How To Find Your Soulmate

21:49:00



Love is just a word until someone comes along and gives it meaning.


Kalian percaya ga sih sama yg namanya "true love" atau "cinta sejati"?
Bahwa di dunia ini ada satu orang yg benar-benar cocok untuk kalian, secara jasmani maupun rohani. Dan bagaikan kepingan puzzle, ia akan mengisi kekosongan di dalam hidup kalian dan kalian tidak akan pernah merasa kekurangan lagi jika melewati hidup bersama dia.

Gua percaya. 100%. Tanpa ada ragu sedikitpun.
Mengapa?


Well, gua belom nemuin soulmate gua, tapi gua udah pernah menyaksikan dengan mata kepala gua sendiri betapa bahagianya mereka-mereka yg berhasil menemukan satu sama lain itu.

Tapi, gua juga tahu bahwa menemukan soulmate kita itu TIDAK MUDAH.
Dan, yg lebih mengerikan lagi adalah...ternyata tidak semua orang bisa berhasil menemukan soulmatenya.

Gua pernah ngobrol sama seorang wanita paruh baya (yg identitasnya gua rahasiakan). Dia cerita ke gua bahwa dia merasa menikahi orang yg salah. Waktu itu umurnya sudah menginjak usia 27 tahun (which is masih sangat muda, kalo menurut dia saat ini) dan kemudian karena takut dianggap perawan tua, dia akhirnya buru-buru nikah sama seorang pria yg baru ia kenal beberapa minggu (yup, di dunia ini ada orang yg menikah hanya setelah kenal beberapa minggu). Bahkan keputusan untuk menikah tersebut mereka ambil di hari ketujuh semenjak perkenalan mereka, di malam setelah mereka berkencan untuk pertama kalinya (di saat kepepet, ga butuh logika, kata dia sih). 10 tahun setelah hari itu, ia menyesali keputusan gegabahnya tersebut karena ternyata suaminya adalah seorang pria yg tidak berdikari dan hanya mengandalkan harta orang tuanya semata. Sekarang mereka telah bercerai dan ia jadi seorang single mother yg berjuang menghidupi 4 orang anaknya sebagai cleaning service di sebuah pusat pertokoan kecil.

Dia bilang bahwa keputusan gegabahnya itu telah membuat dia tidak hanya kehilangan kesempatan menemukan soulmatenya, tapi bahkan kehilangan kesempatan untuk bisa hidup secara layak dan wajar. Sekarang dia hanya mampu berandai-andai, mungkinkah Tuhan YME memberikan dia kesempatan kedua untuk memulai kembali? Seandainya bisa, dia bilang, dia akan lebih sabar menjalani hidup. Kuliah dulu yg bener, kerja dulu yg bener, kenal dengan banyak orang, pacaran dulu untuk sekian waktu sebelum memutuskan untuk menikah.

Oke, contoh di atas memang cukup ekstrim. Tapi untuk bisa menegaskan point gua, gua harus ceritain contoh paling ekstrim yg pernah gua denger dengan kuping gua sendiri (bukan cuma berita di TV atau rumor)  Temen-temen pembaca setuju ga dengan pendapat sang wanita di atas, bahwa ia telah gagal menemukan soulmatenya?


Soulmate itu apa sih? Menurut gua, soulmate itu bukanlah sesuatu yg harus kita temukan, melainkan sesuatu yg harus kita bangun. Cinta sejati itu bukan bagaimana kita menemukan seseorang yg tepat, tapi bagaimana kita memupuk hubungan kita dengan cinta kasih, kesabaran, pengampunan, pengertian, dan komitmen, hingga tercipta sebuah keharmonisan dalam hidup.
Tapi menurut gua, meskipun kita tidak harus mencari seseorang yg "sempurna", bukan berarti SIAPA AJA bisa menjadi soulmate kita. Ga bisa.

Untuk bisa tercipta yg namanya saling mengerti itu butuh waktu yg tidak sebentar. Ga semua orang di dunia ini bisa cocok jadi suami istri. Kadang ada aja yg namanya perbedaan yg tidak bisa dijembatani. Jadi ya, gua rasa tetep penting untuk mencari seseorang yg cocok dan compatible sama kita. Meskipun ga harus 100% cocok, tapi seengganya harus udah ada dasar kecocokan secara prinsipal dan fundamental. Masalah nilai-nilai dan prinsip hidup misalnya, dan juga gaya hidup.

Kenapa gaya hidup berpengaruh? Karena gaya hidup itu mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang dan tingkat kecerdasan seseorang akan berpengaruh besar terhadap cara dia berkomunikasi secara verbal maupun non-verbal. Dan tanpa komunikasi yg lancar, ga akan bisa tercipta keselarasan hidup.

Jadi, gua rasa, soulmate itu mungkin bukan seorang pangeran / putri dari negeri antah berantah yg mendadak datang ke dalam hidup kita, tapi mungkin, soulmate kita adalah orang-orang terdekat kita yg sudah ada dalam hidup dan lingkungan pergaulan kita selama bertahun-tahun terakhir ini. Maksud gua, kalo orang-orang tersebut ga cocok sama kita, kita juga ga akan membiarkan dia berada di dalam kehidupan kita, betul ga? Minimal, kalo dia ada di dalam lingkungan pergaulan kita, itu tandanya secara prinsip dan gaya hidup, dia udah ada kemiripan sama kita.

Karena itulah gua suka ga habis pikir sama orang yg anti pacaran sama sahabat sendiri. Banyak yg ngomong gini "Sahabat tuh orang terbaik yg ada di hidup kita. Kalo pacaran sama sahabat sendiri, nanti kalo kita lagi ada masalah soal cinta, harus curhat ke siapa?" Lah, terus kalian pengen pacaran sama siapa? Pengen soulmate yg kayak gimana?

Logikanya kebalik, kalo menurut gua. Hubungan yg harmonis itu butuh yg namanya kasih sayang, saling menerima, saling toleransi, kompromi, dan juga rasa saling percaya which is gua rasa ga akan bisa tumbuh hanya dalam beberapa minggu setelah kenal doank. Karena itu, sahabat lawan jenis terbaik kita harusnya menjadi kandidat utama untuk menjadi soulmate kita donk, bukan hanya sekedar disimpan sebagai "ban serep" dan "tempat curhat" kalo kita lagi ada masalah doank.

Jadi ya, buat mereka-mereka yg masih sibuk mencari soulmate, poin PERTAMA yg harus kalian lakukan adalah...liat di sekitar kalian deh, ga usah jauh-jauh. Siapa sih yg ada di sisi kalian di saat suka maupun duka? Siapa sih yg akan kalian telp pertama kali di saat menghadapi kesulitan?

Rumus paling simpel kalo buat gua adalah : orang (sebisa mungkin lawan jenis ya) yg bisa kalian hubungi tanpa ragu jam 4 pagi sekalipun di saat kalian mengalami masalah dan kalian juga yakin kalo dia juga akan secepat kilat hadir ke sisi kalian saat itu juga apabila mendengar kalian sedang mengalami kesulitan...itulah soulmate kalian.

Coba liat video di bawah ini deh, mungkin bisa menambah inspirasi kalian :


Jadi ga usah mencari jauh-jauh, apalagi sampai ke luar negeri atau ke ujung dunia. Coba mulai dari orang-orang terdekat kalian dulu... Ga harus ganteng, ga harus kaya, ga harus sempurna, tapi selama dia mau dan rela menjalani suka duka hidup ini bersama kalian, itulah langkah pertama kalian berdua sebagai soulmate.

Being happy doesn't mean that everything is perfect. It means that you've decided to look beyond the imperfections. 

Poin KEDUA yg sering dilupakan orang adalah...bahwa mencintai itu adalah sebuah PROSES.
Gua liat, semua orang pasti ingin menemukan "true love" / "soulmate" nya, tapi masalahnya adalah...ga semua orang rela sabar menjalani proses pencarian itu.

Analoginya gini : Perjalanan cinta sejati itu bagaikan di saat kita membaca/menonton sebuah serial film/komik. Kadang butuh waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan kadang bertahun-tahun hingga serial itu tamat. Tapi in the end, kita puas dan bahagia telah mengikuti serial tersebut sampai akhir. Itulah cinta yg sejati. Butuh kesabaran dan kadang pengorbanan untuk bisa menikmati rasa manis di penghujungnya.

Tapi sayangnya ga semua orang bisa sesabar itu. Ada aja orang yg kalo baca komik/nonton film, karena ceritanya seru banget dan ga sabar tau endingnya, terus baru baca/nonton setengah, langsung skip ke chapter paling terakhir untuk liat endingnya. Yah, masyarakat kita memang seneng sama yg namanya jalan pintas, tapi sayangnya, di dalam hidup, apalagi cinta, GA ADA jalan pintas. 

Hidup itu adil sebenarnya. Orang-orang yg sabar dan telaten menjalani manis pahitnya sampai akhir, biasanya akan menemukan arti sesungguhnya dari perjalanan tersebut. Jangan terburu-buru karena umur, jangan pula kebawa-bawa pengaruh temen-temen yg mulai gendong bayi. Nah orang-orang yg mau cepetnya doank, mau cepet liat endingnya doank, orang-orang seperti itulah yg biasanya akan hidup dalam penyesalan.

To say that one waits a lifetime for his soulmate to come around is a paradox. People eventually get sick of waiting, take a chance on someone, and by the art of commitment become soulmates, which takes a lifetime to perfect 

Temen-temen yg sering traveling pasti tahu bahwa partner traveling yg paling baik bukanlah seseorang yg harus kita tunggu-tunggu atau cari-cari, tapi seseorang yg kita temukan di tengah perjalanan. Karena yg kita inginkan sebagai partner dalam perjalanan kita bukanlah seseorang yg harus kita paksa untuk ikut, melainkan seseorang yg juga menikmati perjalanan tersebut.
Yup, poin KETIGA, dan ga kalah penting...kadang untuk menemukan soulmate itu tidak berarti kita harus terus-terusan MENUNGGU, atau MENCARI. Ada kalanya, cara yg paling baik untuk menemukan soulmate kita adalah dengan membuat diri kita menjadi LAYAK untuk dia.

Logikanya gampang sebenernya, kalo kalian pengen ketemu soulmate yg sukses dan juga cerdas, kalian juga harus jadi sukses dan cerdas. Kalo kepengen pacar baik-baik, ya nyarinya di tempat laen, bukan di night club. Jangan harap punya pacar yg cantik, berpendidikan, dan berprofesi jadi model kalo kalian kerjaannya cuma ngabisin waktu di warnet siang malem maen DOTA. Gampang kan?

Kalo kalian ingin dicintai dan dipahami, kalian juga harus belajar mencintai dan memahami. Kalo kalian ingin dihormati dan dihargai, kalian harus jadi seseorang yg punya prinsip dan target dalam hidup. Jangan terus-terusan mencari dan menanti. Pencarian itu melelahkan dan penantian itu menyiksa batin.

Kalo kalian tersesat saat mendaki gunung misalnya, hal apakah yg harus kalian lakukan? Jangan diam di balik bayangan pepohonan, tapi naiklah ke tempat tinggi, dari situ kalian jadi dapat melihat keadaan sekeliling dengan lebih jelas, akan mempermudah kalian untuk mencari jalan pulang. Selain itu, dengan berada di tempat tinggi, kalian juga jadi lebih mudah terlihat oleh orang-orang yg mencari kalian.

Mencari soulmate juga sama logikanya. Jangan terus-terusan stay low profile dan jadi diam di balik bayang-bayang kesuksesan orang lain. Jadilah seseorang yg sukses dan terpandang, yg punya bakat dan talenta yg dikagumi orang, yg karyanya menyentuh dan mengubah hidup orang banyak. Dan saat itu, saat kalian berada di puncak, sang soulmate juga dapat menemukan kalian dengan lebih mudah ketimbang di saat kalian terombang-ambing tercampur aduk di tengah lautan manusia.

Sekali-kali, biarkan si soulmate yg lari-lari ngejar kalian, jangan kalian melulu yg lari-lari ngejar dia =)


Love is not something we give or get; it is something that we nurture and grow, a connection that can only be cultivated between two people when it exists within each one of them – we can only love others as much as we love ourselves.

You Might Also Like

90 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Kev, boleh dibilang ini SALAH SATU TULISAN TERBAIK kamu, loh! Keren dan di lain sisi bikin merenung :)

    Oh, ya, kalau rumusnya kaya yg kamu sebutin, rasa-rasanya pacarku yg sekarang udah seperti itu, dia selalu bisa diandalkan di masa-masa sulit sejauh ini, tapi terkadang ada aja cekcok yg bikin ragu soal kecocokan satu sama lain dan pada akhirnya berpikir masih bisakah dilanjutkan -_- tapi... pas udah kritis, ujungnya sama2 minta maaf dan mencoba lagi, mencoba memperbaiki kesalahan itu. Duh, kesannya nggak punya pendirian, yah? hehe

    Sering2 nulis yang kayak gini yah, kev, kalo perlu BUKUIN! ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, thank you, jadi malu nih baca komentarnya, hehehe. Udah lama gua pengen nulis gini, cuma tadi kebetulan aja inspirasinya lagi mampir.

      Kata gua, seperti yg lu alami itu bukannya ga ada pendirian, tapi ADA CINTA. Seni mencintai itu bukan hal yg mudah, seumur idup juga mungkin kita ga akan 100% menguasainya. Tapi justru di situlah intinya. Selama masih mau saling mengakui kesalahan, ga melulu mau menang sendiri, bersedia minta maaf dan juga bersedia memaafkan, dan sadar bahwa ga ada yg sempurna di dunia ini, begitu juga pasangan kita...hanya lewat pemahaman dan kerendah hatian itulah cinta sejati baru dapat tumbuh =)

      Delete
  2. Kev. Agak terenyuh baca di awal mengenai cewek yang nikah cepet2 itu. Well, bener banget itu. Sometimes orang karena terlalu mikirin kata orang, sampe2 nggak mikirin dirinya sendiri. Mutusin nikah terlalu cepat, tanpa menimbang apa bener cowok/cewek yang dia nikahin bener2 orang yang mau dia dampingin atau dampingin dia sampe tua nanti, sehingga akhirnya, di suatu masa ada rasa kebas dan kosong yang bikin diri sendiri nggak bahagia lahir batin. kalau kaya gitu, pastinya nggak bisa kemana-kemana. Apalagi kalau udah ada anak-anak yang mesti dipertanggungjawabin, pastinya akan membuat semuanya jadi rumit, dan membuat suami/istri akan coba bertahan ngejalanin demi anak. Tapi kalau dengan keterpaksaan gitu, dimana bahagianya ya, Kev? Apalagi hidup masih panjang, dan semua orang pastinya ingin bahagia dengan hal, dan orang2 yang bener2 dia cintai dan mencintai dia.
    Btw, sori ya kalau kepanjangan. Topiknya bagus soalnya... Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp, gua seneng kok baca komentar yg panjang panjang kayak gini, hehehe. Ya itulah kenyataan hidup. Gua sering kok denger banyak orang yg ngomong bahwa setelah pernikahan kita menginjak tahun kesekian, yg namanya cinta tuh sebenernya udah pudar, udah ga ada lagi percikan asmara atau getar getar luar biasa yg seolah-olah ajaib itu.

      Yg ada hanyalah komitmen dan kompromi. Demi anak, demi masa depan mereka, suka ga suka, ga peduli segimana pahit dan segimana beratnya, tetep harus diperjuangin. Karena itulah, gua salah satu orang yg punya prinsip untuk ga nikah cepet-cepet. Yg penting kitanya harus siap dulu secara mental dan juga finansial, baru bisa menghadapi rumitnya kehidupan rumah tangga, hehehe

      Delete
    2. Gue mau nanggepin dulu komennya Indar. Gue juga kadang suka heran sama orang2 yang bilang kayak gitu. Itu menurut gue merusak indahnya pernikahan. Padahal yang salah tuh sebenarnya mereka. Mereka nikah sebetulnya buat apa? Buat ngindarin pergunjingan? Atau karna apa? Gue nggak ngerti deh.

      Btw tulisan lu nampar gue banget. Gue lagi dalam masa pencarian soulmate nih. Hahaha. Dan setelah baca ini, gue bakal jadi diri sendiri (plus belajar bangga dan menghargai diri sendiri dulu) sembari berkarya, biar soulmate gue bisa lihat diri gue yang bersinar. Hahahaha.

      Bener apa yang para pengomentar bilang, bahkan menurut gue, ini tulisan lu yang the best. Gue bakal bookmark ini di pikiran gue. LOL

      Delete
    3. Mereka tetep nikah demi anak-anaknya mereka, Nuel. Menurut gua, cinta ortu terhadap anaknya tuh kadang bisa melebihi cinta terhadap pasangan, bahkan meskipun hati udah bercerai, tapi mereka tetep ga bercerai demi memberikan keutuhan keluarga dan nama baik...bukan buat mereka pribadi, tapi demi anak.

      Suatu hari kalo lu udah jadi orang tua, baru lu bisa mengerti hal yg satu ini. Sejauh apa seorang ayah/ibu rela berkorban demi anak-anaknya...

      Delete
    4. Tapi mereka waktu awal kenal atau pacaran bisa mesra banget, masa pas lewatin masa nikah, mendadak minta cerai, plus dengan alasan kita nggak sevisi/misi lagi.. Jeger!!!! Selama ini mereka ngapain aja? Lagian mereka pasti udah tau cinta itu saling melengkapi. Kalau saling, harusnya bisa saling mengisi biar jadi satu visi/misi lagi. Gue bener2 nggak ngerti sama konsep perceraian!!!

      Maaf atau gangguan ini.

      Hahahahahha...

      :D

      Delete
    5. People changed, Nuel. Dan yg namanya perubahan tuh bukan sesuatu yg bisa kita kendalikan. Kita ga bisa menolak perubahan, dan kita ga bisa mengubah orang lain, yg bisa kita ubah hanyalah diri sendiri. Gua ga nyalahin mereka2 yg udah nikah, ga cocok, terus cerai. Kaga, karena itu pilihan mereka masing2. Gua cuma nyaranin, untuk memperkecil resiko perceraian, pacaran dulu yg bener, saling mengenal sebaik mungkin, supaya nanti kalo ada masalah bisa diselesaikan dengan komunikasi yg bener. Tapi gua lebih salut lagi sama orang tua yg meskipun udah ga cocok sama pasangannya, tetep ga cerai dan mempertahankan keharmonisan rumah tangganya demi anak2nya. Don't judge what you don't know. Lu alamin dulu aja sendiri, baru ntar lu bisa ngerti...

      Ga usah kebanyakan mikir, pacaran dulu aja sana cobain...wkwkwk

      Delete
    6. Overall, gue mulai mengerti sedikit konsep perceraian. Thank you, Ven. Benar banget kata lu, mungkin itulah gunanya konsep pacaran (yang sehat). Buat belajar memahami dan menerima pasangan masing2. Sepele sih, tapi vital. Lewat masa-masa pacaran, kita sama pasangan kita bisa saling menjembatani dan mengatasi perbedaan2 yang ada. Hehehe.

      Delete
  3. Yup I agree!

    - Aku punya prinsip that the person I will marry someday is my soulmate and also my best friend. Aku rasa hubungan seperti itu lebih erat dibandingkan soulmate berlandaskan cinta saja--relationship needs its sugar salt spice to be delicious.(?)
    - To meet someone who will love me, first we need to love ourselves first. Pasti udah sering baca tulisan ini kan tapi pasti belum bener2 memaknai artinya.
    - Kalau aku, selama aku belum bahagia jadi single, aku ga akan bahagia in relationship.
    - To be in relationship is to be with one completely independence individual. Aku suka bingung sama orang yang suka bilang, you're half of my life etc. Menurutku, relationship dan marriage itu bukan dua half and half yg menjadi satu. Menurutku itu adalah dua individual yang memutuskan untuk berbagi misi dan visi untuk tinggal bersama. Betul ga? Hehe.


    Liked tulisannya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Liked juga komentarnya, hehehe. Setuju sama semua poin poin di atas. Dan ya, menurut gua yg paling penting ujung2nya kembali lagi ke diri sendiri =)

      Delete
  4. Gue setuju banget persepsi lo mengenai soulmate, bang KEPEN! Sebenernya kita gak perlu mencari yang muluk-muluk untuk menemukannya. SAHABAT, atau teman terdekat! itu udah ngena banget menurut gue. Secara, dia udah pasti tau bagaimana kita, seperti apa kita, dan tentunya yang namanya sahabat pasti akan bisa memahami kelebihan dan kekurangan kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, belum tentu dia tuh sahabat yg berubah dari pacar, tapi lingkungan pergaulan kita tuh sebenernya tempat yg paling mudah untuk mengawali pencarian kita, hehe

      Delete
  5. omaigat koko tulisannya keren banget gak boong, dari dulu sampe sekarang tulisan lu selalu cakep punya deh.

    tiba-tiba keinget momen 2.5 taun lalu pas gua putus dan nangis-nangis gara-gara ngebaca tulisan elu doang bahahahaha.

    gua setuju banget soal poin ketiga, gua juga lagi proses 'ngedempul' kepribadian gua dulu aja lah, kalo uda 'siap' baru cari soulmate hahaha. tapi kalo poin pertama, rasanya gua galau... karena gua takut aja kalo pacarnya dari sahabat yang uda deket banget gitu rasanya kalo ceritanya jadian sama sahabat sendiri terus putus, jadi 'merusak' persahabatan gitu, susah rasanya narik balik kembali momen-momen kebersamaan pas jadi sahabat. itu menurut koko gimana tu? j:-|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawabannya udah pernah gua bahas di postingan gua yg tentang FRIENDZONE. Tapi intinya gini, ntar setelah nikah ya Bi, sahabat lu (yg lawan jenis) tuh ga akan bisa stay sedeket ini sama lu seperti sekarang. Pasti otomatis menjauh, pasti otomatis di hati dia yg no 1 udah bukan lu lagi, tapi istri dan anak-anaknya. Jadi, kalo lu memang punya seorang sahabat yg super duper cocok sama lu, daripada ujung-ujungnya dia menghilang ditelan waktu dan arus kehidupan, mendingan ambil resiko, coba jadiin dia "Sahabat Seumur Hidup" lu alias soulmate lu, suami lu.

      Gua udah pernah beberapa kali fall in love sama sahabat sendiri. Ada yg berhasil, ada yg gagal, tapi apapun yg terjadi, in the end, kalo lu berdua memang adalah SAHABAT, persahabatan lu berdua ga akan rusak, malah akan jadi tambah dalem, berubah menjadi sesuatu yg lebih platonic...

      Gua kenal beberapa orang temen yg jadian dan akhirnya married karena awalnya bermula dari persahabatan. Tapi ya balik lagi ke perasaan lu sendiri ya. Kalo memang ga ada rasa sayang melebihi seorang sahabat, ya jangan dipacarin. Tapi kalo lu ada rasa sayang yg melebihi sekedar persahabatan, ga ada ruginya kalo dicoba.

      Delete
  6. tulisannya jempol kak :)
    kalau kata mas noveldy itu (dalam buku menikah untuk bahagia).. soulmate is made,..

    ReplyDelete
  7. setuju sama 3 poinnya ven. ada disekitar, proses dan layak. Sering denger tentang pria yang baik bakal dapet wanita yang baik, buat poin ke-3. selama menanti soulmate itu juga, wajib ngelayakin diri, mau dapet yang plus sikap kelakuan enggak boleh minus. Pernikahan yang tahan bertahun-tahun lamanya kadang mungkin nggak ada lagi sisa-sisa cinta awal pernikahan, yang tinggal paling komitmen, janji, tanggung jawab, dsb. Itu kenapa gue setuju sebenernya cinta emang harus dibangun tiap hari. Kadang kalo gue udah bosen sama pasangan gue, gue selalu coba inget alasan gue suka sama dia dulu-dulu, dan gak ada manusia yang sempurna, hubungan yang sempurna, sesempurnanya apapun masih ada langit, jadi yang gue lakuin "gimana caranya gue,hubungan gue,dia, kita buat sempurna ngalahin mereka" :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget sama pendapat lu, Mel =)

      Delete
  8. bang, kok tulisannya keren banget ya? inspiratif lagi. wah, jadi semangat gue nih jadinya. haha.

    ReplyDelete
  9. soulmate bisa didapet dari sahabat sendiri :)

    ReplyDelete
  10. Ah,, Agree in every points. Betul kalo soulmate nggak bisa semua orang tapi agree juga proses pembangunan nya juga butuh waktu, nggak bisa instan.
    I did meet someone whom I thought as my soulmate. I still do think he is my soulmate, but I'm not with him now. Tapi ini soulmate yg gue "found" so mungkin beda sama pemikiran lo.
    And then I met this guy whom I am with now (you know it's Bandi) and I never call him my soulmate, I prefer him as my best friend. Mungkin ini yang lo sebut sbg soulmate yang di-made, bukan found. I love him very VERY VERY much and he's my bestfriend. Sometimes I understand what he thinks without him even saying.

    I have met both, the soulmate I found and the soulmate I made.
    But in the end, the one who's with us is the one who fights for it. =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, I remember the story you told me back then. The same thing happened to me too. I "found" someone that I thought was my soulmate, but in the end we couldn't be together.

      Delete
  11. suka deh bacanya..
    tapi aku selalu bertanya-tanya..sebenernya soulmate yang pas sama kita itu seseorang yang punya pemikiran dan sifat yang sejalan sama kita atau yang berseberangan ya? well, kalo ibarat kancing baju, kalo sama kan nggak bisa melengkapi..orang yang bener-bener beda sama kita kan bisa melengkapi hidup kita..tapi mereka susah untuk mengerti kita..orang yang 'sama' seperti kita kan pasti lebih bisa mengerti kita..nah menurut kakak lebih baik sama yang mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang yg mau memperjuangkan lu, mau belajar kompromi dan bersedia menerima lu apa adanya =)

      Delete
  12. gua setuju dengan point terakhir... banyak yg suka bilang "jodoh itu di tangan Tuhan" betul emang... tapi kita kan ga bisa nunggu sambil ngarepin tiba2 Tuhan kasih jodoh... mau ga mau ya harus kita yg nyari... gimana cara nyarinya? bener lagi kata lu, mulai dari orang2 terdekat... bisa jadi, temen curhat kita itu ternyata naksir kita hahahahaha... ini pengalaman pribadi...

    moga2 lu cepet bisa ketemu soulmate lu ya :D

    ReplyDelete
  13. Dari sekian tulisanmu, ini yang paling oke. Aku sendiri baru menemukan soulmateku di usia 42 tahun, setelah sekian lama terjebak dalam kesalahan fatal. Mungkin di mata orang apa yang Aku lakukan adalah kesalahan besar, tapi apa yang orang lain bisa lakukan di saat Kita tengah terluka just to say "Oooh poor you..bla..bla..bla"
    But am really happy now, finally i found my soulmate"

    ReplyDelete
  14. coba aja kalau si orang yang gue tuju baca juga posting ini.
    hampir semua orang kan paradigma nya sama, sahabat lawan jenis gak mungkin jadi pacar. gak ada chemistry ataupun rasa suka karena udah tau sampe sudut-sudutnya :))

    pacaran itu gak selalu konteksnya gak baik ya padahal, dari proses pacaran juga kan ada sisi positif nya, kita bisa belajar ngenal gimana sifat dan cara interaksi sama lawan jenis.
    makanya sering banget gue bilang sama ade gue yg masih SMA supaya punya pacar, bukan buat macem-macem lah ya, biar dia bisa ngerti gimana komunikasi sama lawan jenis aja.
    mama gue juga selalu bilang supaya kalau nyari jodoh soulmate pendamping hidup gak boleh buru-buru. ada rasa saling menghargai dan mengalah kalau dalam sebuah hubungan.

    jangan pernah percaya kalo pasangan kita mau berubah buat kita. misal si pasangan kelakuannya emang jelek, "ah nanti sama gue dia pasti berubah dia kan udah janji. gue juga yakin bisa ngerubah dia."
    hal kayak gitu hampir hampir mustahil, yang ada nantinya kita yang ngalah buat nerima sifat jelek dia dan ikut belok.

    semoga gue nanti nya bisa ketemu sama jodoh yang sesuai sama imajinasi gue ya. walaupun yang sempurna itu gak nyata dan yang nyata itu gak sempurna, paling enggak kalau kita bisa saling nerima apa adanya pastinya udah cukup :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama lu percaya, lu pasti nemuin dia, Dit. Gua yakin =)

      Delete
  15. Ini tulisan bikin termenung banget pas bagian: Hidup itu adil sebenarnya. Orang-orang yang sabar dan telaten menjalani manis pahitnya sampai akhir, akan menemukan arti sesungguhnya dari perjalanan tersebut.

    Yap. setuju banget. Itu juga yang dirasain si ibu-ibu setengah baya itu kan?

    Two thumbs up, bang Kevin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suka banget sama komen yg satu ini. Hidup ini adil kok sebenernya...ada usaha, pasti ada jalan, begitulah =)

      Delete
  16. Sahabat juga bisa jadi pacar, juga yang tadinya orang yang diincer itu malah jadi sahabat juga ada kan, ya.
    Tapi kalo rasanya males buat pacaran dulu karena mau fokus ke tujuan untuk mencari soulmate agar kita lebih gampang dilihat juga nggak masalah kan.
    apa harus pacaran terus?
    Rasa nya kadang kalo lagi pengin diperhatiin kayak butuh pacar, tapi kalo lagi males sosialisasi dan banyak tugas dan kerjaan males banget mau ngasih perhatian ke seseorang bahkan diperhatiin seseorang pun nggak mau.
    Atau itu gue nya aja yang labil :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu sih lu nya aja yg labil, hehehe. Namanya mau pacaran, ya harus ada pengorbanan. Itulah yg namanya proses belajar =)

      Delete
  17. Gile Ndro, emosi gw naik turun baca ini. Bener banget, menurut gw jga nyari soulmate itu butuh proses. Kalo kita sering ribut sama pacar, itu berarti kita belum ketemu aja keselarasannya dan masih egois. Soulmate gak harus sama dengan kita, tapi adalah yang bisa ngertiin kita dan dukung kita. Yang penting kita harus cari orang yang bisa buat kita nyaman, hmm... Mending lo bkin buku tentang motivasi cinta Bang.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku motivasi tentang cinta mah udah banyak di Gramed, hehehe. Yg gua tulis di Emotional Flutter ini, semuanya murni pengalaman pribadi =)

      Delete
  18. Bastard ! Gue suka baca artikel ini, walaupun bisa dibilang gue belum tertarik dengan cinta sejati. tapi setelah baca ini, gue jadi semangat dan akan mencoba membangun cinta dengan seseorang. hehhe

    tapi dari kesimpulan cerita wanita tadi, Kuliah dulu yang bener dan Kerja dulu yang bener membuat gue memprioritaskan kuliah nomor 1, soal soulmate mah bisa nyusul di deretan ke-2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, kejar impian lu, buat diri lu jadi seseorang yg oke, dan layak untuk dicintai...soulmate lu akan datang kemudian dengan sendirinya

      Delete
  19. sahabat jadi cinta tuh ftv banget yaa... tapi emang bener sih, kadang kita ga memperhatikan seseorang yang ada di dekat kita dan lebih memilih mencari yang jauh.
    by the way aku suka ending-nya, biarkan dia saja yang mencari :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di saat gua bales komentar lu ini, "soulmate" gua baru aja nemuin gua lho. Percaya deh, selama diri lu layak untuk dicintai, soulmate lu juga bakal bisa nemuin lu =)

      Delete
  20. gue setuju kalo kita akan mendapatkan orang yang mirip dengan kita. maksudnya, kalo kita cerdas, akan lebih gampang dapet yg cerdas juga.
    kalo kita rapi, akan dapet yang rapi..
    tapi segala hal tetep mungkin terjadi sih. kadang kaya FTV, orang males, ketemu sama si rajin hehe

    trus kalo sahabat, errr kadang kriteria orang yang mau dijadiin pacar dan dijadiin sahabat banyak bedanya. untuk dijadiin pacar rasanya rada lebih selektif daripada mau dijadiin temen/sahabat.

    dan gue percaya dengan adanya jodoh. jika seseorang memang diberikan untuk kita, jalan menuju kesana akan lebih mudah, makanya gue woles aja, selow gitu nyari pasangan. nanti juga keliatan mana yang cocok. temenan aja dulu sama banyak cewek. asal ga tebar pesona. daripada sibuk pedekate lalu gagal, ujung - ujungnya sakit ati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue suka paragraf lu yang terakhir, Kro. Benar sekali. Dan gue juga sama kayak lu. Woles aja gitu. Yah kalau segal buktinya udah jelas (dia jodoh kita), pasti jalannya mudah dan kali ini, nggak bakal gue sia-siakan lagi. Hahaha. Bakal gue tangkap dia ke pelukan gue. Hahaha

      Delete
    2. Yup, mencintai itu sebuah seni, ga ada teori yg 100% bener. Intinya ya, cintai dulu diri lu sendiri, sebelum mencintai orang lain =)

      Delete
  21. ya ampun kok tepat banget sih ini tulisannya sama keadaan ane sekarang huhu. Ane lagi super sebel ama cowo ane, and sebenarnya pengen banget minta putus, tapi begitu baca di bagian 'soulmate is made not found', ane jadi kek kesetrum gitu. Soalnya ane ngga pernah nemuin orang kek cowo ane sekarang. Dia sahabat ane yang paling dekat, dia bisa baca pikiran freya, dan ngertiin freya banget. Sering sih kepikiran jangan-jangan dia soulmate Freya, tapi banyak juga hal yang Freya ngga bisa tolerir, makanya Freya pengen putus dan cari yang lain aja. *sigh*

    ReplyDelete
  22. i hope i could find my soulmate~ sigh

    ReplyDelete
    Replies
    1. You will buddy. I just found her last month =)

      Delete
  23. Waw.. baca tulisannya mas kev ini bagus bagus :)
    nemu ni blog di google dalm pencarianku untuk mencari "inspirasi" hebat benar dah :)

    tulisannya kena smua, banyak sisi yang memberikan kita banyak pelajaran berharga deh.

    ReplyDelete
  24. Teorinya panjang amaaaat sih. Sebetulnya begini. Bergantung pada kualitas kita sebagai manusia juga. Kalo kita berkualitas sebagai manusia yang gak sabaran ya jadinya dapatnya seadanya. Kalo temenmu yang ekstrim itu (waaah, mirip benar dengan cerita hidupku, bedanya mantanku insinyur, dan desakan ortu itu paling dominan), mau berterima kasih, memperbaiki diri, masih tidak mungkin bahwa dia bisa ketemu dengan soulmate.

    Dan kenapa cari keluar negeri... tentu semua ada alasannya. Kalo aku alasannya, orang Indonesia (muslim) seumurku kalo gak ajak selingkuh, nikah siri, poligami, tapi banyak gak serius cuman TTM.

    Lewat online gak ada salahnya, cuman lebih banyak yang bertaring di sini, jadi mesti banyak belajar untuk ngerti mana yang baik dan tidak.

    Dan bila kita percaya pada Tuhan, akan diberi, bisa saja di offline, online, bahkan di surga kelak (kelamaan ya). Semakin banyak kita berbuat baik pada orang lain hidup kita akan lebih mudah, gak percaya... coba aja...

    Sorry komen kepanjangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp, Mbak Ami. Thank you udah share pengalamannya di sini =)

      Delete
  25. gue percaya sama yang namanya cinta sejati.. tapi, gue ngga percaya kalo cinta sejati itu cuma 1x
    menurut gue, cinta sejati itu datang berkali2..
    hwekekeke :))v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, setuju. Bukan berarti gagal sekali lantas pupus semua harapan =)

      Delete
  26. Telat banget tau blog ini :) tapi better late than never *hahahaha*
    suka banget postingan yg ini.
    Gue percaya sesuatu yang indah itu ga muncul tiba-tiba, butuh proses dan setiap proses yg udah dilewatin pasti punya buah yang manis.
    Dalam milih pasangan juga gue lebih suka sama orang yg emang udah ada di circle gue, agak ga percaya sama yang tiba-tiba kenal & langsung PDKT, yg udah lama kenal aja belum tentu cocok gimana yg baru :)
    anyway thank you buat pencerahan lewat poin ke tiga, kadang as human kita suka sibuk nyari yang terbaik tapi lupa buat jadi yang terbaik terlebih dahulu :)

    ReplyDelete
  27. Lagi mempersiapkan diri nih, biar dapet soulmate yang baik juga :D

    ReplyDelete
  28. Bahagia banget, bahagia liat tulisan ini. Dan lihat seseorang berkomentar di sini :3

    < anak kecil aja udah baca begini ahaha ahaha ._. Malu sama om kepen ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp donk, ini kan pengetahuan umum, ilmu hidup, hehehe

      Delete
  29. Ngebuka mata rasa na setelah baca tulisan d atas, mencoba bersabar dlm perjalanan menemukan soulmate tsb...
    Inspirasi bgt dah nih blog, pdhal br baca bbrp judul...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Akhir akhir ini gua lagi ga bisa banyak nulis, tapi setiap ada waktu kosong, gua pasti akan nulis lagi. Tongkrongin etrus yaaa

      Delete
  30. tulisannya sangat menguatkanku yang lagi cr soulmate nih hehe, aku setuju sekali dengan ulasan diatas..untuk nemuin soulmate butuh campur tangan Tuhan banget .. jika tdk ingin menyesal seumur hdp.. selamat ya ko udah nemuin soulmatenya (tu liat di PP)

    ReplyDelete
  31. Ada pertanyaan besar yang sedang menggerogoti pikiran gue bg. Mengapa ia terlalu gegebah? Tua itukan cuma usia. Bukan takaran kemapanan.

    Hah, gue bacanya rada ngeri2 sedap deh. Soalnya, gue masih belum terlalu memahami dunia beginian. Kisah cinta gue belum pernah setaragis ini.

    Satu hal yang gue palajari, emang kita gak bisa jadi orang yang mengedepankan omongan orang lain tentang hidup kita. Awalnya emang Indah. Tapi, gue tau dari kisah di atas, gak ada lagi kata Indah, setelah 10 tahun kemudian.

    Gak kebayang harus membuat wanita sekuat itu rapuh karena lelaki yang tak mandiri.

    Gue turut prihatin sama mbk2 itu. Salam semangat dari gue buat dia, ya bg.

    Sejatinya, cinta itu hadir karena diciptakan bukan dipaksakan. "Betul tidak.." :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawaban dari pertanyaan lu itu, gua takut bakal menyinggung banyak orang di sini hehehe. Let's just say, ada hubungannya sama agama yg dia anut =)

      Delete
  32. Setuju banget ma poin poin tersebut,
    dan cinta setjati itu adalah seseorang yang mau menerima keadaan kita saat ini itu yang terutama

    ReplyDelete
  33. Pandangan ane selama ini tentang SOULMATE, Runtuh seketika setelah baca tulisan ini.
    Setelah ane pikir & rasakan sendiri, memang bener soulmate itu ga akan kita temuin hanya dengan menunggu. Perjuangan Cinta di alam nyata memang sangat berbeda dengan dunia fiksi hasil karangan manusia. Kita ga akan dengan mudah bertemu seseorang secara tidak sengaja kemudian pada pandangan pertama kedua insan langsung menaruh hati dan jatuh cinta.
    yang ane dapet dari tulisan tulisan ini adalah kita harus mencari, bukan menunggu. Kita Harus menjadi orang yang layak untuk dia yang layak kita cintai :D
    Ajiiib Tulisannya Brooo..
    Thanks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soulmate is made, not found. Thank you ya udah baca, semoga bermanfaat =)

      Delete
  34. Gue jadi lebih tau apa itu soulmate, yang tadinya gue pandang remeh. Semua tulisan ini emang bener-bener bikin merenung dan memikirkan ulang untuk bener-bener bisa mencerna isinya yang dalem ini.
    Gue terharu banget sama kisah ibu-ibu paruh baya yang di awal tadi. Cuma gara-gara satu langkah yang awalnya dia anggep sepele, ternyata bisa berdampak sangat besar buat kehidupannya di masa depan.
    Pokoknya tulisan ini kereen... kereen.. kereen !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you udah komentar =) Ya makanya, kenali dirimu baik baik, kenali pasanganmu baik baik, sebelum memutuskan untuk menikah.

      Delete
  35. Panjang lebar bahas soulmate dan dibuktikan di akhir tulisan kalau penulis gak cuman bikin teori tapi udah melaksanakannya, bahkan udah dapet SOULMATE nya.. :)) mantep kang..

    Gue harus gitu juga kayaknya.. Nih. Seenggaknya bnyak yg belum gue tahu kalau ternyta nyari soulmate itu kaya seorang traveler nyari partner di dalam perjalanannya.. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di perjalanan hidup kita akan ketemu banyak orang, tapi bagaimana kita bisa memilih satu orang yg paling tepat di antara sekian banyak orang? Butuh PENGALAMAN untuk bisa bijaksana dalam memilih, butuh PROSES untuk bisa saling memahami, dan juga KEBERUNTUNGAN untuk bisa berada di tempat yg tepat pada waktu yg tepat dan bertemu orang yg tepat =)

      Delete
  36. Panjang lebar, tapi true story banget. Kebanyakan manusia yang gue temui malah anti kalau pacaran sama sahabat sendiri. Padahala gue pernah baca salah satu buku yang di dalamnya ada kata: "Kami lebih milih sahabat daripada pacar, tapi kami lebih seneng sahabat yang jadi pacar." Ini nunjukin banget kalau soulmate itu ada di sekitar kita. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, soulmate lu mungkin saat ini udah ada di sekitar lu, meskipun lu belum menyadarinya. Jadi, teruslah berusaha menjadikan diri lu lebih dan lebih baik lagi dari sebelumnya, buatlah diri lu LAYAK di mata dia dan cinta akan datang dengan sendirinya =)

      Delete
  37. Buset detail abis bangg udah lama aku nggak kesini, eh sekalinya ke sini dikasih cinta cintaan..tapi emang bnr sih kdang kita nyari sampe kemana mana ternyata orang nya ada di sekitar kita...dan embg iya jga klo jodoh kita adalah cerminan diri kita..khan klo mau dpetin prince we have to be princess, too...behehehe...keren nih postingannya..dan udah dpet soulmate yah ciyeeee...di negeri rantau udah dpet soulmate. Apa gue harus posting soal cinta dlu biar cepetan dpet?? Hehehe. Nice post kakaaaaaaaaak :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, iya nih, udah lama ga liat komentar dari Meykke. Apa kabar? Gua juga akhir akhir ini lagi jarang nulis, sibuk. Intinya dari postingan ini, cinta itu ga usah dicari, buatlah diri kita layak untuk dicintai, dan cinta akan datang dengan sendirinya...

      Delete
  38. Wah, degdegan setelah baca ini. Siapa tahu kalo sebetulnya selama ini aku udah melewatkan seseorang di sekitarku yang ternyata soulmate, potongan hatiku! Huehehe. Oh iya betul juga kalo soulmate itu dibentuk, bukan nemu. Pun kalo dibentuk tetep harus nemu orang yang minimalnya masuk kualifikasi calon soulmate kita, kan. Sama-sama punya tujuan yang sama biar bisa gerak bareng.
    Wooo aku mau baca lagi ah biar lebih paham hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. You already on the right track, Ashima. Teruslah berkarya dan sentuh banyak orang dengan karyamu, cinta pun akan datang menemukanmu dengan sendirinya =)

      Delete
  39. Cinta sejati itu bukan bagaimana kita menemukan seseorang yang tepat, tapi bagaimana kita memupuk hubungan kita dengan cinta kasih, kesabaran, pengampunan, pengertian, dan komitmen, hingga tercipta sebuah keharmonisan hidup.

    Fix, saya setuju banget dengan tulisan ini, dan salah satu kalimat yang saya kutip di atas. Soulmate itu kita yang buat bukan datang dengan sendirinya. Aku baru sadar itu beberapa bulan yang lalu kak, saat aku mencari seseorang yang pantas untuk aku singgahi. Tapi ternyata tidak usah dicari, aku hanya nggak sadar sebenarnya orang tersebut sudah ada di dekatku.

    ReplyDelete
  40. entri lama yah :D
    tapi aku belum komen di sini
    menikah itu memang keputusan yang besar
    semacam antara hidup dan mati emang :P
    kalo ga bener2 penuh perhitungan dan nekat, ga bakal bisa

    ReplyDelete
  41. pembahasan mendalam tentang soulmate, saya jadi tahu soulmate itu apa. Baru kenal pria beberapa hari, udah langsung nikah. Kasihan wanita itu, mungkin kurang cerdas. Untuk apa mencari-cari pasangan, kalau ternyata ada sahabat, siapa tahu dari sahabat, bisa menjadi pasangan hidup :)

    ReplyDelete
  42. Setuju... Pokoknya harus sabar menanti soulmate. terus kalo udah lama menanti tapi ga dateng dateng juga berarti soulmate nya ada di sekitar kita. Yup bener! Jangan cuma ngarep, nunggu, terus menemukan tapi berusaha untuk menjadi layak! Ah keren kali tulisan ini. Suka suka suka...

    ReplyDelete
  43. Ya Tuhan itu video keren banget, terhahu, huhuhu

    buat statement di atas, setuju banget.
    terkadang orang yang kita cari-cari itu ya orang-orang disekitar kita.
    tapi kok aku belum nemu ya? huhu

    ReplyDelete
  44. Aku setuju sih kalau cinta sejati itu ada, karena Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasang. Ya kali Tuhan lupa ciptain pasangannya..

    Untuk semua poin diatas aku setuju.
    Poin pertama, pasti pernah denger cinta datang karena terbiasa, jika hampir bertahun-tahun ada dalam kehidupan pasti akan timbul rasa cinta itu.
    Poin kedua, mencintai itu butuh proses dan butuh sabar. Iya juga ya, kadang ngerasa iri sama orang yang udah ketemu jodoh tapi kitanya belum ketemu sendiri akhirnya cuma bisa sabar aja.
    Poin ketiga, mengejar atau menunggu, ini tergantung situasi dan kondisi. Haha

    Videonya keren banget lho, ternyata buatan Thailand. Eh tapi itu nyata gak sih?

    ReplyDelete
  45. Pulang les masih capek langsung disuguhin post yang MANTAP! (Kalimat promosinya cukup sampai situ. Kemabli ke komentar)

    Gue kasian dengan nasib wanita yang diceritakan di atas. Sampai dia nggak ketemu soulmate-nya.

    Kalo misalnya orang yang terdekat itu nggak pernah ada, repot juga dong. Ujung-ujungnya, ngejar dan nyari terus.

    ReplyDelete
  46. Beneran Sihh Tapi Tetep Aja Nyari Soulmate Itu Susah :V

    ReplyDelete
  47. hemmm, jadi inget sebulan kemarin waktu putus sama pacar yg notabene sahabat sendiri.. :3
    berawal dari hal yang sepele sih, ya gue terlalu sibuk dengan urusan kuliah jadi akhirnya kelupaan buat komunikasi dengan dia, dan kejadian itu terus berulang-ulang,,
    dan akhirnya putus juga, meskipun udah putus gue tetep jaga komunikasi sama dia sapa tau aja suatu saat nnti dia belum punya gebetan lain dan kemudian gue embat lagi sidia. hahahha

    ReplyDelete
  48. lni ternyata udah lama postnya

    em, lihat sekitar. dan memantaskan diri
    saya setuju tuh. temen terdekat itu emang calon terkuat untuk jadi soulmate. intinya sih banyakin komunikasi mungkin antar temen. ya.

    jadinya kita juga bisa saling mengerti dan ngk tertutup kemungkinan bisa deket, aplagi temen yang lawan jenis. Memantaskan diri emang perlu. tapi kalau terlalu berpikir bahwa gk cocok, nggak pantas atau yang lain ya jadi masalah juga sih.

    paling setuju mencintai itu proses
    bahkan setelh berkomitmen serius buat keluarga. cinta itu tetap masih butuh proses agar terus bisa bertahan

    ReplyDelete
  49. Pada dasarnya sih aku setuju dengan konsep tentang soulmate pada tulisan di atas. Cinta sejati itu bukan asal cinta, cinta itu bisa di sebut sejati kalau kita dan pasangan bisa menjadi partner hidup yang baik.

    Kalau sekedar cinta sih, orang yang baru pacaran sebulan juga kalau di tanya cinta, ya pasti jawabnya cinta. Tapi modal cinta doang belum tentu bisa jadi partner hidup, sementara partner hidup sudah pasti saling mencintai.

    Yap, aku juga setuju kalau cinta sejati itu butuh waktu dan proses dalam membangunnya. Tapi hidup ini di kejar waktu.

    Aku sih gak menyalahkan kalau ada orang-orang seperti ibu di atas yang buru-buru memilih pasangan. Seperti yang udah ku bilang, hidup itu di kejar oleh waktu. Semua orang punya target dan goalnya masing-masing.

    Dan kalau waktunya semakin mepet (waktu mepet setiap orang berbeda), ya gak heran kalau banyak orang yang akhirnya salah mengambil keputusan.

    Intinya sih harus sabar. Tapi aku tahu kalau sabar itu gak segampang mulut berucap hehehe

    ReplyDelete
  50. Pada dasarnya sih aku setuju dengan konsep tentang soulmate pada tulisan di atas. Cinta sejati itu bukan asal cinta, cinta itu bisa di sebut sejati kalau kita dan pasangan bisa menjadi partner hidup yang baik.

    Kalau sekedar cinta sih, orang yang baru pacaran sebulan juga kalau di tanya cinta, ya pasti jawabnya cinta. Tapi modal cinta doang belum tentu bisa jadi partner hidup, sementara partner hidup sudah pasti saling mencintai.

    Yap, aku juga setuju kalau cinta sejati itu butuh waktu dan proses dalam membangunnya. Tapi hidup ini di kejar waktu.

    Aku sih gak menyalahkan kalau ada orang-orang seperti ibu di atas yang buru-buru memilih pasangan. Seperti yang udah ku bilang, hidup itu di kejar oleh waktu. Semua orang punya target dan goalnya masing-masing.

    Dan kalau waktunya semakin mepet (waktu mepet setiap orang berbeda), ya gak heran kalau banyak orang yang akhirnya salah mengambil keputusan.

    Intinya sih harus sabar. Tapi aku tahu kalau sabar itu gak segampang mulut berucap hehehe

    ReplyDelete
  51. hemmm, jadi inget sebulan kemarin waktu putus sama pacar yg notabene sahabat sendiri.. :3
    berawal dari hal yang sepele sih, ya gue terlalu sibuk dengan urusan kuliah jadi akhirnya kelupaan buat komunikasi dengan dia, dan kejadian itu terus berulang-ulang,,

    ReplyDelete
  52. inilah bro yang gua suka tentang hidup dan keluh kesahnya hahaha.
    kadang ada juga orang yang udah nemuin soulmate-nya tapi karena beberapa hal, mereka enggak jadi ke pelaminan.
    mungkin salah satu tantangan hidup itu PENERIMAAN, mengikhlaskan segala sesuatu yang mengecewakan apalagi buruk untuk dimaafkan.
    coba bikin buku bro, matengin konsep di outline nya aja dulu

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe