Musim Gugur Di China, Keindahan dan Serba-Serbinya

00:13:00


Kalo denger kata "musim gugur", apa sih yg muncul di benak kalian? Suatu pemandangan taman yg romantis dengan daun2 menguning yg berguguran? Ataukah sepasang kekasih yg sedang duduk berdampingan di sebuah bangku tua sambil disinari hangatnya sinar mentari sore?

Bagi gua yg menghabiskan seumur hidup di negara beriklim tropis, perubahan cuaca yg gua kenal hanyalah panas dan dingin, cerah dan hujan. Karena itulah, musim gugur adalah hal yg benar2 baru bagi gua. Selama ini gua cuma pernah mengenal musim gugur melalui novel, film, dan gambar, tapi belum pernah merasakan secara langsung. Kata orang sih, musim gugur tuh musim yg paling romantis. Bener gitu? Beruntung banget, tahun ini, seiring dengan studi gua di China, akhirnya gua berhasil ngalamin sendiri yg namanya musim gugur.

Melalui post kali ini gua akan membahas hal2 mengenai musim gugur di China. Makanan apa yg populer, baju apa yg biasa digunakan, kebiasaan atau tradisi apa yg dilakukan, berikut dengan fakta2 mengejutkan yg mungkin belum pernah kalian dengar sebelumnya. Selamat membaca!


(Semua yg gua tulis di bawah ini berdasarkan pengalaman pribadi, bukan berdasarkan teori dan penelitian ilmiah jadi harap maklum kalo tidak 100% akurat)

Daratan China sangatlah luas, karena itu, iklimnya juga berbeda2. Shijiazhuang, kota tempat gua menuntut ilmu, berada di bagian utara (Beifang 北方) yg beriklim dingin. Nah, musim gugur adalah musim yg paling INDAH dan juga paling SINGKAT di Beifang. Di Beifang, musim gugur dimulai pada akhir bulan Agustus dan berakhir di awal bulan November ditandai dengan sebuah festival Li Dong (立冬, akan dibahas lebih lengkap di postingan berikutnya tentang musim dingin di China), sementara di China bagian selatan (Nanfang 南方) Winter baru dimulai di akhir November atau awal Desember.

Walaupun singkat, namun musim gugur yg indah ini mempunyai banyak sekali makna di dalam kehidupan masyarakat di China. Karena itu, dalam pembahasannya, gua akan bagi menjadi 3 bagian :

1. Early Autumn (Akhir Agustus - Akhir September)
Awal musim gugur, cuacanya masih ga beda jauh sama musim panas. Udaranya lumayan panas, suhu berkisar antara 25-35 derajat Celcius, tapi mataharinya udah ga sepanas musim panas. Awal musim gugur ini adalah saat yg tepat untuk jalan2 ke taman. Kota Shijiazhuang punya banyak banget taman yg indah, dan tentunya gua dan temen2 seneng banget jalan2 ke sana. Berikut ini adalah salah satu foto perjalanan kita ke sebuah taman di dalam kota :

Interior bus di China. Bersih dan modern ya, beda jauh sama di Indo.

Di depan gerbang taman...gile, luas banget lah tamannya.
Gelora Senayan mah kalah besar.

Mobil2an di taman...bisa disewa lho

Kasian patungnya kepanasan, gua bagi es krim deh

Bisa naek perahu juga lho

Tamannya bersih dan tertata rapi, plus cuacanya indah

Mencoba jadi Hulk, mau ngangkat batu ;p

Indah banget ya? Sayang di Indo biasanya taman kota tuh seringnya tidak terawat, atau penuh dengan tunawisma. Kalo di Shijiazhuang, di taman tuh kita bisa bebas jalan2, foto2, olahraga, atau naik perahu di danau. Bagi orang2 di China, taman tuh adalah bagian yg sangat penting dalam kehidupan mereka. Pagi hari, orang2 seneng pergi ke taman untuk olahraga dan juga latihan Tai Ji. Siang hari, setelah makan siang, banyak orang pergi ke taman untuk bersantai dan tidur siang. Sore hari, para lansia biasanya pergi ke taman untuk olahraga atau berlatih kaligrafi. Ini salah satu fotonya, seorang kakek yg sedang berlatih kaligrafi di taman menggunakan air :


Waktu itu kita deketin dan sang kakek tersebut begitu tau bahwa kita adalah orang Indonesia, langsung menulis di lantai "Yindunixiya meili de guojia" (Indonesia negara yg indah). Yayyy...seneng banget, Tulisannya juga indah banget lagi. Makasih banget lho...


Tapi ada juga hal yg menyebalkan di awal musim gugur ini. Seiring dengan udara yg bertambah dingin dan angin yg bertambah kencang, di saat berjalan di jalanan kampus gua yg rindang dan penuh dengan pepohonan, seringkali ada ulat yg jatuh ke kepala kita. Mana ga tau kenapa, di sini ulatnya juga GEDE BANGET...HIIIIIIII... Malah gua inget pernah ada suatu hari di mana entah kenapa di halaman asrama gua, jalanannya penuh dengan ulat bulu. Ada sekitar ratusan ulat bulu (plus mayat ulat bulu) berserakan di jalan. Jalanan yg tadinya berwarna coklat tanah kini jadi dihiasi ratusan bintik berwarna putih dan hijau (darah ulat bulu warnanya hijau ternyata) akibat banyak yg terinjak. Yaiks.

GEDE BANGET...bayangin kalo ratusan jatuh dari pohon akibat ketiup angin...


2. Mid-Autumn (Akhir September - Pertengahan Oktober)

Pertengahan musim gugur ditandai dengan mulai turunnya hujan dan juga liburan nasional Golden Week (soal Golden Week, bisa baca ceritanya di sini) Gua inget, suatu hari gua terbangun dan kedinginan...padahal sebelumnya tuh cuaca di sini panas banget, dan pas gua liat ke luar jendela...hujan deras, hahaha. Malah saking derasnya, pernah suatu kali kota Shijiazhuang ini banjir donk. Banjirnya gede banget sampe halaman kampus gua semua tergenang air selutut, hahaha. Liat deh foto2nya di bawah ini :



Di pertengahan musim gugur ini udaranya enak banget, ga panas dan ga dingin. Suhu berkisar antara 18-27 derajat Celcius. Gua menghabiskan liburan Golden Week dengan pergi ke Xi'an (bisa baca ceritanya di sini dan di sini) dan juga jalan2 ke PASAR MALAM! Yg namanya pasar udah jadi bagian yg tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat di Asia, di China juga begitu. Sampai2, pasar malam tuh cenderung lebih rame dan menyenangkan daripada pasar biasa di siang hari.

Meskipun penuh orang, hiruk pikuk, berantakan, dan agak bau (namanya pasar mana sih yg ga bau) tapi tetep pergi ke Pasar Malam tuh jadi salah satu acara favorit gua di saat pertengahan musim gugur ini. Kalo di Indo, biasa orang kalo ngedate tuh ke mall, cafe, atau bioskop. Di sini, kalo ga ke taman, ya ke Yeshi (夜市) alias Pasar Malam. Gua inget Kevin, roommate gua, pernah di PDKT-in sama cewe sini dan pas si cewe ngajakin dia ngedate, mereka jalan2nya ke Pasar Malam juga.

Untungnya Pasar Malam ga cuma buka di musim gugur, tapi sepanjang tahun. Barang yg dijual juga berubah2 sesuai musim. Tapi musim gugur adalah musim yg paling enak untuk jalan2 ke Pasar Malam karena udaranya sejuk, ga terlalu dingin dan ga terlalu panas.

Di Pasar Malam ini gua nemuin banyak banget makanan yg unik2, harganya murah2, dan pas gua cobain, ternyata rasanya juga enak2. Fotonya bisa lihat di bawah ini :

Aneka ragam sate...slurrp...

Hiruk pikuknya pasar malam

Semacam kue pukis

Sate, tapi pake kuah, ga tau namanya

"Restoran Dadakan"

Aneka permen

Semuanya...ENAK!!!

Aneka ragam susis

Pisang goreng ala China

Yummy!


Saking penuhnya, kita harus makan sambil jalan

Selaen makanan, di Pasar Malam tuh ada banyak barang menarik dan murah. Baju, accessories, lampu, dan lain2. Bahkan nanti saat musim dingin di Pasar Malam ini kita bisa beli segala macam barang keperluan kita mulai dari boots hingga selimut.

Ga cuma makanan, tapi juga baju dan aksesories

Barangnya beda2, tergantung musim

Pernak-pernik lucuuuuu

Lampu berbentuk jamur...lucu banget

Di Pasar Malam juga bisanya ada beberapa stand yg menyediakan permainan sederhana, salah satunya adalah permainan menembak balon seperti yg sering kita lihat di anime2 Jepang. Di dalam beberapa balon yg tergantung di dinding, terdapat kertas berisikan undian, dan apabila kita berhasil menembak balon yg berisi kertas tersebut, kita akan dapat hadiah. Well, gua sih kaga terlalu peduli sama hadiahnya, yg penting seru-seruannya itu, hehehe.

Kalo beruntung, bisa dapet boneka Winnie The Pooh raksasa lho

3. Late-Autumn (Pertengahan Oktober - 7 November)
Di akhir musim gugur ini udara semakin dingin, angin semakin kencang, dan pohon2 mulai meranggas serta daun2nya berguguran. Suhu juga mulai turun, rata2 berkisar antara 10-16 derajat Celcius. Pada saat ini, suasana di kampus menyenangkan banget. Sepanjang jalan penuh pepohonan yg berwarna-warni, daun gugur, dan angin sepoi2. Rasanya damai dan tenang banget, bagaikan gambaran musim gugur yg selama ini selalu gua bayangkan.

Apa yg gua lakukan di saat seperti ini?



Tidak lain dan tidak bukan...gua pergi ke gunung liat Hongye (红叶). Hongye adalah istilah yg digunakan orang China untuk menyebab daun2 berwarna warni yg muncul di akhir musim gugur. Sekolah tau bahwa kita, murid asing, banyak yg belom pernah ngalamin musim gugur. Karena itu, di suatu Sabtu yg cerah, sekolah ngadain acara field trip rame2 ke Xiangtai Mountain untuk lihat Hongye. Asik banget deh sekolah di Shijiazhuang ini, kita dimanja dan diperhatikan, hehehe.

Waktu kita sampe ke gunung, udaranya sejuuuuuk banget. Dan dari kejauhan, kita udah bisa ngeliat gunungnya berwarna warni, merah kuning hijau kelabu...wow keren. Kita menyusuri jalan setapak melewati air terjun dan lembah yg di kiri kanannya dihiasi tebing yg indah...dan saat akhirnya kita sampai di tempat yg kita tuju. EDAN...INDAH BANGETTTT!!!!!!

Sayangnya, semua keindahan itu hanya bisa dilihat oleh mata. Kamera paling canggih di dunia pun tetep aja tidak bisa menyaingi kemampuan mata manusia, apalagi kamera gua yg hanya berupa kamera pocket? Keindahan yg terlihat di foto tuh cuma sepersepuluh dari keindahan asli yg gua lihat lewat kedua mata gua. Pokoknya, inget deh pesen gua...kalo musim gugur, pergi ke China, jangan lupa lihat Hongye! TITIK!



Keindahan yg tertangkap di foto paling cuma 10% dari aslinya...

Sepanjang perjalanan pulang dan pergi, gua sengaja naek bus yg berbeda dari temen2 Indo gua supaya gua bisa kenalan sama temen2 baru. Dan bener aja, gua kenalan sama banyak temen baru di sini...orang India, orang Russia, orang Korea, orang Sudan, dan orang China. Banyak dari mereka yg di kemudian hari akan jadi temen terdekat gua di kampus.

New friends ;p

Hal lain yg tidak kalah menarik di akhir musim gugur ini adalah Malatang (麻辣烫). Malatang adalah nama sebuah sup yg menjadi makanan khas di daerah Beifang (utara). Makanan ini biasanya dijual di jalanan, bukan di restoran. Jadi biasanya malam hari banyak orang yg buka stand Malatang, bisa di pinggir jalan, depan kampus, Pasar Malam, atau parkiran Mall. Standnya berupa sebuah meja besar yg berisi aneka ragam bahan makanan dan beberapa meja serta kursi kecil di mana di atas meja2 tersebut terdapat sebuah kompor kecil (biasanya kompor parafin) untuk kita masak Malatang. Hanya dengan bayar 10 Kuai (15 ribu rupiah), kita bisa makan sepuasnya, all you can eat.




Pertama2 kita pilih dulu bahan2 yg ingin kita makan, biasanya terdiri dari sayuran, jamur, dan daging. Kemudian bahan2 tersebut kita masak sendiri menggunakan kompor yg sudah disediakan, mirip Shabu2 deh kalo di Indo cuma kalo Shabu2 tuh kita masaknya satu kuali untuk rame2, sementara Malatang tuh satu kuali untuk satu orang. Di dalam kompor biasanya sudah tersedia "Malatang" alias kuah pedas. Buat yg ga suka pedas, jangan khawatir, kita bisa kok request kuahnya diganti pake kaldu ayam yg rasanya tidak pedas.






Setelah kita masak, sebelum dimakan, biasanya makanan tersebut kita celup ke dalam mangkok berisi Ma Jiang alias Saus Kacang. Yummm...rasanya...enak banget. Apalagi kalo kita makannya pas akhir musim gugur, waktu udara lagi dingin2nya (tapi belum membeku). Memang sih, ada beberapa tempat di mana kita ga usah masak sendiri, mereka akan masakin buat kita, tapi tetep sensasinya lebih seru kalo kita masak sendiri, hehehe. Gua sering pergi makan Malatang bareng temen2 bule, dan buat mereka, itu bener2 pengalaman yg tidak terlupakan, hehehe.

Mereka seneng banget makan Malatang ;p

Oke, kira2 segini dulu ya cerita soal musim gugurnya. Berikutnya gua akan cerita soal musim dingin dan juga pengalaman pertama gua ngeliat salju, hehehe. Ada juga cerita soal pentas kebudayaan dan Gangnam Style di China. Penasaran? Tongkrongin terus Emotional Flutter kalo pengen baca kelanjutan kisah petualangan gua di China, hahaha.


Oya, jangan lupa join fanpage Emotional Flutter di Facebook ya =)
Cara joinnya gampang, klik tulisan "Emotional Flutter" ini terus like page-nya. Banyak info2 menarik di sana, kata2 motivasi harian, dan kalian juga boleh nanya/curhat apa aja sama sang empunya blog ini, hehehe.

You Might Also Like

21 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Wah keren...
    Kalau baru 10% keindahannya.. udah mantep banget
    Gimana 100% nya itu (-__-"

    ReplyDelete
  2. eeh itu cuman 10% nah loh, bagus banget berarti donk kyaa~
    sepertinya emang bener bener ngenikmatin study abang disana yak hew :3

    ReplyDelete
  3. kalau gue, pengen ngelihat sendiri bunga sakura berguguran, jayak yang gue lihat di Doraemon... :P

    ReplyDelete
  4. kereeen, asiknya bisa liat daun warna merah di musim gugur *,*
    eh ternyata banyak angkringan juga ya di sono.. terus itu Malatang.. bisa makan sepuasnya... coba disini ada XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kalo gua pulang, gua buka Warung Malatang deh di Bandung...hehehe

      Delete
  5. ngiri banget gue baca ini :P

    ReplyDelete
  6. seru banget ko , dokumentasinya bagus + buat orang lap iler . hahahaa

    ReplyDelete
  7. senang ya sudah bisa merasakan suasana di empat musim,
    nampaknya banyak yang harus Indonesia pelajari dari China, terutama tamannya.

    ^_^

    ReplyDelete
  8. Suka banget liat foto yang ke gunung itu, indah banget daun warna warni nya

    ReplyDelete
  9. wow keren yak?

    lha kok sepertinya enak tinggal disono?
    hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memangnya siapa yg bilang kalo tinggal di China ga enak? o_0 enak banget kok, gua betah...

      Delete
  10. duduk di taman waktu musim gugur sama suami <--impianku ke berapaaa gitu. semoga terwujud aamiin

    btw, kereeen bgt postingannya. sayang kurang poto2 pohon musim gugurnya ><

    ReplyDelete
  11. aku suka momoent late autumn karena warna daunnya udah lebih ke coklat, kuning dan merah. Terus autumn itu menyebalkan karena harus nyapu daun berguguran hahahhahah

    ReplyDelete
  12. liat fotonya aja udah seneng apalagi bisa kesana,hihi:D

    ReplyDelete
  13. Haduuuuuhhh kangeennn ......... pengen balik lagi ke SHJZ, Ven hehehe

    ReplyDelete
  14. wah bagus bangeeeet, semoga suatu saat bisa kesana juga.

    ReplyDelete
  15. Dari fotonya aja udah terlihat indah apalagi aslinya di sana yaa. Penasaran pengen liat foto saljunya di musim dingin.ditunggu yaaa ,hehe

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe