Things That I Know To Be True (Part 1)

22:59:00

“活到老,学到老”

Terinspirasi dari postingannya Yoan...

Gua tau bahwa yg namanya hidup itu tidak sebatas hitam putih. Terkadang ada hal yg tidak bisa kita pahami tidak peduli seberapa banyaknya kita belajar pun. Gua menghabiskan 25 tahun hidup gua untuk mencoba memahami apa sebenarnya hidup ini dan berkali2 pula gua "ditampar" oleh hidup di saat prinsip dan kepercayaan yg gua pegang digonjang-ganjing oleh aneka ragam suka duka kehidupan.


Berkali2 gua jatuh dan bangun, berkali2 gua merasa bahwa gua cuma muter2 di sebuah siklus tak berujung, di mana setelah berlari sedemikian jauh, gua menemukan bahwa diri gua masih berdiri di tempat sama di mana gua mengawali segalanya. Tapi, biarlah orang bilang gua naif, gua tetep percaya bahwa jika gua terus berjalan, suatu hari gua akan menemukan happy ending yg gua cari selama ini.

Berikut ini hanyalah segelintir, segelintir dari nilai2 kehidupan yg berhasil gua raih. Di mana di tengah2 kicau kacaunya kehidupan yg penuh dengan ambiguitas, hal2 ini adalah sebuah "kenyataan" dan "prinsip" yg gua pegang teguh. Dan gua yakin, setidaknya bagi gua pribadi, hal2 ini telah terbukti benar adanya...


1. Our background and circumstances may have influenced who we are, but we are responsible for who we become.

Dalam hidup, ironisnya gua banyak nemuin banyak orang yg hidup sebagai "bajingan" dengan kesadaran penuh. Maksud gua, mereka tahu bahwa yg mereka lakuin itu salah, tapi hal itu tetep aja mereka lakuin. Oh, dan tentu saja, mereka juga punya alasan yg kuat mengapa mereka memilih jalan hidup sebagai "bajingan", misalnya :
"Keluarga gua broken home, makanya gua males sekolah, males kerja. Biar seluruh dunia tau bahwa ortu bajingan tuh menghasilkan anak bajingan."
"Bonyok gua dulu miskin, makanya buat gua cari cowo yg berduit adalah segala-galanya"
"Waktu kecil gua sering dipukulin sama bokap, makanya sekarang gua seneng mukulin istri gua"
Dan lain sebagainya...

Gua tidak memungkiri bahwa keadaan keluarga dan lingkungan sekitar punya pengaruh terhadap perkembangan kepribadian seseorang, tapi pada akhirnya, diri lu sendiri lah yg menentukan mau ke mana hidup ini lu bawa. Manusia bukan batu, dia punya akal budi dan panca indera yg utuh. Kalo lu ga suka dengan masa lalu lu, ya ubahlah diri lu jadi lebih baik, supaya di masa depan keluarga dan anak lu punya kehidupan yg lebih baik, bukankah begitu logikanya? Orang yg hanya bisa menyalahkan masa lalu atau orang lain untuk kegagalan hidupnya adalah LOSER sejati. 

Success is an attitude, not a destination.  
SUKSES adalah sebuah sikap, bukan sebuah tujuan akhir.



2. We are responsible for what we do, no matter how we feel.

Kadang di saat emosi, seorang manusia bisa melakukan hal2 yg di luar kewajaran. Berapa sering kita denger seorang pembunuh, pemerkosa, atau pencuri yg menggunakan alasan "khilaf" atau "emosi tidak stabil" sebagai pembenaran atas tindakannya? Contoh lain, tindakan anarkis yg dilakukan oleh para pendemo yg terbawa provokasi, atau arak2an liar di jalan raya yg dilakukan para pelajar yg baru lulus SMA.

Ga peduli kita lagi sedih, seneng, marah, apapun emosi yg kita rasain, kita tetap harus bertanggung jawab penuh atas segala tindakan kita. Mungkin di rumah bisa aja kita kurang ajar ke orang tua dengan alesan lagi "bad mood", tapi percaya deh, di dalam kehidupan bermasyarakat nanti, ga akan ada orang yg mau nerima alesan kayak gitu. Sekali kita ga bisa ngontrol emosi, kita bisa kehilangan segalanya.

So yeah, ga peduli apapun emosi yg lu rasain, pikir baik2 sebelum bertindak. Jaga ucapan dan sikap terhadap orang lain, pikir dulu sebelum update status atau ngetweet, jangan nyetir ugal2an kalo lagi emosi, tahan hawa nafsu di saat sedang berinteraksi dengan lawan jenis, dan lain sebagainya. Jangan biarkan emosi sesaat merusak kehidupan jangka panjangmu...

“Before you act, listen.
Before you react, think.
Before you spend, earn.
Before you criticize, wait.
Before you pray, forgive.
Before you quit, try.”  
~ Ernest Hemingway ~



3. You cannot make someone love you. All you can do is be someone who can be loved. The rest is up to them.

"Kenapa dia tidak mencintai gua?"
Udah ribuan, bahkan jutaan kali, gua denger pertanyaan ini dilontarkan. Lewat update di dunia maya, lewat lagu, lewat puisi, dan lain sebagainya. Gua juga dulu sering bertanya2 mengenai hal ini. Tapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur, plus berkali2 jatuh cinta dan kandas mengenaskan, akhirnya gua ngerti bagaimana "cara kerjanya cinta".

Kita tidak bisa bikin seseorang mencintai kita. Yah, sebenernya bisa sih, kalo kita punya keahlian khusus yg bisa memanipulasi pikiran seseorang. Tapi untuk sebagian besar manusia di dunia yg lahir normal dan tidak punya kekuatan super, hal yg satu ini adalah mutlak adanya. Dengan menyadari hal ini, harusnya mulai sekarang kita bisa berhenti berusaha untuk "menuntut" orang yg kita cintai untuk mencintai kita. Bukan begitu cara mainnya, kawan.

Yg bisa kita lakukan hanyalah berusaha menjadi seseorang yg menarik, yg berharga, yg layak untuk dicintai, sambil berharap bahwa orang yg kita cintai itu akan memilih kita di antara milyaran manusia di dunia. Ga gampang? Betul sekali. Sejak dulu begitulah cinta, deritanya tiada akhir (mengutip kalimat favoritnya Ti Pat Kay dari serial Kera Sakti). Tapi karena tidak mudah diraih itulah, cinta menjadi sesuatu yg berharga, setuju ga? 

Karena itulah, stop ngegalau di dunia maya, GA ADA GUNANYA. Gua kasih tau nih, orang yg desperate itu tidak menarik. Semakin lu desperate pengen punya pacar, semakin ga ada yg mau. Ga percaya? Gua udah buktiin sendiri, pengalaman pribadi ini. Satu2nya cara untuk meraih cinta adalah dengan membuat dirimu menjadi LAYAK untuk dicintai, camkan itu. Belajar yg rajin, kejar impianmu, bentuk karakter dan kepribadianmu, dan cinta akan datang sendiri ke dalam kehidupanmu tanpa harus dikejar2 ala polisi ngejar copet.


4. No matter how much I care, some people just don’t care back.

(Masih berhubungan dengan no 3 ) Hidup itu tidak sesimpel matematika, tidak ada rumus atau formula eksak mengenai bagaimana berelasi dengan orang lain, terlebih di dalam yg namanya cinta. Meskipun ini pahit, pedih, dan mungkin kedengerannya tidak adil, tapi kadangkala tidak peduli seberapa besar kita memberi perhatian kepada seseorang, orang itu tidak akan pernah melakukan hal yg sama kepada kita.

Karena itulah, di saat kita memberi kepada seseorang, hendaklah kita memberi dengan "tulus", bukan memberi karena "ada maunya" karena seringkali kita akan menemukan bahwa orang lain tidak akan bereaksi persis seperti yg kita inginkan. Camkan hal ini di dalam pikiranmu, kawan, supaya kita tidak sering merasa kecewa terhadap orang lain.


Love is always bestowed as a gift---freely, willingly, and without expectation. We don't love to be loved; we love to love. 

(Mencintai adalah sebuah anugerah yg diberikan secara tulus, sukarela, dan tanpa pamrih. Karena itu, hendaklah kita tidak mencintai supaya dibalas cintanya. Cintailah semata2 hanya karena kita mencintai.)


To be continued...

You Might Also Like

15 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. superrrrr setuju!, kita hidup di dunia ini tidak bisa menuntut cinta. Tapi memantaskan diri untuk dicintai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, kita tidak bisa mengubah orang lain, yg bisa kita ubah hanyalah diri kita sendiri =)

      Delete
  2. Nomor satu setuju banget!! Gw jg suka gemes sm orang2 yg ngejadiin alesan background dan masa lalu suram sebagai excuse untuk jd orang brengsek. Padahal ada alesan itu disebut masa lalu=buat diubah di masa depan.. -___-

    ReplyDelete
  3. sepahit apapun keadaan yg pernah kita alami, jadikan itu sebagai pengalaman yg paling berharga untuk kedepannya ,,, karena Tuhan memberikan hidup itu tidak selalu yg manis"nya saja :)
    semangat pagi ....

    ReplyDelete
  4. Hihihihi... setujuuu, sakit ati jadi kalau kebanyakan ngarep balesan.

    ReplyDelete
  5. Supeeeer sekali om. Kita emang bisa berusaha/melakukan apapun terhadap orang lain, tapi perasaan orang lain ke kita itu sepenuhnya tergantung orang tersebut, enggak bisa dipaksakan :D

    ReplyDelete
  6. Dari keempat poin diatas, gue pun jadi sadar sesuatu juga: dari semua hal paling ngga enak dalam idup, disakitin, dibohongi, dicuekin, dikasarin, dikhianati.. yang lebih ngga enak lagi dan malah paling ngga enak adalah ketika kita sendiri nyesel. Kenapa nyesel? Karena kita sendiri pernah menjadi orang yang... menyakiti, membohongi, mencueki, mengasari, mengkhianati..
    Some times we curse, and then we realize we turn to be something we said we wouldn't be.. cursed by our own words is worse than being cursed by someone..

    ReplyDelete
  7. Yang poin 1, sering banget terjadi. orang suka jadiin pengalaman hidupnya sebagai pembenaran untuk apa yang dilakukan. Padahal harusnya pengalaman itu jadi pelajaran.

    ReplyDelete
  8. Jadi intinya kita mesti pinter2 bersikapa. Gitu kan ya bro? Salam kenal deh

    ReplyDelete
  9. mencintai denga tulus tanpa pamrih betul juga ya

    ReplyDelete
  10. Bung, mn part 2nya? Kbelet liat nihh

    ReplyDelete
  11. Beberapa hari yang lalu, saya tanya sama om Kevin di ask.fm dan om memberi link ini, tidak saya langsung baca. Beberapa bulan yang lalu saya melihat om Kevin membuat post tentang cinta, tidak saya langsung baca tapi berbulan setelahnya.

    Dan, siapa menyangka, waktu yang tepat itu tidak selalu waktu yang cepat?

    Saya merasa tulisan Om Kevin selalu datang kepada saya di waktu yang tepat, membuat tulisan itu semakin bermakna dan berguna. Salut saya untuk Om, tetaplah kembali menulis. Mudah-mudahan kita bisa bertemu suatu saat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh, thank you. Gua jadi terharu baca komentar ini, hehehe.

      Tapi itulah yg namanya inspirasi, Safira. Ia jujur, apa adanya, selalu datang pada saat yg tepat, memberikan kita tepat apa yg kita butuhkan...tidak lebih, dan tidak kurang. Gua bisa nulis kayak gini, karena gua juga terinspirasi oleh karya tulis orang lain yg pernah gua baca. Kalo dipikir-pikir, dunia tulis menulis tuh bagaikan sebuah lingkaran besar di mana kita saling menginspirasi satu sama lain, dan itu sangat menyenangkan...

      Gua tunggu karya tulis lu yg berikutnya ya, Safira =)

      Delete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe