Review Film Thailand "One Day" : Tentang Cinta dan Amnesia

12:41:00


Pernahkah kamu mencintai seseorang diam-diam? Seseorang yg berada jauh di luar jangkauanmu, seseorang yg tidak mungkin membalas cintamu, sehingga kamu hanya mampu berangan-angan, andai saja bisa melewatkan waktu bersamanya, meskipun hanya satu hari?

Tema itulah yg diangkat oleh film Thailand yg satu ini, dan gua sukaaaa banget. Menurut gua, ini adalah film komedi romantis terbaik buatan Thailand yg pernah gua tonton. Jangan khawatir, artikel yg gua tulis ini TIDAK MENGANDUNG SPOILER, jadi kalian tidak perlu takut akan mendapatkan bocoran cerita pada saat membaca artikel ini.

Yuk kita sama-sama simak sinopsisnya.

Sinopsis :
Film yg di negara aslinya berjudul "Fan Day" ini berkisah mengisahkan tentang cowo bernama Denchai (Ter Chantavit Dhanasevi), seorang karyawan dari bagian IT di sebuah perusahaan yang jatuh cinta pada Nui (Mew Nittha Jirayungyurn), seorang karyawati cantik dari divisi tenaga marketing. Namun karena Denchai tidak percaya diri, ia hanya mampu memandang Nui dari jauh selama bertahun-tahun lamanya. Pada saat wisata kantor ke Hokkaido, Nui kecelakaan pada saat bermain ski dan mengalami Transient Global Amnesia (TSA), penyakit hilang ingatan sehari. Di sinilah, kisah romantis itu dimulai. Denchai mengaku-ngaku sebagai kekasih Nui dan berusaha tampil meyakinkan agar Nui percaya bahwa dia adalah pacarnya. Nui pada awalnya pun merasa janggal, namun seiring perjalanan mereka mengelilingi Hokkaido, perlahan-lahan Nui pun mulai membuka hatinya terhadap pacar seharinya ini. Akankah kisah manis ini hanya menjadi kisah cinta satu hari? Tonton sendiri filmnya ya, kalau mau tahu jawabannya, hehehe...

Catatan : "Fan" dalam bahasa Thailand artinya adalah "pacar/kekasih"




Film One Day yang disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun ini merupakan film pertama rumah produksi GDH yang sebelumnya bernama GTH. GTH sendiri sudah cukup banyak mengeluarkan film-film Thailand yg sukses di dunia internasional, seperti Shutter, Suckseed, ATM Error, Freelance, Hello Stranger, I Fine Thank You Love You, Pee Mak, Bangkok Traffic Love Story, Seven Something, May Who, Heart Attack, dll. 

Pengemar film & drama Thailand pasti sudah tidak asing dengan nama Ter Chantavit karena ia pun membintangi film ternama seperti ATM, Hello Stranger, dsb. Sedangkan bagi Mew Nittha, ini adalah film layar lebar pertamanya.

Faktor utama yg menjadi daya tarik film One Day ini adalah chemistry antara kedua pemeran utamanya. Di dalam film ini gak ada adegan action dengan ledakan-ledakan api heboh ala film-film Hollywood, tapi nonton film ini bikin emosi kita seolah-olah dibawa naik roller coaster oleh interaksi di antara kedua tokohnya. Di suatu saat kita akan tertawa, kemudian saat berikutnya kita akan terharu. Sehebat itulah chemistry di antara Ter dan Mew. Aspek yg satu ini mengingatkan gua akan film Before Sunrise (1995) yg dibintangi oleh Ethan Hawke dan Julie Delpy.

Faktor lain yg membuat gua jatuh cinta pada film One Day ini adalah karena film ini bersetting di Hokkaido, Jepang, pada musim dingin. Buat temen-temen yg sudah pernah mengalami empat musim, tentu kalian sudah tahu betapa indahnya salju itu. Buat temen-temen yg belum pernah liat salju, nonton film ini akan membuat kalian buru-buru pengen pergi traveling Desember nanti. Dan buat kalian yg belum pernah melihat International Ice and Snow Festival di Harbin (China) atau Sapporo (Jepang), lewat film ini kalian bisa mengintip betapa indahnya festival tersebut. Sumpah, indah banget. Gua udah pernah liat di Harbin, DUA KALI, dan setelah nonton film ini, gua jadi kepengen pergi ke sana lihat Ice and Snow Festival sekali lagi hehehe.


Harbin International Ice and Snow Festival

Last but not least, salah satu faktor yg membuat film One Day ini bisa gua sebut sebagai film komedi romantis Thailand terbaik yg pernah gua tonton adalah karena kita dapat dengan mudah menghubungkan diri dengan tema dan jalan cerita yg diangkat oleh film ini. Semua orang tentu pernah jatuh cinta, dan sebagian besar dari kita tentu tahu, betapa pedihnya di saat kita mencintai seseorang yg tidak bisa kita miliki, seseorang yg berada di luar jangkauan kita, seseorang yg kelihatannya tidak mungkin membalas perasaan kita. Kita hanya mampu memandang seseorang itu dari jauh, sambil berangan-angan akan datangnya suatu hari di mana kita bisa melewatkan waktu bersamanya, meskipun hanya satu hari.

Sahabat gua Anto (bukan nama sebenarnya) pernah mengalami kisah yg mirip dengan film ini. Singkat cerita, sewaktu Anto kuliah di luar negeri, ada satu cewe yg diam-diam dia taksir., sebut saja namanya Nia (bukan nama sebenarnya). Mereka saling kenal, tapi karena Nia cantik kayak malaikat sementara Anto tampangnya kayak orangutan baru terlindas truk manggis, dia hanya mampu mencintai Nia diam-diam. Suatu kali, sewaktu lagi traveling ke luar kota, karena Nia keseleo, mereka terpisah dari grup, dan karena tidak dapat bus untuk kembali ke kota, hari itu mereka terpaksa menginap di lokasi wisata. Karena uang yg terbatas, akhirnya mereka hanya mampu menyewa satu kamar. Hari ini itu mereka semalaman ga bisa tidur, dan jadinya mereka ngobrol, sampai pagi. Hari itu, ada sesuatu yg tumbuh di antara mereka, sebuah perasaan.

Setelah kembali ke kampus, tidak lama kemudian Anto pun jadian sama Nia. Anto dan Nia memang berasal dari kasta yg berbeda. Nia berasal dari keluarga kaya raya, sementara Anto bisa kuliah ke luar negeri karena mendapakan beasiswa. Ia berasal dari keluarga yg penghasilannya pas-pasan, tapi hal itu membuatnya tumbuh menjadi seseorang yg sangat mandiri, fun, dan bisa diandalkan. Mereka pacaran hampir dua tahun lamanya. Setelah lulus dan kembali ke Indonesia, Anto bekerja dengan giat, demi cita-citanya untuk melamar Nia beberapa tahun ke depan.

Tidak disangka, beberapa bulan setelah pulang ke Indonesia, Nia memutuskan hubungan dengan Anto. Alasannya? Bibit bebet bobot. Atau lebih tepatnya, karena tingkat ekonomi mereka berdua yg jaraknya terlalu jauh dan Nia tidak merasa Anto adalah pasangan yg sepadan dengannya.




Ternyata tidak butuh penyakit seperti Transient Global Amnesia (TSA) untuk membuat kita hilang ingatan dan lupa pada orang yg "pernah" kita cintai. Sewaktu mereka belajar di luar negeri, Nia melihat Anto sebagai sosok yg menyenangkan dan dapat ia andalkan, dan mereka saling mencintai. Setelah kembali ke Indonesia, kembali ke realita, mendadak status sosial dan ekonomi Anto menjadi sebuah ganjalan di tengah hubungan mereka, dan akhirnya Nia pun seperti untuk "Amnesia", melupakan segala yg telah ia lewati bersama Anto di perantauan, dan memilih jalan pintas.

Gua yakin di dunia ini ada banyak pasangan seperti Anto dan Nia yg hubungannya kandas karena salah satu dari mereka mendadak "Amnesia". "Amnesia" ini ada banyak alasannya, mungkin karena jenuh, mungkin karena bertengkar, mungkin karena perbedaan status sosial dan ekonomi, dan mungkin juga karena salah satu ketabrak truk manggis dan beneran mengalami gangguan ingatan. Tapi itulah hidup. Tidak ada yg abadi di dunia ini, termasuk cinta pun begitu.

Cinta itu memang tidak bisa dipaksakan. Terkadang lebih baik jika kita merelakan orang yg kita cintai itu pergi, jika memang ia tidak bahagia bersama kita. Cinta itu tidak selalu harus memiliki, cinta itu butuh pengorbanan. Lebih baik kita sendiri yg sakit, daripada memaksakan orang yg kita cintai itu bersama kita, dan akhirnya dia pun ikut tersakiti.

Namun terkadang cinta juga butuh diperjuangkan. Cinta itu adalah bagaimana kita mampu bertahan, walau berada di dalam keadaan sesulit apapun. Bagaimana kita mampu untuk yakin bahwa dia adalah yg terbaik, meskipun seluruh dunia menentang pendapat kita.

Tema itulah yg diangkat oleh film "One Day" ini. Overall, filmnya bagus banget, sangat sayang untuk dilewatkan. Apalagi endingnya mengharukan banget, bener-bener sukses bikin gua baper berhari-hari. Jadi tunggu apa lagi? Ayo tonton filmnya dan belajar menghargai orang yg kamu cintai!

Rating : 9.5/10


Official International Trailer (with Indonesian Subtitle)




You Might Also Like

32 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. film dari thailand para artisnya cantik-cantik, jadinya suka sama film-filmnya...bakalan wajib nonton film ini nih....kalau inget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalo ada kesempatan jangan lupa nonton, mumpung filmnya masih ada di Blitzmegaplex nih wkwkwk

      Delete
  2. Belum pernah nonton pilem Thailand, mas. Jadi penasaran pengen nonton euy :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih bagus daripada film Korea, suer =)

      Delete
  3. Saya baru sekali kalau nonton film dari thailand mah itupun film aksi dan kalau drama mungkin belum tapi ini bisa jadi film perdana thailan saya khususnya drama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan lupa juga nonton judul-judul di bawah ini :
      - Hello Stranger
      - Pee Mak
      - Teacher's Diary
      - Crazy Little Thing Called Love

      Delete
  4. Film produksi GTH kebanyakan bagus bagus. Hehehe
    Dan aku jadi penasaran sama film ini setelah baca review di sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih banyak film Thailand yg bagus-bagus, nanti gua bahas deh di postingan berikutnya

      Delete
  5. Crazy Little Thing Called Love udah nonton.
    Lucu, ringan dan mengingatkan jaman SMP...
    Lumayan kalau lagi stress nonton film itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, jangan lupa nonton sisanya, dijamin ga akan nyesel hehe

      Delete
  6. Wih jadi penasaran sama filmnya. Iya itu si cowok yg main atm error. Itu aja lucu plus haru banget. Thailand ini kalo bikin film roman emang gak nanggung nanggung, nyentuh banget. Salut sama mereka, bahkan sama drama korea gak kalah. Lain sama indonesia, logika ceritanya nyambung aja udah syukur hehehe

    Apalagi itu satu rumah produksi sama bangkok trafic love story, hello stanger, atm error, itu film2 kesukaan gue tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Indonesia masih harus banyak belajar dari Thailand. Tapi kemaren gua pernah nonton beberapa film Indonesia yg bagusnya ga kalah sama film-film Thailand atau Korea : Sabtu Bersama Bapak dan Rudy Habibie

      Delete
  7. Hello Stranger kayaknya pernah diputer di TV, yang ceritanya 2 orang yang gak saling kenal ketemu pas liburan di Korea itu bukan?
    Kalo iya berarti aku yakin film ini bagus.

    Jadi kepikiran kalo suka sama seseorang benturin kepalanya si cewe ke tembok biar amnesia terus ngaku-ngaku jadi pacarnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul-betul, yang itu. Kalo lu coba melakukan itu, gua yakin yg ada lu digerebek sama polisi, disangka begal, hahaha

      Delete
  8. Kayanya filmnya seru. ah cinta, emang gak ada abisnya buat dibahas ya! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, because love is the best thing we do =)

      Delete
  9. Ahhh aku suka film Thailand,, apalagi genre comedi hehe tapi ini boleh juga nih tentang cinta.

    ReplyDelete
  10. Gilaak, ratednya 9,5 ya :D berani. Duuuh, penasaran nih :D parah, suka banget sama film komedi romantis yang dari Thailand gitu :D

    ReplyDelete
  11. wah ada pemain ATM ya, noted buat donlot haha. Ga masuk Palembang sih ini.

    ReplyDelete
  12. Secara umum saya gak terlalu suka film Thailand, apalagi film horornya yang asli nyeremin banget. Kalau drama, hanya beberapa saja tapiii ... sudah lupa hehehe ^_^

    ReplyDelete
  13. Aku pernah baca tentang ini kayaknya di blog siapa gitu, tapi ini lebih detail.
    Ini kenapa nilainya hampir perfect; 9.5/10. Aku pengen nangis karena gimana nonton filmnya jauh kemana-mana :')
    Tapi kalo baca-baca emang the best sih. Bikin baper. :')

    ReplyDelete
  14. Aku pernah baca tentang ini kayaknya di blog siapa gitu, tapi ini lebih detail.
    Ini kenapa nilainya hampir perfect; 9.5/10. Aku pengen nangis karena gimana nonton filmnya jauh kemana-mana :')
    Tapi kalo baca-baca emang the best sih. Bikin baper. :')

    ReplyDelete
  15. Film thailand yg gw suka itu genre horrornya, kalo yg begini ga pernah coba hehe kurang minat sih karena entah kenapa pasti bakal kebawa menye-menye ._.
    Btw ini serius ratenya 9.5? Hampir yaa~

    ReplyDelete
  16. Film thailand yg komedi emang bagus bagus bang. Beberapa waktu yg lalu ada blogger juga yg review film ini dan katanya bagus juga, gue sih blm nonton tapi dari premisnya aja keliatan bagus.

    Btw, poor anto. Orang tua si nia mungkin berusaha realistis. Mau dikasih makan apa anaknya ntar? Cinta? :')

    ReplyDelete
  17. Wih romantis ya keknya bang, gue belum pernah sih nonton drama thailand gitu, keseringan dorama jepang huhuhu...

    Tapi ini keknya seru sih, ada unsur komedinya juga, jadi gak terlalu ngebosenin kan heheh ..

    ReplyDelete
  18. njir berarti nyari kesempatan dalam kesempitan yak :V. Thailan emang bagus bagus filmnya, film roman slalu kena klimak dan slalu bisa bikin netes.

    oiya ini film apa tayang di Indonesia?

    ReplyDelete
  19. Jadi mau nonton gue , kayak nya luclucu gimana gitu ya ? HA HA HA . Gue tuh ngakak pas ngliat trailer nya ketika si Denchai memperbaiki komputer si perempuan, kemudian si denchai berkata " anak sekolah saja bisa melakukan nya " . Terus wajah nya si denchai di tabok sama laki laki yag gendut itu HA HA HA . Sempet kaget pas disitu nya .

    Mainin peran nya juga asyik setelah gue ihat dtrailer nya . Ini film bioskop atau bukan ya ? kayaknya sih bukan ya ? kalo di bioskop harus beli tiket dulu , iya kan ? kalo bukan film bioskop , kan bisa langsung download ...

    ReplyDelete
  20. Gue nggak nyangka ternyata lo juga suka film romantis romantisan begini, mana hafal lagi judul judul film bergenre romance asal Thailand. Gue juga suka sih, drama Korea aja gue suka banget..dan film Thailand ini juga biasanya di awal awal lucu abis tapi pas mau ke akhir perih menjalar jalar..hehehe..

    begitu gue baca nih postingan jadi pingin langsung nonton abis jam ngajar abis, gue mau nonton ah..hahaha..

    dan emang benar, banyak hubungan yang akhirnya kandas karena salah satu dari mereka 'memilih' untuk amnesia. Contohnya pacar gue. Suatu ketika dia memilih yang lain dan amnesia dengan sebuah kenyataan bahwa kita sudah bersama hampir 5 tahun kurang 2 bulan. Di batas senja itu, dia menempatkan hubungan kita ke batas. Tak ada lagi jalan. Sudah sampai di batas. Sedih kan? Tuh kan gue jadi curhat. Sedihnya lagi walau itu udah terjadi 4 tahun yang lalu, bagi gue itu msaih 4 bulan yang lalu. Gimana coba? dan kalo gue boleh memilih pun gue pingin banget amnesia tertentu, yaitu amnesia kalau gue pernah bersamanya. because broken-heart really change my point of view about love. It never be the same again. I'm in trouble. *omongopoto

    ReplyDelete
  21. lah malah sedihan kisah si Anto bang, gue liatnya sedih banget kisah si Anto. Makaanya gue kalau deketin anak horang kaya rada males juga dan gak berani gitu haha

    takutnya pas sama-sama saling mencintai eh tiba-tiba ceweknya amnesia. kan kampret. belum juga dicipok hahaha

    btw, filmnya recommended banget nih, tapi kayaknya gue kurang suka sama bahasa thailand bang gmna nih haha ga di dubbing ajah tuh -_-

    ReplyDelete
  22. Pengen coba ahhh nonton..
    Biasanya nonton film thailand genre horor. hihiihi

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe