One Step at a Time

23:14:00



Kuliah S2 di China ternyata...tidak semudah yg gua bayangkan.

Oke, gua akui, pada awalnya gua memang sedikit menganggap remeh. Ah, Mandarin, ga akan susah susah amat kali. Tapi ternyata gua salah.

Kuliahnya ga gitu padat, tapi banyak kegiatan dan kita harus sering mampir ke kelas-kelas "Pengajaran Bahasa Mandarin Bagi Orang Asing" untuk riset dan dengerin para laoshi yg lagi ngajar. Kadang dari pagi sampe sore sibuk terus, terkadang malem juga ada kelas kaligrafi atau praktek ngajar. Meskipun di tengah sering diselingi waktu istirahat 2-3 jam, tapi tetep aja rasanya cape banget.

Terus selaen banyak tugas, tiap hari gua juga harus baca buku-buku literatur tebal dalam Bahasa Mandarin mengenai sejarah, kebudayaan, dan juga teori pengajaran Bahasa Mandarin. Oke, sebenernya gua ngerasa kemampuan Mandarin gua ga jelek-jelek amat. Tiap kuliah, dosennya ngomong apa, gua selalu ngerti dan bisa nangkep. Baca buku juga 80% gua bisa baca tanpa masalah. Tapi tau ga masalahnya apa? Bahasa Mandarin lisan dan tertulis itu BEDA. Temen-temen pembaca yg pernah belajar Mandarin pasti ngerti apa maksud gua. Jadi meskipun gua ngerti arti setiap huruf yg ada di buku, tapi pada saat huruf-huruf tersebut dirangkai menjadi suatu kalimat dalam bahasa tertulis, mendadak gua jadi pusing sendiri. Jadi ini kalimat maksudnya apa? Intinya dia mau ngomong apa? Inilah penyebabnya kenapa gua bisa butuh waktu setengah jam hanya untuk baca satu halaman.

Seriusan, sepanjang 2 tahun gua sekolah di China, ini baru pertama kalinya gua cape karena belajar (biasanya cape karena traveling hahaha)


Ada yang bisa baca? Hahaha...

Di tengah kegalauan ini, hari ini gua kenalan dan ngobrol sama satu orang Thailand. Dia cowo, umurnya 30 ke atas, udah punya gelar Master dalam bidang linguistik (hasil kuliah di Brunei, kemudian Aussie) dan sekarang lagi kuliah Master untuk bidang international trading di Guilin, China. Si cowo Thailand ini galau dan dia cerita ke gua, kadang dia mempertanyakan apakah jalan hidup dia ini udah bener. Dia orangnya seneng banget belajar, makanya dia selalu rajin cari beasiswa kesana kemari (dan hebatnya, selalu aja ada yg ngasih).

Tapi di balik semua itu, kadang dia ngerasa bahwa dia sebenernya udah KETUAAN untuk kuliah. Cita-cita dia adalah untuk dapet phD dalam bidang linguistik dan ekonomi, dan jadi pakar di dua bidang tersebut, tapi ternyata itu ga semudah yg dia bayangkan karena dia ga fokus di salah satu. Dan dia ngerasa kesulitan juga kuliah Master di China karena meskipun udah belajar Mandarin beberapa tahun, dia tetep ga ngerti sama sekali dosennya ngomong apa. Hal ini bikin dia agak depresi dan dia ngerasa bahwa dia buang-buang waktu sama hidupnya selama ini. Sementara dia masih sibuk kuliah, nyari gelar, mengejar mimpi, temen-temen dia semua udah pada berkeluarga dan mapan. Jadi, apakah jalan hidup dia ini salah?

Sebenernya gua ngerti apa maksud dia. Kalo temen-temen udah lama ngikutin blog ini, temen-temen pasti pernah baca cerita soal kegalauan gua akan pilihan hidup gua ini. Tapi di Indonesia, gua juga kenal banyak orang yg memilih jalan hidup berbeda dengan gua dan mereka tetap galau.

Sebagian besar temen gua di Indo udah 4-5 tahun menghabiskan umurnya mengejar karir. Ada yg lancar, dan ada yg tidak. Pernah ada beberapa orang temen yg curhat sama gua soal hidup mereka ini. Mereka bilang, mereka udah ngabisin bertahun-tahun kerja di berbagai kantor dan perusahaan, tapi apa yg mereka dapat? Yah, uang 20-30 juta di bank, pengalaman kerja, sedikit koneksi, beberapa prestasi untuk ditulis di alam CV, dan that's all. Hidup mereka sekarang 100% berbeda dengan apa yg mereka impikan dan mereka juga kadang stress karena itu. Mau nyicil rumah, masih belum mampu. Mau cari pacar, ga ada waktu. Jadi sebenernya, bertahun-tahun yg kita habiskan di sekolah dan universitas itu untuk apa?




Jadi ya, pada akhirnya, gua rasa setiap pilihan hidup juga ada resikonya, ada positif dan negatifnya. Pilihan temen-temen gua memberikan mereka kesempatan untuk bisa mapan dan berkeluarga lebih cepat, walaupun bukan jaminan 100%. Pilihan gua memberikan gua kesempatan untuk lebih banyak melihat dunia luar dan belajar hal-hal baru, walaupun bukan jaminan nantinya bakal 100% kepake. Semua ada plus minusnya.

Kalo gua dikasih kesempatan untuk kembali ke masa lalu dan mengulang semuanya, gua akan tetap memilih jalan hidup yg sekarang. I would do it all over again. Hidup di negeri orang, jauh dari keluarga dan sahabat, hanya mengandalkan uang beasiswa yg pas-pasan, tapi setiap harinya gua belajar banyak hal baru dan bisa berkenalan dengan banyak orang.

Gua ga keberatan setiap hari harus muntah-muntah baca literatur Mandarin ratusan halaman.
Gua ga takut orang lain mapan lebih dulu daripada gua.
Gua juga rela kerja keras mati-matian untuk mengejar ketinggalan gua dalam hidup.

Tapi di sisi lain :

Gua mendapatkan banyak sahabat di berbagai negara. Ukraina, Peru, Moldovia, Jerman, Itali, Thailand, Vietnam, Nepal, Russia, dll.









Berpetualang ke tempat-tempat yg super seru, Jalur Sutra di padang pasir yg gersang maupun Kota Harbin yg dinginnya -35 derajat.





Bisa fasih berbahasa Inggris dan Mandarin, bisa bicara sedikit bahasa Jepang, Russia, Thailand, dan Spanish.


Belajar banyak hal baru. Jadi duta budaya Indonesia, ikut lomba pidato mewakili Indonesia dan juga jadi guru bimbingan belajar Mandarin.






Punya kisah cinta yg istimewa.





Dan sekarang, punya pacar yg sangat sayang sama gua, walaupun bahasa kita berbeda =)





(Dan masih banyak lagi. Liat aja di sini.)

Inilah jalan hidup yg gua pilih.

Oke, mungkin suatu hari gua bakal jatuh, gua bakal ragu, gua bakal terbentur aneka ragam kesulitan dan rintangan dalam hidup (dan ada kalanya juga mungkin bakal ngomel ngomel di blog hahaha) Tapi selama semua ini, gua lakukan dengan kesadaran penuh dan tanpa penyesalan, why not?

Setiap manusia punya jalan masing-masing di dalam hidupnya. Jalan inilah yg gua pilih dan gua percaya, meskipun hidup selalu penuh ketidakpastian, tapi tidak ada usaha yg tidak membuahkan hasil. Meskipun kita hari ini belum berhasil meraih impian kita, tapi bukan berarti semua usaha kita sampai saat ini tuh sia-sia dan tidak ada hasilnya. Tidak. Meskipun kita belum sampai ke puncaknya, tapi jarak yg tersisa antara kita dan impian kita hari ini pasti jauh lebih dekat daripada kemarin. Yg harus kita lakukan hanyalah...maju...selangkah, demi selangkah.

One step at a time. 一步一个脚印。



"Jadi sebenarnya, bertahun-tahun yg kita habiskan di sekolah dan universitas itu untuk apa?
"Untuk membuat kita jadi rendah hati. Karena semakin banyak yg kita pelajari, semakin kita sadar bahwa masih banyak hal yg tidak kita ketahui. "

You Might Also Like

54 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. one game at a time?

    I'm bad, and that's good. I will never be good, and that's not bad. There's no one I'd rather be than me.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks for the amazing comment, dear anonymous =)

      Delete
    2. The sarcasm is strong in here...

      Delete
    3. No, honestly I meant no sarcasm here.

      I think what you've written above is a very great way of thinking. Whatever you do, be the first rate version of yourselves and don't stress yourselves out on what others think about you. You can never please everybody, so might as well at least try to please yourself.

      Thanks for the reply =)

      Delete
  2. keren ya,,,yg kuliah dan bisa jalan2 di china...aku juga pengen jalan2 kesana,,,

    ReplyDelete
  3. Aku percaya kalo tiap orang pasti punya alasan masing-masing dalam memilih jalan hidupnya. Lagi-lagi emang gak adil kalo membandingkan, karena mungkin yang kita tau dari hidup orang lain hanya sebagian kecil saja, bagian yang (mungkin kelihatannya) seneng-senengnya aja. ^^

    Seneng banget yakk kamu bisa jalan-jalan keluar negeri, tapi aku juga seneng banget bisa keliling Indonesia. Hmmm,. oke, kita seri Kev. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oia Kev, nanya donk.
      Font postingannya gak kekecilan yak? Aku sampe harus 2x ngezoom supaya bisa baca dengan nyaman. *FYI

      Delete
    2. Thank you buat masukannya. Kemaren ini aku baru ganti template blogger jadinya banyak yg berubah, salah satunya adalah default ukuran font yg jadi agak kecil dan mungkin agak merepotkan buat yg browsing di layar monitor agak kecil. Sekarang udah digedein, semoga lebih nyaman bacanya. Buat postingan-postingan yg akan datang, gua akan perhatiin hal ini. Thanks yah, sekali lagi =)

      Delete
  4. Alasan mengapa kita haru memilih. Bener kata lu bang, gak semua yang udah bener menurut kita akan dipake. Tapi yang jelas menjadi yang terbaik itu bukan sebuah kesalah. Cerita yang mengharukan tak jauh beda dengan jurusan yang sedang aku pilih bg. Awalnya benci, akhirnya cinta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, jurusan apa tuh? Ceritain donk di blog gimana ceritanya =)

      Delete
  5. Gilak, kisah hidup yang menarik :)
    Ya itulah hidup, terkadang kita harus memilih, dan bahkan seringkali kita salah memilih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp salah memilih selama kita memilih atas kesadaran sendiri. Yg menyedihkan adalah yg jalan hidupnya dipilihin sama orang lain (orang tua misalnya), dan ternyata kemudian salah pilih. Seumur hidup kita bakal nyalahin mereka.

      Karena itu, gua sih ga takut salah jalan, selama itu atas dasar kemauan sendiri =)

      Delete
    2. iyaa bener, selama tekad kita udah bulat, niat sungguh-sungguh, pastinya bakal selalu ada jalan untuk mewujudkan apa yang telah kita pilih :)

      Delete
  6. hidup memang penuh resiko, dan apa yang udah dipilih akan selalu ada sisi positif dan negatifnya. bener, gak ada usaha yang bakalan sia-sia. berani untuk memilih maka harus siap dengan segala resikonya. walau bakal berat, tapi hasilnya nanti pasti akan indah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, selama kita percaya sama pilihan kita sendiri, pasti akan menjalaninya dengan bahagia, ga peduli sesulit apapun

      Delete
  7. Wih, keren, kuliahnya di China. Jujur, gue gak ngerti bahasa Mandarin.

    Enaknya kuliah di luar negeri itu bisa dapet temen dari berbagai negara ya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bisa bertukar budaya dan buah pikiran dengan sahabat dari manca negara itu menyenangkan lho =)

      Delete
    2. Bener banget menyenangkan sekali pastinya punya banyak teman baru.

      Btw, hidup itu emang pilihan, bro. Tapi kita kalo bisa jangan pilih soalnya karena pilihan itu kan ada resikonya. Nanti kalo salah pilih malah tambah resikonya.

      Semangat bro, belajar di negeri orang!! :)

      Delete
  8. uaaa...keren banget bisa kuliah di luar negeri :3 gak tau sama sekali soal bahasa mandarin sih. Cuma aku kagum banget sama prestasinya, jalan-jalannya juga keren tempatnya yang di gurun itu. belum pernah ke gurun soalnya :D

    pastinya setiap pilihan memiliki resiko. yang penting tetap lakukan yang terbaik. dont give up, bener banget soalnya "tak ada usaha yang tak mebuahkan hasil, sekeci apapun yang kita lakukan, selagi itu baik, pasti ada manfaatnya' ...okk... makasih postnya...sangat memotivasi dan menginspirasi :)

    ReplyDelete
  9. Beasiswa S2 di cina... keren banget nih... Belajar sambil Berpetualang....
    Semangat terus, Jalan hidup setiap orang memang berbeda
    Salam kenal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepatnya, berpetualang sambil belajar hehehe

      Delete
  10. yang penting kita memilih dengan sadar, dan mana ada yang tau pilihan itu bener apa engga kalo kita ga memilih dan menjalaninnya, pasti ada positif dan negatifnya setiap permasalahan, btw itu lu engga pusing bacanya ? gue ngeliat tulisannya aja udah angkat tangan wkwk, harapan gue mungkin jalan jalan aja deh ke china tanpa harus belajar kaya lu gitu wkwk -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua ngerti setiap kata artinya apa, tapi pas disatuin, suka agak ga yakin sama artinya. Bahasa btertulis beneran ribet, kalo bahasa lisan gua udah ga ada masalah hahaha

      Delete
  11. Selalu ada 'harga' yang harus dibayar untuk 'sesuatu'.

    ReplyDelete
  12. keren bro, bisa S2 di Cina
    ga ada yang salah selama kita ga memilih dengan asal

    good luck deh di negeri orang, semoga bisa membawa nama Indonesia baik di mata orang-orang di sana :)

    ReplyDelete
  13. Thank, bro, buat segala-galanya. Tetap semangat. Dan semoga kita bisa berjumpa di kala masingmasing dari kita udah mencapai impian kita ya

    Amiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. No, thank YOU, for giving me a lot of inspirations =)

      Delete
  14. Keren bang. Dan gue setuju dengan yang tulisan di atas. Menurut gue, semua yang kita lakukan sekarang tidak ada yang sia-sia. Apapun itu. Contohnya, walaupun kita nggak begitu fasih menggunakan bahasa asing, tapi kalau ada orang asing yang berbicara, kita bisa paham dan bisa berkomunikasi walaupun tidak lancar. Semua yang kita lakukan sekarang, pasti ada gunanya di masa mendatang. Keren Bang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa yg kita tanam, itulah yg kita tuai =)

      Delete
  15. Tulisan ini semacam menjawab kegalauan aku juga.. Dan yah.. asal tidak berhenti melangkah kita akan terus bergerak ke arah impian. Thank you..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada pepatah Inggris yg berkata "When you're going through hell, keep going"
      Pada saat kita berada kesulitan, kita harus terus melangkah kalau tidak mau terus-terusan terpuruk

      Delete
  16. Hidup adalah pilihan, so jalani pilihan dan keputusan kita apapun resiko yang menghadang.

    ReplyDelete
  17. Ya, memang gak akan ada usaha yang tidak membuahkan hasil, meskipun hasilnya tidak/lebih dari prediksi.

    Yang perlu dilakukan terhadap lingkungan sosial adalah menghargai seseorang atas pengambilan jalan hidupnya, karena semua itu pilihan mereka masing masing.

    kunjungan pertama saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima atas kunjungan dan komentarnya ya =)

      Delete
  18. Yang paling penting setelah menentukan pilihan adalah berbahagia atas pilihan kita itu. jadi nikmati aja petualangannya di sana, Kenni. Kali aja nanti kamu bisa kirim naskah tentang travelingnya ke koran Indo. Banyak temen yang kayak gitu kalo abis traveling ke luar negeri. Akhirnya travelingnya bisa menghasilkan duit bukan sekadar pengalaman aja.

    ReplyDelete
  19. Keren lo, bisa berbahasa mandarin. Lebih keren lagi lo bisa berkawan dengan orang2 yang berbeda negara.

    Yha.......itu bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan

    ReplyDelete
  20. Ngomong-ngomong ini postingan ditulis tahun 2014 lalu yaa Bang.

    Baca postingan di atas aku jadi berpikir lagi nih, apakah memang jalan yang aku ambil ini sudah bener. Aku jadi takut juga kalau bernasib sama dengan pria Thailand tersebut.

    TApi setiap keputusan memang ada resikonya. Kita sekarang ini hasil dari keputusan di masa lalu, dan keputusan-keputusan hari ini adalah bekal untuk menentukan masa depan. Jadi memang jangan takut untuk mengambil keputusan. Optimis aja dengan keputusan yang sudah kita ambil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Ada yg sukses duluan, ada yg sukses belakangan, dan jangan lupa, definisi sukses untuk setiap orang itu berbeda. Ada yg ngerasa sukses setelah menghasilkan uang puluhan milayaran, ada yg ngerasa sukses semata-mata karena bisa bikin seseorang tersenyum setiap hari =)

      Delete
  21. gue tau kerisauan lo, bro. ketika hurug hanyu nya gitu digabung jadi satu malah bikin pala pusing. gue belajar bahasa mandarin juga, dan mengalami beberapa kali hal yang sama. ada kata yang kalau dijadiin pinggiran dari kata lain artinya beda pun juga bikin gue pusing, hahahah :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. BETUL BANGET, hahaha
      Untung sekarang gua udah ngerti wkwkwk

      Delete
  22. Aku juga belajar Mandarin laoshi.
    dan sepertinya permasalah setiap orang yang belajar mandarin selalu sama yah :D

    btw, setiap baca tulisan laoshi aku selalu termotivasi kenapa yah.
    rasanya envy aja gitu pengen ngerasain punya temen dari brbagia negara juga.
    bisa jadi polyglot, menguasai berbagai bhs.asing.

    tapi aku sadar, aku ga bisa liat yang enak-enaknya aja dari hidup laoshi.
    pasti untuk menjadi sepeti yang sekarang ini laoshi sudah berjuang mati-matian yaah.

    Jia you laoshi untuk jalan yang sudah laoshi pilih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Panggil gua pake nama aja, ga usah panggil Laoshi. 我还没老呢!哈哈哈
      Mengutip kata-kata dari novel 5cm, kalo lu punya impian, taruh mimpi itu 5cm di depan kening lu, jadi ia tidak akan pernah lepas dari mata lu

      Delete
  23. Jalan hidup orang emang beda2 ya. Ada yg pengin terus nyari ilmu, ada yg pengin cepet bangun karir, ada yg masih bingung mau ngapain lagi. Fase2 kayak gitu sungguh menyiksa dan gue selalu salut sama orang2 yg milih buat lanjut kuliah di luar negeri, apalagi ini china. Kendala bahasa pasti ngeri banget dibandingin negara yg pake bhs inggris. Berhubung udah jalanin perjalanan yg amazing gitu, gue makin salut sama lo bang. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Kalo lu, milih jalan hidup yg seperti apa Yoga?

      Delete
  24. Semua orang punya jalan yang dia pilih untuk dirinya. Salut lho sama koko, bergerak atas apa yg koko mau, atas kemauan hati koko.
    Aku juga kadang ragu atas pilihanku ini, apa bener ini mauku sekolah di tempat yang beda dan sekarang bekerja di tempat yang aku rasa g cocok sama aku. Tapi melihat lagi, waktu g bisa kembali, mengeluhpun tak ada guna, lebih baik bersyukur atas setiap nikmat Tuhan karena kasih sayangnya yang bikin kehidupanku masih lebih beruntung daripada mereka yang selalu memimpikan berada ditempatku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, belajar bersyukur, karena biar bagaimana pun, masih banyak orang yg lebih tidak beruntung daripada kita =)

      Delete
  25. Semangat bang, Tuhan udah berikan jalan yang terbaik. Jangan liat orang yang udah sukses lah, ini lah, itu lah. Ini jalan hidupmu bang, bersyukur kepada Tuhan, jalan hidupmu udah cukup baik sejauh ini:)

    ReplyDelete
  26. Kalau saya ditanya 'Jadi sebenernya, bertahun-tahun yg kita habiskan di sekolah dan universitas itu untuk apa?'

    Maka saya akan jawab: Untuk menyadari bahwa ada beberapa hal yang harus kita sadari.

    Curhat dikit. Saya saat awal kuliah dan ngambil jurusan pwk, saya sama sekali nggak minta. Saya rasanya pengen keluar. Berontak terus, maunya jadi musisi.

    Tapi, setelah waktu berjalan, saya sedikit disadarkan. Ada beberapa hal yang memang harus saya tempuh, karena saya akan butuh nantinya. Percaya atau tidak, saya masih benci dengan jurusan saya. Tapi, saya cinta dengan lingkungan saya.

    Ternyata, saya memang harus disadarkan. Bahwa setiap langkah yang tidak saya pilih, tetap punya makna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, itu dia jawabannya. Untuk menyadari bahwa masih banyak hal di dunia ini yg tidak kita pahami. Semakin banyak kita belajar, semakin kita sadar bahwa masih banyak hal yg tidak kita ketahui.

      Delete
  27. Kaligrafi mandarin itu kayak gimana ya ? eh bahasa mandarin sama bahasa tiongkok sama ngga ?

    Enaknya kalo kuliah diluar negri emang gitu kita bisa kenal dengan banyak orang dari berbagai negara bisa berbagi kebudayaan, semoga aku bisa kuliah diluar negri dan dapet gelar Phd juga.

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe