Life Beyond The Great Wall (Part 1)

20:40:00


Udah 9 bulan gua hidup di "Negeri Panda" ini dan selama 9 bulan ini banyak hal yg terjadi di dalam hidup gua. Pertama gua dateng ke sini, gua ga bisa ngomong apalagi denger orang ngomong, udah kayak orang bisu tuli. Sekarang, yah lumayan deh, setidaknya bahasa sehari2 sih udah lancar. Selaen belajar bahasa, di sini gua juga bergaul sama banyak orang, orang China lokal dari beragam daerah, dan juga bule2 mancanegara yg terdampar di sini seperti gua. Dan yg namanya hidup di negeri orang, tentu mau ga mau kita lama2 juga belajar "budaya" nya.

Dari semua pengalaman gua selama 9 bulan ini, wawasan gua bener2 terbuka, dan gua menemukan bahwa kehidupan di China tidak seperti yg gua denger atau bayangkan sebelumnya.


Kalo kalian denger kata "China", apa sih yg ada di pikiran kalian?
Seorang bule Amerika pernah cerita ke gua bahwa begitu dia bilang ke temen2nya bahwa dia bakal sekolah ke China, temen2nya langsung freak out gitu dan bilang "Edan, lo mau ngapain ke negara komunis? Mau daftar jadi tikus laboratorium?"

Cerita laen, waktu Max, bule Ukraina roommate gua, pulang ke negaranya setelah setahun studi di Beijing tahun 2010 silam, dia ditanyain sama guru dan temen2 sekolahnya "Eh eh, katanya orang di China suka boker di tengah jalan, bener gitu?" Gua sendiri punya pengalaman yg kurang lebih sama. Waktu denger gua mau ke China untuk belajar, beberapa orang temen gua nanya ke gua "Kenapa ga ke Jepang aja? China kan jorok banget, gua dulu pernah ke sana, ga betah"

Banyak banget stereotype negatif tentang China, apalagi kalo kalian baca website2 seperti 9gag, Sankakucomplex, dll. Selidik punya selidik, memang ternyata orang Jepang dan Amrik benci banget sama China. Tapi sebagai seorang yg berpendidikan, tentu bagusnya kita ga mudah percaya berita di Internet begitu saja. Di era Internet seperti sekarang, siapapun bisa nulis berita di Internet, dan ga jarang berita2 tersebut menyesatkan. Apalagi, China sangat tertutup terhadap pihak luar, karena kekurangan bahan itulah ga jarang orang sengaja nulis berita yg isinya dikarang2. Contohnya, gua pernah bahas mengenai Sop Janin Di China yg ternyata adalah HOAX.

Melalui artikel ini, gua pengen ajak pembaca untuk bertualang ke balik tembok China dan melihat sendiri bagaimana kehidupan masyarakat di sini. Dari hal2 besar sampai hal2 kecil, dari yg keren banget sampai yg jorok banget, dari yg penting banget sampai yg ga penting tapi lucu, semuanya bakal gua bahas di sini. Dan mungkin dari beberapa hal, temen2 semua bisa menarik benang merah dengan kehidupan etnis Tionghoa di Indonesia. Kenapa orang China susah belajar Bahasa Inggris? Bagaimana kehidupan mahasiswa di China? Apa suka dukanya, untung ruginya, jadi orang asing di negeri China? Dan masih banyak lagi...

Gua kaga disogok pemerintah China untuk beritain hal2 menarik tentang negaranya di blog, kaga ya. Tapi sebagai seorang rakyat Indonesia keturunan Tionghoa yg tinggal di China, gua ngerasa punya tanggung jawab moral untuk membuka pikiran bangsa kita. Tak kenal maka tak sayang, semoga dengan mengenal, kita dapat saling mengerti dan juga menghargai. Semoga hal2 yg gua tulis di sini dapat membantu menghilangkan prasangka negatif dan juga memotivasi temen2 semua supaya mau terus jadi lebih baik. Ambil positifnya, buang negatifnya.

Ok, here we go...

1. Manfaat Punya Kartu Pelajar di China

Salah satu benda paling penting yg harus kalian bawa kalo suatu hari travelling di China adalah...KARTU PELAJAR (学生证). Apalagi kalo kalian sekolah di sini dan dikasih kartu pelajar sama kampusnya, jangan lupa dibawa kalo ke mana2. Kenapa? Di China untuk bisa sekolah, terlebih universitas, bukanlah hal yg mudah. Ujian masuk universitas tuh SUSAH BANGET, apalagi kalo pengen masuk universitas yg agak bagus, ditambah lagi biaya kuliahnya MAHAL BANGET, kalo bagi orang lokal. Jadi, di China, yg namanya "pelajar" tuh punya banyak hak istimewa...

Dengan kartu pelajar, tiket kereta, tiket masuk tempat wisata, tiket bioskop, dll semuanya DISKON dan diskonnya juga bukan cuma 5-10% kayak di Indo, tapi bisa sampe 50% ke atas lho. Seriusan. Ini rahasianya kenapa gua bisa banyak travelling ke sana-sini. Tiket kereta Shijiazhuang-Harbin misalnya, harganya 300 kuai (450rb) harga normal jadi cuma 150 kuai (225rb) menggunakan kartu pelajar. Tiket masuk Great Wall harganya 120 kuai (180rb) per orang kalo ga salah, dengan kartu pelajar jadi cuma 60 kuai (90rb).

Kemaren ini gua nonton Ironman 3 di bioskop China harga tiket untuk yg 3D tuh 120 kuai (180rb), pake kartu pelajar jadi cuma 45 kuai (65rb). Masuk perpustakaan atau museum, biasanya sekitar 60 kuai (90rb) tapi kalo pake Kartu Pelajar, boleh masuk GRATIS. Tempat karaoke dan beberapa tempat makan di mall juga banyak promo diskon bagi mereka yg punya kartu pelajar. Asik banget kan?

Tentunya sebagian besar tempat seperti bioskop dan stasiun kereta hanya menerima kartu pelajar resmi dari China, tapi kabar baiknya, dari pengalaman gua, tempat2 wisata di China tuh sebagian besar menerima kartu pelajar asing kok. Waktu gua ke China tahun 2011 silam, sebagian besar tempat2 wisata di Beijing, Chongqing, Chengdu, bisa pake kartu pelajar asing kok. Malah waktu itu, gua bukan pake kartu pelajar, tapi pake SIM, hahaha. Yg penting ada fotonya aja, toh mereka kaga bisa baca Bahasa Indonesia, wkwkwk.

2. Jangan Makan Buah Tanpa Dikupas
Kalo di Indo gua beli apel, terus apelnya gua diemin di kamar, ga dimasukin kulkas, selama 3 hari, maka dijamin apelnya bakal busuk, kering, atau malah jamuran. Tapi di China gua beli apel, terus gua lupa makan, ga dimasukin kulkas, 1-2 minggu kemudian apelnya bakal masih tetap seperti sedia kala. Kok bisa begitu?

Untuk mengurangi penggunaan zat pengawet, orang di China melapisi buah-buahan dengan lilin. Tipis dan rapi banget, ga akan keliatan oleh mata awam. Tapi coba lu "kerik" kulit buahnya, bakal ada serpihan2 putih berjatuhan. Dan kalo serbuk2 itu lu bakar, bakal meleleh seperti halnya lilin atau parafin.

Orang China melakukan hal ini bukan karena mereka ogah rugi, bukan, tapi kebanyakan buah tuh hanya tumbuh di daerah Selatan yg beriklim tropis, dan untuk dikirim ke Utara yg tentunya makan waktu yg tidak sebentar, ga lucu donk kalo nanti sampe di Utara semua buahnya udah busuk? Ditambah lagi, di saat musim dingin, sebagian besar buah tidak bisa tumbuh selain menggunakan metode special seperti hidroponik, jadi supaya buahnya bisa tahan lama, mereka menggunakan metode ini. Dan metode ini juga tidak hanya digunakan oleh China, tapi juga oleh Thailand, India, dan juga negara2 maju di Eropa dan Amerika.

Apakah aman untuk dimakan? Orang sini sih bilangnya aman, tapi bener atau ngga nya ga tau. Tapi masalahnya, GA ADA PILIHAN. Hampir semua buah yg kalian beli di pasar atau supermarket, semuanya udah dilapisin lilin. Dan kalo lu hidup di sini untuk waktu yg lama, ga mungkin lah ga makan buah. Mau ngandelin suplemen vitamin terus? Mana bisa?

Tapi tenang, semua itu bisa diakalin. Temen China gua yg ngajarin. Caranya gampang banget : Lapisan lilinnya tipis, cuma di luar, jadi ga menyerap ke dalam buah JADI jangan pernah makan buah tanpa dikupas. Jeruk, pisang, dll sih ga ada masalah karena sebelum kita makan, pasti kita kupas kulit luarnya. Nah yg harus diperhatikan tuh macem apel, pear, strawberry, anggur, dll. Gua sih menghindari makan strawberry atau anggur, karena susah ngupasnya, tapi kalo apel dan pear gua hampir tiap hari makan, dan tentunya kulitnya gua kupas dulu, hehehe. Dan sampai sekarang, gua sehat2 aja tuh, ga pernah keracunan lilin atau parafin, hehehe.

3. Orang China Susah Belajar Bahasa Inggris

Kenapa orang China susah belajar Bahasa Inggris? Ada banyak penyebab, tapi menurut Laoshi gua di sini, salah satu penyebab utamanya adalah dalam Bahasa Mandarin, semua kata serapan dari bahasa asing bunyinya di-translate ke dalam pelafalan Mandarin. Maksudnya gimana? Misalnya gini, orang Indonesia masih menyebut "Michael Jackson" atau "McDonald" dengan pelafalan Bahasa Inggris, sementara orang China menyebutnya dengan pelafalan mereka sendiri. So, kalo temen2 dateng ke China terus tanya orang sini, "Kalian tau Michael Jackson ga?" Mungkin mereka bakal bingung.

Berikut ini adalah contoh kata serapan bahasa asing dan bagaimana pelafalannya :
Michael Jackson = 迈克尔杰克逊 (Màikè'ěr Jiékèxùn)
Nicole Kidman = 妮可基德曼 (Nīkě Jīdémàn)
McDonald = 麦当劳 (Màidāngláo)
Email = 伊妹儿 (Yī mèi er)
Salmon = 三文鱼 (Sānwènyú)
Blog = 博客 (Bókè)
Coca Cola = 可口可乐 (Kěkǒukělè)
Chocolate = 巧克力 (Qiǎokèlì)

Frase dalam Bahasa Mandarin biasanya terdiri dari dua atau tiga kata yg mengandung makna, misalnya Pelajar (学生 - Xuéshēng) terdiri dari 学 (Xué) yg berarti "belajar" dan 生 (Shēng) yg berarti "hidup". Jadi pelajar adalah "orang yg hidupnya untuk belajar". Tapi kata2 serapan di atas tidak mempunyai arti seperti ini, hanya bunyinya saja menggunakan huruf yg kurang lebih bunyinya agak mirip dengan kata dalam bahasa aslinya.

Ada juga beberapa istilah bahasa asing yg diterjemahkan ke dalam Bahasa Mandarin, contohnya :
Ironman = 钢铁侠 (Gāngtiě Xiá)
钢铁 (Gāngtiě) yg berarti baja dan 侠 (Xiá) yg berarti ksatria. Ironman = Ksatria Baja

Hello Kitty = 凯蒂猫 (Kǎidì Māo)
凯蒂 (Kǎidì) adalah terjemahan dari "Kitty" dan 猫 (Māo) dalam Bahasa Mandarin artinya adalah "kucing"

Spongebob = 海绵宝宝 (Hǎimián bǎobǎo)
Batman = 蝙蝠侠 (Biānfú xiá)

Jadi bisa dikatakan, lidah mereka dimanjakan dengan pelafalan Bahasa Mandarin, jadinya sangat susah bagi mereka untuk bisa melafalkan bahasa asing. Di kota2 besar dan maju pariwisatanya seperti Beijing, Shanghai, tentunya banyak yg udah bisa Bahasa Inggris, dan pelafalannya bagus banget. Itu kebanyakan karena mereka pernah sekolah ke luar negeri atau kerja di perusahaan asing yg lingkungannya hanya berbahasa Inggris. Tapi sebagian besar orang di sini, meskipun udah belajar Inggris semenjak TK (yup, dari TK, seriusan), tapi Inggrisnya tetep ga bagus.

Memang bener kata Laoshi gua "学习语言,环境是最重要的“ (Dalam belajar bahasa, lingkungan itu adalah faktor paling penting) Kalo dalam kehidupan sehari2 Inggrisnya ga pernah dipake, gimana bisa maju kemampuan bahasanya? Hal ini juga berlaku buat temen2 semua yg ngerasa Inggrisnya ga bagus2 amat, hehehe. Ayo semangat! Masa kalah sama orang sana? Hehehe... =)

---

Oke, segini dulu ya cerita dari balik Tembok Besar China. Kalo reaksi pembacanya bagus, nantinya artikel ini akan terus gua update kelanjutannya. Kalo ada pertanyaan atau hal2 yg ingin kalian ketahui tentang China, tulis aja di kotak komentar di bawah, nanti gua akan berusaha bahas sebisa gua.

Thanks for reading guys!

(To be continued...)

PS : Temen2 pembaca semua, tolong bantu gua isi survey ini ya : Demografis Pembaca Emotional Flutter. 
Gua ingin lebih mengenal kalian supaya ke depannya bisa menghasilkan lebih banyak artikel menarik. Thanks banget untuk bantuannya...

You Might Also Like

41 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Hahahah... bahasa Mandarin...!! Aku menghabiskan 3 tahun belajar Mandarin dan cuma inget yi er san si wu liu qi pa jiu shi xDDDD

    (gatau bener apa salah tulisannya)

    btw, berarti tiap hari ngomongnya bahasa mandarin dong ya? ga ada yg ngmg bhs inggris? T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, bule2 di sini bisa ngomong Inggris kebanyakan, hehehe. Kalo orang lokal, ada sih yg bisa, tapi jaraaaaang banget. Paling 1 diantara 10 orang, padahal kampus gua tuh 师范大学 alias sekolahnya para calon guru. Beberapa juga ngomongnya ga jelas, dan jelas listening mereka juga ga bagus, kalo kita ngomong pake Inggris mereka sering ga ngerti...

      Delete
  2. wooowwwwww.. koko tertarik bgt ama kartu pelajarnya itu lho!!!! gile bener bisa dpt diskon, apalagi ane juga suka bgt travelling... pinjemin sih ko...

    ReplyDelete
  3. huwaaaaaa tolong toloooooong
    akuuuu buta huruf :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu gua di atas nulis pake Bahasa Indonesia lho o_0

      Delete
  4. jadi inget waktu ke beijing dl kan nebeng rumah ciukung (adik pho2) nah anaknya ciukung yah bisa dibilang segenerasi sm gw walaupun umurnya diatas gw (mrk jadi dokter sama suster) dua2nya cewe jd gw panggil iie...

    suatu hari gw makan mc d, sama mrk ditanya udah makan, gw jawab udah td makan diluar mc donald, pd bingung apaan gw jelasin iniloh ituloh...akhirnya tangan gw ngegambar di udara huruf M gede gitu...baru deh ohhhh maidanglao hahaha...akhirnya gw diajarin macem2 spelling bahasa asing yg jadi mandarin kaya carrefour dia blg cialefu gw gak tau pinyin nya gimana, ikea jadi icia (1 rumah) mazda jadi maceda

    sampe segala bentuk negara bule2 gitu gw diajarin pas gw ke tianjin gitu ke kantor pos beli perangko buat koleksi

    1 pengalaman unik kalo ke carefour tuh kita gak blh bawa tas harus di taro di loker nanti kita pegang kunci loker sama dompet...nah ipho gw (adik pho2 gw yg di tianjin) udah bekalin foto copy paspor gw beserta alamat rumahnya semua berbekal tulisan cina tujuannya kalo ada apa2 gw gampang

    ternyata pas habis belanja tau2 kunci lokernya macet, panggil aie2 minta tolong bukain...logat beijing aja susah yah, ini lbh susah lg loh dengernya keriting deh lidah loe kl ngom...trus aie2 itu nanya dalemnya ada apa, gw blg aja ada ini ono ini ono mgkn dia mau make sure bahwa itu bener gw punya...trus tas gw di cek di liat fc paspor trus ada tulisan ipho gw thanks god...gw udah senewen ngom mandarin pudong hoa dia gak gt nangkep, dia ngom mandarin logat tianjin gw yg gak nangkep wakakakaka

    jadinya emang penting tuh kemana2 bawa tanda pengenal, berhub gw turis bukan pelajar jd fu chao selalu dibawa kemana2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman menarik, hahaha. Biasanya kalo mau belanja gitu, gua sengaja perginya ga bawa apa2 selain kantong plastik, soalnya gua juga males masuk2in tas ke locker gitu, kadang2 suka ada aja yg macet soalnya (kalo lagi sial)

      Iya, negara2 memang ada namanya sendiri. Spanyol = Xibanya, Ukraine = Ukelan, dll. Kalo lu tertarik, kapan2 gua bikinin post khusus untuk ngebahas kata2 terjemahan itu, hehehe.

      Beijing ma Tianjin ngomongnya memang bukan Putonghua, tapi Erhua, banyak huruf "R" nya, hahaha
      你昨天去哪儿玩儿?去公园儿吗?好玩儿吗? (kalo ngerti, itu bacanya pake R semua, hehehe)

      Delete
  5. foto di kartu pelajar sama sim sama ktp beda sama muka asli nih... harus di teliti dulu baru ngeh... berlaku ga ya xD
    growth spurt FTW...

    ReplyDelete
  6. wah enaknya coba kalo di indo juga kayak gitu kartu pelajarnya, gua sih bisa update blog gua soal makanan ato review film lebih banyak lagi di blog huahahahahahaha.

    kalo nama gua 'audrey' diserap jadi mandarin jadi apa yah? kayaknya rempong. :b

    ReplyDelete
    Replies
    1. 奥黛丽, bacanya "Ào dài lì"
      Bisa dicheck di Google Translate =)

      Delete
  7. Jelasin juga dong soal orang2 di sana. Banyak yang bilang orang sana tuh gak ramah dan cenderung kasar en gak sopan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung tempatnya di mana, hehehe. Oke, tar post berikutnya gua jelasin =)

      Delete
  8. Update kelanjutanny lagi ko keven, banyk banget ni yang gua pengen tw !!! *excited
    Ngmg2, serasa kartu ajaib yah itu kartutandapelajarnya. Oh y, gua pengen nanya nh ko keven, kalo untk org yg mw masuk universitas itu nama buku referensiny ap? Kalo kayak indonesia kan ad kumpulan soal2 snmptn gt ko

    ReplyDelete
  9. Selamat pagi.
    Share pengalamannya keren, kak. Mau deh suatu hari ke sana. tapi wisata, bukan belajar. ehehe
    oia, jadi ke perpustakaan itu bayar ya kalau bukan pelajar? kok bisa ya? berarti, negeri kita ini masih ada ya yang gratisnya.. semisal masuk perpustakaan.. tapi ya siapa yang seneng ke perpus di negeri ini? #eh

    ReplyDelete
  10. aku pikir, sebagai negara maju, china banyak yang pinter bahasa inggris. tapi nyatanya tidak ya. kalau gitu, dalam berbahasa inggris gak jauh beda dong dengan kebanyakan orang di indonesia. banyak yang gak bisa, termasuk aku.... :))

    posting kamu tentang cina menarik sih, tapi entah kenapa aku belum tertarik buat kesana. walau punya uang sekalipun....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, penduduk sana banyak banget, tujuh kali lipatnya Indonesia, tentunya ga mudah buat pemerintah untuk bisa bikin semua rakyatnya jago Bahasa Inggris. Pemerintah Indo aja ga bisa bikin rakyat Indo semuanya jago Inggris meskipun sehari2 udah pake Bahasa Inggris, gimana orang sana yg ga terbiasa pake Bahasa Inggris?

      Tapi ini bukan alesan supaya kita bisa menjustifikasi ketidakmampuan kita berbahasa Inggris lho. Jaman sekarang, bisa bahasa asing tuh penting banget, membuka banyak peluang dan kesempatan untuk membuka jalan menuju kehidupan yg lebih baik. Kalo gua ga bisa Bahasa Inggris, ga mungkin gua bisa sampe ke negeri seberang misalnya.

      Delete
  11. Lho?
    Katanya penutur Bhs Inggris di China lebih banyak dari Amerika om? Malah katanya terbanyak di dunia. Apa itu bener ya?

    Apa mungkin maksudnya, yang penutur Bahasa Inggrisnya lebih banyak dari Amerika itu etnis "China" nya. Bukan penduduk Negara "Republik Rakyat China".
    Yah, seperti orang Hong Kong atau Singapur..
    (orang Hong Kong banyak yang jago Bahasa Inggris, terlepas dari pelafalannya yang agak 'lokal' katanya)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin. Gua juga ga terlalu jelas soal hal ini, tapi cobain deh dateng ke sini, kalian ngomong Inggris sama mahasiswa sastra Inggris aja dijamin sebagian besar dari mereka ga bisa denger dan terbata2 jawabnya, hahaha...

      Delete
  12. pantesan...waktu ke cina dan nanya ama org mcdonal dimana, mereka bengong hahahaha. padahal gua cuma ngomong mcdonal doang. pikir kan harusnya mcdonal ngerti ya, ternyata.... ckckckck... sama2 roaming hehehehe..

    tapi di luar wcnya jorok dan mereka ga bisa bahasa inggris, gua pengen sih balik lagi ke cina hehehehe... ngangenin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soal WC jorok itu juga ada alesannya, hehehe...tar di post berikutnya gua bahas deh

      Delete
  13. Beda tipis sama khatria baja hitam ya :)

    ReplyDelete
  14. bersyukur banget gue tinggal di negara tropis.. jadinya makan buah gak perlu takut makan lilin. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eits, jangan salah, buah2an Indonesia juga banyak yg impor dari luar lho. Dan jangan lupa, negara2 laen juga pake metode kayak gini untuk mengawetkan buahnya. Jadi, jangan salah...

      Delete
  15. Yang paling gue inget nih Kep: Xiao Ding dang itu DORAEMON!!! Hahahaha trus trus.. Lau pi xiao sin = Sinchan!!! hahahaha taunya yang beginian aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu di Malaysia kali. Di China disebutnya "Duō la A mèng"
      (哆啦A梦)

      Bisa liat covernya di bawah ini :

      http://static.traderscity.com/board/userpix53/30910-Book-Freeshipping-Doraemon-English-Tracing-Book-1.jpg

      Delete
  16. Buset si om, 'penipuan' pake SIM tuh namanya. Hahahaha.
    Etapi emang bener juga sih, negara China tertutup banget soal negaranya ke dunia luar. Berasa dapat pencerahan baca postingan ini.

    Aaaah coba pelajar disini kayak disana, dapat diskon sana-sini #eh #ngarep

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan penipuan, itu namanya memanfaatkan celah yg ada, hehehe. Suruh siapa mereka ga tau kalo itu SIM? Wkwkwk...

      Delete
  17. kartu pelajar jadi kelihatan semacam kupon diskon universal ya bg, hahaha asyik bener dapet diskon kemana-mana,

    pada awalnya, kirain nggak busuk lantaran pake pengawet yang over, ternyata dilapisi lilin, wah kalau suatu saat ke sana udah tahu nih, soalnya gue suka makan buah tanpa kupas kulit....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buah2an di Indo juga banyak yg impor dan mungkin buah2 tersebut juga menggunakan lilin. Who knows?

      Delete
  18. Apapun istimewanya china, garuda tetap di dada ^_^

    Mau tanya nih om, orang china pakenya HP apa??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebanyakan Android...merknya Huawei, ZTE, dan banyak lagi merk2 made in China di sini. Harga murah, kualitas sama kayak Samsung dan LG...

      Delete
  19. Apapun istimewanya china, garuda tetap di dada ^_^

    Mau tanya nih om, orang china pakenya HP apa??

    ReplyDelete
  20. Asik banget yak, tau gitu pas ke cina kemaren nunjukin kartu pelajar kemana2 :D

    Pas ke shenchen, gw sm temen2 nanya2 pake gambar dan sketsa, untungnya bisa sama2 ngerti. Pengen jalan2 kesana lagi.

    btw tulisannya dilanjutin ya.. bagus!

    ReplyDelete
  21. Penuturan cerita yg selalu mudah dimengerti,apa ada nya,lugas,jujur,jia you!

    ReplyDelete
  22. haha yang kartu SIM itu beneran bikin ngakak kev.
    kalau pake EKTP bisa juga kali ya, bener juga sih mereka kan gak bisa bahasa kita :p

    ReplyDelete
  23. gatel mo komen. ahahha. Sebenernya sih ini oot, cuman mau ramble aja. abis kadang sebel aja sama orang china mainland. Di Toronto, banyak bener tuh student dari China mainland. Environmentnya mustinya kan ya uda inggris smua ya, tapi mereka malah bikin grup2 sendiri dan tetep aja ngomong chinese. Apalagi kalo kelasnya engineering gitu, bisa 70% smnuanya bisa chinese. Pas lagi group study, yang non chinese speaker jadinya cuman bengong ngedengerin mereka ngomong. huhuhu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena orang Chinese nya banyak, makanya mereka bisa nge-gank. Sama hal nya dengan yg terjadi di China sini. Berhubung orang Indonya banyak, jadi orang Indo di sini juga pada sukanya nge-gank, maennya cuma sama sesama Indo doank, ga gaul sama orang luar negeri. Jadi menurut gua, sekali lagi itu kembali ke pribadi masing2 orangnya juga, hehehe

      Delete
    2. iya juga sih ya. balik lagi ke orang2nya. ini ada kepaitan sendiri sih, soalnya pas high school di sini, smuanya ngomong chinese, aku bengong sendiri.

      Delete
  24. Belum pernah ke China Mainland, tapi beberapa kali ketemu pelajar Cina waktu ikut lomba debat di Macau & Filipina. Ramah-ramah orangnya, excited banget untuk kenalan sama orang baru...
    Dan saya seringnya ketemu sama yang bahasa inggrisnya casciscus, karena eventnya juga lomba debat bahasa Inggris kali ya... Oh ya mereka juga sportif, walaupun kalah di suatu ronde tetep senyum dan menyelamati..
    Yang saya heran sempet tukeran facebook juga sama beberapa dari mereka, padahal katanya facebook di-ban ya disana? Apa itu mitos aja...?

    ReplyDelete
  25. Kalo mau tiket nonton yg lbh murah lagi, beli di taobao aja, cuman 30kuai udah dapet coke & popcorn ;)

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe