#MimpiKawancut "Saat Akhirnya Kutemukan Dirimu..."

21:30:00

Finally I've found you...

"两杯珍珠奶茶,一共是8块“ (Dua gelas Pearl Milk Tea, totalnya 8 kuai) kata Ayi penjual Nai Cha (Milk Tea) itu dengan Bahasa Mandarin.

Gua merogoh dompet dan mengeluarkan selembar uang 5 yuan dan 3 keping uang logam 1 yuan. Ayi tersebut menerima uang gua kemudian memberikan sebuah kantong plastik berisi dua buah minuman yg baru saja gua beli. Gua mengecek ke dalam kantong plastik untuk memastikan bahwa Ayi tidak lupa menyertakan dua buah sedotan besar di dalamnya. Dua tahun terakhir ini, secara ajaib, gua yg orangnya ceroboh ini sudah mulai terbiasa untuk lebih teliti dalam hal2 kecil di dalam hidup gua, termasuk masalah sedotan ini.


"好了,再见阿姨!" (Sampai jumpa, Ayi!) kata gua pamit kepada wanita separuh baya pemilik toko Nai Cha yg sudah menjadi langganan gua tersebut. Dua tahun terakhir ini, hampir 3-4 kali seminggu gua mampir ke sini untuk beli minum sepulang kerja.

"慢点儿哦!" (Hati-hati di jalan!) kata Ayi tersebut sambil melambaikan tangannya dengan ramah.

Gua melipat tangan di depan coat musim gugur gua dan dengan langkah cepat berjalan menyusuri jalanan yg becek akibat hujan tadi sore. Sebenarnya jarak dari stasiun subway ke apartment gua tuh ga jauh, cuma sekitar 10-15 menit jalan kaki. Tapi memang sudah jadi rutinitas bagi gua untuk mampir beberapa saat di areal pertokoan depan stasiun subway ini untuk ngemil, beli majalah, atau sekedar menikmati hingar bingarnya keramaian di sana.

”香蕉一块五,一块五!" (Pisang, satu setengah kuai, satu setengah kuai!) teriak Laoban penjual buah yg juga adalah langganan gua. Biasanya gua juga suka mampir untuk beli sedikit buah Li, apel, atau pisang, tapi tidak untuk malam ini. Angin dingin menghembus dengan kencang, membuat gua mempercepat langkah gua. Setiap tarikan nafas gua menimbulkan uap berwarna putih, pertanda bahwa musim gugur memang akan segera berakhir, berganti dengan musim dingin.



Meskipun malam itu udara sangat dingin, tapi entah kenapa gua masih tetap memilih untuk jalan memutar lewat taman daripada melewati jembatan penyebrangan. Ya, lucunya meskipun usia gua sekarang udah kepala tiga, gua masih tetap takut ketinggian. Taman di tepi sungai ini biasanya penuh dengan kakek-nenek yg sedang latihan Taiji, remaja yg sedang pacaran, dan anak2 kecil yg berlarian kesana kemari. Tapi di cuaca sedingin malam ini, tidak ada seorang pun di sana.

Gua berhenti sejenak untuk mengencangkan kembali tali sepatu gua yg terlepas, dan untuk beberapa saat gua terdiam, menikmati indahnya kemilau sinar bulan dan lampu taman yg terpantul di air sungai yg beriak2 tersebut. Daun2 yg berguguran mengeluarkan suara gemerisik diterpa angin, dan samar2 terdengar suara musik yg mengalun lembut dari speaker2 tersembunyi yg tersebar di seluruh taman. Ya, musik yg hanya terdengar satu jam sekali itu menandakan bahwa saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Gua harus segera pulang.

Dengan sedikit berlari2 kecil, akhirnya gua tiba di depan gerbang apartment gua. Meskipun pintunya sudah menggunakan sistem kartu otomatis, tapi di lobby nya masih terdapat beberapa orang satpam yg bertugas siang dan malam. Faktor keamanan inilah yg menjadi salah satu pertimbangan gua sewaktu memutuskan untuk membeli apartment di pinggir kota Dalian ini. Di saat gua mau masuk ke dalam lift, kedua satpam yg sudah gua kenal itu tersenyum ke arah gua dan gua pun membalas dengan sebuah lambaian tangan.





Gua memencet angka 3 di lift dan hanya dalam hitungan detik, gua sudah tiba di depan pintu kamar gua. Sebuah ruangan seluas 18x20m dengan desain minimalis dan lantai kayu, dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu dan kitchen set sederhana yg menyatu dengan ruang utama. Dan jangan lupa, sebuah beranda kecil di arah barat dengan view langsung menghadap ke arah pantai. Yah, meskipun jarak apartment dan pantai masih terpisah sekitar 400-500m, tapi setidaknya di saat langit tidak berawan gua masih bisa liat matahari terbenam dan di malam hari seperti ini, samar2 masih terdengar suara debur ombak.

Apartment impian gua

Begitu gua masuk, penerangan di dalam kamar otomatis langsung menyala. Gua meletakkan dua buah minuman yg baru gua beli tersebut di atas meja makan, kemudian berjalan ke samping meja kerja gua untuk menggantungkan coat musim gugur yg sedang gua kenakan tersebut. Meskipun tanpa coat, suhu di dalam kamar ini cukup hangat karena setiap ruangan mempunyai heater dan juga air conditioner yg baik.

Gua meletakkan tas gua di atas meja kerja yg penuh dengan sketsa proyek game yg sedang gua kerjakan dan juga buku novel Digital Love Kancut Keblenger, kemudian melihat ke sekeliling ruangan. Buku2 dan map2 tersusun rapi di rak2 kayu yg menempel ke tembok dan di atas rak2 tersebut terdapat aneka display action figure serta prototype dari proyek2 desain yg pernah gua kerjakan. Kamar yg seluas ini terlalu besar untuk jadi kamar bujangan gua seorang, itulah yg selalu gua pikirkan setiap kali gua melihat tempat tinggal gua ini. Awal2 gua tinggal pindah ke sini tiga tahun yg lalu, tiap hari gua selalu merasa hampa dan kesepian. Sendirian nonton TV layar lebar sampai tertidur di sofa, minum teh sambil dengerin lagu lewat sound system di ruang tamu.

Tapi, segalanya berubah sejak dua tahun yg lalu...

Gua membuka pintu kamar tidur gua dan di situlah ia berada, sosok yg kehadirannya memberikan aneka warna ke dalam hidup gua. Rambut panjang sebahunya yg berwarna hitam kecoklatan kontras dengan warna kulitnya yg putih bagaikan susu tergerai di atas ranjang, lehernya yg jenjang dihiasi oleh seuntai kalung perak, dada dan bahunya yg terbalut T-shirt putih naik turun teratur menandakan bahwa ia memang sedang pulas bermain di alam mimpi. Gua membungkuk di samping ranjang, mendengarkan suara nafasnya yg memburu. Meskipun ia tidur dengan posisi terbalik dan kakinya berada di atas bantal kesayangan gua, tapi ia tetap terlihat manis...sempurna di mata gua.

Suka model rambut yg kayak gini

Gua terdiam memandangi wajah tidurnya selama beberapa menit hingga kemudian Ia menggumam perlahan dan kelopak mata yg dihiasi bulu mata lentik itu akhirnya membuka sedikit. Dua buah mata paling indah yg pernah gua lihat itu kini memandangi gua dengan tatapan sayu.

"Pizza?" tanyanya dengan suara serak.

"Bukan, saya dari kafe di seberang jalan. Mau nganterin Nai Cha buat nona manis."

Dengan rambut yg acak2an, muka cemberut, ia pun mencubit pipi gua pelan sambil melenguh manja.

"Nai Cha. Mau."

"Tuh di atas meja makan. Kamu bangun dulu deh." kata gua mencoba mengangkat tubuh mungilnya dari atas ranjang.

"Aku nungguin kamu pulang lama banget, jadinya ketiduran deh" kata dia sambil pura2 cemberut.

"Sori2, mulai besok kan aku cuti, jadi tadi bos minta aku beresin berkas2 penting punya aku, supaya nanti kalo aku lagi ga ada, mereka ga susah nyarinya" kata gua sambil perlahan merapikan rambutnya dengan jari gua.

"Eh yank, ngomong2 kamu udah beres packing belom?" tanya gua.
Dia mengangguk.

"Udah. Koper kamu juga udah aku beresin ulang supaya lebih rapi."

"Eh? Tapi ga ada barang yg kamu keluarin kan?" tanya gua cemas.

"Hm-Hm" kata dia menggeleng.

"Semuanya persis sama seperti waktu kamu yg beresin, cuma lebih rapi aja sedikit. Aku kan tahu banget kamu ga suka kalo barang kamu dipindah2 lokasinya. Passport dll semua juga ada di tempat semula, nanti kamu cek sekali lagi aja ya biar yakin" kata dia sambil nyengir.

"Sip. Eh, hadiah buat ortu kamu, kamu taro di koper kamu atau koper aku?" tanya gua lagi.

"Di koper aku, di koper kamu kan udah penuh tuh sama oleh2 buat Mama Papa kamu. Takut koper kamu overweight nantinya" kata dia.

"Foto2 pre-wed kita? Gaun wedding kamu?"

"Semuanya udah di koper. Kalo sampe aku lupa bawa gaun, kita undur aja pestanya" kata dia sambil nyengir, kemudian dia beranjak dari kasur, pergi ke ruang tamu untuk menikmati Nai Cha kesukaannya.

Gua dan dia bertemu kurang lebih tiga tahun yg lalu di Shanghai. Perusahaan gua dan dia mengadakan joint project untuk mengadakan sebuah pameran otomotif di sana. Gua sebagai project manager sekaligus bagian advertising, dia sebagai arsitek merangkap desainer interior dan bagian dekorasi. Pertama kali ketemu gua dan dia langsung akrab karena ternyata kita berasal dari kota dan negara yg sama. Ajaib banget rasanya bisa ketemu kerabat satu kampung halaman di dunia yg luas ini. Setelah lebih dari setengah tahun saling bertukar sapa melalui Wechat, akhirnya dia pun dipindah kerja ke kantor cabang di Dalian, kota tempat gua tinggal, dan tidak lama setelah itu, kita pun jadian.


Sambil minum Nai Cha, ia duduk di depan piano yg terletak dekat kaca beranda. Sambil memandang ke arah laut dan langit yg bertaburan bintang, jemarinya pun bergerak dengan lincah, menari di atas tuts hitam putih, memainkan nada2 favorit gua. Gua duduk di sampingnya dan kemudian gua peluk dia dari belakang. Wangi tubuhnya yg khas pun langsung tercium, membuat gua tergila2. Tangan kanan gua memeluk pinggang dia dari belakang dan seiring bibir kita berdua saling mendekat, tangan kiri gua pun menggenggam tangan kirinya, masuk ke antara jari jemarinya.

Gua langsung teringat sebuah kutipan favorit gua :
"Kenapa Tuhan menciptakan ruang kosong di antara jari-jari kita? Karena suatu hari Ia akan mengirimkan seseorang yg dapat mengisi ruang kosong tersebut"

Dan sekarang gua udah ga usah menanti dan mencari lagi. Di sinilah rumah gua, di sisi dia lah gua menemukan kedamaian.



Sementara kita berciuman, tidak sengaja jari gua menyentuh cincin di jari manisnya, cincin yg dua bulan lalu gua sematkan di jari manisnya. Ciuman kita terhenti dan ia pun tersenyum. Gua belai rambutnya dan perlahan dia pun menyenderkan kepalanya ke bahu gua. Kita berdua terdiam di dalam kesunyian, hanya terdengar suara deburan ombak, deru nafas dia, dan jantung gua yg berdebar2.

Seolah memikirkan hal yg sama, mata kita berdua terpaku pada sebuah bingkai foto yg terletak di atas piano. Foto kita berdua kita yg pertama, diambil di hari kita pertama jadian, di sebuah foto studio kecil di pinggir jalan, dua setengah tahun yg lalu.

"Kamu sadar ga, saat kita kembali ke rumah ini 3 bulan yg akan datang, kita udah ga pacaran lagi?" tanya gua.
Ia mengangguk pelan sambil menggenggam tangan gua yg berada di pipinya.

"Kamu tahu ga...5 tahun lalu, suatu malem aku pernah ngobrol2 sama temen soal masa depan. Kita ngobrolin, kira-kira 5 tahun ke depan, seudah lulus S2, kita bisa pergi sejauh apa..." kata gua.

"Terus?" tanya dia penasaran.

"Ya, kurang lebih apa yg gua pikirkan saat itu, sekarang udah hampir terwujud. Punya kerjaan yg ga ngebosenin, bisa beli kamar apartment pake uang sendiri...dan bisa ketemu sama kamu" jawab gua melanjutkan.

"Bisa ketemu sama aku? Gombal. 5 tahun lalu, kita kenal aja belom kali..." jawab dia sambil mencubit hidung gua.

"Memang, malah waktu itu aku udah mulai watir, kalo boleh jujur. Temen2 aku udah banyak yg married, sementara aku selain sibuk kuliah, pacar aja ga ketemu2. Aku sering bertanya2 waktu itu...nyasar ke mana ya soulmate aku? Kok kamu ga dateng2 sih ke dalam hidup aku? Lamban!" kata gua sambil balas mencubit hidung dia dengan gemesnya.

"Jangan cubit idung aku, ntar jadi pesek..." kata dia sambil menempis tangan gua.

"Anyway, ehemmm...sebagai soulmate kamu, aku mau kasih sedikit pembelaan supaya ga disangkain nyasar... Waktu itu aku nyasar ke Jakarta, mencicipi gimana boringnya hidup sebagai karyawati kantoran. Udah itu terbang ke Afrika Selatan, jadi volunteer selama setengah tahun, dan akhirnya dideportasi ke Korea sama Tuhan dan setahun kemudian berakhir di Shanghai. Suruh siapa kamu nyarinya kurang serius, jangan cuma di Beijing, Shijiazhuang, Guilin donk. Kenapa ga cari aku ke Afrika Selatan coba?" jawab dia, ga mau kalah.

"Suruh siapa kamu ga kontak aku. Telp kek, email kek...halo Keven, aku soulmate kamu. Sekarang aku ada di Afrika Selatan, ketemuan yuk! Kalo kamu kasih tau aku kayak gitu, aku pasti langsung terbang ke Afrika saat itu juga, hehehe"

"Ihhhh, kamu ga pengertian banget sih! Interlokal dari Afrika ke China tuh ga murah tauuu... Lagian aku sibuuuk di sana, ga santai2 kayak kamu..."

Kata2 dia terhenti saat gua tiba2 mempererat pelukan gua. Wangi, pikir gua, saat gua membenamkan muka gua di bahunya.

"I'm glad I've found you. Please stay beside me forever." bisik gua.
Ia tersenyum, dengan lembut dia membelai rambut gua dan kemudian ia membisikkan sesuatu di telinga gua, kata2 yg selama 32 tahun ini selalu ingin gua denger...

"I will stay beside you forever. Please take care of me, Lao Gong"



PS : Lao Gong (老公) adalah panggilan sayang gadis di China terhadap suaminya...



Impian dan harapan gua tentang masa depan, semuanya tersirat di dalam cerpen yg satu ini. Ada yg bisa sebutin, impian gua di masa depan apa aja? 

Satu orang yg jawaban dan analisanya paling lengkap, blognya bakal gua promosiin di Page Facebook Emotional Flutter selama seminggu. Deadline 30 November 2013. 
Ga ada paksaan untuk ikutan ngejawab, buat yg niat aja. Kalo emang ga ada yg bisa nebak apa aja impian yg gua tulis di dalem, ya ga ada yg menang, hehehe.

Kalo ternyata pemenangnya adalah non-blogger, nanti kita diskusiin deh hadiahnya apa.


Postingan ini diikutsertakan dalam event

Ayo Pamer #MimpiKawancut ke Semua Orang di Jagat Raya!

You Might Also Like

71 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. ketemu pasangan hidup dan langgeng, punya apartemen dari duit sendiri, kerjaan yang gak bikin bosen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu sih baru kulitnya doank, wkwkwk...

      Delete
  2. You met someone that changed you. For example, in the first paragraph you said that in the last two years, you have changed, You used to be careless but then now you start to pay attention to every small details in life such as not to forget to take the straw with you when you buy drinks. That is beautiful.

    The aunt who sell Milk Tea speak Chinese, it means that you're living and working in China. And I know Dalian, it's a very beautiful city in the northern China, wasn't it? Famous for it's fresh air, that was such a rare thing to be found in northern China. It's good that you're able to live in the country which you're interested in, enjoy the four seasons, and getting used to a new environment where they speak a complete different languages. That was quite a challenge, yet also an enjoyment.

    You were able to buy such a BIG apartment with luxurious kitchen and good surroundings (have park, river, and stuff), it means your job pay you quite a bunch of money. To be able to have a job that is not boring and give a big salary, it was almost every man's dream.

    Your partner understands you. She knows that you didn't like it when someone move your stuff, but she were able to take care of you while on the other hand, didn't invade your privacy. She is good. And what I like most about her is that she had a good sense of humor and can play a piano. You're a winner, a girl like that is nowhere to be found nowadays. Hope you can actually found someone like that one day.

    Okay, I think I already wrote a lot LOL. I was a big fan of your blog for a long time and I really appreciate that you took time to write this story.

    Keep writing, dude.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Damn, you're good. Thanks for reading and really taking time to write such a detailed answer. I'm flattered that you actually pay attention to those small details. =)

      Delete
  3. Mimpi yang benar-benar mimpi, semoga menjadi kenyataan beroh!

    Jangan lupa usaha dan doa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan sekedar mimpi di siang bolong kok, sekarang gua lagi kuliah S2 di China, udah setengah jalan menuju ke sana =)

      Delete
  4. wohooo, udah sampe china segala, bisa kali ya kalo liburan ngajakin kawancut jalan-jalan ke sana :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang juga udah di China. Mau sekarang ke sini juga bolehhh

      Delete
  5. wah admin nya bisa jadi penulis terkenal nih... nice post gan :)

    ReplyDelete
  6. Sumpaaaaaah.... Bagian awal, okelah.... Gue udah siap melted bacanya, karna kirain gue, seperti biasanya, kalau lu nulis cerita2 cinta, buntut2nya pasti.... so sweeeeeeet....

    Eh sampe akhir.... Preeeet lah.... Geli gue, Ven, bacanya.... Hahaha..... Nggak nyangka, ada bakat juga lu ngegombal... :D

    Keren, moga menang yah.... ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua ikutan bukan untuk menang, suka aja sama topiknya, hehehe. Bosen ah nulis yg tragis2 melulu. Karena ini mimpi, gua pengen akhirnya hidup gua tuh happy ending...dan kocak ;p

      Delete
  7. kapan punya anak?

    ReplyDelete
  8. Coba analisis ah :D
    Menurut saya, ko Keven punya rencana tinggal dan kerja di ZhongGuo. kelihatan dari rencana ko Keven yang pengen beli apartemen di Dalian, serta berusaha bergaul dengan penduduk sekitar (beli Na Cha di toko yang sama berulang kali, punya kebiasaan duduk duduk di taman - seperti kebiasaan penduduk setempat - dan menyapa satpam penunggu apartemen).

    Tapi rasanya ko Keven gak pengen jadi orang yang asal tinggal dan asal punya rumah saja, Ko Keven rasanya pengen punya tempat tinggal yang layak dan menyenangkan - ya buat ko Keven sih-. Dari posting diatas, disebutkan ko Keven (rencananya) punya apartemen 20x18m yang cukup mewah, dan menghadap laut. Sampeyan memang suka laut kan ko? wong di blog ini sering banget diceritakan koko-nya main ke pantai. Dalian sendiri kan kelihatannya kota tepi laut yang indah (dan perkembangan ekonominya bagus) :D

    Terus terus
    soal Jodoh, kayaknya Ko Keven (menurut saya) mengharapkan cewek keturuan Tionghoa dari Indonesia juga kan?
    dari percakapannya aja kelihatan kalau si cewek pake bahasa Indonesia dan juga punya ortu di Indonesia. Menikahnya pun (rencananya) di Indonesia :D
    'kalau gaun pengantin ketingglan, ditunda aja pestanya'

    Soal Kriteria ceweknya (menurut saya) dari postingan diatas adalah : punya jiwa petualang, menggemaskan, cantik, romantis, imut-imut, berkulit putih, dan menghargai barang-barang pribadi punya calon suaminya (di ruang tamu ada action figure, rak buku, dan sketsa-sketsa desain game), dan mungkin punya pekerjaan tetap yang mendukung kerjaan ko Keven dalam dunia desain.

    Dan, kalau baca dari posting diatas, sampai 5 tahun kedepan ko Keven masih pengen kerja sebagai professional muda di kantor advertising (atau yang berhubungan dengan dunia DKV), tetap aktif sebagai blogger dan penulis (lagi bantuin penulisan buku KK yang baru), dan punya proyek game yang sedang dikerjakan.

    hehehe
    sorry analisisnya kepanjangan dan agak kacau hahaha

    good luck ya bro :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Analisis yg menarik dan sebagian besar bener, hehehe. Thanks udah baca dan komen lho. Mimpi lu kayak gimana nih? Kalo ada waktu, tulis juga donk =)

      Delete
  9. ini mah ngarep si penjual nai cha si fei jadi bini nya.. hidup kaya dan bahagia selamanya. hahahaha

    ReplyDelete
  10. udah sukses bgt sekarang yah.............beda sama dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari dulu juga udah sukses kaleeee...wkwkwk

      Delete
  11. Perasaan gue baru ngga buka blog ini sebulan dua bulanan, udah semakin jaya aja lo bang. udah mau nikah juga. wah gue kudet banget baaaang *pura-pura kaget*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga mimpi, mau nikah sekarang, atau besok, semua ga mustahil hehehe. Tapi yg penting, dari skrg harus udah berjuang ke arah sana, supaya bisa tercapai impiannya wkwkwk

      Delete
  12. kko gaya nulisnya berubah yaa? :p hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan ini buat lomba, ada syaratnya, jadi harus adaptasi hehe

      Delete
  13. Om kepen ikut kontes ini juga? Oh no. Alamat kegeser peringkat nih tulisan gue xD
    however, dari kebanyakan mimpi kawancut, ini anti mainstream lah om, pake dijadiin cerpen segala. Orang lain mah curcol aja terus, dipeperin satu satu. Ini suruh analisa. Lah. Hebat. Pokoknya om kepen hebat. Jadiin om kepen oshi ah :d

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua sebenernya bukan tipe orang yg suka ikutan lomba, tapi berhubung kali ini ada ide, jadi ikut meramaikan saja, hehehe. Jangan pesimis dulu, karya lu juga bagus kok. Jujur buat gua sih, menang kalah itu ga penting, gua ikutan cuma demi menghasilkan tulisan yg bagus buat para pembaca Emotional Flutter =)

      Delete
  14. Replies
    1. Bener, sangat menyenangkan. Gua sebelom tidur kalo mikirin hal ini bisa sampe senyum2 sendiri, hehehe...

      Delete
  15. Kapan-kapan undang gue dong ke apartemen lo itu, kayaknya nyaman banget. Sekalian adain party bareng #kawancut juga. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, tapi tiket pesawat bayar masing2 ya...wkwkwk

      Delete
  16. ternyata cerpen ya. beberapa kali aku datang ke sini. sepertinya yang punya warung masih kuliah, lah ini kok ceritanya sudah kerja. yang buat aku penasaran lagi dibilang sudah kepala tiga (bukannya sudah kepala empat? ***abaikan :D). ternyata cerpen. sip lah. apa lagi itu lagu, itu lagu zaman aku masih pake seragam...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itu lagu jaman gua masih pake seragam putih abu2, hehehe...

      Delete
  17. langgengg yaaa, semoga cepet punya anak :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita rencananya pengen spent 2-3 tahun tanpa anak dulu, mempererat hubungan dulu sebelum memulai bahtera rumah tangga wkwkwk

      Delete
  18. apapun mimpi Bang Keven, gue bantu doain semoga terwujud semuanya, amin :D keep posting ya Bang :D

    ReplyDelete
  19. :D, waw kirain beneran, smoga terwujud ya,aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, gua juga berharap ini tuh beneran...sampe kebawa2 mimpi nih, hehehe

      Delete
  20. wawwww semoga mimpi kawancut kecapai haha

    jangan lupa kunjungi http://ceritaulil.blogspot.com..
    follback ya =)

    ReplyDelete
  21. Ah. Anjing kamu bang. Dulu waktu tau abang kuliah di China gue udah ngiri. Sekarang elo udah sukses pula disana. Pokoknya kita musti ketenu akhir bulan ini! Gue terbang langung setelah misi gue di Vatican selesai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh2, silakan mampir. Tapi anjing gua ga ada di China, ditinggal di Indo gara2 ga dapet visa kemaren, wkwkwk...

      Delete
  22. mimpinya sudah banyak yang tercapai ya, semoga cepat selesai kuliahnya

    ReplyDelete
  23. Hahaha. Mimpinya keren banget! Semoga bukan sekadar mimpi doang aja yan bang kepen, kalo bisa sampe terwujud. Hehe. Apartment-nya bikin kesengsem :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua juga kesengsem sama apartmentnya, hehehe. Harus semakin semangat kerja nih, supaya suatu hari bisa beli yg kayak gitu =)

      Delete
  24. aodh mimpinya


    sebuah mimpi tidak akan terwujud bila seseorang hanya bermimpi-bermimpi tanpa melakukan apapun , tanpa bertindak , tanpa ada kesadaran . hidup ini milik kita dan hanya tuhan yang mengatur hidup dan mati kita wujudkan mimpi anda dengan bertindak dengan penuh kesadaran anda sendiri http://mahasiswa7.blogspot.com/2013/10/mimpikawancut-orangtuaku-mengatakan.html

    ReplyDelete
  25. wahahahaha enak juga kalo udah ngrasain hidup di luar negri, fantasi soal mimpinya lebih luas n bisa realistis juga. tapi bener juga tuh, endingnya malah ngombal segala wakakak punya selera humor juga lo bang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga berarti lu harus ke luar negeri dulu baru bisa punya imajinasi yg kreatif, ngga bener itu. Selama kita punya wawasan yg luas, berani berpikir out of the box, dan hidup lu kaya dengan sejuta pengalaman, semua orang juga bisa menghasilkan karya yg menarik...tanpa harus ke luar negeri =)

      Delete
  26. Keren bang Kevin... :D bakal jadi penulis terkenal nih kayaknya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks. Sayangnya cita2 gua bukan itu, hehehe. Gua pengen jadi seseorang yg hidupnya berguna untuk orang laen =)

      Delete
  27. setelah baca berulang-ulang, aku coba analisis ah :p

    impian bang keven itu kira-kira seperti ini:
    1. Mempunyai tempat tinggal yang sederhana tp buat nyaman, tenang, dan betah didalam tempat tersebut bersama istri tercinta, masyarakat di daerah tersebut pun rama-ramah. ini tersirat di paragraf 9 kalimat 3-7

    2. Memiliki istri warga negara Indonesia yang tubuhnya proforsional, berkulit putih, rambut sebahu (paragraf 13 kalimat 2-3 plus foto) dan juga istri yang suka kerapian, pengertian dan mengenal om keven luar dan dalam (tersirat di percakapan ketika menyusun barang-barang ke koper & kalimat "aku kan tau banget kamu gk suka kalo barang kamu dipindah2 lokasinya")

    3. Kuliah S2 segera selesai dan memiliki pekerjaan yang tidak membuat bosan (tersirat di dialog paragraf 23)

    okeee cuma ini doang yang bisa aku jelasin. hahaha
    aku baca berulang-ulang tapi gak buat bosan loh bang, soalnya aku malah jadi menghayal kalo aku dan soulmate ku melakukan hal yang sama huahahaaha
    cepat punya anak yaaa :D

    ReplyDelete
  28. posting bagus sob, enak dibaca ditunggu updatenya ya, thnaks

    ditunggu kunjungan sobat di blog ane, ....http://iklans-ukses.blogspot.com/

    ReplyDelete
  29. Aih, jadi pengen deh si ayangku bilang "wo ai ni" ke akuh :'3 sayangnya dia bukan orang cina *plak*

    Seneng deh kalo impian udah terwujud :'D

    ReplyDelete
  30. wuih wuih ruangannya keren sekali kak!

    ReplyDelete
  31. MIMPI sama KHAYALAN beda tak? Aku pernah posting tentang khayalanku :D

    ReplyDelete
  32. Berawal dari milk tea ya... #salahfokus hahaha
    eits ternyata suka cewe yg model gitu ya, kayaknya gue musti mengundurkan diri nih =)

    sukses selalu bang! Gue baru lulus dari FK Unair nih, kalo balik ke Indo main main lah ke Surabaya, gratis periksa kalo lagi sakit

    ReplyDelete
  33. uhuyyy... jalan-jalan dapet jodoh ehehe..

    ReplyDelete
  34. Rambut ceweknya mirip rambutku. Hahahaha

    ReplyDelete
  35. super keren cerpennya ^^
    btw ini pengalaman pertama main ke blog koko hehe

    ReplyDelete
  36. Damn, endingnya goals banget haha.
    Btw, aku mau ikutan jawab nih ya siapa tahu untung-untung berhadiah.

    jadi masa depan nanti laoshi mau jadi orang yang berguna, yakan ?
    terus laoshi bakal jadi motivator handal dan bisa keliling dunia :D

    Sama pasangan laoshi tentunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga sih, gua ga berniat jadi motivator kayak Mario Teguh hahaha

      Delete
  37. Semoga cerpennya bisa jadi kenyataan.. Amin.. 😊
    So sweet banget akhirnya..
    Ikutan nebak impian kokoh ya..
    Kuliah S2nya kan udah selesai, pacar juga kokoh udah punya (masih sama yg itu kan?), jadi impiannya itu menurutku "menikah".. Bener ngak? Hehehe 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, bukan, impiannya itu bukan hanya satu buah, tapi seuntai hahaha

      Delete
  38. Hmmm... Menurut dipi bnyak harapan tersirat dlm tulisan ini. Mendalam. Sbg contoh, kata wangi saja bukan berarti pgn punya pendamping yg wangi doang... nyaman lebih tepat untuk mmaknainya ya. Nanti dipi coba tulis lg yg lengkapnya, berhubung baca ini jam 5 pagi kurang, jdi masih setengah ngantuk. Nanti dipi komen lg siang2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Santai aja Dipi hehehe. Yg Dipi omongin itu bener, wangi itu bukan hanya sekedar wangi, ada makna lebih di dalam di baliknya =)

      Delete
  39. suka sama na cha ya? gue juga lumayan suka, sih. kerena ya, na cha bisa dibuat jadi perantara cinta antara si gadis dengan si lao gong. cintanya di awali dengan project kerja, dan dimaniskan oleh bergelas-gelas na cha.

    ReplyDelete
  40. Bang claude emang jagonya buat tulisan yang ada sisipan rasa romantisme. Jadi yang baca kepengen juga kayak begitu dan apalagi kalo cewek, bisa klepek-klepek kejang hahaha.

    What a love. Berawal dari hal yang sederhana, minuman. Amazingly.
    Semoga goals nya bisa tercapai ya banng!

    ReplyDelete
  41. Mimpi lo apaan ya haha. Mungkin punya apartemen mewah dan punya istri rambut pendek sebahu untuk saling tukar cerita setelah pulang kerja (?)

    Percakapannya bisa di enter mungkin bang biar agak rapi. Saran aja. :D

    ReplyDelete
  42. Keknya banyak nih bang harapan yang lo jabarkan di postingan ini, tapi gue kurang peka bang hehehe... payah memang.

    Tapi ini keren sih, cukup menyentuh kalbu bang. Halah.

    ReplyDelete
  43. Ya ampun kupikir ini cerita beneran masa Bang Kev hahaha.

    Oke, kalo dari ceritanya sih udah enak. Hmm, sweet gitu deh ya. Finally mimpinya kesampean. Tapi dari tampilannya aja kurang enak dibaca. Maksudnya jarang antarparagrafnya terlalu padat. Itu justru bikin pusing Bang. Dan tadi ada kata yang disingkat. Hehe, kalo nulis cerita baiknya diurai aja semuanya jangan disingkat-singkat.

    Eh tapi ini udah 3 tahun lalu. Cuma sekedar kasih masukan aja Bang :D

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe