Pelajaran Hidup Dari Membina Pramuka

22:52:00



Sejak kecil, gua hobi nonton film silat. Bukan hanya karena gebuk-gebukannya seru, tapi juga karena film silat itu punya banyak pesan moralnya. Salah satu pesan moral yang gua tangkap dari film-film silat yang gua tonton adalah "Setiap perbuatan baik pasti akan dibalas dengan kebaikan, dan setiap perbuatan jahat pasti akan mendapat ganjaran yang setimpal" Percaya ga percaya, prinsip inilah yang menjadi pegangan gua di masa-masa sekolah dulu.

Waktu SD, gua sering dibully, tapi gua jarang ngebales. Takut? Ada lah, tentunya. Tapi selain itu, gua juga percaya bahwa para bully itu suatu hari akan mendapat ganjaran yang setimpal atas perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan terhadap gua.

Selain itu, prinsip lain yang patut dicontoh dari para ksatria di film-film silat adalah...mereka bertanggung jawab dan berpegang teguh pada janji mereka. Kalau mereka udah janji mau melakukan sesuatu, sesulit apapun, pasti akan mereka lakukan sampai tuntas. Menurut gua, kalo seorang cowo bisa punya rasa tanggung jawab seperti ini, dia adalah cowo yang keren banget.

Sama seperti pendekar-pendekar di film silat, gua menemukan salah satu ujian terberat gua sewaktu SMA. Gua udah ikutan Pramuka dari SMP, dan sewaktu kelas 2 SMA, gua dan temen-temen seangkatan naik tingkat, dari Penggalang menjadi Penegak. Karena waktu itu pramuka di sekolah gua kekurangan pembina, angkatan gua yang baru jadi Penegak pun disuruh untuk ikutan membina.

Permulaannya, angkatan gua dan angkatan senior gua tuh membina bareng-bareng, tapi gak lama kemudian, senior gua pun lulus kuliah, dan mulai sibuk kerja. Jadilah angkatan gua membina sendirian. Gua dan 5 orang temen seangkatan gua pun bahu membahu untuk membina adik-adik kelas. Setelah lulus SMA, temen seangkatan gua ada yang kuliah ke luar negeri, ke luar kota, minggu demi minggu jumlahnya berkurang dan kurang lebih setahun kemudian, tinggallah gua seorang diri yang membina.

Awalnya, gua males banget membina. Gua bukan sosok yang cocok untuk jadi pemimpin. Gua ga tegas, ga punya wibawa, kalo ngomong di depan umum suka tergagap-gagap, dan gua ga ngerti apa-apa soal membina. Jaman gua membina bareng temen-temen seangkatan, gua adalah tipe yang bermain di belakang panggung. Gua seorang perencana, bukan eksekutor. Lah ini, gua ditinggalin sendiri? Gimana donk?

Gua pengen kabur. Well, sewaktu angkatan adik kelas gua naik jadi Penegak, gua melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan angkatan senior gua terhadap angkatan gua : gua kabur dan melimpahkan semua "beban" membina itu ke angkatan di bawah gua.


Suasana latihan Pramuka


Gua sempet non-aktif selama kurang lebih setahun, tapi selama setahun itu, gua ga pernah merasa damai. Setiap hari Sabtu tiba, gua selalu kepikiran soal anak-anak Pramuka yang gua tinggalin. Mereka apa kabar ya? Hari ini latihannya ngapain ya? Dan akhirnya, waktu gua balik lagi ke Pramuka, gua kaget. Anak didik yang tadinya jumlahnya dua puluh orang, sekarang sisa EMPAT ORANG. Anjrit. Empat orang. Latihannya mau ngapain coba? Mau maen basket aja kurang?

Dan angkatan adik kelas gua yang masih membina pun hanya tersisa satu-dua orang saja. Sisanya ga tau ke mana. Gua merasa bersalah banget. Anak-anak didik yang angkatan senior titipkan ke gua, sekarang cuma sisa segini? Gimana donk?

Dan sejak hari itu, gua kembali aktif membina bersama satu dua orang yang tersisa dari angkatan adik kelas gua dan beberapa kakak senior yang masih peduli. Gua memang gak tahu caranya membina, tapi saat itu gua bertekad bahwa gua mau belajar. Gua banyak baca buku tentang komunikasi dan leadership. Gua yang tadinya gak bisa bicara di depan umum, sekarang malah enjoy kalo disuruh ngomong di depan umum. Gua ikut kuliah-kuliah umum tentang pendidikan dan psikologi anak di kampus. Gua baca buku-buku tentang kepanduannya karya Lord Baden Powell dan juga silabus-silabus pendidikan kepramukaan di luar negeri. Meskipun ga 100% ngerti, tapi gua dapet banyak banget ide dan game untuk membina.

Kata siapa Pramuka itu membosankan dan ketinggalan jaman? Kalau jaman itu kalian ikut latihan di pangkalan gua, kalian pasti akan setuju bahwa pernyataan itu salah. Orang-orang tuh mikirnya bahwa yang namanya Pramuka itu kerjaannya cuma baris-berbaris dan simpul-menyimpul, padahal tidak begitu.

Gua bersama dengan para pembina muda lain waktu itu mempunyai sebuah prinsip utama : belajar itu adalah proses yang menyenangkan. Karena itu, kita banyak memutar otak untuk mencari cara supaya anak-anak didik dapat lebih menikmati proses belajar di gugus depan kita. Daripada ngasih mereka banyak teori, kita lebih memilih untuk mengajak mereka learning by doing. Permainan-permainan tradisional Pramuka kita kemas ulang menggunakan tema yang lagi populer saat itu.

Perang air sekaligus belajar sandi dengan tema Counter Strike? Permainan rebut tongkat dan cabut nyawa yang dikemas dengan tema DOTA? Liga Hoki dengan tema Harry Potter? Memeriahkan Hari Kasih Sayang sambil belajar bikin coklat dan berdansa Cha-Cha? Pokoknya games-games yang kita mainkan waktu itu ga kalah seru sama games-gamesnya Running Man atau Family Outing. Kata siapa anak Pramuka itu bisanya cuma baris-berbaris?

Berikut adalah sedikit contoh media bekas acara-acara yang pernah kita buat selama membina dulu :
Poster acara latihan Pramuka

Games detektif ala anak Pramuka

Liga hoki dengan tema War of The Gods
Liga Hoki dengan tema Harry Potter

Fandel kekinian
Kostum Halloween ala anak Pramuka...coba tebak gua yang mana?

Membina Pramuka yang awalnya terasa seperti beban, kini mulai jadi sebuah hobi. FYI, membina pramuka tuh sukarela lho, ga dibayar. Malah lebih seringnya gua yang nombokin untuk fotokopi, ngeprint, atau beli barang-barang untuk games. Tapi anehnya, kalo hari Sabtu ga membina, rasanya tuh kayak ada yang kurang. Seolah-olah hari Sabtu tuh rasanya ga lengkap tanpa membina Pramuka.

Sementara anak-anak seumur gua kalo weekend asik mejeng di mall, gua asik hujan-hujanan atau guling-guling di lapangan lumpur. Sementara temen kuliah gua malem minggu pada ngedate, gua lagi nemenin anak-anak Persami di Lembang. Gua juga masih sering hangout sama temen-temen gua kok. Maen Dota ke warnet, nonton ke bioskop dll...tapi malemnya, setelah gua beres membina Pramuka.

Kemping di Pantai Pamengpeuk


Tapi seperti sama halnya jalan cerita film silat, hidup ini selalu ada plot twistnya. Tahun 2010, ekonomi keluarga gua ngedrop. Pabrik bokap bangkrut, bisnis mama gua rugi ratusan juta gara-gara ditipu sama temen sendiri, rumah gua pun terancam disita sama bank. Pokoknya saat itu bener-bener titik terendah di hidup gua.

Saat itu gua mulai meragukan prinsip "Setiap perbuatan baik pasti akan dibalas dengan kebaikan, dan setiap perbuatan jahat pasti akan mendapat ganjaran yang setimpal" yang selalu pegang itu. Mama Papa gua tuh orangnya baik banget, mereka sering bantuin orang, ga itungan kalo sama temen, kok ujung-ujungnya malah dirugikan sama temen sendiri sih? Atau jangan-jangan, Tuhan itu buta, gak bisa bedain mana orang yang baik dan mana orang yang jahat? 

Di dunia banyak orang yang baik yang hidupnya menderita dan umurnya pendek. Sementara orang-orang yang seumur hidupnya banyak berbuat keburukan, koruptor misalnya, pengusaha yang suka tipu-tipu misalnya, malah kaya raya dan hidup damai sentosa sampai tua. Gak adil banget kan ya? Waktu itu gua sempet marah besar sama Tuhan.

Karena keterbatasan ekonomi, gua mulai rajin cari kerja part time. Gua magang di beberapa perusahaan desain, untuk cari uang tambahan demi kebutuhan sehari-hari. Temen-temen gua waktu itu ga ada yang tau karena gua memang gak cerita ke siapa-siapa. Gua masih suka hangout sama temen-temen gua, tapi frekuensinya dikurangin. Gua ga pernah minta dikasihanin atau minta mereka bayarin gua makan, nggak. Mama gua selalu pesen sama gua : "Ga punya uang, bukan masalah, uang masih bisa dicari. Tapi mental kita ga boleh kayak orang miskin. Ga boleh mengemis-ngemis dan minta dikasihani. "

Waktu itu gua sempet kepikiran mau berhenti membina pramuka, dan magang di perusahaan setiap hari Sabtu. Tapi selain gua ga tega ninggalin anak-anak didik gua, gua juga udah janji sama diri sendiri untuk terus membina supaya pangkalan Pramuka gua bisa kembali jaya dan minimal jumlah anak didiknya bisa sama atau bahkan lebih banyak daripada yang dipercayakan oleh angkatan senior ke angkatan gua.

Dan di sinilah ketahanan mental gua diuji. Singkat cerita, pada akhirnya, gua memilih untuk tidak mengorbankan yang mana pun. Jadi, kuliah jalan, kerja jalan, membina juga jalan. Dan percaya gak percaya, meskipun tidak secara langsung, Tuhan membukakan jalan bagi keluarga gua. 

Mama gua, meskipun hutangnya ratusan juta, dan orang-orang yang ngutang ke mama gua tetep gak bayar, tapi dalam hidupnya mama gua selalu ketemu sama orang baik yang mau nolongin dia, minjemin uang, atau ngasih kerjaan. Papa gua juga meskipun penghasilannya pas-pasan, tapi somehow keluarga gua masih bisa hidup, masih cukup untuk bayarin uang kuliah gua dan adik gua.

Dan gua masih bisa terus membina, dan berakhir waktu gua dapet beasiswa kuliah ke China di tahun 2012.

Waktu itu jumlah anak didiknya sekitar 20 orang, kurang lebih sama dengan jumlah yang senior gua tinggalkan ke angkatan gua. Gua cukup puas, target gua tercapai, dan gua pergi setelah gua memastikan bahwa gua punya penerus-penerus yang punya visi dan kecintaan sama terhadap Pramuka, sama seperti gua.

Hari terakhir gua membina...


Tahun 2016 lalu, setelah lulus S2 di China, gua pulang ke Bandung. Waktu gua lagi di Bandung, gua sempet ketemu dengan salah seorang kakak senior yang pernah membina gua dulu. Gua cerita ke dia bahwa gara-gara membina pramuka, gua ketagihan jadi seorang pengajar, dan gua mau kerja jadi pengajar di universitas di China.

Dia senyum, lalu nanya ke gua : "Jadi, pelajaran hidup apa yang kamu pelajari dari membina Pramuka?"

Gua jawab : "Banyak banget ilmu hidup yang saya pelajari sewaktu jadi pembina. Tapi, kalo boleh dirangkum dalam satu kalimat, selama membina saya belajar untuk jadi Selfless, belajar untuk melakukan sesuatu bagi orang lain dengan tulus dan tidak mengharapkan imbalan apapun. And it feels good."

Selama membina Pramuka, gua ga pernah dibayar. Sampe waktu beberapa anak didik gua pergi Jambore ke luar negeri pun, gua gak ikut pergi. Dan gua gak sirik karenanya. Karena dari membina Pramuka, gua belajar banyak soft skill dan pelajaran hidup berharga yang tidak bisa dinilai dengan uang. Dan semangat mengajar itu tidak pernah hilang. Sekarang di China pun, gua mengajar dengan jiwa dan semangat yang sama dengan sewaktu gua membina Pramuka dulu.


Nemenin Nanas dan Wisnu ikut lomba baca puisi


"Setiap perbuatan baik pasti akan dibalas dengan kebaikan, dan setiap perbuatan jahat pasti akan mendapat ganjaran yang setimpal" Sampai sekarang gua masih gak bisa bilang apakah kalimat itu benar atau tidak. Apakah yang namanya karma itu ada atau tidak, gua juga gak tahu. Tapi satu hal yang gua tau : berbuat baik itu tidak ada ruginya. 

Berbuat baiklah bagi orang lain, bukan karena ingin mendapat balasan, tapi karena kita memang tulus ingin melakukannya. Meskipun orang lain menjahati kita, sebisa mungkin jangan membalas keburukannya dengan keburukan. Kenapa? Karena setelah berbuat buruk, hati kita terasa tidak damai. Sementara kalo kita berbuat baik, setidaknya kita merasa damai.

Berbuat baiklah bagi orang lain, bukan karena ingin dipuji, tetapi karena berbuat baik itu rasanya menyenangkan. Lakukanlah segala sesuatunya dengan tulus, bekerja keras lah dan jangan pernah menyerah dalam keadaan sesulit apapun.

Dan percayalah, bahwa Tuhan itu nggak buta =)



Tambahan Info
Di Nanning (provinsi Guangxi, Tiongkok) lagi ada universitas yang ngasih promo harga murah untuk orang Indonesia yang mau belajar Mandarin lho. Universitasnya juga lumayan terkenal, ranking 70 dari 2500 universitas di seluruh China. Kalo ada yang tertarik untuk kuliah S1/S2/S3 atau belajar Bahasa Mandarin ke China, bisa kontak gua di keppi_kun@yahoo.com atau +8618269000643 (Whatsapp)


Pendaftaran ditutup tanggal 1 July 2017. Kuota terbatas. Serius only.

You Might Also Like

28 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Uhuy! Semoga 19-20 selalu jadi tempat jatuh-bangun, sedih, senang, dan aneka bumbu lainnya untuk angkatan2 berikutnya ya, partner ;)

    ReplyDelete
  2. Inspiratif mas ceritanya. Baguuus penulisannya. Memang bener ya, pramuka nggak cuma bikin kita sehat jasmani, tapi rohani juga. Teruslah mengajar dengan ikhlas, mas :)

    Salam.

    ReplyDelete
  3. Lihat pake baju pramuka gitu jadi inget pramuka. Aku juga anak pramuka dulu, Mas..he

    Wah gara-gara di tinggal gitu sampe pada bubar ya, Mas. 4 orang mah mau apa, aku aja binung ya..

    Tapi waktu pake kostum Pramuka, pasti Mas Keven yang jadi fampir ya.. Keliatan tuh..hhe

    ***

    Pernah ngerasain gini juga Mas. Yang namanya nombok itu sering, entah itu fotokopi atau yang lainnya. Benar-benar panggilan jiwa kalau seperti ini. Aku juga suka ngerasa gak tega gitu kalau sampe terlantar, ibaratnya kok gak ada yang nerusin. Gak kebayang kalau di diamkan gitu ya, Mas.

    Capek itu akan terbayar pastinya, dan selalu ada hikmah yang Tuhan berikan :)

    Aku izin follow blognya ya, Mas.
    Boleh juga di follback kok ..hehe

    #SalamPramuka :)

    ReplyDelete
  4. Anak Pramuka juga ya. Iya loh di Pramuka itu seru. Kita bukan hanya belajar PBB, kita juga harus belajar cara menjalin komunikasi, dispilin, mampu mencari solusi, work team, dan menjadi pribadi yang berani dan teguh memegang janji seperti dasa darma itulah. Di sana jga kita menemukan bahwa setiap insan punya manfaat banyak dalam hidupnya:)


    Keren ya terinspirasi jd pengajar. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi adik2 tingkat dan semua pembaca.

    Jika dengan pramuka kamu jadi pengajar
    Saya memutuskan terjun dalam dunia relawan, benar benar berbagi tanpa harap imbalan. Karena saya yakin, tiap kebaikan, akan menuai kebaikan lainnya. Mungkin tidak sekarang, tapi itu pasti akan datang :)

    ReplyDelete
  5. Setuju banget lah, perbuatan baik akan mendapatkan balasan yang baik, begitu pula sebaliknya

    ReplyDelete
  6. Jadi termotivasi buat ikutan berorganisasi lagi nih. Dulu pas jaman SMA cuma ikut sebentar terus berenti karena males, tapi ujung-ujungnya nyesel banget. Gue juga keinget sama temen PMR gue dulu, rajin banget ikutan sampe-sampe milih kegiatan PMR dibanding pelajaran. Sering ngebina anak PMR juga & ikutan lomba, rejekinya jadi banyak dari kegiatan PMR, sementara gue cuma gitu-gitu aja karena gak ikut apapun

    ReplyDelete
  7. Jadi ingat ada yang pernah bilang: Do good and good will come to you. :D

    ReplyDelete
  8. Lama nggak mampir kesini, eh sekali bw dpet pelajaran yang berharga bgt, mkasih loh koko

    ReplyDelete
  9. Lama nggak mampir kesini, eh sekali bw dpet pelajaran yang berharga bgt, mkasih loh koko

    ReplyDelete
  10. Saya setuju sekali dengan perkataan Mamamu: uang bisa dicari. Tapi jamgan punya mental meminta2. Prinsip yg sama yg saya & keluarga pegang sampai sekarang. Selagi sehat bisa bekerja, pantang bagi saya meminta2 door to door ke rumah kerabat/ teman.

    Perbuatan yang baik dan tulus, saya yakini juga. Apa yg kita tabur akan kita tuai. Saat org tua saya jatuh hampir sama juga karena perbuatan orang. Mereka punya hati yang mengampuni. Itu tidak mudah. Tp saya belajar dari mereka. Tetap tegar waktu dibully. Tp jangan coba main fisik sm saya. Pasti reflek saya, saya hajar balik hehehe.

    ReplyDelete
  11. Kalo jaman aku dulu namanya bukan pramuka.
    karna aku sekolah di muhammadiyah namanya Hizbul Wathan,
    aku lumayan aktif disana dan sempet jadi ketua Bidang,
    Kalo di sekolahku dulu Hizbul Wathan itu termasuk ekskul yang wajib diikutin, tapi ada pengurusnya gitu dan aku termasuk salah satunya.
    hampir tiap sabtu juga aku membina junior-juniorku.
    awalnya emang gagap tapi lama-lama jadi terbiasa.
    dan yang terpenting aku jadi punya pengalaman.
    dan sampe sekarang banyak banget manfaat yang udah aku rasa pas jadi pengurus Hizbul Wathan :)

    ReplyDelete
  12. Aku setuju banget sama quote, kebaikan akan dibalas kebaikan, kejahatan pasti akan dapat balasannya.
    Kita memang kalau bberbuat sesuatu sebaiknya dg hati tuls dan memerhatikan situasi juga,
    btw aku baru tau km adalah anak pramuka, pakai seragam itu terlihat dewasa alias senior hehehee
    Sekarang, jadi guru Bhasa Mandarin, selamat yaaa

    orang2 yg ngebully km dl pasti menyesal

    ReplyDelete
  13. Berbuat baik itu menyenangkan... Percaya banget... Dan ada yg gak bs terbayarkan dg uang brp pun yaah Kev! Sukak tulisannya

    ReplyDelete
  14. Aku meskipun lahir pas hari pramuka, nggak gitu suka pramuka aja. Entah kenapa sih, tapi ya jalan orang untuk belajar beda-beda ya om kev. Yang aku percaya sampai sekarang sih, usaha nggak akan mengkhianati hasil. Meskipun nggak berbalas sekarang, pasti akan diganti dengan yang lebih baik lagi nantinya. Berbuat baik itu butuh usaha: usaha mendengarkan hati kecil kita. Hati kecil yang tahu kalau yang manusia inginkan, ya kebaikan.

    ReplyDelete
  15. Selalu salut sama orang yang mau jadi guru atau sebangsanya. Mau berbagi ilmu, seneng-seneng walaupun gatau susahnya kayak apa. \(w)/

    ReplyDelete
  16. Ya memang bener mas perbuatan apapun bakal ada balasan yang setimpal, dan bisa dalam waktu dekat maupun lama.

    Jadi jika berbuat baik harus tulus.

    Hmmmb memang mas Keven ini cocok banget jadi guru.

    ReplyDelete
  17. Hahhaa..
    koko yg jadi vampir cina kan di tengaah???
    :D

    Stiap kali baca postingan koko, gua pasti selalu banyak belajar..
    Yang namanya kebaikan itu memang tanpa pamrih kan?
    Jadinya yaaah..
    Just do..
    Tanpa mikirin apakah itu akhirnya bakalan balik ke kita atau enggak..

    ReplyDelete
  18. Dulu waktu aku SD sering ikut kegiatan pramuka, tapi aku sering kabur duduk di pinggir danau sampe sore kegiatan selesai soalnya dijailin mulu ama temen-temen :( Gak berani bilang orang tua. Pernah sekali bilang, tapi malah dijailin lebih parah. Abis itu gak pernah bilang lagi. Kalo ikutan pramuka, aku paling lesu.

    ReplyDelete
  19. pramuka yang lo ikuti adalah contoh yang gaul dan menumbangkan stigma tentang pramuka pada umumnya, gak kayak gue dulu :") wah, emosional banget yak perjalanan hidup lo waktu di titik terendah. Somehow, the power of kepepet dan mental baja kita akan muncul ke permukaan kalau udah berada di titik terendah. Tergantung orangnya mau berjuang atau enggak. karena lo adalah tipe pejuang, berarti itu keren..

    ReplyDelete
  20. gua pas smp gak ikut pramuka karena waktu itu kegiatan pramuka nggak hidup. sma sempat ikut tapi sebentar. baru nyesel sekarang, kenapa dulu nggak ikut pramuka dengan serius dab jadi bintang silat seperti Jacky Chan, Yuen Piao, Samo Hung haha

    ReplyDelete
  21. keren banget bro kegiatanmu membina anak-anak pramuka.
    membaca artikel ini mengingatkan gue sama sosok jagoan kungfu IP Man :))

    ReplyDelete
  22. Terakhir bercengkrama dengan kegiatan pramuka ini pas SD, dulu aktif bgt sering ikutan persami tapi makin kesini udah mulai meninggalkan. Duh skrg jadi kangen masa masa itu. Btw terima kasih banyak sharingnya !

    ReplyDelete
  23. Banyak juga manfaat yang didapatkan dari kegiatan pramuka. Jadi inget dulu waktu masih SMA, ikut pramuka wajib yang kebanyakan kegiatannya malah ngerjain para juniornya haha

    ReplyDelete
  24. Keren banget kak! Dulu kok aku males banget ikut ekskul, nyeselnya baru sekarang. Gengsi dan tengsin sih sebenernya waktu jaman smp ikutan ekskul yg kegiatannya seabrek. Gengsi gak bisa ikut nongkrong di kantin, gak bisa sok eksis di sekolah, etc. Nyeselnya baru sekarang. Sampai skrg masih nggak punya keberanian ngomong di muka umum. Bisa sih, tapi gagu, terus nggak tau mau ngomong apa. Huaaa. Rasanya pengen balik ke jaman smp, ngisi waktu ikutan kegiatan2 bermanfaat :(

    Btw, cerita ttg ortu kak keven hampir mirip nih. Ortu aku juga suka ngebantuin orang, baik (banget) sama org. Tapi malah dijahatin mulu. Baru-baru ini, duit ortu dibawa kabur tetangga, ditipu temen sendiri. Tapi hebatnya, ortu aku diem aja malah masih bersikap baik sama mereka-mereka. Ya, aku percaya karma itu ada. Walau gak sekarang, apa yg ditebar pasti suatu saat bakal balik ke mereka lagi.

    Dari awal kuliah aku mencoba mandiri kalau masalah duit jajan, aku belajar menjual jasa gambar. Dapetnya gak banyak sih, tapi buat hangout dan beli kebutuhan pribadi ngga mesti minta ortu. Malah sempet juga ikutan proyek di instansi pemerintah. Hasilnya dipake daftar dan test kuliah profesi disana sini. Malu minta ortu mulu. Hehe.

    Duh kok malah curhat ya :''')

    Pokoknya postingan ini keren dan menginspirasi kakk.

    ReplyDelete
  25. keren banget sob, gue sampe ngebayangin cerita lo ini. nasib kita gak jauh beda, gue juga orang lebih suka main dibalik layar. gue lebih suka menjalani suatu tugas dibalik layar aja soalnya nyaman memantau sesuatu dari jarak jauh. tapi sisi lainnya gue orangnya pendiam banget kadang ingin nuangin ide susah dilakuin apalagi didepan umum. itulah kelemahan gue.

    Gue salut banget sama semangat lo sob, keren banget tuh inovasi pramuka lo. Ini nih yang namanya perubahan.

    tetap semangat bro jalani hidup ini,

    ReplyDelete
  26. Pramuka? Yeay. Saya dulu pramuka. Tepatnya jaman SD dan SMP. SMK ada sih pramuka tapi malah milih ke ekskul english club.

    Ceritanya, bukan cerita sih ya, lebih tepatnya pengalaman, pengalamannya inspiratif sekali. Gak bosan bacanya. Keep spreading positive energy!

    ReplyDelete
  27. yang paling aku suka di pramuka itu, ikatan talinya.. pernah tuh diajarin ngikat tali di suatu tempat... sumpah itu padahal ikatannya biasa aja, tapi KUATTNYAAAA luar biasaaaaa... dibandingnya ak ngikat sendiri sebelum masuk pramuka.. buehh belum diangkat udah lepas... Punya pengalaman baik di pramuka atau ngajar emang asik lah yakan hhe :D, mantap lah

    ReplyDelete
  28. Gokil sampe jadi pembina. Gue terakhir ikut pramuka pas SD. SMP nggak ada. Terus pas SMK dijadiin ekskul, tapi nggak milih itu. Kangen juga, ya, momen pramuka. :')

    Parah banget itu nyokap lu ditipu temen sendiri. Aduh, tega banget. :( Titik terendah hidup, ya. Gue juga sempet ngalamin tahun kemarin. Sempet ngerasa Tuhan nggak adil. Banyak deh energi negatif di kepala. Setelah masalahnya bisa teratasi, kemudian sadar kalau gue aja yang kurang berusaha dan terlalu suuzan sama hidup ini. Iya, Tuhan nggak buta. Dia Maha Melihat.

    Tulisanmu inspiratif, Ken. :)

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe