Why Forgive?

01:10:00


Memaafkan. Suatu hal yang seringkali lebih mudah untuk diucapkan daripada untuk dilakukan.

Ya, seringkali rasa kecewa dan sakit hati yang kita alami, membuat kita menjadi sulit untuk memaafkan orang lain. Bahkan ada kalanya setelah kita "memaafkan" pun, kita masih tidak bisa melupakan kesalahan orang tersebut. Padahal, memaafkan dan melupakan, dalam banyak kasus, adalah sebuah "paket" yang tidak terpisahkan.

Mengapa sih kita harus belajar memaafkan?

Gua termasuk salah seorang traveler yang pada saat traveling tidak suka membawa barang terlalu banyak. Kalo bisa, bawa barang seminimal mungkin, dan semua diusahakan supaya bisa cukup dibawa dengan satu ransel ukuran sedang saja. Gua paling gak suka kalo harus menjinjing barang di saat bepergian, tangan jadi gak bebas rasanya. Bawa koper kecil yang ada rodanya aja kadang udah males, apalagi kalo disuruh bawa koper segede gaban yang saking gedenya, sampe anak tapir pun bisa masuk ke dalemnya? Ribet banget, bikin males.

Nah, rasa benci dan dendam itu ibaratnya sebuah koper besar yang harus kita bawa ke mana-mana. Bayangkan, betapa merepotkannya jika harus terus-menerus menyeretnya di dalam kehidupan sehari-hari? Ke mana pun kita pergi, ke kampus, ke kantor, bahkan saat berlibur sekalipun, koper itu harus terus kita bawa. Apalagi kalo ternyata orang yang kita benci itu jumlahnya banyak? Kopernya tambah berat, tambah banyak, tambah ribet. Dan percaya deh, kamu gak akan bisa berjalan jauh, jika harus terus menyeret beban yang begitu banyak.



Ya, membenci seseorang itu memang merepotkan. Jaman sekolah dulu, gua pernah benci setengah mati sama satu orang. Saking bencinya, setiap ada topik pembicaraan yang berkaitan dengan orang itu, gua bakal langsung bete. Meskipun benci, tapi sebenernya gua juga merasa gak berdaya. Tiap pergi ke sekolah, gua bakal terus ketemu sama orang itu. Dan orang itu juga tetep nyebelin. Rasa benci dan dendam gua tidak mampu merubah keadaan.

Ngeliat gua yang seperti itu, bokap gua pernah nasehatin gua gini : Membenci seseorang itu sebenernya ruginya cuma di diri kita sendiri. Orang yang kita benci itu enak makan, enak tidur, cuma kita sendiri aja yang terus-terusan mikirin dia, terus-terusan bete dan ngerasa ga nyaman karena dia.  

Nasehat bokap itu, bener-bener membuat gua merasa ditampar. Ya, dalam hal ini, membenci seseorang itu rasanya memang mirip seperti CINTA YANG BERTEPUK SEBELAH TANGAN. Melelahkan dan menyakitkan. Dan pada akhirnya, cuma kita doank yang capek sendiri.

Sayangnya, di dunia ini ga ada alat yang bisa membuat orang yang kita benci itu lenyap dari hidup kita. Yang bisa kita lakukan untuk membuat diri kita tidak terus-terusan tersiksa dan terbebani adalah...dengan memaafkan, dan melupakan.

Memaafkan, adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Orangnya udah minta maaf aja kadang kita masih gak bisa maafin, apalagi kalo orangnya tidak minta maaf ke kita, atau kasus lebih parahnya, tidak merasa bersalah sama kita? Wah, boro-boro mau maafin, yang ada rasanya kita pengen gampar mukanya pake kaktus raksasa. Tapi, dalam hidup ini seringkali orang yang paling harus kita maafkan adalah orang yang telah menyakiti kita dan tidak meminta maaf.

Kalo orang yang hubungannya dekat dan baik sama kita, sahabat misalnya, biasanya setelah sadar akan sadar akan kesalahan mereka, mereka akan inisiatif untuk meminta maaf. Dan biasanya kita memaafkan mereka karena kita masih menginginkan mereka di dalam hidup kita.

Tapi percaya deh, pada kenyataannya, orang-orang yang kita benci itu kebanyakan adalah orang-orang yang gak akan pernah minta maaf sama kita. Orang-orang yang bahkan tidak merasa tela menyakiti kita. Orang-orang yang tidak kita inginkan berada di dalam hidup kita.

Nah, kalo mereka minta maaf aja nggak, buat apa kita harus memaafkan mereka?

Well, jawabannya simpel.
Maafkanlah mereka, bukan karena mereka pantas dimaafkan, tapi karena kita pantas mendapatkan kedamaian.

Mungkin bakal banyak teman-teman pembaca yang tidak setuju sama pemikiran gua ini. Tapi ya, di sini gua mau menekankan, bahwa kita memaafkan orang-orang yang telah menyakiti kita itu, bukan demi kebaikan mereka, tapi demi kebaikan diri kita sendiri.

Memaafkan orang yang bersalah kepada kita juga adalah sebuah bentuk penghargaan bagi diri kita sendiri. Memaafkan berarti kita mengakui kelemahan kita, tapi pada saat yang sama, kita juga membebaskan dari dari belenggu benci dan dendam. Pada saat kita memaafkan orang yang bersalah kepada kita, sebenarnya kita juga sedang memaafkan diri kita sendiri.

Memaafkan, tidak akan membuat luka hati kita lenyap begitu saja. Tetapi, memaafkan dapat membuat kita terhindar dari rasa sakit, tekanan batin, dan konflik yang berkepanjangan. Memaafkan, memang tidak dapat mengubah masa lalu, tapi memaafkan dapat membukakan pintu bagi masa depan yang lebih baik.

"To forgive is to set a prisoner free and discover that the prisoner was you." - Louis B. Smedes

You Might Also Like

53 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Paragraf terakhir setuju banget.
    Aku masih belum memaafkan beberapa orang, karena ketika aku mau memaafkan, mereka hadir dg keangkuhannya. Jadi kan sebel....
    Teorinya tau, tapi prakteknya perlu hati yang benar2 lapang... Pfhhh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo prakteknya gampang sih, di dunia ini ga akan ada yang namanya kebencian hehe. Justru karena sulit untuk dilakukan itu lah, makanya memaafkan ini menjadi sesuatu yg berharga =)

      Delete
  2. "Maafkanlah mereka, bukan karena mereka pantas dimaafkan, tapi karena kita pantas mendapatkan kedamaian."

    ----> ini!! Super setuju!
    -tatat

    ReplyDelete
  3. Pas Kita udah bisa lewatin semua terus throwback lagi, knapa dulu tuh sulit bgt ya memaafkan.. jadi lucu.
    Semudah itu kita bisa benci dan nggak memaafkan org lain yaa. Betapa cemennya aku ����
    Nice posting...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa-apa, yang sudah berlalu biarlah berlalu, yang penting ke depannya, kita bisa belajar untuk lebih berbesar hati

      Delete
  4. kita memaafkan orang-orang yang telah menyakiti kita itu, bukan demi kebaikan mereka, tapi demi kebaikan diri kita sendiri.👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kedengerannya simpel, tapi gak mudah untuk dilakukan

      Delete
  5. " Pada saat kita memaafkan orang yang bersalah kepada kita, sebenarnya kita juga sedang memaafkan diri kita sendiri." ╥﹏╥

    ReplyDelete
  6. Sebenernya antara kesel sama nggak juga sih kalo kita minta maaf tapi dia nya nggak. Tapi itu tetep Baik buat kita karena dengan besar hati minta maaf sekalipun dia nggak hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memaafkan itu bukan hal yg mudah dilakukan, hanya orang-orang berjiwa besar lah yang sanggup memaafkan orang yg telah bersalah kepadanya =)

      Delete
  7. Makasih bgt ya uda membuka pikiran ttg memaafkan. Setidaknya saran2 bijak ini bikin melek ttg ruginya membenci

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, pelajaran hidup ini juga saya dapatkan dari interaksi bersama orang lain, syukurlah kalo bisa menginspirasi kamu =)

      Delete
  8. What about forgive but don't forget?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memaafkan dan melupakan, dalam banyak kasus, adalah sebuah paket yang tidak terpisahkan. Kalo kita udah maafin, tapi diingat-ingat terus, kapan mau damainya? Itu kalo menurut gua sih, hehe.

      Delete
  9. Setuju dengan closingnya
    Sebetulnya itu yg mau saya tulis buat #1minggu1cerita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tulisan kalian bagus-bagus nih, saya jadi tambah semangat untuk belajar menulis lebih baik lagi =)

      Delete
  10. Aku punya temen nih, ngerasanya sih aku udah nggak marah sama sekali, udah aku maafin. Malahan pengen coba kembali kontakan, tapi dianya malah kayak yang merendahkan aku terus. Kalau gitu mah jadi males mau tengok dia lagi juga :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gitu sih bagusnya lu maafin dia, tapi lu ga usah terlalu sering bertemu dia. Memaafkan bukan berarti menyiksa diri sendiri lho. Memaafkan itu adalah bukan hanya proses pelepasan beban yang bertujuan untuk memberikan diri kita kedamaian batin, tapi juga sebuah bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Lu gak perlu benci sama dia, tapi juga ga perlu untuk terus-terusan menghabiskan waktu bersama dia. Isilah lingkungan pergaulan lu dengan orang-orang yang bisa memberikan dampak positif terhadap hidup lu =)

      Delete
  11. Sebenarnya ini masih PR buat saya, apalagi saya ini orangnya tidak mudah melupakan kesalahan orang lain ke saya. Saya mungkin memaafkan, tapi saya nggak akan lupa perbuatan dia. Buat pelajaran saya agar ke depannya saya lebih berhati-hati sama dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ambil pelajarannya, lupakan rasa sakitnya. Gua juga masih butuh lebih banyak belajar. Ayo kita sama-sama berjuang ya hehe

      Delete
  12. Benar-benar nyayat ke hati makna arti sebuah maaf. Dan hal tersebut baru saja terjadi ke aku. "Aku orang yang ngerasa gak salah, tapi sebenarnya salah" Alhasil pas aku sadar, aku sudah telat untuk minta maaf kepada seseorang itu. Ntah, sekarang dia punya rasa dendam sama aku atau tidak. Aku mencoba merelakan saja dan membangun lagi sebuah cerita pertemanan baru dengannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kita tidak dapat mengubah masa lalu, tapi kita dapat belajar dari kesalahan, untuk menghindari konflik di masa yang akan datang =)

      Delete
  13. Masalahnya, dalam beberapa kasus juga, adanya rasa gengsi yang tinggi juga mendorong seseorang itu untuk tidak ingin meminta maaf. Rasanya rendah sekali diri ini kalau meminta maaf, begitu katanya. Padahal kalau minta maaf itu memang seseorang itu harus bersikap rendah diri, agar si si pemberi maaf mau memaafkan kita. Sulit sekali menghilangkan rasa gengsi itu.

    Kenapa harus memaafkan? Kalau kita tidak memaafkan seserang, sulit sekali memperbaiki hubungan dengan dia, misalnya persahabatan. Orang-orang diseluruh dunia berusaha untuk memperbanyak teman, mengapa kita harus mengurangi teman dengan tidak meminta maaf?

    Tulisan yang sangat bagus sekali. Masterpiece

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengutip kata-katanya Adhitya Mulya di novel Sabtu Bersama Bapak :

      “Meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal. Wujud dari sadar bahwa seseorang cukup mawas diri bahwa dia salah. Wujud dari kemenagan dia melawan arogansi. Wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf.”

      Terima kasih ya udah mampir ke sini

      Delete
  14. Setiap mampir ke sini selalu suka sama tulisannya, apalagi ini kasus sehari-hari dan emang selalu ada sih.

    Aku sekarang lagi ngerasain apa yg kokoh dulu rasain, benci banget sama orang, pengennya tuh melenyapkan dia dari muka bumi. Tapi ya gimana? Ga bakal bisa, dia bahkan santai aja dengan hidupnya, ga tau kalau aku ga suka sama dia.

    Baca tulisan ini kaya digampar pake kaktus, bener juga, aku harus memaafkan tanpa dia harus minta maaf. Tapi rasanya berat banget. Makasih koh, tulisannya bagus, aku suka!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memaafkan orang yg kita benci itu bukan hal yg mudah, apalagi kalo orangnya santai2 aja, ga minta maaf dan ga ngerasa salah. Sabar ya, pelan2 pasti bisa.

      Delete
  15. Tentang memaafkan, untukku seperti membuka luka lama yg terpendam.....hehe

    Aku sd dulu adalah org yg tidak bisa memaafkan kesalahan org lain, di masa smp inilah gua sadar klo memaafkan itu membuat hati damai dan tentram. Klo kata seorang siluman sih "berdamailah dan berbuat kebaikan"

    Btw......blog ini isinya tentang perasaan, aku sering terbawa suasana ketika baca blog ini.....hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blog ini memang 99% tentang hidup, emosi, dan perasaan hehe. Namanya juga Emotional Flutter hehehe. Btw, siluman dari mana yang kata-katanya sebijak itu? Kenalin donk wkwk

      Delete
  16. Hm, memaafkan itu bukan buat dia, tapi buat diri kita sendiri. Sadar atau enggak, ketika kita membenci itu orang selama semenit, udah nyia-nyiain 60 detik hidup kita untuk mensyukuri dan memikirkan seberapa Tuhan sayang sama kita. Tuhan aja masih ngasih hidup orang yang benci sama Dia, masa kita yang diciptain Tuhan gak mau sih ngemaafin sesama ciptaan-Nya. Seburuk apapun perbuatannya, kalau udah kita maafin dan lupain, ya kelar urusannya. Masalah dia minta maaf apa kagak, itu urusan belakangan xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget. For every minute you are angry, you lose 60 second of happiness. Jadi, buat apa mengisi hidup kita dengan emosi-emosi negatif?

      Delete
  17. Sebuah postingan yang entah mengapa sinkron dengan apa yang gue alami sekarang.
    Dan yeap gue pantas mendapatkan kedamaian :)
    Great!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, dirimu berharga dan dirimu pantas mendapatkan kedamaian. Semangat ya! =)

      Delete
  18. bener banget tuuh ko..
    memaafkan itu seakan mendamaikan kita dari belenggu benci..
    Gua pernah baca,
    kalau membenci seseorang itu seakan kita meminum racun, dan mengharapkan orang lain yang bakalan mati..
    Ga logis..
    akhirnya kita jadi capek sendiri..

    Walaupun begitu, kadang memaafkan memang lebih mudah untuk dikatakan dari pada di lakukan..
    di mulut dan di hati kadang beda..
    yang penting yah maafinnya harus dari hati..

    anyway,,
    thanks buat artikelnya ko..
    mind opening banget...
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget perumpamaannya. Kita sendiri yang minum racun, tapi kita berharap orang lain yg mati. Konyol sekali. Terima kasih juga udah sering mampir ke sini ya =)

      Delete
  19. Kalo saya rasa minta maaf itu lebih susah daripada memaafkan. Soalnya kebanyakan orang saat ini gengsi banget kalo yg namanya minta maaf. Tapi memaafkan emang gak semudah teorinya aja. Memaafkan pun perlu waktu, jadi wajar memaafkan itu agak susah, apalagi kalau diburu-buru. Tapi kayaknya gak ada istilahnya memaafkan itu buru-buru hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang gak ada. Memaafkan itu bukan fast food, memaafkan itu adalah sebuah proses belajar yang berlangsung seumur hidup =)

      Delete
  20. Sepakat Koh, Memang kebanyakan orang yang di benci malah gak pernah minta maaf. Bahkan di benci satu angkatan aja, mukanya tetep tengil, dan watados. -_- Kesel sih, Hehehe. tapi seperti yang Kokoh tulis diatas, memaafkan untuk kebaikan diri sendiri ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Jangan biarkan rasa benci membelenggu hidup kita. Lepaskan, berikan diri kita kedamaian.

      Delete
  21. Setuju, membenci seseorang itu memang rugi d.kita sndri. Banyak yg aku ambil dr sini. Merasa trcerahkan. Soalnya lg ngalamin juga.. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah kalo tulisan ini bisa menginspirasi. Terima kasih udah mampir ke sini ya.

      Delete
  22. Pengandaian yang mudah dipahami, seperti ketika kita membawa koper berat untuk pergi berjalan-jalan.

    Untuk gue pribadi, sebisa mungkin gue harus bisa memaafkan hal-hal yang dirasa bikin sakit hati dari orang-orang sekitar karena gue sadar bahwa gue juga manusia biasa yang secara sadar atau enggak pasti pernah melakukan kesalahan. Semoga kita diberikan kelapangan hati untuk bisa selalu memaafkan.

    ReplyDelete
  23. Memaafkan adalah salah satu cara terindah meskipun berat pada awalnya.. Memaafkan adalah salah satu cara yang mampu membuat kita memiliki kedamaian. Keren tulisannya,.

    ReplyDelete
  24. Setuju Mas..suka dengan quote ini "maafkanlah bukan karena mereka pantas dimaafkan,namun karena kita berhak untuk mendapatkan kedamaian"..terinspirasi mas..keren

    ReplyDelete
  25. Aku jadi mikir banget di bagian akhir post ini. Serasa sesuatu yang sudah lama aku lupakan seperti timbul kembali. Halah!!!

    Intinya, aku pernah dalam posisi sulit memaafkan. Ya, perihal kekecewaan yang cukup besar. Tapi, entah kenapa seperti kebanyakan orang "Akan indah pada waktunya" Mungkin itulah yang membuat maaf itu datang begitu saja.

    Aku tidak pernah lagi merasa kecewa dgn orang trsbt. Yang ada, di mataku dia biasa saja. Sejak itu, aku sadar, sih. Yang membuat memaafkan itu Ikhlas.

    ReplyDelete
  26. sesama manusia emng harus saling memaafkan, tapi banyak orang yg masih saja menyimpan dendam...

    ReplyDelete
  27. kalo aku sih biasanya bukan memaafkan Kev
    malah lebih ke arah mengabaikan :D
    contoh konkret-nya kalo ketemu orang yang nyuri laptop-ku rasa sebel masih ada, tapi biasanya aku abaikan dia, seakan kalo liat dia ga liat apa2, haha
    karena aku terbiasa mengabaikan, akhirnya ya damai2 aja
    tapi kalo dia minta maaf, ya aku maafin asal dia balikin dulu laptopku
    kan enak banget kalo abis nyuri, trus minta maaf tanpa balikin yang dicuri

    ReplyDelete
  28. Yak. Gue setuju sama lo dan gue juga setuju maksimal sama Mama lo. Orng yang kita benci itu bisa menikmati hidup, bisa makan dan tidur dengan nyenyak. Sedangkan kita yang ngebenci dia itu kayak bikin masalah dan kesulitan buat diri sendiri. Toh mereka juga malah kadang nggak tau kalo ada yang benci dia setengah mati. Nggak bakal juga kita bilang di depan dia, "Gue benci lo!" Jadi, ya sudahlah...apa yang dia lakukan lupakan saja...memaafkan mereka sama saja dengan memaafkan diri sendiri. Ya gitu. Kelamaan postingan lo jadi postingan refleksi diri ya Claude..sebenernya gue bingung sekali sebenernya nama panggilan lo ini siapa. Hehehe..kadang gue manggil koh, kadang Claude kadang nggak manggil. Bingung jadinya hehehehehe

    ReplyDelete
  29. Untukku pribadi memaafkan itu hal yang mudah.
    tapi melupakan kejahatan yang sudah dia lakukan itulah yang sulit.
    Biasanya kalo aku benci sama seseorang aku lebih pilih diam.
    Karna aku tau orang yang bersalah akan dengan sendirinya menjauh.

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe