Kemping Di Airport, Sauna di Bus

20:28:00

Bandara Beijing

Rombongan gua beres dari loket imigrasi sekitar jam 2 malam. Kita pun segera bergegas menuju area tempat mengambil bagasi. Bandaranya lumayan bagus, banyak karya seni di mana2. Walaupun orang Cina terkenal suka barang KW, tapi kalo soal public service dan transportasi umum, mereka ga kalah dari Jepang. Hal pertama yg gua lakukan setelah beres ambil bagasi adalah...lari ke WC!!! Gua kebelet boker soalnya, hahaha. WC di bandara lumayan bagus dan nggak bau, tidak seperti toilet2 umum lainnya di Cina.



My teammates

Lukisan raksasa di atas eskalator

Anyway begitu kita keluar dari tempat baggage claim, kita bertemu dengan seorang gadis yg bertugas menjemput kita dari universitas...Zhang Jie2 (Kakak Zhang) namanya. Saat itu kita udah cape banget dan badan lengket2 karena keringat. Harapan kita adalah supaya kita bisa segera berangkat dari Beijing menuju Shijiazhuang, mandi air hangat sesampainya di asrama, dan kemudian tidur di kasur yg empuk. Namun sayang sekali, harapan kita itu pupus oleh sebuah kabar buruk...bus jemputan dari kampus baru datang besok jam 10 pagi karena rombongan kami akan berangkat ke kampus bersama2 dua orang Korea yg baru akan tiba besok jam 9 pagi.

Jadilah...malam itu kita dan Zhang Jie2 sama harus bermalam di bandara. Temen2 semua jangan mikir bahwa bandara Beijing tuh seperti bandara di film The Terminal nya Tom Hanks. Bandaranya ga jelek, tapi juga ga mewah. Bandaranya luas banget, tapi terdiri dari beberapa terminal di mana satu terminal dan lainnya dihubungkan oleh kereta listrik. Karena kita semua belom ada yg punya kartu telepon Cina, jadinya Zhang Jie2 melarang kita untuk keluar dari Terminal 2. Jadilah kita harus membuat diri kita nyaman dengan fasilitas Terminal 2 yg seadanya.

Tempatnya sih lumayan luas, tapi kursinya hanya sedikit dan telah lumayan penuh diduduki oleh orang2 yg bernasib sama seperti kita. Rasanya lumayan lega sih saat mengetahui bahwa kita bukan hanya satu2nya rombongan yg terlunta2 di bandara, hahaha. Kursinya terbuat dari besi keras dan disekat2 supaya kita ga bisa tiduran dan menghabiskan beberapa kursi sekaligus, tapi tetep ada aja orang yg menemukan celah untuk bisa tiduran di kursi.

Kursi yg udah disekat2
Tapi tetep aja ada orang yg bisa nemuin cara untuk bisa tiduran di sana
Suasana bandara

Karena kursi yg tersedia hanya sedikit, jadilah gua dan beberapa orang yg ga kebagian tempat duduk pun memutuskan untuk jalan2 dan cari makan. Perut gua lumayan laper rasanya karena selama di pesawat tadi ga dikasih makan sama sekali. Tokonya sih lumayan banyak, tapi karena sekarang sudah dini hari, sebagian besar toko pun tutup. Yg buka 24 jam hanya KFC Express dan satu buah supermarket kecil.

Akibat rasa lapar yg tidak tertahan akhirnya gua pun beli makanan di KFC Express. KFC di Cina berbeda dengan KFC di Indo di mana mereka jarang menjual menu ayam dan nasi, tapi lebih cenderung ke arah burger, nugget, dan makanan2 khas Cina lainnya. Gua beli burger seharga 17 Yuan (sekitar 25ribu). Lumayan mahal, tapi rasanya ENAK BANGET! Memang harga makanan di Cina tuh ga akan bohong. Makanan seharga 17 yuan memang rasanya akan jauh lebih enak daripada makanan seharga 3 yuan.

Setelah beres makan, gua pun menghabiskan waktu untuk Internetan. Untungnya gua udah install StrongVPN dari Indo sehingga meski menggunakan Wifi bandara yg cenderung lambat pun, gua masih bisa facebookan dan kasih kabar ke keluarga gua supaya mereka ga khawatir. Gua juga sempet kontak si Fen (baca kisah gua dan dia di sini ---> Zhen Zhu Nai Cha Part 1) melalui QQ dan begitu denger bahwa gua ada di bandara Beijing, dia mau langsung nyusul ke sini untuk bawain kita makanan. Tapi karena udah larut malem dan gua ga enak sama dia, gua pun menolak tawaran dia. Gua yakin bahwa 6 bulan adalah waktu yg lama dan gua masih punya banyak kesempatan untuk bisa ketemu sama dia.

FB-an di China like a boss...

Bosen internetan dan kepanasan, akhirnya gua pun memutuskan untuk jalan2 keliling bandara. Mestinya di bandara internasional kayak gini tuh ada penginapan yg bayarnya per jam, dan dugaan gua ga salah. Gua liat lewat sign system, ternyata di Terminal 2 ini ada lounge di mana kita bisa tidur di atas kasur empuk dan tentunya kamar mandi. Sayangnya, waktu gua sampe di lounge tersebut, semua kamarnya sudah penuh. Dan gua juga ga jadi numpang mandi karena biaya untuk sekali mandinya cukup mahal, sekitar 50 yuan (75ribu).



Untuk melewatkan waktu akhirnya gua dan temen2 gua yg ga kebagian tempat duduk pun duduk di lantai dekat colokan listrik sambil membuat sebuah lingkaran. Kita duduk ngobrol, makan, ketawa2, sambil ngecharge HP dan laptop. Rasanya udah kayak kemping aja ya, hahaha. Orang2 yg lewat pun ngeliatin kita sampe bingung, tapi kita cuek aja. Sayang sekali ga ada yg bawa kartu, kalo ga kita udah maen capsah (poker) di sini, hahaha.

Akibat cape dan lelah yg tidak tertahan, akhirnya gua pun tidur sambil duduk di kursi bandara. Waktu itu udah jam setengah 6 pagi. Ga tau gua tidur berapa lama, kurang lebih jam 7 pagi gua dibangunin temen gua untuk diajak makan pagi. Kita jalan2 keliling bandara dan ternyata toko2nya masih pada tutup. Yg buka baru starbucks dan juga KFC (KFC biasa, bukan Express). Karena bosen makan di KFC akhirnya kita pun jalan2 ke lantai atas. Restorannya udah pada buka, tapi tampaknya restoran2 di lantai atas tersebut adalah restoran mewah yg harga makanannya mendekati 100 Yuan per menu (150 ribu per menu...errrr).


Akhirnya karena tidak ada pilihan lain, kita pun memutuskan untuk makan di KFC aja...hahaha. Eits, tapi ternyata kita tidak salah pilih karena KFC di Cina menyediakan beragam menu unik untuk breakfast, bubur dan bakpao misalnya. Harganya ga begitu mahal, sekitar 5-10 Yuan per menu dan rasanya juga lumayan enak.




Kira2 jam 9 pagi kita ketemuan dengan Zhang Jie2 di depan terminal kedatangannya dan ternyata pesawat orang Korea nya kena delay dan mereka baru akan tiba nanti malam! Jadi sebenernya sia2 donk kita terlunta2 semaleman di bandara??? Grrrrr.... Gua udah panik, jangan bilang kalo kita disuruh nunggu si orang Korea sampe malem di bandara, tapi untungnya ngga. Kira2 jam 10, bus jemputan pun tiba, dan kita pun berangkat meninggalkan Beijing, menuju Shijiazhuang.

Ternyata Kota Beijing tuh ga beda jauh dengan Kota Jakarta. Begitu kita masuk ke tol kota, jalanannya MUACET BANGET!!! Tapi macetnya ga lama sih karena Beijing punya 4 buah jalan tol cadangan yg bisa dibuka apabila terjadi kemacetan. Tidak lama kemudian, bus pun kembali melaju dengan cepat. Karena kelelahan, kita semua pun tertidur.

Gerbang tol Beijing

Macetnya ga beda jauh sama Jakarta

Kira2 jam 12 siang kita terbangun saat bus kita berhenti di sebuah pom bensin. Begitu gua buka mata, gua langsung dikejutkan oleh pemandangan cowo2 yg lalu lalang sambil telanjang dada. Oh, ternyata begini toh suasana Cina di musim panas. Pom bensinnya juga lucu di mana kita harus bayar di loket, bukan bayar ke petugasnya seperti di Indonesia.

Pom bensin dengan loket pembayaran

Sepanjang jalan juga gua ngeliat banyak supir bus yg nyetir sambil bertelanjang dada, dan ada satu truk bak terbuka yg sedang mengangkut kuda, wew. Tapi seriusan, memang saat itu cuacanya PANAS BANGET! Bahkan setelah memakai AC pun di dalam bus masih saja terasa panas, seperti di sauna. Menutup tirai bus pun percuma karena panasnya tetap terasa, bahkan es lemon tea botol punya gua airnya sampai berubah jadi hangat. Gila benerrr...

Oya gua juga sempet kena serangan jantung di tengah jalan, gara2nya tuh begini... Karena perjalanan kita lumayan jauh, supir bus kita tuh ada 2 orang, dan mereka nyetirnya gantian. Tapi cara gantian mereka itu lho...lumayan mengerikan. Pernah sekali waktu waktu bus lagi melaju cepat di tengah jalan tol, supir bus nomor satu yg sedang menyetir berteriak dalam bahasa Cina. Supir bus nomor 2 yg sedang duduk di bagian belakang bus pun segera melesat ke depan. Dalam hitungan detik, supir bus no 1 pun melesat keluar dari bangkunya, digantikan supir bus no 2. Dan hal ini terjadi di saat bus dengan melaju dengan kencang di tengah jalan tol yg lumayan penuh dengan kendaraan. Gila ga coba? Mereka kayak ninja yg bisa kungfu aja...

Ladang jagung dan sawah membentang luas

Semakin dekat ke Hebei, pemandangan di luar pun semakin asri. Ladang jagung dan sawah terbentang luas di cakrawala. Gua juga sempet ngeliat orang yg lagi panen padi dan jagung menggunakan kendaraan mirip tank. Pantas saja, meskipun rakyatnya milyaran, tapi Cina mampu mencukupi kebutuhan pangan dalam negerinya karena mereka sangat maju dalam hal teknologi dan agrikultur.

Kira2 jam 2 siang, Kota Shijiazhuang pun mulai terlihat. Orang2 bilang bahwa Shijiazhuang adalah kota kecil, tapi yg gua lihat tidak demikian adanya. Shijiazhuang luas banget, bahkan mungkin sama luasnya dengan Bandung. Cuma memang, jalanan kota terlihat sepi karena penduduknya hanya sekitar 10 juta jiwa. Tapi dibandingkan Bandung sekalipun, Shijiazhuang terlihat lebih maju. Bangunan2 pencakar langit menjulang tinggi di berbagai penjuru kota, tapi di mana2 juga terdapat taman2 dan area hijau yg rapi dan terawat. Bahkan di beberapa taman terdapat danau yg lumayan luas dengan berbagai bangunan antik di sekelilingnya. Sebagai ibukota Provinsi Hebei, Shijiazhuang adalah sebuah kota yg infrastrukturnya baik dan terencana.

Gerbang tol Shijiazhuang








Bus membawa kita ke sebuah daerah perumahan yg rindang dan penuh pepohonan, dan setelah melewati sebuah gerbang besar, kita pun tiba di sebuah kompleks kampus yg sangat luas, namun rindang dan sejuk... Ya, akhirnya rombongan kita pun tiba di Hebei Normal University, tempat gua akan menghabiskan hidup gua untuk 6 bulan ke depan...

Sneak peek kampus kita...

Ok, segini dulu ya ceritanya. Di post berikutnya gua akan cerita mengenai roomate gua, kampus gua, dan kehidupan gua di Hebei Normal University ini. Tongkrongin terus Emotional Flutter kalo pengen baca kelanjutan kisah petualangan gua di Cina, hahaha.


Oya, jangan lupa join fanpage Emotional Flutter di Facebook ya =)
Cara joinnya gampang, klik tulisan "Emotional Flutter" ini terus like page-nya. Banyak info2 menarik di sana, kata2 motivasi harian, dan kalian juga boleh nanya/curhat apa aja sama sang empunya blog ini, hehehe.

You Might Also Like

30 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. ciee yg udah nyampe di cinaa...

    btw lumyan murah juga ya harga makanan di KFC nya..

    kirain bakal lebih mahal 10 kali lipat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang harga di Cina tuh cenderung lebih murah kalo dibandingin ma Indo...bayangin, lu bisa makan mewah hanya dengan harga 10 Yuan (15rb)

      Delete
    2. Makan mewah yg kayak gimana tuh Kev? hao chi ga?:)

      Delete
  2. woww... gue pertamaaxx..
    ini jarang terjadi... hihihi

    ReplyDelete
  3. masih menunggu kisah lanjutan Zhen Zhu Nai Cha...

    ReplyDelete
  4. kalo bensin bayar di loket setau gua pas gua ngikut temen gua isi bensin di Shell juga kayak gitu hmm. asikkkkk cerita yang banyak yah ko. (y)

    ReplyDelete
  5. Macetnya boleh sama, Kep... Tapi teraturnya beda jauh gitu kalau dari foto? :P

    udah ada koneksi inet stabil u?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih, memang jauh lebih teratur...dan ga lama kok macetnya karena begitu macet, Beijing punya 4 jalan tol alternatif yg bisa dibuka...hahaha

      Stabil kalo pake kabel dicolok ke laptop, tapi kalo roommate gua mau ikut pake Internet, harus pake Wifi dan hmmmphhhh...koneksinya jadi PARAH GILA >_<

      Delete
    2. Balada sekamar berdua... xD hahaha~
      ga nego aja pake 2 line inet/upgrade speed? Si L pake yang 4Mbps tuh ;p

      Delete
  6. bandaranya keren juga dibanding disini
    padahal selama ini barang china selalu dianggap kualitas kw27...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eits jangan salah, kalo soal produk sehari2 boleh aja mereka pake KW, tapi kalo soal public service dan transportasi umum, Cina ga kalah sama Jepang =)

      Delete
  7. Ayo ayo ceritain soal kursus bahasa Mandarin di sono, sob. Ane jadi pengen juga neh....tapi kudu bisa Manadarin dulu ye? :(

    ReplyDelete
  8. wah asyik, serasa saya ikut jalan2 ke sana :)

    ReplyDelete
  9. di cina kok bisa fb toh yaa, bukannya gag bisa yaa katanya seh :D

    Eeh seru juga yaa banyak danau dan taman kota, di surabaya cuma taman kota ajah banyak, danaau2 gag ada rasanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuma orang jenius yg bisa FB-an di Cina...hahahaha

      Delete
  10. baca postingan ini serasa aku ikutan ke cina hahaha. gila juga ya sopirnya gantian nyupir bukannya berhenti dulu

    ReplyDelete
  11. Haloo Keven, lama tak main disini. Ternyata sudah balik ke China lagi kamu.
    Selamat yaaa... Bakalan jadi enam bulan yang sangat luar biasa, mengingat sekolah di China kan termasuk salah satu bucket list mu... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hueeee...lu masih inget aja nih, Armae? Jadi terharu gua, hehehe... Iya, akhirnya salah satu bucket list gua kembali terwujud ^^

      Delete
  12. wah asiknya 6 bulan di sana. wah wah..ketemu si fen lagi. uhui...

    ReplyDelete
  13. wah selamat menggunakn QQ ya..... sukses selalu disana.. ternyata di china macet juga ya... kirain cuma di jakarta aja..:)

    ReplyDelete
  14. Hahaha kalau baca lagi yang ganti sopir, inget sistem <> nya SAO xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ga keluar? O,o < switch >

      Delete
    2. Bener banget, SWITCH! Pasti supirnya tukang nonton SAO, hahaha

      Delete
  15. mau numpang mandi aja bayar 75rebu. mahal amat yak -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga bandara, hehehe...ga aneh lahhh...

      Delete
  16. Ihiw yang udah touchdown China. Semoga nyaman disana Om Keven :3

    Btw, itu supir ekstrim banget =,= Ga kenal yang namanya "berhenti dulu baru gantian" apa??

    ReplyDelete
  17. bwakakakkakak!! ada foto g di bandaraa!!! ciakakakk.. sukaa ihh sukaa!

    ReplyDelete
  18. Waah.. seru bangettt nich ceritanya..
    Oh iya, salam kenal aja Gan..

    Kayaknya bakalan ane pantau terus nich postingannya.. Itung-itung buat tambahan wawasan tentang negeri Tirai Bambu..

    Good luck guys...!!

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe