Semuanya Dimulai Jauh Sebelum Kutemukan Dirimu

16:40:00

finding you love soulmate love you before i met you


Sebelum lanjut baca ke bawah, tolong temen-temen baca dulu baik-baik cerpen yg satu ini, biar ngerti kelanjutan ceritanya... :


Cerpen di atas, gua tulis 3 tahun yg lalu di bulan Oktober 2013. Saat itu gua baru kuliah di Guilin 1 bulan, masih belajar bahasa Mandarin, belom mulai kuliah S2 nya. Saat itu gua juga masih jomblo, baru mengalami salah satu patah hati terhebat di hidup gua, dan masih belum tahu hidup gua ini mau dibawa ke mana. 

Sekarang, bulan Oktober 2016, gua udah lulus S2, dan masih ga tahu hidup ini mau dibawa ke mana. Bisa beli apartment pake uang sendiri dan punya kerjaan yg tidak ngebosenin seperti yg gua tulis di cerpen di atas, tampaknya masih berupa angan-angan. 
Tapi setidaknya, sekarang gua udah nemuin dia, sosok yg diciptakan Tuhan untuk mengisi ruang kosong di antara jemari tangan gua.


"Kenapa Tuhan menciptakan ruang kosong di antara jari-jari kita? Karena suatu hari Ia akan mengirimkan seseorang yg dapat mengisi ruang kosong tersebut"
quoted from Emotional Flutter - Saat Akhirnya Kutemukan Dirimu


finding you love soulmate love you before i met you

Dia muncul tiba-tiba, di saat gua lagi gak mikirin soal pacaran. Di saat gua berpikir bahwa gua sedang tidak seharusnya jatuh cinta. Dengan caranya sendiri, dia masuk ke dalam hidup gua, menjadi bagian yg tidak terpisahkan dari keseharian gua. Dan waktu dia akhirnya menyatakan bahwa dia suka sama gua...gua...bener-bener kehilangan kata-kata.

Kita jadian di bulan Desember 2013. Memang dia bukan orang Indonesia, seperti yg gua tulis di dalam cerpen di atas, tapi dia juga seorang cewe tangguh yg mampu survive di perantauan. Waktu awal jadian, jalan berdua aja canggung, boro-boro kepikiran untuk foto bareng di studio foto kecil di sebrang jalan seperti yg gua tulis di cerpen di atas, tapi seiring berjalannya waktu, gua mulai menikmati pacaran sama dia. Dia orang yg menyenangkan dan juga suka akan tantangan. Bersama dia, gua berpetualang keliling China, dan kita berfoto bareng di setiap tempat yg kita kunjungi berdua. 

Ga kerasa, sekarang udah 3 tahun gua pacaran sama dia. Dan tadi pagi, waktu gua baca lagi cerpen buatan gua 3 tahun lalu, gua kaget...karena ternyata sifat dia sama dengan deskripsi cewe ideal gua seperti yg gua tulis di cerpen di atas. Kulitnya putih, rambutnya sebahu, suka minum Milk Tea, bisa maen piano, gigih, ulet, sedikit manja, cerdas, dan humoris. Kok bisa ya?

Melalui postingan ini, gua mau ceritain RAHASIA nya sama temen-temen semua... 
Kalian mau tau kan? Wkwkwk...

Tahun 2010 silam, gua pernah membaca sebuah artikel yg isinya kurang lebih seperti ini :

Suatu pagi aku terbangun dari tidurku, dan aku muak dengan kehidupan cintaku selama ini yg diwarnai dengan sakit hati dan kekecewaan. Aku muak dengan rekor ditolak dan putus-sambungku. Aku lelah mendapati diriku dengan seseorang yg tidak memahamiku. Aku ingin sebuah perubahan. Aku memutuskan untuk bangkit dan mengubah diriku.

Di sebuah kertas, kutulis secara detil kriteria-kriteria yg  kuharapkan dimiliki oleh calon pendampingku di masa depan kelak. Kubayangkan profil wajahnya, karakter fisiknya, tingkat pendidikan dan tujuan hidup yang dimilikinya. Lebih penting lagi, kucurahkan semua ego dan hasratku untuk mendeskripsikan perubahan emosi dan perkembangan kepribadian calon pendamping masa depanku itu. 

Bagian paling berat adalah saat aku juga menghitung apa yg ia inginkan dariku. Aku menuliskan semuanya serealistis mungkin, dan tidak muluk-muluk. Aku tahu batas diriku dan apa yg mungkin dan tidak mungkin aku lakukan.

Setelah selesai, kulipat dokumen itu dan kusimpan di dalam dompetku. Dengan begitu, sang pasangan hidup idealku itu akan selalu berada di dekatku, berada di dalam tempat terpenting dalam hidupku.

Kemudian, aku kembali fokus ke diriku sendiri. Aku sudah tahu seperti apa wujud calon pendamping idealku dan apa yg dia inginkan dariku. Kewajiban utamaku saat ini adalah membuat semua keinginannya itu terwujud. Aku sadar, dalam kehidupan nyata, tidak mungkin aku dapat membangun sebuah rumah dalam satu malam. Jadi, aku memulainya segalanya dengan mengatur hidupku. Aku giat belajar dan berjuang untuk meningkatkan segala kemampuanku, termasuk juga penampilan dan kepribadianku. Kuselesaikan studiku dengan baik, bekerja, dan tidak lupa juga untuk selalu bersosialisasi.

Minggu demi minggu, bulan demi bulan, aku mulai merasakan hasilnya. Aku terlihat berbeda. Tubuhku terasa lebih sehat dan fit. Aku dikenal sebagai sosok yg ramah dan dapat diandalkan. Aku dikenal banyak orang, dan mungkin salah satu dari mereka adalah calon pendamping masa depanku. Percaya diriku meningkat. Aku tak lagi takut mengambil resiko, tapi juga tidak sembrono. Aku menikmati proses pengembangan kepribadianku. Aku tidak lagi memikirkan mencari pasangan, yg aku lakukan hanyalah meningkatkan kualitas diriku sendiri. Bukan untuk orang lain, tapi untuk diriku sendiri.

Beberapa tahun pun berlalu, emosiku sudah lebih terkontrol dan baik. Aku menjadi lebih dewasa secara personal dan memiliki rutinitas serta kebiasaan hidup yg baik. Aku tidak berkencan sesering teman-temanku yg gemar bersenang-senang itu, aku hanya berkencan dengan teman lawan jenis yg aku sukai dan punya prospek untuk menjalin hubungan serius di masa depan. Pada akhirnya aku pun menemukan seseorang yg cocok denganku dan kujadikan ia pacarku. Aku merasakan kedamaian dalam hidupku.

Suatu hari, menjelang hari perkawinanku, aku mengeluarkan dokumen yg selama ini aku simpan di dalam dompet dan aku terkejut menemukan bahwa ternyata calon suami/istri masa depanku ternyata sudah hampir memiliki semua kualitas yg pernah aku tuliskan...

Temen-temen pembaca ngerti kan apa maksudnya?

Kita selalu berpikir bahwa sebuah kisah dimulai pada saat ada seseorang yg membuat kita tergila-gila. 
Itu SALAH.
Sebab sebuah hubungan cinta dimulai jauh, jauh hari sebelum kamu bertemu pasangan impianmu.

Logikanya gini. Seorang cowo yg ganteng, kaya, dan sukses, tentu mengharapkan punya pacar yg cantik, pintar, dan bisa mengimbangi dia. Begitu pula, seorang cewe yg lulusan S2, tentunya dia mencari seseorang yg tingkat kecerdasannya setara atau lebih tinggi. Jadi semakin tinggi kriteria pasangan ideal lu, semakin tinggi pula tuntutan yg harus lu penuhi supaya bisa mengimbangi dia.

finding you love soulmate love you before i met you


Tahun 2006-2010 adalah masa paling kelam di dalam hidup gua. Gua ngeceng sana-sini, dan ditolak sana-sini dengan berbagai alasan. Bahkan ditolak sebelum sempat nembak pun sudah pernah gua alami hehehe. Waktu itu di otak gua, gua cuma memikirkan tentang sosok pacar ideal yg gua inginkan, tapi gua tidak memikirkan, apakah gua sudah LAYAK untuk mendapatkan seorang pacar seperti yg gua bayangkan itu.

Akhirnya, di akhir tahun 2010 gua memutuskan untuk merubah diri. Gua jalanin kuliah dengan lebih serius, beresin skripsi dan Tugas Akhir gua dengan maksimal dan tepat waktu. Di sela-sela kuliah pun gua rajin magang dan kerja part-time supaya gua punya pengalaman kerja profesional. Gua juga giat belajar Bahasa Mandarin dan rajin nyari beasiswa S2 ke luar negeri. Setelah dapet beasiswa dan kuliah di China pun, gua rajin belajar dan rajin mengikuti segala kegiatan yg diadakan oleh kampus : lomba pidato, lomba karaoke, ikutan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok, jadi ketua OSIS, semua gua lakuin.

Gua tidak lagi berenang-renang di tengah lautan manusia demi mencari jodoh gua, nggak, gua belajar dari pengalaman bahwa itu bukanlah cara yg efektif. Gua memutuskan untuk memperbaiki diri, fokus mengejar pendidikan dan karir gua. Gua percaya bahwa jika gua memanjat setinggi-tingginya, di atas jutaan manusia lainnya, sang pasangan ideal gua akan bisa menemukan gua dengan sendirinya. Dan hasil akhirnya? Kalian sudah tahu sendiri.

Pacar gua bilang ke gua bahwa dia bukan jatuh cinta sama gua pada pandangan pertama, tapi pada pandangan keseratus. Bukan karena tampang atau penampilan fisik, melainkan karena melihat semangat dan kegigihan gua. Bukan karena gua hebat dan nyaris sempurna, tapi karena wajah gua selalu muncul di setiap persimpangan jalan, dan di setiap acara yg dia ikuti. Bukan karena gua memperlakukan dia special, tapi karena gua baik dan peduli sama semua orang yg ada di sekitar gua. 

Yah, gua percaya bahwa dia ga bohong sih, soalnya sosok yg dia lihat tahun 2013 di Guilin itu adalah versi terbaik dari diri gua, yg sudah banyak ditempa sama pahit manisnya kehidupan dan hasil perjuangan gua selama bertahun-tahun. Kalo dia liat diri gua versi 2010 ke belakang, boro-boro bakal jatuh cinta, dijamin dia bakal ilfil duluan hehehe.

Hanya satu hal ini yg dia gak tau...bahwa gua udah mencintai dia, sejak jauh sebelum gua bertemu dia. Bahwa diri ini, cinta ini, sudah gua pupuk dan gua persiapkan supaya layak buat dia, sejak bertahun-tahun sebelumnya. 

I love you since long before I even met you.
I have been waiting for you, all my life.


Sampe saat ini, gua masih belum bisa mewujudkan segala sesuatu yg gua tulis di cerpen di atas. Gua dan pacar gua masih belum tunangan, belum punya apartment yg menghadap ke laut dan belum tinggal di kota yg punya 4 musim. Tapi dengan kehadiran dia di sisi gua, gua menemukan kedamaian...dan sisa impian yg belum terwujud, kalo bersama dia, gua yakin semua itu bisa gua wujudkan...

Semoga kisah gua ini bisa menginspirasi teman-teman pembaca semua, terutama bagi mereka-mereka yg masih mencari pasangan hidupnya.

Ingat, jodoh itu bukan hanya ditunggu, tapi harus diperjuangkan =)

You Might Also Like

57 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. "Dengan hadirnya dia di sisi gua, itu membuat damai." Kok nyesss banget, sih, baca beginian. Hadeh... Malem2 udah dibawa baper.

    Tapi gue dulu mikir gitu, sih bg. Siapa sih, yang mau sama gue yang ya... gitulah. Tapi, nyatanya nggak gitu. Dulu memang gue punya kriteria layaknya yg bg Kevin tulis, tapi makin deket dan kenal dia, gue jadi lupa.

    Apa itu kriteria.

    Buat gue sih, siapapun dia, asalkan bisa ngerti sama apa yang gue kerjain dan dia have fun (begitu juga gue) itu udah cukup.

    Btw, ditunggu lho, bg. Foto-foto prawednya.. XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Melupakan kriteria itu ada positif dan negatifnya. Positifnya, kita belajar menerima seseorang apa adanya. Negatifnya, bikin kita jadi males berusaha. Karena kita nerimain dia apa adanya, secara tidak sadar kita juga menuntut dia untuk menerima kita apa adanya. Padahal ada kalanya dalam hidup kita harus berani dikritik dan berani berubah kalo kita pengen maju =)

      Delete
  2. Ini yg disebut hukum tarik menarik di buku the secret rondha byrne. Kita fa boleh takut bermimpi yg kita inginkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, memang konsepnya mirip sama The Secret

      Delete
  3. Sadap mass...

    Gw masih di tahap tahun 2010 lo mas..

    Gw jadi semngat banget...thanks artikel lo..

    ReplyDelete
  4. Sadap mass...

    Gw masih di tahap tahun 2010 lo mas..

    Gw jadi semngat banget...thanks artikel lo..

    ReplyDelete
  5. heya Kev... yeah gue di tahun ini juga sedang mengalami patah hati yang luar biasa.
    she left me setelah tahu gue mengidap penyakit yang sembuhnya butuh miracle.

    setelah baca ini gue jadi pengen buat notes gitu. yeah semuanya butuh perjuangan toh :)
    I love you since long before I even met you.

    berjuang! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, waktu itu juga gua punya penyakit parah, tapi akhirnya puji Tuhan bisa sembuh setelah operasi di tahun 2013. Jangan pernah menyerah sama hidup lu, karena selama ada usaha, pasti ada jalan.

      Kalo dia ninggalin lu, itu tandanya she is not the one. The real "one" is coming on your way, as fast as she can =)

      Delete
  6. ya namanya bukan jodoh kalau mau seberapa keras mau dapetin dia, tapi ternyata bukan dia yang dia mau gimana lagi,
    emg si cinta butuh perjuangan, dan kotmitmen, mau punya pacar untuk di bawa kepelaminan hanya sekedar status,
    kalau gue si punya pacar selalu gue kotmitmen seperti itu,
    ya walaupun gue di mainin 2 kali dan terakhir gue pacaran udh nikah dengan jodh yang telah di tentukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoo? Jadi intinya sekarang lu jomblo atau udah nikah? Gua jadi agak bingung, hahaha.

      Delete
  7. "Tapi dengan kehadiran dia di sisi gua, gua menemukan kedamaian...dan sisa impian yg belum terwujud, kalo bersama dia, gua yakin semua itu bisa gua wujudkan..." baper banget bang...

    Hm, gue sampai sekarang masih belum bisa mendapatkan tambatan hati gue bang. Udah banyak cewek yang keluar masuk hidup gue, sayangnya semuanya beda keyakinan. Gue yakin sama dia, sayangnya dia gak yakin sama gue :(

    Alah, kok gue jadi curhat kok disini bang. Maafin ya XD

    Semangat ya bang, semoga langgeng. Foto pre-wednya gue tunggu nih :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, memang perbedaan prinsip itu adalah masalah paling besar di dalam suatu hubungan. Lu nya mau sama dia, tapi dia nya ga mau sama lu. Beda prinsip kan? Wkwkwk.

      Sok cobain bikin list seperti yg gua bilang di atas. Beberapa tahun ke depan, lu akan terkejut sama hasilnya =)

      Delete
  8. kok gue merasa tersentuh ya hhhhh bener bang apa yang kita usahakan dengan hebat pasti akan berbuah manis tapi gue belum bisa kayak lo bang entah kapan titik balik itu datang. semoga terwujud segera pertunangannya bang hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perjalanan ribuan mil dimulai dari sebuah langkah pertama. Jangan menunda2 untuk berubah. Why not start today?

      Delete
  9. Kok baper ya bacanya?

    Iya banget. Emang kita perlu untuk memantaskan diri kita dulu sama seseorang pendamping impian kita, biar kita pantas untuk menjadi pendamping hidupnya.

    Semoga semua impian yang kamu tulis di cerpenmu terwujud ya. Aamiin ya rabbal alamin.

    ReplyDelete
  10. Ayokk! buruan dilamar, biar bisa resmi dan lanjut ke pernikahan wkwk. Kalian berdua memang sudah cocok banget sepertinya. menjalani hubungan 3 tahun juga kurasa adalah waktu yang lebih dari cukup buat mengenal satu sama lain.

    Apa aku juga perlu menuliskan kriteria pendamping impianku ya, biar besok aku bisa dipertemukan persis sama apa yang kutuliskan wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masalahnya bukan waktunya udah cukup atau belum, uang buat nikahnya udah ada atau belum, itu yg jadi masalah hahaha

      Delete
    2. Naaaah, itu dia yang masih harus diperjuangkan juga hahaha. Karena memang biaya nikah itu nggak murah.

      Delete
  11. begitu besar ya bang perjuangan cinta lo ke orang yang lo sayangi. memang bener sih kata pepatah bahwa jodoh itu bukan untuk ditunggu tapi dicari dan diperjuangkan. semoga usaha lo untuk tidak sia-sia ya bang dan gue tunggu endingnya ke jenjang pernikahan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu juga bukan disengaja, hehehe. Gua hanya berjuang untuk membuat diri gua LAYAK untuk dia...jadi pas dia dateng, gua udah bisa kasih dia VERSI TERBAIK diri gua hehehe

      Delete
  12. Oh my god! Kalo baca postingan ko keven tengang cinta asli langsung dibuat baper maksimal.
    Postingan lu tentang friendzone dulu itu bahkan gw sampe kepikiran berhari-hari. Apalagi pas lg ngelamun di wc. Du ile. Kerasa banget dah baper maksimal nya.

    Nah skrg yg ini kayaknya lu berhasil jg buat gw baper. Gw jd pgn juga nulis tentang tipe ideal gw.

    Btw cewe dlm cerita ini cwe thailand itu kan? Semoga langgeng yaa..

    Kayaknya klo diliat dr impiannya tinggal dinegara 4 musim, berarti bukan di indo. Abis merid pasti kisah idup lu bakal lebih seru lagi nih.


    Ditunggu lamarannyaaaaaaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua tau kenapa lu bapernya di WC...soalnya gua dapet ide nulisnya juga kebanyakan pas lagi ngelamun di WC hahaha...

      Delete
  13. kampret sih ini mah asli.
    abis ini langsung bikin cerpen juga deh, buat 5 tahun kedepan. gue mupeng juga. fak.

    tapi, gue pernah baca juga sih yg menuliskan hal apa saja yang diinginkannya selama 5 sampai 10 tahun ke depan, yg gue baca itu novel fiksi sih, jdi percaya ga percaya, dan sekarang lu adalah bukti nyatanya ya. hebat, uy.
    eh, btw lu s1 dimana emang?

    kayaknya banyak orang yg lupa akan poin penting dalam mencari pasangan itu adalah dengan memantaskan dirinya terlebih dahulu. baca tulisan ini, serasa di gampar gitu sih. okeh ah, mau fokus dulu sama hal yg ingin gue raih. buat jodoh, pasti klo udah waktunya bakalan ketemu juga. thanks buat tulisannya nih, pin. jdi bikin semangat, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua S1 di DKV Maranatha. Kalo udah jadi cerpennya, jangan lupa tag gua ya...

      Delete
  14. tulisannya bener-bener aku intropeksi diri banget yaaaaa, yaampun selama ini nunggu jodoh, ternyata jodoh itu harus diperjuangkan. seberapa hebat dan gigih kita. itulah yang bakal kita dapatkan. dengan memantaskan diri kita terlebih dulu. semangattt heheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, jodoh itu bukan hanya ditunggu, tapi harus diperjuangkan hehe

      Delete
  15. I think, I also had to write about my ideal mate. Hahaha

    Setuju sih, kita pengen si ini, si itu, si dia tapi kita belum memantaskan diri agar bisa jadian sama dia. Fokus kita upgrade diri dulu kali ya, biar kita bisa milih jodoh kita. Ehe ehe

    *Nulis jodoh ideal di masa depan* siapa tau kejadian juga.. :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, kadang kita trlalu sibuk membayangkan apa yg kita inginkan sehingga kita lupa tidak mempertimbangkan apa yg diinginkan oleh calon pasangan kita hehe. Kalo udah jadi listnya, gua liat donk wkwk

      Delete
  16. jadi ke-ingat petuah guru PKN gue waktu SMA dulu :
    (wis ta, sing penting tuntut ilmu sing duwur disek. perkaoro jodo kui moro dewe)
    sudahlah, yang penting menuntut ilmu setinggi-tingginya. masalah jodoh itu pasti datang dengan sendirinya
    Kata itu masih menjadi misteri di benak gue...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya ada sebuah pesan moral di balik kalimat itu, kamu skrg udh ngerti belum apa mksdnya?

      Delete
    2. kalau dipikir-pikir jodoh datang dengan sendirinya, aneh kan. kalau si empunya kagak usaha mencari ntu jodoh, jadinya kan forever alone...

      Delete
  17. pada kalimat "Kenapa Tuhan Menciptakan Ruang Kosong di Jari-Jari Kita"
    suka banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua yg nulis sendiri, tapi gua juga suka terenyuh sendiri karenanya hahaha

      Delete
  18. Hemm... Kok lagunya enak banget didenger ya. Jujur, gue baru pertama kali denger lagu ini. Maklum aja, bukan pengamat pengamat lagu2 barat. hehe

    Eh, malah komen lagunya lagi. hihi
    bener kata lo sih bang di petikan tulisan lo terkahir. Jodoh itu jangn ditunggu, tapi diperjuangkan. Diumur yang bisa dibilang sudah cukup matang ini. Gue lagi memperjuyangkan hal itu bang. Semoga kelak bisa happy ending ya bang. #MALAHCURCOL :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat berjuang ya, semoga berhasil hehe

      Delete
  19. Semua yg ingin dipi tuliskan, kyknya udah pada ditulisin tuh sama temen2 blogger di atas hahaha...
    Dasaarrr makhluk berhati lembut romantis, beruntunglah wanita yg dicintai dirimu.
    Nulis2 yg banyak gih, mimpi2, juga harapan2, biar jadi doa, biar nyampe ke semesta, Tuhan ini benar ada.
    Dipi pun makhluk beruntung, dapet suami yg sgt penyayang, kriterianya mmnuhi kriteria yg kuinginkan sewaktu mendamba ingin punya suami kyk apa.
    Semoga selalu bahagia ya Kev ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Dipi, kamu juga, semoga selalu berbahagia dengan suami kamu ya...

      Delete
  20. Oke, gw baper....
    Ini bener banget sih, bacanya jadi pengen bener2 bebenah diri, krn soal jodoh ga bisa sembarangan dan buat dapetin jodoh yg worthed for the rest of life itu ga instan. Ada usaha yg pastinya dimulai dari diri sendiri dulu. ;))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mulai aja dulu dari diri sendiri, dari hal hal yg terkecil. Selamat berjuang ya...

      Delete
  21. Gue admin baper.....kwkwkw

    Gue baru tau ternyata jodoh itu harus diperjuangkan....gue kirain nunggu aja suatu hari dapet.

    Klo gue sih sudah diajarkan pada orang tua supuya tidak berpacaran, nah klo gitu dapet jodohnya kira-kira gimana bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga boleh pacaran, bukan berarti tidak boleh memilih kan?

      Delete
  22. Gue baper :', cara paling tepat untuk dapat pacar ya dengan memantaskan diri dan tidak terlalu memikirkan pacaran, karena dengan sendirinya si doi bakalan nyamperin tampa harus di kodein.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kejarlah cita citamu, naiklah ke tempat setinggi mungkin, dan biarkan sang jodohmu yg menemukan dirimu..

      Delete
  23. wah mantep bener dah kakak blogger yang satu ini, rajin banget bikin karyanya.
    cewek ideal yah, buat saya sampai saat ini hal itu merupakan sesuatu yang bastrak hahaha.
    cuma kayaknya gua lebih suka nemu di jalan, sekarang sih fokus berkarya aja, maunya sih gituh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, memang, berkarya aja dulu yg banyak, hidup itu tidak melulu harus mikirin cinta cintaan kan?

      Delete
  24. bener - bener bikin baper aku bacanya, bener tuh jodoh harus diperjuangkan apalagi seorang lelaki, kalo ngga merjuangin bakal diambil orang deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dia merasa kamu itu layak untuk dia, dia ga akan meninggalkan kamu untuk orang lain

      Delete
  25. Betul banget, kayak kita gk usah cari dan kejar kupu². Tapi memelihara taman sendiri, biar kupu²nya datang.. Great post!

    ReplyDelete
  26. Hahahaha..persis!
    Jaman kuliah, gw juga sibuk ini itu sampai ga sadar banyak cowok yang naksir. #kepedean Pas SMA mah boro deh dilirik juga ga, cuma gadis kremesan sisa goreng bakwan. Huhuhu..

    Pak Keven pasti bisa deh ngelanjutin perjuangan bersama Sang Gadis Impian. Jia you! #biarbisakopdarklokeNanning #eaaa

    -MarQ-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayu kita kopdar ke Nanning hehe. Nanti biar aku yg jadi tour guidenya deh di sana

      Delete
  27. hemmm itu orang Indonesia atau China nih ? wah wah wah . Gue suka tuh dengan kata kata lo yang ini bang : Cinta itu tidak hanya di tunggu , tapi juga di perjuangkan .

    By the way .... gue juga masih fokus untuk menuntut ilmu . Mungkin gue bisa mencontoh dari tulisan lo ini untuk (nanti) ketika jodoh itu datang . Yapp gue harus memperjuangkannya dan menyiapkannya .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, rencanakanlah hidupmu dengan matang, sehingga kalo suatu hari sang cinta datang, kamu sudah jadi seseorang yg layak untuk jadi tempatnya berlabuh

      Delete
  28. Joss banget tulisanlu, Bro.

    Kayaknya ini kudu dibaca sama para jomblo yang melulu mikirin gimana caranya mendapatkan pasangan terbaik, bukan mikirin gimana caranya menjadi seorang pribadi yang baik.

    Apa yang lu lakuin ini bukan cuma sekadar mengkhayal di siang bolong, melainkan berupaya agar khayalan itu bisa mewujud menjadi kenyataan.

    Thanx sudah berbagi tulisan yang keren seperti ini. Jempol!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, saya juga pernah jadi seorang jomblo, dan saya berharap pengalaman saya ini bisa menjadi inspirasi bagi mereka-mereka yg masih mencari tambatan hati hehehe

      Delete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe