Sebuah Renungan Tentang "Berbuat Baik"

12:50:00




Hari ini, gua dapet pelajaran hidup lain dari nonton "How I Met Your Mother" di episode yg judulnya "Garbage Island" (S06E17)

Semenjak ayahnya meninggal, Marshall Eriksen menemukan dirinya kehilangan arah dan tujuan hidup. Marshall, sedari kecil bercita-cita menjadi seorang environmental lawyer (seorang pakar hukum yg melawan pencemaran lingkungan), namun kerasnya hidupnya membuat ia berbelok arah dan bekerja sebagai pakar hukum di bank, meninggalkan impiannya demi kehidupan yg lebih baik. (Kerja di bank gajinya lebih gede daripada jadi aktivis lingkungan, ya iya lah)

Hingga suatu malam, tanpa sengaja ia menonton sebuah film dokumenter tentang "Garbage Island" aka "Pulau Sampah". Pulau sampah adalah sebuah fenomena nyata di mana sampah sampah dari lima Benua terbawa oleh arus dan terkumpul di suatu lokasi di tengah Samudra Pasifik (buat yg pengen tau alesannya kenapa bisa gitu, silakan googling sendiri, berkaitan dengan arus dll) dan membentuk "pulau-pulau". Ini dia fotonya :




Setelah menonton dokumenter itu, hati Marshall tergerak dan ia pun mulai berusaha melakukan perubahan di tempat kerja dan juga pergaulannya. Tapi ia tidak menyangka, bahwa ternyata usahanya malah memberikan kesulitan bagi orang lain. Misalnya, Marshall berhasil membujuk pemilik bar MacLaren's tempat ia dan teman-temannya biasa nongkrong, untuk membuang semua sampah botol dan plastik ke tempat daur ulang. Hal ini ternyata membawa kesulitan bagi Wendy, sang pelayan bar, di mana setiap malam setelah bar tutup ia harus seorang diri membawa karung-karung besar berisi sampah botol dan plastik ke tempat daur ulang yg jauhnya tiga blok dari sana.

Pada saat Marshall memberikan presentasi soal pentingnya mengurangi pencemaran lingkungan di bank tempat ia bekerja, bukan hanya proposalnya ditolak, tapi bos Marshall juga memecat beberapa karyawan yg mendukung proposal Marshall, salah satunya adalah kolega Marshall yg bernama Meeker. Marshall frustasi, bukan hanya ia tidak sempat membuat ayahnya bangga terhadap dirinya, tapi usahanya untuk menyelamatkan lingkungan hidup juga ternyata hanya membawa kesialan bagi dirinya dan juga orang lain.

Benarkah begitu? Cerita fast forward ke tahun 2021 di mana Ted, sahabat Marshall, yg kini teah menikah dan berkeluarga, sedang terjebak di bandara Hong Kong. Ted yg sedang frustasi karena pesawatnya delay, tidak sengaja bertemu dengan Wendy, sang pelayan bar, dan juga Meeker, mantan kolega Marshall yg kini sudah menikah dan mempunyai tiga orang anak.

Bagaimana mereka berdua bisa bertemu? Meeker marah karena Marshall membuatnya dipecat. Malam itu, ia pergi ke MacLaren's untuk membuat perhitungan dengan Marshall. Pada saat ia sampai, bar sudah tutup dan Meeker tidak sengaja bertemu dengan Wendy sang pelayan yg sedang kesulitan membawa karung-karung besar berisi sampah botol dan plastik. And the rest is history. Mereka jatuh cinta, dan menikah, dan semua itu tidak mungkin terjadi jika Meeker tidak dipecat, Wendy tidak disuruh membawa sampah ke tempat daur ulang, dan Marshall tidak pernah berusaha menyelamatkan lingkungan hidup. Ted tersenyum, dan menelpon Marshall untuk memberi tahu kabar baik itu.



Buat temen-temen yg ga ngikutin HIMYM mungkin agak kurang nangkep ceritanya, tapi sebenernya yg mau omongin tuh simpel :

Jadi orang baik itu susah, bener ga? Kadang demi berbuat baik, kita harus mau berkorban, dan seringkali kita menemukan bahwa pengorbanan kita itu ternyata ga dihargai sama orang lain. Misalnya di negara-negara maju seperti Eropa, Amerika, dan juga China, kalo kita dicopet, jangan harap orang-orang di sekitar kita mau bantu kita mengejar copetnya terus ngegebukin rame-rame copetnya seperti di Indonesia. 

Masalahnya, seiring dengan majunya perekonomian negara, kesenjangan sosial juga semakin tinggi. Pengangguran semakin banyak, tingkat kejahatan semakin tinggi, dan para penjahat juga semakin nekat. Gimana kalo kita bantu ngejar copetnya, terus ternyata si copetnya bawa pisau atau pistol, dan malah melukai kita? Kalian rela kehilangan nyawa demi orang yg tidak kalian kenal? Di Indonesia, mungkin masih ada segelintir orang yg menjawab "rela", tapi sebagian besar orang pasti menjawab "tidak"

Ga usah jauh-jauh ngomongin negara orang, di daerah tempat tinggal temen gua aja pernah ada kejadian kayak gini. Ceritanya gini, waktu bulan puasa ada ormas tidak dikenal yg mengatasnamakan agama untuk "minta THR" ke salah satu toko besar di sekitar rumah temen gua itu. (Padahal mereka ga kerja di toko itu, jadi apa haknya minta THR coba? Bener ga?) Karena permintaan mereka ditolak, suatu kali mereka pun dateng bawa pentungan dll mau coba ngerusak toko. Ada seorang satpam toko yg dengan beraninya melawan mereka. Di tengah perlawanan, untuk membela diri, ia pun merebut sebuah pentungan dari salah seorang anggota ormas itu dan mencederai beberapa orang dari mereka. Satpam cedera, ormas cedera. Tau ga tindakan tokonya apa?

Waktu polisi dateng, untuk menghindari masalah, toko itu malah bilang bahwa keributan itu terjadi karena "satpam bertengkar sama anggota ormas" dan kemudian si satpam itu pun dipecat. Ini cerita bukan gua yg ngalamin sendiri, hanya denger cerita dari temen gua, dan ceritanya kurang lebih kayak gini. Menurut temen-temen, yg kayak gini adil ga sih? Si satpam pasang badan untuk melindungi toko, tapi ujung-ujungnya malah dijadikan kambing hitam.

Cerita ini hanyalah satu contoh dari sekian banyak kasus ketidakadilan yg terjadi di sekitar kita setiap harinya. Seorang rakyat jelata mencuri ayam, dipenjaranya bertahun-tahun. Sementara seorang koruptor yg menggelapkan milyaran uang rakyat, dipenjaranya hanya dalam hitungan bulan. Yg lebih gila lagi, setelah bebas sang koruptor masih diijinkan menjabat sebagai petinggi di DPR/DPRD dan mempersulit ruang gerak para pejabat yg pro rakyat. Dan yg bikin gua ga abis pikir, ternyata tidak sedikit juga rakyat dan ormas yg masih mendukung penjahat sosial kayak gini. Memang ngaco bangsa kita ini. 

Jaman sekarang, menjadi satu orang baik di tengah-tengah masyarakat yg hanya mementingkan dirinya sendiri mungkin setara dengan bunuh diri. Tapi jangan biarkan kebusukan moral masyarakat ini membuat nurani kita menjadi tumpul. Oke, mungkin ga setiap orang bisa berani melawan sistem seperti seorang Ahok, mungkin ga semua orang berani mengejar copet, menolong anak yg terjebak di dalam rumah yg terbakar atau yg terbawa arus sungai, tapi pasti ada yg bisa kita lakukan demi kebaikan orang lain, ga peduli hal sekecil apapun.

Ada sebuah pepatah China yg berkata : 
"善有善报,恶有恶报。
  不是不报,时候未到"
(Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, 
kejahatan akan dibalas dengan kejahatan. 
Mungkin tidak langsung, tapi waktunya akan tiba)


Gua kenal seorang Ibu yg seumur hidupnya banyak membantu orang lain. Dan beberapa tahun yg lalu di saat ekonominya jatuh, selalu ada yg mau membantu tanpa diminta, baik secara moral maupun materi. Pada saat sang Ibu ditipu sama bank dan rumahnya mau disita, ada seorang pengacara yg baik yg mau membantunya di pengadilan, dan akhirnya rumahnya pun terselamatkan.

Melestarikan lingkungan hidup mungkin adalah salah satu contoh simpelnya. Karena kalo kita tidak hati-hati, suatu hari nanti mungkin bukan anak cucu kita, tapi kita sendiri yg akan menanggung akibatnya.

Di saat kita berbuat baik, janganlah mengharapkan balasan. Balasannya akan tiba, mungkin tidak sekarang, mungkin suatu hari nanti, di dalam bentuk yg berbeda, di saat kita sangat membutuhkannya. Jangan sombong dan tidak peduli pada orang lain di saat hidup kita sedang maju, karena hidup manusia itu seperti sebuah roda, kadang kita berada di atas, kadang kita berada di bawah. Semua orang akan ada saatnya gagal dan akan ada saatnya berhasil. Jika kita banyak berbuat baik terhadap sesama, di saat kita jatuh nanti, akan ada orang yg mau membantu kita.

Oya, berbuat baik itu juga bukan berarti harus selalu harus dinilai dalam bentuk uang, tidak begitu. Perbuatan baik sekecil apapun, suatu hari akan membawa pengaruh yg baik pula bagi hidup kita selama kita melakukannya dengan tulus dan tanpa pamrih. 


No good deeds goes unpunished. Tidak ada budi baik yg tidak dihargai.

Apa yg kita tanam, itulah yg kita tuai.


You Might Also Like

22 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Jadi orang baik jaman sekarang memang sulit, film ini ngewakilin masalah yang selama ini ada disekitar, nice post Bro

    ReplyDelete
  2. agak lupa jalan ceritanya film ini nih

    ReplyDelete
  3. Semakin baik yg kita lakukan, maka semakin baik yg kita dptkan. :)

    ReplyDelete
  4. kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, begitu juga kejahatan..
    gue cukup prihatin sama cerita satpam yg pasang badan tapi malah dijadiin kambing hitam, tega banget -__-
    btw, gue baru tau soal pulau sampah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua juga baru tau, berkat How I Met Your Mother, hehehe

      Delete
  5. Pepatah china itu berbanding lurus dengan pepatah negeri kita, "siapa yang menanam kebaikan akan menuai kebaikan pula" begitu pun sebaliknya. nice post

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa yg kau tanam, itulah yg akan kau tuai

      Delete
  6. Ormasnya gak benar, atau oknumnya saja yang bawa2 nama ormas? Yang jelas, gak benar kelakuannya.
    kasihan satpamnya ya ... begitulah .. ketidakadilan di kalangan manusia ... nanti akan ada balasan untuk semuanya. Balasan baik utk satpam dan balasan buruk utk oknum2 ormas dan untuk yang punya toko :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apapun motifnya, tapi emang pada kenyataannya jaman sekarang banyak kok ormas yg mengatasnamakan agama untuk melakukan tindakan premanisme

      Delete
  7. Haii. lebih fresh ini blognya:D

    Makin ke sini kita hidup semakin individual dan tolong menolong semakin jarang karena kita terbawa arus teknologi yang membuat orang lebih sering berselancar di dunia maya. Semoga kita selalu dingatkan dengan kisa ini yaaa. Harus cari filmnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajib ditonton tuh serial HIMYM. Setiap episodenya selalu penuh dengan pesan-pesan hidup yg bermakna =)

      Delete
  8. Gue suka postingan ini. Post ini bener bgt. Apalagi yg sebuah pepatah dari China itu.

    Kita pasti bila berbuat baik dengan ikhlas, akan mendapatkan kebaikan juga walaupun tidak langsung pada saat waktu yg bersamaan. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada pepatah China lain yg berbunyi : "己所不欲勿所余人"
      Jangan lakukan kepada orang lain apa yg tidak kau inginkan orang lain perbuat terhadapmu =)

      Delete
  9. Errr... Anu... Bukannya semakin tinggi tingkat perekonomian negara kesenjangan sosial itu bisa diminimalkan ya? Tentu saja dengan catatan pemerintahan negara tersebut tidak korup dan bersih. Oke, ini saya melihat negara2 Skandinavia sana sih. Hehehe...

    Well, anyway, memang yang terpenting adalah jangan sampai nurani kita tumpul. Jangan sampai kita menjadi apatis dan tidak peduli dengan keadaan sekitar. Kita harus selalu peka dengan keadaan sekitar. Dan melatih kepekaan ini yang memang susah sih...

    Kalau saya sih percaya, what goes around comes around. Apa yang kita lakukan akan kembali ke kita. Seandainya semua manusia berpikir seperti ini. Pasti di muka Bumi tidak akan ada lagi kejahatan. Dan pasti Bumi akan menjadi planet yang sangat aman, tenteram, dan damai untuk ditinggali.

    Oh, ini komen sotoy, btw. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi pada kenyataannya, yg terjadi adalah...semakin maju suatu negara, jarak antara si miskin dan si kaya juga semakin jauh. Karena itulah tabiat manusia. Serakah, tidak pernah puas. Kalo bisa dapet lebih, kenapa harus puas hanya dapet sedikit?

      Thank you buat komennya btw. Kalo semua orang bisa berpikir seperti kamu, pasti dunia akan jadi tempat yg lebih baik =)

      Delete
  10. selalu berusa wat berbuat baik je lah

    ReplyDelete
  11. Jadi inget lirik lagunya Beyonce:

    What goes around, comes back around...

    ReplyDelete
  12. jadi orang baik itu emang banyak rintangannya,intinya tetap optimis untuk berbuat baik karena kebaikan akan menuai hasil yang baik pula :)

    ReplyDelete
  13. Kokoooooh.... Postingannya kereeen, koooh... Kokoh selalu bikin aku suka banget sama kokoooh... Oya, aku ini pembaca blog kokoh lho dari masih SD sampe sekarang udah SMA.. Kokoh emang hebat banget bisa bikin postingan dahsyat yang udah bikin orang jadi merenung. Kereeen, kooh. Jadi pengen ketemuan sama kokoh, pengen cubit pipi tembemnya, boleh ya? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari SD sampe SMA? Wah berarti udah 4-5 tahun ya kira-kira? Thank you banget lho udah mau setia bacain blog aku yg sederhana ini. Kata-kata penyemangat seperti yg kamu tulis ini lah yg selalu bikin aku tambah semangat ngeblog. Sekali lagi, thank you ya buat komentarnya. You made my day =)

      Boleh ketemuan, boleh cubit, bebaaass hehehe

      Delete
  14. kayanya filmnya bagus .. banyak pesan yang tersembunyi di dalamnya .. keren

    ReplyDelete
  15. gak tau mesti komen ap.. berbuat baik untuk kedamaian qt sendiri.. hehe.. nyasar k blog ini kemaren.. postingan y bagus n keren..

    Lien

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe