Mantan Sahabat

16:57:00

mantan sahabat
Jika hidup diibaratkan sebagai sebuah perjalanan, tentunya di sepanjang perjalanan ini kita akan bertemu banyak orang. Ada yang datang dan kemudian menjadi teman seperjalanan kita selama bertahun-tahun setelahnya. Ada yang hanya berpapasan dengan kita sekejab, dan kemudian menghilang begitu saja tanpa kabar. Ada juga yang meskipun hanya singgah untuk sejenak, kemudian pergi dan meninggalkan jejak mereka di hati kita. Orang-orang yang meninggalkan jejak di hati kita inilah yang mungkin sering kita sebut sebagai "mantan"

Ada mantan pacar, mantan teman sekelas, mantan teman sejawat, mantan boss, mantan pegawai, mantan sopir, dan aneka mantan-mantan lainnya. Tapi menurut gua, di antara semua mantan-mantan itu, tidak ada yang keberadaannya lebih menyakitkan daripada seorang "mantan sahabat"

Ada berbagai macam alasan mengapa seorang "sahabat" bisa berubah menjadi "mantan sahabat". Dalam kasus gua pribadi :
- ada yang lost contact karena dia pindah ke luar negeri
- ada yang karena dia nusuk gua dari belakang
- ada yang berantem karena usaha bisnis yang gagal
- ada yang karena persahabatan yang berubah menjadi cinta yang bertepuk sebelah tangan
- ada yang karena masing-masing menemukan lingkungan pertemanan baru, kemudian perlahan menjadi menjauh hingga tidak pernah bicara lagi

Tapi apapun alasannya, kepergian mereka dari hidupmu adalah hal yang paling menyakitkan yang pernah kamu alami, melebihi rasa sakit pada saat putus cinta atau ditolak oleh orang yang kamu taksir.

Karena sahabat adalah orang-orang yang pernah menjadi bagian terpenting dari hidupmu. Orang yang pernah ada di sisimu di saat suka maupun duka. Orang yang no telponnya masih kamu ingat sampai hari ini. Orang yang pernah jadi alasanmu untuk tertawa. Orang yang pernah dengerin ocehan kamu semalaman waktu kamu sedang sedih. Orang yang pernah jadi "rumah" bagi kamu.

Dan kini, kamu dan dia hanyalah dua "orang asing" yang pernah memiliki kenangan yang sama...

Mood kamu bakal langsung berubah drastis di saat kamu teringat akan saat-saat indah yang pernah kamu alami bersama mereka. Teringat akan sebuah lelucon yang hanya dapat dimengerti oleh kamu dan dia, yang pernah bikin kalian tertawa terbahak-bahak setiap kali mendengarnya. Atau di saat kamu teringat akan sebuah kisah yang pernah dia ceritakan kepada kamu, dan sampai hari ini di kepala kamu masih terbayang jelas mimik dan ekspresi dia di saat menceritakan kisah tersebut.

Dan hatimu akan terasa luar biasa sakit di saat foto kenangan kalian tiba-tiba muncul di fitur "On This Day" nya Facebook. Melihat betapa banyaknya jumlah like dan komentar saling mengejek yang dulu sering menghiasi social media kalian. Kini, semua itu hanya tinggal kenangan.

Kamu mungkin pernah mencoba mengontak beberapa dari "mantan sahabat" mu itu, sekedar bertegur sapa atau memulai pembicaraan kecil. Beberapa masih meladeni kamu ngobrol seadanya, meskipun obrolan kalian sudah menjadi sangat tidak nyambung. Dan beberapa sisanya, hanya membaca tanpa pesanmu pernah membalas.

Bersyukurlah kamu yang jumlah mantan sahabatnya lebih sedikit daripada jumlah mantan pacar yang pernah kamu miliki. Karena, seiring waktu, mantan pacar mungkin dapat kamu lupakan. Tapi seorang mantan sahabat yang menolak untuk memaafkanmu, selamanya hanya akan menjadi duri di dalam daging, sebuah kekosongan yang tak akan pernah terisi lagi, sebuah luka yang tidak akan pernah mengering.

strangers with memories


Dan sebagai penutup untuk postingan galau kali ini, gua mau mengutip sebuah kalimat yang terinspirasi dari serial "How I Met Your Mother" :

"Seiring kamu bertambah dewasa, kamu akan terkejut ketika menyadari betapa mudahnya seseorang bisa menghilang dari hidupmu selama-lamanya. Hidup ini hanya sementara, bagaimana, dan kapan ia berakhir, tidak ada yang tahu. Karena itu, jika ada seseorang yang ingin kamu jadikan bagian dari hidupmu, kamu harus mau berusaha demi dia"

"Kid, as you grow up, you will be shocked when you discover how easy it is in life to part ways with people forever. Life is fragile, and nobody know when or how it will ends. That’s why when you find someone you want to keep around, you do something about it.” ~ HIMYM

Buat yang punya kisah tentang "Mantan Sahabat" dan bagaimana menghadapi rasa kehilangan seorang sahabat, silakan share di kotak komentar di bawah ya =)

Tambahan Info
Di Nanning (provinsi Guangxi, Tiongkok) lagi ada universitas yang ngasih promo harga murah untuk orang Indonesia yang mau belajar Mandarin lho. Universitasnya juga lumayan terkenal, ranking 70 dari 2500 universitas di seluruh China. Kalo ada yang tertarik untuk kuliah S1/S2/S3 atau belajar Bahasa Mandarin ke China, bisa kontak gua di keppi_kun@yahoo.com atau +8618269000643 (Whatsapp)


Pendaftaran ditutup tanggal 1 July 2017. Kuota terbatas. Serius only.

You Might Also Like

16 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Salam kenal Kak, aku Damar (www.damargumilar.com)

    Pas banget saya sedang kehilangan sahabat yang sangat saya sayangi (sahabat saya cowok) karena dialah yang membuat saya termotivasi menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri (hingga sekarang)

    Alasan dia meninggalkan saya karena saya masih kekanak-kanakan walaupun sampai sekarang saya masih berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa.

    Namun, karena kehilangan itulah yang membuat saya semakin termotivasi lagi untuk menjadi pribadi yg lebih dewasa sebab saya belun pernah mendapatkan sahabat yang sangat baik seperti dia.

    Rasanya saya ingin minta maaf padanga dan berjanji bahwa saya akan menjadi pribadi yg lbh baik lagi. Mudah-mudahan kelak dipertemukan lagi dengan keadaan yang lebih positif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah baca dan komen di sini, Damar. Semoga kamu bisa baekan dengan sahabat kamu itu ya...

      Delete
  2. INI NIH APA YANG LAGI GUE ALAMI AKHIR AKHIR INI!!!

    Hmmm mulai darimana ya ceritanya, dia dan gw sama sama anak rantau, di bdg ini kita gak punya siapa2, jadi rasanya penting untuk pny seseorang yg bener2 bisa diandalin saat susah ataupun senang.

    Gw disini ada motor, sdgkan dia gak punya, jadi kemana-mana kita selalu bareng, we did a kot of things together, banyak yg blg kita kayak orang pacaran, oia dia cowok dan emang good looking, tapi nggak, gue gak pernah melihat dia sebagai boyfriend material, walaupun emang sebenernya dia baik bgt dan seneng manjain orang orang terdekatnya (cth: traktir makan, traktir nonton, dan traktir2 lainnya).

    Suatu hari, tepatnya desember thn lalu, kita dihadapi sama dgn masalah sepele, sepele bgt, tapi dgn ego dia yg setinggi langit, dia gak mau nyapa2 gw lagi. Sampai detik ini.

    Sebelumnya kita jg sempet diem2an gini, tapi itupun gak lama, dan selalu gue duluan yg pertama kali nyapa dia. Untuk skrg, gue rasa kalau dia emg masih mau gue di kehidupan dia, atau kalau di mata dia gue means something buat dia, harusnya udah dari dulu dulu kan dia make an effort? I mean, we through a lot together, segitu susahnya kah sekedar say hi?

    Skrg dia udh punya temen baru, cewek juga yg kemana-mana nempel udh kayak induk dan anaknya.

    Sumpah deh baca paragraf ke-5,6,7 berasa bgt nyeseknya, kev. Dia pernah jadi rumah buat gue, kita punya inside joke yg cuma kita berdua doang yg ngerti, dan sekarang, gue ga bisa ga netesin air mata tiap gue inget kenangan kenangan ttg dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang gua alamin ga beda jauh sama lu Git, jadi gua bisa ngerti apa yang lu rasain. Ada seorang teman blogger yang bilang gini "Sahabat mendapat kavling yang lebih luas di hati dibandingkan gebetan. Karena itu di saat ia pergi, kekosongan yang ditinggalkannya juga lebih besar"

      Delete
  3. I know how that feels. But, that's life. People change. Dan semakin bertambah umur prioritas berubah. Dulu kita sangat dekat dengan sahabat kita dan kita mementingkan dia. Namun, lambat laun waktu dan jarak menjauhkan kita. Dulu sahabat, sekarang jadi strangers. Sedih, tapi mau bagaimana lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, memang ini yang namanya seleksi alam, hehehe. Dulunya dia belom punya siapa2, jadinya nyariin kita terus. Tapi sekarang udah punya pacar, udah punya orang laen yg bisa dijadikan sandaran, jadinya udah ga butuh kita lagi. Yah memang begitulah hidup.

      Delete
  4. Dari dulu bisa dibilang aku belum pernah menjalin persahabatan yg dalam. Aku main dan temenan sama siapa aja. Bahkan di SMP, SMA sampai kuliah selalu ada yg tanya.. Kamu teh nge gank samayg mana sih? Kenapa ya kamu bisa main sama gank mana aja?
    Ada sih temen2 smp sma kuliah yg deket, pernah berantem....tapi ya.. Sebisanya aja silaturahminya. Ya karena masing2 pasti sdh punya kesibukan dan dunianya..

    Aneh gak sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga aneh, karena setiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk hidup. Mungkin kamu tipe orang yang tidak begitu suka terikat sama orang lain, jadinya kayak gitu.

      Delete
  5. Yang biasanya terjadi, we only miss the memory, and not the person. Gitu. 😌☺️

    Nice sharing, Mas!
    www.iamandyna.com

    ReplyDelete
  6. Hola Ko Keven~ aku pernah baca blognya tahun lalu tapi kehilangan jejak, untung nemu lagi! :D

    Sedih ko kalo tau sahabat kita udah punya sosok pengganti sahabat barunya. Udah beberapa kali begini tapi tetep baper pas kejadian. Biasanya aku mikir "Lahir sendirian-mati sendirian" biar kuat-ternyata easier said than done.

    Tinggal nyibukin diri entah dengan tugas, hobi dsb biar ga galau. Dan berdoa sama yang kuasa untuk dipertemukan dengan sosok true friend(s)

    Suika-Lovers.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah, easier said than done. Gimana pun juga perasaan kita seringkali lebih kuat daripada logika kita =)

      Delete
  7. Tadi nemu feed blog ini via fb trus pas baca ternyata.... hahahaha *deeemn "mantan sahabat"! sy jg ngerasain!!*

    tapi dibanding posisi korban, kyknya saya ada di posisi mantan temen bangsatnya, karena sampe detik ini saya masih dicuekin sama si mantan sahabat dan semua usaha saya untuk baikan, silaturahmi, dia tolak mentah2 :")) *i can't do anything but laugh while crying now*

    Alasan saya ditinggalin dan turun kasta dr sahabat sampe manusia kasat mata pun tetap misteri sampai sekarang. Saya udah tanya2 semua orang yg sekiranya bisa kasih sy pencerahan, ngehubungin orangnya via medsos, chat, bahkan irl--- nanya/mastiin salah saya apaan? alih2 dijawab, akun2 sy dia blokir. Irl bahkan dia jelas2 bungkam ngga ngeladenin saya.

    Bener banget itu sakitnya ngga nahan hahaha, trus saya denialnya lama bgt, ada lah setahunan mah. Saya ga terima klo kami udah putus hubungan pertemanan. Malah sy balik tersinggung pas orang lain yg saya curcolin bales komen, "yaudah sih neu klo dicuekin kamunya juga bales ga acuh aja,". Tapi dua tahun lalu pas dia terang2an nyuekin saya di depan umum, pas saya ke booth dia, beli barang dagangan dia, senyum dan berusaha sapa dia tp didiemin.... That's it. Di situ sy memutuskan move on.

    Tapi sekarang sy udah agak kalem, udah terima nasib bhw hubungan ini udah ga terselamatkan. Dulu sy ga percaya ada yg namanya "mantan temen". Sekarang sih yaaaaa gitu :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ne, gua juga pernah ngalamin tuh, chat dicuekin, ngajak ngomong di IRL pun dicuekin. Yah sudahlah. Yang penting kita udah berusaha.

      Delete
  8. Kalau mantan sahabat, aku merasa nggak punya. Bagaimanapun dia, pernah jadi bagian dalam kehidupan kita, jadi dengan memjaga silaturrahmi lah, tali pertemanan itu akan tetap terjaga. Memang kadang butuh orang yang cuek biar seada masalah apapun, masih tetap mau saling menyapa.

    ReplyDelete
  9. Ok, let me share my story here.

    Udah lama sih mengalami yang namanya kehilangan sahabat. Masih ada sih. Cuman ya jadi mantan. Mungkin guenya juga terlalu perhatian ama mantan sahabat gue ini. Jadi suatu hari seganx gitu kita janjian ketemuan. Karena gue orang jauh, butuh 2 jam untuk ke tempat ketemuan akhirnya gue datang duluan tuh. Gue nyampe, 1-2 jam gue nunggu gak ada tuh yang muncul. Emosi. Gue tinggal. Dah lumayan jauh baru deh pada nelpon gue. Kejadiannya udah lama sih. 8 tahun yang lalu. Sudah termaafkan. Tapi ya semenjak itu jadi renggang dan ya gue jadi tahulah prioritas mana yang mesti gue dulu kan.

    Beberapa taun yang lalu kalau ingat suka sakit sih. Tapi sekarang udah biasa. Malah kalau ingat suka bersyukur, well ya itu hidup, gak mungkin flat aja ya kan. Orang-orang datang dan pergi.

    That's it. Thanks.

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe