Gedubrak...Krompyanggg...

21:10:00


God gave burdens, also shoulders. Don't ask for a lighter burden, ask for a broader shoulder.


Hari ini gua dapet kabar buruk : salah seorang sahabat baik gua putus dengan pacarnya. Gua kaget, kaget sekaget2nya. Soalnya, sejauh gua liat mereka selama ini, mereka cocok banget. Memang sifatnya ga sama persis, malah agak bertolak belakang, tapi justru di situlah uniknya, mereka saling melengkapi. Sebagai seseorang yg berdiri di belakang layar sepanjang masa mereka PDKT dan jadian, jelas banget gua shock.

Tapi itulah hidup, selalu ga bisa ditebak.


Sebenernya apa sih yg paling menyakitkan dari yg namanya putus cinta? Gua yakin temen2 semua punya jawaban masing2. Tapi, sebagai seseorang yg udah pernah mengalaminya juga, kalo boleh gua simpulkan dengan satu kata, mungkin kata yg paling tepat adalah : IMPIAN.

Kita pacaran buat apa sih? Jelas orang yg normal akan jawab : untuk saling mengenal...dan ujung2nya menuju ke arah nikah. Kalo ada yg ngejawab berbeda, untuk mati bareng2 misalnya, atau untuk saling gigit menggigit, gua mohon untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat.

Karena ujung2nya untuk nikah itu, maka sudah sangat sewajarnya kalo dalam masa pacaran seringkali kita bermimpi.

Bermimpi akan maju ke pelaminan bareng2...
Bermimpi soal bulan madu super romantis bareng2...
Bermimpi punya rumah dan tinggal bareng2...
Bermimpi membesarkan anak bareng2...
Dan lain sebagainya...

Nah, impian2 itulah yg akan jadi sumber rasa sakit utama di saat kita putus. Di sebuah hubungan berakhir, mendadak kita dihantam oleh sebuah fakta bahwa...impian2 yg selama ini kita bangun itu sudah tidak akan menjadi kenyataan lagi. Kalian ga akan bersama2 jalan2 ke Paris, kalian ga akan saling menyematkan cincin ke jari satu sama lain, impian yg kalian bangun setinggi2nya bak istana dari kristal itu ini roboh, hancur berkeping2 terhantam sebuah bola bowling raksasa yg bertuliskan : KENYATAAN. Semua sirna, semua luluh lantak, hancur berantakan.

Gedubrak...Krompyanggg...*sound effect ceritanya sih*

Terus apakah bermimpi itu salah? Apakah yg namanya angan2 selalu identik dengan delusional? Apakah berharap itu sebuah tanda arogansi? Jelas tidak.

Count the garden by the flowers, never by the leaves that fall.  Count your life with smiles and not the tears that roll.

Seorang bijak pernah berkata "Untuk mewujudkan impian, pertama2 kita harus punya impian terlebih dahulu. Berani bermimpi adalah langkah pertama yg paling sulit dan juga paling penting di dalam hidup." Dan di dalam sebuah hubungan percintaan, keberanian untuk membangun mimpi tersebut adalah bukti cinta yg paling tulus. Bayangin kalo lu pacaran dengan seseorang, tapi dia selalu pesimis terhadap masa depan hubungan kalian, itu tandanya dia punya keraguan terhadap hubungan tersebut. Bener ga?

The difficulties of life are intended to make us better, not bitter. Kesulitan hadir di dalam hidup untuk membuat kita semakin baik, semakin kuat, bukan menjadi pesimis dan penakut. Percaya deh, Tuhan ga akan kasih kita beban yg melebihi kekuatan kita. Tuhan memberi kita beban, namun ia juga memberi kita bahu yg kuat untuk menanggung beban itu. Jangan berdoa minta beban yg ringan, tapi mintalah supaya kita diberikan bahu yg cukup kuat untuk menanggung beban tersebut.

Gua menghormati mereka2 yg berani bermimpi setinggi2nya, dan juga berani menghadapi segala resiko yg datang dari impian tersebut, termasuk rasa sakit di kala impian tersebut kandas. Dalam hidup, gagal adalah hal yg sangat biasa. Tapi yg paling penting adalah bagaimana seseorang mampu bangkit dari kegagalan tersebut. Keberanian bukan berarti tidak mempunyai rasa takut, tapi bagaimana seseorang mampu bertindak meskipun merasa takut.

When the Japanese mend broken objects, they aggrandize the damage by filling the cracks with gold.  They believe that when something's suffered damage and has a history it becomes more beautiful.

Gua udah berkali2 mencintai dan puluhan kali patah hati (yg udah lama ngikutin blog ini pasti tau kisah di balik rekor 8 kali nembak 10 kali ditolak gua, hehehe). Dan di ujung setiap rasa sakit, pada akhirnya, gua selalu menemukan hikmah yg bisa disyukuri. Untung gua ga jadian sama si A, jadinya gua bisa ketemu si B. Untung gua putus dengan si B, jadinya gua ketemu dengan si C. Dan suatu hari gua yakin gua akan berkata "Terima kasih, kepada nona A sampai Z, atas semua pengalamannya. Berkat kalian, gua bisa jadi cowo yg sempurna bagi cinta sejati gua yg saat ini sudah jadi istri gua."

Mencintai tidak pernah merupakan suatu kesalahan, itulah sebuah prinsip yg gua yakini di dalam hidup ini. Setiap pengalaman, baik manis maupun sakit, akan menjadikan diri kita lebih baik daripada sebelumnya. Dan percaya deh, pada akhirnya, semuanya akan berakhir dengan baik. Kalo belum berakhir dengan baik, berarti kalian belum tiba di penghujung jalan hidup kalian. Teruslah berusaha! =)

"In the end, everything will be okay. If it's not okay, it's not yet the end."
PS : Especially for you, my dear friend. I'm sure you'll get through this, too. Cheer up! =)

You Might Also Like

27 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Keven :')
    Paragraf2 awal itu.... Sungguh kerasa nyentil,ya. Bener banget, sakit yg paling sakit pas putus ya karena impian yg ikut putus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, berdasarkan pengalaman pribadi gua sih bagian itu yg paling menyakitkan, hehehe

      Delete
  2. hahahaha..kaget w ampe u bahas..

    tnx ya ven..

    next nti w ceritain gmn2 lengkapnya..

    ReplyDelete
  3. Impressive and touching straight to the point.
    Tulisan anda memang tidak pernah mengecewakan
    Nice job Kep. Can't wait for next posting :-)
    Last but not least. Jangan lupakan "taruhan" kita. Ditunggu akhir taun nanti. :-P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Shhhhttt...just between you and me, hahaha

      Delete
  4. Huaaaa :"O
    aku juga sedang galau2 sedih ini ko, thanks utk postingannya, bikin lebih kuat lagiiii.
    aku juga orangnya melankolis, tapi bedanya aku susah buat share ke orang, jadinya dipendem sendiri T.T jadi meledak didalam uhuh TT

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah gunanya blog. Cerita aja di sana. Kalo ga bisa blak2an, ya pake cara terselubung...puisi misalnya, hehehe. Btw kalo kapan2 lu pengen ngobrol, boleh kok cerita ke gua lewat FB =)

      Delete
  5. halo, salam kenal... mampir dari blognya pitshu nih hehehe...

    emang kalo putus cinta tuh sakit banget ya, tapi lebih baik gitu sih daripada dilanjutin trus merid malah ga happy ending...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, banyak dapet temen baru dari blognya Pitshu nih, hehehe. Thanks udah berkunjung ke sini ya ^^

      Bener2, pacaran putus paling sedih, kalo udah nikah putus...wah repot itu

      Delete
  6. Makanya kalo pacaran hindari pikiran negatif yg terselubung... Jadi kan gak ada putus2an tuh... Setiap harinya berasa hepi meski jarang ketemu... Bentar, ini gue kok kayak curhat? :))

    ReplyDelete
  7. patah hati bisa terobati seiring dengan waktu yang berjalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Atau dengan kedewasaan batin, kemauan untuk merelakan =)

      Delete
  8. gw juga punya pengalaman kayak lo, punya temen dari awal mereka temenan, pdkt, sampe jadian 4 taun, udah rencana buat merit, sampe beli rumah yg akan mereka diami setelah merit. eh malah putus. si cewek sekarang udah nikah lagi. rasanya emang aneh sih melihatnya. tapi yah begitulah hidup. kita bisa bermimpi dan berangan2, tp Tuhan menentukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, hidup ga seindah yg kita bayangkan ya. Ga akan ada yg bisa tau, kapan dan apa yg akan terjadi, bahkan di rencana yg sesempurna apapun selalu ada kemungkinan untuk terjadi sesuatu yg di luar rencana...

      Delete
  9. komentator : curcol detected
    admin : galau detected

    untung aku belum punya pacar. *kode

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jomblo detected. Iklan terselubung detected.

      Delete
  10. mungkin karena awal2 pacaran itu hormon cintanya masih kuat..jadi mau beda kek gimanapun tetap awet..saat semua mulai mereda dan realita yang ada baru deh mereka bertanya-tanya kenapa masih melanjutkan hubungan yang ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang katanya seudah beberapa waktu, yg namanya hormon cinta tuh bakal meredup. Jadi kalo pasangan yg udah nikah puluhan tahun masih awet, itu bukan karena cinta, tapi karena komitmen =)

      Delete
  11. apakah ada kemungkinan mereka akan balikan?

    bener banget kalau awal pengen pacaran, impiannya pasti ke pelaminan tapi harus lihat kenyataan yg ada juga >.< ah si Bang Keven ini >.< jleb jleb nih postingannya.

    Well, kadang kita harus bertemu seseorang yg mungkin 'belum untuk kita' [?] supaya jadi pelajaran, untuk tidak mengulangi kesalahan yg sama di dalam sebuah hubungan, kalau disikapi secara dewasa jg sih ya :-\

    ReplyDelete
    Replies
    1. In life, God doesn't give you the people you want.
      Instead, he gives you the people you need -
      to teach you, to hurt you, to love you, and
      to make you exactly the way you're meant to be. =)

      Delete
  12. Postingan yang Ngena banget Kak Kev..

    "Jangan berdoa minta beban yg ringan, tapi mintalah supaya kita diberikan bahu yg cukup kuat untuk menanggung beban tersebut"

    Suka banget sama kata-katanya, bikin aku lebih kuat dan tangguh lagi..

    Terutama buat ngejalanin LDR ini *curcol..


    Thanks Kak Kev

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks udah berkunjung dan komen di sini. Semoga sukses ya LDRnya...jiayou =)

      Delete
  13. suka sama ini kak -> "jangan minta beban yang ringan sama Tuhan, tp mintalah bahu yang kuat" :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya gua pikir kadang manusia tuh manja, Ra. Mereka pengen bijaksana, terus Tuhan kasih mereka suatu masalah untuk dihadapi, supaya mereka tambah bijaksana, tapi mereka malah ngeluh, hehehe. Inget, Tuhan itu bukan pesulap =)

      Delete
  14. so sad amat sampek bingung komen apa T.T
    tapi bagus kok :D
    hmm...min, mintak folbek blog ye? :)
    makasih :)

    ReplyDelete
  15. Postingan lu punya 2 topik nih.... Gak hanya buat cinta doang... Hehehe... Thank's yah buat pencerahannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga semakin banyak yg baca postingan ini, cuaca di Indonesia juga semakin cerah...amin, hehehe

      Delete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe