Film Liberal Arts dan Pacaran Beda Usia

21:40:00


"Jesse (Josh Radnor) adalah seorang laki-laki berumur 35 tahun pecinta sastra yang sedang mengalami krisis identitas. Selain baru saja putus, ia juga merasa tidak puas dengan hidup dan karirnya di New York. Ia merasa bahwa puncak kebahagiaan hidupnya adalah tahun-tahun yang ia lewati di universitas, masa-masa di mana ia bisa bebas mengejar seni dan idealisme dalam hidupnya.

Suatu hari, Jesse diundang untuk kembali ke kampus lamanya di Ohio, untuk menghadiri acara perpisahan salah seorang dosen favoritnya semasa kuliah yang hendak pensiun. Pada saat menghadiri acara itulah, Jesse bertemu dengan Zibby (Elizabeth Olsen), seorang gadis berusia 19 tahun yang kuliah di jurusan seni pertunjukan. Jesse tertarik pada Zibby karena ia punya pemikiran yang jauh lebih matang daripada gadis-gadis seusianya, sementara Zibby tertarik kepada Jesse karena ia jauh lebih humoris dan terbuka dibandingkan orang dewasa pada umumnya. Selama berada di kampus, Jesse banyak mengobrol dengan Zibby dan mereka saling merasa cocok. Setelah pulang ke New York, Jesse dan Zibby melanjutkan komunikasi dengan cara surat menyurat.

Beberapa waktu kemudian, Jesse kembali mengunjungi Zibby di kampus lamanya, dan mereka mulai saling memiliki perasaan untuk satu sama lain. Namun Jesse mulai mengalami rasa ragu di hatinya untuk menjalani hubungan serius dengan gadis yang umurnya 16 tahun lebih muda darinya itu. Akankah perbedaan usia menjadi kendala bagi Jesse dan Zibby?"

Kurang lebih itulah cerita yang diangkat dalam film Liberal Arts yang dibintangi dan disutradarai oleh Josh Radnor, pemeran Ted Mosby dalam film How I Met Your Mother ini. Gua penggemar berat Josh Radnor, jadi mungkin review gua ini agak bias hahaha. Filmnya sederhana, tapi sinematografinya cukup bagus. Dialog-dialognya menarik dan chemistry antara kedua tokoh utamanya juga oke. Tapi menurut gua, yang menjadi daya tarik utama dari film ini adalah pesan moral yang terkandung di dalamnya.



Akankah perbedaan usia menjadi penghalang di dalam sebuah hubungan? Well, gua punya beberapa orang teman yang pacaran dengan cewe yang umurnya agak jauh di bawah mereka. Temen gua umurnya sudah nyaris menginjak kepala 3, sementaranya pacarnya baru masuk kuliah. Gua ngebahas ini di blog bukan mau ngejudge pilihan mereka ya. Menurut gua sah-sah aja kok, selama cewenya bukan termasuk kategori "di bawah umur"

Justru, kalo boleh jujur, gua salut sama mereka. Kenapa? Karena menurut pengalaman pribadi gua, kendala utama dari pacaran beda usia adalah komunikasi. Kita ambil contoh kasus deh. Yang satu udah kerja misalnya, dan yang satunya lagi masih kuliah, dunianya udah beda, jadi besar kemungkinan obrolannya bakal kurang nyambung. Jadi ya intinya, butuh kesabaran yang luar biasa dari kedua belah pihak untuk bisa berkomunikasi, dan gua salut sama mereka-mereka yang sanggup menjalaninya.

Contoh kasus lain, kalo cowonya lebih tua 10 tahun, berarti dia harus rela nunggu cewenya minimal sampai si cewe lulus kuliah, baru bisa nikah. Anggap saja si cewe lulus kuliah umur 23, berarti si cowonya harus sabar sampai dia sendiri minimal umur 33 baru bisa nikah. Ga gampang lho, apalagi kalo temen-temen di sekitar si cowo menjelang akhir kepala 2 udah pada nikah dan punya anak. Pasti ada tekanan batin juga ngeliat orang lain udah berkeluarga, sementara dirinya sendiri masih pacaran sama anak kuliahan.

Gua sendiri pernah punya pengalaman NYARIS pacaran sama cewe yang umurnya 10 tahun di bawah gua. Waktu itu gua baru berumur 25, lagi siap-siap mau kuliah S2 ke China. Gua waktu itu deket sama seorang junior di organisasi yang gua ikuti, sebut saja namanya Dahlia. Anaknya baru umur 15 tahun, masih kelas 3 SMP. Awalnya gua ngeladenin dia ngobrol cuma kayak kakak-adik aja. Gak nyangka, di bulan-bulan terakhir sebelum gua pergi ke China, si Dahlia ini tiba-tiba bilang suka ke gua dan ngajakin gua jadian.

FYI, si Dahlia ini CANTIK dan MANIS banget. Jadi waktu si cewe bilang suka ke gua, gua agak linglung gitu. Ini teh bener kejadian? Gua bukan lagi mimpi kan? Gua sampe nyubit pipi berkali-kali untuk memastikan. Tapi di situlah tiba-tiba akal sehat gua bekerja.

Akal sehat : Ven, ini cewe masih SMP cuy! Lu udah lulus kuliah! Udah kerja! Masa lu mau pacaran sama anak SMP?

Iblis : Alahhhh, bacot. Ven, lu liat deh, ini anak masih SMP aja udah cantik dan manis gini, gimana nanti udah gedenya coba? Rejeki masa ditolak?

Akal sehat : Tapi lu kan mau kuliah S2 ke China? Lu yakin mau LDRan? Sama anak SMP? Lu waras, Ven?

Iblis : Begoooo. Heh, lu tuh mikirnya kejauhan! Pacarin aja dulu. Langgeng atau nggak, gimana nanti! Siapa tau awet sampe nikah? Lu gak mau punya istri yang muda dan cantik? Selera lu mbok-mbok gitu?

Dan begitulah seterusnya. Perang antara akal sehat dan sang iblis berlanjut sampai tiga hari di kepala gua. Tapi tiga hari kemudian, akhirnya akal sehat yang menang. Gua tolak dia. Anaknya nangis, dan gua ngerasa bego banget.



Apakah gua sayang sama dia? Hmmm, jujur gua juga gak tau, karena penilaian gua udah gak obyektif akibat terpesona sama kecantikan dia. Mungkin gua care sama dia, selayaknya seorang kakak ke adiknya. Tapi hanya sebatas itu, mungkin. Gua gak pernah menelaah lebih jauh.

Tapi ya gua rasa waktu itu gua mengambil pilihan yang tepat. Karena kalo gua pikir-pikir, gua bukan orang penyabar, gua mana sanggup ngeladenin anak SMP yang curhat soal guru matematika yang nyebelin atau temennya yang tiba-tiba unfollow Instagram dia? Dan kalo temen-temen dan keluarga gua tau, gua pacaran sama anak SMP, gua pasti diceramahin dan dikatain p3dofil.

In the end, gua dan Dahlia pun lost contact selama hampir 5 tahun. Tahun lalu mendadak dia follow Instagram gua, dan gua follow balik Instagram dia. Damn, anaknya beneran makin cantik, seperti kata sang Iblis di hati gua.

Waktu gua pulang ke Indo kemaren ini, gua sempet gak sengaja ketemu dia di dalam supermarket. Awalnya gua pura-pura ga liat dia, gak berani nyapa, tapi eh ternyata malah dia yang nyapa duluan. Waktu mata kita bertemu, dia tersenyum, manis banget, seperti senyum yang selalu dia tampilkan waktu di antara kita belum ada perasaan apa-apa. Dia sekarang udah jadi seorang wanita yang cantik dan anggun, dan siapapun yang jadi pacar dia, well, dia adalah seorang cowo yang sangat beruntung.

Kita ngobrol hampir setengah jam di dalam supermarket itu, saling bercerita tentang kehidupan satu sama lain selama ini. Kebanyakan dia yang cerita sih, soal kuliahnya, soal dosennya, dll. Tak lama setelah itu dia pamit dan gua hanya bisa terdiam memandangi punggungnya yang menghilang di tengah hiruk-pikuk orang di dalam supermarket.

Mungkin hal inilah yang membuat film Liberal Arts ini begitu menohok buat gua. Seandainya waktu itu gua mencoba pacaran dengan Dahlia seperti yang Jesse lakukan dengan Zibby, apa yang bakal terjadi? Well, kita gak akan pernah tahu.



Tapi ada pelajaran hidup yang bisa gua tarik dari film Liberal Arts dan juga dari kisah gua dengan Dahlia. Ternyata kedewasaan seseorang itu bukan ditentukan dari usianya, tetapi dari pengalaman hidupnya. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa seseorang yang berusia lebih tua memang akan punya cara pandang dan pemikiran yang berbeda dari seseorang yang lebih muda, karena mereka sudah lebih banyak makan asam garam kehidupan. Tapi meskipun demikian, bukan berarti mereka tidak bisa saling belajar. Jesse hadir di dalam kehidupan Zibby untuk membuat Zibby menjadi lebih bijaksana, sementara Zibby hadir di kehidupan Jesse untuk membantu Jesse menemukan kembali semangat dan gairah yang dulu ia memiliki di masa mudanya.

Ternyata, perbedaan usia tidak menghalangi kita untuk saling belajar dan saling melengkapi. 

Gua yakin, gua dan Dahlia juga begitu. Gua percaya kita berdua juga sama-sama bisa mempelajari sesuatu dari kisah yang singkat ini.

In life, everyone we met are there for a reason. 
Either a blessing, or a lesson.

You Might Also Like

17 Orang pembaca meninggalkan jejak di sini

  1. Perbedaan umur segitu jauh bukan masalah sih, ya selama ada komunikasi itu.

    Malah ada beberapa orang di sekeliling saya yang pasangannya punya gap umur jauh. Kebanyakan malah pasangan tua. Dan mereka ga masalah, dan saya ga yakin juga mereka menggaungkan 'komunikasi yang terpenting'. B aja kayaknya.

    Mungkin....bisa jadi....ini akibat perubahan lingkungan? Jadi agak terkotak-kotak dengan 'umur ideal'.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo beda umurnya kepala 2 dan kepala 3, atau kepala 3 dan kepala 4, saya rasa sih gak masalah. Tapi waktu itu, 15 tahun dan 25 tahun? Kerasa banget bedanya, kayak langit dan bumi hahaha.

      Delete
  2. Halo, salam kenal ya. Biasanya saya silent reader tapi karena kali ini "kena" banget sama saya jadi komen :) Kebetulan beda usia jauh itu lazim banget di keluarga saya, entah kenapa... Mami saya 16 tahun lebih muda dari Papi. Adik Papi saya ada yang beda 21 tahun sama istrinya, ada juga yang 29 tahun (istri ke 2, istri pertama meninggal). Kita suka ketawain kalo lg ngumpul, kok keluarga kita laku sama daun muda? Ehhh ternyata adik saya dapat jodoh yang 12 tahun lbh muda hahaa waktu menikah 3 thn lalu adik saya menjelang umur 40. Selain adik saya yg masih sehat, orangtua dan Om2 saya menikah dalam jangka waktu lama sampai maut memisahkan. Jadi rasanya "perbedaan umur ideal" itu hanya kira2nya orang ya, pada akhirnya banyak yang menikah dengan itu pun hanya sebentar lalu bercerai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, ujung-ujungnya kembali ke masalah komunikasi dan kecocokan, bukan masalah usianya berapa

      Delete
  3. Hhhmmm..
    Pengalaman pribadi ya. Tapi cinta memang tidak dibatasi perbedaan usia koq 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, siapa tahu di kehidupan mendatang, gua bisa ngerasain pacaran sama daun muda hehehe

      Delete
  4. Aku tuh kurang suka HIMYM dan nggak ngerti joke-nya. Hiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ngerti, seru lho. Tapi memang, Bahasa Inggrisnya agak kompleks.

      Delete
  5. terus gimana koh sama si Dahlia ini? jangan sampe kayak cerita sebelah deh, ntar keburu di gaet orang baru tau rasa, tembak koh, tembak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah jadi masa lalu, Manda. Gua udah move on, dia juga.

      Delete
  6. Nyesel ya ga jadian sama Dahlia. Nggak apa-apa, nyesel memang belakangan kok. Kalau aku beda usia 6 tahun dari suami. Memang akunya juga suka cowo yang lebih dewasa usianya. Jadi ada yang manjain gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak nyesel sih, karena ternyata, di seberang lautan, saya bertemu jodoh sejati saya =)

      Delete
  7. Aihh...
    Selama ini kalau deket sama cewek pasti umurnya lebih mudaan. Dan itu ngebuat gue minder, makanya gak berani untuk lebih. 😂😂

    ReplyDelete
  8. Wah, kisahmu layak dibuat film juga, bro.

    Setuju banget sama ini:
    "Kedewasaan bukan ditentukan usia, namun dari pengalaman hidupnya"

    Aku percaya, kedewasaan juga ditentukan oleh berbagai faktor di antaranya pengalaman dalam kehidupan.

    Duh jadi tertarik nih sama isu ini.

    Ayo atuh la kita sama-sama browsing... ^^

    ReplyDelete
  9. selama ini kalau dekat sama cwo selalu yang lebih muda.. habisnya pada gak ada yang percaya kalo umur saya sudah 30an euy..
    jadi belum ada yang diseriusin juga dehh

    ReplyDelete
  10. Banyak Jackpotnya & Raih Jutaan Rupiah Setiap Harinya !!!

    - Bonus Member Baru 30%
    - Bonus Deposit Harian 10%
    - Bonus Rollingan 0.5% (Setiap Minggunya)
    - Bonus Referral Tak Terbatas 15% (Hingga Puluhan Juta Rupiah)
    - Extra Bonus Dari Turnover Bulanan (Tanpa Di UNDI)

    Poker Online Indonesia Terpercaya & Terbaik,
    Poker Online Indonesia dan Daftar Poker Indonesia

    ReplyDelete
  11. BROKER TERPERCAYA
    TRADING ONLINE INDONESIA
    PILIHAN TRADER #1
    - Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
    - Sistem Edukasi Professional
    - Trading di peralatan apa pun
    - Ada banyak alat analisis
    - Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
    - Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT
    Yukk!!! Segera bergabung di Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.
    Nikmati payout hingga 80% dan Bonus Depo pertama 10%** T&C Applied dengan minimal depo 50.000,- bebas biaya admin
    Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
    Anda juga dapat bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......

    Kunjungi website kami di www.hashtagoption.com Rasakan pengalaman trading yang luar biasa!!!

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)

Subscribe