Zhen Zhu Nai Cha After Story (Part 1)

14:24:00

珍珠奶茶
Our story so far...

Teman-teman pembaca setia Emotional Flutter tentu sudah tidak asing dengan kisah yg satu ini. Ya kisah ini mungkin adalah kisah cinta paling manis, paling berkesan yg telah membawa perubahan besar di hidup gua. Buat teman-teman pembaca baru blog ini, kalian bisa baca sendiri kisahnya di sini. Pada awalnya kalian akan tertawa, dan kemudian akan meleleh. Gua jamin!

Keterangan : Zhen Zhu Nai Cha = Bubble Milk Tea / Pearl Milk Tea

Buat yg males baca satu-satu, begini ringkasan ceritanya. Gua pertama kali bertemu Fen pada Mei 2011 di Beijing. Waktu itu gua pergi ke China hanya dalam rangka study tour. Gua tidak bisa Bahasa Mandarin sedikitpun, dan Fen juga tidak bisa Bahasa Inggris, tapi meskipun mengalami kendala komunikasi, melawan segala kemungkinan, gua dan Fen menjadi sahabat dan kemudian jatuh cinta dengan satu sama lain.

Setelah beberapa bulan LDRan menggunakan Google Translate, akhirnya di akhir tahun 2011, gua pun memutuskan untuk belajar Bahasa Mandarin. Usaha keras gua berbuah manis, tahun 2012 gua dapet beasiswa sekolah ke China. Gua dan Fen baru bisa bertemu beberapa bulan kemudian, pada awal tahun 2013 di Beijing. Waktu musim dingin dan Beijing lagi dilanda hujan salju. Kita pun resmi berpacaran, di tengah-tengah hujan salju.

Kisah selanjutnya memang belum pernah gua ceritain di blog, tapi sayangnya hubungan gua dan Fen hanya bertahan selama beberapa bulan, pada akhirnya kita pun terpaksa berpisah, di luar keinginan kita. Nanti kapan-kapan gua ceritain kenapa, tapi sampai saat ini, gua masih belum mampu menulisnya. Harap teman-teman pembaca bisa mengerti.

Kisah gua dan Fen memang hanya berlangsung selama dua tahun, tapi kisah ini mengubah gua ke arah yg lebih baik. Membuat gua lebih bijaksana, lebih memahami arti cinta, dan lebih berani dalam mengejar impian gua. Cinta memang bukan segalanya dan putus cinta itu memang menyakitkan, tapi mencintai itu tidak pernah merupakan sebuah kesalahan.

Sekarang gua dan Fen sudah mempunyai kehidupan masing-masing. Kita mungkin tidak bisa saling memiliki, tapi kita masih bisa menjadi alasan satu sama lain untuk tersenyum.

Ini adalah sebuah kisah tentang keabadian cinta dan juga keberanian untuk merelakan.
Selamat membaca!



Part 1

Though nobody can go back and make a new beginning... Anyone can start over and make a new ending.

Gua dan Fen berpisah pada bulan Juni 2013, dan setelah itu, kita pun menjalani hidup masing-masing. Fen pulang ke kampung halamannya di Changsha, sementara gua pulang ke Indonesia. Pada awalnya, kita masih saling kontak, dan itu membuat perpisahan ini semakin terasa berat. Tapi meski demikian, gua dan dia tahu, bahwa ini adalah jalan yg kita pilih, satu-satunya jalan yg tersedia untuk gua dan dia pada saat itu.

Setelah gua pergi S2 ke Guilin dan Fen mulai bekerja di Changsha, perlahan-lahan frekuensi komunikasi kita berkurang, hingga akhirnya komunikasi kita putus sama sekali. Mungkin lingkungan yg baru membuat kita lebih mudah untuk move on. Keberadaan Fen seolah-olah berangsur hilang dari kehidupan gua, meskipun selalu ada beberapa hal kecil yg suka bikin gua teringat sama dia. Daun-daun yg berguguran di musim gugur, bunga-bunga yg bermekaran di musim semi, tukang jualan Zhen Zhu Nai Cha, maupun alunan lagu Mandarin yg pernah jadi kesukaan kita berdua.

Ironis ya? Hal-hal yg dulunya selalu membuat gua tersenyum, sekarang malah berubah menjadi hal-hal yg bisa membuat gua bersedih.

Seiring berjalannya waktu, move on itu menjadi lebih mudah. Gua sempat pacaran dengan beberapa orang cewe hingga akhirnya pacaran dengan cewe Thailand yg sampai sekarang menjadi pacar gua, Lily.



Anyway, gua dan Fen mulai menjalin kontak kembali pada bulan Oktober 2014. Saat itu gua lagi stress karena harus mewakili kampus ikut lomba pidato. Waktu tinggal dua hari lagi, tapi naskah pidato gua masih belum diapprove, karena topiknya masih dirasa belum cocok untuk diperdengarkan ke masyarakat internasional. Di tengah kebingungan gua, sekonyong-konyong gua liat Fen update status di Wechat, untuk pertama kalinya setelah sekian tahun menghilang dari social media. Dan saat itu, gua memberanikan diri untuk menyapa dia.

Hari itu, kita mengobrol cukup panjang. Gua cerita soal kuliah gua dan pacar gua, dan dia juga cerita soal pekerjaan dia dan juga tunangan dia. Mungkin karena saat itu Bahasa Mandarin gua sudah lebih baik daripada waktu gua pacaran sama dia dulu, obrolan kita terasa lebih lancar dan lebih mendalam. Kita mengobrol seperti layaknya dua orang sahabat, tanpa mengungkit-ngungkit soal masa lalu. Saat gua cerita ke dia soal lomba pidato, dia bilang ke gua
"Kamu dulu bilang bahwa kisah Zhen Zhu Nai Cha yg kamu tulis di blog berhasil membuat banyak pembaca di Indonesia terinspirasi, kenapa di lomba pidato kali ini, kamu tidak cerita tentang Zhen Zhu Nai Cha juga?"

Gua terdiam sebentar, tapi kemudian gua bilang ke dia
"Aku gak bisa, karena tiap kali teringat soal kita, aku masih merasa sakit"
Jawaban Fen kemudian membuat gua terkejut
"Kamu sakit karena kamu hanya mengingat bagaimana kisah ini berakhir. Tapi kalau kamu pikirkan baik-baik, kisah kita adalah kisah yg indah, kisah yg menginspirasi. Bagaimana dua orang seperti kita, di luar segala kemungkinan, bisa saling bertemu dan jatuh cinta. Bagaimana kita tegar menghadapi yg namanya jarak dan juga perbedaan. Jangan biarkan satu noda kecil merusak segalanya."

Gua diem. Ga bisa ngomong apa-apa.
"Semua yg terjadi pada kita adalah sebuah kenyataan, sebuah kebetulan yg indah. Tapi di luar itu, semua itu bisa terjadi karena usaha kita berdua. Walaupun pada akhirnya kita tidak bisa bersama, tapi mencintai kamu adalah hal terindah yg pernah terjadi di dalam hidupku. Aku juga berharap, bahwa setiap kamu mengingat aku, kamu dapat mengingat segalanya dengan senyuman" kata Fen, melanjutkan.

Happiness is not the absence of problems, it's the ability to deal with them.

Malam itu, gua gak tidur. Gua nulis naskah pidato sampai pagi, dan besok paginya, gua bawa naskah tersebut untuk diperiksa oleh Laoshi pembimbing gua. Laoshi gua tersenyum membaca naskah gua dan setelah melalui sebuah perbaikan kecil, naskah itu pun siap untuk dipakai.

Hari berikutnya, gua berdiri di atas panggung, di hadapan ratusan orang dari berbagai negara, dan gua bercerita dengan lancar.
"Bagaimana belajar Mandarin dapat mengubah hidup saya? Semua kisah ini dimulai dari segelas Zhen Zhu Nai Cha..."

Awalnya para penonton tertawa terbahak-bahak, tapi menjelang akhir pidato, beberapa dari mereka tampak mengusap air mata. Dan karena gua udah punya pacar, gua tau bahwa gua ga boleh hanya cerita tentang Fen. Di akhir pidato, gua undang Lily naik ke atas panggung, dan gua bilang sama penonton :

"Dan pada akhirnya, Bahasa Mandarin membuat saya mampu bertemu dengan SOULMATE saya..."





Hari itu, gua gagal meraih juara 1, tapi penghargaan yg gua dapatkan, melebihi hadiah utama lomba tersebut. Semenjak hari itu, orang-orang di kampus semuanya kenal sama gua dan Lily, termasuk para guru dan juga petinggi kampus. Bahkan ada beberapa orang Laoshi yg bilang ke gua bahwa mereka sering menggunakan kisah "Zhen Zhu Nai Cha" untuk memotivasi murid-murid di kelasnya supaya giat belajar Mandarin.

Pernah suatu kali, gua lagi jalan di jalanan dekat kampus, melewati sebuah toko minuman. Di sana gua melihat seorang bule yg tampaknya sedang berusaha membeli minuman dengan bahasa Mandarin yg kacau balau. Gua samperin dia dan gua tanya dia dengan Bahasa Inggris, dia mau beli apa. Bule itu tersenyum dan bilang ke gua, "I want Zhen Zhu Nai Cha!"

Setelah berhasil beli Zhen Zhu Nai Cha, gua jalan bareng si bule menuju kampus sambil ngobrol. Si bule ini cerita ke gua bahwa pada awalnya, dia datang ke China itu karena terpaksa, demi memenuhi kewajiban pelajaran elektif Bahasa Mandarin di kampus dia. Dia males-malesan dan jarang masuk kelas. Tapi tadi pagi, kebetulan Laoshi di kelas dia cerita soal kisah cinta seorang murid asing dan seorang cewe Chinese yg berawal dari Zhen Zhu Nai Cha. Dan kisah itu membuat dia sangat terinspirasi, makanya hari itu dia pun nekad pergi sendiri ke toko dan mencoba membeli Zhen Zhu Nai Cha. Gua hanya senyum mendengarnya, tanpa pernah bilang ke dia, bahwa kisah itu adalah kisah tentang gua.

Letting go means to come to the realization that some people are a part of your history, but not a part of your destiny.

Kawan, dalam hidup ini kita tidak akan pernah bebas dari yg namanya rasa sakit dan juga kehilangan. Tapi jangan biarkan rasa sakit itu membuat hidupmu menjadi pahit. Setiap orang datang ke hidup kita untuk sebuah alasan, dan ketika mereka pergi, sebagian dari diri mereka akan tetap membekas, menjadi bagian dari hidup kita. Kita jangan hanya mengingat-ingat rasa sakitnya, tapi ingat juga pelajaran hidup yg kita dapatkan dari pengalaman tersebut. Dan jadikan semua itu, sebagai motivasi supaya diri kita dapat menjadi lebih dan lebih baik lagi.

Cerita gua dan Fen berawal dari sebuah hal yg simpel, segelas Zhen Zhu Nai Cha. Tapi meskipun hubungan gua dan dia berakhir, kisah kita tidak mati sampai di situ. Cinta itu abadi. Ia tidak lekang ditelan waktu, jarak, maupun status. Begitu pula dengan kisah gua dan Fen. Meskipun bukan sebagai pacar, tapi gua dan Fen masih bisa saling mendukung sebagai sahabat, layaknya segelas Zhen Zhu Nai Cha di penghujung hari. Rasa manisnya, kehangatannya, selalu menyertai langkah gua, menjadi bagian dari hidup gua.

珍珠奶茶


Dan ga peduli seberat apapun rintangan yg gua hadapi, gua akan terus semangat menghadapi hidup,  ini, supaya gua juga bisa terus membagikan rasa manis dan kehangatan Zhen Zhu Nai Cha kepada orang-orang di sekitar gua.

Gua harap, kisah-kisah yg gua bagikan di blog ini juga bisa menjadi segelas Zhen Zhu Nai Cha bagi teman-teman pembaca sekalian =)

(To be continued, kapan-kapan)




When I let go of what I am, I become what I might be. When I let go of what I have, I receive what I need. 
–Lao Tzu


You Might Also Like

74 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. akhirnya rasa penasaran gue tentang hubungan koko dan Fen yang pernah gue baca beberapa tahun lalu terjawab sudah. gue berharap koko selalu bahagia dan membagi kebahagiaan dengan teman2 pembca lewat kisah2 koko yang menginspirasi. Gbu ko :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Ira. Kamu masih suka nulis ga sekarang?

      Delete
  2. Kok aku nangis ya...
    Ini pas banget lagi aku alamin. Perpisahan yang sebetulnya bukan keinginan tapi harus dijalani, masih berhubungan setelah putus yang berujung makin berat, lalu mulai sibuk masing-masing, kemudian hilang kontak. Ah...
    "...tapi mencintai itu tidak pernah merupakan sebuah kesalahan."
    Cintanya masih ada, tapi kami bukan apa-apa. Anehnya, justru lebih bahagia. Ah, suka tulisan ini! :')
    Semoga aku dan dia kayak koko dan Fen, ya walaupun masih berharap bisa sama-sama lagi sih ya ehehe
    Semoga bahagia selalu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga ada yg tau akhirnya bagaimana. Tapi kalo dan dia memang berjodoh, pasti akan ada jalan untuk saling menemukan satu sama lain kembali. Gua kenal banyak orang yg meskipun putus sambung, tapi ujung-ujungnya nikah juga hehehe

      Delete
  3. Ini seriusan kisahnya? Omg! Sumpah kerennnnn and i'm surely amazed!
    This simple thing matters a lot and definitely will inspire many people.
    Thank you for sharing your stories! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, ini kisah nyata. Terima kasih sudah membaca =)

      Delete
  4. Astaga, bagus banget kisahnya, Ko. Saya terharu pas baca pesan dari Fen. :')
    Dan sekarang saya jadi ingin mencicipi zhen zhu nai cha... XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Chatime ada, namanya Pearl Milk Tea, cobain aja wkwkwk

      Delete
  5. Entah kenapa aku merasa kalo cowok yang nulis kisah cinta cintaan itu bisa meresap sampai ke hati yang terdalam pembacanya. Misal pidi baiq. Dan si Koko juga.

    Aku juga pernah merasakan apa yg koko rasakan. Kalo nginget2 hubungan yang lalu dengan si dia, lasti rasanya sakit. Nyesek. Yaampun aku gak perna sadar, bener banget kata si Fen. Kenapa mengingat hal2 yg menyakitkan, sementara hal yg indah yang telah terlalui lebih banyak. Satu titik menodai semuanya.

    Keren ko ceritanya, sangat mengenyuhkan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin karena kamu cewek, jadinya kalo baca tulisan cewek, ya kayak baca tulisan sendiri aja. Sementara kalo cowok kan beda tuh cara berpikirnya, makanya jadi unik hehehe...

      Delete
  6. waw amazing banget cerita lo claude.

    kayaknya lo memang sudah ditakdirksn untuk bertemu minuman cen cu nai ca deh ..

    Selain cerita cinta dan motivasi,
    sering sering cerita tentang budaya china juga dong claude.
    aku suka banget sama China entah kenapa.
    semoga impian aku berkunjung ke china bisa kesampean.

    btw, salam sama soulmate kamu ya claude ehem

    ReplyDelete
    Replies
    1. DI blog aku banyak kok cerita tentang China, coba liat deh di artikel-artikel yang tagnya "Beyond The Great Wall"

      Delete
    2. Baca ini semacam nonton film drama ya
      Dinantikan part berikutnya ya

      Delete
  7. Wahaha. Keren. Entah mau bahas apanya, nih. :') Kok saya malah jadi pengen ngalamin hal yang kayak gini, ya? Entahlah. Ini semacam pendewasaan sepertinya.

    Dijadiin film pendek oke juga kalo ceritanya bisa lebih detail. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan deh, saya ragu soalnya ada sutradara yg bisa memvisualisasikannya sebaik di memori saya hehehe

      Delete
  8. Wuiihh kisah percintaan yang so sweet dengan Fen, iya aku sempet baca dan ga naro komen.
    Makin kesini makin tambah bijak n dewasa niy koko. Semoga berbahagia bareng pujaannya sekarang ya ..

    ReplyDelete
  9. Koko, kisahmu inspiring banget deh. Makin sukses dengan karirnya dan tambah bahagia dengan relationship sama Lily yaaaa <3

    ReplyDelete
  10. Ahhh melting sekali bacanya...
    Dan siapa saja pasti pernah kehilangan... atau sedang menghadapi kehilangan. Ya.. cerita ini inspiratif, karena membuat orang lain tidak merasa takut akan kehilangan. Itu sih yang berkesan buat aku...
    Makasih.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, karena dari sebuah kehilangan, kita bisa mendapatkan pelajaran berharga juga hehehe

      Delete
  11. Gilaaaaa... postingan apa ini hehee... Keren!
    klo dibikin film pendeknya, bagus jg nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimana? Kalo suka, bisa baca cerita-cerita sebelumnya hehe

      Delete
  12. hai kak, aku Putri dri dulu sudah ngikuti blog kaka。 Alhamdulillah sekarang ketularan kaka dapat beasiswa ke shanghai。 karena blog ini jadi pengen ke Guilin.Awalnya sebelum tahu mau ketrima ke shanghai, aku pengen ketrima di kota guilin, gara" sering baca keindahan kota guilin lewat blognya kaka. karena itu aku berdoa terus supaya ketrima di guilin, tapi bodohnya aku aku gak mengspesifikkan doaku ke guilin kotanya, akhirnya Tuhan mengambulkannya ketrima ke Guilin road nya,bukan Guilin Citynya, wkwkwkwk.Entar deh kalau liburan winter mau ke Guilin,saving money banyak" dulu kaeknya, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Putri
      Wah aku turut berbahagia nih mendengar kamu bisa beasiswa ke Shanghai. Iya, waktu di Shanghai juga gua pernah liat tuh Guilin Road, hehehe

      Anyway, kalo mau ke Guilin, bagusnya pas musim gugur dan musim semi, jangan pas musim dingin, hujan melulu nanti hehehe. Gua akhir bulan ini juga mau berangkat ke Nanning, kapan-kapan kalo ada kesempatan kita ketemuan ya.

      Semoga kamu sukses selalu, Putri! 祝你一切顺利!

      Delete
  13. Aku kok terharu sih bacanya. Jarang memang buat cowok nulis tentang cinta-cintaan. Makanya pas awal-awal juga agak geli lucu gitu. Tapi pas baca yang Fen omongin, aku jadi ikut manggut-manggut. Omongannya bisa menginspirasi banyak orang. Dan juga menyadarkan banyak orang.

    Bukan cuma rasa sakit yang bisa kita terima dari sebuah perpisahan. Tapi juga pelajaran. Pasti ada pelajaran dan pengalaman yang bisa kita ambil dan bagikan buat orang lain.

    Ah, aku jadi pengin coba Chatime yang rasa Pearl Milk Tea ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Bukan cuma rasa sakit yg bisa kita terima dari sebuah perpisahan, tapi juga sebuah pelajaran"

      Cuma banget sama kalimat ini hehehe

      Delete
  14. So sweet banget kenangannya :) (walopun awalnya menyakitkan). Lalu gw jadi pengen bubble tea padahal di kota ini ga ada yang jual T_T --tatat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu ada di mana sekarang? Di Jatinangor atau di Ceko?

      Delete
  15. Wah mengharukan sekali ceritanya bang, masih bisa menjalin hubungan baik itu, cukup patut diaprsiasikan lho. hmm.. terus juga filosofinya juga Keren. Pas banget buat bahan pidato

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, tidak mudah bagi dua orang yg dulunya saling mencintai, untuk bisa tetap bersahabat dan saling menyayangi tanpa ingin memiliki

      Delete
  16. Segwlas minuman yang membawa perubahan besar dalam hidup. Aku terharu bacanya. Walaupun sudah bukan kekasih lagi, tapi ada saja dukungan yang tanpa sadar diberikan.

    Than, i wish i can gotta bubble tea. Sepertinya akhir pekan nanti perlu mampir ke Chatime.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, semuanya gara gara Zhen Zhu Nai Cha. Tapi kalo ke Chatime jangan bilang Zhen Zhu Nai Cha, mereka ga akan ngerti hahaha

      Delete
  17. Ituuuu... wanita bernama Fen itu bijak :). Dia pandai melihat makna sebuah episode kehidupan, mengambil sudut pandang terbaik bahkan dari sebuah kisah perpisahan dgn org yg dulu dicintainya dgn sangat.
    Melalui kisah cintanya Keven, orang-orang yg mnyimak pasti bisa belajar banyak. Belajar cara mencintai dgn benar dan mengakhirinya dgn ketidaksiasiaan karena endingnya jelas bukan ending ala dongeng putri n pangeran, yg justru lbih bnyak terjadi di kehidupan nyata. Dipi dekat dengan 4 pria, yg berakhir dgn pernikahan cuma 1, artinya kan lebih bnyak perpisahannya ya... Hahaha.
    Soal inspirasi bahasa Mandarin pasti mengena buat mereka yg lg belajar, dipi sendiri lbih menyimak inspirasi kisah cintanya. Soalnya Mandarin dipi ngaco klo ga vs dibilang payah, ga paham sama sekali... Hehe. Smoga selalu jatuh cinta pada Lily lagi dan lagi ya... Tidak ada yg lebih indah selain jatuh cinta pd org yg sama berulangkali meski sdh menikah dgnnya bertahun lamanya, seperti aku pada suamiku. Good luck Keven :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komen Dipi lagi-lagi membuat saya terharu. Ya, dalam realitanya, tidak semua kisah cinta berakhir seperti di dalam dongeng. Bagaimana kita menyikapinya, itulah yg Fen ajarkan kepada saya. Dan ya, saya harap juga saya bisa jatuh cinta lagi dan lagi pada pacar saya yg sekarang. Saya sudah merasakan sendiri yg namanya jenuh di tengah masa pacaran dan sangat tidak mudah untuk bisa mempertahankan api cinta itu supaya terus membara hehehe

      Delete
    2. Api yang membara eeaaaa.. Bisa dikobarkan bersama :). Klo yg ngipasin apinya cuma satu, biar udah pake siram bensin... Tetep aja lelah. Pada akhirnya bisa padam jg.

      Pernikahan yg lama akan mngganti cinta (dan nafsu) menjadi persahabatan yg dalam bagi satu sama lain.klo sdh di tahap itu, mungkin kita ga akan jenuh satu sama lain.... karena diriku dan dirinya sudah meñjadi satu, sahsbat sejati sampai mati. Begitu katanyaaaaa... :)

      Delete
  18. Kisahnya menyentuh.
    fiuhhhh,kata-kata si Fen juga bikin saya teringat pengalaman pribadi. Sayangnya, saya ga sedewasa si Fen. Thanks for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga gak sedewasa dia, dan karena itu saya masih harus banyak belajar hehehe

      Delete
  19. Hanya karena segelas Zhen Zhu Nai Cha lo bisa fasih bahasa Mandarin, lalu juga bisa dapetin seorang cewek. Ya, walaupun udah gak jadi pacar lagi, gue setuju bang, dia masih bisa menjadi sahabat kita, masih bisa support kita jika kita punya masalah. Itulah defenisi cinta sebenarnya, cinta tak harus memiliki. Sumpah ceritanya nyentuh banget, si cewek, Fen, sangat bijak:)

    You've a great story!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cinta tidak harus memiliki. Dalam kasus ini sih bener, hehehe. Tapi dalam kasus lain, ada kalanya cinta itu juga bukan bagaimana kita merelakan, tapi bagaimana kita mampu bertahan =)

      Delete
  20. wow luar biasa. Cinta kadang memang membuat keajaiban. kisah cintanya romantis, dari keterbatasan bahasa bisa saling jatuh cinta, ini bener-bener amazing. meskipun begitu sekarang sudah ada Lyli yang mengisi hidumu. Biarkan aja kisah cinta itu jadi masa lalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya hanya mengenang masa lalu saja hehehe

      Delete
  21. Koh serius ini bagus baget, seru, bikin baper. Aku suka sama kedewasaannya Fen, cara pandangnya, pokoknya kerenlah :))

    Terus soal kisah zhen zhu nai cha, misalnya aku bule yg kokoh temuin terus kokoh bilang itu cerita pribadi kokoh aku mau langsung berguru, pengen punya kisah cinta yg kaya gitu~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, ya waktu itu gua ga kepikiran untuk cerita. Mengetahui bahwa kisah gua bisa jadi inspirasi buat dia, itu udah cukup, hehehe

      Delete
  22. Kehilangan orang yang masih disayang karena memang sebab lain yang kuat emang sedihnya luar biasa. Aku juga pernah ngalaminnya, pisah karena salah paham, dia ngira aku yg ga mau hubungin dia, aku ngira dia memang sudah mau fokus sama kuliahnya. Tapi kayak yg Koko bilang, kita mesti move on. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kita ga bisa terus-terusan berandai-andai soal masa lalu ya. The past is the past, and the only direction that matters is forward =)

      Delete
  23. Asli beneran baper baca artikel ini dan keren banget kata - katanya. Widya suka banget sama kata-kata "Kamu sakit hanya karena kamu mengingat bagaimana kisah ini berakhir." Inspiring banget tulisannya, Koko. Semoga berbahagia selalu dengan soulmate nya ya, ko. :D

    ReplyDelete
  24. Gue penasaran, apa yang bikin kalian bisa saling suka ya awalnya? Secara komunikasi aja kan kayak sulit gitu... Unik banget kisahnya, gue jadi kayak baca cerpen atau novel romance. Btw gue jadi inget kalo gue juga LDRan sekarang udah 3 tahun #curcol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cerita awal kita bertemunya lucu banget soalnya. Kalo ada waktu, baca deh cerbungnya dari awal, tuh linknya ada di awal artikel hehehe...

      Delete
  25. gilak...gilak.. merinding gua bacanya!!!

    apalagi pas ada bule yang beli ZZNC juga karena terinspirasi... ruar biasa...

    si fen emang bijak banget! karena yg di ingat cuma pas putus, makanya sakit. tp kalo ingat yg indah2 sama mantan, jadi gagal move on dong. aaahhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener juga ya. Kalo inget yg indah-indahnya terus, kapan move on nya donk? Wkwk

      Delete
  26. Ko bneran ini aku baru baca post ini aja udah baper. Apalagi baca full version di postingan yg lain huuhu..
    Indah banget ya kalau kita bisa melihat hal positif dari sebuah perpisahan (yang pastinya sangat susah) Semoga Koko dan Lily bahagia, Fen juga bahagia. Terima kasih ya Ko ceritanya bikin haru dan inspiratif. Xie Xie~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga udah baca kisah gua ^^

      Delete
  27. Pada akhirnya yang terbaik bakal dateng tanpa kita harus hapus kenangan indah di masa lalu :') thanku kak udh share linknya!:)

    ReplyDelete
  28. Damn... Baru baca yg ini nya aja udah kebayang gimna galau nya chapter2 yg lain... Gue kayanya tau deh gmna rasanya putus akibat hal yg tidak diinginkan kita sma psangan.. Kurang lebih pernah kaya gitu.. Salut sama Fen, bijaksana sekali. Mengetahui kisah ZZNC ini sangat menginspirasi bnyak org gue jadi penasaran ko, baru pertama kali nih maen kesini... Tertarik buat baca2 yg lain... Ninggalin jejak dulu ah.

    ReplyDelete
  29. Gak, gua ga berkaca-kaca setelah baca ini. Hahaha...

    Kisah kita agak mirip, cuma kisahky di lingkup nasional. Post yg ini nampar banget sih, karena kisah yg agak mirip. Gua masih struggle buat move on (ikhlas merelakan).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Merelakan itu ga gampang, cuma waktu yg akhirnya bisa membuat kita mampu merelakan =)

      Delete
  30. Cinta yang sebenernya emang tidak perlu untuk saling memiliki, cukup jadikan alasan untuk selalu tersenyum dan menghadapi kerasnya kehidupan.

    btw ini cerita yang sangat menginspirasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sampe sekarang, kenangan akan dia selalu memberi gua alasan untuk tersenyum, di saat tersulit sekalipun =)

      Delete
  31. Duh... Kok, ternyata begini kisah kelanjutan lo sama si Fen. Anu, ya koh.. Nyesekk... XD

    Gue jadi cowok baca ini ya cuman manggut2. Apalah gue yg kisah cintanya nggak sampe ke luar negeri gini. Ya, standart ajalah. Tapi, selalu spesial. Asekk..

    Gue sih, mendoakan semoga kisah inspirasi yg pernah lo ceritain ini bisa terus menyebar ke mana-mana. Lain kesempatan, mungkin gue juga perlu baca kisah ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, suatu hari pengen gua jadiin buku sih, supaya bisa dibaca lebih banyak orang hehe

      Delete
  32. Gila, keren banget. Kisah kamu bener-bener luar biasa, kak. Dalem banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sama Tuhan yg udah kasih gua kisah cinta yg seperti ini hehe

      Delete
  33. Wuaah Keren nih Koko Kevin, demi Fen rela belajar bahasa mandarin sampe akhirnya bisa dapet beasiswa segala.. Keliatannya Fen ini cewek yang dewasa ya, bisa tetep tegar dan gak benci sama mantan, bahkan justru bisa ngasih pandangan hidup yang berbeda dari kisah kalian...


    Jos nih! Keren ceritanya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua rasa si Fen ini memang sebenernya ada bakat nulis. Dia kalo update status di Wechat, isinya daleeeem banget hahaha. Sayangnya dia ga suka nulis blog...

      Delete
  34. akhirnya kesampean baca cerita ini karena kepo bener di grup diomongin!
    and it is sweet...
    semoga ujungnya juga manis yaaaa :)

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe