Jawa Trip - Kuliner Di Solo (Part 1)

01:40:00


16 Agustus subuh, gua dan keluarga besar dari pihak Ibu, berangkat menuju Jawa Tengah naik bus dalam rangka liburan Lebaran. Rencananya, kita akan berkunjung ke beberapa tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gua bersyukur gua bisa ikut di dalam perjalanan kali ini karena perjalanan kali ini bisa dibilang adalah terakhir kalinya gua bisa kumpul bertemu paman, bibi, dan sepupu sebelum gua pergi ke Cina. Terlebih lagi, di dalam perjalanan ini juga gua bisa spend lebih banyak waktu bersama Papa, Mama, dan Adik karena sehari2nya di rumah kita cenderung sibuk dengan urusan masing2.


Liburan bersama keluarga besar tuh ada asiknya dan ada ga asiknya. Asiknya, ga pernah ada kata bosan karena selalu ada2 saja kelakuan paman, bibi, ataupun sepupu yg membuat suasana menjadi ceria. Saat di tengah perjalanan misalnya, tiba2 saja seorang paman mencetuskan ide untuk karaokean dan jadilah bus kita itu sebuah karaoke box mini yg dihiasi beraneka ragam lagu mulai dari oldies sampai dengan dangdut.

Ga asiknya adalah, sebagai seorang anak muda yg mandiri dan individualis, seringkali gua harus mati2an menahan diri melihat kelakuan para orang tua dan para anak kecil yg terkadang benar2 menguji kesabaran. Orang2 tua dan anak2 kecil sama2 ga bisa diem dalam arti yg berbeda. Anak kecil ga bisa diem karena memang mereka suntuk jika harus duduk diam di dalam bus selama berjam2. Orang tua tidak bisa diam karena mereka selalu merepotkan diri. Pindah2 tempat duduk karena merasa ga nyaman, nawarin makan, minum, syal, jaket, apapun di saat kita sedang terkantuk2 dan ingin tidur, dan masih banyak lagi.

Tapi meskipun demikian, dari sejak pertama kali berangkat, gua yakin bahwa menyenangkan atau tidaknya perjalanan kali ini bukan tergantung pada situasi dan kondisi melainkan ditentukan oleh bagaimana cara gua menyikapi segala ketidaknyamanan sepanjang perjalanan dan bagaimana gua bisa berkontribusi untuk membuat perjalanan ini semakin seru. Dan ternyata, pemikiran gua tersebut tidaklah salah.

My big family

Gua pikir jalanan akan macet banget karena arus mudik Lebaran, tapi ternyata tidak. Bus yg kami tumpangi melaju dengan lancar tanpa halangan dan dalam waktu 12 jam (termasuk istirahat 3-4 kali) akhirnya pada pukul 3 sore, kami tiba di Solo. Dalam waktu singkat, kami tiba di hotel tempat kami akan menginap dan pada saat hendak turun dari bus, rombongan kami dikejutkan oleh iring2an pawai berkostum yg seolah2 datang hendak menyambut kami.

Tapi ternyata bukan. Iring2an pawai tersebut ada di sana untuk menyambut rombongan tamu penting dan mereka seolah2 menjadikan rombongan kami sebagai bahan gladi resik =_=;;; Meskipun kami sedikit kecewa, tapi setidaknya kami masih bisa menikmati pawai dan kostum2 unik mereka secara gratis. Berikut ini adalah beberapa foto yg gua ambil, check it out...





Setelah masuk kamar dan beres2, rombongan kami pun berangkat menuju Rumah Makan Adem Ayem. Meskipun saat itu masih jam 4 sore, namun karena kelaparan, kami pun segera makan malam. Gua pesen Nasi Timlo, Ayam Goreng, dan Es Kopyor, sesuai saran beberapa orang teman. Dan ternyata, memang pilihan gua ga salah. Semua makanan tersebut rasanya SANGAT ENAK!


Timlo adalah sebuah masakan di mana nasi, daging ayam, sosis telur, tahu, dan bihun disajikan di dalam sebuah kuah bakso. Mirip dengan Nasi Bakmoy kalo di Bandung sih. Rating : 8/10

Ayam gorengnya GEDE BANGET! Dan sangat gurih. Benar2 mantab rasanya. Rating : 8.5/10

Es Kopyor susunya...well...rasanya juga oke, tapi ya tidak ada yg terlalu istimewa, standar es kopyor yg bisa kita temukan di berbagai tempat lain. Rating : 7/10

Selesai makan, rombongan kami kembali ke hotel dan acara bebas pun dimulai. Gua dan beberapa orang sepupu pergi ke Gramedia yg letaknya di sebelah hotel dan ternyata di sana sedang ada diskon buku2 murah. Di antara tumpukkan buku2 diskon, gua menemukan beberapa buku yg menarik dan salah satu di antaranya adalah sebuah buku yg sudah lama gua cari.


Buku ini adalah sebuah buku terbitan tahun 2001-2003. Isinya tidak terlalu istimewa, malah cenderung tidak terlalu berguna untuk gua saat ini karena tips2 yg ada di dalamnya cenderung terlalu naif untuk percintaan di dunia kuliah dan kerja. Tapi kenapa gua tetep beli buku ini?

Dulu waktu tahun 2003, gua membeli buku ini di toko buku bekas dan kemudian buku inilah yg menjadi guru gua dalam hal cinta semasa gua SMP-SMA dulu. Buku inilah yg menyertai gua di masa2 ababil dulu, dan buku inilah yg selalu menemani gua di kala gua galau menghadapi jatuh bangun kehidupan percintaan gua semasa remaja dulu.

Buku ini sempat dipinjam seorang teman di saat gua SMA, dan kemudian ia menghilangkannya. Gua sempet sedih banget di saat kehilangan buku ini, dan setelah gua mencari ke berbagai toko buku di Bandung, gua tetep ga pernah nemuin buku ini. Siapa yg sangka kalo gua akan menemukannya di Solo, sepuluh tahun kemudian? Setumpuk pula, hehehe.

Selain ada diskon gede2an, di Gramedia juga ternyata ada pameran lukisan Kho Ping Hoo. Buat yg ga tau, Kho Ping Hoo adalah seorang sastrawan yg amat populer di era 1960-1990an. Karya2nya berupa graphic novel bersetting dunia persilatan Cina dan juga sejarah tradisional Indonesia yg sempat populer di jaman gua anak2 dulu.

Kho Ping Hoo
Kho Ping Hoo terkenal akan produktivitasnya di mana setiap seminggu sekali ia selalu melahirkan satu jilid buku. Dalam 30 tahun kiprahnya, ia telah menghasilkan 120 seri cerita yg terdiri dari ribuan jilid buku. Karyanya diminati oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari rakyat kecil hingga golongan artis dan pejabat seperti BJ Habibie dan sang ratu horror Suzanna.









Pameran ini diadakan oleh sebuah organisasi pecinta Kho Ping Hoo yg terdiri dari seniman2 muda Solo. Dengan pameran sederhana ini, mereka ingin mencoba membangkitkan kembali kecintaan rakyat Indonesia terhadap karya sastra negerinya sendiri. Selain pameran, mereka juga menjual beberapa karya mereka, komik sederhana bergaya gambar Kho Ping Hoo yg ditulis di atas kertas daur ulang. Gua dan adik gua membeli satu jilid dengan harga hanya 4500 saja.






(To Be Continued...)

You Might Also Like

17 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. puas puasin jalan dan makan makanan lokal ya, bro...
    kaya aku kalo cuti, apa aja diembat
    soalnya begitu masuk hutan suka kangen bener sama makanan jawa
    gimana yang berbulan bulan di china tar..?

    ReplyDelete
  2. makanannya menggoda iman kak :D
    kirain The Secret og Triangle isinya aliran ituu. hhehe

    ReplyDelete
  3. aku tau dong Kho Ping Hoo,soalnya suami suka banget:)

    ReplyDelete
  4. Timlo Solo memang enak. Nasinya nasi liwet jangan lupa. Lidah Jogja kayak aku dengan Solo masih nyambung deh

    ReplyDelete
  5. waaw enak banget tripnya , jadi pengen ke solo deh :3

    ReplyDelete
  6. makananya enak2 tu..sprtinya cocok tuk menu buka puasa..hehe

    ReplyDelete
  7. betul semua tergantung bagaiamana kita menyikapi setiap situasi... Kho ping Ho... wah favorit saya tuh.. the best silat story ever...

    ReplyDelete
  8. Itulah gue rada males minjemin koleksi gue.. Takut ilang aja.... Hahhahaha

    ReplyDelete
  9. aku pernah tinggal di solo 5 tahun...sekarang udah pindah. solo ngangenin! terutama kulinernya, kangen jalan2 di slamet riyadi juga, termasuk gramed :) btw, nginep di novotel ya? atau dimana? hehe

    nice post

    ReplyDelete
  10. Makin serius nulis aja nih kayaknya :D Salam apa kabar, kapan ke China, Kev? Titip barang2 KW-nya dunk :D

    ReplyDelete
  11. adakah tips untuk menghindari mabuk selama mudik Ven? -.-" selain dg minum obat tentunya...


    aku rasa kamu sgt beruntung bisa liburan ama keluarga besar gitu, selamat bersenang2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duduk di daerah agak depan, buka jendela, liat ke depan, dengerin lagu...=)

      Delete
  12. Gilaa, Resto Adem Ayem.. Di Surabaya jg ada tuh, yg disebutin semuanya yg lg gw idamin!! Timlo & es kopyor, oh teganyaaa dirimu Ko Keveeeenn :P

    ReplyDelete
  13. kemaren rasanya dah komen deh?
    wah wordpress errornya kumat hehehe

    wah gak beli batik di klewer koh, gak jauh dari Hotel Dana (hotel sebelah gramedia kan :D?)

    ReplyDelete
  14. Keren banget pawai kostumnya itu...
    Aku penasaran sama komik Kho Ping Hoo, tapi belum sempat sempat beli... (maksudnya ndak punya anggaran hehe)...

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe