The Dark Knight Rises

13:04:00


Jaman gua kecil dulu, yg namanya film superhero tuh cenderung ditujukan untuk anak2. Ceritanya ringan, hanya sebatas kebaikan melawan kejahatan (yg tentunya selalu dimenangkan oleh pihak yg baik). Dalam hal action, biasanya aksi2 yg ditampilkan tuh malah minim unsur kekerasan dan digantikan oleh adegan super lebay yg kadang cenderung ga logis.
Karena itulah, saat gua beranjak masuk SD, daripada nonton Batman, Superman, dll, gua lebih pilih nonton film kungfu buatan Hong Kong ala Drunken Fist nya Jacky Chan atau Wong Fei Hung nya Jet Li. Buat gua, film2 kungfu tersebut, meskipun tidak penuh special effect dan grafisnya tidak sekeren Hollywood, tapi cerita yg ditampilkan cenderung lebih berbobot dan adegan aksi yg ada benar2 memacu adrenaline.

Untungnya semua itu berubah di tahun 2005 di mana untuk pertama kalinya gua tercengang2 melihat film superhero yg sangat serius, dewasa, dan logis. Film itu tidak lain adalah Batman Begins, film karya Christopher Nolan yg menurut gua berhasil mengubah paradigma bahwa superhero itu hanyalah film anak2. Batman Begins inilah yg mengawali boomingnya film superhero yg sukses memikat penonton kalangan dewasa.


Namun tidak hanya sampai di situ, pada tahun 2008, sekali lagi Nolan berhasil mengguncang dunia perfilman. Di kala pihak Marvel berlomba2 memunculkan film2 superhero yg sarat dengan special effect super keren seperti X-Men, Fantastic Four, Ironman, dan Hulk, Nolan justru memilih tampil beda di film The Dark Knight di mana sosok Batman ditampilkan dengan jalur cerita yg jauh lebih keras, kelam, realistis, dan sangat manusiawi.

Dalam film The Dark Knight, Nolan memilih untuk tidak hanya berfokus dalam usaha Batman menggagalkan rencana jahat Joker, tetapi juga mengeksplor sisi manusiawi Bruce Wayne sebagai alter-ego Batman. Ya, meskipun ia adalah seorang superhero, Batman di dalam film ini ditampilkan sebagai sosok manusia biasa yg juga bisa marah, sedih, jatuh, dan terluka. Dengan storyline yg sangat tidak terduga, screenplay yg artistik, dan juga akting yg memukau baik terutama dari almarhum Heath Ledger yg memerankan Joker, rasanya tidak berlebihan kalo gua sebut The Dark Knight ini sebagai film superhero terbaik sepanjang masa...so far.


Sempat dihembus kabar bahwa Nolan enggan meneruskan film ini akibat terpaksa harus merombak konsep original miliknya untuk film ketiga ini akibat kematian almarhum Heath Ledger sebagai pemeran Joker. Namun 4 tahun kemudian, setelah penantian yg panjang, akhirnya Nolan memenuhi keinginan para fansnya dan mengangkat film yg diakui sebagai konklusi dari trilogy Batman karyanya ini ke layar lebar.


Film The Dark Knight Rises (TDKR) ini mengambil setting 8 tahun setelah film The Dark Knight di mana Harvey Dent (Two-Face) dipuja sebagai martyr yg telah mengorbankan nyawanya demi mewujudkan keadilan di Gotham dan Batman dicap sebagai pembunuh dan diburu oleh kepolisian. Selama 8 tahun itu pula, Bruce Wayne yg masih hancur fisik dan hatinya akibat kematian sang kekasih di tangan Joker, memilih untuk hidup menyendiri dan terasing dari masyarakat.

Akan tetapi, kemunculan Bane, seorang pemimpin kelompok teroris yg bertujuan untuk menguasai Gotham serta pertemuan Bruce dengan Selina Kyle, sosok wanita misterius yg menyatroni Wayne Mansion demi mendapatkan sidik jari Bruce, membuat Batman terpaksa harus kembali beraksi untuk melindungi kota yg selama ini telah menganggapnya sebagai public enemy.


Setelah menonton filmnya, gua berani bilang bahwa film TDKR ini berhasil memenuhi ekspektasi para penontonnya di mana di film ini, Batman akan diuji secara brutal oleh para musuhnya, secara fisik dan mental. Tapi yg jadi inti utama cerita ini bukan hanya sepak terjang Batman melawan para teroris yg berniat menguasai Gotham, tetapi juga bagaimana ia berjuang melawan rasa bersalahnya di masa lalu karena telah gagal menyelamatkan nyawa kekasihnya.

Yup, salah satu kelebihan, dan mungkin satu2nya kelemahan film TDKR ini, adalah keterkaitannya yg sangat kental dengan film pertama dan keduanya. Buat para fans setia film Batman karya Nolan tentunya hal ini akan menjadi sebuah poin plus di mana meskipun Nolan harus merombak konsep awal ceritanya akibat hilangnya tokoh Joker, namun ia tetap berhasil menampilkan sebuah cerita yg utuh dan berkesinambungan dengan cerita2 sebelumnya. Tokoh Batman di film TDKR ini adalah tokoh Batman yg telah "matang" ditempa oleh berbagai kemelut kehidupan di masa lalunya dan sangat terasa unsur kontinuitas dari film pertama dan keduanya.

Namun bagi para penonton yg baru kali ini menyaksikan film Batman karya Nolan ini, pastinya mereka akan terbingung2 oleh jalan cerita yg ada. Siapa Rachel? Siapa Harvey Dent? Siapa Lucius Fox? Siapa Alfred Pennysworth? Dan siapa pula Raz Al-Ghul dan apa hubungan mereka dengan Batman? So yeah, bagi temen2 yg belom nonton film pertama dan keduanya, gua sangat menyarankan kalian untuk menonton kedua film tersebut sebelum menonton film TDKR ini di bioskop, untuk kepuasan maksimum.


Apabila dibandingkan dengan Avengers atau Amazing Spiderman, TDKR ini lebih minim unsur action dan special effectnya. Bahkan film ini tidak ditampilkan dalam format 3D karena Nolan memilih untuk lebih memaksimalkan film TDKR di segi cerita, screenplay, dan penokahan dibandingkan harus berusaha meraup untung lebih memalui format 3D. Tapi semua itu tidak sia2 karena apabila dibandingkan dengan Avengers dan Amazing Spiderman, film ini memang jauh lebih berbobot dan serius.

Salah satu tokoh yg berhasil mencuri perhatian penonton sepanjang film adalah si cantik Anne Hathaway yg berhasil menampilkan sosok Catwoman dengan sangat menarik. Catwoman di sini berbeda dengan Catwoman2 di film2 Batman terdahulu di mana ia ditampilkan lebih berbahaya, cerdik, gesit, dan manusiawi. Catwoman tidak perlu menggunakan baju seksi penuh lubang di sana-sini karena senjata utamanya bukanlah kemampuan dan daya tarik fisik, melainkan kepribadian dan keahliannya memanipulasi situasi dan psikologis lawannya.


Tokoh Bane sebagai peran antagonis pengganti Joker di film ini juga tidak kalah menarik. Berbeda dengan sosok Joker yg sadis, gila, psikopat, senang kehancuran dan juga mempermainkan orang...Bane adalah sosok penjahat yg meskipun kuat secara fisik, tapi ia juga punya pertimbangan dan perhitungan yg matang dalam setiap rencananya. Yup, faktor utama yg membedakan Bane dan Joker adalah...kemanusiawian, kemanusiawian itu Bane justru adalah senjatanya yg paling mematikan.


"Bane is an interesting match for Batman after the Joker, who was purely about chaos and playing with people. Bane has a plan" - Producer Emma Thomas

Buat gua pribadi, nonton TDKR ini rasanya mirip seperti baik roller coaster di mana gua merasa emosi gua diaduk2 naik dan turun, naik dan turun, dan ditutup dengan sebuah klimaks yg bener2 membuat gua menitikkan air mata dan menahan nafas. Meskipun buat gua film keduanya masih lebih unggul dalam beberapa aspek ini tapi gua bisa dengan bangga bilang bahwa gua PUAS terhadap konklusi yg ditampilkan oleh film TDKR ini. A great way to end this great saga. EPIC BANGET!!!

So, tunggu apa lagi? Tonton filmnya sekarang juga...DI BIOSKOP...dijamin uang yg kalian keluarkan untuk beli tiket tidak akan terasa mahal apabila dibandingkan dengan kepuasan yg dicapai setelah menonton film ini di layar lebar, hehehe. DON'T MISS IT!!!!!!!!

Rating : 10/10

You Might Also Like

23 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Awalnya mikir film ini feel-nya bakalan ilang akibat kematian Heath Ledger, tapi ternyata malah jadi lebih kece! Salut sama sutradaranya.

    But, rada kecewa juga lihat 'promosi' pas premierenya yang malah menjadi sebuah tragedi. #OOT

    ReplyDelete
  2. Ko keven sang pemilik blog memang pinter bikin orang penasaran :D,sinopsis soal film ini sangat sedikit
    kalimat "Buat gua pribadi, nonton TDKR ini rasanya mirip seperti baik roller coaster di mana gua merasa emosi gua diaduk2 naik dan turun, naik dan turun, dan ditutup dengan sebuah klimaks yg bener2 membuat gua menitikkan air mata dan menahan nafas" tambah bikin kepengen segera pergi ke bioskop

    ReplyDelete
  3. wow diratingnya tinggi sekali nih 10/10... layak nonton kelihatannya ini ya..... mau ah....

    ReplyDelete
  4. mas, tulisan nya itu bikin penasaran buat liat pilemnya :D

    ReplyDelete
  5. sekarang beneran penasaran sama film ini, tapi belum nonton film sebelumnya, aduuuh~

    ReplyDelete
  6. ooooh jai ada si anne tooooh.. baru tau.. belom liat om..

    ReplyDelete
  7. waaaah penasaran ama filmnyaa.. Di Bali bioskop cuma 1.. jadi klo mau nonton harus antre dari pagi biar dapet tiket hari itu.. hiks..

    ReplyDelete
  8. bah bener banget ko!!! gua sampe nonton IMAX padahal duduk baris paling depan persis, walaupun gua 3 jem dongak-dongak sambil kepala mengok kiri kanan buat ngebaca teksnya yang gede banget (layar IMAX mentok sampe lantai) tapi ceritanya keren banget sumpah dan sama sekali ga terduga, pokoknya super duper kereeeeennn bangeeeetttt. sampe filmnya abis, gua langsung tepuk tangan buat filmnya sama orang-orang di studio IMAX. (y)

    ReplyDelete
  9. segera ke bioskooooooop!!!!

    pingin banget nonton

    ReplyDelete
  10. Kereeen banget ini film, gak salah lu ratingin 10/10
    Gue paling suka akting anne hathaway pas jadi cat womannya, cara dia ngubah mimik, ekspresi, karakternya seru! salut deh sama totalitasnya dia.

    paling suka juga dengan ending yang gak ketebak.. ternyata si tate lah yang jadi musuh utamanya. habisnyaa.. pas jadi anak-anak kabur dari sumur rambutnya digundul siih :D

    ReplyDelete
  11. kalau sekarang filmini tidak cocok untuk anak2 ya

    ReplyDelete
  12. sukaaa banget sama film ini >.<
    pas nonton aku udah duga si tate yang pengkhianat, tapi ga ngeduga kalo dialah anak yg lahir di penjara itu, aku kira si tate cuma mau kaya doang :o
    lumayan bikin penasaran dari satu part ke part lain, ga sabar nunggu next batman :D
    tadinya gue mau ngajak lu nonton bareng film ini, tp waktu gue di jkt lo ga bales sms gue om :o

    ReplyDelete
  13. Jadi penasaran nonton movienya. Sukses nih buat orang penasaran hahaha

    ReplyDelete
  14. Hebatnya Keven kalau ngereviu kayak gini.... Selalu postingannya tuh lebih mirip cerita2 di buku2 renungan harian... Hahahaha.... Ini kayaknya udah jadi ciri khasnya Keven.... :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal gua ga dibayar sama pihak bioskop lho...hehehe...gua maunya sih dikasih bonus ngedate sama Anne Hatthaway aja, hahaha

      Delete
  15. The Dark Knight aja mantep apalagi ini. Menurut gw film Batman nih film superhero yg perkembangan per sekuelnya makin bgus dari segi cerita. TOP dah..

    ReplyDelete
  16. mau nonton lagii!!
    bener2 puas dengan film ini karna ga ada baca sedikit pun reviewnya.
    and yeah! it's a perfect closure!
    sempet nangis juga di menit2 terakhir.
    haha

    ReplyDelete
  17. huah harus nnton 1-2 nya ya, tapi dvd nya ada gak ya =="

    ReplyDelete
  18. suer.. gua bacanya merinding....

    gua udah nonton... emang keren gillaa...
    dan endingnya, ternyata ada polot otomatis, gua langsung teriak2 kesurupan sampe yang lain pada nengok.. haha..

    kemungkinan ada batman 4 ya?

    ReplyDelete
  19. woah, reviewnya keren bung! fyi, gua adalah fans berat & setia LOTR nya Tolkien & Peter Jackson. Dari dulu buat gua udah ga ada lagi yang bisa nyamain trilogi legendaris itu. Tapi setelah trilogi TDK ini ditutup, gua jadi berubah pikiran, ini mah sama legendarisnya kayak LOTR. Bener-bener legenda yang harus diteruskan ke anak-cucu gua ntar haha

    Sy pribadi lebih suka seri ke-3 ini dibandingin yang ke-2, mungkin dari sisi character, Joker memang lebih unggul dari Bane, namun villain sebenarnya disini menurut saya adalah Nolan. Plot yang dibuatnya benar-benar gila, brilian, dan sangat jahat.

    Salah satu keunggulan yang paling penting dan yang menurut saya membuatnya bisa setara dengan LOTR adalah jalan cerita yang tidak hanya kompleks, namun juga berlapis-lapis. Disini ditemukan banyak karakter dengan emosi yang berbeda-beda (Gordon, Kyle, Robin, Bruce, penduduk Gotham, league of shadows, Bane, etc etc) memiliki jalan ceritanya masing-masing namun tertuju pada satu titik yang sama: Gotham. Sama dengan LOTR dimana masing-masing karakter juga memiliki jalan yang berbeda namun tetap tertuju pada cincin yang dibawa Frodo.

    ReplyDelete
  20. Aku cuma baca setengah postingan ini Kev, blom nonton khawatir ga seru lg hihihihihi.
    Tapi so far aku setuju, the dark knigt itu humanis bgt, ga cuma film action doang.

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe