Sekolah Ke Luar Negeri? Kenapa Tidak?

23:18:00



"The world is a book and those who do not travel only read a page"
(Dunia ini bagaikan sebuah buku, dan mereka yg tidak pernah bertualang hanya membaca satu halaman saja) 

Dari kecil, gua punya satu cita-cita : pengen sekolah ke luar negeri. Ga tau buat apa, dan ga tau manfaatnya apa, pokoknya kesannya keren aja gitu kalo bisa sekolah ke Amerika, Jepang, atau Australia. Dan gua inget banget, waktu gua kecil, kedua orang tua berjanji sama gua : kalo gua belajar dengan rajin, bisa lulus SMA dengan nilai-nilai yg baik, waktu kuliah nanti, mereka akan sekolahin gua ke luar negeri. Ucapan itulah yg jadi pegangan gua selama 14 tahun gua bersekolah dari TK sampai lulus SMA. Ga peduli sesulit apapun pelajaran yg gua hadapi, gua tetep semangat, berpegang pada sebuah harapan untuk bisa sekolah ke luar negeri.


Tahun 2006, awal semester terakhir gua di SMA, kuliah menjadi sebuah topik pembicaraan paling HOT bagi anak-anak kelas 3 SMA seangkatan gua. Setiap jam istirahat, pasti ngobrolinnya tuh soal "mau kuliah di univ mana?" dan "jurusan apa?"  Untungnya waktu penjurusan di SMA tuh gua masuk IPA, jadi pilihan jurusan gua lebih luas daripada mereka yg waktu penjurusannya masuk IPS (no offense ya buat yg IPS). Mau ambil kedokteran, teknik, sastra, seni, informatika, semua bisa. Gua bareng temen-temen gua juga sibuk ikutan seminar sana-sini, ambil brosur universitas sana-sini.

Setelah berpikir panjang, akhirnya gua memutuskan mau kuliah di mana. Sebuah universitas art & design ternama di Malaysia, jurusan Game Design. Sebenernya tentunya gua pengen kuliah ke negara-negara yg lebih jauh macem US, Jepang, Korea, atau negara-negara Eropa. Tapi gua tau bahwa ekonomi keluarga gua di tahun 2006 waktu itu lagi buruk dan gua ga mau kasih beban yg terlalu berat sama orang tua. Gua tau bahwa sedari kecil, ortu gua udah siapin asuransi pendidikan buat gua, tapi tentunya nilainya juga ga akan sampe milyaran pastinya. Setelah gua hitung-hitung, kuliah di Malaysia harganya ga mahal mahal amat kalo dibandingin sama negara-negara lain. 4 tahun kuliah S1 totalnya paling 300 juta, udah termasuk biaya hidup & asrama. Masuk akal kan sebenernya?

Tapi ternyata, waktu gua mengajukan soal kuliah ini ke hadapan orang tua, gua mendapatkan kabar buruk : asuransi pendidikan gua hangus karena papa gua beberapa tahun terakhir ga bayar. Rasanya kayak disambar petir begitu gua tahu kabar buruk itu, harapan yg selama ini gua bangun di dalam hati mendadak luluh lantak bagaikan menara yg kena tendang Godzilla. Tapi, berhubung saat itu gua udah kelas 3 SMA, udah bisa mikir secara jernih, akhirnya gua mencari alternatif lain yaitu beasiswa. Tapi usaha ini juga ternyata kandas karena ternyata Indonesia tidak termasuk ke dalam daftar negara yg berhak mendapatkan bantuan dana pendidikan dari universitas-universitas yg gua kontak waktu itu.

Waktu berlalu dengan cepat, deadline ujian masuk universitas-universitas lokal di Indonesia semakin dekat, akhirnya gua memutuskan untuk kuliah di Bandung saja. Gua daftar ujian ke sebuah universitas ternama di kota Bandung di waktu yg sangat mepet, and the rest is history...
(Baca kisah lengkapnya di sini dan di sini, kalo minat) Gua sempet kuliah di sebuah universitas ternama di Bandung, kemudian karena beberapa hal, akhirnya pindah ke Maranatha dan di sanalah gua menghabiskan 4 tahun hidup gua kuliah di jurusan DKV.

Selama kuliah, gua sering magang di sana sini, dan kerasnya realita kehidupan akhirnya melunakkan idealisme gua. Oke, gua mau kuliah yg bener, lulus tepat waktu, udah itu kerja, nikah, menghidupi anak dan istri, bales budi sama orang tua, mati dengan tenang. Selesai. Tapi ternyata, Tuhan punya rencana lain buat gua...

Selama kuliah, entah kenapa gua selalu gagal dapetin pacar. Jadi jangankan mau nikah, pacaran aja ga pernah kesampean. Daripada pusing soal cinta, akhirnya gua fokus ke karir. Gua sempet magang di beberapa tempat, malah sampe cuti kuliah segala untuk magang di Jakarta tapi ujung-ujungnya gua malah sakit-sakitan dan akhirnya magang gua berakhir lebih cepat dari rencana awalnya. Tapi kemudian, keajaiban pun muncul. Tahun 2011 untuk pertama kalinya gua pergi ke luar negeri sebagai seorang individu dewasa, dan untuk pertama kalinya gua merasakan betapa indahnya yg namanya hidup itu...

50 hari bertualang di China, gua pulang membawa sejuta pengalaman hidup dan sebuah visi kehidupan yg baru : Gua pengen keberadaan gua di dunia ini punya arti. Gua pengen hidup gua ini bisa membawa perubahan positif bagi umat manusia. Untuk mewujudkan visi itu, gua ga boleh jadi katak dalam tempurung. Gua menghabiskan 24 tahun hidup di kampung halaman gua, di dalam comfort zone gua, dan gua manfaatkan sisa umur gua untuk sesuatu yg LEBIH dari itu.


Once you have tasted flight, you will forever walk the earth with your eyes turned skyward. For there you have been, and there you will always long to return.

Dan kelanjutan ceritanya, temen-temen pembaca setia Emotional Flutter pasti udah tau. Begitu lulus S1, gua langsung dapet beasiswa 4 tahun FULL untuk sekolah bahasa di China dan sekalian kuliah S2. Banyak orang yg harus MEMBAYAR untuk belajar, sementara gua selama 4 tahun di China ini, gua DIBAYAR untuk belajar. Asik kan?

Nah tentunya di postingan kali ini, gua bukan cuma berbagi pengalaman pribadi aja. Gua mau membuka pikiran temen-temen pembaca semua, sebenernya kuliah ke luar negeri itu apa aja sih manfaatnya buat kita dan bagaimana cara mendapatkan beasiswa sekolah ke luar negeri. Yg terakhir ini, gua tulis di sini karena gua sering banget dapet email dari temen-temen pembaca Emotional Flutter yg nanyain ke gua gimana sih caranya dapetin beasiswa ke luar negeri. Gua tulis deh caranya di sini, supaya semua orang bisa baca. Ga rugi kan sering nongkrongin blog ga jelas yg satu ini? Hehehe.

Certainly, travel is more than the seeing of sights; it is a change that goes on, deep and permanent, in the ideas of living

Oke, jadi apa aja sih serunya kuliah ke luar negeri itu? 4 poin di bawah ini gua kutip dari sebuah artikel majalah yg pernah gua baca, tapi gua akan jelasin dengan kata-kata dan pengalaman gua sendiri.

1. It's about the journey
Kita hidup di dunia yg sangat indah. Mungkin temen-temen udah sering denger tentang betapa banyak tempat-tempat indah di dunia ini : Kepulauan Raja Ampat di Irian, The Great Wall in China, Machu Pichu in Peru, Eifell Tower in Paris, dll. Gua baru pernah ke Great Wall doank, belum pernah ke tempat lainnya. Tapi dengerin deh : begitu lu sampe di sana dan melihat dengan mata kepala sendiri, indahnya jutaan kali lipat lebih indah daripada yg lu liat di foto super high-res di Internet atau National Geographic.

Tuhan YME tuh bener-bener seorang seniman agung. Gua menemukan bahwa ternyata keindahan yg bisa kita lihat lewat mata itu hanya tinggal sepersekiannya saja yg bisa diabadikan oleh lensa kamera super canggih sekalipun. Di saat itulah gua menyadari, betapa kecil dan terbatasnya kita manusia, dibandingkan alam semesta yg megah ini.

Dan jangan salah, masih BANYAK banget hal-hal indah dan menarik di dunia ini yg belum tertangkap oleh film atau majalah. Indahnya pemandangan di hari pertama turunnya salju, gemerisik daun-daun yg berguguran di musim gugur, harum serbuk sari yg terbawa angin di musim semi, batu-batu kali berwarna-warni di balik aliran air sungai yg jernih, dan masih banyak lagi keindahan-keindahan sederhana di dalam hidup yg mungkin belum kita rasakan di tempat asal kita.

"Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller" 


2. It's about pushing your limits and go beyond your comfort zone
Berpetualang itu rasanya seperti lagi jatuh cinta. Di saat awal kita mulai pacaran dengan seseorang, rasanya seru banget. Penuh dengan kejutan, harapan, dan juga penuh pengalaman baru yg menantang, penuh resiko, tapi anehnya selalu kita nanti-nantikan. Itulah manusia. Percaya ga percaya, manusia itu sosok yg menemukan kenikmatan dan kebahagiaan di balik tantangan. Pernah ga ngerasain betapa bangganya kita di saat kita berhasil melakukan sesuatu hal yg orang lain anggap tidak mampu kita lakukan? Betapa puas dan bahagianya kita di saat berhasil menyelesaikan sebuah pekerjaan yg berat? Perasaan-perasaan itulah yg akan kita rasakan setiap hari di saat kita berada di negeri orang, di tempat yg asing, penuh kejutan dan tantangan.


"The greatest reward and luxury of travel is to be able to experience everyday things as if for the first time, to be in a position in which almost nothing is so familiar it is taken for granted.” 


3. It's about learning and finding yourself
Lao Tzu pernah berkata "Semakin jauh seseorang pergi, semakin ia menyadari betapa sedikitnya yg ia ketahui" Dan itulah salah satu alasan mengapa kita harus berani keluar dari zona aman kita. Karena kalo kita ga pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri, kita ga akan pernah menyadari betapa banyaknya hal menarik di dunia ini yg selama ini tidak pernah kita ketahui.

Hidup di luar negeri, di luar zona aman kita, akan membuat kita belajar. Belajar apa? Seminimum-minimumnya, belajar bahasa dan juga budaya baru. Di era globalisasi dan informasi ini, menurut buku yg pernah gua baca, ada baiknya jika seseorang setidaknya menguasai DUA bahasa asing. Apa sih gunanya belajar bahasa? Banyak banget. Tapi contoh yg paling gampang adalah, kalo lu cuma bisa bahasa Indonesia, lu cuma bisa mengakses informasi berbahasa Indonesia saja. Tapi kalo lu bisa bahasa lain, Inggris dan Mandarin misalnya, lu bisa mengakses lebih banyak media dan informasi yg menggunakan kedua bahasa tersebut. Banyak membaca, banyak ilmu. Banyak ilmu, banyak rejeki.

Hidup di luar negeri, hal yg paling SIMPEL sekalipun bisa jadi hal yg lumayan menantang dan juga...menarik untuk diceritakan. Bayangin, gimana caranya gua berkomunikasi dengan tukang cukur di China mengenai model rambut yg gua inginkan di saat kemampuan bahasa gua masih belum bagus? Ada yg bisa nebak gua pake cara apa? Selain bahasa, hidup di luar negeri juga "memaksa" gua belajar banyak hal yg ga gua pelajari di rumah : masak, nyuci, nyetrika, misalnya. Kita juga belajar beradaptasi dengan lingkungan yg asing, perubahan cuaca, maupun pergaulan yg baru. Hal itu secara ga langsung akan membuat lu lebih mengenal diri sendiri. Apa sih kekurangan dan kelebihan lu? Bagaimana cara lu menghadapi sesuatu? Dan lain sebagainya.

“Not until we are lost do we begin to understand ourselves. One's destination is not a place, but a new way of seeing things” 

4. It's about coming back
Oke, beberapa di antara kalian mungkin ada yg udah siap-siap mau memaki gua di kotak komentar. "Dasar ga nasionalis! Ngebanggain negeri orang, tidak mempedulikan negeri sendiri" atau komentar-komentar picik lainnya. Eits, tahan dulu ya. Baca dulu poin keempat ini, baru boleh protes.

Temen-temen pernah ga menyadari bahwa seringkali kita baru menyadari betapa nikmatnya tidur di kasur setelah berhari-hari kemping di atas gunung dan tidur di alam terbuka? Sekolah ke luar negeri juga akan membuat kita merasakan hal tersebut. Oke, mungkin negeri orang lebih maju, lebih aman, lebih canggih, dan lain sebagainya. Tapi tetep, ga akan bisa lebih nyaman daripada rumah kita sendiri. Gua punya seorang temen yg jadi chef di Itali dan setiap hari dia bisa makan aneka ragam steak, pasta, dan spageti asli Itali, tapi tetep, makanan yg paling dia kangenin adalah NASI PADANG.

Di saat kita pertama tiba di negeri orang, kita sering terkesima dan terkagum-kagum terhadap segala hal yg ada di sana. Kita pengen tahu segalanya, mengenal banyak orang, belajar bahasa serta budayanya, dll. Percaya deh, itu yg bakal kalian rasain saat pulang ke Indonesia setelah sekian lama hidup di negara lain. Hidup di negara lain ironisnya seringkali membuat kita menjadi lebih menghargai kita sendiri.

So, sebenernya manfaat utama dari sekolah di luar negeri adalah...balik lagi, supaya kita bisa belajar, dan kemudian menerapkan pengalaman-pengalaman hidup yg kita dapatkan, di NEGERI KITA SENDIRI. 

“Why do you go away? So that you can come back. So that you can see the place you came from with new eyes and extra colours. And the people there see you differently, too. Coming back to where you started is not the same as never leaving.”


So, gimana caranya bisa sekolah ke luar negeri? Gimana caranya bisa dapetin beasiswa?

1. Know your destination.
Tentukan negara tujuanmu, kalo perlu berikut universitas dan juga jurusan kuliah yg kalian inginkan. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang negara/universitas tersebut. Berapa biaya yg dibutuhkan? (Biaya sekolah + biaya hidup) Adakah program beasiswa atau tunjangan pendidikan? Kalo ada, apa syaratnya? Jaman sekarang, informasi apapun bisa didapat dengan mudah lewat Internet. Why don't you start today?


2. Always start from the language
Syarat utama untuk bisa sekolah ke luar negeri adalah...BAHASA. Jadi, mulailah belajar bahasa asing sesuai dengan negara yg kalian tuju. Mau ke Jepang ya belajarlah bahasa Jepang, mau ke China ya belajarlah bahasa Mandarin. Tapi inget, mau ke negara apapun, Bahasa Inggris itu WAJIB BISA karena kebanyakan informasi beasiswa, interview, informasi, buku-buku pelajaran untuk mahasiswa asing itu menggunakan Bahasa Inggris.

Inget, yg dimaksud belajar bahasa di sini bukan hanya sekedar jago update status di FB menggunakan bahasa tersebut (padahal kata-katanya nyontek dari web lain, film, atau Google Translate), tapi kalian harus paham cara penggunakan aneka ragam vocabulary umum berikut juga cara penggunaan serta tata bahasa (grammar) dalam kalimatnya.

Biaya les/kursus emang ga murah, tapi selama ada usaha, pasti ada jalan. Kalian bisa ambil jam les hanya seminggu sekali misalnya, tapi di luar les, kalian harus banyak belajar dan baca buku sendiri. Jangan terus menerus menunda untuk belajar bahasa asing. Start today, every seconds counts.


Travel is the only thing you buy, that makes you richer.


3. Connections, connections, connections
Ga peduli di belahan dunia manapun, yg namanya koneksi itu penting. Koneksi seperti apakah yg gua maksud? Misalnya, kalian les Bahasa Jepang untuk pergi ke Jepang, biasanya guru les atau tempat kursus kalian tuh punya channel/koneksi dengan universitas tertentu di Jepang yg mungkin bisa jadi benang merah yg menghubungkan kalian dengan impian kalian itu.

Dulu gua bisa dapet kesempatan interview beasiswa ke China tuh karena dukungan dan rekomendasi dari para Laoshi yg pernah ngajarin gua Mandarin di kampus. So yeah, perlakukan setiap orang dengan hormat dan tunjukkan kesungguhan kalian dalam mengejar cita-cita kalian.


4. ASK OUT
Jangan malu bertanya. Kirim email ke universitas yg kalian tuju. Ungkapkan niat kalian untuk studi di sana dan tanya ke mereka apa syaratnya dan apakah ada program beasiswa untuk mahasiswa asing? Tentunya, untuk bisa melakukan yg satu ini, kalian harus kuasai dulu bahasanya. Kalian juga bisa cari kenalan orang lokal atau orang Indo yg sedang berada di negara tujuan kalian, dan kemudian minta mereka cariin informasi buat kalian.

Inget, a thousand miles journey begins with a single step (Perjalanan ribuan mil, dimulai dari sebuah langkah pertama) Gua juga hari ini ga akan ada di China kalo gua ga pernah mulai les Mandarin dan juga apply beasiswa sana-sini. So, made up your mind, dan kalo memang niat, mulailah berusaha dari HARI INI juga.


5. NOW or NEVER. NO EXCUSE!
Gua kenal beberapa orang yg dulu bilang gini : "Ah, gua kerja dulu aja 1-2 tahun, baru kejar beasiswa S2 ke luar negeri" Dan pada akhirnya, orang-orang itu sebagian besar ga jadi ke luar negeri. Namanya orang kalo udah masuk dunia kerja, udah mencicipi rasanya mengejar karir dan punya uang, pasti bakal males untuk ke luar negeri. Alesannya macem-macem : ortu harus dijagain lah, males kalo harus interview kerja lagi lah, udah terbiasa sama kehidupan yg sekarang lah, dan lain sebagainya.

Karena itu, gua mau wanti-wanti sama temen pembaca semua. Kalo misalnya pengen sekolah ke luar negeri, jadikanlah itu PRIORITAS UTAMA. Kejar sampai dapat, dan lakukan! Jangan menunda-nunda karena kesempatan belum tentu datang dua kali. Di saat kita umur masih muda, fisik masih prima, ortu masih sehat, nyali masih kuat, itulah saat yg tepat kalo mau mengepakkan sayap. Jangan mikir kejauhan : kuliah S2 tar pas lulus umurnya ketuaan, takut lost contact sama sahabat di Indo, dan lain sebagainya.

Masa muda tuh cuma sekali. Jangan sia-siakan waktu yg kalian miliki.

Ada pertanyaan atau komentar silahkan tulis di bawah. Comments and feedbacks are appreciated =)


”Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” – Mark Twain

You Might Also Like

40 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. gue juga mau dong bang :), itu juga setelah gue nonton serial negri 5 menara gue berharap bisa pergi ke kanada untuk menetap disana. pernah main game modomarble malah pengen ke paris untuk belajar :(, tapi sayang itu cuma sesaat, ketika liat nilai udah lemes om -_-. keruh dan buyar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kabar gembira buat lu. Beasiswa ke luar negeri ga semuanya hanya mengandalkan nilai. Seringkali kemampuan bahasa lu (TOEFL, HSK, IELTS) plus surat rekomendasi + essay + interview lebih berpengaruh daripada transkrip nilai dari sekolah...

      Delete
  2. Pengalaman emang selalu menarik untuk diceritakan. Gue suka banget di bagian kata - katanya Lao Tzu, bang :)

    Gue juga pengen banget travelling ke luar negeri atau sampai sekolah di sana, cuman kendala yang paling berat yaitu emang bahasa. Dan setiap kali belajar bahasa asing, selalu ada tindakan yang ngebuat niat untuk belajar jadi buyar, yaitu malas. Tips biar gak malas untuk belajar itu gimana bang? harus tentukan tujuan? semangat berkomitmen? dan jika gagal, gimana cara menyikapinya?

    Btw, postingannnya keren bang, membuka pikiran :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua sih dulu motivasinya karena cinta (baca cerita "Zhen Zhu Nai Cha" di blog ini) jadinya mau halangan sekuat apapun, ga ada yg bisa bikin gua down, hehehe...

      Delete
  3. Pengalaman memang selalu menarik untuk diceritakan. Gue suka di bagian kata - katanya Lao Tzu bang :)

    Pengen sih travelling ke luar negeri sampai sekolah untuk belajar di sana. Cuman ya itu, kendala paling utama harus menguasai bahasa asing. Dan setiap kali saat belajar bahasa asing, selalu ada tindakan yang ngebuat niat belajar jadi buyar, yaitu malas.

    Btw, postingannya keren bang, membuka pikiran :)

    ReplyDelete
  4. totally agreed ama kamu...n kyk kamu jg aku dulu mimpi skul luar tp apadaya ortu gak mampu, n stl lulus kuliah jg dpt beasiswa S1 di china.... n again saya agreed bgitu sekolah di luar saya malah bisa mensyukuri negara kita dan melihat dr sisi yg lebih adil :D, btw di china dimana skul nya?

    ReplyDelete
  5. gua juga pengen banget belajar di luar indonesia, udah pasti skill & kemampuan jadi engga lokal lagi tapi jadi internasional. gua pengen belajar di jepang terutama, karena disana gua bisa belajar bikin komik, pengen rasa nya punya gedung khusus buat komik gua, itu pasti rasa nya lebih mantep! semoga tercapai sih, amin :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mulailah les Jepang dari sekarang kalo begitu...

      Delete
  6. seandainya bisa balik lagi aku juga pingin skeolah ke luar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jaman sekarang banyak orang yg pengen nikah muda, mereka ga tau betapa nikmatnya kebebasan di masa muda itu =)

      Delete
    2. N nikmatnya jd single fighter n young and fearless aka jomblo pro hahahay!

      Delete
  7. betul banget.... siapa takut... go play....!!!!

    ReplyDelete
  8. Dulu punya mimpi buat kuliah di Jepang, tapi sayang itu cuma impian. S1 di Indonesia, udah lulus lanjut kerja. Udah kenal dunia kerja, gak ada semangat buat lanjut kuliah, apalagi sampe ke luar negeri.
    kagum sama org2 yg punya semangat dan usaha untuk mewujudkan impiannya buat kuliah di luar negeri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, biasanya kalo udah kerja, udah mencicipi uang dan karir, bakal jadi males buat S2 lagi. Makanya, bagusnya sih kalo mau S2 ya sebelum kerja...

      Delete
  9. gue pengen banget kuliah ato tinggal di prancis gara-gara baca buku A Moveable Feast. yeah entahlah apakah gue cukup pintar untuk bisa dapet beasiswa. hmm.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo belum dicoba, gimana cara lu bisa tau? =)

      Delete
  10. aku pengen banget nanti ngelanjutin S2 di Thailand bang, tapi entah kenapa aku lebih tertarik mempelajari bahasa prancis? ada solusi bang? :O

    ReplyDelete
  11. Tulisan inspiratif!
    Jadi ingin pindah ke negara lain untuk studi.

    Darah Juang!

    ReplyDelete
  12. OMG!!!

    Japan again, japan again.

    Entah kenapa seolah diikuti kata itu: jepang. Semoga beneren bisa bahasanya. Sedikit- sedikit mulai ngerti sih bahasanya. Tiap nonton dorama juga udah ngerti, bahkan pernah koreksi subsnya ada yang salah. Cacat yah? >_<

    Cuma di sini aja gue kasih tau, bro. Spesial nih. Gw punya hunch bakal ke jepang, bakal berkarya di sana. Lol. Seriusan nih. >_<

    Dan pas blog ini nyebut2 beberapa kali kata jepang, seriusan gw kayak diikutin. Beberapa hari ini nuak banget baca dan denger kata JEPANG. Shit!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu hari cita cita lu bisa kesampaian, Nuel. Inget, hidup itu terus berjalan. Mumpung masih muda, lu harus planning hidup lu baik-baik, jangan terlalu santai kalo memang punya cita-cita setinggi langit =)

      Delete
  13. Sepertinya enak banget ya bang bisa kuliah di luar negeri. Itu salah satu impian gue juga. Tentunya biaya yang nggak sedikit kan bang? Gini, gue sekarang (sehabis tamat SMA) memutuskan untuk langsung bekerja. Apa bisa gue langsung lanjut kuliah ke luar negeri bang? Bagaimane ya solusinya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa, asal lu ada usaha menuju ke situ. Lu tau ga mau pergi ke negara mana? Dan bahasa apa yg dibutuhkan di sana?

      Delete
  14. kalau gue gak pernah kepikiran bisa atau mau kuliah di luar negri. bagi gue indonesia jauh lebih baik :)

    ReplyDelete
  15. Chalhanda!! Welldone in Korean. Artikel keren! Setelah baca artikel ini atas rekomendasi kk gw, gw lbh merasa tenang, tertantang, gembira n bersyukur bahwa ga lama lg gw akan merasakan kembali proses belajar, growing up, penempaan mental, n pembinaan karakter melalui mencicipi negara orang lain. Coba cari tahu ttg WHV Australia deh n ikuti:-) Terima kasih.

    ReplyDelete
  16. Chalhanda!! Welldone in Korean. Artikel keren! Setelah baca artikel ini atas rekomendasi kk gw, gw lbh merasa tenang, tertantang, gembira n bersyukur bahwa ga lama lg gw akan merasakan kembali proses belajar, growing up, penempaan mental, n pembinaan karakter melalui mencicipi negara orang lain. Coba cari tahu ttg WHV Australia deh n ikuti:-) Terima kasih.

    ReplyDelete
  17. thanks untuk postingannya. keren :D

    ReplyDelete
  18. sejak lulus sma sebenernya udah pengen banget kuliah di luar negeri tapi belum kesampaian... sekarang di penghujung S1 rasanya keinginan itu muncul lagi... panegn banget bisa lanjutin S2 diluar...
    tulisannya keren, menginspirasi! terima kasih :)

    ReplyDelete
  19. selain akademis, ada pengalaman2 berharga lainnya yang bisa didapat dengan sekolah di LN, ya :)

    ReplyDelete
  20. Shiip kuliah itu memang penting karena akan berguna dimasa depan kita..

    ReplyDelete
  21. Aku dulu jg kepengen bgt kuliah di china tp lwt beasiswa soalnya keuangan kluarga ga memungkinkan untuk lanjut sekolah lg.. trs browsing di internet tentang beasiswa ke china.. ktmu blog koko.. stlh baca cerita ko keven jd tmbh semangat ngejer beasiswa.. n skrg aku ud dpt beasiswa s2 di china.. thx ko keven.. blog koko sgt menginspirasi.. :D

    ReplyDelete
  22. Keren! Gue harus tetap semangat nih untuk mengejar cita2 gue buat kuli S2 di luar. Udah lama g main ke sini :D

    Salam

    ReplyDelete
  23. Setelah baca artikel ini saya semakin sadar dan semangat bahwa saya akan mewujudkan cita-cita kuliah di luar negeri, terutama negara tujuan yaitu Jepang, tapi S2. S1 nya pengen di Indonesia, Amin :)

    ReplyDelete
  24. keren banget bang sumpah dah. gue juga sekarang lagi tertarik sama China bang. setelah kemaren temen gue orang singapore yang chinese kesini dan ngomong China jadi kebawa searching beasiswa ke China. tapi bahasa belomgue ketahui. lagi nyari tempat les sih. cuman gue mau nanya ke lo, lo waktu itu belajar Mandarin berapa lama bang?

    ReplyDelete
  25. keren bang, thanks sharenya
    semangat kuliah di jepang bangkit lagi setelah baca celoteh abang
    doumo arigatou :)

    ReplyDelete
  26. ven, gw udah pulang dari beijing hahaha. thanks buat bantuan lewat emailnya. dan gw jatuh cinta sama Beijing dan Hangzhou ven. *shanghai terlalu metropolitan buat orang macem gw. hehehe. dan, setelag baca tulisan yang ini, gw memutuskan mencari tempat les bahasa mandarin, gw pengen balik ke China lagiiiiiii :D

    ReplyDelete
  27. gue baru bgt nemu postingan ini. keren bang, inspiratif banget. semoga gue juga bisa sekolah di jerman bang :D

    ReplyDelete
  28. Aku pingin banget kuliah ke turkey.. tnpa jalur beasiswa gimana?

    ReplyDelete
  29. Kalau sebelum s1 selesai terus ngejar beasiswa keluar bisa nggak? Saya sekarang sedang kuliah jurusan dkv tapi baru smestr 3. Dulu punya kenalan temen yang kuliah di california tapi sekarang udah gak kontekan lagi jadi buat tanya tanya rada susah

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe