, kalo ikut gathering KK Bandung nanti mungkin bisa gua bawa gamenya, hehehe...

      Delete
  4. Aku terhenyak, bang. Banyak sekali pesan moral yang kamu sampaikan di sini. Kagum!

    Betewe, mau ngucapin selamat atas awal yang baik ini, bang kepen! ^_^

    ReplyDelete
  5. kak, itu yang ngegambar tubuh orang dapet inspirasi darimana ? hayooo... #SalahFokus
    Hahahaha :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo lu jadi mahasiswa seni rupa dan desain, terus ambil pelajaran Live Painting, lu akan dapet jawabannya, hahaha...until then, I leave it to your imagination ;p

      Delete
  6. Kisah yang menarik dan bisa diambil banyak pelajaran. Terimakasih sudah berbagi, setidaknya sudah membuka dan menggairahkan semangat baru bagi saya. Salam :)

    ReplyDelete
  7. gambar-gambar keren tuh, untungnya Keven semangat terus ya waktu dibilang gak bisa gambar, gak kalah sebelum bertarung

    ReplyDelete
  8. Sama kaya om Keven dulu, saya ga bisa ngewarnain =_=

    Iya, semua orang pny style gambar sendiri, ga bisa dipaksain hrs ikut style universal.

    Btw, selamat ya om :D

    ReplyDelete
  9. selamat kak keven :D flame itu kadang berguna buat ke depannya :D btw gambarnya kak keven keren :D

    ReplyDelete
  10. nah ini nih, lewat blognya Kak Keven, gue jadi lebih ngerti tentang DKV yang bakal gue masukin nantinyah:D selama ini sih gue baru belajar manual tentang... ya lu tau sendiri lah yang ada di deviantart gueh :D ( http://chillanonohara.deviantart.com )

    gambar gue juga lebih ke gaya kartun, bukan realis.. karna yang realis itu nyeremin ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tekunin aja gaya gambar yg lu suka, pasti lebih enjoy ngegambarnya, hehehe

      Delete
  11. Keren :-) untung aja bang Keven ketemu Bapak M :-)

    banyak belajar dari postingan ini :-) tutupi kelemahan dengan memperkuat apa yang kita bisa, hasilnya memuaskan :D

    Selamat bang Keven, PAnya sukses :D

    ReplyDelete
  12. :') terharu om kev..
    oke om, sebagai mahasiswa UNAB, aku yang bakal nerusin prinsip tadi. "designer nggak harus bisa gambar, tapi bisa memecahkan masalah."
    aku juga punya prinsip lain, "semua orang bisa menggambar."
    doakan ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga sukses kuliah di sana dan sukses masuk jurusan Menanam Padi...;p

      Delete
  13. hebat dan salut sama ceritanya.... panjang dan menarik untuk baca... dari dibilang tidak bisa gambar akhirnya bisa menghasilkan karya yang hebat sekali...

    semoga masa depanmu sukses sob..... salam selalu....

    ReplyDelete
  14. haha mengingat masa lalu ye~ mending yg dkaw alasannya masih masuk akal, "nilenya kurang" lah sy pas itu alasannya "maap, kursi dkv-nya ga mencukupi..." =3=a

    eh slamet yee nilenya bagoooess *thumbs up* tinggal nunggu wisuda aja nih~

    but emang sih setaun di marnat ama setaun di UNAB beda banget experiencenya...kalo di marnat naek levelnya cepet hahah mungkin kebawa efek revenge ke UNAB kali yeh~ :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alesan mah apa aja star...mulai dari "lu ga ada tampang seniman" sampe "tadi pagi lu kaga cebok sih", hahaha

      Yg penting, lu ma gua ternyata ga salah jalan dan kita bersyukur karenanya *TOSSS

      Delete
  15. cita2 gua dulu jadi mangaka, entah kenapa bakat gak didukung sama situasi dan kondisi ,makanya gua terlempar ke jurusan bahasa inggris, tapi gua yakin dimanapun kita asal ada kemauan pasti ada jalan,enyway gua salut sama lu bang, manis banget emang rasanya nilai A apalagi dengan hasil usaha sendiri hehe

    ReplyDelete
  16. pas gambar dada kok jadi jago nggambar kep?? huahahahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Didorong oleh tenaga dalam Bud, wkwkwk...if you know what I mean ;p

      Delete
  17. gambarnya bagus2 gitu dibilang gak bisa gambar -_-

    sukses ya om! :D

    ReplyDelete
  18. Ohh, jadi "boobies" itu desain yang menjual ya bang ? *ngangguk-ngangguk*
    Ternyata berat ya,kuliah desain. Gak ngebayangin suatu saat saya harus jadi mahasiswa,dan ngadepin orang dengan kemampuan (bukan bakat,saya ulangi *uhuk*) tingkat dewanya dewa,mother of God. Sebenernya bakat cuma pengaruh 1%,sisanya 99% adalah kerja keras. Saya juga gak bisa gambar,cuma emang sering orat-oret *curcol nih*.Gambar saya malah sering diejek.Manggil guru les gambar,eh,masih juga jelek.Akhirnya pada saat ketemu blognya Kak Yulian,disana baru.
    Wew, abis lulusan terus pameran desain ya ? Ngeri banget kuliah,ntar diliatin gitu...duh.Bang,kalo yudisium gak lulus gimana dong ? Waduh,ngulang toh ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu boobies tuh hasil studi bentuk. Itu latihan, bukan desain. Awalnya belajar gambar, kemudian baru belajar desain...begitu...

      Yg ga lulus biasanya udah ditelp atau disuratin sebelum Yudisium jadi pas hari H, dia ga akan dateng...

      Delete
  19. Kyaaa om keven kece banget itu yang gambar merak *--* detail banget feathers nya, anyway ternyata saya belom follow om ya, padahal sering baca-baca wahahahah wadoh difollow dulu deh! Dan aku gak tau kalo misalnya masuk jurusan DKV proses yang bakal dilalui serepot ini, papahku juga dosen DKV, tapi beliau gak pernah cerita kayak gini2an :b kalo aku ke kampus papahku aku juga suka liat artworks mahasiswa2, bahkan ada yang gambarnya lebih kurang memuaskan dibanding gambar om yang di UNAB, malah gambar mereka beberapa ada yang kaya anak SD, prespektif nya ancur2an. anyway aku suka gambar abstrak yang sebelum live painting telanjang itu, keren :D Jadi ngefans sama om keven ahahhaha :)) itung-itung belajar pengalaman lah dari yg udah senior, soalnya mau masuk Dkv juga ^^ hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu hasil fotografi yg dipercantik dengan olah digital, hehehe...

      Iya, memang sebenernya kalo mau jadi desainer tuh ga semata2 harus bisa gambar, tapi yg penting tuh kreativitas dan sensenya. Mungkin gambar perspektif mereka kayak anak2, tapi di balik semua itu mereka jago Motion Graphic...

      So yeah, menurut gua sebenernya semua orang punya bakat sendiri di bidangnya masing2, ga bisa nilainya disamaratakan hanya dari gambar tangannya bagus atau tidak ;p

      Delete
  20. Aku terharu dengan perjuangan kakak ^^
    Terkadang anggapan remeh dari orang bisa membawa kita pada keberhasilan :)

    ReplyDelete
  21. Wah keren bgt karya2nya mas... pantas saja dapet nilai A..
    Sekarang sudah krja mas??dmna?? apa jadi pngusaha??hehe

    ReplyDelete
  22. *tepuktangan* hore! ikut seneng bang kepen dapat nilai A. selamat Bang!
    gambarnya bagus bagus, saya malah gak bisa gambar haha bikin lope aja masih menyon-menyon XD

    ReplyDelete
  23. Wah keren.. saya juga kemarin tes masuk untuk masuk ke DKV.. Bahkan saya dapet Beasiswa 25%.. dikit sih.. Tapi lumayanlah.. Namun apa daya kemampuan menggambar saya masih sangat-sangat kurang (T^T .. Dan biaya pun gak kuat (T^T .. Jadi terpaksa saya pindah jalur (T^T .. Dan tetep belajar design secara otodidak (T^T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama ada usaha pasti ada jalan, semangat ya ^^

      Delete
  24. wah wah... *clapping hands*

    "Yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin..." :)

    ReplyDelete
  25. menginspirasi Bang, ternyata begitu ketemu komputer baru berjaya ya :D
    selamat atas kelulusannya Bang, you deserve that A, terakhir ketemu Bandung Lautan Api masih bentuk kusioner, dan pas liat hasilnya.. takjub, jadi keren gitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you ya waktu itu udah bantu ngisi kuesioner ;p

      Delete
  26. wah mantap mas, malah dapet semangat dari perkataan orang itu ya?

    ReplyDelete
  27. standing applause untuk kevin...
    kerenn!...jurusan itu adalah impian saya...tapi, dalam kehidupan memang harus ada tumbal demi menolong yang lain...sayalah tumbalnya...
    inspiraatip...keren...ngiler...mau bisa

    ReplyDelete
  28. muahahaha UNAB =))
    selamat ka keveeeen, akhirnya berhasil studi ke china :D

    usaha smaa kerja kerasnya ka keven gak pernah sia-sia, semua indah pada waktu nya karena usaha dan kerja keras yang udah dilakukan, pokoknya selamat menempuh hidup baru!

    ReplyDelete
  29. keren banget, sangat memotivasi.
    jadi ingat TA gue -_-

    ReplyDelete
  30. keren bang.. inspiring. jadi inget quotenya alva edison "jenius itu 1% bakat, dan 99% kerja keras" [edison sendiri pernah dicap terlalu bodoh untuk sekolah, sehingga dikeluarkan dari sekolahnya ketika kecil]

    ReplyDelete
  31. sangat kerennnnn, inspiratip banget ibarat kisah perjuangan melawan keganasan dosen dalam perkuliahan, dan gambar lo gue acungin semua jempol keluarga gue deh. Ide, inspirasi buat cardboard game dengan menceritakan tentang pejuang-pejuang indonesia jaman dulu.
    TA nya dapet A pula. Salutttt deh gue !!! :D

    ReplyDelete
  32. wow ini si keren karyanya:) terus semangat kawan... mampir balik ia jangan lupa follow

    ReplyDelete
  33. Karyanya keren-keren!
    Sehabis baca post ini, jadi termotivasi :)

    ReplyDelete
  34. wah baru tahu kalau koh keven anak DKV juga
    (saya mahasiswa DKV juga)
    ngomongin soal gambar manual, dari awal saya pikir koh keven dah ahli soal gambar dan pinter soal konsep (kebaca kok dari blog ini). Tapi ternyata juga sama seperti saya, dari gak bisa ngambar, belajar tehnik gambar pelan2. Salut dan angkat topi buat sampeyan koh.

    soal desain websitenya Minerva Sachs, lebih bagus daripada web minerva yang asli (menurut saya :D )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you ^^ terharu nih, hehehe...

      Delete
  35. menyenangkan sekali yah menggambar
    dulu aku juga pengen masuk jurusan desain, um .... tapi sayangnya tiba2 pengen masuk elektro :D

    ReplyDelete
  36. Nggak kok Ven... Menurut gue yang awam, gambar2 lu udah bagus kok. Masih mending dari gambar gue yang kayak gambar anak TK... Jangankan manual, yang digital aja gue gagal... -_-

    Emang gak ada kali yah bakat seni di diri gue.... Beda sama lu... :/

    Eh yang condom itu kok nggak dimuat? Gue penasaran sama hasilnya.. Ato udah kali ya? Cuman gue lupa liatnya... -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah dibahas dulu, wkwkwk

      http://claude-c-kenni.blogspot.com/2011/09/redesign-packaging-kondom-fiesta.html

      Delete
  37. Jujur deh Bang, itu foto badan cewek siapa yg lo gambar? haha.. gw suka gambar yg diatas gambar cewek (atau cowok ya??) n**e itu lho..

    ReplyDelete
  38. Asooooooooyyyyy... Slamet yaaaaaa atas semua pembelajarannya dan last result yg memuaskan.. hohohohoho...

    ReplyDelete
  39. mantab mantab bro.. sepertinya gw harus banyak belajar dari lo neh. boleh kagak..??

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe