Di Ujung Jalan Itu

22:44:00


Temen-temen pembaca, kalian ada yg masih suka kontak sama mantan ga?

Banyak orang yg bilang bahwa dua orang yg pernah saling mencintai itu tidak akan pernah bisa menjadi teman, menurut kalian bener ga sih?

Gua mungkin adalah salah seorang yg tidak setuju dengan pernyataan di atas, karena itulah, sampai sekarang gua masih membina hubungan baik dengan mantan-mantan gua. Untungnya mantan gua ga banyak, cuma ada EMPAT, bayangin kalo ada 40...wihhh...bisa kurus gua kayaknya (kurus dompetnya, bukan perutnya wkwkwk).

Anyway, berteman dengan mantan itu bukan hal yg mudah, tapi dalam kebanyakan kasus, gua yg inisiatif untuk rekonsiliasi duluan. Gua kubur dalam-dalam perasaan gua dan gua bikin mereka nyaman ngobrol sama gua tanpa bawa-bawa perasaan atau masa lalu...dan pada akhirnya, gua bisa dengan bangga bilang...saat ini semua mantan gua adalah sahabat gua.

Di antara keempat mantan di atas, ada satu orang yg paling berkesan buat gua. Lina, mantan gua sewaktu SMA. Gua pacaran sama dia waktunya paling lama (13 bulan kurang 4 hari cuy, not bad) dibandingin dengan mantan-mantan yg lain, dan karena itulah bisa dibilang, gua juga dulu paling sayang sama dia.

Nah Lina ini bisa dibilang adalah mantan yg paling inisiatif ngajakin gua ngobrol, meskipun kita jarang ketemu face to face. Ngobrolin apa sih? Soal kuliah, kerjaan, dan juga...cowonya dia. Oke, pada umumnya orang mungkin bakal bete kalo dengerin mantan curhat soal pacarnya, tapi tidak dalam kasus gua. Berhubung gua udah kubur dalam-dalam perasaan gua, gua udah kebal sama yg kayak gituan. Malah gua pernah dua kali bantuin Lina putus sama cowonya. Lho? Lho? Kita simpen ceritanya untuk di lain waktu ya wkwkwk.

Yah, intinya, hubungan gua dan dia memang special. Gua sayang dia, dia sayang gua, tapi kita tau bahwa kita berdua kalo disatuin itu ga cocok, jadi ya kita saling menyayangi dan saling peduli tanpa bawa-bawa perasaan. Dia berusaha cari cowo, gua juga berusaha cari cewe. Dan kalo salah satu dari kita jadian, kita ga akan saling sakit hati. Platonic, bahasa kerennya sih.



Buat gua sendiri, Lina itu adalah tipe pacar ideal gua. Gua pengen kalo suatu hari punya pacar, pacar gua itu minimal bisa sebaik dia, tapi bukan dia. Pusing ya? Emang. Tapi intinya, Lina adalah pacar terbaik yg pernah gua punya, dan siapapun yg gua pacari setelah dia, di bawah sadar gua akan selalu ngebandingin pacar baru gua itu sama Lina.

Di bawah sadar, gua terus mencari seseorang yg bisa kasih gua perasaan yg sama seperti yg gua alami sama Lina, dan karena itulah, gua ga bisa mencintai dengan 100%, seperti pada saat gua mencintai Lina. Mungkin itulah sebabnya semenjak putus sama Lina, gua terus menerus gagal PDKT sama cewe sampe ngejomblo 9 tahun. Anyway tahun 2011 akhirnya gua sadar dan gua berhenti untuk mencari sosok Lina di dalam diri kecengan gua, dan pada tahun 2013, akhirnya gua ketemu sama soulmate gua, sampai hari ini.

Anyway, semenjak gua jadian sama pacar gua yg sekarang (who I believe to be my soulmate), gua dan Lina makin jarang kontak. Apalagi gua sibuk kuliah di China, dan Lina sibuk meniti karir di Indonesia. Hanya sesekali aja dia laporan ke gua kalo ada peristiwa-peristiwa penting dalam hidupnya seperti jadian, putus, atau operasi usus buntu.

Semuanya berjalan seperti itu hingga beberapa bulan yg lalu, Lina tiba-tiba bilang sama gua kalo akhir tahun ini dia bakal nikah dan dia ngundang gua untuk hadir. Reaksi pertama gua...ohhhh...biasa aja. Tapi pelan-pelan, gua mulai ngerasa agak galau. Temen-temen pembaca pernah ada yg menghadiri nikahan mantan ga? Gimana sih rasanya? Gua gak tau tapi gua deg-degan banget, sumpah. Kalo waktu misa pemberkatan nikah, gua tiba-tiba melompat naik ke altar dan nantangin calon suaminya Lina duel sampai mati pake lilin raksasa di altar gereja, gimana donk?

Untungnya (atau sialnya), ternyata tanggal nikahan Lina bentrok sama tanggal kuliah gua. Gua ga bisa hadir di pernikahan dia. Lina sedikit kecewa mendengarnya, tapi ya dia juga ga maksa gua. Gua pribadi campur aduk antara senang atau sedih ga bisa datang ke nikahan dia. Senang, karena gua ga usah liat dia disahkan menjadi milik orang lain. Sedih, karena gua ga bisa hadir di momen paling bahagia di dalam hidupnya.

Anyway, beberapa bulan berlalu, dan gua pun pulang ke Bandung untuk liburan + magang. Semenjak gua pulang ke Bandung, Lina sering ngajak gua ketemuan, tapi waktu kita ga pernah pas. Hingga sore ini, mendadak gua ada waktu kosong. Gua kontak Lina dan kita pun ketemuan di sebuah cafe di dekat mantan sekolah kita dulu. Tiga tahun ga pernah bertatap muka sama dia, kesan pertama gua saat ketemu dia adalah...wow, wanginya masih sama kayak dulu.

Gua duduk berhadapan sama dia. Sama sekali ga ada perasaan awkward, seolah kita hanyalah dua orang sahabat yg saling melepas kangen. Lina banyak cerita soal hidup dia mulai dari kerja sampai persiapan perkawinan. Gua, seperti waktu kita masih jadian dulu, banyak jadi pendengar dan sesekali merespon cerita dia. Ngobrol sama Lina, dua jam terasa sangat cepat. Sebelum pulang, gua dan dia foto bareng. Pada saat mau foto, gua pun duduk di samping dia. Wangi badan dia semakin jelas tercium dan gua mulai agak salah tingkah.

Seusai foto, dia tiba-tiba memegang lengan gua, dan sambil cemberut, dia ngomong ke gua.
"Lu beneran ga bisa dateng ya ke wedding gua?"
Gua menoleh ke arah dia dan mata kita berdua saling bertemu.

Seketika itu seperti ada aliran listrik yg menyengat dada gua. Pikiran gua seolah melayang dan dalam sepersekian detik itu, gua melihat bayangan gua dan dia sebelas tahun silam. Kita masih pake baju SMA putih abu-abu, dan sedang berpelukan di halaman tempat kost dia. Samar-samar, gua masih bisa denger panggilan sayang yg sering kita bisikkan ke telinga satu sama lain pada saat berpelukan. Dan lagu kenangan kita berdua pun terngiang di telinga gua.

"If I had to live my life without you near me...the days would all be empty...the night would seems so long..."

Hanya sepersekian detik, tetapi ingin rasanya gua membekukan waktu, supaya bisa selamanya tinggal di dalam memori itu. Mata gua berkaca-kaca, begitu pula dengan mata Lina. Mungkin karena dia sudah ngantuk, atau mungkin juga, selama sepersekian detik itu, batin kita berdua sama-sama kembali ke masa putih abu-abu.

Sepulang makan, gua bonceng dia naik motor ke kostnya. Kebetulan dia saat ini juga tinggal di daerah dekat mantan sekolah kita dulu dan otomatis, malam itu kita berdua melewati jalan perumahan yg dulu sering kita lewati sambil bergandengan tangan pada saat masih pacaran dulu. Gua dan dia tidak banyak berbicara, hanya ada hening yg berbahasa.

"Gua doain semoga segalanya lancar ya. Gua percaya bahwa dia memang yg terbaik buat lu, Lin. Lu juga harus percaya itu." kata-kata itu mendadak meluncur dari mulut gua, pada saat kita sudah hampir sampai di kostnya.
"Iya, gua juga berharap begitu" kata Lina.
"Setiap kali gua berpikir tentang lu dan gua, gua hanya bisa bersyukur Tuhan udah kasih lu jadi bagian dari hidup gua. Dan gua juga bersyukur bahwa semasa pacaran dulu, kita bisa mengawali dan mengakhirinya dengan baik-baik, tanpa penyesalan." Lina terdiam mendengar kata-kata gua, tapi gua bisa merasakan genggaman dia di bahu gua sedikit mengeras.

"Lu dan gua, kita bagaikan burung di udara dan ikan di laut. " kata gua melanjutkan.
"Hanya bisa saling menatap, tapi tidak bisa bersatu... Semoga di kehidupan yg lain kita masih bisa ketemu lagi ya, Lin." kata gua sok keren, ngikutin adegan di film You Are The Apple of My Eye.
"Hehehe, tapi kita kan bukan agama Buddha! Mana mungkin bisa reinkarnasi!" kata Lina sambil cekikikan.
"Ya siapa tau aja..." percakapan kita pun berakhir denga garink, sama sekali ga ada romantisnya.

Anyway, gua berdiri di ujung jalan itu, menatap Lina dari kejauhan hingga ia menghilang di balik pintu kostnya, dan kemudian gua memacu motor gua, perlahan, melewati jalan-jalan penuh kenangan di sekitar mantan sekolah kita yg dulu. Lagu kenangan kita berdua pun kembali terngiang di kepala gua...



Di buku terbarunya, gua inget Raditya Dika pernah menulis tentang bagaimana perasaan dia pada saat bertemu dengan mantannya yg ia ibaratkan sebagai seekor "Koala Kumal". Mantan ibaratnya adalah sebuah tempat nyaman yang kita tinggalkan, lalu ketika kita kembali lagi.. kok tempatnya jadi beda. Tapi bukan itu yg terjadi pada gua pada saat bertemu Lina malam ini.

Sepanjang dua jam yg gua lalui bersama Lina, gua sedikitpun tidak ingat alasan apa yg dulu bikin hubungan gua dan dia kandas. Gua ga inget alasan apa yg sering bikin kita ribut atau sifat-sifat nyebelin dia yg sering bikin gua jungkir balik ala Naruto salah minum obat. Gua juga ga ngerasa kalo dia udah berubah dan ga sama kayak dia yg dulu. Ngga, sama sekali ga ada momen "Koala Kumal" di pertemuan gua dan dia malam ini. Yg gua ingat hanyalah alasan-alasan kenapa gua dulu menyayangi dia, momen-momen indah yg pernah kita lalui bersama, dan juga sebuah kesadaran serta rasa syukur bahwa Lina sudah jadi sebuah bagian terindah di dalam masa SMA gua.

Cinta, beserta segala suka dukanya, membuat gua tumbuh menjadi pribadi yg lebih tangguh, lebih dewasa dan lebih bijaksana daripada sebelumnya. Mencintai dan juga kehilangan, membuat gua lebih mampu bersyukur dan juga menghargai segala anugerah yg ada di dalam hidup gua. 

Gua semakin cepat memacu motor gua melewati jalan penuh kenangan ini. Segala bayangan akan masa putih abu-abu...janji-janji cinta yg pernah kita ucapkan dulu...wangi badan Lina...manis bibirnya...hangat pelukannya...terngiang selama beberapa saat...dan perlahan...memudar...menghilang...sirna... bersama dengan butir air mata yg jatuh di pelupuk mata gua.

Di ujung jalan itu, kisah gua dan Lina...berakhir sudah...


Selamat tinggal...

...kenangan




In the end, gua masih ga tau gimana rasanya menghadiri nikahan mantan. Mungkin suatu hari nanti gua bakal tau gimana rasanya. Tapi satu hal yg gua pelajari malam ini...gua ga mau nambah mantan lagi. 

Seringkali kita kurang menghargai apa yg kita miliki, dan kemudian menyesali setelah kita kehilangan. Gua ga mau kehilangan lagi...Gua bakal lebih giat berjuang, supaya pacar gua yg sekarang, adalah yg terakhir buat gua...






You Might Also Like

94 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. walaupun misalnya udah gak ada perasaaan apa-apa lagi tapi cangggung pastinya waktu ketemu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Canggung mah ngga, cuma sedikit mellow aja seabis denger dia mau married hehehehe

      Delete
  2. Lama gak main kemari, sekali main kemari jadi baper :''''''

    paragraf terakhir dalem banget kak :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia cara bikin tulisan yg berkesan...akhiri tulisanmu dengan WAH

      Delete
  3. Semoga doa di kalimat terakhir jadi kenyataan. Aminnn.

    ReplyDelete
  4. Aku belum pernah pacaran dan belum pernah punya mantan.

    Kalau setelah putus bisa aja sih menjadi sahabat asal putusnya dengan cara yang baik, lalu gak gengsi pas ketemu mantan pura-pura gak nengok.

    Ya udah deh semoga mantannya gak nambah lagi, cukup yang sekarang dan berakhir dengan indah nanti di pelaminan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kalo lu udah punya pacar, lu bakal tau bahwa yg namanya perasaan itu tidak sesimpel itu hehehe

      Delete
  5. Wah, ini jadi salah satu postingan favorit dari semua blog post yang kubaca di tahun 2015 :') Keren bisa berbesar hati dan lapang dada meskipun kita tahu itu sulit. aku juga gitu kak, berteman baik dengan mereka.

    Anw, Platonik ini sounds familiar with Friendzone, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda, kalo Friendzone itu, salah satu pihak ingin menjadi lebih dari teman, tapi pihak kedua hanya membatasi hubungan mereka sampai sebatas temans aja. Kalo platonik, itu kedua pihak saling tau perasaan masing-masing, saling menyayangi, tanpa ada ketertarikan seksual...friends without benefit, bisa dibilang

      Delete
  6. Ah mantan. Kecewa yg membuatnya menjauh. Hanya kata "hai" yg akan meruntuhkan gengsi yg ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terus, sampe sekarang kalian masih saling gengsi ga?

      Delete
  7. Aku mungkin yang termasuk jajaran orang yang sulit kembali 'berteman' dengan mantan. Temenan sih masih, hanya aja jadi canggung.

    Sekarang aja ada mantanku yang masih getol ngehubungin aku, katanya biar bisa temenan. Tapi, aku takutnya malah akunya yang goyah, liat dia foto sama cowok lain aja bikin aku panas.

    Padahal mah, siapalah aku ini ahahaha

    Emang sih gak ama semua mantan kaya gitu, tapi seenngaknya gak bisa seakrab kaya sebelum pacaran. Setidaknya adalah satu pihak yang akan menjaga jarak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, yg lu omongin diatas adalah contoh realistis dari kebanyakan kasus. Gua juga percaya, bahwa sekali kita mencintai seseorang, perasaan itu tidak akan pernah bisa hilang, hanya saja seiring berjalannya waktu, mungkin jadi dormant, tidak menggebu-gebu lagi

      Delete
  8. gue jga gag setuju sama pernyataan kalo "dua orang yg pernah saling mencintai tidak akan bisa berteman kembali"
    ini buktinya gue fine-fine aja sama mantan pertama gue (mantan gue cuma satu soalnya) ahahah
    sering komunikasi kalo gag ada kerjaan sama tugas. masih bisa bercanda seperti waktu pacaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi apakah lu mampu bener-bener bertemen ma dia tanpa bawa perasaan sama sekali?

      Delete
    2. mampunlah bang, gue orangnya bukan tip pndemdam bawa-bawa perasaan masa lalu..

      Delete
  9. Widih, pengalaman cinta nya ternyata seperti itu.. hehehe
    semangat bro, untuk membahagiakan pacar mu yg skarang :)

    Eh, seharusnya bersyukur loh ga bisa menghadiri pernikahan mantan. takutnya ntar jadi ngikutin adegan di fim itu, you are the apple in my eyes. Dimana tokoh laki-laki nya mencium mempelai pria nya, hehe piss bro ^^v

    btw, saya salut. dengan hubungan percintaan mu. semoga bisa dijadikan sebuah film.. aamiin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, justru gua takutnya kalo sampe hadir ke nikahan mantan, gua bakal melakukan hal-hal gila seperti di film You Are The Apple of My Eye itu hehehe

      Anyway, gua kayaknya ga rela deh kisah cinta gua dijadiin film...apalagi kalo sama sineas Indonesia, takutnya malah jadi film romantika lebay kayak yg banyak ditayangin di TV-TV swasta kita itu lho...hehehe

      Delete
    2. Catherine Mellisa2 September 2015 at 09:25

      Sinema layar lebar kita bagus kok, Kep.. sinetron ny aja yg skrg2 menjijikan,, siapa tau kisah2 lu bs jd awal bangkitny sinetron indo biar bersaing sama korea... bhahahaha,, siapa tau... ;p

      Delete
    3. Kalo Bu Guru yg bilang gitu, boleh deh, gua coba hahahaha

      Delete
  10. kalo gue canggung super kalo lama nggak ketemu gitu.... tapi ya tergantung siapa yg ditemuin juga si bang....

    kenangan masa lalu seperti penjara bang, kalo dituruti tanpa dipilih pilih bisa jadi candu....cukup buat pelajaran aja.
    .perjuangin apa yg lo punya saat ini, dan terus maju :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget sama kata-kata lu. Kalo terus-terusan melihat ke belakang, kapan mau majunya? Wkwkwk...

      Delete
  11. Yah, aku juga beberapa hari lalu sering kontakan sama mantan, tapi sama nggak ada perasaan sama sekali, dia udah punya pacar juga.. Hehe. Dia juga cuman nanya pendaftaran di kampus saya.

    #Kokjadicurhatya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua juga dulunya kayak gitu, dia mau curhat tentang pacarnya juga gw ga ngerasa apa-apa...tapi begitu denger dia mau married...mulai deh galaunya...hahaha

      Delete
  12. Aku pny satu mantan aja nyesel bgt. Gara2 cuma pengen dibilang gk jomblo, haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semakin dalam perasaan lu ke dia, semakin susah move on nya.
      Emang gimana ceritanya bisa jadian ma dia? Ceritain donk hehe

      Delete
  13. Gue juga nggak pernah jadiin mantan sebagai strangers sih. Gue juga nggak mau nambah mantan hahahaa. Btw, tiap baca tulisan lu itu ya, gue selalu mikir, kampret, kapan gue bisa nulis sejujur ini lagi di blog gue?!? hahahaha rindu gue masa2 itu :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emangnya kenapa gitu, sekarang ga bisa nulis jujur lagi? Cuek aja lagi, samarin nama orangnya, terus tulis deh wkwkwk...

      Delete
  14. ceritanya tentang mantan,saya nggak paham apa itu mantan, itu kelapa yang diparut atau.. ah sudahlah. Pengalaman yang menyedihkan jika menghadiri pernikahan mantan, apalagi jika masih punya rasa ke dia. Untungnya jadwalnya bentrok, kalo nggak bisa gawat, hehe..

    ReplyDelete
  15. wah q jg pernah tuh ngalami kejadian kaya km sama si lina itu...
    tp ya emg q seringnya selalu berteman sama mantan... dan aku dluan yg baikin dia sbg temen...
    wlopun ga gmpang jg
    prinsipku sih berawal dari temen ya endingnya harus ttp berteman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Prinsip yg keren. Berawal dari temen, berakhirnya juga harus tetap berteman. Top abis

      Delete
  16. Gua masih kontekan sama mantan kok. Diantaranya ada yang bener-bener no hard feelings, udah bener-bener ga ada rasa yang tertinggal jajaja. Akrab-akrab aja.

    Udah paling bener, jangan nambah mantan lagi lah. Sebar undangannya aja. Kapan nih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan-kapan, mau keliling dunia dulu wkwkwk

      Delete
  17. Mantan yaa !!! Memang sih susah banget lepas dari mantan apalagi selama dia bersama kita dia membuat kita nyaman, senang-senang bersama maka itu akan membuat kita MOVE ON dari dia, apalagi kalo udah lama ngak ketemu terus ketemu lagi rasanya itu gimana gitu,, semoga kamu segera mendapatkan pasangan yang baik lagi dan segera menyusul dia ke pelaminan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan, jangan cepet-ceoet ke pelaminan, gua dan cewe gua masih pengen keliling dunia dulu wkwkwk

      Delete
  18. bisa akrab sama mantan, kursa itu menyenangkan. sampe saat ini, saya sih gk pernah lagi bisa berhubungan akrab sama mantan. Baik yang putusnya karena marhan ataupun putus yang baik-baik karena ngerasa gk cocok

    saya udah inisiatif sih buat ngehubungin duluan. tapi ya, merekanya yg gk ngerspon. sadar juga sih kebanyakan sibuk dengan urusan kuliah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya tiap orang punya hokinya masing-masing. Sabar aja, suatu saat mungkin dia bakal ngerespon. Kalian dulu putusnya baek-baek ga?

      Delete
  19. gue udah nggak ngontak mantan lagi. karena, ya itu... dia udah bahagia sama orang lain. gue nggak mau jadi perusak hubungan. itu ngomong2 ngenes juga ya kisah sama lina... dan hoki nya, tanggal nikah bentrok sama kuliah.

    wahahaha, gue jadi inget endingnya you are the apple of my eye :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga lah, gua ga rela nyium cowonya edan...wkwkwk

      Delete
  20. You Are The Apple of My Eye itu film ngenes tp jg lucu. Untuknya endingnya Kak Kev nggak kayak di film itu, hehe. Syukurlah dg kjadian itu kamu ngk mau nambah mantan lagi Kak. Jujur aja aku usia segini pacaran aja blm pernah, pengennya sih satu aja sampe akhir hayat, haha. Good luck buat pasangannya yg skarang ya, semoga lekas merrid :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu situasi idealnya. Satu untuk seumur hidup. Tapi ga semua orang bisa seberuntung itu hehehe

      Delete
  21. Ciyeee kak Kevin inget mantan mulu... ciye.... gue bingung mana yg mantan. -_-

    Eh, bg. Mantan itu yang bagaikan mantan permata, ya? "Intan itu Pangeran..."

    Oo.. udah ganti rupanya..

    Jujur, gue sendiri gak tau namanya mantan gimana. Pacaran pernah, tapi mantan gak punya, soalnya semuanya pergi tanpa sebab. KENAPA!!!!

    Semoga dengan taubatnya kak kev, bisa jadi batu loncatan (halah) supaya lebih setia lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa semuanya pergi tanpa sebab? There's definitely something wrong with you, my friend.

      Delete
  22. Hahaha, duh udah lama juga gak berkunjung kesini :D

    Keren kak tulisannya, serasa pengen juga deh nulis jujur kayak gini. Tapi terkadang lebih sering pakai kata-kata aja, ketimbang cerita kaya gini :D

    Iya, menurut aku sih gak ada masalah berteman dengan mantan. Tapi yang jadi masalah itu kalo putusnya baik-baik atau gimana? Kalo putusnya karena diselingkuhin? Apa mungkin hubungan yang terjadi masih baik-baik aja?

    Aduh gak kebayang ya kak kalo hadir di hari bahagianya mantan, mungkin rasanya bakal nano-nano. Eh, keren deh doanya yang terakhir. Semoga gak bakal nambah mantan lagi ya kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah, kalo putusnya ga baek-baek sih, tentu bakal susah bisa bertemen lagi. Untungnya, gua kalo putus, selalu baek-baek hahaha

      Delete
  23. Saya intens sekali kontak sama mantan pacar mas, soalnya sekarang sudah jadi istri. hehehe

    ReplyDelete
  24. Aduh gue ikutan galau baca yang ini kak. Galau bingitttt..dan gue rasa setelah gue liat reaksi lo dan kata kata lo yang berseberangan dengan kata raditya dika, you still have the feeling inside, no matter you said u've already buried it down deep. Hahaha...or maybe im wrong. But ithink im right. Hehehehe.

    Tapi ga cuman lo, gue juga bisa temenan sama salah seorang 3 mantan gue. Gue juga sempet video call tiba tiba sama dia, saling support dn lain2 selayaknya pure temen. Cuz I dont have feeling at all. Kalo yang satunya arena kayaknya dia emng ga mau temenan sama gue jdi gue mah bisa apa. Nahh, yang satu ini karena gue masih...ahhh...gue pcran 5 taun dn 3 taun yg lalu gue putus but I still....but he broke up wth me cuz another girl but I...yahh curhat dehh..tapi pernah ga si lo cuman bsa ngebayangin satu orng aja yg sekiraaya bsa diajak idup bsama. Istilah kata gue gamup. So, ga bsa temenan krena bisa2 dia dket sma orng gue bsa nangis sambil nelen obat tdur satu botol. Khan jangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dulu gua juga ngerasa sama persis kayak lu. Kayaknya gua ga bisa ngebayangin deh bisa hidup bersama dengan orang lain selain dia.

      Tapi ternyata, waktu yg akan menjawab segalanya. Sekarang gua udah ketemu "the one" dan gua ngerti, kenapa gua putus sama mantan-mantan gua. Mereka menjadi masa lalu gua karena takdir punya rencana lebih indah untuk masa depan gua.

      Perasaan kita terhadap mantan itu ga akan pernah bisa hilang 100%, meskipun sudah kita kubur dalam2, suatu saat bisa aja muncul kembali. Tapi yg penting lu harus tau, bahwa itu hanya emosi sesaat dan yg terbaik untuk lu, ada di masa depan, bukan di masa lalu.

      Kemaren gua juga sempet cerita sama cewe gua soal masalah ini, dan dia hanya tersenyum sambil berkata :
      "Makanya kita harus cepet lulus, kerja yg rajin, bikin wedding yg super super romanyis...supaya pas kita married nanti, lu bisa gantian bikin dia galau"

      That's my girl! =)

      Delete
    2. Oh men gue jadi iri sama lo karena lo udah nemuin orang yang bikin lo tau kenapa lo hrus putus sama mantan mantan sedangkan gue masih dalam searching mode. Ini nyari jodoh udah kayak nyari signal. Hahaha...

      Setelah gue pahaki baek2 kata kata lo barusan, I feel better. You are soooo right!! Ahh, mari kita liat sama sama ya broo...mau jadi apa ke depannya. Cuz love is something absurd and unpredictable!! But I am optimist!! Fighting!!

      Dan gue doain semuaaaaa harapan lo dan pacar lo bisa jadi nyataaaa

      Delete
  25. berat nih. ketemu aja udah baper duluan. apalagi mau temenan? yah... mungkin ini adalah cara mendewasakan diri kali ya. Mantep nih. kapan2 gue coba deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baper itu tidak dapat dihindari, tapi kita dapat mengendalikan kata-kata dna juga tindakan kita. Itulah yg namanya dewasa, mampu mengendalikan diri dan tidak bertindak hanya berdasarkan emosi sesaat

      Delete
  26. Asli kalau nih gue :'3

    Terakhir kali gue kontak-kontakan sama mantan itu pada bulan puasa kemarin. Si mantan udah memberi kode sama gue supaya kita balikan seperti dulu lagi. Tapi gue, pura-pura gak peka sama kode itu. Dan berdebat sama batin gue sendiri.

    "Dia itu gak cocok buat lu bego! Memang dia punya apa sehingga kamu harus balikan lagi sama dia?" ucap batin.
    "gak ada."
    "Yaudah, gak usah balikan! Cari yang lain!"
    "Tapi..."

    Terjadilah perdebatan dan akhirnya, ketika lebaran, si mantan memasang singkatan pacarnya di status bbmnya. Gue nyesel juga sih sebenarnya. Kalaupun gak bisa balikan, setidaknya gue harus menjaga tali silahturahmi sama dia. Tapi kok... gue malah menjauh dari dia selama ini. Sudah 2 tahun lamanya dan kini gue menyesal :'3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagusnya sih jangan balikan lagi. Kayak gua, meskipun ga rela dia dinikahin orang laen, tapi gua sendiri sadar bahwa dulu gua putus ma dia juga memang karena ada ketidakcocokan yg tidak bisa dijembatani antara gua dan dia. Dan kalopun gua balikan lagi ma dia, ketidakcocokan itu akan tetap ada.

      So yeah, paling bagus memang harus move on. Jangan balikan lagi hanya gara-gara perasaan sesaat

      Delete
  27. kalo apa yg gue liat sih, kyaknya elu ngerasain juga sama halnya kyak tulisan raditya dika di buku koala kumalnya. walaupun lu ngerasa ga ad yg bberbeda, tetap aja pasti akan ada rasa bedanya. mendadak kita jd dewasa, mndadak kita harus buang jauh'' perasaan kita terhadap org yg kita sayang.

    gue pribadi emang blom pernah pacaran, dan ga tau juga sih rasanya harus balikan sma mantan. tapi, stidaknya sblum menghubungi mntan, spertinya diri kita sperti di tuntut agar tdk pnya prsaan apa'' lgi ke mantan itu. bner ga sih? haha sotoy bet gue

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelum menghubungi sih ga ada perasaan, setelah menghubungi, ada kemungkinan besar bakal CLBK hahaha. Gua lebih ngerasa kalo gua ini Manusia Setengah Salmon daripada Koala Kumal. Waktu terus bergulir dan kita harus terus berjalan, meninggalkan yg lama dan mencari tempat bersandar yg baru.

      Delete
  28. :') Nothings gonna change my love for you..
    'selamat tinggal...' Perlahan perasaan itu akan terbiasa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, perlahan kita akan terbiasa...and move on

      Delete
  29. Kev lo lebih dulu ngerasain ya. Hahaha entah gimana gue sekarang, yang makin deket sama mantan pacar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hati-hati lho, kalo suatu saat dia married...lu bakal galau abis, kayak gua wkwkwk

      Delete
    2. Kayanya gue kudu ke cina deh biar gak galau :p

      Delete
  30. Gue sih udah ga kontekan lagi kalo sama mantan

    ReplyDelete
  31. wanjir menyentuk banget ceritanya bang, kadang mantan emang gak selalu menyebalkan memang. Tapi kayaknya dari tiap kata-katanya, lu belum bener bener bisa move on dari Lina ya hahaha. Btw soulmate lu skarang kalau baca cerita ini marah gak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya udah move on sih, cuma pas denger soal kabar mau married itu, tiba-tiba galau sedikit hahaha. Gua sama sekali udah ga ada niat untuk balikan lagi sama Lina, hanya saja yg namanya merelakan itu memang tidak mudah. Ibaratnya seorang anak kecil. Kadang ada mainan yg sudah lama tidak kita sentuh, tetapi ga rela jika mainan itu diambil oleh orang lain kan?

      Delete
    2. Kemaren gua juga sempet cerita sama cewe gua soal masalah ini, dan dia hanya tersenyum sambil berkata :
      "Makanya kita harus cepet lulus, kerja yg rajin, bikin wedding yg super super romantis...supaya pas kita married nanti, lu bisa gantian bikin dia galau"

      That's my soulmate! =)

      Delete
  32. duhh mantan yaaa. kalo ngomongin mantan agak gimana gitu ya. tapi hubungan gue sama mantan masih di ambang batas normal sih gak musuhan juga satu sama lain bahkan sekarang makin akrab seperti teman ya emang awalnya temen sih cuma status mantan itu yang bikin ngeganggu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg menganggu itu bukan statusnya, tapi perasaannya. Kalo dua orang slaing mencintai, ga mungkin semudah itu untuk melupakan.

      Delete
  33. Hmmm tulisannya lembut as always. :))
    Gue juga belum pernah sih dateng ke nikahan mantan, gak tahu gimana rasanya. \:p/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua juga sampe sekarang belom tau gimana rasanya...semoga gua ga akan pernah tau hehehe

      Delete
  34. Live must go on..
    baca ini bikin kangen seseorang nun jauh disana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah coba kontak dia? Sekedar say Hi, ga ada salahnya hehe

      Delete
  35. jumlah mantan gue lebih dikit, cuma dua.. dan semuanya ga temenan lagi sama gue.. yang satu masih benci karena gue duluan move on, yang kedua gue yang masih sakit hati diselingkuhi.. kwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, iya, memang ga semua mantan bakal bisa jadi temen, itu hanya kasus idealnya aja. Gpp, jalani aja hidup lu, jangan sampai mantan jadi beban

      Delete
  36. Aku mah gak masalah temenan sama mantan. Soalnya namanya juga mantan, pasti udah gak ada rasa. Nah, masalahnya mantannya itu yang malah canggung ketemu aku. Padahal aku sih jangankan ketemu mantan, ketemu cewek barunya mantan juga biasa aja, hahaha :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya itu berarti dia dulu sayang banget sama lu DI, makanya susah move on hehehe

      Delete
  37. Om aku gyerz Bandung, salam kenal Om. Di Bandungnya kenapa gak sampe akhir tahun aja btw? Biar nanti kalo ada kopdar bisa ikutan jugaaa haha.

    Abis selesai baca postingan ini, entah kenapa aku jadi terinspirasi buat cerpen. Huf, padahal ini true story ya. Tapi gak tau kenapa aku ngerasa kayak baca cerita fiksi. Ada konflik tegang banget di tengahnya. Bahkan menjelang ending. Eh pas di endingnya ngerasa plong banget. Bahkan masalah 11 tahun silam itu kayak udah tutup buku pas malem itu.

    Semoga langgeng sama pacar yang sekarang ya, dan nyusul ke pelaminan juga secepetnya. Jangan lupa undang gyerz kalo mau nikah Om, biar kita bikin rame acaranya! Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, sayang banget ya waktu itu ga bisa ikutan kopdar hehehe. Kalo sampe udah jadi cerpennya, tag gua ya, gua pengen baca hehehe

      Delete
  38. saya belajar... belajar supaya kalo tetiba hubungan kandas saya bisa membuat mantan menjadi teman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, itu kasus idealnya. Ga mudah, tapi memungkinkan =)

      Delete
  39. Duh, ngomongin mantan hahahaha

    Satu-satunya mantan yang masih berhubungan baik sama gue cuma mantan pas gue SMP doang, soalnya pas SMK kita satu sekolah lagi, satu organisasi pula. Otomatis lingkar pertemanannya pun dia-dia lagi. Hahaha. Sewajar apapun gue berusaha, keadaan emang nggak lagi sama. Kadang seperti ada skat antara gue sama dia, meskipun hubungan kita baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya itu pasti. Karena dulu perasaan itu pernah ada, makanya hari ini jarak itu pun ada. Ga mudah untuk bisa kembali bersahabat, apalagi seperti ga pernah ada apa-apa. Tapi ya, hanya waktu yg bisa menjawab, hehehe

      Delete
  40. Pernah nyoba temenan sama mantan, eh yang gelisah malah orang2 sekitaran kita, semua malah mikirnya kita balikan lagi... malah pacarnya yang sekarang suka parno-an kalau kita sekedar bertukar kabar...
    So, kayanya suatu privilege kalau dirimu bisa temenan sama mantan, karena dibutuhkan bukan sekedar kedewasaan para mantan (elo dan mantan) tapi juga dari orang-orang sekitaran elo (termasuk pacar dari kedua belah pihak) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kata kata lu bener banget. Gua masih bisa bertemen sama mantan itu bentuk kebesaran hati pacar gua juga ya =)

      Delete
  41. Asyik ya masih sohiban ama mantan, mantan saya ga ada yg mau konek ama saya, padahal saya ga salah lho. Apalagi mantan terakhir, ga berharap dihubungi dia lagi, cos misua cemburuan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar aja, mungkin setelah sekian waktu berlalu, kalian masih bisa jadi sahabat...

      Delete
  42. kalo pengalalaman pribadi sya..
    ada mantan saya yg smpe skng sulit sekali bwt ngobrol lagi...sesekali ketemu saling cuek saja...
    saya mau duluin ngobrol gak enakan...paling saling hai hai ajah....
    tpi ada mantan saya yg lain juga..sekarang masih baik komunikasinya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pokoknya kalo menurut gua sih, punya musuh itu ga enak, apalagi kalo musuhan sama orang yg pernah kita cintai

      Delete
  43. Demi apa saya mampir ke sini gegara liat gambar Dandelion. Hhha


    Btw salut sama abang ini yg bisa menjaga hubungan baik sama mantannya.
    Walaupun udh ga ada rasa, biasanya tetap kikuk aja klw mesti ketemu. xD

    ReplyDelete
  44. setelah membaca tulisanmu, setidaknya aku tahu gimana rasanya :D
    walau sebenarnya ga ada cewek yang jadi mantanku, haha
    maklum dari dulu jomblo, ketemu cewek langsung ngajakin nikah

    tapi emang ketika bersama dengan orang yang aku cintai, aku terkadang ingin waktu berhenti sejenak dan aku ingin seperti itu selamanya :D
    tapi kan ini dunia, ga mungkin bisa kayak gitu

    dalam prinsip hidupku, "setegar-tegar cowok, pasti bakal mellow juga", setidaknya ketika ditinggal orang yang dicintainya, dan biasanya aku bakal berlinang air mata, walau sebenarnya dalam hidupku aku jarang banget nangis

    halah, apa sih, aku malah curhat di sini, hehe

    ReplyDelete
  45. hai..hai.. pa kabarnya niy,
    cerita lama terkenang kembali ya uhuuy...

    kalo kataku mungkin aja, mantan jadi teman. So sampe sekarang pun setelah 24 tahun masih menjalin persahabatan dengan baik.
    Kisah Lina, ohh gue banget hahhaaa...sempet pacaran tahun masa abu2, selebihnya me jadi sahabat yg justru lebih mendekatkan kami eeaa

    udah ahh jadi Baper pagi2, salam buat Lina semoga ga nambah mantan lagi ya. Jadi kapan loe merit? jangan lupa undang2 ...

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe