Me and My Thai Girlfriend : How to Survive Long Distance Relationship

16:27:00




Bulan Juni kemaren akhirnya gua lulus S2 di China, dan itu tandanya kehidupan gua sebagai seorang pelajar di Guilin akan segera berakhir. Diiringi tangis haru, gua dan temen-temen saling berpelukan, mengucap selamat tinggal. Setelah ini kita semua akan kembali ke negara masing-masing, menjalani kehidupan dan karir masing-masing, entah kapan baru bisa bertemu lagi.

Termasuk gua dan Lily...

Perlu temen-temen pembaca ketahui, di usia pacaran yg udah menginjak bulan ke-30 ini, gua dan Lily sudah berpikir jauh tentang masa depan. Kita masing-masing mau kerja dan mengejar karir dulu dua tiga tahun, baru kemudian menikah. Paling bagus kalo kerjanya bisa di tempat yg sama. Nah, karena itulah, sejak dua tiga bulan sebelum kelulusan, kita berdua udah mati-matian cari kerja di China. Tapi setelah apply sana-sini, interview sana-sini, ujung-ujungnya kita tetep ga berhasil dapet kerja.

Karena visa udah mau expired, akhirnya tanggal 5 Juli 2016 kemarin, gua terpaksa pulang ke Indonesia. Tak beberapa lama kemudian Lily pun pulang ke Thailand, dan semenjak saat itu, gua dan dia resmi menjalani hubungan jarak jauh aka LDR.

Hari kepulangan gua dari Guilin 

Yg namanya LDR itu...ternyata gampang-gampang susah. Menurut pengalaman temen gua yg pernah LDRan, yg namanya LDR itu biasanya terbagi ke dalam TIGA FASE:

Fase pertama : Kebebasan

Waktu di Guilin dulu kadang gua suka kesel sama Lily karena dia MANJA BANGET. Dari pagi sampe malem nempeeeeel terus kayak perangko, sampe-sampe gua jarang punya waktu pribadi. Ya seneng sih, dari pagi ampe malem barengan dia, cuma kadang-kadang juga ada jenuhnya, pengen punya waktu luang sendirian buat nulis blog atau apalah.

Jadi awal LDRan sebenernya gua seneng banget. Gua di Indonesia, dia di Thailand... YESSS! Gua BEBAS! Gua punya banyak ME TIME. Tiap hari maen game, nonton TV, baca buku. kongkow sama temen-temen yg udah lama ga ketemu, rasanya gua kayak kembali lajang.


Fase kedua : Kehilangan.

Setelah seminggu lebih LDRan, mendadak gua mulai merasa kehilangan. Temen-temen gua mulai sibuk sama keluarga dan kerjaannya masing-masing. Kekosongan yg awalnya gua interpretasikan sebagai kebebasan, mendadak berubah menjadi rutinitas yg membosankan.

Mendadak rasanya kangeeennn banget sama Lily. Kangen wanginya dia, kangen suara dia, kangen masakan dia, kangen dipeluk-peluk dan dicium-cium. Saking kangennya, kadang gua cuma bisa liatin foto-foto kita selama di China...dan tanpa sadar air mata gua bisa mengalir begitu saja. Rasanya pengen banget kembali ke masa-masa itu, mengulang masa-masa indah itu.

Di fase kedua ini, gua sering banget telponan dan video call sama Lily. Sehari tiga kali pun rasanya ga cukup. Telponan berjam-jam, mengumbar kata cinta dan rindu, rasanya dunia kembali jadi milik kita berdua, meskipun kita tidak bisa bersama.


Fase ketiga : Kejenuhan.

Setelah hampir sebulan LDRan sama Lily, mendadak gua ngerasa jenuh. Meskipun tiap hari telponan atau video call, topik pembicaraan kita makin lama makin menipis. Karena gak ada aktivitas yg dilakukan bersama-sama, jadinya kita masing-masing ga tau harus ngomong apa. Ga jarang akhirnya kita saling diem-dieman waktu telponan. Menghubungi satu sama lain, seolah hanyalah sebuah kewajiban, sebuah rutinitas yg hampa.

Dan kadang yg gawat adalah...saking terlalu biasa sendirian, kadang-kadang gua bisa lupa sama dia. Rasanya gua tuh kayak single lagi, udah ga ada lagi ketergantungan emosional ke dia...malah terkadang suka terpikir pengen cari pelarian ke orang lain, ke orang yg bisa hadir di sisi gua secara nyata. Dan untuk mengusir pikiran buruk itu, gua mulai menyibukkan diri. Cari kerja atau kesibukan apalah yg bisa bikin gua lupa sama Lily, lupa sama fakta bahwa gua punya pacar di tempat yg jaraknya ratusan kilometer di luar sana.

Tiga fase di atas adalah fase yg pada umumnya dialami oleh pasangan yg lagi LDRan. Setelah mencapai fase ketiga, terus apa yg akan terjadi selanjutnya?

Hanya aja dua pilihan : MENYERAH atau MEMUTAR OTAK.




Teman-teman tentu sudah tidak asing dengan kisah Si Gembala dan Gadis Penenun kan? Gua ga akan cerita panjang-panjang di sini (kalo belom tau ceritanya, silahkan Googling sendiri), tapi intinya, akibat kisah cinta mereka tidak disetujui oleh Kaisar Langit, mereka berdua terpaksa LDR-an dan hanya bisa saling bertemu setahun sekali, pada saat festival Qixi yang jatuh pada tanggal 7 bulan 7 kalender Tiongkok.

Kasihan ya mereka berdua, cuma bisa bertemu setahun sekali. Ya soalnya pada jaman itu belom ada Internet sih. Tapi sekarang jaman sudah beda, kemajuan teknologi informasi modern saat ini sudah mempermudah komunikasi antar benua, membuat masa-masa LDR-an seharusnya semakin mudah dilalui. Gua dan Lily memutuskan untuk memutar otak dan berusaha membuat masa-masa LDR ini menjadi lebih mudah untuk dilalui.

Berikut ini adalah beberapa cara yg gua lakukan bersama dia :

1. Do Activity Together

Salah satu kendala utama dari LDR adalah perasaan kehilangan, ketidakhadiran si dia di dalam hari-hari lu. Kalian yang dulunya selalu makan bersama, nonton bersama, sekarang mendadak harus melakukan semua itu tanpa si dia. Hey, gua punya kabar baik untuk kalian. Meskipun kalian tidak sedang bersama, bukan berarti kalian tidak bisa melakukan suatu aktivitas bersama-sama. Coba jadwalkan suatu kegiatan bersama, misalnya :

A) Makan malam bersama
Tentukan waktu, dan janjian makan malam bersama sambil Skype-an. Meskipun si Dia hanya berada di dalam monitor, tapi kalian masih bisa have a good time together.

B) Main game bersama
Kalau pacar lu seorang gamer, kalian bisa maen game kesukaan kalian bersama. Tidak harus maen game yang ribet-ribet, board game online atau catur online pun sudah cukup. Gua sama Lily kemaren maen Clash Royale dan Homeless Demon King bareng-bareng. Sederhana, tapi itu bisa bikin gua dan dia have a good time together.

Homeless Demon King, game kocak 


C) Nonton film bersama
Download film yg sama pake torrent, terus sambil Skype-an, tonton filmnya bersama-sama pada waktu yg bersamaan. Rasanya seolah-olah gua kayak lagi nonton di bioskop bareng sama Lily, cuma bedanya ga bisa sambil pelukan aja hehehe.

D) Ide-ide lain
Di toko buku Thailand, Lily beli dua buku yg sama. Buku yg satu, dia kirim pake pos ke gua, supaya gua bisa baca buku yg sama dengan dia. Bentuk lainnya mungkin kalian bisa baca e-book atau mangascan yg sama.

Kemaren juga gua nemu lagu Mandarin yg enakeun banget di Youtube. Tapi kata-kata dalam liriknya dalem banget, jadi gua dan Lily ngetranslate bareng lirik lagunya ke Bahasa Inggris. Sambil dengerin lagu, sambil belajar Mandarin, sambil have a good time together. Lucu kan idenya? Hehehe.

Buku kiriman Lily 


2. Keep the Romance Alive

Banyak pasangan yang mengeluh bahwa LDR-an membuat hubungan mereka menjadi dingin dan hambar. Memang kita tidak harus melakukan segala sesuatu dengan romantis dan lebay seperti di pelem-pelem Korea, tapi sedikit ide-ide romantis bisa membuat api asmara kalian tetap berkobar (cieh bahasanya)

Memang jaman sekarang komunikasi antar benua sudah sangat mudah. Tinggal pake Skype atau Wechat, kapanpun kita bisa kirim pesan buat si Dia. Tapi tidak ada salahnya kalo kali-kali kalian saling berkirim surat atau kartu pos. Biarkan diri kalian hadir di hidup pasangan kalian secara fisik, meskipun hanya dalam bentuk secarik kertas. Buat kalian yang kreatif, kalian bisa desain sendiri kartu posnya seunik dan se-personal mungkin.

Gua tiap bulan kirim kartu ke Lily. Ada yg hasil bikinan gua sendiri, ada lagi yg nemu pas lagi jalan-jalan ke Gramedia. Meskipun tiap hari bisa chatting, tapi pada saat dia nerima kartu dari gua, dia senengnya bukan main, karena gua secara simbolis bisa hadir di sisi dia secara fisik, melalui kartu atau surat yg gua kirimkan itu.





3. Remind Yourself About What You Love About Your Partner

Pada saat LDR-an kadang-kadang kita bisa lupa terhadap pasangan kita. Lupa terhadap hal-hal kecil yang kita cintai dari diri mereka, lupa akan janji-janji atau mimpi-mimpi yang ingin kalian lakukan bersama di masa depan nanti, dan lain sebagainya. Salah satu yang tidak kalah penting pada saat LDR-an adalah...kalian harus saling mengingatkan satu sama lain akan hal-hal penting di atas. Misalnya, lu bisa tulis sebuah daftar tentang hal-hal kecil yang lu cintai dari pasangan lu itu, atau tulis hal-hal yang ingin kalian lakukan pada saat bertemu lagi nanti. Setelah daftarnya jadi, kalian bisa saling tukeran, lalu tempel daftar tersebut di meja kerja atau di samping ranjang kalian, supaya kalian selalu ingat akan satu sama lain.

Bulan September ini banyak banget temen gua yg married. Gua dan Lily memang masih lama marriednya, tapi kemaren gua sama dia sempet bikin daftar guest list wedding kita berdua dan juga daftar lokasi dan pose foto pre-wedding kita nanti. Emang ceritanya mah lagi berkhayal, tapi harapan akan datangnya hari yg lebih indah di masa depan, cukup manjur untuk membuat kita mampu bertahan di masa-masa LDR yg sulit ini.

Bersabar hingga tiba hari di mana aku bisa menggenggam tanganmu lagi...


Segitu dulu ya cerita soal gua dan Lily, nanti kapan-kapan disambung lagi. Pesan terakhir dari gua, pada saat kalian LDR-an, kalian harus ingat untuk SALING JUJUR, SALING MENGERTI, SALING MEMAAFKAN, dan TIDAK MERIBUTKAN HAL-HAL SEPELE. Jangan inget-inget hal-hal yang bikin kalian bertengkar di masa lalu, inget dengan hal-hal yang indah-indah aja.

Dan satu lagi, inget, kalian LDR-an ini hanya untuk SEMENTARA, bukan SELAMANYA. So, hang in there!

Soon, this all will pass.



You Might Also Like

50 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. EMOTIONAL!!
    Semangat yaa, you guys can do it! Focus on what you want to achieve together ^^ and fight for it. LDR must be hard for her as well, don't get bored with "miss you" words. Ayo cari tiket murah ke Thai Kep :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Tak. Gua harus banyak belajar dari lu juga nih, lu kan veteran LDR juga wkwkwk. Ada tips atau pesan-pesan buat para junior lu di bidang LDR ga?

      Delete
  2. Awal2 nikah sempet LDR, dan iyeh buat newlywed LDR itu bikin kangen banget, haha. Sampe sekarang pun kalau ditinggal ke kampus sampe malem rasanya udah kangen gak karuan dan berujung meneror suami supaya cepet pulang, haha. Ini istri apa depkoletor :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHA...Iska beruntung banget dapet istri kayak lu. Tapi ya itu, kita sebagai cowo kadang juga butuh personal space untuk bisa berkarya...makanya kadang gua suka jenuh kalo ditempelin melulu ma cewe gua hehehe

      Delete
  3. Wah tips LDR-nya mencerahkan (tsah) banget! Sweet banget! Semoga langgeng terus ya kak! hehehe :)

    ReplyDelete
  4. ThapThapThapManthap!
    Tetap bertahan sampai penghabisan, koh!
    Biar nggak ngapus-ngapus foto lagi di blog :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngapus-ngapusin foto di blog? *merinding*
      Duh males deh...semoga jangan sampe kejadian hahaha

      Delete
  5. Hai Ken.. komen gw ga ada hubungannya ama posting ini haha..
    1. welcome back ya to blogging, keep writing and sharpen your skill
    2. mo saran aja, meski kamu sertifikat di teaching kayaknya bisa aja sih cari kerjaan yang bukan teaching. sales hotel buat chinese market contohnya. banyak bgt sales hotel dari China langsung yang approach aku. tapi pihak hotelnya pasti akan lebih senang hire orang Indo karena kan benefit macem kamar dan tiket bisa diilangin sama mereka :)
    3. good luck ya, kalau saya perlu jasa translator, ntar saya contact

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gua juga ga mematok hanya jadi guru kerjanya. Cuma ya itu, jadi translator di Indonesia kadang gajinya ga sebanding sama capeknya hahaha

      Delete
  6. Long time no see! See di blog maksudnya... Pertama-tama selamat Mas atas studinya! Woo-hoo~ aku pengen sekolah di Cina deh tapi cuma pengen belajar bahasa aja *curhat* *nanti kapan-kapan nanya-nanya yah Mas*

    Pacarnya cantikkk... cepat nggak LDR-an lagi yaaaah.
    Nggak disamperin ke Thailand Mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau nyamperin ke Thailand kan butuh duit wkwkwk, jadi yg penting sekarang kerja dulu yg rajin hehehe

      Delete
  7. yeah LDR beda kota di satu negara aja udah bikin kalut apalagi beda negara. tapi yep dituntut kreatif juga terkadang kita kalo menghadapi yang beginian (LDR) hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, harus selalu putar otak mencari cara-cara unik untuk membuat hubungan kita ga hambar hahaha

      Delete
  8. Semoga segera menikah dah berkumpul yaa.. selalu ada jalan utk tiap kesulitan ya kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Betul, saya juga percaya, selama ada usaha, pasti ada jalan hehehe

      Delete
  9. Gak enak bro kalau pacar di tempat kerja yang sama ehehe... soalnya nanti kalau nikah harus resign salah satu (meskipun banyak juga perusahaan yang tidak menerapkan peraturan ini). Kalau dilihat dari sisi kemesraan dan semangat sih memang nilainya positif banget kerja sekantor, tapi nanti kalau sudah mau nikah itu lho yang menyedihkan (kalau disuruh resign atau pindah kantor salah satu). Semoga segera bisa menikah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu? Kalo kita nikah,s alah satu ahrus resign? Untuk hal ini, gua baru denger hahaha

      Delete
  10. Telat banget ini lo posting ginian ah vin :'v
    Jujur gue bukan tipe orang yang bisa LDR'an dan beberapa waktu lalu gue sempat berusaha buat LDR'an dan yaa... tau lah apa endingnya haha.

    Emang kudu inovasi kali ya biar LDR bisa bertahan lama~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua juga bukan tipe orang yg bisa LDRan. Gua tipe orang yg cuek, hahaha. Tapi ya karena udah sayang, apapun harus dilakuin demi memperjuangkan dia =)

      Delete
  11. Ternyata gua gak sendirian heuuuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bro, semangat ya jalanin LDR nya hehehe. Puisi lu keren-keren, gua mah ga bisa nulis puisi hehehe

      Delete
  12. Halo Keven, salam kenal :)
    Kalo gw mah ga tahan LDR euy..pernah cuma sebulan aja udah berantem2 ga karuan karena jadwal skype yang ga ketemu dll. Anyway, semoga langgeng yaa b

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih =)
      Yah buat bisa survive LDR, harus punya basic yg kuat. Gua da Lily bisa survive karena sebelumnya kita udah pacaran 2,5 tahun di China

      Delete
  13. Halo Keven, selamat rajin nulis!

    Jagoan euy, baru daftar #1minggu1cerita udah setor. Semoga lancar terus setorannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh, jadi malu. Saya suka galau soalnya, dan setiap kali galau, dicurahkan dalam bentuk tulisan hehehe

      Delete
  14. Wah ldr ya. Butuh perjuangan keras. tapi tipsnya keren banget. Baca buku, nonton film seolah olah dia ada di samping kita itu memang menyenangkan. Asal gak terlalu keseringan ngelamunnya.hehe.

    Yang penting bagaimana komunikasi yang baik, gak cuma soal rutinitas tapi juga komitmen untuk berjuang bersama harus diulang ulang.

    Selamat berjuang kak ken,semoga bisa bersama dia kembali.

    Oh ya kak ken,itu kartu yang ada kapalnya di mana dapetnya? Atau bikin sendiri?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu hasil ngerakit sendiri wkwkwk. Iya bener kata lu, kuncinya bukan hanya sekedar rutinitas, tapi komunikasi yg baik =)

      Delete
  15. Salan kenal..
    Semoga segera menikah dan ga LDR-an lagiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak mau cepet-cepet nikah ah, MUAHALLLLL wkwkwk

      Delete
  16. Kamu bisa ya menuliskan apa yang kamu rasakan LDRan dengan panjang lebar begini. Aku speechless deh... sampe gak bisa nulis, rasanya campur aduk banget. Rencananya baru mau nulis kalo udah ketemu. Dulu bilang mau dateng abis lebaran, bikin website supaya bisa ngerjain bisnisnya di Indonesia. Websitenya terlalu rumit... molor sampe lewat Idul Adha. Ini website udah selesai... tambah sibuk jarang online. Belum bisa nulis apa-apa sekarang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Amy, yg namanya LDR gak ada yg enak. Saya nulis semua ini supaya bisa menginspirasi teman-teman pembaca yg juga sedang mengalami hal yg sama seperti yg saya rasakan hehehe. Mbak Amy juga semangat yaaaaa

      Delete
  17. Hai, salam kenal! Saya yang cuma beda pulau aja galau, apalagi beda negaraaaaaaaa? Selamat menikmati!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda negara atau beda pulau, sama-sama pusing hehehe

      Delete
  18. Sumpah keren! Haha menarik banget dan tulisannya ngena 😂

    ReplyDelete
  19. Sumpah keren! Haha menarik banget dan tulisannya ngena 😂

    ReplyDelete
  20. touched and emotional. i don't even know that LDR would be so fun as you both can do. Keep inspiring om Kev! Sukses terus dan cepet halalin doi:))
    xo

    KIKO

    ReplyDelete
  21. Been there, done that. Pada akhirnya kalau berjodoh, masa2 ldr ini pasti jadi bahan obrolan seru pas dikenang lagi.
    Btw salam kenal Keven,kartu-kartunya cute :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasihhh
      Iya, badai pasti berlalu ya, pada akhirnya kita akan mengenang semua ini dengan senyuman =)

      Delete
  22. Laughter is the closest distance between two people.
    See the link below for more info.

    #distance
    www.ufgop.org

    ReplyDelete
  23. iya, Kev, emang harus 'hang in there' bgt deh ya kalo LDR-an, baddai pasti berlalu kok sabar aja *halah

    ReplyDelete
  24. Sebenernya belum pernah ngalamin yang namanya LDR tapi gak pengen juga ngalaminya rasanya gak enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, bersyukurlah kalo lu ga usah mengalaminya hehe

      Delete
  25. LDR pasti ga enak, apalagi saat ada godaan pihak lain :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, banyak banget godaannya hehehe...

      Delete

  26. Every accomplishment starts with the decision to try. Keep sharing ideas. Have a good day :)
    imarksweb.net
    imarksweb.net

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe