Mengibarkan Merah Putih di Negeri Orang

02:23:00



10 tahun belakangan ini, Bahasa Mandarin menjadi salah satu bahasa yg paling diminati di dunia. Setiap tahunnya ada ratusan ribu orang dari berbagai penjuru dunia yg datang ke China untuk belajar Bahasa Mandarin, gua pun salah satunya.

Selama bersekolah di China, gua merasakan bagaimana rasanya hidup di tengah masyarakat internasional. Gua berkenalan dan bersahabat dengan orang-orang dari berbagai negara, bahkan pernah suatu kali, gua ikut kelas yg isinya adalah 28 pelajar dari negara yg berbeda : Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, Jepang, Korea, Mongolia, Nepal, Russia, Ukraina, Moldovia, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Jerman, Italia, Belanda, Inggris, Swedia, Ceko, Mexico, Brazil, Peru, Argentina, Amerika, New Zealand, Nigeria, dan Madagaskar.

Kalian bisa bayangkan bagaimana rasanya?
Ricuh, tapi seru.

Sewaktu ada orang yg ngajak gua kenalan, dan gua bilang bahwa gua berasal dari Indonesia, gua sering mendapatkan aneka ragam reaksi yg unik :

1) Bingung, karena baru pertama kali dengar nama "Indonesia"
"Indonesia? Apakah itu bagian dari Polinesia?"

2) Pernah denger Indonesia, tapi gak tahu letaknya di mana
"Indonesia? Oh, yg dekat Afghanistan itu ya?"

3) Ga pernah denger Indonesia, tapi tahu Bali
"Oh, iya saya tau Bali! Jadi, Indonesia itu suatu tempat di Bali ya?"

4) Tertukar antara Indonesia dan India
"India maksudnya? Tapi kok kamu tampangnya mirip orang Asia Timur?"

5) Kenal dengan Indonesia, tapi bingung liat tampang gua yg gak sesuai dengan orang Indonesia di bayangan mereka
"Kamu...muslim? Kok...tampangnya mirip...orang China? Aku pikir kamu orang Singapore"
(Ini reaksi cewe gua, Lily, saat pertama kenalan sama gua)

6) Tahu banget tentang Indonesia, termasuk baik dan buruknya
"Indonesia? Gile, kamu sebagai minoritas kok tahan hidup di sana? Waktu kerusuhan 1998, keluarga kamu gak apa-apa? Ceritain donk, kamu sebagai suku minoritas suka menerima perlakuan seperti apa di Indonesia? Kebetulan saya kerja part time jadi wartawan di negara saya, boleh gak saya wawancara kamu? Blablabla...

Dan ya, meskipun reaksinya tidak selebay yg gua tulis di no 6, tapi perlu gua akui, banyak orang yg punya persepsi negatif tentang Indonesia. Gak usah gua ceritain di sini deh, apa aja citra negatif mereka tentang Indonesia. Simpelnya gini aja : Coba teman-teman ingat-ingat lagi, berita macam apa saja sih yg menjadi headline news di negara kita? Nah, sebagian besar berita-berita itu juga masuk ke surat kabar internasional. Sekarang kalian udah kebayangkan, bagaimana persepsi dunia tentang negara kita?

Berikut ini hanya sedikit contoh, dari tahun 2016...






Karena itulah, selama 4 tahun bersekolah di China, gua aktif di PPIT (Perhimpunan Pelajar Indonesia-Tiongkok). Kita, para pelajar Indonesia yg bergabung di PPIT, berjuang mati-matian untuk mengangkat nama baik Indonesia di mata dunia dengan cara memperkenalkan budaya dan nilai-nilai luhur bangsa kita di hadapan masyarakat internasional.

Di Kota Guilin, tempat gua menuntut ilmu, misalnya. Setiap tahun, PPIT cabang Guilin (HIMIGNU) mengadakan Festival Kebudayaan Indonesia, Kelas Pelatihan Bahasa Indonesia, Festival Film Indonesia, Pertandingan Futsal Persahabatan Garuda Cup, dan lain sebagainya. Kita mau membuat mata teman-teman dari mancanegara menjadi terbuka soal Indonesia. Ini lho Indonesia, negara yg indah karena keanekaragamannya.

Dan kalian tahu, bagaimana reaksinya? Banyak teman-teman dari mancanegara yg tercengang dan terpukau melihat keindahan seni dan budaya Indonesia.

"Oooh, jadi Indonesia tuh bukan negara muslim seperti Arab?" tanya mereka.

"Bukan" jawab kami.

"Memang Indonesia adalah negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia, tapi Indonesia bukan Negara Islam. Indonesia adalah negara kesatuan, negara yg menjunjung tinggi toleransi dan pluralisme."





Di kampus gua, selain Festival Kebudayaan Indonesia, setiap tahunnya juga diadakan Festival Kebudayaan Vietnam dan Festival Kebudayaan Thailand. Tapi dari ketiga festival tersebut, selama beberapa tahun terakhir, Festival Kebudayaan Indonesia lah yg mendapat sambutan paling hangat.

Acara Festival Kebudayaan Indonesia di Guilin tahun lalu misalnya, mengangkat tema "The Great Sumatra". Acara terbagi dua : acara pagi dan acara malam. Acara pagi diadakan di lapangan terbuka, dimulai dengan pawai Festival Panen Raya dan Tari Karo yg pesertanya adalah mahasiswa dari manca negara, Upacara Lompat Batu dari Nias, dan juga Indonesian Food Festival. Selain menonton pementasan, para pengunjung bisa mencicipi masakan khas Sumatra tanpa dipungut biaya.





Acara malam diadakan di auditorium milik kampus Guangxi Normal University dan dihadiri oleh lebih dari 600 orang penonton serta undangan dari berbagai negara, termasuk delegasi dari Konsul Jendral Republik Indonesia di Guangzhou. Pertunjukan-pertunjukan yg ditampilkan antara lain :


1) Perkusi alat musik tradisional Indonesia "Gendang Nusantara"



2) Tari Persembahan



3) Tari Piring



4) Tari Perang Nias



5) Goyang Sambalado 
(yg narinya semua pelajar asing, bukan pelajar Indonesia)




Dan masih banyak lagi

Acara puncaknya adalah 

Drama Siti Nurbaya



Video Opening Drama Siti Nurbaya

Video Ending Drama Siti Nurbaya

Dan juga 

Tari Saman


Tugas gua waktu itu jadi apa? Gua jadi staff belakang panggung dan juga sebagai sutradara drama Siti Nurbaya hehehe. Ini dia foto gua bersama para pemain drama Siti Nurbaya di penghujung acara FKI 2016 ini



Bisa dibilang, selama 4 tahun kami berada di China, gua dan teman-teman dari PPIT Guilin sudah berhasil mengubah banyak persepsi orang tentang Indonesia. Yg tadinya berpikir negatif tentang Indonesia, sekarang menjadi cinta dan ingin mengenal Indonesia lebih jauh.

Gua yakin, ga cuma kita-kita di Guilin,
para pelajar Indonesia yg terbesar di manca negara, di mana pun mereka berada, selalu berusaha mengibarkan Merah Putih di negeri orang. 

Kami cinta Indonesia dan kami bangga menjadi bangsa Indonesia.

Tapi tidak peduli seberapa kerasnya kami berjuang di negara orang, semua perjuangan kami tidak akan ada artinya jika teman-teman Indonesia terus menerus saling membenci dan terpecah-belah, seperti yg terjadi belakangan ini.

Aksi damai yg berujung ricuh, menyebabkan ketegangan antara mayoritas dan minoritas semakin meruncing (lihat saja di timeline social media masing-masing), dan akibatnya, citra Indonesia di mata dunia semakin negatif.

Gua nulis begini bukan mau menjatuhkan atau menyalahkan salah satu pihak, apalagi menjelek-jelekan agama atau kepercayaan tertentu, tapi gua mau mengajak teman-teman pembaca semua untuk merenung dan introspeksi diri masing-masing.

Sampai kapan sih bangsa kita mau terus terpecah-belah karena SARA?
Sampai kapan kita mau terus saling membenci dan berselisih?
Sampai kapan kita mau membiarkan iman dan kepercayaan kita dipelintir dan dimanfaatkan bagi kepentingan politik?
Coba tanya hati nurani kalian masing-masing...sampai kapan?

Anehnya, semua yg terjadi di dalam negeri tuh, tidak kita alami di luar negeri lho. Pelajar Indonesia di luar negeri, di mana pun mereka berada, selalu menjadi panutan teman-teman dari negara lain, karena kita semua dikenal sebagai kelompok yg kompak dan kreatif. Di tengah perantauan, tidak ada yg namanya perselisihan antara muslim dan non-muslim, minoritas dan mayoritas.

Di Guilin misalnya, di saat teman-teman muslim berpuasa, kita yg non-muslim dan tidak puasa masak buat mereka dan kemudian buka puasa bareng bersama mereka. Pernah suatu kali saat ada teman muslim yg dibully oleh orang yg Islamophobia, kita belain dia rame-rame. Dan kalo ada acara yg membawa nama Indonesia, kita semua turut aktif dan saling bantu-membantu, menjunjung tinggi Merah Putih di negeri orang.

Kalo kita-kita yg ada di negeri orang bisa bersatu, mengapa kalian-kalian yg ada di tanah air tidak bisa?



Terima kasih sudah membaca tulisan gua yg super panjang ini.
Sekali lagi, gua tidak bermaksud menjatuhkan atau menyalahkan salah satu pihak, apalagi menjelek-jelekan agama atau kepercayaan tertentu.

Gua cuma berharap, kita semua sebagai rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia, bisa lebih cerdas, bijaksana dan toleran dalam menyikapi keanekaragaman.
Jangan mau terus-terusan diprovokasi, ayo kita bersatu, berkarya yg positif, dan bersama-sama, kita tunjukan ke dunia internasional, bahwa Indonesia itu memang adalah NEGARA PALING KEREN di atas muka bumi!

Bhinneka Tunggal Ika! Bersatu di tengah keanekaragaman! Unity in Diversity!



Baca juga : Merah Putih di Negeri Tirai Bambu


Sekedar Info
Di Nanning (provinsi Guangxi, Tiongkok) lagi ada universitas yang ngasih promo harga khusus untuk orang Indonesia lho. Universitasnya juga lumayan terkenal, ranking 70 dari 2500 universitas di seluruh China. Kalo ada yang tertarik untuk kuliah S1/S2/S3 atau belajar Bahasa Mandarin ke China, bisa kontak gua di keppi_kun@yahoo.com atau +8618269000643 (Whatsapp)

Pendaftaran ditutup tanggal 1 July 2017. Kuota terbatas.

You Might Also Like

109 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. maaf, saya bukannya rasis. orang Jawa tulen kok jarang ada yang kuliah di-sana ya? memperkenalkan adat budaya Jogja contohnya, perwayangan, persindenan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda tahu dari mana kalo orang Jawa tulen jarang yg kuliah di sana? Banyak kok yg dari Jawa, cuma tema festival kebudayaannya kan diselang-seling tiap tahun, supaya tidak bosan. Tahun-tahun sebelumnya sudah pernah temanya tentang Jawa, jadi tahun kemarin kita pilih tema tentang Sumatera.

      Delete
    2. Oh gitu ya mas, pantesan dulu pernah dapet info yang kuliah di luar juga ada semacam festifal ko berbeda2, jadi memang ada bagiannya masing2 ya mas.. Keren bisa memperkenalkan budaya Indonesia di luar negeri :)

      Btw, kalau pulang biasanya berapa tahun sekali mas ?

      Delete
  2. keren banget ko
    Jadi salut sama pelajar2 Indonesia di luar negri.
    Anehnya, saat kalian berusaha membangun citra baik Indonesia di mata dunia luar sana,
    Kita yang di sini malah recokin hal-hal yang gak seharusnya...
    -.-
    Yang semangat yah ko..
    Lanjut terus!
    Indonesia memang negara paling keren sedunia..
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itulah yg kadang bikin gua sedih
      Kita di luar sana bisa kompak dan bersatu tanpa memandang ras atau agama...tapi di dalem negeri...yah lu tau sendiri lah

      Delete
  3. Ahhh kereeeeen...udah berbuat sesuatu banget utk Indonesia! lebih baik drpd yg cuma bisa komentar macam saya. salut bro!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu juga bisa kok berbuat sesuatu untuk Indonesia. Berkaryalah yg positif bagi Indonesia, sebarkan optimisme =)

      Delete
  4. Di postingan ini kayaknya wajib banget di baca sama orang-orang yang blm tau arti kesatuan. Gue salut banget sama anak muda kaya gini. Dimanapun berada, kita tetap harus menjunjung nama Indonesia. Terlebih sebagai anak muda yang menjadi harapan bangsa.

    Syedih juga waktu tau, kalau Indonesia di luar sana masih banyak yang gak tau dan yg tau malah hal gak positifnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya di Indonesia, berita yg negatif menyebar dengan cepat, sementara berita yg positif tidak kedengaran gaungnya. Makanya, masyarakat internasional lebih banyak melihat yg negatifnya

      Delete
  5. Itulah kenapa tadi gue buat status "Zaman di mana toleriansi akan perlahan hilang." Meskipun gue nggak pernah sampe ke Cina. Tapi, gue punya banyak temen di luar negeri yang tentunya berbeda agama.

    Tapi, justru di situ nilai sebuah toleransi kita dinilai. Sejak kenal temen-temen di Thailand, Singapura, Jepang dan beberapa negara lainnya, gue juga merasakan hal yang sama seperti bg Kev. Kenapa yang di luar sana bisa punya toleransi yang kuat, lantas di negeri ini justru harus begini?

    Entahlah, gue sedang tidak mau ikut campur dengan apa yg sedang heboh saat ini. yang jelas, lebih baik gue memperbaiki diri sendiri.

    Karena gue masih percaya, Bhinneka Tunggal Ika benar-benar ada di Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sedih ya, melihat masyarakat kita segitu mudahnya diprovokasi...

      Delete
  6. Mungkin ini yang membuat Indonesia sulit untuk maju. Kita antara orang Indonesia aja saling menjatuhkan dinegara sendiri, bagaimana mau bersama-sama membangun bangsa yang maju. Kalo dulu kita berjuang melawan penjajah dari negara lain sekarang kita dijajah oleh orang kita sendiri.Sukanya berselisih, semoga tulisan ini bisa membuka mata warga Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sekarang negara kita sedang dijajah oleh kebodohan, fanatisme, dan kemunafikan. Inilah yg menyebabkan kita terus berselisih dengan bangsa sendiri.

      Delete
  7. Wah keren ya ? dalam satu kelas ada 28 pelajar dari negara yang berbeda beda . Meskipun begitu , persatuan dan kesatuan tetap harus dijunjung tinggi .

    Gue pernah nonton di salah satu berita di televisi , ketika Indonesia merayakan hari kemerdekaanya , masyarakat yang tinggal di luar Indonesia ( eropa ) mengibarkan bendera sang saka merah putih disana dengan dilakukannya upacara bendera . Itu gue salut banget , ehm kalo gak salah sih ya , di perancis atau jerman gitu .

    INDONESIA SATU.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sementara di Indonesia, banyak orang yg menghina bendera dan bangsanya sendiri. Sakid memang.

      Delete
    2. Benar banget . Dimana sih akal sehat mereka ya ? bangsa , negara nya sendiri aja di hina di buat bagaikan permainan . Gimana mau maju ?.

      Delete
  8. Iya sedih emang. Persepsi masyarakat internasional tentang Indonesia masih jauh dari positif.

    Perasaan senasib dan sepenanggungan itu sih yang bikin para diaspora bersatu demi sang merah putih.

    Karena kita tahu, Indonesia itu jauh lebih positif dari apa yang diberitakan. :)

    #liatsocmed #kemudianmewek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mungkin mereka semua harus pergi ke luar negeri, biar mereka sadar bahwa keanekaragaman itu indah, bukan sebuah penghalang bagi kemajuan

      #ikutanmewek

      Delete
  9. Wah! Berarti banyakan citra buruk ya indonesia di mata asing. banyak yang gak tau juga, tapi malah tau BALI. HAHAHA...

    Wah, luar biasa nih perjuangan lo untuk tetap cinta tanah air. Terus berjuang bersama kawan-kawan disana bro. SUKSES SELALU!

    ReplyDelete
  10. suka dengan kata kita bukan negara islam tapi negara yang menjunjung pluralisme, ah betapa sekarang banayk dari kita benci perbedaan ya, merasa dirinya yang mau memang sndir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi serta golongannya

      Delete
  11. ahhhh bikin adem dan terharu baca artikel ini. pas pula momennya saya baca pas Hari Pahlawan, di tengah 'panasnya' status media sosial belakangan ini >_< thanks for sharing yaaa.
    oh iya, saya jg buat postingan yg berkaitan dgn Hari Pahlawan, klo berkenan silakan mampir :) http://taudariblogger.info/gaya-hidup/menjadi-pahlawan-di-dunia-nyata-satuselamatkanjiwa#.WCOVHS197IU
    thank you!

    ReplyDelete
  12. Ternyata masih banyak orang di luar sana yang masih asing sama INdonesia yaa. Mungkin kenalnya cuman lewat Bali aja, selebihnya masih belum tahu.

    Aku suka dengan kegiatan PPIT seperti itu. Setidaknya dengan menjaga nama baik INdonesia di negeri orang seperti itu, INdonesia akan dikenal baik oleh warga asing. Bukan hanya dikenal negatif karena berita-berita nyeleneh yang beredar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berita nyeleneh beredar di luar negeri, karena di dalam negerinya juga begitu.

      Delete
    2. Semoga saja tidak terjadi lagi hehe.

      Delete
  13. gak cuma media lokal aja yang suka ngangkat berita negatif, media mancanegara juga :')

    untungnya melalui himpunan lo di sana bisa sedikit ngubah perspektif mereka soal indonesia, melalui budaya kita yang kaya banget gini, gue yakin sih stigma negatif soal indonesia bakal cepet hilang (asal kita yang di indonesia ini gak bikin yang aneh2 dan media mancanegara ngeliput juga) :'))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan salahkan media luar, karena media lokal kita juga cenderung provokatif, tidak subyektif, dan suka menyiram minyak ke dalam api hehehe

      Delete
  14. Ko, aku mungkin belum punya pengalaman sampai luar negeri dan ketemu orang-orang dari negara lain. Tapi aku udah pernah ngerasain hidup jadi masyarakat minoritas di tanah papua. Alhasil selama 5 tahun di papua, fine.. g ada masalah apa-apa. Lucunya lagi, kehidupan di papua jauh lebih indah dalam hal bertoleransi ketimbang di tanah jawa khususnya ibukota.

    jujur ko, mengingat kejadian yang kemarin, sedih banget.. kalau aku pribadi, Indonesia ini terdiri dari beraneka ragam suku dan agama, kenapa harus saling bermusuhan? gampang sekali kayaknya kehasut. mungkin orang2 seperti ini harus uji coba hidup sebagai minoritas dulu deh ko, biar tau arti kebersamaan, toleransi, dan sebagainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul-betul, mereka ga pernah ngerasain bagaimana rasanya menjadi seorang minoritas, makanya egois dan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja...

      Delete
  15. Tulisan Keven ini keren sangat. Beneran, orang Indonesia yg berada di negeri sendiri harusnya malu nih sama saudara2 sebangsa setanah air yang justru bergerak mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Gilak banget ya, diprovokasi sedikiiiittt aja udah ricuh klo di sini mah. Memang kondisi saat ini bener2 menyedihkan, provokasi yg dibalut dengan kedok agama :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kalo jaman dulu kita berperang melawan penjajah, jaman sekarang kita berperang melawan fanatisme, kebodohan, dan kemunafikan. Ayo bangkit dan berjuang, berkarya yg positif, sebarkan optimisme =)

      Delete
  16. wah sebagai orang Karo melihat baju adat gue nyampe ke negeri sono canggih juga tuh my friend baju adat Karo hehe
    yeah wajar persepsi negatif itu muncul dan muncul karena yahh...begitulah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Persepsi negatif itu muncul karena hal-hal negatif yg banyak terjadi di negeri kita
      Hal-hal negatif terjadi di negeri kita karena rakyatnya gampang diprovokasi dan dibodoh-bodohi

      Delete
  17. Kereeeen banget ko! Hebat ya para pelajar di luar negeri bisa mengangkat nama Indonesia lewat festival-festival kebudayaan seperti ini. :'D
    Sementara di sini, orang-orang malah sibuk menjatuhkan Indonesia dengan isu-isu SARA... :'((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karena mereka hanya memikirkan kepentingan golongan saja. Harusnya agama dan SARA jangan dibawa-bawa ke dalam politik

      Delete
  18. Pasti lumayan susah jadi org indonesia diluar negeri, apalagi berita akhir akhir ini yg rame dijadikan berita dimedia internasional.

    Harusnya sih kita berterimakasih atas jerih payar pelajar indonesia yg belajar diluar negeri. Mereka semangat semangatnya memperkenalkan indonesia eh tapi malah dikotorin aja sama oknum oknum tertentu pake berita berita rasis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kita di luar negeri sibuk mengharumkan nama bangsa, sementara mereka-mereka di dalam negeri sibuk mempermalukan diri sendiri

      Delete
  19. Penasaran...
    Pas Panen raya menampilkan apa aja, itu dapet propertinya dari mana??
    hehehe.. forget that silly question.
    Saya pribadi yang tinggal di Bandung. Berharap itu hanya terjadi di Dunia Medsos saja. Pada kenyataannya. Kita cinta Damai.
    Semoga
    Damai atuhlaaaah Indonesiaku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yg bikin, ada yg dibawa dari Indonesia hahaha
      Selalu ada cara, yg penting niat hehehe

      Delete
  20. Salut sama kamu, sosok yang mewakili generasi muda Indonesia untuk mengenalkan budaya Indonesia di luar negeri.
    Memang di sisi lain, gak bisa dipungkiri banyak juga media asing yang mungkin hanya memberitakan hal-hal jelek, atau melebih-lebihkan suatu peristiwa sehingga Indonesia terlihat buruk di mata dunia.
    Bisa jadi ada pihak yang mungkin ingin memecah belah persatuan bangsa kita dengan berbagai cara.

    Saya pribadi mendukung pluralisme, kan nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari berbagai suku bangsa dan agama.

    Keep up the good work Claude :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga ada api, ga akan ada asap. Jangan hanya menyalahkan media asing melulu. Kalo negara kita damai tentram, penduduknya harmonis dan saling bertoleransi, mereka juga ga akan menemukan bahan untuk mempermalukan Indonesia di dunia internasional. Kita yg harus introspeksi diri masing-masing, mau sampai kapan terus-terusan bertikai dengan bangsa sendiri...

      Delete
  21. Salut banget sama kamu masz^^

    Baru tau, ternyata media internasional juga suka mengangkat berita negatif dari indonesia. Sedih juga sih sama keadaan indonesia yang sekarang. Kayaknya banyak banget konflik2 yang terjadi di indonesia, yang sebenernya sepele, tapi dibesar2kan sampai kemuat ke media internasional.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Media internasional mengambil berita apapun yg jadi headline news di negara kita. Kalo headline news negara kita isinya negatif melulu...ya jangan salahkan mereka, mereka hanya ngetranslate aja kok hehehe

      Delete
  22. Indonesia memang luar biasa. Banyak pihak asing yang sangat suka sama Indonesia karena keanekaragaman budayanya. Banyak juga WNI yang berada di luar Indonesia memberikan hal-hal positif yang dapat mengharumkan nama Indonesia. Akan tetapi, di dalam Negeri masih banyak pula orang-orang yang melakukan hal-hal yang dapat memberikan dampak negatif bagi Negara.

    Sebenarnya untuk memajukan Negeri ini, Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang yang jujur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, jaman sekarang di negara kita, orang yg jujur dan cinta tanah air malah dihujat dan dibenci...

      Delete
    2. ya begitulah, tidak bisa intropeksi diri. Hanya mencela dan menghina bisanya

      Delete
  23. postingan ini bikin gue merinding :)
    yah, gw gak mau banyak omong soal isu2 seminggu terakhir di negri ini. TAKUT SALAH dan.. ah udah lah, udh cape gue hahaha
    temen2 gue juga banyak yang kuliah di LN, dan mereka merasakan GIMANA jadi minoritas, tapi disana mereka lebih merasakan JATI DIRI MENJADI ORANG INDONESIA TULEN.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Gua rasa, orang-orang di tanah air banyak yg masih kurang bersyukur bisa menjadi bangsa di tanah air yang penuh dengan keanekaragaman ini. Keanekaragaman itu indah, kenapa harus dimusuhi?

      Delete
  24. SALUTTTT GUEEE SALUTTTTT!!! Perjuangan lo di negeri orang nggak cuman kuliah, tapi juga memperjuangkan nama baik Indonesia lewat event kece vin. Sumpah gue bangga!

    Tapi gue salah fokus banget sama yang baju kuning paling kanan, yang nari lagu sambalado. Kenalin dong... *nyembah nyembah* :'v

    ReplyDelete
  25. Keren Bgt Ka..

    Postingannya Ngebuat Saya Ngga Bisa Berkata Apa"

    ReplyDelete
  26. Sebenarnya gini. Di foto ada cewek yang boleh juga tuh. Ehm oke, salah fokus.

    Halo Ko Kev, jujur keren nih postingannya.
    Setuju banget, mau sampai kapan orang2 yang ada di Indonesia terutama yang memiliki masa banyak saling sikut sama orang2 sendiri (sama anak bangsa sendiri). Dan cenderung haus akan kekuasaan, kalo nggak berkuasa kayaknya nggak puas gitu. Kayaknya napsu banget gitu (belum pernah survey sih, tapi media sebagai sampel menunjukkan hal itu. Media cenderung suka memperlihatkan yang negatif). Soal napsuan pertelevisian Indonesia juga terlalu sensitif soal napsu. Dikit2 sensor, nggak tahu sih pedoman orang2 televisi dalam nyensor itu kayak gimana. Tapi yang jelas ini udah kelewat berlebihan.

    Akibatnya hiruk pikuk negara yang cenderung negatif, media terlalu sensitif dan nggak bisa membangun citra positif. Membuat dunia susah melihat anak2 muda indonesia yang berani berkarya, punya pikiran positif, dan kreatif. Karena sesungguhnya yang menjajah Indonesia saat ini adalah bangsanya sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jadi inget kata-kata Ir.Soekarno, bahwa perjuangan Indonesia di masa depan akan semakin sulit, karena harus melawan bangsa sendiri

      Delete
  27. Menyedihkan juga ya Indonesia jadi buruk citranya dimata dunia karena ulah penduduknya sendiri. Padahal kalau ketemu bule, mereka kesannya terhadap warga Indonesia itu bahwa masyarakat Indonesia ramah dan murah senyum. Tapi di kehidupan sehari-hari sebetulnya kurang terlihat seperti itu. Mengenai kasus kemarin, terlihat sekali bahwa masyarakatnya masih mudah termakan provokasi oknum-oknum yang menjalankan aksi ini demi kepentingan mereka, bukan karena bela agama. Mereka secara tidak langsung merusak persatuan bangsa. Padahal masih banyak masyarakatnya yg cinta dan terus berusaha membangun negeri kita ini. Semoga masyarakat kita semakin dewasa dalam menghadapi masalah seperti ini lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, temen-temen bule gua juga banyak yang menyayangkan aksi demo berujung ricuh November kemarin itu. Menurut mereka, Indonesia sebenernya punya potensi untuk jadi negara maju, tapi sayang energinya dihabiskan untuk berantem dengan bangsa sendiri.

      Delete
  28. bacanya agak deg deg.an gitu sih hahaha ... menginspirasi banget bang , semangaaat untuk Indonesia !

    ReplyDelete
  29. Keren bisa dr banyak negara. Terus kampanyekan indahnya negara kita. Dan mari tabayyun, melihat media yg memberitakan kejadian sebenarnya dg benar, bukan dr satu sudut pandang saja. Karena Indonesia adalah kita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo menurut saya sih, tidak akan ada asap apabila tidak ada api. Jadi sebenarnya, apa yg diberitakan oleh media itu bisa jadi bahan introspeksi untuk kita. Kalo gak mau dicap negatif oleh dunia internasional, kita juga harus berhenti mempermalukan diri sendiri.

      Delete
  30. KO, aku baca tulisan ini merinding lho. Sementara orang-orang Indonesia di luar negeri bisa bersatu, mengapa kami sebagai rakyat Indonesia yang tinggal di negeri sendiri malah tidak bisa bersatu. Situasinya bertolak belakang sekali dengan keadaan. Orang-orang Indonesia di luar negeri berjuang keras untuk mengharumkan nama Indonesia (walaupun jasanya jarang dibahas di media nasional), tetapi mudah sekali orang-orang didalam negeri sendiri yang seenaknya berbuat sesuka hati, hingga menciptakan persepsi yang buruk di mata Internasional.

    Miris sekali, bukan? Tapi Ko, aku hanya mau berpesan kepada semua WNI diluar negeri sana, tetaplah berkarya memperkenalkan budaya Indonesia diluar sana, agar setidaknya nama Indonesia dikenal oleh orang-orang luar negeri.

    Saya sangat antusias sekali melihat pemuda-pemudi Chinese yang memerankan adegan-adegan kesenian Indonesia itu. Merinding juga melihatnya. Orang-orang luar negeri aja berusaha mempelajari budaya dan bahasa kita, mengapa kita sebagai 'pemilik asli' dari budaya itu malah melupakannya.

    Nanti pasti kita akan temukan jawabannya.

    Secara overall, tulisan Ko in keren banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas komentarnya. Ya, sebenarnya masih banyak kisah perjuangan para WNI di luar negeri dalam mengharumkan bangsanya, walaupun jarang dibahas oleh media lokal. Tapi ya gpp, karena kita-kita melakukan semua itu bukan karena ingin jadi tenar, tapi karena kita mencintai bangsa ini =)

      Delete
  31. Mungkin aku ini belum.pernah ke luar negeri, belum pernah juga mengikuti event event di luar negeri seperti kamu om.

    Tapi melihat semangat anak muda yang dengan kreatifitasnya, dan memperkenalkan budaya Indonesia di luar negeri, aku sangat bangga dan kagum.

    Semoga anak anak muda Indonesia yang lain bisa membawa nama baik Indonesia.

    Ayo anak muda Indonesia, berkaryalah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ayo generasi muda, kita berkarya yang positif! =)

      Delete
  32. indahnya kebersamaan sesama himpunan mahasiswa indonesia di tiongkok, walaupun mereka berbeda-beda berasal dari berbagai daerah, akan tetapi kekompokannya kelihatan. Semangat terus untuk HIMIGNU bang, semoga bisa membuat bangga nama baik Indonesia

    ReplyDelete
  33. yoi, aksi demo kemarin meskipun damai tapi unsur sara nggak luput juga ya. Miris ya, ternyata negri sebesar ini masih sedikit yang tau diluar sana. Ada yang ngirain polinesia malah... haduh, salute deh sama ppit guilin. nama baik dan presepsi baik Indonesia jadi terekspos kan , mantap! :)

    ReplyDelete
  34. Itulah perbedaan antara media asing dan media kita dalam memajang headline news. Gue yakin dan percaya, setiap negara di hari itu pasti ada yang buruknya, namun itu tidak diberitahukan secara luas misalnya ke headline news, bukannya pengalihan isu ya, namun ya bagaimana cara kita untuk berjuang memperlihatkan citra baik negara. IMO

    Salut gue sama HIMIGNU, memperlihatkan kalau Indonesia itu bukan negara yang rasis, bukan negara yang negatif. Gue sangat mengapresiasikan kegiatan festival Indonesia kayak gini, jadi siapapun yang akan melihat festival ini, akan terketuk hatinya dg perspektif positif terhadap negara Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya abis di Indonesia, isu yang negatif yang malah jadi trending topic di socmed sih, jadi ya mau gimana lagi wkwkwk

      Delete
  35. Indonesiaaaaaaa! Aku bangga dengan keragamnmu.....!
    Terima kasih ya sudah mengenalkan tanah air yang subur akan rrmpah2, seni, budaya, dan keragaman lain... :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga sudah membaca dan komentar di sini hehehe =)

      Delete
  36. Aku baca satu satu dan aku merasa sangat sangat.
    JLEB.

    Betul sekali.
    Saya rasa temen temen saya yang kuliah di luar negri juga gitu, bangga mengibarkan bendera merah putih di negara lain.
    bangga terhadap budaya indonesia.
    Berbagai macam tari, tradisi, kuliner, sampai bermacam macam agama.

    Tapi memang.. kadang yang terjadi di Indonesia saat ini berlandaskan emosi dan gampang terprovokasi. Jadinya gini
    Sediih..
    Tapi kayaknya cuma bisa doa dan gausah ikut yang anarki gitu ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Kalo banyak orang yg berpikir seperti Anda, mungkin kericuhan seperti kemarin tidak akan terjadi. Miris sih melihatnya.

      Delete
  37. wahhh... seru tuh..
    Jadi org2 China banyak yg ng kenal Indonesia.. tahunya Bali tapi lainnya tentang Indonesia nggak tahu..
    waahhh... ada yg bingung juga lihat tampang kakak yg ng sesuai dengan org Indonesia dalam bayangan mereka, emang mereka pikir orang Indonesia kayak gimana.??

    #SalamSapa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mereka pikir orang Indonesia tuh item2 kayak orang India wkwkwk

      Delete
  38. wuuiih keren, lo saat kecil sudah punya kawan dari 28 negara dari penjuru dunia, itu sebuah pengalaman yang tak terlupakan loh........

    gue mah, belajar bahasa mandarin aja udah males-malesan :v
    padahal itu bahsa internasional karena penggunanya mencapai 1,5 milliar jiwa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gua juga bersyukur bisa belajar Bahasa Mandarin. Karena berkat Bahasa Mandarin, gua bisa bertualang ke luar negeri =)

      Delete
  39. perkenalkan budaya indonesia kepada dunia
    salut gue gan...
    udah memperkenalkan budaya budaya indo kenegera lain...
    tapi sedikit malu sih karna masalah masalah yang hadir belakangan ini
    apalagi sampai ada diberitain lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, semoga bangsa kita bisa berhenti mempermalukan diri sendiri. Di era digital ini, yg namanya informasi tuh menyebar dengan sangat cepat. Karena itu, kita sebagai blogger juga harus banyak-banyak berkarya yg positif, sebarkan optimisme, bukan kebencian.

      Delete
  40. Halo! Lama nggak maen kemari. Baca post ini, aku jadi inget tanteku yang dilahirkan di Indonesia dan dipulangkan ke Cina waktu beliau kelas 1 smp. Beliau sekarang sudah berusia 70 tahun++ dan aktif di grup komunitas chinese kelahiran Indo. Tiap tahun mereka pasti ngadain gathering. Trus ada pertunjukan tari2an dan nyanyian2 Indonesia. Narinya sih alakadarnya, gerakannya kaku dan lucu. Tapi mengingat mereka udah pada lansia, dan belajar nari itu cuma liat2 dari tv yang sepotong, baju daerah yg dipake juga alakadarnya karena nitip sodara yg kebetulan mudik Indo, duh jadi terharu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, di Guilin juga ada komunitas chinese kelahiran Indo dan tiap tahun, setiap kita ngadain Festival Kebudayaan Indonesia, mereka selalu kita undang untuk pentas, biasanya sih membawakan tarian2 dan nyanyian2 Indonesia. Jangan-jangan...tante lu juga termasuk salah satu di antara mereka ya? Coba ditanyain, pernah diajakin pentas di 广西师范大学 ga?

      Delete
  41. Indonesia sekarang sudah terpecah belah hanya karena kepentingan politik..
    Mahasiswa yg kuliah di luar negeri berusaha untuk membuat nama indonesia baik, tapi yg tinggal di indonesia sendiri apa coba.. Sedih ngeliatnya..

    ReplyDelete
  42. luarbiasa dan salut banget sama mahasiswa Indonesia di China :''

    semoga apa yang sekarang terjadi di Indonesia cepat-cepat berlalu dan adem lagi, soalnya soal beginian sangat rentan di masyarakat.
    aku sih sependapat,aku mendukung pluralisme dan menganggap equal semua golongan, tidak terkecuali!
    Indonesia bukan negara yg di kuasai oleh Agama tertentu!

    ReplyDelete
  43. Wah, pengalaman penting nih untuk mengenalkan Indonesia ke luar negeri ya mba :)

    ReplyDelete
  44. meleleh kalau lihat dan baca kabar prestasi kita d negeri orang. bangga sama Indonesia.
    mari semangat berkarya bro. sapa tau blog kita dibaca masyarakat dunia.wkwkw

    ReplyDelete
  45. Paling Seneng Ngeliat prestasi Indonesia Di Negri Orang. I Love Indonesia.

    Saluut Bgt Deh Sama Mahasiswa Di Cina.

    ReplyDelete
  46. Tunjukan pada dunia kalo pemuda Indonesia punya prestasi, biarpun tinggal di Negeri orang tetap jaga nama baik Indonesia bro.

    Selalu berkarya dan sukses buat kamu ya.

    ReplyDelete
  47. bangga jadi masyarakat indonesia
    memiliki budaya yang beragam yang bisa buat pamerin sama orang luar indo
    budaya yang harus di kasih tau sama negara lain
    jadi mereka tau budaya indo jadi kalo ada yang mencuri budaya mereka sudah tau pemilik sebenenarnya dari kebudayaan itu

    ReplyDelete
  48. kereen bang, dengan banyaknya grasa grusu di Indonesia jadi masyarakat luar tuh mikirnya pasti indoneisa tuh kayak gimana gimana ya, negara radikal, masyarakatnya anarkis dan segala macamnya, nah dengan para "diaspora" bener kan istilahnya "diaspora" hehe, kan mereka bisa meyakinkan ke masyarakat kalau Indonesia itu tempat yang nyaman hehe

    ReplyDelete
  49. Sedih ya bang, orang diluar sana cuma mengangkat berita negatifnya doang, padahal di Indonesia ini juga punya banyak prestasi dan kebudayaan yang bisa dipamerkan buat diluar sana, tapi ya mo gimana lagi sih.

    salut juga sama mahasiswa di sana, support banget ya, jadi sedikit mengubah prespektif orang tentang indonesia.

    ReplyDelete
  50. Wah tetnyata Bali lebih terkenal ya daripada negaranya sendiri, ya mungkin saat ini dunia belum kenal betul dengan Indonesia.

    Semoga nanti Indonesia terkenal di mata Dunia dengan prestasi-prestasinya, hmmmb dan semoga anak-anak muda Indonesia selalu mengharumkan nama Bangsanya.

    ReplyDelete
  51. jadi kangen yang di australiaaaa *rebahan di dada bernard batubara*

    ReplyDelete
  52. Oh tidak.... Indonesia ku di mata dunia :(
    Memang harus banyak gerakan positifnya untuk mengenalkan indonesia pada dunia, agar yang mereka tahu nya indonesia itu negara yang luar biasa dan bukan negara yang penuh tertinggal dan kerusuhan.

    terima kasih semua mahasiswa Indonesia yang kuliah di negeri orang dan mengenalkan kebudayaan kita. Btw, om Keven cocok euy jadi sutradara. Terbukti hasil video Siti Nurbaya nya keren, apalagi yang opening, gokil :D

    ReplyDelete
  53. terus kibarin merah putih di luar negri bro, asal ati ati jangan sampe kebalik.

    ReplyDelete
  54. Bangga banget kita sebagai anak asli Indonesia yang budayanya bisa dikenal masyarakat luar. Apalagi antusiasnya juga gede banget. Salut dah sama kegiatan ini. Kegiatan yang bener-bener memperkenalkan sesuatu yang menjadi ciri khas dari keberagaman suku dan budaya di Indonesia. Tetep semangat buat pelajar Indonesia yang sedang berjuang di negeri orang :D

    ReplyDelete
  55. good post, koh. sukses ya di sana, makasi banget juga udah mau mewakili Indonesia di dunia internasional :)

    btw itu yang lompat batu, orang nias asli atau bukan?

    ReplyDelete
  56. Gile, salut banget gw sama lo koh ! Emang bener, sekarang banyak yang suka lebih mementingkan kelompok tertentu ketimbang mementingkan persatuan. Kayaknya mereka kurang piknik deh.

    ReplyDelete
  57. I feel so sorry ya Koh for whats happening now in Indonesia. gue juga ngerasa makin ke sini isu SARAmakin mendominasi. mereka menentang habis habisan tapi mereka juga menghina habis habisan, yang bilang bunuh ini, yang bilang orang cina itu ini dan itu.. semoga indonesia makin ke depan bisa makin meresapi arti bhineka Tunggal ika. Karena walopun Islam itu agama paling dominan tapi we have 5 religions and we should honor each other.

    ReplyDelete
  58. Salut buat postingan ini
    Sekaligus ada sedihnya juga
    Keinget jaman2 SMA yang iseng ubah pengaturan di aplikasi chat supaya orang luar negeri bisa tahu akun ku dan chat pribadi. Eeh begitu ditanya jawabannya sama kek diatas. Indonesia? Mana tuh? Saya tahunya Bali (dalam bahasa Inggris tentunya)

    ReplyDelete
  59. Eh eh pak guru, aku mo usul, coba kenalin Indonesia timur ke orang2. Tau kan Indonesia Timur gmn kerennya alamnya? Pak guru bisa liat di akun youtubeku @amandamujahidah baru2 ini aku baru bikin video kompilasi tempat wisata di Maluku, dijamin murid2mu bakalan klepek2 liatnya

    ReplyDelete
  60. Salut banget sebagai wakil indonesia di dunia internasional bisa menjaga nama baik indonesia dan memperkenalkan keragaman budaya indonesia di dunia. mudah-mudahan semua orang bisa terisnpirasi dari kisahnya .. aminn

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe