Cherish The Beauty Inside

02:27:00


Hari ini gua baru nonton sebuah film Korea yang bagus banget, judulnya "The Beauty Inside" (2015)

Film ini berkisah tentang Woo-jin, seorang furniture designer yang punya penyakit aneh di mana ia selalu berubah wujud setiap bangun tidur. Kadang ia berubah wujud jadi pria, kadang jadi wanita, kadang jadi bule, kadang jadi lansia, kadang pula jadi anak kecil. Setiap hari selalu berubah-ubah, beraneka ragam ras dan usia, tidak pernah sama, dan kehidupan seperti ini sudah ia jalani selama bertahun-tahun.

Suatu hari, Woo-jin jatuh cinta kepada Yi-soo, seorang gadis yang bekerja di perusahaan distributor furniturenya. Dapatkah Woo-jin menyampaikan cintanya kepada Yi-soo, meskipun ia selalu muncul dengan wajah baru setiap harinya?

Rating : 10/10

Film yang satu ini memang mempunyai sebuah premis yang unik. Konsep yang diangkat cukup simpel, tetapi menarik. Yang jadi masalah di sini bukan hanya masalah Woo-jin membuat Yi-soo jatuh cinta kepadanya, tapi kalopun mereka jadian, apakah hubungan asmara itu bisa bertahan? Misalnya, apa cewenya ga akan dianggap "murahan" oleh orang-orang di sekitarnya, karena setiap hari selalu ngedate dengan cowo yg berbeda? Pokoknya banyak deh hal-hal menarik dan tidak terduga yang jadi plot twist film ini.

Tapi faktor utama yang bikin gua jatuh cinta sama film ini adalah...karena gua pernah berada di posisi Woo-jin.

Buat temen-temen pembaca yang udah ngikutin blog ini bertahun-tahun, kalian pasti udah gak asing lagi sama kisah-kisah cinta gua. Ya, perjalanan cinta gua sejak dulu sampe sekarang, memang gak pernah berjalan mulus. Dan sepanjang perjalanan itu, udah gak terhitung berapa kali tepatnya gua "berubah wujud"




Kecengan pertama gua waktu SMP bilang bahwa gua orangnya terlalu kaku, kurang fun, dan karena itu pada saat gua suka sama kecengan kedua gua, gua berusaha untuk jadi orang yang humoris dan ramah senyum. Tapi kemudian, ternyata kecengan kedua gua itu menganggap gua sebagai seseorang yang kurang bisa diandalkan, karena gua terlalu banyak cengengesan. Akhirnya, pada saat gua suka sama kecengan gua yang ketiga, gua mencoba untuk lebih tegas dan selalu take the lead, tapi kemudian gua tetep ditolak karena katanya gua kurang romantis, kurang bisa mengerti perasaan cewe, sehingga bikin cewenya ga nyaman karena ngerasa terlalu banyak didikte.

Akhirnya gua berusaha untuk make over lagi, gua berhasil bikin kecengan keempat gua sewaktu SMA jadi pacar gua, karena gua orangnya sangat care dan romantis. Tapi kemudian hubungan itu juga kandas karena keromantisan gua yang berlebihan, membuat cewe gua jadi terlalu terobsesi dan posesif.

Waktu berlalu, dan seiring gua tambah dewasa, gua berusaha menyatukan semua aspek positif yang ada di dalam diri gua. Gua jadi orang yang care, romantis, tapi tegas, dan humoris. Dan gua berhasil. Kecengan kelima gua ngerasa nyamaaannn banget sama gua. Saking nyamannya, gua sama dia sampe udah kayak adik-kakak...dan karena itulah, dia gak mau jadian sama gua, udah terlalu nyaman sebagai sahabat, katanya.

Sewaktu kuliah, gua berusaha lagi berubah untuk jadi lebih baik. Berusaha untuk membuat orang yang gua suka itu nyaman, tapi tetep jaga jarak, supaya ga masuk friendzone. Tapi ternyata ditolak, karena katanya cara PDKT gua kurang bikin greget. Akhirnya gua berubah lagi, make over lagi. Kecengan gua yang berikutnya berhasil gua bikin jungkir balik dengan ide-ide PDKT gua yang kreatif, tapi kemudian gua lagi-lagi ditolak, kali ini katanya karena penampilan fisik gua yang kurang menarik dan kayaknya gua kurang rajin, prospek masa depannya kayaknya kurang oke.

Akhirnya di sela-sela kuliah gua mencoba untuk lebih giat dan lebih aktif dalam berbagai kegiatan, organisasi, dan juga part-time. Gua jadi seseorang yang tidak hanya punya kepribadian menarik, penampilan oke, tapi juga punya visi-misi yang jelas soal masa depan. Tapi kemudian gua ditolak lagi, karena katanya gua terlalu fokus sama diri sendiri, sampe gak ngertiin perasaan orang yang gua sukai itu.

Pusing gak bacanya? Kalo temen-temen bacanya aja pusing, apalagi gua yang ngalamin?

Sampe satu titik, akhirnya gua jatuh terpuruk. Gua krisis identitas, karena saking banyaknya mencoba berubah demi orang lain, gua udah gak tahu sebenernya apa sih yang gua inginkan. Karena terlalu banyak pake topeng, akhirnya gua lupa sama diri gua sendiri. 




Gua kalo ngomong selalu berusaha menyenangkan orang lain, sampe gua sendiri gak tahu, sebenernya apa sih yang pengen gua omongin? Gua selalu berusaha menampilkan kualitas-kualitas diri yang menurut gua akan disukai oleh orang yang gua suka, sampe gua sendiri gak jelas, sebenernya gua tuh orangnya kayak gimana? Waktu itu, gua sampe gak inget, kapan terakhir kalinya gua jadi diri gua sendiri?

Tapi ya akhirnya gua berhasil bangkit dari keterpurukan itu. Tahun 2011, gua memulai lembaran baru hidup gua. Jati diri yang sudah hilang memang tidak dapat dipulihkan kembali, semua kegagalan yang sudah terjadi memang tidak bisa diulang kembali, tapi belum terlambat bagi gua untuk memulai sebuah kisah baru. Tahun 2011, gua menulis kisah yang baru, dengan tokoh utamanya adalah gua sendiri, diri gua yang sebenarnya.

Tahun 2011 itu adalah tahun di mana gua mulai serius ngeblog di sini, di Emotional Flutter, dan blog ini adalah saksi sekaligus bukti nyata dari tekad gua untuk berubah, berubah menjadi lebih percaya diri, lebih jujur, dan apa adanya. Kalo di blog yang dulu gua nulisnya dibuat-buat, karena berharap kecengan gua mau baca dan ngerasa kasian sama gua, di blog ini gua nulis apa adanya, sesuai apa yang gua pikirkan dan rasakan.

Yang gua tuliskan di sini semua adalah hasil letupan emosi gua, hasil dari spontanitas gua, makanya gua namain dia : Emotional Flutter. Emosi yang "berkibar-kibar".

Kenapa berkibar-kibar? Karena gua ingin perasaan gua bisa seperti sebuah bendera yang sedang tertiup angin. Meliuk-liuk dengan bebas, mengikuti arus, melambai dan bergoyang dengan lincah. Bak sehelai biji dandelion yang berselancar di udara, luwes, semena-mena, dan apa adanya, ke mana pun yang ia inginkan, mengikuti hembusan angin, tanpa ada yang perlu ditahan atau ditutup-tutupi.



Dan itulah memang yang terjadi setiap kali gua nulis blog. Gua kalo nulis blog, ga pernah bikin kerangka karangan. Ga pernah bikin kotretan, sketsa, atau skema. Semua yang gua tulis di sini adalah kata-kata yang meluncur bebas dari pikiran dan hati gua. Hampir semuanya ditulis sekali jadi. Langsung ditulis dari awal sampai akhir, tanpa disimpen ke draft, tanpa diedit. Waktu finishing pun, gua lebih banyak ngabisin waktu nyari gambar daripada ngedit tulisan.

Gua bukan orang yang seneng nulis ngikutin trend. Gua bukan orang yg peduli sama pageview, keyword, atau SEO. Tapi gua berani jamin, semua yang gua tulis di sini 100% buah pikiran dan emosi gua. Kalo kalian pengen jadi anak gaul, up to date sama gosip atau trend-trend terkini, kayaknya blog ini bukan blog yang tepat untuk kalian baca. Tapi kalo kalian lagi galau, lagi stress, lagi bosen, lagi buntu ide, atau sekedar butuh sesuatu untuk dibaca sambil boker, mungkin tulisan di blog ini bisa menghibur kalian.

Gua juga gak pernah niat jadi motivator. Semua yang gua tulis di sini sebagian besar adalah curhatan, yang di bagian belakangnya suka gua kasih tambahan kata-kata mutiara biar endingnya bagus. Kayak kalo ibaratnya kue/cake, kata-kata motivasi di bagian belakang tuh hanyalah buah cherry nya, hanya pemanis belaka.



Anyway, kembali ke topik utama. Bagaimana dengan kehidupan cinta gua, setelah tahun 2011? Apakah tambah mulus? Oh jelas tidak. Kisah-kisah gua masih tetap tragis (baca : Zhen Zhu Nai Cha), tapi setidaknya sekarang gua udah ga ngerasa krisis identitas lagi.

Sekarang gua sadar, kalo cinta ditolak, itu TIDAK berarti kualitas diri kita masih kurang baik atau tidak layak untuk dicintai, bukan, bukan itu.

Gak ada yang salah sama diri kita, kita cuma belum ketemu orang yang tepat, itu aja sih intinya.

Dan suatu hari, pasti akan tiba saatnya di mana kita akan ketemu seseorang yang bisa nerima kita apa adanya. Seseorang yang mencintai kita seutuhnya, termasuk segala kekurangan dan kebiasaan buruk kita. Seseorang yang menghargai ketidaksempurnaan dan menikmati proses. Seseorang yang tidak menilai kita hanya dari penampilan luarnya saja. Seseorang yang masih akan tetap sayang sama kita meskipun kita suka kentut atau sendawa sembarangan di depan dia.

Someone who can cherish the beauty inside of us.

You Might Also Like

28 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Gak ada yang salah sama diri kita, kita cuma belum ketemu orang yang tepat, itu aja sih intinya.

    Yep. Ini bener banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalimat simpel, yang gua pelajari dari berkali-kali jatuh bangun dalam menjalin kasih wkwk...

      Delete
  2. Wuah aku suka sama tulisan nya, hihihi
    "Tidak ada yang salah sama diri kita, hanya saja kita belum bertemu orang yang tepat"
    Semoga kita segera dipertemukan sama org yg tepat yah.Amin
    Aku penggemar korean drama. Jd movie ini jg udah q lahap. Suka sama movie nya karena banyak sekali artis yang terlibat. Tp sy paling suka sama Park Seo Joon ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, premisnya unik banget, dan eksekusinya ternyata lebih bagus daripada dugaan =)

      Delete
  3. Setuju banget ko..
    Kadang bukannya kita yang "kurang", atau "enggak cocok",
    tapi terkadang kita cuma belum ketemu orang yang tepat aja buat kita..

    Gua rasa setiap orang pasti pernah mencoba untuk "berubah" demi orang lain..
    Gua suka ngerasa kalo gua teralu sibuk "jadi ornag lain" sampe gua melewatkan orang yang sebenrnya mencari diri gua yang sebenernya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, ingin disukai oleh orang yg kita taksir, dan menghalalkan segala cara untuk itu, adalah hal yg sangat normal dan manusiawi hehe

      Delete
  4. Sering mampir ke sini karena seakan dapet temen buat berbaper-baper ria. Woho! Btw aku belum nonton filmnya, tapi kayaknya menarik, bakal coba download ah pulang kerja nanti. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang ini blog yang tepat untuk dikunjungi kalo lagi pengen baper hehe. Terima kasih udah sering mampir ke sini ya =)

      Delete
  5. benar benar meletup letup cara menceritakannya. Salam #1minggu1cerita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga Emotional Flutter, hehehe

      Delete
  6. Tuhan masih pengen kita memperbaiki diri, anggaplah kesendirian ini sebagai ajang kita untuk introspeksi diri lebih khusyuk lagi dan mempersiapkan masa depan lebih matang lagi. Karena bisa jadi, ketika Tuhan sudah menaruh jodoh di depan batang hidung kita, dia bukan hanya sekedar pemanis hidup kita dalam balutan hubungan bernama 'Pacaran' tapi langsung menjadi pendamping hidup kita sampai maut menjemput berbingkai rumah tangga dimana nanti kita akan dipanggil Ayah atau Ibu oleh seorang anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren abis kata-katanya. Ya, masa single itu masa yang paling asik sebenarnya. Sayangnya, gua agak telat nyadarnya. Tapi ya berkat semua pengalaman jatuh bangun selama 9 tahun menjomblo itulah, gua bisa jadi diri gua yang hari ini =)

      Delete
  7. jujur.........gua pusing banget ngebaca kecengen awalmu sampai akhir. jika aku jadi dirimu, mungkin aku sudah nyerah dan pasrah saja.

    sangat tertarik aku dengan paragraf terakhir, yang dimana kita akan mendapatkan pasangan, jadi keinget kata katamu yg "jodoh harus diperjuangkan"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untungnya gua gak menyerah dan jadi biksu wkwkwk...

      Delete
  8. Kadang emang susah kalau harus ganti2 jati diri, niat hati mau jadi romantis, care, lucu dll malah kesannya bukan jadi diri sendiri.
    Bener sih katamu, cinta ditolak, putus asmara, bukan berarti kita gak baik fisik atau lainnya, penting jadi orang yg menyenangkan dan gak dibuat2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, paling nyaman memang kalo kita bisa jadi diri sendiri, dan dicintai karenanya

      Delete
  9. Aku juga pernah mas mengalami kejadian yang pernah kamu alami, aku selalu berusaha membuat orang lain senang, selalu ingin tampil terbaik dihadapan oraang, padahal aku melakukan bukan sesuai jati diriku, ya benar sekali nulis di blog mengalir apa yang ada dipikiran, tanpa peduli entah itu bagus atau jelek, karena pembaca punya pandangan tersendiri tentang tulisan kita dan tentang siapa kita. Be your self

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, menjadi diri sendiri itu adalah salah satu hal yang paling penting dari seorang blogger, supaya tulisan kita punya karakter yang khas =)

      Delete
  10. Iyasih emang bener, kerasa enak juga baca tulisan om Kev. Ngalir, apa adanya, jadi nggak bosen juga bacanya. Berasa lagi ngobrol aja.

    Mungkin sekarang aku yang lagi krisis identitas.
    Dan masalahnya, kalau aku nulis tanpa punya 'jalur', tulisanku nggak akan rapi. Ga jelas arahnya kemana, gak kayak om kev. Karena kalau lagi ngomong pun gitu, aku anaknya gampang terdistraksi 😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp Nys, setiap orang punya cara dan gaya nulis masing-masing. Kalo lu udah bisa nemuin gaya nulis lu, lu ga akan pernah hilang arah lagi hehe. Semangat ya, temukan stylemu!

      Delete
  11. Ko Kev, itu jadi ceritanya emang cowoknya berubah fisik ya? Bukan cuma kepribadian ganda yang fisiknya tetap tapi "isinya" berubah? Aaaak aku suka model-model film kayak gitu :3

    Aku juga pernah sibuk ingin berubah karena orang lain. Tapi gak sepanjang yang Ko Kev alami, sih. Aku berhenti sampai saat lulus SMA. Di situ aku mulai jadi aku yang sekarang, tentunya sekarang masih belajar buat lebih baik lagi. Tapi seenggaknya, aku lakuin itu semua sekarang demi kebaikanku sendiri, bukan orang lain lagi. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karakter utamanya berubah fisiknya, hehe, unik kan?

      Menyadari bahwa semua itu kamu lakukan demi dirimu sendiri, adalah langkah pertama untuk menjadi sosok yang lebih baik. Terus berjuang ya! =)

      Delete
  12. Pengen jadi orang yang diharapkan orang lain ini itu kayaknya mustahil banget ya. Alhasil kayak km tadi bakal gak ketemu sama jati diri sendiri.

    Ngomongin blog elo ini. saya berasa ini emang personal blog banget yang dimana menuangkan isi pikiran dan emosi si penulis. hayuk kita kibarkan semangat~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kita gak akan bisa memuaskan semua orang, karena itu lebih baik jadi versi terbaik diri sendiri =)

      Delete
  13. Wuih. Pengalaman cinta lo banyak juga ya bang. Gue gak sebanyak itu. Fix! Lo orangnya ganteng. Wkwkwk

    Ah. Klo gue sih lebih keapaadanya aja. Lah. Gak punya kemampuan khusus yg bisa ditonjolkan juga. Yaudin seadanya aja. Hehe

    Intinya sih kata lo tadi bang. Belum nemu orang yang tepat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gua kaga ganteng wkwk. Dulu gua juga mikirnya kayak lu. Ah gua mah orangnya ga ada kelebihan, ga ada yg bisa ditonjolkan. Dan karena itu gua ditolak melulu.

      Lu punya kelebihan kok, kelebihan yg bisa bikin cewe klepek2 melihatnya. Hanya saja, kelebihan itu harus diasah supaya bisa bersinar. Gua bisa nulis blog kayak gini juga lewat perjuangan dan latihan selama belasan tahun (gua ngeblog udah dari tahun 2003), dan gua masih merasa bahwa tulisan gua masih banyak kekurangan yg bisa diperbaiki.

      Kalo mau jadi versi terbaik diri lu, lu ga boleh berhenti berusaha =)

      Delete
  14. Dan suatu saat kita akan bertemu dengan the one and the only one. Khan lo udah ketemu ya khaaaaaannnn?? Hehehehe

    Gue seneng baca blog lo karena gue kayak jadi punya semangat buat nulis lagi di blog gue dengan bahasa beginian. AKhir akhir ini gue nih bingung mau nulis pake bahasa begimane di blog gue iya to. Gue sekarang udah 25 taun, gue guru dan kayak gue dituntut sama diri gue sendiri buat seriusan dikit kek gitu. Makanya ada 1 post di blog gue yang kemudian 'gue' jadi 'aku' tapi gue jadi awkward banget mau nulis aku. Gue pimgin bisa nulis kayak dulu gue jaman kuliah, nggak mikirin pikiran pembaca dan mikirin apa apa. Nulis ya nulis aja..jadi semuaya bisa terjun langsung dari hati dan sanubari kayak lo begini. Tapi makin ke sini makin gue mikir, "ini gimana kalo si A baca, kalo guru itu baca, kalo si C baca' dan akhirnya mau nulis gue nggak jadi jadi. Kenapa ini gue malah curhat yaelah..ya kali nih abang bisa ngasih dikit kek gitu tipsnya..hehehehe

    tapi kok kisah cintanya berliku liku banget begitu..emang kadang kita nggak bisa generalisasikan standard apa yang disuka cewek sih ya..jadi when you love someone, just be urself, just be the best of ur version and let's see what happens. Hehehehe sok banget ah gue

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata-kata lu bener banget. Kita gak akan bisa memuaskan semua orang, karena itu yg bisa kita lakukan hanyalah menjadi versi terbaik dari diri kita, hehe. Btw gua juga pernah ngalamin galau kayak lu. Blog gua ini kadang suka dibaca sama atasan, (mantan) calon mertua, dll. Sempat terpikir untuk menggunakan gaya bahasa yg lebih resmi, dan membahas topik yg lebih berkelas, tapi akhirnya semua itu gua urungkan. Inilah gua, inilah blog gua, inilah tulisan gua.

      Love me or hate me, ga ada yg gua tutup-tutupin.

      Delete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe