Kiat-Kiat Memilih Jurusan Kuliah ALA Emotional Flutter

23:56:00

Sumber gambar : nyunyu.com

Gua liat kayaknya jaman sekarang di kalangan anak muda ada 3 masalah utama yang paling hangat dibicarakan

1) All about Jomblo
Termasuk gagal move on, kena friendzone, PHP, dan lain sebagainya. Oya, patah hati ga termasuk ya karena patah hati itu kesannya so 90's gitu deh

2) "Perkebunan"
Kenapa wortelku begini? Kenapa timunmu begitu? Aku boleh liat pepaya punya kamu ga? Kalo singkong aku dimasukin ke keranjang punya kamu, keranjangnya bakal tambah besar ga? Di mana aku bisa cari gambar cabe-cabean 17 tahun yg hot? Dan lain sebagainya. You know what I mean.

3) Milih jurusan kuliah

Yg no 1 udah sering gua bahas di blog ini. Yg no 2 juga pernah gua bahas beberapa kali, tapi ga berani sering sering ngebahas karena gua ga mau blog Emotional Flutter ini suatu hari halamannya berubah jadi putih dan bertuliskan "Internet Positif"  Nah, yang no 3 ini udah pernah gua singgung beberapa kali dalam postingan-postingan terdahulu, tapi belum pernah gua bahas secara khusus.

So, oke deh, di postingan kali ini, gua akan berbagi kiat-kiat memilih jurusan kuliah berdasarkan pengalaman gua pribadi. Are you readdyyyyyy???

TAK-DUNG-CES *minjem drum tetangga*

Milih jurusan kuliah itu gampang-gampang susah, kalo menurut gua. Gampang kalo kamu mengenal diri kamu sendiri dan punya visi misi yg jelas akan masa depan kamu. Tapi masalahnya, remaja mana sih udah sudah mengenal dirinya sendiri dan punya visi misi yg jelas akan masa depannya? Hanya segelintir orang yg cita-cita masa kecilnya tidak berubah setelah ia tumbuh dewasa, apalagi setelah mendengar bahwa kuliah kedokteran itu biayanya mahal banget dan bahwa cewe-cewe jurusan sastra n ekonomi *uhuk* itu cantik-cantik *uhuk*

Ada yg bilang, memilih jurusan itu adalah urusan hidup dan mati, sama halnya seperti urusan memilih pasangan hidup, benarkah? Benar sekali, karena jurusan yg kamu pilih ini adalah bidang yg akan kamu tekuni MINIMAL 4-5 tahun ke depan dan MUNGKIN akan jadi faktor utama yg menentukan ke mana hidup ini akan kamu bawa. Jadi ya, sebisa mungkin, berusahalah memilih jurusan yg kamu sukai, karena jurusan ini adalah pasangan hidup kamu minimal selama 4 tahun kamu kuliah di S1.

So, sebagai seorang yg sudah kenyang makan garam di dunia persilatan dan perkuliahan, berikut ini adalah beberapa tips yg bisa gua berikan buat temen-temen semua yg lagi, pernah, atau akan galau mengenai masalah milih jurusan kuliah ini :

PERTAMA dan yg paling utama, pahamilah bahwa jurusan yg lu pilih TIDAK menentukan profesi lu. Oke, pernyataan pertama ini mungkin agak kontroversial kedengerannya, tapi ini gua bukan asal ngomong. Ilmu yg lu pelajari di kuliah BELUM TENTU nantinya bakal kepake di dunia kerja. Seriusan. Gua kenal orang yg kuliahnya jurusan arsitek, terus kemudian setelah lulus akhirnya jadi karyawan bank. Ada juga yg kuliahnya jurusan penerbangan, terus setelah lulus hanya jadi cuma jaga toko, nerusin bisnis toko bahan bangunan punya orang tua. Ada yg kuliahnya informatika, terus akhirnya jadi jurnalis. Ada juga yg kuliahnya teknik sipil, ujung-ujungnya jadi guru yoga. Yg paling gila, gua kenal yg awalnya kuliah jurusan matematika, ujung ujungnya jadi pramugari.

Jadi apa kesimpulannya? Pada saat, menentukan jurusan kuliah, lu jangan mikirin NANTINYA MAU JADI APA tapi LU PENGEN BELAJAR ILMU APA. Karena ilmu yg lu pelajari itu belum tentu nantinya bakal jadi mata pencaharian lu, belum tentu, tapi pola pikir, profesionalitas, idealisme, pengetahuan, ilmu hidup, dan koneksi yg lu dapetin selama kuliah, itulah yg akan jadi modal lu seumur hidup. Jadi, jangan milih jurusan dengan pertimbangan nantinya bakal cepet BALIK MODAL atau ngga, tapi pilihlah jurusan di mana kamu bisa MENGEMBANGKAN DIRI.

Terserah kamu mau belajar apa, di jurusan mana, jika kamu punya ketertarikan di bidang tersebut dan jika ilmu yg kamu pelajari itu bisa membuat kamu menjadi seseorang yg lebih baik. Camkan itu.

Ada yg bilang bahwa ada ilmu-ilmu "tertentu" yg bisa dipelajari secara otodidak dan tidak perlu kuliah, misalnya bahas atau desain. Menurut gua, semua itu BULLSHIT. Kenapa? Karena yg namanya sebuah profesi itu tidak hanya terdiri dari ilmu, tetapi juga disiplin ilmu. Mau jadi seorang desainer misalnya, kamu dituntut tidak hanya mampu membuat desain, tapi kamu juga harus mempunyai banyak pengetahuan tentang desain dan yg tidak kalah penting, kamu juga harus mempunyai attitude dan profesionalitas sebagai seorang designer. Ga boleh menjiplak karya orang misalnya, terus kalau bikin desain ga boleh sembarangan ambil gambar dari Internet karena bisa kena masalah royalti, dan lain sebagainya.

Darimana belajar mengenai hal ini? Dari kuliah. Karena kuliah yg baik itu tidak hanya mengajari kamu pengetahuan dan skill, tapi juga mendidik kamu secara moralitas. Di samping itu, di saat kamu kuliah, kamu akan kenal dengan banyak rekan sejawat dan juga mendapatkan banyak koneksi di bidang yg kamu tekuni itu.

Yup, salah satu yg paling penting dari kuliah itu adalah LINGKUNGAN dan juga KONEKSI. Lingkungan akan membentuk pola pikir kamu dan koneksi akan memdalam pemahaman kamu dan memperluas wawasan kamu. Penasaran gimana caranya orang bisa dapet banyak orderan job, internship, ataupun beasiswa? Dari koneksi. Darimana dapet koneksi? Dari lingkungan pergaulan dengan rekan-rekan sejawat. Kedua hal inilah yg tidak akan kamu dapatkan kalau kamu hanya les atau kursus.


KEDUA
Kalo boleh minta saran orang tua, saudara, atau teman, tapi pada akhirnya, KAMU lah yg harus MENENTUKAN PILIHANMU. Kenapa? Kalo kamu sendiri yg memilih suatu jurusan, terus ternyata kamu ga suka, paling-paling ujungnya kamu hanya akan menyalahkan diri kamu sendiri. Tapi kalo kamu kuliah di suatu jurusan atas dasar suruhan orang tua, padahal kamu sama sekali tidak suka atau tertarik dengan jurusan tersebut, dan kemudian hal itu membuat nilai kamu jeblok...pada akhirnya kamu akan menyalahkan kedua orang tua kamu atas kegagalan kamu tersebut. Dan tidak ada hal yg lebih menyedihkan di dalam hidup daripada jika seseorang dendam kepada orang tua sendiri atas kegagalan di dalam hidupnya.

So, apapun yg terjadi, pastikan jurusan yg kamu pilih adalah pilihan kamu buat sendiri. Ini hidup kamu, masa depan kamu, dan kamu lah yg harus menentukan ke mana hidup ini akan kamu bawa. Bukan orang tua, bukan orang lain. Bagaimana kalo misalnya kamu suka dengan suatu jurusan, tapi orang tua kamu ga setuju kamu memilih jurusan tersebut? Hanya ada dua jalan keluar dalam kasus ini, yaitu :
1) Berusaha meyakinkan orang tua kamu. Kalo perlu, ajak mereka nonton acara TV yg berkaitan dengan jurusan kamu, atau bahwa minta tolong seorang pakar di bidang yg kamu minati itu untuk bicara kepada orang tua kamu.
2) Cari beasiswa. Kamu ga bisa ngelawan orang tua kalo mereka yg harus bayar uang kuliah kamu. Tapi akan beda halnya kalo kamu bisa dapetin beasiswa di jurusan yg kamu inginkan, dengan usaha kamu sendiri.


KETIGA
Ketahuilah bahwa :
1) Tidak ada jurusan yg "tidak bonafit" karena tidak peduli ilmu atau keterampilan apapun yg kita pelajari, ilmu atau keterampilan itu baru bisa jadi sesuatu yg menghasilkan apabila kita menekuninya dengan serius.
2) Tidak ada jurusan yg "bisa bikin kamu cepet kaya lebih cepat daripada orang lain" karena kesuksesan itu adalah hasil dari kerja keras dan juga keberuntungan. Percaya deh, tidak semua orang yg kerja keras bisa kaya dalam waktu singkat. Don't work hard, work smart.
3) Yg paling penting. Tidak ada jurusan yg MUDAH. Kuliah di jurusan apapun, semuanya butuh niat, tekad, usaha, dan kerja keras.

Jadi intinya jangan percaya kata orang kalo kamu kuliah jurusan A itu bisa cepat kaya, sementara kuliah jurusan B itu jaminan hidup miskin di masa depan. Belum tentu. Meskipun kamu kuliah di jurusan yg katanya "bonafit", "cepet kaya", dll, tapi kemudian kamu males, belajarnya ga serius, dijamin ujung-ujungnya ilmu yg kamu pelajarin itu ga kepake dan ujung-ujungnya kamu cuma jadi tukang becak atau agen MLM. Tidak ada jalan pintas untuk jadi kaya, semua juga harus kerja keras.

Jaman gua kuliah dulu juga beredar sebuah stereotype bahwa jurusan desain dan sastra itu tergolong jurusan yg "MUDAH" dan kuliahnya "SANTAI". Ngaco!
Gua dulu kuliah di DKV dan di semester pertama aja gua minimal seminggu sekali begadang ga tidur semaleman! Siapa yg bilang gampang? Siapa yg bilang santai? Cobain aja sendiri kalo ga percaya.
Ga ada jurusan yg gampang dan kuliahnya santai. Semua jurusan punya kesulitan dan kendalanya masing-masing. Mau kuliah yg mudah dan santai? Beli ijazah aja, ga usah kuliah.

Ingat jaman udah maju,  profesi-profesi seperti desainer, fotografer, penari, dll yg dulu dipandang sebelah mata, sekarang jadi profesi yg tidak bisa dianggap remeh. So, walaupun orang tua kamu ga setuju di saat mendengar kamu mau kuliah di bidang-bidang tersebut, (karena di jaman mereka muda dulu teknologi belum semaju sekarang) kamu harus terus berusaha meyakinkan mereka karena nantinya kamulah yg akan menggunakan ilmu tersebut di dalam hidup kamu, bukan mereka.

KEEMPAT
Kenalilah minat dan bakat kamu.

Apa sih yg kamu suka? 
Sehari-hari biasanya kamu melakukan apa di waktu luang? Apa sih hobi yg kamu tekuni? Kalo ngobrol dengan orang, biasanya kamu suka ngobrolin tentang apa? Kegiatan apa yg biasanya bisa berjam-jam kamu lakukan tanpa merasa bosan?

Apakah impian kamu?
Waktu kecil, cita-cita kamu apa? Bagaimana dengan sekarang, apakah cita-cita tersebut masih sama ataukah sudah berubah? Apakah kamu punya target atau tujuan di dalam hidup yg ingin kamu raih?

Ga usah pikirin nantinya kamu mau kerja jadi apa, tapi kamu boleh bayangkan kira-kira nantinya kamu kerja yg kayak gimana? Seharian di labotarium melakukan analisis, atau bertemu dengan aneka ragam orang di lapangan? Jadi karyawan di perusahaan besar yg kerjanya nine to five setiap hari, atau jadi bos atas diri kamu sendiri dan punya jam kerja yg fleksibel. Kerja di depan microskop, komputer, , atau lensa kamera? Kerja di tambang minyak tanah di laut lepas, atau melenggak-lenggok di atas panggung? Hal-hal tersebut mungkin bisa jadi pertimbangan kamu di saat memilih jurusan, meskipun tidak 100% pasti kamu akan menjalani kehidupan persis seperti yg kamu bayangkan.

Kamu boleh ikut tes bakat / psikotes untuk mengenal bakat dan minat kamu, tapi jangan 100% dijadikan patokan karena pada akhirnya, yg mengenal baik bakat dan minat kamu hanyalah diri kamu sendiri. Hasil tes bakat gua dulu menyarankan gua untuk jadi antara psikolog atau diplomat, tapi pada akhirnya gua kuliah S1 di DKVdan S2 di Bahasa Mandarin, dan gua bahagia akan semua itu. Oke, gua mungkin memang punya bakat jadi psikolog karena gua bisa membaca sifat orang, tapi bakat itu kan bisa diterapkan dalam bidang lain? Tulis menulis dan advertising, misalnya =)

Ga usah takut apabila kamu merasa diri kamu belum punya cukup pengetahuan dan kemampuan yg berkaitan dengan bidang yg akan kamu pelajari tersebut. Kamu KULIAH itu untuk BELAJAR. Ga harus jago gambar dan super kreatif untuk bisa masuk jurusan desain misalnya (baca tulisan gua yg satu ini untuk info lebih jauh), karena kemampuan menggambar dan kreativitas itu akan kamu pelajari pelan-pelan sambil kamu kuliah. Begitu pula dengan jurusan-jurusan lain.

Oke, kalo kamu memang punya hobi yg berkaitan dengan jurusan kuliah kamu, perjalanan kamu di jurusan tersebut memang akan lebih mulus karena kamu bagaikan sudah curi start terlebih dahulu dibandingkan orang lain. Tapi camkan ini, yg pada akhirnya yg menentukan kamu akan sukses atau ngga bukanlah BAKAT, tapi USAHA dan KERJA KERAS

LAST BUT NOT LEAST
Apapun jurusan yg kamu pilih pada akhirnya, cintailah jurusan itu dengan segenap jiwa dan raga kamu. Jangan menyesal atau membanding-bandingkan jurusan kamu dengan jurusan lain. Kerahkanlah seluruh usaha dan waktu kamu untuk menekuni bidang tersebut. Boleh aktif di organisasi atau usaha sambilan, tapi studi harus tetap jadi prioritas utama. Dan jangan lupa, jikalau kamu berhasil meraih kesuksesan, tetaplah rendah hati dan ringan tangan terhadap sesama karena orang yg berhasil bukanlah seseorang yg angkuh dan mudah puas, melainkan seseorang yg rendah hati dan mau terus berusaha memperbaiki dirinya menjadi lebih baik, lagi dan lagi.

Don't aim for success if you want it; just do what you love and believe in, and it will come naturally. 
~David Frost

You Might Also Like

45 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Penting banget ini, emang sih jurusan yang di ambil sekarang gak nentuin profesi apa yang di ambil kelak.

    Tapi milih jurusan itu sangat penting, salah-salah bisa menyesal di kemudian hari. Kalau udah gitu biasanya pas tengah-tengah perkuliahan udah males karena gak merasa sesuai passion, ujug-ujugnya berhenti.

    Kalau udah gitu rugi biaya, rugi waktu, dan rugi pikiran hhe

    Milih jurusan emang harus sesuai minat kita sih, jangan sampe milih jurusan karena ikut-ikutan temen atau cuman karena jurusan yang di ambil terkesan keren doang, bahaya itu kalau mikirnya kaya gitu hehehe

    ReplyDelete
  2. Posting ini keren ko, bagi anak kelas 12 SMA yang masih bingung memilih jurusan, artikel ini sangat membantu mereka lho.

    Kalau boleh nambahin, menurut saya ada beberapa ilmu yang bisa dipelajari sendiri (otodidak) tanpa perlu kuliah, cukup baca buku dan langsung praktek. Tapi dengan kuliah atau ikut kursus, ilmu itu bisa dipelajari lebih cepat karena ada dosen yang membimbing dan kurikulum yang 'menekan' kita. :D

    ReplyDelete
  3. Hmm, mungkin yang Ko Kevin bilang itu terjadi beneran sama aku. Dulu, setelah ujian dan temen-temen mulai sibuk daftar ke A, ke B, atau ke C untuk jaga-jaga kalau belum diterima, aku justru cuma santai-santai nunggu pengumuman yang lewat jalur undangan. Bahkan, ada saat-saat aku ngerasa 'kok aku selo banget, ya?'
    Tapi ya Alhamdulillah aku lolos di pilihan pertama, yang sejauh ini sih aku ngerasa kalau ini emang sesuai passionku. Mungkin meskipun dulu aku masih belum terlalu yakin soal 'ingin jadi seperti apa kelak' sengganya aku tahu aku yang aku mau. Jadi ngga terlalu pusing mikirin mau ngelanjutin ke mana hehehe. Jadi curhat gini, kan.
    Oh iya minta doa restu dari orang tua itu yang paling penting <3

    ReplyDelete
  4. Sepakat pakai banget, pada akhirnya (kebanyakan), apa yg kita pelajari saat kuliah tidak relevan dengan bidang kerjaan kita. One of them,adalah saya sendiri.

    ReplyDelete
  5. hahahaha,,,betul,,sekarang di tempat kerjaku tak ada yg berbau mata kuliahku,,semuanya cuma mengandalkan ms word dan excel,,hahahaha,,,bayar kuliah mahal2,,ilmu lama2 juga lupa,,,hehehe,,,pissss

    ReplyDelete
  6. coba kasih kiatnya dulu waktu aku belumkuliah ya :)

    ReplyDelete
  7. nggak bakal dibuka sebuah jurusan kalau nggak ada lapangan pekerjaannya hehehe :D

    ReplyDelete
  8. Ikut pilihan orang tua juga enggak ada salahnya sih. Selama kita merasa mampu dan bisa. Meski enggak sesuai hati kita, biasanya seiring waktu kita akan bisa menemukan passion hidup kita dimana. Entah sesuai pilihan hati atau orang tua. Intinya, ya kita sendiri sih mau milih yang mana. Karena hidup itu buat milih, bukan untuk buat merenung dan bingung terus terusan milih mana:D

    ReplyDelete
  9. seharusnya aku baca ini sebelum aku kuliah, tapi ya sudahlah, seperti yang kakak bilang diterakhir, last but not least kita haurs mencintai jurusan yg udah kita jalani. Aku kuliah dijurusan pilihan orang tua, tp kayaknya emang udah jodohnya deh, bolak balik nyoba test dijurusan yang aku pengen gagal mulu, ya sudah akhirnya mending coba buat menikmati yg udah dijalanin

    ReplyDelete
  10. Yang nomer 1 dan nomer 5 gue setuju, banyak juga yang ngambil kuliah keguruan jadi nganggur~ ehhh.....
    Ato ngga gini aja, perbanyak relasi biar enak pas kerja gitu aja :D

    ReplyDelete
  11. waw super sekali kak. anak DkV ya kak, bisa dong bagi-bagi ilmunya. hehe
    aku setuju tuh kalau jrusan yg kita ambil sekarang blum tentu jd pkerjaan kita dmasa depan. Alhamdulillah aku kuliah di jurusan yg aku sukai dan aku merasa memang disitu passion aku :)) *curcol

    ReplyDelete
  12. Mungkin tahunan kemudian juga om Keven bisa berubah jadi motivator.
    :')

    ReplyDelete
  13. milih jurusan itu kayak milih presiden. keputusan yang kita ambil akan menetukan nasib kita beberapa tahun kedepan

    ReplyDelete
  14. Makasih banyak ko, tulisannya ngena banget, inspiratif dan juga mikir 'eh bener juga ya' :') cocok dah buat aku yang 1,5 tahun lagi kuliah. Pilih jurusan yang emang bener - bener minat untuk belajar dan nggak memandang ntar lulusnya ngga harus di jurusan yang ditekuni pas kuliah (y) bismillah ilmu administrasi fiskal XD

    ReplyDelete
  15. Setuju banget sama tips-tipsnya dan menurut gue yang paling keren tips yang ke tiga ...

    ReplyDelete
  16. 2 tahun yang lalu gue lulus, dengan basic multimedia dari smk, kesenangan gue pada design, tapi gue ambil jurusan kuliah animasi, awalnya gue mau mencoba karna menurut gue itu tantangan, dan masih berhubungan dengan basic multimedia gue, awalnya ya asik, tapi gue ngerasa kesini sini engga dapet fellingnya akhirnya gue berenti, dan memutuskan untuk ngulang dengan jurusan yang berbeda dikampus yang beda tahun depan, semoga engga salah jurusan lagi.. hhe jadi curhat -

    ReplyDelete
  17. Baru kali ini keven bikin postingan soal masalah ini, hahaha...nice, banyak benernya sih

    ReplyDelete
  18. gue dulu mau ambil seni rupa. ditentang abis-abisan sama ortu anak sekolah seni ktanya begini begitu. walhasil gue akhirnya kuliah ekonomi. awalnya males lama-lama asoy geboy juga. di ekonomi cewe-nya yahud-yahud. gak nyesel juga. Toh walau awalnya penuh tekanan batin tapi ujung-ujungnya lulus tepat waktu, lulus kecepetan malah. hehehe

    ReplyDelete
  19. Ini ngepostingnya telat ih, sayah sudah terlanjur menjadi mahasiswa 3 bulan ini. -_- ehehehe

    ReplyDelete
  20. gue sih gak kuliah. karna dulu pas lulus SMA gak ada biaya buat ngelanjutinnya. tapi tentu aja gue punya keinginan buat kuliah. jurusannya juga udah gue tetapin. walaupun itu melenceng banget dari cita-cita gue. yah, yang gue ingin pelajari kan itu.

    bener banget bahwa gak ada jurusan yang mudah, sekalipun itu jurusan bahasa indonesia doang yang menurut kebanyakan orang terlihat gampang. yang jelas tiap jurusan pasti kita bakal nemuin tingkat kesulitan dan kemudahan masing-masing.

    ReplyDelete
  21. Gue pikir ada benernya bg, gue dulu pengen masuk IT, tapi Tuhan berkehendak lain, gue masuk Teknik Pertanian. Tapi, setelah menikmati, gue tetap bisa jadi ahli di TI dan Ahli di Agroteknologi khusunya Hidroponik.

    Pilihan itu perlu ketika kita harus memilih.

    ReplyDelete
  22. Bagus kiat-kiatnya... semoga bermanfaat untuk yang mau kuliah...

    ReplyDelete
  23. quote terakhir yang membuat saya termotivasi membimbing anak-anak tepat memilih jurusan :)
    bisa jadi bahan nih untuk saya sebagai school counselor. Thank you!

    ReplyDelete
  24. Mm.. Untuk beberapa hal yang bisa dipelajari secara otodidak, yang kata ko kevin itu bull shit. Aku gak setuju. Hehehe. Pasalnya mencari ilmu itu, atau bahkan koneksi, bisa lewat berbagai macam jalan. Bukan hanya kuliah. Mungkin yang belum ngalamin sih, susah gak percaya. Haha.


    Sisanya sih aku setuju om. Yg paling penting, restu ortu sama do what we love sih. Gausah mikir yg lain..

    ReplyDelete
  25. Sueerr..aku nggak ngerti yg tentang "Perkebunan" itu ko.. makdusnya ke arah yg prono-porno gitu ya? tapi perumpamaannya juga gak ngerti gueeehh...

    bener banget, koneksi juga penting dalam memilih jurusan... gue ngersain banget soalnya..
    top cerrr deh ni postingan... semoga bermanfaat buat yggalau milih jurusan

    ReplyDelete
  26. Selalu deh, postingan Koh Kevin punya isi yang penting. semuanya udah saya serap, makasih ya Koh cerita pengalamannya :D
    pengalaman emang guru terbaik yang saya kenal selama ini, baik pengalaman orang maupun pengalaman kita sendiri

    ReplyDelete
  27. Sayangnya disekola cuma di uji untuk milih juruan bukannya diarahin juga,http://perypachrija.blogspot.com/

    ReplyDelete
  28. gue setuju dah bang, apa yang lo bilang. gue juga dulu gtu remaja yang nggak tau bayangan masa depan, nyesel gue cuman pacaran doang yang gue pikirin. kasian selama ini gue kuliah ternyata nilai gue jeblok,.

    ReplyDelete
  29. Semoga remaja2 sekarang memanfaatkan teknologi yah. Sudah canggih buat gali informasi :D

    Sukses ya buat kuliahnya ;D

    ReplyDelete
  30. Walaupun aku udah semester 7, tips ini tetap berasa loh wkwkkwk.
    Apalagi tips terakhir! Soalnya di awal-awal dulu sempet ngerasa salah jurusan tapi syukurlah cuma satu semester. Abis itu udah mantep dehh ^^

    P.S.
    Kalo bahas "perkebunan" di blogspot nggak akan kena Internet Positif kok kokoh kev.. selama nggak ada yang report atau selama pengaturan setting blog nggak kita centang "konten dewasa" nya. hehehe
    *kompor*

    :)))))

    ReplyDelete
  31. Lol, yang nomor 1 bener banget. Aku masuk jurusan apa profesinya malah apa. Jauh banget, hehehe :)

    ReplyDelete
  32. waktu kemarin saya mau masuk juga bingung dan akhirnya kejebak di ekonomi :(

    ReplyDelete
  33. ppffftt kangen bro kepin.. #kisshug #eh haha
    blog nya uda rajin dilulurin ye bro? kemaren bukannya item ya? ajib, lebih enakan gini bang... :D

    postingannya keren bro (as always). saya juga dulu ga pede sama jurusan yg saya ambil, bahkan sampai sekarang juga ga pede.. --__--"
    tapi emang bener, dunia perkuliahan tuh nuntut kita untuk punya banyak pengalaman, temen, ilmu, koneksi, etc..

    ReplyDelete
  34. Salam kenal,
    I've been reading your blog for 2 years and still like it, and this is my 2nd comment

    Indeed I like your point of view in this post. so objective ^^

    keep writing and filling your blog, koh ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Monita. Thank you banget udah komentar, dan udahjadi pembaca setia blog ini hehehe =)

      Delete
  35. Wow this helps me so much since ini yang emang menjadi topik hangat pembicaraan dengan orang tua haha :")
    Thank you!

    Keep writing :D

    ReplyDelete
  36. Sampai saat ini aku kepengin masuk Kedokteran atau Ahli Gizi, tapi gatau kedepannya..

    Semoga deh, semoga. Aamiin.

    ReplyDelete
  37. makasih kak infonya bermanfaat sekali
    memang betul kemungkinan ilmu yang kita dapat belum tentu terpakai maksimal di dunia kerja
    terusin ngeblog nya makin sukses kak
    thx :)

    ReplyDelete
  38. Infonya bermanfaat sekali kak, terima kasih.
    Aku mengalami hal dimana orang tuaku gak setuju sama jurusan yang ingin aku ambil. Terus kata orang tuaku, aku gak cocok kuliah. Cocoknya dagang. Ini apa banget kan, aku gak suka dagang dan aku ingin kuliah tapi disuruh dagang.

    Lalu setelah berusaha menyakini bahwa aku bisa, akhirnya hati orangtuaku luluh juga. Tapi, orangtuaku malah nyuruh ngambil jurusan akuntansi kalau benar-benar mau kuliah. Ini apalagi coba. Aku sukanya dibidang teknologi tapi disuruh di akuntansi :')

    Oke, akhirnya setelah melalui usaha yang cukup keras, orangtuaku mengerti potensi yang aku miliki. Setelahnya, aku mau kuliah di sana. Tapi orangtuaku gak setuju. Aku gak dibolehin merantau. Harus kuliah di sini. Padahal aku penginnya merantau. Masa anak laki-laki gak dibolehin merantau :(
    Dibolehin juga pada akhirnya setelah bersusah payah meyakinkan. Kini, yang menjadi masalahnya, orangtuaku gak setuju aku kuliah di universitas yang aku inginkan. Kemahalan. Memang iya sih, tapi aku akan ikut tes beasiswanya supaya biayanya sedikit lebih ringan.
    Tesnya besok. Doakan supaya tesnya berjalan lancar ya kak. Doakan juga supaya aku bisa dapat beasiswanya :p

    Ini kunjungan pertamaku di blog ini. Salam kenal kak. Mampir juga ya ke blogku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh, semoga lancar ya besok tesnya. Hebat kamu, bisa berjuang mati-matian untuk masa depan kamu. Salut! Ayo terus semangat, jangan menyerah kejar impianmu =)

      Delete
  39. kuliah, bagiku nyari temen sih :D
    kalo ilmu, berguna walau dikit
    tapi yg terpenting dpt wawasan baru, bahwa di dunia ini banyak macem orang

    ReplyDelete
  40. Saya dulu sempat berpikir salah jurusan, tapi setelah dialui, enjoy aja. Yang penting niatkan kembali untuk masa depan...

    ReplyDelete
  41. Langsung kesini setelah lu saranin di kotak komentar blog gue bang. Makasih saran-sarannya sangat bisa gue jadikan bahan pertimbangan

    ReplyDelete
  42. ya ampun, gue dapet jurusan kuliah dulu aja untung-untungan. Maen asal klik aja pas daptar onlen. Bhahahahahaha :DDDDDD

    ReplyDelete
  43. Wah ini bener banget, sodaraku juga gitu awal milih jurusan kedokteran karena jurusan itulah yang paling keren.... akhirnya udah jadi dokter malah malas2an gitu... gak ngejamin deh jurusan yang keren bisa bikin kita nyaman... so sesuai dngan passion kita ja lah...

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe