Mengubah Masa Lalu

16:33:00


Tulisan ini dipersembahkan untuk seseorang yg sangat berharga di dalam hidup gua...semoga bisa membantu mencerahkan hatimu =)

Setiap orang pasti punya hal yg ia sesali di masa lalunya

Mungkin karena yg pernah ia lakukan
Mungkin karena apa yg pernah orang lakukan terhadapnya
Dan pada sebagian besar kasus, itu adalah kombinasi dari kedua hal tersebut

Beberapa waktu yg lalu, seorang sahabat pernah bercerita tentang masalah ini ke gua.
"Ven, andaikan gua punya mesin waktu, gua mau kembali ke masa lalu dan merubah dua hal ini: Satu hal yg menyebabkan hidup gua rusak, dan satu hal yg gua lakukan dan merusak kehidupan banyak orang."

Dia gak cerita detailnya apa ke gua, dan gua juga ngerasa bahwa gua ga perlu tahu.

Kemudian dia nanya ke gua :
"Kalo lu Ven? 
Kalo lu punya mesin waktu, apa yg bakal lu ubah?"


nobita shizuka suneo giant doraemon
Waktu kecil, gua juga suka bermimpi punya mesin waktunya Doraemon

Gua berpikir serius, dan kemudian gua bilang ke dia :

"Gua juga punya DUA HAL yg ingin gua lakukan di masa lalu

Yang pertama, waktu kelas 4 SD, waktu cinta pertama sekaligus sahabat baik gua mau pindah ke Aussie. Waktu itu, setelah tahu dia mau pindah, gua tuh sedih banget. Saking sedihnya, tiap gua ketemu dia, gua selalu murung dan mau nangis gitu. Akhirnya dia malah ngejauhin gua, dan di hari-hari terakhir dia di Indo, kita malah ga banyak menghabiskan waktu bersama. Kalo gua bisa naik mesin waktu kembali ke masa itu, gua bakal kasih si Keven versi kelas 4 SD untuk lebih banyak senyum dan bikin memori menyenangkan sebanyak-banyaknya dengan si cinta pertama, bukannya malah sedih-sedihan kayak gitu.


Kedua, gua pengen kembali ke masa kakek-nenek gua masih hidup dan masih sehat. Dulu gua terlalu cuek sama mereka, terlalu sibuk sama diri sendiri, jarang ngeluangin waktu untuk berkunjung dan ngobrol sama mereka kecuali lagi Imlek atau ada acara kumpul-kumpul keluarga. Kalo bisa naik mesin waktu kembali ke masa itu, gua akan spend lebih banyak waktu ngobrol dan mendengarkan cerita-cerita mereka."



"Mudah-mudahan setelah ini kita bisa menjadi bijaksana, dengan tidak mengadili masa lalu dengan keadaan kita di masa kini" - Pidi Baiq


Sahabat gua itu ketawa denger cerita gua, dia bilang :
"Ven, lu mah kembali ke masa lalu, cuma untuk memuaskan hasrat lu, pada akhirnya lu tidak mengubah apa-apa. Biasa kalo di film-film, orang kembali ke masa lalu tuh untuk mengubah satu hal yg paling dia sesali, atau menyelamatkan orang yg dia cintai."

Gua senyum mendengar reaksi dia. Memang, sebenarnya yg dia omongin tuh bener. Apa yg ingin lakukan di masa lalu, sebenarnya tidak merubah apapun. In the end, sahabat gua akan tetap pindah ke Aussie, dan kakek nenek gua tetap akan meninggal karena sakit, dan gua tetap bakal kehilangan mereka.

Masalahnya adalah, meskipun bisa kembali ke masa lalu, gua gak tahu bagaimana caranya untuk mencegah kepergian dan juga kematian. Selama kita hidup, cepat atau lambat kita pasti akan mengalami yg namanya kehilangan. Persahabatan tidak bisa mencegah perpisahan, dan cinta tidak bisa mencegah kematian. Yg bisa gua lakukan hanyalah menggunakan waktu yg gua miliki sebaik mungkin.

Waktu dapat merubah seseorang. Yg dulunya temen, bisa jadi musuh. Yg dulunya pacar, bisa jadi mantan. Orang yg dulunya deket sama kita, pas ketemu lagi, dia sudah bagaikan orang asing. Memang gua akhirnya bisa ketemu lagi dengan cinta pertama gua bertahun-tahun kemudian. Tapi saat itu, dia udah berubah, gua juga udah berubah. Kita sudah bukan diri kita yg dulu lagi dan kita juga gak bisa saling bertemu dengan diri kita yg versi kelas 4 SD lagi. Dan waktu juga tidak dapat mencegah yg namanya perpisahan. Gak peduli sebanyak apapun perhatian dan kasih sayang yg gua berikan terhadap Kakek dan Nenek, cepat atau lambat akan datang harinya di mana mereka dipanggil oleh Sang Pencipta dan kita tetap akan berpisah. Yg bisa gua lakukan hanyalah, membuat setiap detik yg gua lalui bersama mereka, menjadi lebih berarti.




Waktu gak bisa diputar kembali. Apa yg sudah terjadi di masa lalu, tidak akan bisa kita ubah. Gak ada tombol Undo atau Ctrl + Z, gak ada option untuk Load Saved Game atau Restart From Last Checkpoint, gak ada. Apapun yg terjadi di masa lalu, hidup akan terus berjalan. Gua juga pernah berbuat salah, gua pernah mengalami kegagalan dan juga kehilangan. Ada kalanya gua juga berharap gua bisa mengubah masa lalu. Ada kalanya gua juga berharap bisa pencel tombol pause, dan menghentikan hidup ini sejenak, biar gua bisa rehat dari segala masalah dan kepenatan yg membuat gua stress.

Tapi gak bisa. I can't do that. I can't it pause on the world.
I got to get on with my life, even if that life isn't what I wanted it to be.

Tidak ada yg perlu diubah dari masa lalumu.
Kesalahan itu terjadi supaya kita lebih bijaksana Kegagalan itu terjadi supaya kita mau lebih giat belajar dan berjuang. Dan kehilangan itu terjadi, supaya kita kita belajar menghargai. And in life, we met someone for a reason. Either a blessing, or a lesson. 

The past is the past. And the only direction in life that matters, is forward.

Bagaimana dengan teman-teman pembaca sekalian? Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa yg akan kamu ubah? Tulis jawabannya di kontak komentar di bawah ini yaaa...


You Might Also Like

43 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bisa mengubah masa lalu?
      I'd say I'd rather not change anything, even if I wanted it so much.
      Teori waktu ada macam-macam, dari singularity sampai multiverse. Yang satu ngomongin butterfly effect dari tiap sentuhan perubahan kecil yang dilakukan di masa lalu, yang lain ngomongin deviasi ala Steins;Gate di mana sampai nominal deviasi tertentu, masa depan tidak akan berubah keluar dari jalurnya.

      Tapi back to the point: if I can change anything from the past, I WON'T change anything at all.
      Life is a journey, it is never always about what and why- it is also about the how.
      I have some lingering regrets that might be settled if I changed the past. But would I take the responsibility for the changes happened as the consequences of my action in changing the past? I couldn't even if I wanted it.

      Not to mention that I'm now in my happiest period of my life, marrying the girl I love, enjoying games and still able to hang out with my besties. Why would I change it? ;)

      Delete
    2. Kalau bisa mengubah masa lalu?
      I'd say I'd rather not change anything, even if I wanted it so much.
      Teori waktu ada macam-macam, dari singularity sampai multiverse. Yang satu ngomongin butterfly effect dari tiap sentuhan perubahan kecil yang dilakukan di masa lalu, yang lain ngomongin deviasi ala Steins;Gate di mana sampai nominal deviasi tertentu, masa depan tidak akan berubah keluar dari jalurnya.

      Tapi back to the point: if I can change anything from the past, I WON'T change anything at all.
      Life is a journey, it is never always about what and why- it is also about the how.
      I have some lingering regrets that might be settled if I changed the past. But would I take the responsibility for the changes happened as the consequences of my action in changing the past? I couldn't even if I wanted it.

      Not to mention that I'm now in my happiest period of my life, marrying the girl I love, enjoying games and still able to hang out with my besties. Why would I change it? ;)

      Delete
    3. Thanks for the comment, Drew. jarang-jarang liat lu komen di sini hehehe. Iya, everything will be beautiful in its time ya. Suatu hari kita bisa mengenang semuanya dengan senyuman =)

      Delete
  2. Saya tidak mau merubah masalalu saya..meski itu pahit dan ada bekas luka disana. Kenapa??
    Sebab saya tidak akan jadi seperti sekarang ini ketika masalalu itu tidak ada. Now, i'am fly with my future..better than yesterday.
    Bersama orang-orang yang sungguh menyayangi dan membutuhkan kehadiran saya. Saya sangat bersyukur..maka saat ini saya bahagia.
    Apalagi dengan Allah berikan kepada saya seorang suami yang baik, mau mengimami saya saat sholat fardhu. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, karena dari kepahitan, dari luka itu, kita belajar menjadi lebih bijaksana, bener ga?

      Delete
  3. kalau punya mesin waktu, kayaknya saya gak bakal ubah apa-apa.
    karena saya percaya kalau "everything happens for a reason". :)

    ReplyDelete
  4. Sejauh ini klo dipi ingin kembali ke masa lalu itu krn mengingat org2 yg spesial. Ingin mperbaiki situasi, spy di masa depan tetep dekat penuh kasih sayang... Hahaha. Ada orang2 yg ga bs dipi lupakan, betapapun inginnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komen lagi yaaa...
      Betapapun inginnya dipi kembali ke masa lalu, tetap bagi dipi masa depan yg lbih penting. Masa lalu ya biarlah berlalu. Mari kita fokus utk songsong masa depan yg cemerlang... Eaaa.. :D

      Delete
  5. Apapun yang terjadi di masa lalu, semuanya memang sudah ditakdirkan terjadi. Ketika kita merubah sesuatu di masa lalu, walaupun kita inginnya hal tersebut baik, bisa jadi malah berakhir buruk, karena waktu tidak berjalan seperti yang seharusnya. Jadi, aku tidak ingin ke masa lalu dan merubah apapun, jalani saja yang ada sekarang. Karena, sesuatu yang lalu bukan milik kita, yang di masa depan belum kita temui, kita cuma punya masa sekarang. Jangan serakah, cukup nikmati masa sekarang dan jadikan masa lalu sebagai pelajaran dan buat masa depan kita lebih cerah dan seperti yang kita inginkan dengan bersungguh-sungguh di masa sekarang

    ReplyDelete
  6. beberapa temenku bilang.
    percuma kita ngayal mau balik kemasa lalu.
    ga akan pernah kesampean.

    padahal sebenernya, masa lalu itu bukan buat di khayalin. tapi buat di jadikan pelajaran.

    makanya jangan salah kalo banyak banget orang yang nyesel sama masa lalunya. sayangnya kita ga pernah belajar dari masa lalu itu.

    ReplyDelete
  7. Well said! Well said!
    Thank youuuu udah berbagi perspektif yg luar biasa ini

    bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  8. Nyobain komen dsini hehe..
    hmm klo bisa ngubah masa lalu pgn explore lebih byk hal kali ya, dulu kynya suka takut itu ini, byk pertimbangan akhirnya ga berani mencoba. Sekarang baru aga berani waktu n kondisi yg dah gabs haha.. yes tapi itu namanya jg lesson gabs tiba2 lngsung berani/sukses jg, proses yg bentuk kita bs jd skrng ini ;)

    ReplyDelete
  9. kalo ada mesin waktu gue mau balik ke masa SMA sebelum gue jatuh dalam dunia gelap obat-obatan... Trus perbaikin pola hidup gue supaya gue gak sakit-sakitan kya sekarang.

    Ato ke tahun 2013, tahun paling nyenengin sepanjang masa...

    Ato ke awal kuliah sebelum gue 2x mencoba bunuh diri yang malah berakhir dengan tagihan rumah sakit hehehe

    Gue salah satu orang yang dendam banget sama masa lalu. Wah postingan lo mengena sekali. Thanks man!

    ReplyDelete
  10. Artikel Saudara Keven sangat barokah.
    Inspiratif dan halal.
    Insyallah banyak yang baca dan semakin maju.
    Wassallam

    ReplyDelete
  11. kalo gue apa yah?
    sepertinya ga ada yang ingin aku ubah
    hanya saja aku ingin menjadi orang yang lebih suka membaca saja, di masa lalu aku orang yang jarang membaca
    justru banyak kegagalan yang aku alami di masa lalu, aku mulai memahami dan menikmati hikmah di balik kegagalan2 itu

    ReplyDelete
  12. As for me, I don't think I wanna go to the past because I didn't want to see things in my past again. I don't like my past so I have no desire to go back, even to change things I regret the most heheh :p my Dad said we should not regret anything at all because at that point we did it not knowing what would happen--like you said: don't be harsh to our past selves, we just need to believe in ourselves to do what we want to do.
    But if I am given the chance.. I'd go back to exactly a year ago this month, a few days before my grandma passed away.. When she called me and I really hated it when she asked about me (I was unemployed back then and I was pretty sensitive). I'd hit my last-year self for hating grandma's very last call. I still can't get over it.

    ReplyDelete
  13. ya meskipun punya alat untuk merubah masa lalu, masa lalu tak perlu di rubah, biar itu menjadi kenanga cerita perjalanan yang penting ini masa depan

    ReplyDelete
  14. Masa lalu akan selalu ada dalam setiap jiwa manusia yang dilahirkan ke dunia ini . Itu benar , bahwa masa lalu memg tidak akan merubah dampak bagi sekarang ini . Masa lalu ue juga udah cukup banyak , dan rasa nya mau gue ulangi kejadian itu dengan memberikan yang terbaik pada orang orang di sekitar gue saat itu . Tapi mau gimana lagi ? itu udah terjadi , dan udah lewat . hemm

    ReplyDelete
  15. Balik ke masa lalu memang ga bisa. Tapi tetep menyesali banyak hal yg blom gw lakukan buat orang tua, terutama Bapak yg meninggal juni kmaren :( -- Tatat

    ReplyDelete
  16. Kalau gue bisa kembali ke masa lalu, yg akan gue lakuin, gue nggak mengambil keputusan buat pacaran sama mantan gue yg akhirnya kita bisa bertahan sampai 5 taun dnnakhirnya putus. Pada awalnya, gue bilang gue nggak menyesali apapun, gue berterimakasih yelah dipertemukan dengannya, menjalani hari hari bersama, saling mengisi dan belajar apa itu jatuh cinta dan patah hati. But at the end, its all bullshit. Kalau nggak bisa bersama terus tpi udah terlanjur cinta dn tyta gue adalah orng yg susaaaaaaaah skali jatuh cinta tpi sekali jatuh susah bangunnya, that breakup just change my point of view about love. And it will never be the same again.

    ReplyDelete
  17. Jika ditanya gue ingin ke masa lalu atau tidak? Gue akan menjawab tidak. Karena dari masa lalulah gue belajar dari banyak kesalahan, belajar apa itu memahami berbagai hal, dan menjadi lebih kuat karena sakit hati. Jika gue memperbaiki masa lalu, masa kini gue mungkin tidak seperti sekarang, bisa jadi lebih buruk.

    ReplyDelete
  18. masa lalu itu, yang ngebentuk kita sekarang, klo mengubah masa lalu, berarti kita tidak mengakui pencapaian kita hari ini :)

    ReplyDelete
  19. haii.. thanks buat blog nya ya.. ceritamu diatas persis banget sepertiku jika aku punya mesin waktu.. dan makasi juga telah upload tentang anime-anime sd.. aku pengen banget cari judul yg pernah w tonton dan di blog ini aku menemukannya.. btw aku juga angkatan 94.. thanks sister... God Bless You

    ReplyDelete
  20. miris gue ngebacanya........klo gue punya mesin waktu, gue bakal menghindari kejadian gue ngebanting anak TK sampe giginya copot.

    waktu adalah segalanya. waktu nggk bisa tergantikan dengan uang.

    gue akan lebih peduli ama kakek dan nenek gue yang masih hidup

    ReplyDelete
  21. kwkwkw gue adalah orang yang kecanduan menyesali masa lalu. menghakiminya. dan selalu optimis dan menaruh harapan besar pada masa depan, tapi gak ada action di masa kini. muahahaha

    tp kalo dikasi mundur ke belakang, emang, soal cinta adalah prioritas gue.

    ReplyDelete
  22. Jika ditanya pengen ke masa lalu dan merubah sesuatu k"kesalahan" yg pernah terjadi, saya pilih tidak ingin merubahnya.

    Seperti apapun masa lalu itu, bagi saya biarkan saja begitu, justru kita bisa ambil pelajaran dan hikmah jika pernah ada kesalahan di masa yg telah lewat.

    ReplyDelete
  23. Itulah keajaiban waktu. Andai sekiranya aku punya mesin waktu, aku juga bakal mengubah beberapa hal di masa lalu yang sekiranya itu merugikan diriku dan orang lain.

    Yang kamu ceritakan itu memang bener banget, mungkin kalau kembali ke masa lalu tidak mengubah hasil akhirnya, tapi setidaknya bisa mengubah menjadi sedikit lebih berarti.

    Tapi masalahnya, dimanakah mesin waktu yang akan kita gunakan untuk mengubah masa lalu tersebut?

    ReplyDelete
  24. jika dikasih kesempatan, aku akan nolak untuk balik ke masa lalu dan memperbaiki penyesalan. karna kesalahan di masa lalu diciptakan untuk dijadikan pelajaran agar dimasa depan gak terulang hal yang sama #akungomongapa #maafkeun

    ReplyDelete
  25. salam kenal pak kevin, saya cifer 1m1c ;)

    kalau bisa kembali ke masa lalu, saya ingin kembali saat saya masih kelas 2 smp.. waktu itu saya ikut jambore nasional dan merasa kurang maksimal di event nasional ini.. ingin sekali bisa sungguh2 belajar dan mengurangi kegiatan yang kurang bermanfaat agar bisa masuk sma favorit lalu kuliah menjadi dokter seperti impian papa *jadi sedih, hiks..

    tapi saya bersyukur dengan pilihan dan jalan hidup saya saat ini karena saya lah yang telah memilihnya. saya kini memiliki seorang putra yang lucu dan suami baik hati yang dipertemukan saat sma :')

    ReplyDelete
  26. Sahabat emang selalu mempunyai arti yg mendalam bagi tiap2 orang. Tapi orang tua adalah segala2nya, andai gue bisa ngulang waktu, gue pengen banget ketemu sama nyokap gue :')

    ReplyDelete
  27. Gak mau mengubah apa-apa. Karena semuanya akan menjadi kenangan. Baguslah jikalau ada masa lalu yang buruk, kita bisa menjadikannya sebagai cambukan bahwa kita tidak boleh lagi seperti masa itu. Begitu pun yang masa lalu yang bahagia, kita bisa kembali membuat kebahagian, walau dengan situasi dan objek yang berbeda.

    Dari masa lalu, kita akan banyak belajar untuk memperbaikinya sekarang.

    ReplyDelete
  28. Mengubah masa lalu. Hmmm.. Gue sih kayaknya enggak deh, bro. Move on aja deh dari masa lalu. Biasanya itu ya, masa lalu itu adalah hal buruk, maka dari itu kita di masa sekarang harus bisa mengubah agar masa lalu itu gak terjadi. Bukan ngulang masa lalu. :)

    Kayak misalkan di masa lalu, diputusin pacar karena kurang perhatian atau apa. Nah, di masa sekarang, kita harus lebih perhatian. Tapi, ke orang yang baru bukan ke orang yang lama. Gitu deh. :D

    ReplyDelete
  29. Itulah sebabnya org sering bilang: "move on yuk!"
    Masa lalu/ kesalahan yg ada di masa itu sepertinya emang ada krn punya tujuan untuk masa depan
    TFS :)

    ReplyDelete
  30. Hihi.. Aku juga sering gitu. Sering kepikiran punya mesin waktu. Balik ke masa lalu dan benerin kesalahan yang pernah dibuat. Tapi, hidup terus berjalan. Serusak apa pun masa lalu, masa depan itu sangat putih. Dan bisa menghapus kesalahan di masa lalu. :)

    ReplyDelete
  31. Hal pertama yang terbayang selama membaca tulisan kamu ini, film jepang, Orenji Live Action yang nyeritain seorang cewek yang ngirimin surat untuk dirinya di masa lalu.

    Ada sih hal yang aku sesali di masa lalu. Seperti aku yang terlalu penakut dan cengeng. Tapi ya itu tadi, past is just a past and everything will gonna be change. Jalani aja kehidupan yang sekarang dengan baik dan semoga nggak menyesal di kemudian hari.

    ReplyDelete
  32. ya begitu lah. kalau ada mesin waktu, semua orang juga mau pake. pindahnya itu cinta pertama lo ke aussie? elegan juga pindahnya yak.

    ReplyDelete
  33. Misalnya aku balik ke masa lalu ga ada yang pengen aku ubah, paling hanya menikmati semua momen-momennya secara lebih kebersamaan lagi.

    Bener kata jeverson di atas, cinta pertamanya pindah ke tempat yg elegan. Cinta pertamaku pindah ke kuningan yg ada di Jawa Barat, kan susah nyarinya :(

    ReplyDelete
  34. Kalau misalnya aku bisa kembali ke masa lalu. Aku hanya ingin memberikan banyak kenangan berarti untuk papah. Sekarang beliau udah bersama sang pencipta. Sedih rasanya bila ingatan itu datang kembali :(

    ReplyDelete
  35. Kalo bisa kembali ke masa lalu emang banyak sih yang pengen diubah. tapi kalo direnungin lama, gue gak mau lagi kembali ke masa lalu. Gue hari ini adalah hasil dari masa lalu, pengorbanan, kehilangan, kesedihan yang membentuk gw jadi lebih kuat seperti sekarang, gue gak mau kembali ke masa itu dimana gue gak paham menghadapinya.

    ReplyDelete
  36. i dont even wanna have the option..
    karena akan jadi sibuk mikirin mau ubah apa dan penasaran sama what if what if nya..
    no.. i dont want a time machine, thanks :D

    ReplyDelete
  37. Kalau bisa balik ke masa lalu mungkin akan banyak yang bisa saya ubah dan mungkin saya pusing sendiri mau ngubah yang mana. Mungkin saya lebih seneng balik ke masa lalu dan lebih menikmati moment-moment yang bahagia tanpa mengubah apapun karena takutnya saya malah ga puas dan ingin ngubah banyak hal. Mungkin apa yang dipelajari dari masa lalu lebih ke live in the moment, jadi usahakan yang terbaik di waktu yang kita jalani sekarang.

    ReplyDelete
  38. mengubah waktu itu ngubah hukum alam bro, tunggu aja nanti dengan konsekuensinya...hehehe, manusia itu nggak bisa nentang hukum alam, harusnya ya diterima sama dijalani aja, tapi dijalaninya dengan usaha terbaik

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe