Under The Hawthorn Tree

22:22:00


"我不能等你一年零一個月了,我也不能等你到二十五歲了,但是我會等你一輩子"
I can’t wait 13 months for you; I can’t wait till you're 25; but I can wait for you my entire life.

Jing Qiu (Zhou Dongyu) adalah seorang gadis remaja yg hidup di akhir jaman "Cultural Revolution" di China. Setelah ayahnya dicap "pemberontak" dan diasingkan oleh Communist Party yg berkuasa di China pada saat itu, ibunya yg sakit-sakitan harus seorang diri menghidupi ketiga buah hatinya. Sebagai putri tertua, Jing Qiu merasa ikut bertanggung jawab untuk membantu ibunya mencari nafkah. Ia belajar dengan giat dan berhasil masuk ke sekolah guru.

Di akhir masa sekolahnya, Communist Party mengeluarkan perintah untuk mengirim anak-anak muda dari kota ke pedesaan untuk "re-edukasi", Jing Qiu termasuk salah satunya. Pada saat tiba di Desa Xiping, ia mendengar kisah mengenai sebuah pohon Shanzha yg dipuja sebagai "Pohon Pahlawan" karena menurut kisah yg beredar, pada jaman Perang Dunia II banyak pejuang kemerdekaan China yg dieksekusi oleh tentara penjajah Jepang di bawah pohon tersebut. Di desa itu pula, Jing Qiu bertemu dengan Sun Laosan (Shawn Dou), seorang laki-laki muda yg sedang meneliti geologi di tempat itu.

Meskipun berasal dari keluarga kaya raya namun Sun sejak kecil telah kehilangan ibunya yg bunuh diri setelah dicap "pemberontak" oleh pemerintah. Siapa yg menyangka, di balik kepahitan hidup ini, ternyata Jing dan Sun dapat saling menemukan persamaan. Pada awalnya Jing mencoba menjaga jarak dari Sun karena hubungan antara dua orang "anak pemberontak" di jaman itu dapat membahayakan masa depan karir mereka, tapi perlahan-lahan mereka pun saling jatuh cinta dan memutuskan untuk melanjutkan hubungan itu meskipun mengambil resiko.

Setelah Jing pulang ke kota dan kembali mengajar sebagai guru, mereka pun memulai hubungan jarak jauh. Sun sesekali meluangkan waktu untuk datang ke tempat Jing dan mereka pun harus pandai-pandai bersembunyi dan mencuri waktu untuk bisa berduaan. Di China pada jaman itu, laki-laki dan perempuan jangankan bersentuhan, hanya berada di satu ruangan yg sama saja sudah bisa menimbulkan banyak gosip dan cemoohan. Untuk menghindari mulut-mulut usil tersebut, setiap kali Sun dan Jing bersama di tempat umum, mereka harus menjaga jarak satu sama lain sambil pura-pura tidak saling mengenal. Baik saat berjalan kaki, maupun naik bus. Bahkan untuk berpegangan tangan pun adalah sesuatu yg sakral.

Dapatkah hubungan yg ditentang oleh masyarakat ini terus berlanjut?





Pada awalnya, melihat film-film yg pernah disutradarai oleh Zhang Yimou sebelumnya seperti Curse of The Golden Flower atau Raise The Red Lantern, gua pikir film ini juga ceritanya bakal berat dan penuh intrik. Tapi siapa yg sangka, di balik setting yg begitu kelam dan kompleks, kisah yg diangkat oleh film "Under The Hawthorn Tree" ini bisa dibilang adalah kisah cinta paling manis dan tulus yg pernah gua baca, atau tonton. Film yg diangkat dari kisah nyata ini sama sekali tidak mengisahkan revolusi kebudayaan atau gejolak politik pada jaman itu, tapi tentang cinta, dan hanya tentang cinta.

Cinta yg...sederhana, dan apa adanya. Seorang laki-laki jatuh cinta pada seorang perempuan. Ia tahu bahwa cinta yg ia rasakan adalah cinta yg sejati, dan dengan segala ketulusan dan kelembutannya, ia berusaha merebut hati perempuan yg ia sukai tersebut. Misalnya, saat mau menyebrang sungai, karena tidak bisa berpegangan tangan, Sun menggunakan sebatang kayu untuk menuntun Jing. Saat kaki Jing terluka dan ia menolak untuk dibawa ke rumah sakit, Sun mengambil pisau dan menyayat tangannya sendiri, dengan begitu Jing pun mau pergi ke rumah sakit, sambil mengobati kakinya, sekalian mengobati luka di tangan Sun.

Salah satu adegan yg paling mengharukan buat gua di film ini adalah saat Jing dan Sun berada di dua sisi sungai yg berbeda, kemudian merentangkan tangan ke depan, seolah berusaha saling memeluk, meskipun terpisah jarak yg begitu jauh...



Sangat sederhana dan apa adanya. Tetapi di balik kesederhanaan itu, tersembunyi makna yg begitu agung dan tulus, nilai-nilai cinta yg mungkin sudah dilupakan dan diabaikan di masa kini. Sebuah tamparan di wajah bagi generasi muda jaman sekarang yg selalu mengidentikkan cinta sama dengan nafsu dan seks.

Kisah cinta Jing dan Sun ini benar-benar sangat tulus dan innocent, seperti sama halnya dengan kisah cinta kita sewaktu di sekolah dulu. Temen-temen pembaca masih inget sama masa-masa itu kah? Gua masih. Gua inget waktu kelas 2 SMP dulu gua pernah nyembunyiin pulpen punya gebetan gua supaya gua bisa minjemin pulpen gua ke dia dan akhirnya gua ada alesan untuk memulai pembicaraan. Gua juga masih inget kelas 6 SD dulu saat sobat gua ga sengaja megang tangan gebetannya dan kemudian panik karena takut gebetannya hamil. Masa-masa indah di mana cinta belum diukur oleh ras, agama, status sosial, keperawanan, maupun jumlah digit angka tabungan di bank.

Akhir kata, film "Under The Hawthorn Tree" ini adalah salah satu film terbaik yg pernah gua tonton dan sayang banget kalo dilewatin.
Mau nonton? Silakan cari di google atau download di asiatorrent.

Sambil nunggu download beres, silakan nikmati trailer di bawah ini :




Rating : 9/10

You Might Also Like

28 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. kisah yang romantis ya, kirain di awal tadi diceritakan tentang cultural revolutionnya yang akan di angkat di film ini. ternyata salah

    ReplyDelete
  2. Baca premisnya aja udah begetar2 deh karna baka sweet banget :"

    ReplyDelete
  3. Lama nian baru nyampe lagi kemari...
    Sayangnya aku kurang begitu semangat liat film drama
    Cape baca teksnya, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, makanya saya juga cuma nonton film satuan. Ga tahan nonton drama yg panjang-panjang sampe puluhan episode, cape...wkwkwk

      Delete
  4. Ada link indo sub / eng sub nya ga?? Susah banget nyarinya.. Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo download lewat Asiatorrent, eng sub nya udah nyatu sama file nya...

      Delete
  5. Wah keren nih dfilm nya.. Sepertinya memang harus nonton..

    ReplyDelete
  6. Belum kenal film ini sebelumnya, setelah ada post ini jadi pengen nonton deh :D

    ReplyDelete
  7. wuih ini harusnya disuapin buat anak muda jaman sekarang yang ngagung-agungin cinta pake napsu

    ReplyDelete
  8. Baru tau gue nih, romance nya kuat nih kayanya, jadi penasaran bangg, btw ada adegan itunya ga? hehehe kalo puasa takutnya ga sengaja ada hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg lu maksud dengan "itu" tuh adegan yg kayak gimana ya?

      Delete
  9. ini cinta jarak dekat rasa LDR ya... :')
    rating 9/10? Nyaris sempurna? Iya, kalau kulihat dari potongan-potongan gambarnya, cerita ini kaya seting klasik sedernaha begitu. Masih pakai nilai moral dan norma yang kuat.

    Kalau nemu boleh ini jadi referensi tontonan romantis. :) thanks for share-nya ya...

    ReplyDelete
  10. Aku juga lebih suka film2 cinta yg innocent drpda film cinta yg trlalu mengumbar nafsu dan seks.. Karna kalo film cinta yg innocent tuh lebih... gimana ya? Beda deh pkoknya, lebih manis dan menggambarkan indahnya cinta yg sesungguhnya.. Bener tuh, kayak masa2 cinta monyet kita.. Masa2 yg paling indah deh :)

    Film ini jg kliatannya bagus banget, pas baca postingan ini apalagi liat trailernya, makin trtarik untuk nnton film ini.. Tapi aku takut nangis ah nntonnya. WKwk.. Menyentuh banget kayaknya film ini.. So sweeeeett:')

    Dan emg bener, film ini harus ditonton sama anak2 jaman skrg yg kalo pacaran tuh udah melebihi suami istri-__-

    ReplyDelete
  11. kisah percintaan nya sih cukup keren sangat sederhana dan berlebihan.
    tapi ketika nyembunyiin pulpen gebetan itu modus kebangetan banget apalagi ketika SD udah punya yang namanya gebetan -_-

    ReplyDelete
  12. nggak terlalu suka yang romantis apalagi kalau alurnya sedih
    bisa ikut mewek gan

    dari yang disebutkan di atas
    saya paling suka sama film curse of the golden flower.

    ReplyDelete
  13. Saya juga gak suka nonton film romance. Apalagi nontonnya bareng cewek dan cowok. Kan kalo mau nangis gengsi... Bisanya cuma alasan kelilipan doang. Masa tiap kali nontn harus pake alasan yang sama?

    Tapi sepertinya setting film ini menarik. Nanti ah nonton bareng pa... ah, sudahlah!

    ReplyDelete
  14. Kayaknya perlu di download nih.
    ceritanya sedih malah lebih bagus dari AADC bagiku. apalagi yang adegan peluk-oelukan dari jauh, itu sangat ngenes kalau dibayangin.
    berkat review dari elu aku jadi penasaran sampek pengen download

    ReplyDelete
  15. Anjir, sampe sekarang aja aku masih jadi scret admirer, nggak berani bilang kalo suka, aku sengaja nyari jadwal kuliahnya, jadinya kalo dia lagi ada jadwal, aku bisa lewat dan ngeliat dia. Ah, curhat deh wkwkwk

    ReplyDelete
  16. Filmnya klasik ya, pasti ini ngambil latar jaman dulu.

    Dulu temenku juga gitu tuh, takut megang tangan ceweknya pas lagi halangan katanya takut hamil. Itu dulu sekarang ya

    ReplyDelete
  17. Seru nih filmnya
    download dulu lumayan buat nunggu buka puasa :D

    ReplyDelete
  18. ih covernya keren yak. kayak klasik klasik gitu..

    nggak pernah nonton film china sih, mungkin terakhir kali itu nonton boboho kali ya. Tapi yang ini kayaknya menarik nih. Oh iya, kalau suka filmnya beli yang versi ori dong :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Versi ori nya di jual di mana? Kasih tau donk

      Delete
  19. Lihat pemeran ceweknya, kayak pernah liat di drama mana gitu, hahaha. Ceritanya asik juga, kebetulan mulai kangen nonton film atau drama mandarin lagi. Thank rekomendasi nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pemeran cewenya sama kayak yang di film "My Old Classmate"

      Delete
  20. ternyata hati lu masih sepeka itu ya... *kemudian gue di-block*
    gue nggak terlalu suka download film, tapi ini alurnya menarik dan gue yakin, scene-nya bakal bikin emosi naik turun.

    cuma mau mampir dan bilang, nulis woy nulis! #soksokan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya gua ga tau cara ngeblock orang di blogspot, wkwkwk...
      Sabar ya, beberapa hari ini pasti ada postingan baru, lagi sibuk banget nget nget...

      Btw denger2 hari minggu ini mau ada gathering KK Bandung tuh, lu ikutan ga Fun?

      Delete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe