I'm a BIG man with a BIG dream

01:00:00



From every wound there is a scar, and every scar tells a story. A story that says, "I survived."

Sejak SD, gua sering dibully. Padahal waktu itu badan gua termasuk tinggi besar di kalangan anak-anak seumuran gua, tapi mungkin karena gua orangnya ga pede, agak pengecut, ga berani ngelawan, jadinya anak-anak baong yg badannya cuma segede kutil pun berani ngisengin gua.

Sampai suatu ketika, waktu gua kelas 2 atau 3 SD, gua pergi ke undangan kawinan. Sudah jadi hukum ga tertulis bahwa di yg namanya undangan, orang tua akan sibuk ngobrol dengan orang tua lainnya, sementara anak anak kecil akan berlarian kesana kemari di luar pengawasan para suster atau pembantu karena mereka juga sibuk "ngerumpi" dengan teman-teman satu profesinya.

Jaman itu, yg namanya pesta kawinan, pasti dekorasinya melibatkan sebuah huruf raksasa dari es (yg hanya tahan sampai setengah acara, kemudian meleleh menjadi bongkahan bongkahan tidak berbentuk) Saat itu, mungkin karena tampang gua yg culun dan gerak-gerik gua yg kikuk, sampai di pesta kawinan pun gua masih dibully sama anak-anak yg tidak gua kenal. Ditambah lagi saat itu pestanya outdoor, jadi tempatnya lumayan luas dan strategis untuk bermain perang-perangan.

Ada satu anak laki-laki gundul yg dengan karisma (dan kekasarannya), berhasil menjadi komandan hari itu. Dia pun kemudian menginstruksikan para anak buahnya untuk melempari gua dengan potongan buah-buahan dan gelas kertas bekas. Gua lari berlindung di bawah meja, bersembunyi di balik taplak. Pada saat itu lah, di bawah meja, kepala gua menghantam sebuah kepala lainnya. Seorang gadis manis pun mengaduh sambil memegangi jidatnya di hadapan gua.

"Aduh sori" kata gua.
"Soti sori tujuh puluh" kata gadis itu judes. "Kamu ngapain di bawah meja?"
"Ngumpet. Kamu?" tanya gua balik.
"Aku juga ngumpet. Liat nih, baju aku kotor dilemparin buah." kata gadis itu, yg kemudian gua taksir, kira-kira umurnya sebaya dengan gua.
Kita pun mengobrol beberapa saat dan kemudian gua pun tau bahwa gadis manis ini bernama Vidya.

Vidya memicingkan mata, melihat gua dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
"Badan kamu besar gitu, kenapa harus takut sama mereka?" tanya Vidya.
Gua diem, ga bisa jawab. Gua juga ga tau kenapa gua selalu takut menghadapi para anak-anak nakal yg suka ngebully gua. Apakah karena jumlah mereka banyak? Atau...sebenernya gua sendiri ga pede sama badan gua yg besar ini?

Vidya, seolah-olah mengerti isi hati gua, menempelkan kedua tangannya ke pipi gua, memaksa gua untuk menatap dia, face to face.
"Dengerin ya, kamu dikasih badan gede sama Tuhan pasti ada tujuannya. Badan kamu besar, itu tandanya Tuhan ingin kamu melindungi mereka mereka yg lebih kecil dan lebih lemah daripada kamu. Bahu kamu lebar, itu tandanya tenaga kamu kuat dan kamu bisa menanggung beban yg berat. Badan kamu tinggi, itu tandanya kamu ditakdirkan untuk meraih impian yg tinggi..."

Kata kata Vidya terputus saat si Gundul dan anak buahnya menemukan tempat persembunyian kami berdua, dan mulai melempari gua dan Vidya dengan aqua gelas. Gua dan Vidya segera merangkak keluar dari bawah meja, namun tanpa disangka, sebuah aqua gelas tepat mengenai wajah Vidya dan pecah, membuat wajahnya menjadi basah kuyup. Saat itu, entah karena amarah atau kesambit sesuatu, tanpa berpikir panjang gua pun mengambil sebuah bongkahan es batu dari patung es yg sudah meleleh di atas meja dan melemparkannya ke arah si Gundul. BLETAKKK! Bongkahan es itu tepat mengenai dahi si Gundul. Ia pun terjungkal jatuh ke belakang, darah mengucur dari dahinya.

Melihat pemimpinnya jatuh bersimbah darah, anak buah si Gundul yg semuanya masih bau kencur itu pun segera menangis hebat. Gua terbengong bengong sendiri melihat kejadian itu, tapi kemudian Vidya menarik tangan gua dan kita berdua pun berlari, sembunyi di belakang panggung tempat kedua mempelai sedang memotong kue pengantin...

The rest is history. Di saat acara selesai, gua dan Vidya pun memberanikan diri keluar dari belakang panggung untuk mencari orang tua kita. Pada saat itu, si Gundul dan para anak buahnya sudah tidak ada di dalam ruang resepsi. Belakangan gua denger dari orang tua gua bahwa luka si Gundul tidak parah. Darahnya berhenti setelah diobati dan dia pun dibawa pulang lebih awal oleh orang tuanya untuk diobati lebih lanjut. Tidak ada satupun yg menyaksikan kejadian itu, ataupun mengetahui siapa pelaku yg mencederai si Gundul hari itu.

Hari itu pun adalah pertama dan terakhir kalinya gua bertemu dengan Vidya karena setelah itu, gua tidak pernah bertemu dengan dia lagi. Gua denger dari ortu gua katanya sewaktu kerusuhan May 1998, keluarga kedua mempelai yg menikah hari itu pindah ke US. Mungkin Vidya juga ikut bersama mereka. Darimana gua tau kalo Vidya adalah kerabat dari kedua mempelai yg menikah hari itu? Karena satu-satunya kenangan yg tersisa akan Vidya hanyalah sebuah korsase yg Vidya sematkan ke baju gua saat kita berada di belakang panggung...



Setelah hari itu, gua pun tidak langsung berubah drastis menjadi seorang pemberani, tidak. Di sekolah, anak-anak yg ngebully gua makin lama makin banyak dan juga makin heboh. Tapi berkat pengalaman hari itu, gua tau bahwa gua sebenernya kuat dan gua harus menggunakan kemampuan gua itu bukan hanya untuk diri gua sendiri, tapi juga untuk orang lain.

(Buat temen-temen yg udah lama ngikutin Emotional Flutter dan pernah baca cerbung First Love karya gua, pasti tau bahwa pada akhirnya yg bikin gua bangkit dan mampu melawan orang-orang yg membully gua adalah cinta pertama gua ^^ Buat temen-temen yg belum baca, tunggu apa lagi?)

With greater power, comes greater responsibility kata Uncle Ben kepada Peter Parker, sang Spiderman. Itu pula yg gua rasakan. Gua dilahirkan dengan badan yg tinggi, besar, dan kuat tentunya bukan tanpa tujuan. Gua akan jadi seseorang yg kuat, tahan banting, dan tidak pernah menyerah meski dihadang kesulitan seberat apapun. Gua harus berani bermimpi, mempunyai cita-cita setinggi langit, dan yg akan gua capai dengan kemampuan gua sendiri, satu demi satu. And last but not least, tentunya semua yg gua lakukan dalam hidup ini selayaknya bukan hanya demi keuntungan gua pribadi, tapi juga demi memberikan perubahan positif dalam hidup orang-orang di sekeliling gua.

Being different doesn't mean that you are not good enough. Jangan pernah berpikir bahwa karena kamu berbeda, lantas kamu tidak cukup baik atau layak untuk berbahagia. Setiap orang punya jalan dan caranya sendiri untuk mencapai kebahagiaan, dan kepercayaan itulah yg harus kamu temukan di dalam hidup ini.

Dan atas dasar itulah, blog ini gua buat. Blog personal ini adalah saksi, bahan refleksi, sekaligus jurnal perjalanan pribadi gua di dalam mewujudkan semua impian tersebut =)

Postingan ini dibuat sebagai syarat penerimaan anggota Grup Blogger Personal : Blogger Energy

Photobucket

PS : Yg mau tau, seberapa besarnya mimpi gua? Silakan baca 100 Bucket List ini =)

You Might Also Like

39 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Begitulah dilema salah naekin point status pas level kecil...

    ReplyDelete
    Replies
    1. STR gede, tapi DEX nya kurang ya. Kalo DEX gua tinggi mungkin es batunya udah tepat menghantam hidung si gundul dan gua dapet bonus 10 poin wkwkwk

      Delete
  2. Keveeen, you apply for BE? I'll see you in the group!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, I've been planning to wrote this since last year but I kept forgetting it hahaha....

      Delete
  3. Ini kejadian umur berapa ven? Keren deh si vidya, ngomongnya pake pegang pipi trus face to face. Kayak di komik2. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, yg paling gua inget dari kejadian ini adalah waktu Vidya megang kedua pipi gua pake kedua tangannya, terus kepala gua dipaksa menatap dia face to face, eye to eye. Kayaknya itu pertama kalinya muka gua jaraknya deket banget dengan muka lawan jenis, makanya meninggalkan kesan yg sangat dalam hahaha.

      Delete
  4. ngeliat kurva di atas jadi inget winning eleven.
    kira2 klo sekarang ketemu si gundul, bakal minta maaf apa pura2 amnesia?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pura pura ga kenal, hahaha. Lagian, gua udah ga inget muka dia kayak gimana dan mungkin saat ini dia juga udah ga gundul...so yeah...mari kita move on saja ya? #kabuuur

      Delete
  5. anggap aja buat ngurangin dosa, om...
    tapi itu keren banget masih sd udah pake acara naksir, hihih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kaga, waktu itu gua ga sampe naksir, karena gua saat itu udah naksir orang laen, orang yg gua ceritain di cerbung First Love, hehehe

      Delete
  6. jadi Vidya ini cinta pertama ceritanya hahaha
    tapi gw paling benci yg namanya bullying, baca kisah u ikutan kesel deh.. moga jaman skrg gada lagi deh bullying begini, kasian bs trauma dan ngerusak pola pikir n tumbuh kembang anak yg jadi korban bully :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, cinta pertama gua tuh yg ada di cerbung First Love. Baca deh =)

      http://claude-c-kenni.blogspot.com/2011/07/first-love-traces-of-distant-days.html

      Delete
  7. Gile si Vidya itu dewasa banget cara ngomongnya.. Ngga lo bumbuin kan? hahaha.. Kayaknya kalo gw sebaya Vidya, palingan gw komporin lo suru ngebales mereka. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibumbuin mah ngga, tapi mungkin waktu itu pemilihan kata kata dia agak beda sama yg gua tulis, tapi intinya sih sama. Kelas 2 SD gitu lho, gua udah ga inget persis dia ngomongnya apa

      Delete
  8. Hello kak keveeen :) gawul banget ya masih SD udah kaya main FTV ya pake acara ngumpet di bawah Meja terus ketemu vidya juga :D
    Oya alasan kak keven gabung di Blogger energy apa sih kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengen cari komunitas ngeblog yg seru dan kenalan sama banyak temen-temen seperjuangan =)

      Delete
  9. Halloo bang bro, Selamat datang di BE ya.... cerita lo seru sumpah .... jadi inget masa lalu hahaha
    Semangat :D

    ReplyDelete
  10. bener bangeet .. memang orang bilang kamu harus berani ..pada kenyataan nya kita tidak bisa .. ah itu ngomong2 vidya udah secantik apa ya sekarang ..haha

    ReplyDelete
  11. Salam kenal dan selamat datang di BE. Selamat berjuang bang. *Hussssssssssss*

    Kunjungan pertama Pangeran Wortel

    ReplyDelete
  12. Thanks banget ken, hidup lagi lemah lemahnya, thanks ya udah menginspirasi

    ReplyDelete
  13. WOHHH. Inspiring iniii

    Agak gimanaaa gitu ya bacanya. Ternyata bullying kayak di TV-TV itu asli emang ada. Kirain fiksional aja. Dulu waktu kecil gue juga sering dibully sih, tapi sebatas verbal aja pake ledekan atau hinaan, tapi gak sampe dilemparin.

    Haduh

    jadi pengen tau gadis itu kayak gimana orangnyaa...
    is she your first love?

    ReplyDelete
  14. Kehadiran seseorang yang berarti dapat membuat semangat hidup kita jadi muncul. Jadi pengen masa kecilnya dibully, terus ketemu cewek sepantaran yang ngasih pandangan hidup :')) wkwkw

    ReplyDelete
  15. Waahhh keven masuk BE juga akhirnya... Welcome koko..... Ikut seneng dehhh... :-)
    Gue udah baca yg soal cinta pertama itu... Kalo gue i2 ada beraa cewek ya yg ada di blog ini, tp yg paling so sweet itu tetep si tukang jual teh ala china... Hahaha

    Btw ini adalah postingan "alasan knp kami jd blogger personal " terbaik yg gw baca. Biasanya postingan utk masuk BE alasannya gitu2 semua.hampir sama.yg ini agak beda karna ada si vidya nyaa.. Jadi agak ,anis pake bumbu cinta.eaaakkk

    ReplyDelete
  16. Baru kesini. Jadi belum tau seluk beluk blog ini.

    Eh itu beneran kejadiannya waktu kelas 3 SD. Tapi omongan Vidya udah dewasa banget gitu. Pemikirannya udah bisa menjelaskan filosofi penciptaan tubuh dari Tuhan. Padahal dulu belum ada lagu Gajah dari Tulus kan -_-.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg kayak gitu udah dijelasin di pelajaran budi pekerti kaleee wkwkwk

      Delete
  17. Postingan nostalgia nih. Keren udah bertahan 2 tahun, walaupun sempat vacum kan yak, tapi udah mulai semangat lagi. Mantek koko..... baju koko
    *sok akrab* *sok kenal* *tendang*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Tongkrongin terus blog ini yaaa

      Delete
  18. bro, berarti kita senasib, badan gede tapi di bully pas SD.

    klo gue sih nggk ngelawan bukan takut, tapi nggk enak aja diliatin ama yang laen, pengennya sih gue pecahin palaknya kayak gue ngebelah batok kelapa!!!!!!!!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua sih dari kecil diajari untuk tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Tapi terkadang, memang bogem mentah itu obat paling baik bagi para begundal-begundal itu

      Delete
  19. Semoga dipertemukan lagi dgn cinta pertamanya yaaa... Hehe. Romantis pas adegan di bawah kolong. Hidup memang harus selalu berjuang ya, di periode apapun kehidupan kita. Herannya masih juga ya jaman nge bully... Ga banget lah, sekarang orang muda harusnya sibuk berkobtribusi positif bagi dirinya dan masyarakat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata siapa? Jaman sekarang masih banyak bully-bullyan. Abuse of power itu sudah mendarah daging di kehidupan manusia, ga tau kapan baru bisa hilang wkwk

      Delete
  20. Anjay lo mau gabung BE yah,,.
    selamat melebarkan sayap.
    .
    Btw, bersyukur banget lo ya punya badan gede.
    gue dari dulu ampe sekarang badan masih gini gini aja segede lidi :(
    .
    tapi harus tetep bersyukur :)

    maksih certanya inspiratif sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua udah gabung dari 2 tahun yg lalu wkwk
      Badan segede lidi juga ada positifnya kok, lu cari baju ga susah misalnya wkwk

      Delete
  21. Wah... bang ternyata korban bully juga ya hehhe.. emng bner sih, orang kayak gitu mah gak usah dilawan, soalnya gue juga gitu hahaha... senyumin aja. Dari pada ribut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senyumin aja? Yg ada digebukin. Sebagai seorang cowo, kadang ada saatnya kita harus melawan secara fisik...

      Delete
  22. Wih cerita yang sangat menarik. Baru pertama kayaknya mampir ke sini, salam kenal ya ko (ikit2 yg di atas manggilnya koko) hihi
    Aku rasa semua anak pernah jadi korban bully deh. Bahkan mungkin ketua geng bully sekalipun. Semacam hukum alam. Terutama masa kanak kanak. Entah apa sebenernya prrstis membully sesama teman. Tapi itu lebih dari cukup lho membawa dampak besar pada emosi dan pola pikir sampe dewasa. Menurutku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itu efeknya akan berdampak ke kepribadian sang anak. Ada yg bisa bangkit dan menjadi lebih kuat, ada yg kemudian menjadi kuper...

      Delete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe