My True Valentine

16:20:00


Gua ga inget sejak kapan Hari Valentine menjadi hari yg special buat gua, tapi setelah gua inget2, tampaknya semua itu bermula dari kebiasaan keluarga gua sendiri. Papa Mama gua merayakan Wedding Anniversary nya di bulan Februari ini. Gua inget, gua pernah liat Papa gua beli sebuket bunga untuk Mama gua. Kemudian waktu dia kasih bunganya tersebut ke Mama gua, dia peluk dan cium Mama gua dengan penuh kasih sayang. Yup, image itulah yg selalu muncul di otak gua setiap gua mendengar kata "Februari" atau "Valentine" : My Mom and Dad at their happiest time.

Tapi Hari Valentine baru mulai menjadi bagian yg tidak terpisahkan di dalam kehidupan gua setelah gua duduk di bangku SMP. Biasanya, menjelang bulan Februari, temen2 mulai sibuk kirim2an parcel berupa coklat, CD lagu, dan boneka terhadap orang2 yg mereka sayangi, baik temen, maupun kecengan. Harga parcelnya juga ga mahal, sekitar 3000-5000 rupiah per parcel pada masa itu. Dan gua sangat menikmati kebiasaan ini. Berhubung waktu awal2 SMP gua belum punya kecengan, jadi setiap Valentine gua selalu kirim hadiah kecil ke temen2 terbaik gua di kelas disertai pesan singkat yg gua tulis sendiri : "At this special day, let me reminds you that you are a very special person who always brighten up my days. Thanks for being my best friend." Kurang lebih seperti itulah bunyinya.


Kadang2 kalo gua ada uang jajan lebih, gua akan kirim hadiah juga ke sahabat2 baik gua semasa SD, meskipun saat itu hubungan kita udah ga sedeket dulu. Bahkan sering juga gua kirim ke parcel anonim ke temen sekelas yg pendiam dan ga punya temen. "From a classmate to our beloved classmate, just to remind you that you are never alone" Mereka ga tau siapa yg kirim parcel tersebut, tapi justru itulah seninya. Di saat tangan kanan kita memberi sesuatu, tangan kiri kita ga perlu tau. Kebiasaan kirim2an parcel ini terus berlanjut sampai SMA dan mungkin hal2 kecil inilah salah satu hal yg menyebabkan persahabatan gua dan temen2 sekolah gua tuh abadi hingga hari ini.

Love is a wonderful thing. 
You never have to take it away 
From one person to give it to another. 
There's always more than enough to go around. 

Waktu SMA, kita ada variasi lain untuk merayakan Valentine, salah satunya adalah event "Katakan Cinta" yg diadakan oleh temen2 OSIS pada waktu gua kelas 1 SMA. Jadi, khusus untuk satu hari itu, kita diperbolehkan menggunakan intercom sekolah untuk menyetel lagu pada jam istirahat. Jadi satu hari itu, kita bisa merasakan betapa nikmatnya makan bekal sambil ditemani lagu2 romantis yg mendayu lembut lewat intercom.

Selain itu, pada dua jam pelajaran terakhir, kita diberikan waktu bebas untuk menghias kelas dan juga untuk mengikuti berbagai macam perlombaan yg diadakan oleh OSIS di kantin. Dan yg ga kalah penting, pada dua jam terakhir itu, intercom sekolah diubah menjadi siaran radio kampus, acara "Katakan Cinta" Buat mereka2 yg pengen menyampaikan pesan sayang, atau nembak, boleh kirim surat ke penyiar radio yg lagi siaran di depan ruang guru. Alhasil, hari itu menjadi hari Valentine paling seru sepanjang sejarah hidup gua.

Tahun2 berikutnya, setiap Hari Valentine, gua mengikuti event bakti sosial yg diadakan oleh sekolah ataupun lingkungan gereja gua. Kita pergi ke panti asuhan atau panti jompo untuk bagi2 sembako ke saudara2 kita yg kurang beruntung. Ini salah satu wujud kasih sayang di Hari Valentine. Kita juga ngadain games, menanam pohon, dan juga kerja bakti membersihkan lingkungan bareng anak2 panti asuhan tersebut.

Pada saat ngebina Pramuka, momen Hari Valentine ini gua manfaatkan untuk ngajarin anak2 didik gua bagaimana caranya bikin coklat dan juga table manner. Pernah suatu kali gua bikin acara dance hall di aula sekolah dan anak2 wajib pake baju resmi. Yg cowo pake kemeja dan kita ajarin mereka gimana caranya melipat dasi. Yg cewe pake rok dan kita ajarin gimana caranya dandan sederhana. Kemudian anak2 cowo harus mengajak yg cewe berdansa, dan tentu saja ada tata caranya. Dance nya kita ajarin mereka dance pergaulan yg berpasangan seperti cha cha dan jive, bukan dance asal2an ala di tempat dugem. Gua ngajarin mereka caranya menghormati lawan jenis, dan gua yakin semua yg gua ajarin ini akan bermanfaat di kala suatu saat mereka udah dewasa nanti.

Terakhir kali gua "merayakan" Valentine adalah sewaktu gua sedang kerja praktek di Jakarta. Di Hari Valentine itu, gua dan temen2 sekolah gua yg sama2 kerja di Jakarta, memutuskan untuk ketemuan sepulang kerja untuk makan malem, dan juga nonton ke bioskop bareng. Bahagia banget rasanya sebagai seorang anak perantauan, bisa bertemu sahabat2 lama yg juga sama2 sedang berjuang meniti karir di ibukota.
So yeah, sepanjang hidup gua di sekolah dan kuliah, sama sekali ga ada sedikit pun citra negatif di otak gua mengenai Hari Valentine tersebut. Baru beberapa tahun terakhir ini aja, semenjak gua rajin ngeblog terutama, gua liat banyak banget citra negatif di mata orang2 mengenai Hari Valentine ini.

Tanggal 14 Februari sekarang mungkin lebih cocok disebut sebagai Hari Negative Thinking Nasional ketimbang Hari Kasih Sayang. Kenapa? Soalnya tiap tahun, menjelang Hari Valentine, gua liat banyak banget orang2 yg negative thinking, menjelek2an tanggal tersebut, menggunakan aneka ragam alesan, dari yg masuk akal sampai yg dibuat2 akibat sentimen pribadi. Dan dari kata2 atau tulisan mereka, sebenernya gua suka ragu...mereka ngerti ga sih sebenernya Hari Valentine tuh apa sih artinya? Bagaimana asal mulanya dan mengapa bisa sampai dirayakan jadi Hari Kasih Sayang seperti yg terjadi masa sekarang?

Tapi berhubung blog ini namanya Emotional Flutter, bukan Kantor Urusan Agama, makanya gua ga akan bahas panjang lebar soal masalah ini. Sebagai penutup dari postingan ini, gua mau tegaskan beberapa poin yg mungkin temen2 pembaca ga tau soal Hari Valentine :

1. Hari Valentine adalah hari orang kudus di agama Kristiani, hari untuk menghormati Santo Valentine. Jadi sebelum ngehina2, ada baiknya dipikirin dulu baek2. Ga ada yg seneng kalo hari raya nya dihina, apalagi disangkut pautin sama hal2 berbau maksiat. Kalo misalnya ada yg ngehina Idul Fitri misalnya, dengan alesan apapun, tentu temen2 pembaca yg beragama Islam juga ga suka. Nah, kurang lebih gitu deh perasaan temen2 Kristiani kalo ngeliat orang2 yg ngehina Hari Valentine. So yeah, logika bercermin deh. Jangan lakukan kepada orang lain apa yg kita tidak mau orang lain lakukan terhadap kita. Kalo ga mau dihina, ya jangan menghina.

2. Perayaan Santo Valentine dalam agama Kristiani dan tradisi yg terjadi setiap tanggal 14 Februari di masa kini, sama sekali tidak ada hubungannya. Gua yakin, orang2 yg mengerti "arti sesungguhnya" dari Hari Valentine ini, ga akan deh menggunakan hari tersebut untuk berbuat maksiat. Justru yg berbuat aneh2 adalah mereka2 yg ga ngerti maknanya. Ga percaya? Kalo nanti ada razia pas Hari Valentine, terus ada pasangan mesum yg tertangkap, coba deh liat agamanya apa di KTP. Apakah mereka yg tertangkap adalah mereka yg merayakan Valentine, atau justru mereka yg tidak merayakan Valentine? Gua penasaran...

Jadi, yg ngerti makna Valentine ga akan berbuat maksiat dan yg ga ngerti, itu sih urusan mereka. Kalo misalnya ada pesta miras menjelang Idul Fitri misalnya, yg salah hari raya Idul Fitri nya atau orang2 yg bikin pesta mirasnya? Ya jelas salah orang2nya lah. Pesta miras, mau dilakuin hari biasa atau hari raya, tetep aja salah. Yg salah adalah mereka2 yg memanfaatkan momen tersebut untuk berbuat maksiat, bukan hari rayanya. Masuk akal ga sih pendapat gua?

Ga semua orang yg memanfaatkan tanggal 14 Februari untuk mengungkapkan kasih sayangnya terhadap orang yg mereka cintai adalah karena mereka ingin berbuat mesum. Semua kembali terhadap didikan keluarga dan lingkungannya. Kalo mereka berbuat maksiat hari itu, yg salah harinya atau didikannya? Menurut gua sih yg salah adalah didikannya. Kenapa keluarga dan lingkungannya tidak bisa mendidik moral mereka untuk mengungkapkan perasaan sayang yg tidak maksiat? Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa sayang, kenapa harus pake cara mesum sih?

Cuma orang yg ga berpendidikan yg menyamaratakan perasaan sayang dan nafsu. So yeah, kalo memang secara moral orang itu udah rusak, mau hari apa juga, Senin, Selasa, Rabu, Natal, Lebaran, Waisak, tetep aja yg mesum. Orangnya, bukan harinya.


3. Jangan negative thinking melulu. Justru orang2 yg negative thinking lah yg biasanya melakukan hal2 negatif. Contoh pribadi, gua ga pernah melakukan hal2 negatif di Hari Valentine karena gua sama sekali ga ada negative thinking soal hari itu. Hati2, menurut buku psikologi yg pernah gua baca, negative thinking adalah perwujudan dari keinginan terpendam seorang manusia yg belum diwujudkan. Jadi kalo kalian setiap inget Valentine yg terbayang adalah hal2 mesum, mungkin di dalam hati kalian sebenernya kalian pengen berbuat mesum, tapi belum kesampean...karena satu dan lain hal. Just saying, teori ini belum bisa gua buktikan.

Banyak hal positif yg bisa kalian lakukan untuk mengungkapkan kasih sayang. Contohnya kalian bisa liat hal2 yg gua lakukan sepanjang tahun2 hidup gua di masa sekolah dan kuliah untuk merayakan Valentine. Dan mengungkapkan rasa kasih sayang tentu bagusnya ga cuma di Hari Valentine doank, tapi setiap hari. Tapi ga ada salahnya juga menurut gua kalo kalian hendak menggunakan suatu momen special untuk mengungkapkan perasaan sayang kalian. Mau Hari Valentine, Hari Ulang Tahun, Hari Natal, Idul Fitri, semuanya sah2 aja. Yg penting, abis makan jangan lupa bayar, hahaha.

Last but not least, ungkapkan rasa sayang kalian dengan cara yg baik, sopan, dan tidak melibatkan negative thinking. Hargai pasangan kalian sebagai seorang pribadi yg utuh. Kalo kalian benar2 mencintai seseorang, kalian ga akan berpikir mesum tentang dia. So, yg punya pacar mesum, saatnya berpikir baik2...apakah dia benar2 mencintai kalian atau cuma butuh sarana pelampiasan nafsu?

Kalo memang dilarang ngerayain ya ga usah ikutan ngerayain, tapi bukan berarti ga boleh melakukan kegiatan positif di hari ini kan? Say thank you ke orang tua misalnya, beliin mereka kado atau cuma sekedar cium pipi. Mengungkapkan kasih sayang ga haram toh?

Spread love everywhere you go. Let no one ever come to you without leaving happier.

Happy Valentine's Day!


You Might Also Like

28 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Bener bang
    Sejak kapan sih, hubungan valentine sama maksiat
    buat saya valentine ya valentine aja
    maksiat ya maksiat aja
    siapa yang enggak suka kalo dapet coklat dan cinta
    valentine itu hanya peringatan kasih sayang, sama kaya hari Ibu. Jadi jangan dimaknai negatif dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena sebagian orang ada yg negative thinking, dan sebagian sisanya ikut2an. Gua yakin kok banyak orang yg ga ngerti makna sebenernya di balik Hari Valentine ini, makanya gua tulis artikel ini, supaya mereka2 yg baca bisa lebih bijaksana di dalam memandang yg namanya kasih sayang dan cinta =)

      Delete
  2. Hahh??
    Serius valentine itu hari raya umat kristen??
    Aku baru tau loh :O

    tapi koq di Indo ga dijadiin hari libur nasional ya??
    Heheheh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umat Kristiani punya banyak hari raya Santo-Santa sepanjang tahun, dan Valentine adalah salah satunya. Ga dijadiin hari libur karena memang bukan sesuatu yg besar dan universal seperti Natal atau Paskah...

      Delete
  3. Negatif thinking soal hari Valentine itu seakan bukti kalau mayoritas oknum di Indonesia hobi menghina dulu baru diperdalam maknanya. #IMHO

    ReplyDelete
  4. Agree ko Kev!! bukan masalah agama, tapi tergantung pemikiran setiap pribadi orang-orang.. hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi intinya bener kan, ga usah negative thinking, hehehe

      Delete
  5. oo, baru tahu kalo valentin itu hari raya kristiani...

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Hari Valentine adalah hari orang kudus di agama Kristiani, hari untuk menghormati Santo Valentine."

      Delete
  6. maaf nih cuman meralat aja, valentine bukan hari raya tapi hari peringatan santo valentine yang telah mempertahankan agamanya ketika banyak yang menentang, mungkin bisa sedikit dikulik tentang santo valentine dan cara memperingatinya yang berkembang sampai akhirnya seluruh dunia merayakannya dan makna sebenarnya =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you buat koreksinya. Kalimat gua sebelumnya mungkin agak kurang jelas, sekarang udah diralat jadi lebih jelas.

      Delete
    2. yaa.. klo ada yg punya buku Ensiklopedia Orang Kudus, bisa dicari deh.. :)

      Delete
  7. Iya aku sebel banget mas kalo valentine langsung deh banyak tulisan yang ngata2in valentine
    Tapi aku sendiri sih biasa aja sama valentine
    Dulu dikasi cokelat valentine sama temenku yang naksir aku malah aku bingung wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dikasih coklat, selama lu yakin tu coklat ga ada racunnya, kenapa ga dimakan aja? Wkwkwk...

      Delete
  8. ya, lumayan menarik buat dibaca..

    ReplyDelete
  9. btw, koko valentine di Cinanya gimana ntr? sama kak fen ya? hihihi
    *penasaran*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda kota, Ra...jadi kayaknya tetep jomblo Valentine ini sih, wkwkwk ^^

      Delete
  10. ortu kita samaan rupanya edding anniversarynya.... Hahaha

    Yup gue setuju sama lu orang...

    Dan valentine's sebetulnya dicibir orang karna dulu perayaan ini - sebelum kristen lahir - dulunya merupakan suatu perayaan paganisme, Ven... Sama kayak Natal juga, yang awalnya juga tradisi pagan...

    Dulu jaman Romawi kuno, di hari Valentine, orang2 bebas berhubungan seks, makanya mungkin sebagian orang beranggapan valentine itu hari maksiat... Gitu yang gue tahu.... Hehhehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi itu kan jaman dulu. Kenapa kebiasaan buruk dari jaman dulu harus ditiru dan dijadikan stereotype hingga masa kini? Kita manusia dikasih otak kan? Kita dikasih kemampuan untuk berubah dan menciptakan perubahan kan?

      Contohnya, jaman dulu orang merayakan ulang tahun dengan cara memenggal kepala lawan (contoh, bukan beneran), terus apakah hingga hari ini kebiasaan tersebut harus terus dilakukan meskipun kita tahu bahwa itu bukan hal beradab? Apakah lantas orang harus membenci yg namanya perayaan ulang tahun akibat hal yg dilakukan oleh orang ribuan taun yg lalu? Ngga kan?

      Ini yg gua sebut negative thinking. Orang Indo seneng mencibir dan ngomongin hal2 negatif tanpa ada usaha untuk membuat perubahan. Bukan perayaannya yg harus dibenci, tapi moral dan sikapnya yg harus diperbaiki.

      Jaman dulu orang suka berhubungan seks di tanggal ini, terus harus kita tiru gitu? Buat apa? Kenapa kita ga ciptain suatu kegiatan positif untuk merayakan hari Kasih Sayang ini tanpa harus bawa2 kebencian dari masa lalu?

      Hari Valentine masih dirayakan hingga hari ini karena hari itu punya makna positif bagi beberapa agama di Indonesia, tapi bukan berarti lantas kita harus jadi bego dengan membesar2kan kebiasaan buruk di masa lalu yg sama sekali ga ada hubungannya dengan makna perayaan itu sendiri, bahkan sampe menimbulkan kebencian...

      Delete
    2. Yah itulah orang2 sini yang menurut gue masih PA (Pendek Akal).... -_-"

      Gampang banget terprovokasi... Kenapa mereka nggak bisa petik hal2 baiknya aja sih? :(

      Delete
  11. saya sih pilih yang positip aja, soalnya saya juga pernah dapat kesenangan dari hari beginian...tapi dulu banget. kini tinggal mengenang aja

    ReplyDelete
  12. bersyukurlah bisa punya banyak hari hari indah buat dirayain. daripada aku yang sejak kecil ulang taun aja ga pernah pake perayaan. kebawa sampe sekarang anak anak juga ga mau dirayain. kalo ditanya ulang taun mau apa, paling banter minta jalan jalan atau beliin mainan apa...

    ReplyDelete
  13. suka banget dgn ini: Di saat tangan kanan kita memberi sesuatu, tangan kiri kita ga perlu tau. sama dgn ajaran Islam :)

    kalau misalnya ada tulisan yg terkesan 'memojokkan' hari valentine yah kalau menurutku sih tujuannya bukan untuk menghina hari raya agama lain, tapi untuk memperingatkan umat muslim yg pengetahuannya kurang dan suka memanfaatkan momen itu untuk memuaskan nafsunya. jadinya bikin salah paham deh.... :(

    ReplyDelete
  14. gak ada selebrasi dalam hidup selain idul fitri sama idul adha....
    :)

    ReplyDelete
  15. gue selalu salut dengan argumen2 nya si keven #acungi jempol

    FYI nih. ada beberapa golongan dalam islam, yang menyebutkan bahwa merayakan hari raya agama lain itu berarti kita termasuk ke dalamnya.

    contoh : gw sebagai orang islam, ngerayain valentine, (termasuk ngasih kado, beli coklat, ngucapin) itu berarti gw termasuk ke dalam agama kristen.

    orang kristen juga nggak mau kan ngerayain Idul Fitri..

    cumaaaa.... sayangnya hal ini cuma ada segolongan umat muslim aja yang sadar.. yg lainnya banyak yang awam alias ilmunya dikit tentang agama, jadi ya ikut-ikutan ngerayan, dan Bahkan justru lebih parah.. misalnya bermaksiat..

    gitu deh..

    makanya banyak org islam yang gencar mengumandangkan "Say No to valentine"

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe