Byousoku 5 Cm (5 Centimetres per Second)

22:31:00


Gua liat di Indo kayaknya lagi heboh ya sama film "5 Cm".
Gua belom nonton nih, soalnya di China ga ada filmnya, tapi kalo novelnya sih gua udah baca.

Masih berhubungan dengan "5 Cm", ternyata ga cuma Indonesia yg punya film berjudul "5 Cm". Tahun 2007 silam, sebuah film animasi singkat berjudul "5 Cm per Second" muncul di Jepang dan booming besar2an. Bahkan saking tenarnya film ini, hasil penjualan di box officenya saat itu bahkan mengalahkan film Spiderman 3 yg sedang premiere di bioskop pada waktu yg berdekatan.

Memangnya film "5 Cm per Second" ceritanya tentang apa sih? Kok bisa film yg durasinya hanya satu jam ini bisa sampe setenar itu? Yuk kita simak ulasannya di bawah ini...


Byousoku 5 Centimetres
A Chain Short Stories About Their Distance


How much more will I have to lose, before my heart is forgiven?
How many more pain will I have to suffer, to meet you once
again?
 
Takaki Tohno dan Akari Shinohara, adalah dua orang sahabat sejak kecil. Sejak bangku sekolah dasar, mereka selalu bersama. Mereka berdua mempunyai banyak sekali kesamaan yang membuat mereka sangat cocok dengan satu sama lain. Hingga saat mereka SMP, Akari harus pindah ke kota lain. Walau jarak memisahkan keduanya, mereka masih saling berkirim surat. Rasa rindu selalu membayangi keduanya. 
Setahun berlalu sejak kepindahan Akari, kini giliran Takaki yang harus pindah ke kota lain, membuat jarak keduanya semakin jauh. Mereka memutuskan untuk bertemu untuk yang terakhir kalinya. Walaupun kereta yang dinaiki Takaki terlambat sekitar 5-6 jam akibat badai salju, Akari tetap menunggunya di stasiun. Mereka menghabiskan waktu semalam itu bersama, mengobrol berdua sambil meringkuk di bawah sebuah selimut hingga fajar menyingsing. Takaki takkan melupakan hari itu, Akari mengajarinya bagaimana mencintai dan dicintai, bagaimana merindukan seseorang, bagaimana berbagi dengan seseorang.. Takdir benar-benar kejam namun, life must go on...


Kira2 itulah sinopsis singkat mengenai kisah Takaki dan Akari di film "5 Cm per Second" ini. Kalo temen2 pengen tau lanjutannya, gua saranin nonton sendiri deh. Film berdurasi hanya satu jam ini ceritanya terbagi ke dalam 3 chapter. Oukashou (Cherry Blossom) yang mengisahkan tentang pertemuan awal Takaki dan Akari. Cosmonaut yang menceritakan kehidupan SMA Takaki di kota yang baru. Dan Byousoku 5 Centimetres, chapter terakhir yang merupakan konklusi dari kisah Takaki dan Akari. 

Pertama kali beres nonton film ini, gua inget gua sempet bengong selama beberapa saat. Shock. Bukan karena pemeran utamanya mendadak mati di akhir film ala drama Korea, bukan, tapi karena endingnya sangat2 "realistis". Untuk sebuah film animasi yg visualnya sangat indah, alur ceritanya bisa dibilang sangat "tajam". Emosional, tapi simpel. Dan setelah nonton kedua kali serta lebih memperhatikan setiap detail, setiap kata, terutama narasi dari sudut pandang Takaki sepanjang filmnya, akhirnya gua ngerti makna pesan yg hendak disampaikan film ini.

Contoh visual anime ini. Klik untuk memperbesar.

Film ini adalah film yang bener-bener menyentuh hati. Animasinya sangat keren dan visualisasinya sangat kaya dan detail. Pantulan cahaya pada kaca jendela mobil, batang2 rumput yg bergoyang di tengah angin, dan laut yg bersinar di bawah langit yg berbintang. Semuanya terasa sangat hidup, sangat realistis, seolah2 semua keindahan tersebut terhampar secara nyata di hadapan kita.

Semua adegan divisualisasikan dengan sangat indah, dengan penuturan cerita yang tidak kacangan dan realitis. Sinematografi digarap dengan menawan, dengan sudut pandang dan pergerakan kamera yg membuat penonton menjadi terbawa suasana. Anime ini bener-bener Masterpiece dari visual artist Makoto Shinkai. Dan tidak lupa, alunan music score yang sangat menyentuh yang membuat kita semakin teranyut dalam menikmati film ini. Anime ini adalah anime paling berkesan yang pernah gua tonton, must watch bagi penggemar film drama dan anime yang berkualitas.

Story : 9.5
Visual : 10
Music : 10

5 Centimeter per Detik, menurut film ini, adalah kecepatan jatuhnya kelopak bunga sakura di musim semi atau butir2 salju di kala hujan salju di musim dingin. Namun metafora itu juga sebenarnya melambangkan kehidupan manusia. Kadang di saat kita terjebak dengan yg namanya rutinitas, kehidupan seolah2 berjalan lamban dan stagnan. Namun justru ritme kehidupan yg seperti itulah, yg justru tanpa kita sadari, menimbulkan jarak di dalam kehidupan. Jarak dengan orang2 yg kita sayangi, jarak dengan impian dan cita2 kita, jarak...dari yg namanya kebahagiaan.

"The title 5 Centimeters Per Second comes from the speed at which cherry blossoms petals fall, petals being a metaphorical representation of humans, reminiscent of the slowness of life and how people often start together but slowly drift into their separate ways." - Makoto Shinkai -

Hidup ini semuanya melulu mengenai jarak dan waktu, dan kadang persepsi serta pemahaman kita mengenai kedua hal tersebut dapat menimbulkan perubahan besar di dalam hidup kita. Tanya deh temen2 kita yg pernah pacaran long distance. Mereka adalah salah satu yg paling mengerti mengenai betapa kejamnya jarak dan waktu. Manusia tuh powerless dalam menghadapi dua hal tersebut. Malah kalo boleh gua bilang, di dunia ini tidak ada hal yg absolut, kecuali yg namanya jarak dan waktu.

Seberapa banyak waktu yg rela kita berikan untuk orang2 yg kita sayangi? Seberapa jauh jarak yg berani kita tempuh untuk mewujudkan impian kita? Itu pun tetap tidak menjadi jaminan bahwa kita bisa mendapatkan yg kita mau. Banyak orang di dunia ini yg sudah berusaha sekeras mungkin, segiat mungkin, tapi tetap tidak dapat mengubah hidup mereka.

Selama gua tinggal di China, gua udah banyak melihat kejamnya realita kehidupan yg mungkin kadang terabaikan sangat gua tinggal di rumah gua yg nyaman. Bagaimana orang berebutan naik bus sepulang kantor hanya agar supaya dapat mendapatkan sedikit waktu untuk dihabiskan bersama keluarganya di rumah. Bagaimana sepasang suami istri jualan makanan di kantin dari jam 7 pagi hingga jam 9 malam termasuk hari Minggu demi menafkahi anak2nya. Dan masih banyak lagi hal2 yg mungkin dirasa tidak adil dari hidup ini. Tapi itulah hidup, dan hidup ini ga pernah adil.

The hardest part of life is having to let go of your fears, and facing the facts: you can't always get what you want, life isn't a box of chocolates, and your favorite TV series will always have a crappy ending.


Pernah denger betapa indahnya kisah pertemuan dua insan untuk kemudian saling jatuh cinta dan terpisahkan oleh jarak dan waktu? Di saat kalian baca berita koran mengenai seorang cowo yg bunuh drii akibat patah hati, pernah ga kalian berpikir seperti ini? Andaikata si cowo hari itu tidak pergi beli koran setelah beres makan siang di kala jam istirahat kantor, mungkin dia tidak akan bertemu dengan si cewe untuk kemudian jatuh cinta, menikah, bercerai, sakit hati, kemudian bunuh diri akibat stress. Shit happens. Hidup tidak selalu seindah yg kita bayangkan tapi bukan berarti lantas kita harus pesimis dengan yg namanya hidup. Itulah yg mau diajarkan oleh film ini.

Ga ada yg namanya happy ending di dalam hidup. Selama kita masih hidup, semua akan terus berjalan. Mungkin ada kalanya kita akan jatuh, tapi kita harus bisa bangkit lagi...karena itulah hidup. Selama kita masih bernafas, kita akan terus berusaha, kita harus terus belajar. Dan mungkin suatu hari nanti, semua jarak dan waktu yg telah kita tempuh, 5 sentimeter per detik, akhirnya akan membawa kita ke tempat yg kita tuju.

As time goes by, life has a way of rearranging itself. People enter your life, and inevitably, they leave as well. Things have a tendency to happen that can turn your world upside down. You’ll come to realize eventually, that even though things are different, you are as well.

Last but not least, ini dia lagu soundtrack film ini "One More Time, One More Chance" yang ditulis, dinyanyikan dan diproduseri oleh Yamazaki Masayoshi. Lagunya mengandung adegan2 dari film ini, so buat yg ga suka spoiler, hati2 sendiri ya, hehehe.


You Might Also Like

52 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Ini animenya emang bagus banget. Gw juga sampe harus nontong ulang baru bener-bener ngerti. Kalo cuma ditonton sekali, rasanya esensi-nya masih belum dapet. hahaha.

    Tapi setuju banget di poin. "Ga ada yg namanya happy ending di dalam hidup". Reality doesn't work that way. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua udah nonton sekitar 7 kali dan setiap kali nonton selalu dapet pencerahan baru, hehehe

      Delete
  2. Hidup adalah lautan penderitaan. Tetapi apabila kita mau berpikir positif atas segala penderitaan yang kita dapatkan, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan.

    ReplyDelete
  3. waktu baca judulnya, kirain mau ngereview 5cm :)))
    oke, thank youuu! langsung cari nih hahaha

    ReplyDelete
  4. emmm ko Keven sang penunggu blog ini
    ini film seri apa 1 movie penuh
    tapi entah apapun itu
    dari tulisan ko Keven kok rasanya film ini lumayan keren juga
    download ah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Satu film doank, durasi cuma sejam, hahaha

      Delete
  5. cuplikan video animeya kece abis ko. tapi sayangnya kurang suka nonton anime hehehe.

    iya nih kemaren ane naik gunung ke bandung, ente malah pergi ke china hahaha, ya uda kapan-kapan hahaha semoga suatu hari kesampean kopdar. :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas lu naek gunung, gua lagi turun gunung mencari wangsit. Bener2 belom jodoh kita, hahaha

      Delete
  6. hari ini gw tiba2 terfikir sama film 5cm per second ini, tiba2 pengen download trus nonton aja, padahal gw bukan pencinta anime.. eeh..ternyata pas buka blog lo, ada yg ngebahas film ini juga heheheh..
    nicee.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kok bisa pas gitu ya? Jangan2...kita ada koneksi batin...hahaha

      Delete
    2. bisaa..bisa jadii tuh hahahaha..

      Delete
  7. wahhh di china ada juga film 5 cm hahaha

    ReplyDelete
  8. di Indonesia bagus gan film 5 cm

    ReplyDelete
  9. sumpah gue ga ngerti sama anime ko :(
    tp kalo isinya cinta2an pasti gue doyan tuh muehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ini tentang cinta...cobain deh, hehehe

      Delete
  10. tak pantengin kali aja ada reviewnya 5cm, dari blognya agan :D hihihi

    ReplyDelete
  11. emang ini anime beda banget dari yg lain, mungkin karena genrenya slice of life sih ya... perih banget hati gue abis nonton ini... ga ampe nangis sih, tapi sedih banget T.T

    btw gue juga pernah bikin tulisan ttg anime ini, tp bukan review, sekedar pelampiasan aja hahaha, http://letmecutthepain.blogspot.com/2012/11/this-is-how-fast-you-fall-in-love.html (please read if you have spare time and please ignore my grammatical error :p)

    ReplyDelete
  12. Wah ceritanya dark love, ini ada link download nya gak? haha.. maklum jiwa gratisan.. Pngen ntn anime sedih2 gini deh, lanjut ke google dah nyariii.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, cari aja di IDWS, Google, Kaskus, torrent, apapun

      Delete
  13. iya ya animasinya kelihatan indah dari gambarnya.. :)

    ReplyDelete
  14. Hidup harus selalu disyukuri dan jangan pernah menyesal.
    Visualnya keren, beda sama anime lain. Jadi pengen nyari link downloadnya :D

    ReplyDelete
  15. The visual reminds me to Final Fantasy... Like a live action film.... -Nuel-

    ReplyDelete
  16. My favorite film! mwehehe :3
    awal nemu kirain film live action taunya anime, dan itu keren banget, langsung jatuh cinta~ haha
    Jalan ceritanya juga seru dan endingnya bikin gregetan :S
    Recommended banget filmnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you untuk sharingnya. Ayo temen2 semua, jangan lupa nonton animenya =)

      Delete
  17. Gambar anime nya bagus banget.
    Anime2 yang tayang di indonesia kok gambarnya gak sebagus ini ya?
    kesannya lebih jadul gitu.
    atau emang yg tayang di indo anime jadul semua??
    Lmao


    Long time no here Bang Keven
    Hello again!
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooo...udah lama ga saling bertukar sapa
      Gambarnya bagus soalnya visualnya dibuat oleh animator terkenal di Jepang. Yg tayang di Indo biasanya anime mainstream yg episodenya banyak, dan karena episodenya banyak, jadinya kualitasnya ga terlalu dipentingin...

      Delete
  18. smpe skrg aq blum nonton. ada ja kerjaan....

    ReplyDelete
  19. pengen banget nonton animenya... ha ha
    5 cm,,..
    keren tuh :P

    ReplyDelete
  20. Boleh Copas ga? :D
    hehe...gue pengen masang kata2 diatas di blog... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata2 yg mana? Kalo cuma sekalimat-dua kalimat sih boleh asal cantumin alamat blog ini sebagai sumbernya =)

      Delete
    2. Ya banyak sih...hehe...
      oke aku cantumin deh...
      gimana boleh?

      Delete
    3. Kalo banyak sih apa bedanya sama copas artikel? =_=;
      Kenapa harus copas? Kenapa ga bahas sesuatu pake kata2 lu sendiri?

      Delete
    4. sip deh..
      maaf lo...
      gue cuma suka tulisanmu...
      beda ma review yang laen...

      Delete
  21. lalallala~
    numpang lewat, brb muterin one more time one more chance

    ReplyDelete
  22. keren bangeeetttt...
    cari donlot gratisnya aaaahhh

    ReplyDelete
  23. wuaaah.. sangat menyentuh..
    thanks buat gan claude c kenni yg dah bahas anime ini , barusan selesai nonton tp agak bingung sama maksud filmnya .. tapi permainan emosi di dalamnya luar biasa .. kereen

    ReplyDelete


  24. yang bikin bingung ni termasuk sad story yah…

    ada juga beberapa gallery film dari makoto shinkai yang aku dapet…
    dari keseluruhan kebanyakan hampir sad story…

    1. 5 Centimeters Per Second.
    alur ceritanya kadang bikin rumit, grafisnya memukau, pesannya tersirat dan tersurat…deep…lovely

    2. Voice From Distance Star.
    yang ini msih tahap awal, grafisnya seperti komik warna, tetapi pesan hatinya tersirat dan tersudat dalem banget tentang cinta jarak dan waktu…bikin kepikiran…

    3. Children Who Chase Lost Voices from Deep Below
    masih termasuk new entry…perjalanan jauh untuk mendengar “GOOD BAY”.

    dan ketiga ini mampunyai satu kesamaan…yaitu “CINTA YANG TIDAK TERCAPAI” so patetic… bikin kepikiran bagaimana kalo itu aku..

    4. The Place Promised In Our Early Days.
    ini agak rumit aku mlah belum nemu maksudnya…hehe…
    peace…

    fb: yoga duo surya…

    ReplyDelete
  25. tips ya...karena filem2nya bisa sangat mempengaruhi emosi agan agan...
    bagi yang sedang tidak/belum punya cinta...jngan merenung n jangan pikiran kosong yah...
    bagi yang punya cinta...jaga dan sayangi baik baik...

    filemnya sempet bikin aku ngedrop selama 2 hari karena waktu itu aku sedang renggang dengan cintaku...malah nonton 5 centimeters per seconds... hehe...

    ReplyDelete
  26. Pertama kali nonton, ada sesuatu yang ngeganjal di hati. Jadi boxoffice karena emang ini film nggak bisa ditonton sekali :")
    Aku penggemar makoto shinkai

    ReplyDelete
  27. ada yang tau adanya novel dari makoto shinkai nggak? nyari nie...

    ReplyDelete
  28. Emang keren nih anime patut banget di tonton

    ReplyDelete
  29. Gue laki2 yang menyukai apapun yang berbau pertarungan sehingga gue menginginkan untuk masuk TNI dan membela negara ini,tp setelah melihat anime ini hati gue yang sekeras batu ini pun dapat tersentuh juga,efek latar belakang+musik+sad ending yang mengharukan membuat q menangis (T_T)

    ReplyDelete
  30. Ah, aneh ceritanya. Harus'a kalok emang cinta banget ya dikejar, kan istri harus ikut suami. Nikahi aja. Dasar si cowok yang ga cinta banget kali. Kalok uda sama" suka apapun bisa diatasi. Aku cuma suka effect'a doang, cerita'a ga mantap. Si cowok pengecut. PHP doang bisa'a.

    ReplyDelete
  31. Bang Review juga karya Makoto Shinkai The Garden of Words

    ReplyDelete
  32. review 5 cm per second paling dalam yang pernah kubaca. Aku sendiri udah nonton sampai empat kali. Tar nonton lagi ah.

    ReplyDelete
  33. Itsudemo Sagashite Iru Yo~~~ :'(

    Baru nonton ini film sebulan ini, dan ane baru nyadar kenapa nggak ada stasiun TV 'kejam' yang 'tega' nayangin ni film.

    Ternyata bukan adegan kissu-kissu atau celana gemes waktu latihan surfing (oke ini sop iler), tapi memang karena endingnya nggak seperti yang biasa dilahap sama orang2.
    Tahun kemaren nonton ending Nic & Mar aja banyak yang mencak-mencak gegara nggak sesimpel maunya penonton kebanyakan. Kayaknya bakal kejadian juga sama ni pelem kalo tayang di tipi.

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe